Anda di halaman 1dari 9

BAB I

KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam peraturan Rektor ini yang dimaksud dengan :

1. Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan selanjutnya disebut KM ITK adalah wadah mahasiswa
Institut Teknologi Kalimantan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
2. Organisasi Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan selanjutnya disebut Ormawa adalah organisasi mahasiswa
yang dibentuk dari, oleh, dan untuk mahasiswa pada tingkat Institut, Jurusan dan Program Studi, yang merupakan
sarana pengembangan penalaran, keilmuan, kewirausahaan, minat dan bakat, pengembangan kesejahteraan
mahasiswa, dan pengabdian kepada masyarakat.
3. Anggaran Dasar yang selanjutnya disingkat AD adalah ketentuan-ketentuan dasar yang ditetapkan dalam
Musyawarah Ormawa yang digunakan sebagai dasar hukum untuk merencanakan, menyelenggarakan, dan
mengevaluasi pelaksanaan program sesuai dengan visi, misi, dan tujuan Ormawa.
4. Anggaran Rumah Tangga yang selanjutnya disingkat ART adalah penjabaran dan pengaturan lebih lanjut atas
ketentuan-ketentuan dasar yang tercantum di dalam Anggaran Dasar Ormawa.
5. Kegiatan kemahasiswaan adalah kegiatan non-akademik untuk mengembangkan diri ke arah perluasan wawasan
dan peningkatan kecendekiaan serta integritas kepribadian dalam mencapai tujuan pendidikan tinggi yang
meliputi penalaran dan keilmuan, kewirausahaan, minat dan bakat, pengembangan kesejahteraan mahasiswa, dan
pengabdian kepada masyarakat.
6. Musyawarah Akbar Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan yang selanjutnya disebut Mahakam ITK
merupakan musyawarah tertinggi Ormawa ITK.
7. Institut adalah Institut Teknologi Kalimantan.
8. Jurusan adalah jurusan di lingkungan Institut Teknologi Kalimantan.
9. Program Studi adalah program studi di bawah Jurusan di lingkungan Institut Teknologi Kalimantan.
10. Rektor adalah Rektor Institut Teknologi Kalimantan.
11. Wakil Rektor Bidang Akademik adalah Wakil Rektor Bidang Akademik Institut Teknologi Kalimantan.
12. Ketua Tim Pembina Kemahasiswaan adalah Ketua Tim Pembina Kemahasiswaan di Institut Teknologi
Kalimantan
13. Bagian Keuangan adalah bagian keuangan di Institut Teknologi Kalimantan.
14. Ketua Jurusan adalah Ketua Jurusan di lingkungan Institut Teknologi Kalimantan.
15. Koordinator Program Studi adalah Koordinator Program Studi di lingkungan Institut Teknologi Kalimantan.
16. Presiden Mahasiswa KM ITK adalah pimpinan kabinet sekaligus Pimpinan KM ITK.

BAB II
PRINSIP, MAKSUD, DAN TUJUAN
Pasal 2

(1) Prinsip penyelenggaraan Ormawa di Institut Teknologi Kalimantan adalah:


a. Terbuka, artinya Ormawa terbuka bagi semua kalangan mahasiswa ITK;
b. Tidak diskriminatif, Ormawa tidak membedakan mahasiswa berdasarkan SARA;
c. Sinergi, setiap Ormawa saling berintegrasi dengan Ormawa lainnya untuk bersama-sama mencapai visi dan
misi Institut;
d. Adil, Ormawa tidak memihak, tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang, tidak pilih kasih, dan
menempatkan sesuatu pada tempatnya;
e. Kekeluargaan, Ormawa harus mengembangkan kesetiakawanan dan solidaritas sosial;
f. Transparan, Ormawa harus bersifat terbuka dalam penyelenggaraan manajemen organisasi kepada publik;
dan
g. Akuntabel, Ormawa harus dapat mempertanggungjawabkan program kerja dan pengelolaan keuangan.
(2) Peraturan Ormawa tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku umum di Negara Kesatuan Republik
Indonesia dan peraturan yang berlaku di Institut.
(3) Peraturan ini diterbitkan dengan maksud sebagai pedoman bagi mahasiswa dalam membentuk Ormawa dan
pedoman bagi Ormawa dalam menyelenggarakan kegiatannya.
(4) Peraturan ini diterbitkan dengan tujuan agar mahasiswa dalam menyusun kegiatan dapat mendukung pencapaian
visi dan misi Institut.

