Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa (YME) atas rahmat dan serta hidayah-
Nya, Saya beserta kelompok dapat menyelesaikan Tugas Resume Manajemen Pemasaran,
yang berjudul ―Menciptakan Keunggulan Kompetitif‖

Penyusunan Tugas Resume Manajemen Pemasaran, yang berjudul ―Menciptakan


Keunggulan Kompetitif‖ bertujuan untuk memahami bagaimana cara memahami
konsumen dalam penciptaan produk baru

Laporan ini disusun sesuai dengan proses analisis mengenai segala yang telah kami
lakukan tentang merangkum berbagai macam sumber dari buku, jurnal, makalah dan situs
yang terkait

Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam proses
penyusunan. Oleh karena itu saya menerima segala kritik dan saran, agar kami dapat
memperbaiki laporan penyusunan Tugas Resume Manajemen Pemasaran, yang berjudul
―Menciptakan Keunggulan Kompetitif‖

Akhir kata Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan juga
inspirasi terhadap pembaca.

Sidoarjo, 12 Desember 2017

Penyusun

I
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ I


DAFTAR ISI ......................................................................................................................... 1
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 2
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................. 2
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................................ 2
1.3 Tujuan .......................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................... 3
2.1 Pengertian Keunggulan kompetitif .............................................................................. 3
2.2 Pengertian Keunggulan Kompetitif Menurut Para Ahli .............................................. 3
2.3 Cara Memencapai Keunggulan Kompetitif ................................................................. 4
2.4 Strategi Keunggulan Kompetitif .................................................................................. 6
2.5 Dimensi-Dimensi Keunggulan Kompetitif ................................................................ 14
2.6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mencapai Keunggulan Kompetitif ................. 15
BAB III PENUTUP ............................................................................................................. 24
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................ 24
3.2 Saran .......................................................................................................................... 24
BAB IV DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 25

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan tidak akan pernah berhenti menghadapi permasalahan di dalam dan di


luar perusahaan. Permasalahan di dalam menyangkut aspek retrukturisasi organisasi
perusahaan, akuisisi, dan merger serta aliansi strategik. Dalam aspek yang lebih
operasional menyangkut manajemen finansial, produksi, pemasaran, manajemen
administrasi dan manajemen sumberdaya manusia.

Sementara itu masalah eksternal ditandai oleh aktifitas ekonomi pasar sedemikian
dinamisnya seperti tuntutan pelanggan terhadap mutu dan keamanan produk, fluktuasi
harga input dan output, ekspansi pasar perusahaan lain, teknologi dan pesaing.

Dalam upaya mencapai keunggulan kompetitif, perusahaan harus menghadapi


tantangan bahkan tekanan-tekanan internal dan eksternal itu. Salah satu pendekatannya
adalah bagaimana mengefektifkan potensi sumber daya yang ada.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari pembuatan makalah ini adalah :

1. Apa definisi dari keunggulan kompetitif dan menurut para ahli ?


2. Bagaimana cara mencapai keunggulan kompetitif ?
3. Apa saja strategi mencapai keunggulan kompetitif ?
4. Dimensi apa saja yang terdapat keunggulan kompetitif ?
6. Hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam mencapai keunggulan kompetitif ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk memahami definisi dari keunggulan kompetitif dan menurut para ahli
2. Untuk mengetahui bagaimana cara mencapai keunggulan kompetitif
3. Untuk mengetahui apa saja strategi mencapai keunggulan kompetitif
4. Untuk mengetahui dimensi apa saja yang terdapat keunggulan kompetitif
4. Untuk mengetahui yang perlu diperhatikan dalam mencapai keunggulan kompetitif
.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Keunggulan kompetitif

Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memformulasi strategi


pencapaian peluang profit melalui maksimisasi penerimaan dari investasi yang dilakukan.
Sekurang-kurangnya ada dua prinsip pokok yang perlu dimiliki perusahaan untuk meraih
keunggulan kompetitif yaitu adanya nilai pandang pelanggan dan keunikan produk.

Keunggulan kompetitif atau keunggulan kompetitif (competitive advantage) adalah


kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk
memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar
yang sama.

2.2 Pengertian Keunggulan Kompetitif Menurut Para Ahli

Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (2003:311) ―Mendefinisikan


keunggulan kompetitif adalah keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh dengan
menawarkan nilai lebih rendah maupun dengan memberikan manfaat lebih besar karena
harganya lebih tinggi‖.

Menurut Michael E. Porter (2004 : 1) ―keunggulan kompetitif bersaing


adalah jantung kinerja perusahaan didalam pasar yang bersaing, namun setelah beberapa
dasawarsa adanya perluasan dan kemakmuran yang hebat mengakibatkan banyak
perusahaan kehilangan pandangan mengenai keunggulan kompetitif dalam upaya
perjuangan untuk lebih berkembang dalam mengejar diversifikasi‖.

Keunggulan kompetitif adalah merupakan suatu persatuan yang kuat


antara keunggulan perusahaan dan efektifitas organisasi dalam mengadaptasi
perubahan lingkungan (South,1981).

Keunggulan kompetitif merupakan penjabaran kenyataan dari manajemen yang


merupakan proses untuk mengidentifikasi, mengembangkan serta meletakkan keunggulan
yang nyata. Segala sumber daya perusahaan yang mendukung keunggulan kompetitif
sering dijadikan riset untuk dijadikan dasarstrategi yang akan diterapkan dalam manajemen
perusahaan (Rumelt,1984 dan Porter,1985).

Day dan Wensley (1998) menyatakan bahwa penyatuan dasar keunggulan


kompetitif dari kemampuan-kemampuan serta sumber-sumber organisasi merupakan faktor
penentu dari posisi dan performanya relative lebih baik dibandingkan dengan pesaing.
Aktivitas dari performa perusahaan secara khusus akan menjadi dasar untuk membangun
sumber-sumber yang memiliki keunggulan kompetitif.

3
Keunggulan kompetitif akan membangun kecakapan untuk performa aktivitas yang
ebih dari lawan usaha atau lebih efektif dari pesaing, dengan kata lain perusahaan
membangun keunggulan kompetitif ketika memanfaatkan kekuatan untuk beberapa
aktivitas lebih dari performanya (A Pit,1996)

2.3 Cara Memencapai Keunggulan Kompetitif

Ada 2 (dua) cara dasar untuk mencapai keunggulan kompetitif,

1. Strategi biaya rendah yang memampukan perusahaan untuk menawarkan produk


dengan harga yang lebih murah dari pesaingnya.

2. Strategi differensiasi produk, sehingga pelanggan menganggap memperoleh


manfaat unik yang sesuai dengan harga yang cukup. Akan tetapi kedua strategi
tersebut mempunyai pengaruh yang sama yakni meningkatkan anggapan manfaat
yang dinikmati oleh pelanggan.

