Anda di halaman 1dari 12

Analisis Risiko Saham, Risiko Bisnis dan Portofolio Bisnis PT.

Mayora
Indah, Tbk

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap perusahaan tidak terlepas dari risiko, tidak terkecuali PT Mayora Indah, Tbk. Pengelolaan
risiko semakin penting bagi perusahaan mengingat semakin pesatnya perkembangan teknologi
telah mengakibatkan perubahan lingkungan yang semakin cepat dan dinamis. Ini menyebabkan
semakin tingginya tingkat ketidakpastian yang dihadapi perusahaan. Oleh karena itu, penting
bagi setiap perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar seperti PT Mayora
Indah, Tbk untuk mengelola risiko-risiko yang dihadapinya. Di dalam makalah ini, akan
dianalisis risiko saham, risiko bisnis, serta analisis portfolia PT Mayora Indah, Tbk.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut:

¨ Bagaimana deskripsi singkat PT Mayora Indah, Tbk?

¨ Bagaimana cara menghitung dan menganalisis risiko saham, risiko pasar, dan risiko bisnis
PT Mayora Indah, Tbk?

¨ Bagaimana cara menganalisis portfoilio bisnis PT Mayora Indah, Tbk berdasarkan BCG
Matrix?

1.3 Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka terdapat beberapa tujuan sebagai berikut:

¨ Untuk memaparkan deskripsi singkat PT Mayora Indah, Tbk.

¨ Untuk memaparkan cara menghitung dan menganalisis risiko saham, risiko pasar, dan
risiko bisnis PT Mayora Indah, Tbk.

¨ Untuk memaparkan analisis portfoilio bisnis PT Mayora Indah, Tbk berdasarkan BCG
Matrix.

1.4 Metode
Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan tinjauan pustaka,
browsing internet, serta menggunakan Microsoft Excel 2007 untuk meregresikan data.

1.5 Sistematika Penyajian

Sistematika penyajian makalah ini adalah Bab I Pendahuluan; Bab II Deskripsi Singkat PT
Mayora Indah, Tbk; Bab III Analisis Risiko Saham, Risiko Pasar, dan Risiko Bisnis PT Mayora
Indah, Tbk; Bab IV Analisis Portfolio PT Mayora Indah, Tbk dengan Menggunakan BCG
Matrix; dan Bab V Kesimpulan.

BAB II

DESKRIPSI SINGKAT PT MAYORA INDAH, TBK

2.1 Profil Singkat

PT Mayora Indah, Tbk didirikan pada tahun 1977, pada saat itu perusahaan ini masih merupakan
perusahaan rumah tangga kecil. Namun sekarang PT Mayora Indah, Tbk telah berubah menjadi
salah satu Fast Moving Consumer Goods Companies. Mayora Group menjadi perusahaan publik
pada tahun 1990, dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta. Dan sekarang, Mayora
Group terus melakukan ekspansi agar dapat menjadi perusahaan berbasis ASEAN, dengan
mendirikan fasilitas produksi dan kantor pemasaran di beberapa negara Asia Tenggara.

Mayora Group telah membuktikan dirinya sebagai salah satu produsen makanan berkualitas
tinggi dan mendapatkan pengakuan dari beberapa majalah seperti “Top 100 Exporter Companies
in Indonesia” dari majalah Swa, “Top Five Best Managed Companies in Indonesia” dari Asia
Money, “Top 100 public listed companies” pada 2009 and 2010 as dari Investor Magazine
Indonesia, serta “Best Manufacturer of Halal Products” pada 2004 dari Majelis Ulama Indonesia

2.2 Strategic Business Unit (SBU)

PT Mayora Indah, Tbk memiliki beberapa Strategic Business Unit (SBU) yaitu sebagai berikut:

¨ Biskuit, yaitu Marie Roma, Slai O’lai, Better, Danisa dan Sari Gandum. Di kategori
biskuit, PT Mayora Indah, Tbk merupakan salah satu produsen yang dihormati dan memiliki
Biscuit Plant terbesar di Asia Tenggara.
¨ Permen, yaitu Kopiko (yang merupakan pionir permen kopi didunia), KIS dan Tamarin.