BAB III
ANGGARAN DASAR DAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA ORMAWA

Pasal 3
(1) AD dan ART Ormawa beserta penjelasannya yang disusun oleh Ormawa melalui musyawarah harus memuat
norma, kaidah, ketentuan, dan aturan organisasi yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh semua anggota
Ormawa.
(2) AD dan ART sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tidak bertentangan dengan AD dan ART atau Statuta Institut
(3) Perubahan AD dan ART hanya dapat dilakukan melalui musyawarah.

BAB IV
BENTUK DAN KEPENGURUSAN ORMAWA

Bagian Kesatu
Bentuk Organisasi

Pasal 4
(1) Ormawa dapat berbentuk Forum, Dewan, Badan, Lembaga, Himpunan, Unit Kegiatan Mahasiswa, dan/atau
nama lain sesuai dengan visi dan misi Institut.
(2) Di Institut dapat dibentuk Ormawa, sebagai berikut :
a. Musyawarah Istimewa KM ITK, disingkat MUSI ;
b. Dewan Perwakilan Mahasiswa ITK yang disingkat DPM KM;
c. Badan Eksekutif Mahasiswa ITK yang disebut dengan nama Kabinet KM;
d. Unit Kegiatan Mahasiswa ITK yang disingkat UKM ITK; dan/atau
e. Organisasi Kerohanian ITK.
(3) Di setiap Jurusan dapat dibentuk Ormawa, sebagai berikut:
a. Dewan Perwakilan Mahasiswa Jurusan yang disingkat dengan nama DPM Jurusan;
b. Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan; dan/atau
c. Organisasi Kerohanian Jurusan.
(4) Di setiap Program Studi dapat dibentuk Ormawa, sebagai berikut:
a. Dewan Perwakilan Mahasiswa Program Studi yang disingkat dengan nama DPM Prodi;
b. Himpunan Mahasiswa Program Studi;
c. Unit Kegiatan Mahasiswa Program Studi yang disingkat dengan nama UKM Prodi; dan/atau
d. Organisasi Kerohanian Prodi.

Pasal 5

Bagian Kedua
Kepengurusan, Keanggotaan, dan Masa Bakti

Pasal 6
(1) Kepengurusan Ormawa dibentuk melalui tata cara dan mekanisme yang ditetapkan oleh mahasiswa sesuai AD
dan ART Ormawa.
(2) Untuk menjadi pengurus ormawa, harus memenuhi persyaratan;
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan, serta tidak pernah terlibat (bebas) dari
narkoba;
c. merupakan anggota ormawa aktif.

Pasal 7
Keanggotaan Ormawa adalah semua mahasiswa yang terdaftar dan aktif dalam kegiatan akademik dalam lingkup
Ormawa masing-masing.

Pasal 8
(1) Masa bakti pengurus Ormawa adalah satu tahun.
(2) Ketua/Kepala/Presiden Ormawa tidak dapat dipilih kembali untuk masa bakti kepengurusan selanjutnya.

Bagian Ketiga
Pengangkatan dan Pemberhentian Kepengurusan

Pasal 9
(1) Kepengurusan Ormawa yang telah dibentuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, harus mendapat
pengangkatan, dari :
a. Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Akademik setelah mendapat masukan Ketua Tim Pembina
Kemahasiswaan untuk Ormawa di tingkat Institut;
b. Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Akademik setelah mendapat masukan Ketua Tim Pembina
Kemahasiswaan, dan Ketua jurusan, di tingkat Jurusan
c. Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Akademik setelah mendapat masukan Ketua Tim Pembina
Kemahasiswaan, Ketua Jurusan, dan Kordinator Program Studi di tingkat Program Studi.
(2) Pengangkatan kepengurusan dapat dilakukan apabila pengurus Ormawa sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
menyerahkan susunan pengurus, AD/ART, Garis-garis besar Program Kerja (GBPK) dan Laporan
Pertanggungjawaban pengurus masa bakti kepengurusan sebelumnya.
(3) Pengangkatan susunan pengurus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikeluarkan dalam bentuk Keputusan
Rektor.