Perusahaan mampu bersaing bukanlah satu-satunya kunci keberhasilan,

Ada tiga faktor yang dibutuhkan untuk menciptakan suatu keunggulan kompetitif yang
dapat dipertahankan, yaitu :

1. Dasar Persaingan (basic of competition) Strategi harus didasarkan pada seperangkat


asset, skill dan kemampuan. Ketiga hal tersebut akan mendukung strategi yang
dijalankan sehingga keunggulan dapat bertahan.

2. Di pasar mana perusahaan bersaing (where you compete) Dalam hal ini, penting
bagi perusahaan memilih pasar sasaran yang sesuai dengan strategi yang dijalankan
atau dengan kata lain asset, skill dan kemampuan harus mampu mendukung strategi
dalam memberikan sesuatu yang bernilai bagi pasar.

3. Dengan siapa perusahaan bersaing (who you compete against) Selanjutnya


perusahaan harus mampu mengidentifikasi pesaingnya, apakah pesaing tersebut
lemah, sedang, atau kuat.

4
Keunggulan kompetitif berkembang dari nilai yang mampu diciptakan
untuk pembelinya yang melebihi biaya perusahaan dalam menciptakannya. Keunggulan
kompetitif berasal dari banyak aktifitas berlainan yang dilakukan perusahaan
dalam mendesain, memproduksi, memasarkan, menyerahkan dan mendukung
produknya. Masing-masing aktifitas dapat mendukung posisi biaya relatif perusahaan
dan menciptakan diferensiasi.

Ada dua jenis keunggulan kompetitif yaitu :

1. Keunggulan Biaya Merupakan Inti Dari Setiap Strategi Bersaing.

Untuk mencapai keunggulan biaya, sebuah perusahaan bharus bersiap


menjadi produsen berbiaya rendah dalam industrinya. Perusahaan harus
memiliki banyak segemen, bahkan beroperasi dalm industri terkait.

Sumber keunggualan biaya bervariasi dan tergantung kepada struktur industri. Sumber
tersebut mencakup: pengerjaan skala ekonomi, teknologi milik sendiri, akses ke
bahan mentah, dan lain-lain.

Bila perusahaan dapat mencapai dan mempertahankan keunggulan biaya, maka akan
menjadi perusahaan dengankinerja rata-rata dalam industri asal dapat menguasai harga
pada, atau dekat, rata-rata industri.

2. Diferensiasi.

Cara melakukan diferensiasi berbeda untuk tiap industri dan pada umumnya dapat di
dasarkan kepada produk, sistem penyerahan, pendekatan pemasaran dan lain-lain.

Tiga kondisi yang memungkinkan perusahaan secara serentak mencpai keunggulan


biaya dan diferensiasi adalah:

1. Para pesaing terperangkap di tengah, sehingga tidak memiliki posisi


yang cukup baikuntuk mencapai keunggulan (tidak konsisten).

2. Perusahaan merintis inovasi besar yang memungkinkan penurunan


biaya dan meningkatkan diferensiasi

3. Perusahaan memungkinkan biaya tambahan di tempat lain


dan mempertahankan keunggulan biaya keseluruhan atau mengurangi
biaya diferensiasi dibanding pesaing.

5
2.4 Strategi Keunggulan Kompetitif

Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif senantiasa memiliki kemampuan dalam


memahami perubahan struktur pasar dan mampu memilih strategi pemasaran yang efektif.

Studi yang dilakukan Michael P. Porter selanjutnya menetapkan strategi generik yang
diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu :

1. Cost Leadership,

2. Diferensiasi,

3. Fokus ( Terdiri Dari Cost Focus Dan Diferensiasi Focus )

Gambar 2.1 (generic Strategic porter )

1. Strategi Biaya Rendah (Cost Leadership)

Strategi Biaya Rendah menekankan pada upaya memproduksi produk standar


dengan biaya per unit yang sangat rendah. Produk ini biasanya ditujukan kepada
konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga atau menggunakan
harga sebagai faktor penentu keputusan.

Dari sisi perilaku pelanggan, strategi jenis ini amat sesuai dengan kebutuhan
pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku, ketika konsumen tidak terlalu peduli
terhadap perbedaan merk, relatif tidak membutuhkan perbedaan produk, atau jika
terdapat sejumlah besar konsumen memiliki kekuatan tawar – menawar yang
signifikan.

Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah, sebuah perusahaan harus mampu
memenuhi syarat di dua bidang, yaitu : Sumber daya (resources) dan Organisasi.
Strategi ini hanya mungkin dijalankan jika dimiliki beberapa keunggulan di bidang
sumber daya perusahaan, seperti kuat akan modal, terampil pada rekayasa proses

6
(process engineering), pengawasan yang ketat, mudah diproduksi, serta biaya distribusi
dan promosi rendah. Sedangkan dari bidang Organisasi, perusahaan harus memiliki
kemampuan mengendalikan biaya dengan ketat, informasi pengendalian yang baik dan
insentif berdasarkan target. Berusaha untuk menjadi produsen berbiaya rendah dalam
industri bisa sangat efektif ketika pasar dibangun dari banyak pembeli yang peka
terhadap harga, ketika ada sejumlah cara untuk mencapai diferensiasi produk, ketika
para pembeli tidak terlalu memusingkan perbedaan dari merek yang satu ke merek
yang lain, atau ketika terdapat sejumlah besar pembeli dengan daya tawar yang
signifikan.

Untuk menjalankan strategi kepemimpinan biaya secara berhasil, sebuah


perusahaan harus memastikan bahwa total biaya diseluruh rantai nilainya lebih rendah
dari total biaya pesaing.

Terdapat dua cara untuk mencapai hal tersebut, antara lain:

1. Menjalankan aktivitas-aktivitas rantai nilai secara lebih efektif daripada pesaing


dan mengontrol berbagai faktor yang mungkin mendongkrak biaya aktivitas rantai
nilai.

2. Memperbarui keseluruhan rantai nilai perusahaan untuk mengeliminasi atau


memangkas aktivitas-aktivitas yang menambah biaya.

Ketika menjalankan strategi kepemimpinan biaya, sebuah perusahaan harus


berhati-hati untuk tidak menggunakan cara-cara seperti pemotongan harga yang agresif
sehingga laba mereka menjadi terlalu rendah atau bahkan tidak ada sama sekali. Selalu
mencari terobosan teknologi yang mampu menghemat biaya dan berhati-hati pada
perkembangan rantai nilai lain yang dapat menghancurkan keunggulan kompetitif
perusahaan.

Strategi kepemimpinan biaya rendah atau nilai terbaik akan sangat efektif dalam
kondisi-kondisi berikut:

1. Ketika persaingan harga antarpenjual pesaing sangat ketat

2. Ketika produk penjual pesaing pada pokoknya sama dan pasokan tersedia dari
semua penjual

3. Ketika ada beberapa cara untuk mencapai diferensiasi produk yang memiliki nilai
bagi pembeli

4. Ketika sebagian besar pembeli menggunakan produk dengan cara yang sama

5. Ketika pembeli hanya mengeluarkan sedikit biaya untuk berpindah membeli dari
satu penjual ke penjual yang lain

6. Ketika pembeli begitu besar dan memiliki daya tawar yang signifikan untuk
meminta penurunan harga

7
7. Ketika pendatang industri baru menggunakan harga perkenalan yang rendah untuk
menarik pembeli dan membangun basis konsumen.