¨ Wafer & Coklat, yaitu Astor, Choki-choki, Beng-beng, Zuperr keju, dan Superman.

¨ Kopi, yaitu Torabika dan Kopiko, yang merupakan kopi bubuk instan.

¨ Mayora Nutrition, yaitu Energen yang merupakan market leader dalam kategori Mix
Cereal.

¨ Torabika Cafe & Corner, merupakan cafe yang dibangun bagi pecinta kopi Torabika.

2.3 Visi & Misi

Berikut ini merupakan visi dan misi PT Mayora Indah, Tbk:

¨ Untuk menjadi produsen produk makanan dan minuman yang berkualitas, dan dipercaya
oleh konsumen domestik dan internasional, serta dapat mengendalikan pangsa pasar yang cukup
signifikan dalam setiap kategori produk.

¨ Untuk memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder perusahaan.

¨ Untuk memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan negara di mana perusahaan
beroperasi.

BAB III

ANALISIS RISIKO SAHAM, RISIKO PASAR, DAN RISIKO BISNIS

PT MAYORA INDAH, TBK

3.1 Analisis Return Saham dan Return Pasar

Return merupakan hasil yang diharapkan akan diperoleh di masa mendatang dari investasi dan
untuk mendapatkannya biasanya akan disertai dengan berbagai macam risiko. Analisis tingkat
return saham dan pasar merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan
tingkat return dan risiko. Untuk menghitung return saham harian dan return pasar harian PT
Mayora Indah, Tbk, diperlukan data harian mengenai harga saham PT Mayora Indah,Tbk, Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks LQ45, seperti yang telah dilampirkan di dalam
makalah ini.
Grafik Pergerakan Return Saham Harian dan Return Pasar Harian PT Mayora
Indah,Tbk

Hasil perhitungan return saham harian dan return pasar harian PT Mayora Indah, Tbk dilakukan
dengan menggunakan bantuan software Microsoft Excel 2007 telah dilampirkan dalam makalah
ini. Dari grafik tersebut, dapat dilihat bahwa baik return saham maupun return pasar harian
sangatlah fluktuatif dari hari ke hari. Semakin tinggi tingkat return, semakin besar risiko yang
dihadapi perusahaan, sebaliknya semakin rendah tingkat return, semakin rendah juga tingkat
risiko yang dihadapi perusahaan. Berikut ini merupakan grafik pergerakan return saham harian
dan return pasar harian PT Mayora Indah,Tbk:

Analisis Rerata dan Standar Deviasi Return Saham Harian serta Return Pasar Harian PT
Mayora Indah,Tbk

Dari data saham harian PT Mayora Indah,Tbk didapatkan rerata Ri lebih besar dari pada rerata
Rm (baik IHSG maupun LQ45). Maka dapat dikatakan berpengaruh positif bagi perusahaan
karena rerata return saham perusahaan lebih tinggi daripada rerata return perusahaan lain yang
ada di pasar. Hal ini berarti return saham PT Mayora Indah,Tbk lebih besar dibandingkan
perusahaan lain yang ada di pasar.

Semakin tinggi standar deviasi, semakin besar risiko yang dihadapi perusahaan. Berdasarkan
hasil output diatas, dapat dilihat bahwa standar deviasi Ri lebih besar dari pada standar deviasi
Rm (baik IHSG maupun LQ45). Hal ini berarti tingkat resiko saham PT Mayora Indah,Tbk lebih
tinggi dibandingkan perusahaan lain yang ada di pasar.