Pasal 10
(1) Kepengurusan Ormawa yang telah dibentuk dan diangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, pengurus dapat
diberhentikan, apabila:
a. Masa jabatannya berakhir
b. Meninggal dunia
c. Mengundurkan diri
d. Telah lulus dan dinyatakan yudisium
e. tidak melakukan kegiatan sesuai dengan AD dan ART; dan/atau
f. diketahui dan terbukti telah melakukan kegiatan/tindak pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang
berlaku di Institut.
(2) Pemberhentian pengurus Ormawa sebagaimana di maksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Rektor melalui Wakil
Rektor Bidang Akademik atas pertimbangan Ketua Tim Pembina Kemahasiswaan, Ketua Jurusan, dan
Koordinator Program Studi, dalam bentuk Surat Keputusan sesuai dengan tingkatan Ormawa.

BAB V
KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI

Bagian Kesatu
Kedudukan

Pasal 11
Kedudukan Ormawa berada di lingkungan Institut.
Bagian Kedua
Tugas
Pasal 12
(1) DPM mempunyai tugas:
a. merancang dan menetapkan Garis-garis Besar Haluan Kerja (GBHK) Kabinet/Badan Eksekutif
Mahasiswa Jurusan/ Himpunan Mahasiswa Prodi di masing-masing tingkatnya; dan
b. memilih dan menetapkan anggota Komisi Pemilihan Umum yang selanjutnya melaksanakan proses
pemilihan Ketua Kabinet/Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan/ Himpunan Mahasiswa Prodi.
(2) Kabinet, Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan, dan Himpunan Mahasiswa Prodi mempunyai tugas:
a. membuat program kerja kegiatan kemahasiswaan berdasarkan Garis-garis Besar Program Kerja
(GBPK) yang telah ditetapkan oleh DPM; ok
b. melaksanakan dan mengkoordinasikan program kegiatan kemahasiswaan di tingkat institut/jurusan/
program studi;
c. mewakili organisasi kemahasiswaan ke dalam dan/atau ke luar institut; dan
d. dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan, Kabinet, Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan, dan Himpunan
Mahasiswa harus mendapatkan persetujuan Rektor melalui pejabat terkait.
(3) UKM mempunyai tugas:
a. mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang minat dan bakat sesuai dengan AD/ART
masing-masing UKM; dan
b. UKM membina dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam kegiatan di bidang ekstrakurikuler.
(4) Organisasi Kerohanian mempunyai tugas mengkoordinir kegiatan kemahasiswaan sesuai dengan agama
masing-masing
Bagian Ketiga
Fungsi

Pasal 13
(1) DPM mempunyai fungsi :
a. menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa di masing-masing tingkatnya;
b. merancang dan menetapkan peraturan dalam lingkungan Ormawa di masing-masing tingkatnya; dan
c. melakukan pengawasan dan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan di Kabinet/Badan Eksekutif Mahasiswa
Jurusan/ Himpunan Mahasiswa Prodi di masing-masing tingkatnya;
(2) Kabinet, Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan, dan Himpunan Mahasiswa Prodi mempunyai fungsi:
a. melaksanakan kegiatan kemahasiswaan di masing-masing tingkatnya; dan
b. mengkoordinir kegiatan yang dilaksanakan oleh UKM di masing-masing tingkatnya.
(3) UKM mempunyai fungsi membantu Kabinet/Himpunan Mahasiswa Prodi di dalam melaksanakan kegiatan
kemahasiswaan dalam bidang pengembangan minat dan bakat mahasiswa di masing-masing tingkatnya.
(4) Organisasi Kerohanian mempunyai fungsi melaksanankan program kerja dalam bidang keagamaan di masing-
masing tingkatnya;

BAB VI
KEGIATAN DAN PEMBIAYAAN

Bagian Kesatu
Kegiatan

Pasal 14
(1) Kegiatan Ormawa adalah wahana pembelajaran pembentukan karakter, kreativitas, inovasi, kepemimpinan,
manajerial, dan kerjasama sebagai upaya membangun pribadi yang solid, peduli, cerdas, beriman, dan bertaqwa.
(2) Segala kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan Ormawa harus mendukung pencapaian visi dan misi Institut.
(3) Semua kegiatan kemahasiswaan yang dilaksanakan oleh Ormawa harus dengan persetujuan dan
dipertanggungjawabkan kepada Rektor.
(4) Dalam memberikan persetujuan atas bentuk kegiatan yang akan dilakukan oleh Ormawa sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Rektor dapat mendelegasikan kewenangan kepada pejabat terkait.