Strategi kepemimpinan biaya yang berhasil biasanya memengaruhi seluruh perusahaan,


sebagaimana terlihat dari efisiensi yang tinggi, overhead yang rendah, hak istimewa yang
terbatas, ketidaktoleransian terhadap limbah, penyaringan yang ketat atas permintaan
anggaran, pengendalian yang luas, pemberian imbalan yang dikaitkan dengan kemampuan
untuk menghemat biaya, dan partisipasi karyawan yang luas dalam upaya pengendalian
biaya.

Strategi Kepemimpinan Biaya (cost leadership strategy) Disebut juga strategi


kepemimpinan biaya-rendah (low-cost leadership strategy) atau strategi penyedia biaya-
rendah (low-cost provider strategy).

Berikut ini adalah Ciri dari Low Cost Leadership adalah :

Ciri-ciri Low-cost Leadership

Basis dari keunggulan Biaya-biaya lebih rendah dibandingkan dengan

Kompetitif pesaing-pesaing

Target strategi Pangsa pasar yang luas

Produk dasar yang baik dengan kualitas yang diterima


Lini Produk
dengan pilihan produk terbatas

Pencarian menerus untuk pengurangan biaya tanpa

Penekanan Produksi mengurangi kualitas yang diterima dan fitur-fitur yang

penting

Mencoba membuat fitur-fitur produk lebih baik yang


Penekanan Pemasaran
ditawarkan dengan harga rendah

Harga-harga ekonomis(bernilai). Kuncinya adalah

Mempertahankan Strategi mengelola biaya-biaya menurun, tahun ke tahun di

semua area bisnis.

8
2. Strategi Pembedaan Produk (Differentiation)

Diferensiasi dapat dilakukan dalam beberapa bentuk, antara lain:

1. Diferensiasi produk
2. Diferensiasi system penyerahan / penyampaian produk
3. Diferensiasi dalam pendekatan pemasaran
4. Diferensiasi dalam peralatan dan konstruksi
5. Diferensiasi dalam citra produk

Strategi ini mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri


dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk yang dikedepankan ini mungkin
suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar – besarnya dari konsumen
potensialnya. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar, tetapi berkaitan
dengan sifat dan atribusi fisik suatu produk atau pengalaman kepuasan yang didapat
oleh konsumen dari produk tersebut.

Berbagai kemudahan pemeliharaan, fitur tambahan, fleksibilitas, kenyamanan dan


berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi.
Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak
mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya.

Perlu diperhatikan bahwa terdapat berbagai tingkatan diferensiasi. Diferensiasi


tidak memberikan jaminan terhadap keunggulan kompetitif, terutama jika produk –
produk standar telah relatif memenuhi kebutuhan konsumen atau jika competitor dapat
melakukan peniruan dengan cepat. Contoh penggunaan strategi ini tepatnya adalah
pada produk barang yang bersifat tahan lama dan sulit ditiru oleh pesaing.

Keunggulan Strategi Differensiasi:

1. Diferensiasi Akan Memperpanjang Siklus Hidup Produk

Suatu produk pasti akan mengalami siklus decline atau penurunan. Jadi, pada
prinsipnya sebelum terjadi penurunan di dalam pemasaran produk atau jasa kita,
perlu dilakukan diferensiasi supaya penjualan di dalam pemasaran kita meningkat
kembali.

2. Diferensiasi Akan Membuat Produk Atau Jasa Kita Lebih Diingat Oleh
Konsumen

Diferensiasi akan membuat produk atau jasa kita lebih melekat di benak konsumen.
Sebagai informasi, perbedaan yang ada pada produk maupun jasa kita, akan membuat
konsumen lebih mudah untuk mengingat produk atau jasa yang kita pasarkan karena
adanya point of interest yang kita miliki, yaitu keunikan yang tidak dimiliki oleh
produk atau jasa yang lain.

9
Bagi para marketing, keuntungan yang akan diperoleh adalah mereka menjadi lebih
percaya diri dalam memasarkan produknya. Dikatakan lebih percaya diri karena
dengan adanya keunikan tersebut, para marketing akan dapat menjelaskan produk atau
jasa mereka dengan lebih mudah dan hal tersebut juga akan lebih menarik bagi
konsumen.

Pada dasarnya, segala sesuatu yang unik dan tidak dimiliki oleh produk maupun
jasa lain akan merupakan suatu hal yang selalu memancing rasa ingin tahu konsumen.
Berbekal rasa ingin tahu tersebut, konsumen akan tertarik untuk mengetahui produk
atau jasa tersebut dengan lebih dalam dan biasanya, pada akhirnya konsumen akan
tertarik untuk mencoba mengkonsumsi produk atau jasa tersebut.

3. Diferensiasi Akan Membuat Produk Atau Jasa Kita Terlihat Lebih Baik
Dibandingkan Dengan Produk Atau Jasa Yang Lain

Dengan adanya keunikan yang kita miliki, maka produk kita akan terlihat lebih
baik dibandingkan produk lain, karena keunikan tersebut adalah nilai tambah dari
produk atau jasa yang kita pasarkan.

Suatu produk atau jasa yang memiliki bentuk dan keunggulan yang relatif sama
dengan produk atau jasa lain biasanya akan terlihat biasa saja di mata konsumen,
karena pada prinsipnya, konsumen sering merasa jenuh dengan penawaran produk
atau jasa yang keunggulannya relatif sama dengan yang lain.

Dengan adanya keunikan atau perbedaan yang menarik dari produk atau jasa kita,
maka hal tersebut akan membuat konsumen memiliki persepsi bahwa produk atau jasa
yang kita hasilkan lebih baik dibandingkan dengan yang lain. Dengan persepsi
tersebut, maka pada konsumen juga akan lebih tertarik untuk mencoba menggunakan
produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kita dibandingkan produk atau jasa
yang lain.

4. Diferensiasi Akan Membuat Nilai Jual Dari Produk Atau Jasa Yang Kita Pasarkan
Menjadi Lebih Tinggi

Keunikan produk atau jasa yang dimiliki bisa merupakan asset yang berharga bagi
kita. Dengan keunikan produk atau jasa tersebut, kita dapat menjual produk atau jasa
kita dengan harga yang lebih tinggi. Dikatakan bahwa kita dapat menjual produk kita
dengan harga yang lebih tinggi karena dengan keunikan yang kita miliki, kita dapat
dengan percaya diri mengatakan kepada konsumen bahwa hal yang dimiliki oleh kita
tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain.

Jadi, dengan kata lain, kita bisa mempromosikan bahwa harga yang kita pasarkan
merupakan suatu hal yang wajar karena konsumen bisa menikmati keunikan yang
tidak dimiliki oleh produk atau jasa yang lain.