3.2 Analisis Beta Saham

Beta saham adalah bagaimana sensitivitas pengembalian saham terhadap pengembalian


portofolio pasar. Terdapat dua macam saham, antara lain:

1. Saham defensif, merupakan saham yang tidak sensitif terhadap fluktuasi pasar sehingga
memiliki beta yang rendah. Beta saham defensif kurang dari satu, yang berarti
pengembalian saham ini bervariasi lebih rendah dari satu berbanding satu terhadap
pengembalian pasar. Beta rata-rata semua saham ini adalah tepat satu.
2. Saham agresif, berbeda dengan saham defensif, saham yang agresif memperbesar segala
pergerakan pasar dan memiliki beta lebih tinggi. Beta saham agresif lebih dari satu,
artinya pengembaliannya cenderung lebih dari satu berbanding satu terhadap perubahan
pengembalian pasar keseluruhan.

Dalam menghitung beta saham PT Mayora Indah, Tbk, akan digunakan analisis regresi dengan
bantuan software Microsoft excel 2007. Berikut ini merupakan persamaan dari analisis regresi:

Dimana:

Y = Return saham
α = Alpha (intercept)

β = Beta (koefisien regresi)

X = Return pasar

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, beta adalah sensitivitas pengembalian saham terhadap
pengembalian portofolio pasar. Dengan kata lain beta merupakan ukuran sensitivitas return
saham terhadap pergerakan return pasar, maka:

¨ Jika beta = 1, artinya return saham itu bergerak sama persis dengan return pasar.

¨ Jika beta > 1, artinya pergerakan return saham lebih tinggi dibandingkan dengan return
pasar.

¨ Jika beta < 1, artinya pergerakan return saham lebih rendah dibandingkan dengan return
pasar.

Analisis Regresi saham PT Mayora Indah,Tbk dengan IHSG

Berdasarkan hasil regresi diatas, maka dapat diperoleh persamaan sebagai berikut: Y=
0,00220084 + 0,655482055X. Dari persamaan tersebut, dapat diketahui bahwa nilai alpha
sebesar 0,00220084, sedangkan koefisien regresi yang mewakili nilai beta IHSG adalah
0,655482055. Hal ini berarti:

¨ Bila return pasar bernilai tetap atau tidak ada pergerakan, maka return saham bernilai
0,00220084.

¨ Setiap kenaikan 1% return pasar IHSG, maka akan menaikkan 0,655482055% return saham
PT Mayora Indah, Tbk.

¨ Beta saham PT Mayora Indah, Tbk sebesar 0,655482055 menunjukkan nilai kurang dari satu,
artinya pergerakan return saham lebih kecil daripada pergerakan return pasar IHSG. Ini
menunjukkan bahwa return saham PT Mayora Indah, Tbk tidak cukup peka terhadap perubahan
return pasar dan tidak terlalu berisiko.

Analisis Regresi saham PT Mayora Indah ,Tbk dengan LQ45

Berdasarkan hasil analisis diatas, maka dapat diperoleh persamaan sebagai berikut: Y=
0,002442747 + 0,547308771X. Dari persamaan tersebut, dapat diketahui bahwa nilai alpha
sebesar 0,002442747, sedangkan koefisien regresi yang mewakili nilai beta LQ45 adalah
0,547308771. Hal ini berarti:

¨ Bila return pasar bernilai tetap atau tidak ada pergerakan, maka return saham bernilai
0,002442747.
¨ Setiap kenaikan 1% return pasar LQ45, maka akan menaikkan 0,547308771% return
saham PT Mayora Indah, Tbk.

¨ Beta saham PT Mayora Indah, Tbk sebesar 0,547308771 menunjukkan nilai kurang dari 1,
artinya pergerakan return saham lebih kecil daripada pergerakan return pasar LQ45. Ini
menunjukkan bahwa return saham PT Mayora Indah, Tbk tidak cukup peka terhadap perubahan
return pasar dan tidak terlalu berisiko.