Bagian Kedua
Pembiayaan

Pasal 15
(1) Institut menyediakan dana secara proporsional dari total belanja Institut pada tahun berjalan.
(2) Pembiayaan Ormawa bersumber dari:
a. dana pengembangan kemahasiswaan;
b. iuran anggota;
c. usaha organisasi yang dilakukan secara sah dan legal sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
d. dana lainnya yang sah dan legal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(3) Dana pengembangan kemahasiswaan dikelola oleh Rektor melalui Tim Pembina Kemahasiswaan.
(4) Pendanaan Ormawa didistribusikan secara proporsional kepada Ormawa tingkat Institut, Jurusan, dan Program
Studi.
(5) Penggunaan dana dalam kegiatan kemahasiswaan harus dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya.
(6) Setiap Ormawa harus membuat laporan tertulis setelah melaksanakan kegiatan.
(7) Laporan kegiatan harus diketahui dan disetujui oleh dosen pembimbing Ormawa, sesuai dengan tingkatan
Ormawa masing-masing.

BAB VII
MEKANISME PENDIRIAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Bagian Kesatu
Tata cara pendirian Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Institut

Pasal 16
(1) Pendirian Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Institut hanya dimungkinkan sepanjang ruang lingkup kegiatannya
mendukung pencapaian visi dan misi Institut.
(2) Pendirian Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Institut adalah sebagai berikut:
a. Ruang lingkup kegiatan tidak sama atau tidak sejenis dengan kegiatan Ormawa yang telah ada;
b. Mempunyai minimal 30 orang mahasiswa calon anggota yang berasal dari lintas Program Studi yang
dinyatakan dengan tanda tangan seluruh calon anggota dan dilampiri fotokopi kartu tanda mahasiswa;
c. Mendapatkan pengesahan dari Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Akademik atas pertimbangan Ketua
Tim Pembina Kemahasiswaan;
d. Mempunyai peraturan dan tata tertib organisasi dalam bentuk AD dan ART;
e. Dilengkapi dengan susunan pengurus, struktur organisasi dan surat rekomendasi dari Presiden Mahasiswa
KM ITK;
f. Mempunyai rancangan program kerja;
g. Mempunyai pembimbing yang berstatus dosen minimal 1 (satu) orang; dan
h. Menyampaikan visi dan misi UKM di hadapan Tim Pembina Kemahasiswaan ITK.
(3) Mengisi dan melengkapi formulir pendaftaran yang disediakan oleh Institut.
(4) Organisasi yang telah memenuhi dan melengkapi persyaratan, serta telah dinyatakan sah, mempunyai hak dan
kewajiban yang sama sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bagian Kedua
Tata cara pendirian Unit Kegiatan Mahasiswa Tingkat Program Studi

Pasal 17
(1) Pendirian Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Institut hanya dimungkinkan sepanjang ruang lingkup kegiatannya
mendukung pencapaian visi dan misi Institut.
(2) Pendirian Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Institut adalah sebagai berikut:
a. Ruang lingkup kegiatan tidak sama atau tidak sejenis dengan kegiatan Ormawa yang telah ada;
b. Mempunyai minimal 20 orang mahasiswa calon anggota yang dinyatakan dengan tanda tangan seluruh
calon anggota dan dilampiri fotokopi kartu tanda mahasiswa;
c. Mendapatkan pengesahan dari Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Akademik atas pertimbangan Ketua
Tim Pembina Kemahasiswaan, Ketua Jurusan, dan Koordinator Program Studi, dalam bentuk Surat
Keputusan sesuai dengan tingkatan Ormawa;
d. Mempunyai peraturan dan tata tertib organisasi dalam bentuk AD dan ART;
e. Dilengkapi dengan susunan pengurus, struktur organisasi dan surat rekomendasi dari Presiden Mahasiswa
KM ITK;
f. Mempunyai rancangan program kerja;
g. Mempunyai pembimbing yang berstatus dosen minimal 1 (satu) orang; dan
h. Menyampaikan visi dan misi UKM di hadapan Pembina Kemahasiswaan di tingkat Program Studi.
(3) Mengisi dan melengkapi formulir pendaftaran yang disediakan oleh Institut.
(4) Organisasi yang telah memenuhi dan melengkapi persyaratan, serta telah dinyatakan sah, mempunyai hak dan
kewajiban yang sama sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bagian Ketiga
Tata Cara Pendirian Kabinet KM dan DPM KM