10
5. Mengatasi Masalah Kejenuhan Pasar

Mengingat penjualan sebuah produk sering mengalami pasang surut sesuai dengan
daur hidupnya yang terus berputar, maka adanya diferensiasi produk dapat membantu
para pengusaha maupun pelaku pasar ketika konsumen sudah mulai jenuh dengan
produk yang biasa ditawarkannya.

6. Membantu Terciptanya Image Produk

Semakin unik produk yang Anda tawarkan, maka akan semakin memudahkan
konsumen dalam mengenali produk tersebut. Dan semakin banyak konsumen yang
mengenali produk Anda, maka semakin besar pula peluang Anda untuk menanamkan
image produk yang Anda tawarkan di hati para konsumen. Sehingga Anda dapat
menentukan positioning yang tepat, sesuai dengan target pasar yang Anda bidik.

Kelemahan Strategi Diferensiasi:

Kelemahan utama strategi diferensiasi terletak pada kecenderungan perusahaan


untuk menurunkan biaya produk atau mengabaikan rencana pemasaran yang agresif
dan kontinyu, kecenderungan tersebut dapat menurunkan kekuatannya. Jika pelanggan
mulai yakin bahwa, perbedaan dengan produk pesaing tidak lagi signifikan, maka
biaya produk yang lebih rendah akan lebih menarik bagi pelanggan.

Resiko lain dari strategi ini adalah jika perbedaan atau keunikan yang ditawarkan
ternyata tidak dihargai (dianggap biasa) oleh konsumen. Jika hal ini terjadi, maka
pesaing yang menawarkan produk standar dengan strategi biaya rendah akan mudah
merebut pasar. Oleh karenanya kekuatan departemen penelitian dan pengembangan
dalam perusahaan sangatlah berperan.

Strategi Diferensiasi (differentation strategy) Memiliki Ciri – Ciri sebagai


Berikut :

Ciri-ciri Differentation Leadership (Broad Differentation)

Basis dari keunggulan Kemampuan menawarkan pembeli-pembeli

kompetitif yang berbeda dari pesaing-pesaing.

Target strategi Pangsa pasar yang luas

Banyak variasi produk, pilihan produk lebar, penekanan


Lini Produk
pilihan pada fitur yang berbeda

Penekanan Produksi Menemukan cara-cara untuk menciptakan nilai kepada

11
pembeli, mendorong ke produk yang berkualitas

Membangun fitur-fitur yang pembeli mau membayar

Penekanan Pemasaran dengan harga premium untuk menutup biaya ekstra dari

fitur-fitur berbeda

Komunikasikan point-point yang berbeda dengan cara yang


Mempertahankan Strategi menguntungkan. Tekankan pada inovasi-iovasi yang konstan
untuk selalu berada di depan pesaing-pesaing yang meniru.

3. Strategi Fokus (Focus)

Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu


segmen pasar yang lebih sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan
konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk
membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga.

Dalam pelaksanaannya – terutama pada perusahaan skala menengah dan besar –,


strategi fokus diintegrasikan dengan salah satu dari dua strategi generik lainnya:
strategi biaya rendah atau strategi pembedaan karakteristik produk. Strategi ini biasa
digunakan oleh pemasok ―niche market‖ (segmen khusus/khas dalam suatu pasar
tertentu; disebut pula sebagai ceruk pasar) untuk memenuhi kebutuhan suatu produk —
barang dan jasa — khusus.

Syarat bagi penerapan strategi ini adalah adanya besaran pasar yang cukup (market
size), terdapat potensi pertumbuhan yang baik, dan tidak terlalu diperhatikan oleh
pesaing dalam rangka mencapai keberhasilannya (pesaing tidak tertarik untuk bergerak
pada ceruk tersebut).

Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu
kekhasan tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. Biasanya perusahaan
yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar
tertentu (niche market), wilayah geografis tertentu, atau produk barang atau jasa
tertentu dengan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen secara baik,excellent
delivery. (Porter, 1980 dan 1985).

Pada Strategi ini perusahaan memusatkan usahanya untuk melayani sebagian kecil
segmen pasar dan tidak melayani pasar secara luas.

Usaha ini dilakukan dengan mengenali secara detail pasar yang dituju dan
menerapkan keunggulan biaya menyeluruh atau diferensiasi pada segmen kecil
tersebut. Sesuai dengan namanya, focus berarti menyasar kelompok konsumen yang

12
lebih sempit atau dalam pemasaran lazim dikenal dengan istilah ceruk pasar. Ceruk
pasar adalah kelompok konsumen yang memiliki kombinasi kebutuhan atau sumber
daya yang lebih spesifik.

Misalnya, konsumen yang suka manis tetapi menderita diabetes. Strategi ini cocok
diterapkan jika :

1. Kebutuhan pembeli terhadap suatu barang bermacam-macam

2. Tidak ada saingan khusus dalam target/segmen yang sama

3. Segmen pembeli sangat berbeda dalam ukuran, pertumbuhan, profitabilitas,


yang membuat banyak segmen lebih menarik daripada yang lain

4. Perusahaan kurang memiliki kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan


keseluruhan pasar

4. Strategi Fokus (Focus)

Focus biaya adalah strategi bersaing yang focus pada kelompok pembeli atau
geografis tertentu dan mencoba melayani ceruk-ceruk ini, dan mengabaikan yang lain.
Dalam menggunaka focus biaya, perusahaan unit bisnis mencari keunggulan biaya
pada segmen sasarannya. Starategis tersebut didasarkanpada keyakinan bahwa
perusahaan atau unit bisnis yang mengkosenstrasikan upaya-upayanya dapat melayani
target strategis yang sempit dengan lebih efisien dibandingkan dengan para pesaingnya.

Resiko Fokus:

1. Strategi focus ditiru


2. Segmen sasaran menjadi tidak menArik secara struktur
3. Struktur melapuk /terkisis
4. Permintaan hilang
5. Pesaing sasaran menghebohkan segmen
6. Perbedaan segmen dengan segmen lain terbilang sempit
7. Keunggulan lini yang luas meningkat

Para pemakai strategy ―focus‖ baru akan memecah segmen industry

Ciri – ciri strategi Fokus dapat dilihat di tabel berikut ini

Ciri-ciri Focused Low-Cost and Focused differential

Basis dari keunggulan Biaya lebih rendah dalam melayani ceruk (focused low-

kompetitif cost) atau kemampuan menawarkan pembeli ceruk

13
sesuatu yang disesuaikan dengan kebutuhan dan

seleranya (focused differentiation)

Ceruk pasar sempit dimana kebutuhan dan preferensi


Target strategi
pembeli berbeda dari sisa pasar lainnya.

Disesuaikan supaya sesuai dengan kebutuhan khusus


Lini Produk
dari segmen pasar.

Penekanan Produksi Dibuat khusus untuk ceruk tertentu.