3.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Return Saham dan Return Pasar

Terdapat dua faktor utama yang dapat mempengaruhipergerakan return saham dan return pasar.
Dua faktor tersebut meliputi:

 Pergerakan suku bunga

Pada saat suku bunga naik, harga saham cenderung akan turun. Sebagian investor mungkin akan
menjual sahamnya dan kemudian akan memindahkan uangnya ke deposito perbankan yang suku
bunganya naik dan begitu sebaliknya. Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa juga bisa
membuat harga- harga saham turun.

 Kinerja perusahaan penerbit saham

Semakin tinggi penjualan dan laba bersih perusahaan, maka investor juga akan memburu dan
harga saham juga pasti akan naik. Harga saham juga terkadang dipengaruhi oleh faktor politik,
sosial, dan keamanan.

3.4 Analisis Risiko Bisnis PT Mayora Indah, Tbk dan Faktor-Faktor yang
Mempengaruhinya

Risiko bisnis adalah ketidakpastian dalam proyeksi pengembalian atas modal yang
diinvestasikan di dalam sebuah perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi Risiko Bisnis,
yaitu:

¨ Variabilitas permintaan, semakin pasti permintaan suatu produk, semakin rendah risiko
bisnis.

¨ Variabilitas harga jual, semakin mudah harga berubah, semakin besar risiko bisnis.

¨ Variabilitas biaya input, semakin tidak menentu biaya input, semakin besar risiko.

¨ Kemampuan untuk mengembangkan produk baru pada waktu yang tepat dan efektif dalam
hal biaya. Semakin cepat produknya menjadi usang, semakin tinggi risiko bisnis perusahaan.

¨ Eksposur risiko asing. Jika perusahaan beroperasi diwilayah yang secara politis tidak stabil,
perusahaan dapat terkena risiko politik.
¨ Komposisi biaya tetap. Jika sebagian besar biaya adalah biaya tetap, perusahaan memiliki
risiko bisnis yang tinggi karena ketika permintaan turun, biaya tidak turun.

Rasio keuangan dapat digunakan untuk menganalisis risiko bisnis suatu perusahaan. Dalam
makalah ini, rasio keuangan yang akan digunakan untuk menganalisis risiko bisnis PT Mayora
Indah, Tbk adalah:

 Rasio likuiditas, digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi


kewajiban finansial jangka pendek. Rasio likuiditas yang digunakan untuk menganalisis
risiko bisnis PT Mayora Indah, Tbk adalah:

¨ Current ratio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Rumusnya adalah:

 Rasio leverage (rasio hutang), rasio ini digunakan untuk untuk mengukur seberapa jauh
aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang atau dibiayai oleh pihak luar. Rasio hutang
yang digunakan untuk menganalisis risiko bisnis PT Mayora Indah, Tbk adalah:

¨ Debt to equity ratio, Rasio ini digunakan untuk mengukur bagian modal sendiri yang
dijadikan jaminan untuk keseluruhan kewajiban atau hutang. Rumus untuk menghitungnya
adalah sebagai berikut :

¨ Time interest ratio, rasio ini digunakan untuk mengukur besar jaminan keuntungan yang
digunakan untuk membayar bunga hutang jangka panjang. Rumusnya adalah sebagai berikut :

 Rasio efektivitas, digunakan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan


sumber daya yang dimiliki. Rasio efektivitas yang digunakan untuk menganalisis risiko
bisnis PT Mayora Indah, Tbk adalah:

¨ Total assets turnover, digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam
keseluruhan aktiva yang berputar pada suatu periode atau kemampuan modal yang
diinvestasikan untuk menghasilkan laba.