Pasal 18
(1) Pendirian Kabinet KM dan DPM KM hanya dimungkinkan sepanjang ruang lingkup kegiatannya mendukung
pencapaian visi dan misi Institut.
(2) Pendirian Kabinet KM dan DPM KM tingkat Institut harus mendapatkan Pengesahan dari Rektor melalui Wakil
Rektor Bidang Akademik atas pertimbangan Ketua Tim Pembina Kemahasiswaan.
(3) Mempunyai peraturan dan tata tertib organisasi dalam bentuk AD dan ART.
(4) Dilengkapi dengan susunan pengurus dan struktur organisasi.
(5) Mempunyai rancangan program kerja.

Bagian Keempat
Tata Cara Pendirian HMJ dan DPMJ

Pasal 19
(1) Pendirian HMJ dan DPMJ hanya dimungkinkan sepanjang ruang lingkup kegiatannya mendukung pencapaian
visi dan misi Institut.
(2) Pendirian HMJ dan DPMJ harus mendapatkan Pengesahan dari Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Akademik
atas pertimbangan Ketua Tim Pembina Kemahasiswaan, Ketua Jurusan, dan Koordinator Program Studi, dalam
bentuk Surat Keputusan sesuai dengan tingkatan Ormawa.
(3) Mempunyai peraturan dan tata tertib organisasi dalam bentuk AD dan ART.
(4) Dilengkapi dengan susunan pengurus dan struktur organisasi.
(5) Mempunyai rancangan program kerja.

Bagian Kelima
Tata Cara Pendirian HMP dan DPMP

Pasal 20
(1) Pendirian HMP dan DPMP di tingkat Program Studi hanya dimungkinkan sepanjang ruang lingkup kegiatannya
mendukung pencapaian visi dan misi Institut.
(2) Pendirian HMP dan DPMP harus mendapatkan Pengesahan dari Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Akademik
atas pertimbangan Ketua Tim Pembina Kemahasiswaan, Ketua Jurusan, dan Koordinator Program Studi, dalam
bentuk Surat Keputusan sesuai dengan tingkatan Ormawa.
(3) Mempunyai peraturan dan tata tertib organisasi dalam bentuk AD dan ART.
(4) Dilengkapi dengan susunan pengurus dan struktur organisasi.
(5) Mempunyai rancangan program kerja.

Bagian Keenam
Tata Cara Pendirian Organisasi Kerohanian

Pasal 21
(1) Pendirian Organisasi Kerohanian di tingkat Institut maupun Program Studi hanya dimungkinkan sepanjang ruang
lingkup kegiatannya mendukung pencapaian visi dan misi Institut.
(2) Pendirian Organisasi Kerohanian harus mendapatkan Pengesahan dari Rektor melalui Wakil Rektor Bidang
Akademik atas pertimbangan Ketua Tim Pembina Kemahasiswaan, Pembina Kerohanian, dan Koordinator
Program Studi, dalam bentuk Surat Keputusan sesuai dengan tingkatan Ormawa.
(3) Mempunyai peraturan dan tata tertib organisasi dalam bentuk AD dan ART.
(4) Dilengkapi dengan susunan pengurus dan struktur organisasi.
(5) Mempunyai rancangan program kerja.
BAB VIII
HAK, KEWAJIBAN, DAN SYARAT-SYARAT DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Bagian Kesatu
Kebebasan Berorganisasi yang Bertanggung Jawab