Mengkomunikasikan kemampuan unik produk untuk


Penekanan Pemasaran
memuaskan kebutuhan khusus dari pembeli.

Tetap secara penuh melayani ceruk lebih baik dari


Mempertahankan Strategi
pesaing-pesaingnya.

2.5 Dimensi-Dimensi Keunggulan Kompetitif

Dalam mempertahankan keunggulan kompetitif banyak tantangan yang terbuka demikian


juga banyak cara untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.

Beberapa cara mempertahankan keunggulan kompetitif yang bisa di identifikasikan


diantaranya adalah:

1. Keunggulan Operasioanal:

Keunggulan ini mengacu kepada strategik generik yaitu kepada strategi harga dan
biaya terendah dengan penekanan kepada efesiensi. Bila perusahaan bekerja secara
efisien dan kemudian berhasil menerapkan atau menekan biaya total untuk produk
sedemikian rupa, sehingga bisa menjadi yang terendah dalam industrinya, maka
kemungkinan besar bisa menetapkan harga produk yang terendah pula dalam
industri. Efisiensi berarti pula bahwa pelanggan akan mendapatkan produk
dengan biaya kepemilikan terendah serta waktu yang diperlukan sampai
ketangan pelanggan adalah waktu yang tersingkat.

Terdapat tiga hal utama yang menyebabkan perusahaan-perusahaan dengan keunggulan


operasional memilki kualifikasi untuk berhasil memberikan pelayanan yang
unggul kepada pelanggan.

14
- Pertama, perusahaan-perusahaan harus berfokus kepada usaha untuk memberikan
pelayanan yang sederhana dan bebas dari hal-hal yang justru akan menimbulkan
keruwetan.

- Kedua, perusahaan- perusahaan menerapkan model operasi yang menekankan


kepada efesiensi serta berusaha yang menekankan kepada efesiensi serta berusaha
untuk memperoleh zero defect baik dalm produk maupun pelayanan.

- Ketiga, keberhasilan perusahaan- perusahaan tersebut dalam memanfaatkan


teknologi informasi

2. Keunggulan Produk Dan Teknologi.

Satu hal yang mungkin menjadi pegangan bagi perusahaan untuk terus melakukan
inovasi adalah kesuksesan kesuksesan dari perusahaan- perusahaan yang menjadi
pemimpin produk. Agar dapat menjadi pemimpin produk, perusahaan harus
menunjukan arus yang konsisten dari produk-produk yang menonjol yang akan mampu
membuat para pelanggan akan terus menanti dengan penuh harap produk-produk baru
yang akan di luncurkan. Hal lain yang ahrus diperhatikan adalah
perusahaan perusahaan tidak boleh terlena dengan terus-menerus melakukan
inovasi produk tanpa memperdulikan pasar.

3. Kedekatan Dengan Pelanggan.

Perusahaan yang ingin membangun keunggulan melalui kedekatan dengan pelanggan


yang harus dilakukan adalah upaya untuk membangun citra atau image tentang
perusahaan kedalam benak pelanggan. Ketika pelanggan berpikir tentang suatu produk
yang ingin dimiliki dalam rangka memenuhui keinginannya maka yang ada di
benaknya pertama kali adalah produk - produk serta nama perusahaan tersebut.

Untuk membangun keekatan dan keakraban dengan pelanggan, amak perusahaan harus
mau menjadi bagian dari solusi untuk si pelanggan dan bukanlah menjadi bagian
bagian dari problem mereka. Perusahaan-perusahaan yang dekat dengan pelanggan dan
sukses adalah mereka yang dalam pengalamannya berhasil menjadi ahli dalam bisnis
pelangganya serta berhasil menciptapkan berbagai solusi.

2.6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mencapai Keunggulan Kompetitif

Keberhasilan bisnis salah satunya ditentukan oleh kemampuan memahami pesaing.


Output dari kemampuan tersebut, menopang manajemen dalam memutuskan dimana akan
bersaing dan bagaimana posisi diantara pesaing.

Demikian karena, analisis dilakukan dengan cara identifikasi industri dan


karakteristiknya, identifikasi bisnis di dalam industri, kemudian masing-masing bisnis pun
dievaluasi, prediksi aktifitas pesaing termasuk identifikasi pesaing baru yang mungkin
menerobos pasar maupun segmen pasar.

15
Analisa persaingan merupakan sebuah usaha untuk mengidentifikasi ancaman,
kesempatan, ataupermasalahan strategis (strategy question) yang terjadi sebagai akibat dari
perubahan persaingan potensial, serta kekuatan dan kelemahan pesaing.

Analisis persaingan bersifat dinamis. Pesaing dideskripsikan dan dianalisis, pesaing


di evaluasi, serta kemudian tindakan pesaing pun diprediksi secara tepat. Yang dimaksud
pesaing termasuk didalamnya pesaing baru yang berpeluang mengacungkan jari telunjuk
sebagai tanda kehadiran.

Analisis persaingan merupakan aktifitas yang terus menerus dan memerlukan


koordinasi informasi. Bisnis dan unit bisnis menganalisis pesaing dapat dengan cara
menggunakan sistem intelejen pesaing.Untuk kepentingan itu, beberapa teknik dilakukan
seperti pencarian database, survey konsumen, wawancara dengan pemasok serta partisipan
lainnya yang sesuai, perekrutan karyawan pesaing termasuk mempelajari produk pesaing.
Setiap teknik yang telah dikemukakan, tampak didalamnya mengandung unsur titik
kedinamisan

- Seperti halnya perusahaan Coca- Cola tahu bahwa Pepsi Cola adalah pesaing
utamanya, dan Sony tahu bahwa Matshushita adalah pesaing utamanya. Namun
cakupan pesaing actual dan potensial perusahaan sebenarnya jauh lebih luas.
Perusahaan lebih mungkin untuk dikalahkan oleh pesaingnya yang baru muncul
atau oleh teknologi baru, dibandingkan oleh pesaingnya saat ini.

- Berikut contoh : Bersama – sama dengan pabrikan deterjen lain, Unilever


mencemaskan riset yang sedang dilakukan atas mesin cuci ultrasonik. Jika
disempurnakan, mesin ini akan mencuci pakaian dalam air yang mengandung
sedikit atau tanpa diterjen. Sejauh ini, mesin tersebut hanya dapat mencuci kotoran
dan jenis kain tertentu. Bagi bisnis diterjen, ancaman apakah yang lebih besar
daripada mesin cuci ultrasonik?.

Dipasar kita dapat membedakan empat tingkat persaingan berdasarkan tingkat


substitusi produk :

1. Persaingan Merek : terjadi apabila suatu perusahaan para pesaingnya adalah


perusahaan lain yang menawarkan produk dan jasa yang serupa pada pelanggan
yang sama dengan harga yang sama. Misalnya Teh Botol Sosro dan Fres Tea.