Rumusnya:

 Rasio profitabilitas, mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba


dalam hubungan dengan penjualan, aktiva maupun laba dan modal sendiri. Rasio
profitabilitas yang digunakan untuk menganalisis risiko bisnis PT Mayora Indah, Tbk
adalah:

¨ Gross profit margin, digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan mendapatkan laba
bruto per rupiah penjualan, dihitung dengan rumus berikut :

¨ Net profit margin atau sales margin digunakan untuk mengukur keuntungan netto atau laba
bersih per rupiah penjualan. Semakin besar angka yang dihasilkan, menunjukan kinerja yang
semakin baik, rumusnya sebagai berikut :
¨ Return on assets (ROA) digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan
dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bersih. Rumusnya adalah:

Analisis Risiko Bisnis PT Mayora Indah, Tbk dengan Rasio Keuangan

Hasil perhitungan rasio keuangan PT Mayora Indah, Tbk menunjukkan bahwa :

¨ PT Mayora Indah, Tbk dari tahun 2007 hingga 2011 memiliki Current ratio lebih dari satu,
artinya PT Mayora Indah, Tbk likuiditasnya baik sehingga mampu melunasi kewajibannya.

¨ PT Mayora Indah, Tbk memiliki tingkat debt to equity yang tinggi, ini berarti mayoritas
pendanaan PT Mayora Indah, Tbk didasarkan pada modal sendiri.

¨ Times Interest Ratio PT Mayora Indah, Tbk cukup tinggi, artinya perusahaan memiliki
kemampuan memenuhi kewajibannya.

¨ Total assets turnover PT Mayora Indah, Tbk yaitu sekitar 1,5 kali, artinya PT Mayora Indah,
Tbk mampu memanfaatkan kekayaannya dalam rangka memperoleh penghasilan sekitar 1,5 kali
dalam setahun,

¨ Gross profit margin PT Mayora Indah, Tbk dibawah 25% dari tahun 2007 hingga 2008.
Artinya tingkat penjualan perusahaan dibawah 25%.

¨ Net profit margin PT Mayora Indah, Tbk dibawah 10% dari tahun 2007 hingga 2008.
Artinya tingkat laba bersih yang diterima oleh perusahaan dibawah 10%.

¨ ROA PT Mayora Indah, Tbk dari tahun 2007 hingga 2008 berkisar antara 7%-11%, artinya
kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan
keuntungan bersih dari tahun 2007 hingga 2008 berkisar antara 7%-11%.

BAB IV

ANALISIS PORTFOLIO PT MAYORA INDAH, TBK

DENGAN MENGGUNAKAN BCG MATRIX

4.1 Definisi Boston Consulting Group (BCG) Matrix


Boston Consulting Group (BCG) Matrix merupakan metode yang digunakan untuk penyususnan
strategic business unit (SBU) dengan melakukan klasifikasi pengklasifikasian terhadap potensi
keuntungan perusahaan. Boston Consulting Group (BCG) Matrix pertama dikemukakan oleh
Bruce Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970an. BCG Matrix dikenal juga
dengan istilah BCG Growth-ShareMatrix.

BCG Matrix dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

¨ Star, pada posisi ini perusahaan benar-benar berada dalam posisi puncak dimana berada
dalam kondisi pertumbuhan pasar cukup pesat di lain pihak konsumen atau pangsa pasar yang
dimiliki oleh perusahaan tersebut juga tinggi. Dalam posisi perusahaan akan gencar melakukan
investasi yang cukup besar dalam meningkatkan kemampuan produksi serta kemampuan
persediaan serta distribusinya sehingga dapat memanfaatkan dengan maksimal potensi pasar
yang masih bertumbuh ini.

¨ Cash Cows, pada posisi ini perusahaan telah melewati posisi star, dimana potensi pasar
yang ada telah dimanfaatkan secara maksimal dengan sumber daya yang dimiliki oleh
perusahaan. Kondisi ini disebut Cash Cows karena menghasilkan kas lebih dari yang
dibutuhkanya, dan pendapatan kasnya sering digunakan untuk membiayai sektor usaha yang lain.