Pasal 22
(1) Mahasiswa memiliki hak kebebasan untuk berorganisasi dan bergabung dengan Ormawa di Institut untuk
mengembangkan diri, bakat, minat, dan penalaran sesuai peraturan yang berlaku.
(2) Keanggotaan, kebijakan, dan kegiatan Ormawa ditentukan oleh anggota dalam organisasi yang bersangkutan
dengan cara yang tidak melanggar peraturan Institut.
(3) Setiap Ormawa harus memiliki dosen pembimbing yang dapat dipilih sendiri.
(4) Pembimbing sebagaimana dimaksud pada ayat (3) pasal ini adalah dari dosen di lingkungan Institut.
(5) Khusus untuk Presiden/Ketua/Kepala Ormawa di tingkat Institut harus mempunyai pengalaman organisasi di
ITK.
Bagian Kedua
Hak dan Kewajiban Organisasi Kemahasiswaan

Pasal 23
(1) Ormawa mempunyai hak:
a. Memperoleh pelayanan kemahasiswaan;
b. Memperoleh izin penggunaan fasilitas Institut sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku;
c. Memperoleh pendanaan untuk pengembangan Ormawa secara proporsional;
d. Memperoleh perlindungan jika mendapat ancaman atau gangguan dari pihak manapun; dan
e. Memperoleh izin kegiatan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
(2) Ormawa mempunyai kewajiban:
a. memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan peraturan di
Institut;
b. melaksanakan kegiatan secara bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab serta bermanfaat bagi
mahasiswa, baik perorangan maupun kelompok/organisasi, serta bermanfaat bagi kegiatan pendidikan di
Institut;
c. mendukung suasana dan proses pembelajaran yang menunjang keberhasilan proses pendidikan;
d. menjaga dan menegakkan nama baik dan wibawa serta kehormatan Institut;
e. memberikan laporan kegiatan secara tertulis kepada Rektor melalui pejabat terkait; dan
f. Mengajukan izin kegiatan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

Bagian Ketiga
Sanksi Ormawa

Pasal 24
(1) Jenis sanksi terdiri dari sanksi ringan, sedang dan berat.
(2) Sanksi ringan adalah sanksi berupa teguran tertulis.
(3) Sanksi sedang adalah sanksi berupa pembekuan sementara.
(4) Sanksi berat adalah pencabutan Hak Ormawa.

Pasal 25
(1) Rektor berwenang memberikan sanksi ringan apabila terbukti:
a. melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban pelaksanaan proses pendidikan serta hal-
hal lain di lingkungan Institut; atau
b. melanggar standar baku pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan.
(2) Rektor berwenang memberikan sanksi sedang apabila terbukti:
a. melaksanakan kegiatan ilegal;
b. melaksanakan kegiatan yang tidak sesuai dengan perizinan yang diajukan;
c. kegiatan lain yang bertentangan dengan peraturan di lingkungan Institut; atau
d. menerima sanksi ringan sebanyak 3 (tiga) kali selama satu masa bakti kepengurusan.
(3) Rektor berwenang memberikan sanksi berat apabila terbukti:
a. melanggar ketentuan dan peraturan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. melakukan kerjasama dengan organisasi yang sesat dan/atau terlarang;
c. tidak melakukan aktivitas selama satu tahun kepengurusan berjalan;
d. melakukan tindak makar; atau
e. menerima sanksi sedang sebanyak 3 (tiga) kali.

Bagian Keempat
Penghargaan

Pasal 26
(1) Ormawa yang memiliki prestasi dapat diberi penghargaan.
(2) Mekanisme pemberian penghargaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur datam peraturan tersendiri.

BAB IX
PELARANGAN ORGANISASI EKTRA KAMPUS ATAU PARTAI POLITIK
DALAM KEHIDUPAN KAMPUS

Pasal 27
Dilarang:
a. mengikuti segala bentuk organisasi ekstra kampus dengan membawa nama Institut; dan
b. membuka Sekretariat Partai Politik dan/atau melakukan aktivitas politik praktis di lingkungan Institut.

BAB X
SANKSI
Pasal 28

Pengurus Ormawa, anggota Ormawa, dan/atau Ormawa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 24 dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

BAB XI
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 29
Pada saat Peraturan Rektor ini mulai berlaku, semua ketentuan atau peraturan yang terkait dengan organisasi
kemahasiswaan di lingkungan Institut dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti
berdasarkan Peraturan Rektor ini.

BAB XII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 30
Peraturan Rektor ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan bahwa apabila di kemudian hari terdapat
kekeliruan dalam peraturan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Balikpapan
Pada tanggal : 03 Januari 2017

Rektor Institut Teknologi Kalimantan,