2. Persaingan Industri : terjadi apabila suatu perusahaan menganggappara pesaingnya


adalah semua perusahaan yang membuatproduk atau kelas produk yang sama.
Misalnya Teh Botol Sosro industrinya tidak hanya industri teh dalam botol, tetapi
semua industri minuman. Karena itu pesaingnya adalah juga Coca Cola, Aqua, dan
lain-lain.

16
3. Persaingan Bentuk : terjadi apabila suatu perusahaan yang menganggap para
pesaingnya adalah semua perusahaan yang memproduksi produk yang
memberikan jasa yang sama. Misalnya persaingan antara Teh Botol Sosro dengan
Susu Ultra, Yogurt, dan lain-lain.

4. Persaingan Generik : terjadi apabila suatu perusahaan menggangap para pesaingnya


adalah semua perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan uang konsumen yang
sama.

Tujuan Analisa Pesaing, antara lain :

1. Memahami arti perubahan karena perubahan itu perlu.


2. Mengetahui arti dari pesaing.
3. Dapat mengidentifikasikan pesaing.
4. Dapat menentukan sasaran yang diinginkan pesaing sehingga dapat membuat
strategi untuk menghadapinya.
5. Dapat mengidentifikasikan strategi ynag dibuat pesaing.
6. Mampu menganalisis kekuatan dan kelemahan pesaing.
7. Mampu mengidentifikasikan reaksi pesaing.
8. Mampu merencanakan srategi apa yagn harus dibuat untuk menghadapi pesaing.

Identifikasi Pesaing

Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang
mereka miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yan lengkap. Pambuatan peta
persaingan yang dugunakan untuk melakukan analisis pesaing memerlukan langkah-
langkah yang tepat.

Langkah-langkah ini perlu dilakukan agar analisisi pesaing tepat sasaran dan tidak
salalh arah. Langkah pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah dengan identifikasi
seluruh pesaing yang ada. Langkah ini perlu dilakukan agar kita mengetahui secara utuh
kondisi pesaing kita.

Dengan demikian, memudahkan kita untuk menetapkan langkah selanjutnya.


Identifikasi pesaing meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Jenis Produk Yang Ditawarkan

Kadang-kadang sebuah perusahaan tertentu memiliki produk yang beragam.


Tugas perusahaan adalah mengidentifikasikan secara lengkap dan benar produk apa
saja yang dimilki oleh pesaing-pesaingnya. Identifikasikan siapa pesaing utama
yang terdekat serta pesaing lainya yang juga berpotensi mengancam perusahaan
kita sekarang dan di masa yang akan datang.

17
2. Melihat Besarnya Pasar Yang Dikuasai (Market Share) Pesaing

Untuk melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing, dapat dilakukan


melalui segmen pasar yang akan dimasuki. Dalam hal ini perusahaan harus
mengestimasi besarnya pasar dan market share masing-masing pesaing. Market
share yang harus diketahui adalah untuk masa sekarang dan di masa yang akan
datang, baik yang dikuasai pesaing maupun secara keseluruhan.

3. Identifikasi Peluang Dan Ancaman

Dengan mengestimasi besarnya market share, akan kelihatan peluang yang


ada serta ancaman yang mungkin timbul sekarang dan di masa yang akan datang.
Setiap peluang harus dimasuki dan diusahakan untuk menciptakan peluang baru
yang sebesar-besarnya. Kemungkinan ancaman atau masalah yang timbul pun
harus segera diantisipasi sehingga tidak menimbulkan masalah

4. Identifikasi Keunggulan Dan Kelemahan

Identifikasi kelamahan dan keunggulan berarti memetakan atau mencari


tahu keunggulan dan kelemahan yang dimilki pesaing. Identifikasikan kelemahan
dan keunggulan pesaing dalam berbagai bidang, misalnya dalam hal kelengkapan
produk, mutu, kemasan, harga, distribusi, lokasi, serta promosi.

5. Menentukan Sasaran Pesaing

Sebagaimana dijelaskan diawal bahwa pesaing ada dua jenis, yaitu pesaing
dekat dan pesaing jauh. Pesaing dekat adalah perusahaan yang memproduksi
barang yang hampir sejenis, seperti bank umum, BPR, bank syariah, atau bank
asing. Pesaing jauh adalah perusahaan yang memiliki produk yang mirip.
Contohnya pesaing untuk bank adalahlembaga keuangan yang kegiatanya memilki
kesamaan daengan bank seperti asuransi, pos giro, pegadaian, koperasi simpan
pinjam, leasing, money changer, atau dana pensiun.

Setelah kita mengetahui pesaing dan market share yang dikuasai, kita perlu
mengetahui sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya.
Sasaran pesaing antara lain memaksimalkan laba, memperbesar market share,
meningkatkan mutu produk, atau mungkin juga mematikan atau menghambat pesaing
lainnya.

Jika sasaran mereka memaksimalkan laba, perusahaan perlu mengetahui laba


jangka pendek atau laba jangka panjang dan apa tindakan yang akan mereka ambil.
Sasaran untuk memaksimalkan laba ini dapat dilakukan melalui peningkatan kepuasan
konsumen dengan berbagai cara, misalnya melalui pelayan atau harga yang relatif murah.

Jika sasarannya untuk memperbesar, maka perusahaaan perlu mengetahui apakah


pertumbuhan market share yang dimiliki cukup besar. Biasanya, meningkatkan market
share dapat dilakukan dengan promosi yang cukup gencar dengan diimbangi pembukaan

18
cabang baru yang gencar pula. Sebagai contoh perusahaan 3 atau axis yang begitu gencar
dalam mempromosikan produknya dengan diimbangi keunggulan dari masing-masing
produk itu sehingga cepat menarik konsumen. Peningkatan merker share juga dapat
dilakukan dengan cara penurunan harga mengingat mereka memiliki biaya operasional
yang relatif lebih rendah. Hal yang juga perlu diselidiki adalah bahwa peningkatan market
share dapat pula dilakukan dengan cara mengambil market share pesaing lainya.

Peningkatan mutu produk bertujuan untuk menggaet pelanggan milik pesaing.


Peningkatan mutu produk ini dapat dilakukan dengan memberikan berbagai kelebihan,
baik pelayanan atau kelebihan lainnya. Misalnya, produk plus, bunga yang kompetitif,
frekuensi penarikan, jumlah jaringan, atau teknologi yang dimiliki.

Identifikasi Strategi Pesaing

Tujuan perusahaan dalam menjalankan usaha atau bisnis adalah untuk


memenangkan persaingan. Oleh karena itu, setiap perusahaan memiliki strategi tersendiri
untuk mematikan lawannya. Semakin ketat persaingan, maka semakin canggih strategi
yang dijalankan. Strategi untuk mematikan atau memperlemah lawan selalu dilakukan.
Siapa yang lengah, akan terkena dampakanya. Bukan tidak mungkin setiap strategi yang
dijalankan memiliki kemiripan. Oleh karena itu, perusahaan harus pandai memulai dan
mengakhiri.