¨ Dogs, pada posisi ini perusahaan benar mengalami situasi yang sulit, dimana pangsa pasar
yang kecil, artinya perusahaan tidak memiliki jumlah konsumen yang cukup banyak dan
perusahaan juga berada pada posisi dimana pertumbuhan pasarnya rendah. Perusahaan pada
posisi ini perlu melakukan perbaikan yang seperti inovasi produk hingga strategi dalam promosi
agar dapat merebut pangsa pasar. Jika tidak berhasil melakukan hal tersebut, maka dapat
dipastikan produk tersebut di likuidasi atau ditarik dari pasar.

¨ Questions Marks, kondisi ini buruk bagi perusahaan karena kebutuhan kasnya tinggi
sementara pendapatannya rendah. Pada posisi ini perusahaan atau produk berada pada posisi
dimana memiliki pangsa pasar yang kecil tetapi masih berada dalam kondisi dimana pasar
mengalami pertumbuhan yang cukup besar sehingga masih terdapat potensi untuk menjadi star.

4.2 Faktor-Faktor yang Digunakan untuk Analisis BCG Matrix

Dalam analisis BCG Matrix, terdapat dua faktor yang paling mempengaruhi dalam
pengklasifikasian produk yaitu:

 Faktor pangsa pasar (Market share)

Market Share menunjukkan besarnya pangsa pasar dari volume penjualan suatu produk
dibandingkan dengan para pesaingnya. Dalam hal ini, dapat dilihat jumlah pasar yang dikuasai
oleh perusahaan dibandingkan dengan pasar secara keseluruhan.

 Faktor pertumbuhan pasar (Market growth)


Market growth adalah proyeksi tingkat penjualan untuk pasar yang akan dilayani. Biasanya
diukur dengan peningkatan persentase dalam nilai atau volume penjualan.

4.3 Klasifikasi Produk PT Mayora Indah,Tbk dalam BCG Matrix

Berikut ini merupakan klasifikasi produk-produk PT Mayora Indah ke dalam BCG Matrix:

 Biskuit, meliputi Marie Roma, Slai O’lai, Better, Danisa dan Sari Gandum.

¨ Marie Roma diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam
posisi Star karena market share-nya tinggi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, biskuit Roma
memperoleh pangsa pasar tertinggi di antara merek-merek biskuit lainnya dan di ikuti oleh
merek biskuit pada peringkat kedua dan khong guan pada peringkat ketiga.). Selain itu, market
growth rate biskuit Roma juga tinggi. Merek Roma terus mengalami peningkatan dan menguasai
pasar biskuit.

¨ Sari gandum diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam
posisi dogs karena memiliki market share yang rendah dan saat ini mengalami stagnasi dalam
pasar. Tingkat pertumbuhan pasarnya juga rendah.

¨ Slai o’lai juga diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam
posisi star karena market share dan market growth-nya tinggi.

¨ Better diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam posisi
dogs karena share dan market growth-nya rendah.

¨ Danisa juga diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam
posisi dogs karena share dan market growth-nya rendah.

 Permen, meliputi Kopiko, KIS dan Tamarin.

¨ Tamarin diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam posisi
dogs karena share dan market growth-nya rendah.

¨ Kopiko diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam posisi
Star karena lewat permen kopi tersebut, PT Mayora Indah, Tbk mampu menjadi penguasa pasar
permen di dunia. Selain market share yang tinggi, tingkat market growth kopiko juga cukup
tinggi. Dengan slogan “Kopi Banget”, permen yang diluncurkan pada tahun 1990-an ini mampu
menyihir lidah konsumen di banyak negara. Di pasar lokal, PT Mayora Indah, Tbk sudah
menguasai sekitar sepertiga dari total pasar kategori candy. Selain Kopiko, Mayora juga punya
permen unggulan lainya, yaitu Kis.

¨ Kis juga diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam posisi
Star karena market share-nya tinggi, tidak hanya di pasar lokal,tetapi juga pasar internasional.
Selain itu, market growth produk ini juga tinggi.
 Wafer & Coklat, meliputi Astor, Choki-choki, Beng-beng, Zuperr keju, dan Superman.