Perusahaan harus memantau strategi pesaingnya secara kontinyu, karena pesaing


yang cerdik akan merevisi strategi mereka dari waktu ke waktu. Jelaslah, bahwa
perusahaan juga harus mewaspadai perubahan-perubahan yang diinginkan pelanggan dan
bagaimana para pesaing merevisi strategi mereka untuk memenuhi hasrat yang diinginkan
oleh para pelanggan tersebut.

Analisa SWOT (Strenght, Weakness, Oppurtunities, Threats)

Analisa SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal
dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan kita dalam memasarkan event kita.

1. Kekuatan dan Kelemahan

Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu event, kita harus


mencermati isu-isu dalam organisasi yang mempengaruhi kemampuan kita menjual
event ke pasar dan sponsor. Yang menjadi patokan suatu event bias dijadikan kekuatan
atau kelemahannya, kita perlu menggali persepsi dari si EO itu sendiri terhadap suatu
event. Jika EO kita memandang event tersebut sebagai perioritas dan peluang untuk
meningkatkan profil EO, maka event tersebut menjadi sebuah kekuatan. Namun jika
kita memandang event tersebut sebagai pemborosan sumber daya,maka event tersebut
menjadi kelemahan.

2. Peluang dan Ancaman

19
Langkah yang perlu dilakukana adalah menganalisa semua faktor di luar organisasi
yang mungkin mempengarhi event kita. Analisa eksternal ini akan membantu kita
mengidentifikasi peluang dan ancaman yang terkait dengan event. Segera setelah
menentukan ancaman-ancaman atas event kita, kita bisa menaksir ulang situasi dan
menganalisa bagaimana cara mengubah ancaman itu menjadi peluang.

Penting sekali memusatkan perhatian pada masing-masing ancaman atas sebuah


event saat kita menjalankan perencanaan, untuk memastikan keberhasilan event
tersebut. Pengkategorisasian suatu ancaman akan menentukan cara kita merespon
ancaman untuk meminimalkan efeknya.

Berikut cara merespon ancaman untuk meminimalkan efeknya :

1. Monitor

Ancaman yang kita putuskan untuk ―sekedar dimonitor‖ adalah jenis ancaman
yang tidak atau sedikit dapat di kontrol, tetapi tidak berdampak besar pada event.
Kita hanya ingin tahu apa yang akan terjadi

2. Monitor dan Analisa

Ancaman yang kita putuskan untuk ―di monitor dan di analisa‖ merupakan
ancaman yang bisa sedikit dikontrol, tetapi kita perlu memastikan bagaimana
ancaman tersebut dapat mempengaruhi event kita.

3. Strategi-Strategi Kontingensi

Ancaman yang kita putuskan untuk ―di respon dengan suatu startegi
kontingensi‖, adalah semua ancaman yang dapat kita kurangi pengaruhnya dengan
perencanaan. Sebagai contoh jika cuaca buruk adalah ancaman bagi event di luar
ruangan, kita bisa menetapkan bagaimana kita akan menanganinya, menunda event,
pindah ke indoor, pawang hujan atau sedikit merubah konsep.

4. Analisa In-Depth Dan Strategi Pengembangan

Ancaman yang kita putuskan untuk ―di respon dangan analisa in-depth dan
strategi pengembangan‖ adalah semua ancaman yang memiliki kemungkinan paling
besar untuk mempengaruhi event kita. faktor-faktor teknologi, pesaing dan legislatif
adalah contoh-contoh ancaman yang mungkin memerlukan analisa dan strategi
pengembangan lebih detil lagi

Setelah semua telah kita analisa dengan baik, barulah kita dapat menentukan
langkah selanjutnya untuk menjalankan event yang telah direncanakan, dan
alangkah baiknya apabila kita juga dapat melakukan analisa pesaing dan strategi
pemasaran terhadap event tersebut.

20
5. Analisis Kekuatan Dan Kelemahan Pesaing

Setelah kita tahu siapa saja pesaing kita, tentukan kekuatan mereka dan cari tahu
kerentanan mereka. Mengapa nasabah membeli dari mereka? Apakah karena harga?
nilai? pelayanan? kenyamanan? reputasi? Fokuskan terutama pada kekuatan dan
kelemahan yang ―dirasakan‖ seperti yang kita lakukan terhadap perusahaan
sesungguhnya. Ini karena persepsi nasabah ternyata bisa lebih penting dari
kenyataan.

Ada baiknya kita lakukan analisis kekuatan dan kelemahan dalam bentuk tabel.
Tuliskan nama masing-masing pesaing. Kemudian susun kolom-kolom yang
memuat semua kategori penting bagi bidang usaha kita (harga, nilai, pelayanan,
lokasi, reputasi, keahlian, kenyamanan, personalia, pemasangan iklan/pemasaran,
atau apa saja yang sesuai dengan jenis perusahaan). Begitu tabel siap, peringkatlah
semua pesaing, dan cantumkan komentar mengapa peringkat tersebut diberikan.
Bahkan bisa juga kita beri tanda merah untuk kekuatan dan biru untuk kelemahan,
sehingga secara sekilas kita dapat mengetahui kedudukan setiap pesaing.

Michael Porter telah mengidentifikasi lima kekuatan, dan lima kekuatan tersebut adalah
para pesaing industri, calon pendatang, substitusi, pembeli dan pemasok.

Adapun lima ancaman yang ditimbulkan kekuatan tersebut adalah ancaman persaingan
segmen yang ketat, ancaman pendatang baru, ancaman produk substitusi, ancaman
peningkatan kemampuan/kekuatan posisi tawar pemasok.

1. Ancaman Persaingan Segmen Yang Ketat

Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak,
kuat, atau agresif.

2. Ancaman Pendatang Baru

Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk


dan keluarnya.

3. Ancaman Produk Substitusi

Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau
potensial.

4. Ancaman Peningkatan Kekuatan Posisi Tawar Pembeli

Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar
(bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat.

5. Ancaman Peningkatan Kekuatan Posisi Tawar Pemasok

Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu
menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.

21
Sebuah perusahaan perlu mengumpulkan informasi tentangkekuatan dan kelemahan
masing-masing pesaing.

Menurut perusahaan konsultan Arthur D.Little, sebuah perusahaan akan menempati satu di
antara enam posisi kompetitif di dalam pasar sasaran berikut ini:

1. Dominan.

Perusahaan ini mengendalikan perilaku pesaing yang lain danmemiliki pilihan strategis
yang luas.

2. Kuat

Perusahaan ini bisa mengambil tindakan mandiri tanpamembahayakan posisi jangka


panjangnya dan dapat mempertahankan posisi jangka panjangnya apa pun tindakan
yang dilakukan oleh pesaing.

3. Cukup Baik

Perusahaan ini memiliki kekuatan yang bisa dimanfaatkan dan peluang yang ada diatas
rata-rata untuk meningkatkan posisinya.

4. Cukup

Perusahaan ini memiliki kinerja pada tingkat yang cukupuntuk mencapai hasil memuas
kan yang bisa terus mempertahankan dalam bisnis. Namu, perusahaan ini ada karena
dibiarkan oleh perusahaan yang dominan dan memiliki peluang dibawah rata-rata
untuk meningkatkan posisinya.

5. Lemah

Perusahaan ini memiliki kenerja yang tidak memuaskan,tetapi ada peluang untuk
memperbaiki. Perusahaan ini harus berubah atau kalau tidak keluar dari pasar.

6. Tidak Berpeluang.

Perusahaan ini memiliki kinerja yang tidak memuaskandan tak ada peluang untuk
memperbaiki.

Salah satu langkah yang penting sebelum memulai bisnis adalah melakukan analisa
persaingan usaha / analisa kompetitor. Kita sebaiknya mereview literatur dari
kompetitor , untuk melihat bagaimana mereka merepresentasikan usaha mereka dan
seperti apa public image yang dibangun.

Identifikasi Reaksi Pesaing

Reaksi Pesaing maksudnya bagaimana pola dan strategi pesaing dalam merebut
segmen pasar yang ada, dan bagaimana perusahaan mampu melakukan terobosan-
terobosan baru dalam rangka mengungguli Pesaing yang ada.

22
Strategi Menghadapi Pesaing

Strategi dalam menghadapi pesaing dalam pemasaran antara lain:

1. Strategi Produk

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan di pasar atribut seperti : warna,
bungkus, prestise perusahaan serta pelayanan perusahan yang dibeli konsumen untuk
dapat memberikan pemuas kebutuhannya.

Usaha perusahan untuk menciptakan produk yang bisa memberikan kepuasan


kepada konsumen, kepuasan ini dapat diciptakan dengan berbagai strategi yang telah
diputuskan perusahan sebagai usaha untuk mempertahankan kelangsungan
operasionalnya dalam jangka panjang.

Usaha-usaha tersebut antara lain :

- Perencanaan produk, mencakup semua kegiatan produsen dan penyalur untuk


menentukan susunan product line, sehingga konsumen akan visa membedakan produk
yang satu dengan lainnya. Maksudnya perusahaan akan selalu mengikuti
perkembangan pasar, barang yang ditawarkan harus disempurnakan sebelum
mengadakan perubahan barang, informasi ini perlu dikumpulkan melalui riset pasar.

- Pengembangan barang, mencakup kegiatan teknis tentang penelitian, pembuatan dan


perencanaan bentuk produk. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah menganalisis
kebutuhan dan keinginan pasar. Jika permasalahan ini sudah bisa diatasi, maka
perusahaan akan melebih mudah uin tuk menentukan harga, distribusi dan promosi.

- Perdagangan, mencakup semua kegiatan perencanaan dari produsen dan penyalur


untuk menyesuaikan produknya dengan permintaan pasar.

- Perencanaan produk, mencakup semua kegiatan produsen dan penyalur untuk


menentukan susunan product line, sehingga konsumen akan bisa membedakan produk
yang satu dengan lain nya. Maksudnya perusahaan akan selalu bisa mengikuti
perkembangan pasar, barang yang ditawarkan harus disempurnakan sebelum
mengadakan perubahan barang, informasi ini perk dikumpulkan melalui riset pasar.

- Pengembangan barang, mencakup kegiatan teknis tentang penelitian, pembuatan dan


perencanaan bentuk produk. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah menganalisis
kebutuhan dan keinginan pasar. Jika permasalahan ini sudah dapat diatasi, maka
perusahaan akan lebih mudah menentukan harga, distribusi dan promosi.

- Perdagangan, mencakup semua kegiatan perencanaan dari produsen dan penyalur


untuk menyesuaikan produknya dengan permintaan pasar.

23
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Keunggulan kompetitif adalah strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk
mengusai pasar dalam rangka mencari laba yang maksimum. Keunggulan kompetitif yang
berlanjut akan membuat keunggulan yang tidak mudah ditiru, yang membuat suatu
perusahaan dapat merebut dan mempertahankan posisinya sebagai pimpinan pasar. Karena
sifatnya yang tidak mudah ditiru, keunggulan bersaing yang berkelanjutan dapat
mendukung kesuksesan suatu perusahaan untuk jangka waktu yang lama.Sehingga
perusahaan juga bisa mencapai keuntungan yang diharapkan.

Strategi yang digunakan dalam keunggulan bersaing ada 3 jenis yaitu Cost
leadership strategy, differensiasi strategi dan Focus Strategy . Dimana dari ketiga strategi
tersebut bisa membuat kita mencapai suatu keadaan keunggulan bersaing .

Setiap Strategi mempunyai kelemahan dan kelebihan masing – masing maka suatu
perusahaan jika ingin terus eksis menguasai keunggulan bersaing maka dia juga harus bisa
melihat keadaan pasar yang terus berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi.

3.2 Saran

Dalam mencari keunggulan kompetitif, perusahaan lebih baik untuk


mengembangkan dan mengeksploitasi sumber daya dan kapabilitas uniknya dibanding
unggul pada bagaimana meniru sumber daya dan kapabilitas dari perusahaan lain. Ini tidak
mengimplikasikan bahwa perusahaan harus selalu menjadi penggerak pertama untuk
mendapatkan keunggulan kompetitif.

Beberapa perusahaan mengembangkan sumber daya dan kapabilitas yang bernilai,


jarang dan mahal ditiru sebagai penggerak kedua yang efisien, yaitu mengimitasi cepat dan
meningkatkan inovasi produk dan teknologi dari perusahaan lain. Bukannya menyarankan
bahwa perusahaan harus selalu menjadi penggarak pertama, pandangan berbasis sumber
daya menunjukkan bahwa untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, perusahaan harus
mengimplementasikan strategi yang mendasarkan pada sumber daya dan kapabilitas yang
bernilai, jarang dan mahal ditiru, apapun strategi atau sumber dayanya.

24
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Sumber Internet :
http://kuliahmarket.wordpress.com/2015/08/18/competitive-advantage-stratejik/
http://dzariatussanihah.blogspot.co.id/2014/03/makalah-sim.html
http://rakhmatmalik.blogspot.co.id/2013/05/analisa-pesaing-pada-marketing-
pemasaran.html
http://kamiluszaman.blogspot.co.id/2014/11/strategi-mencapai-keunggulan-bersaing.html
http://ronawajah.wordpress.com/2007/06/26/keunggulan-kompetitif/’
http://manjstrategi.blogspot.co.id/2015/12/keunggulan-bersaing.html

Sumber Refrensi Buku :


- Kotler, Philip and keller, Amstrong. W.J. (2008). Marketing Management. New
Jersey : Prentice Hall.
- Kotler, Philip dan A.B Susanto. (1999). Manajemen Pemasaran di Indonesia. Jakarta :
Salemba Empat, 1999
- Philip Kotler dan AB. Susanto, Pemasaran di Indonesia, (1999: 251)

File PDF:
- etd.repository.ugm.ac.id/downloadfile/74139/.../S2-2014-327283-chapter5.pdf

25