¨ Beng-beng diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam posisi
cash cows karena memiliki market share tinggi (Beng-beng menduduki posisi kedua setelah
Gery Saluut dan memperoleh posisi 39 % dalam pasar), tetapi market growth-nya rendah.

¨ Astor, Choki-choki, Superman dan Zuperr Keju diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora
Indah, Tbk yang berada dalam posisi dogs karena share dan market growth-nya rendah.

 Kopi, meliputi Torabika dan Kopiko.

¨ Torabika diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam posisi
cash cows. Torabika memiliki market share yang cukup tinggi (penguasa pasar kopi kedua
setelah merek Kapal Api), akan tetapi market growth-nya rendah.

¨ Kopiko juga diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam
posisi cash cows karena market share-nya tinggi, sedangkan market growth-nya rendah.

 Mayora Nutrition,meliputi Energen.

¨ Energen diklasifikasikan sebagai produk PT Mayora Indah, Tbk yang berada dalam posisi
Star karena market share dan market growth-nya tinggi. Dari sejumlah merek sereal siap seduh
yang ada, merek Energen memegang pangsa pasar paling besar karena brand awareness akan
produk ini sudah terbentuk di masyarakat. PT Mayora Indah, Tbk sukses mengembangkan
branding produk sereal Energen di Asia dan Eropa. Di Filipina, energen sukses menjadi top
branding makanan sereal.

 Torabika Cafe & Corner, merupakan cafe yang dibangun bagi pecinta kopi Torabika.
Unit bisnis ini merupakan bisnis waralaba. Torabika Cafe & Corner ini diklasifikasikan
dalam posisi Star karena market share dan market growth-nya tinggi.

BAB V

KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan
Return saham maupun return pasar harian PT Mayora Indah,Tbk sangatlah fluktuatif dari hari ke
hari. Semakin tinggi tingkat return, semakin besar risiko yang dihadapi perusahaan, sebaliknya
semakin rendah tingkat return, semakin rendah juga tingkat risiko yang dihadapi perusahaan.

Dari data saham harian PT Mayora Indah,Tbk didapatkan rerata Ri lebih besar dari pada rerata
Rm (baik IHSG maupun LQ45). Maka dapat dikatakan berpengaruh positif bagi perusahaan
karena rerata return saham perusahaan lebih tinggi daripada rerata return perusahaan lain yang
ada di pasar. Hal ini berarti return saham PT Mayora Indah,Tbk lebih besar dibandingkan
perusahaan lain yang ada di pasar. Standar deviasi Ri juga lebih besar dari pada standar deviasi
Rm (baik IHSG maupun LQ45). Hal ini berarti tingkat resiko saham PT Mayora Indah,Tbk lebih
tinggi dibandingkan perusahaan lain yang ada di pasar.

Berdasarkan hasil regresi return saham dan return pasar (IHSG maupun LQ45) maka dapat
disimpulkan beta saham PT Mayora Indah, Tbk kurang dari satu, artinya pergerakan return
saham lebih kecil daripada pergerakan return pasar IHSG. Ini menunjukkan bahwa return saham
PT Mayora Indah, Tbk tidak cukup peka terhadap perubahan return pasar dan tidak terlalu
berisiko.

Hasil perhitungan rasio keuangan PT Mayora Indah, Tbk menunjukkan bahwa : PT Mayora
Indah, Tbk likuiditasnya baik; mayoritas pendanaannya didasarkan pada modal sendiri;
perusahaan memiliki kemampuan memenuhi kewajibannya; mampu memanfaatkan kekayaannya
dalam rangka memperoleh penghasilan sekitar 1,5 kali dalam setahun; tingkat penjualan
perusahaan dibawah 25%; tingkat laba bersih yang diterima oleh perusahaan dibawah 10%; dan
keuntungan bersih dari tahun 2007 hingga 2008 berkisar antara 7%-11%.