Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Intranatal adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan
pengeluaran bayi cukup bulan/hampir cukup bulan, disertai dengan pengeluaran
plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. (Sulaiman Sastrawinata).
Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri)
yang dapat hidup didunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau jalan lain.
(Rustam Muchtar, 1998).
Di negara berkembang, saat melahirkan dan minggu pertama setelah
melahirkan merupakan periode kritis bagi ibu dan bayinya. Sekitar seperempat
hingga separuh kematian bayi berumur kurang dari satu tahun terjadi dalam
minggu pertama.
Seorang ibu harus memasuki proses persalinan dan melahirkan dengan
pengetahuan cukup mengenai tahap – tahap persalinan, cara mengatasi rasa sakit
tanpa obat – obatan, dan efek samping yang mungkin timbul karena pemakaian
obat – obatan untuk persalinan. Oleh sebab itu diperlukan peranan perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan pada ibu bersalin.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Tujuan umum dari makalah ini adalah Agar mahasiswa dapat mengerti dan
memberikan asuhan keperawatan yang tepat pagi pasien intranatal
berdasarkan data dan keluhan-keluhan yang didapat dari pasien
2. Tujuan khusus
Dan tujuan khususnya adalah agar para pembaca mengetagui tentang
pengertian persalinan, diagnosa, intervensi, implementasi, evaluasi
keperawatan pada primigravida. Metode yang diambil adalah wawancara
dan observasi.

1
BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Definisi
Intranatal adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan
pengeluaran bayi yang cukup bulan/hampir cukup bulan, disertai dengan
pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.
Persalinan adalah proses pergerakan keluarnya janin, plasenta, dan
membran dari dalam rahim melalui jalan lahir.
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan ari) yang
telah cukup bulan dan dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir dengan
bantuan ataupun tanpa bantuan.

B. Anatomi Fisiologi
Mekanisme persalinan merupakan proses adaptasi bagian kepala janin
terhadap segmen panggul, proses adaptasi tersebut meliputi :
1. Engagement
Merupakan mekanisme yang biasanya dimulai dari pintu atas panggul
dimana ubub-ubun kecil terletak di sebelah kiri depan/di sebelah kanan
depan, kiri dan kanan berdasarkan ukuran seseorang dari PAP bila
digambarkan sebagai berikut :
a. Ukuran pintu atas panggul 10-11 cm
b. Ukuran melintang pintu atas panggul 12-18 cm
c. Ukuran seorang pintu atas panggul 11- 12
2. Descent (turunnya kepala)
Penurunan kepala ini terjadi karena 4 hal, yaitu :
a. Tekanan cairan amnion
b. Tekanan langsung fundus uteri
c. Kontraksi diafragma dan otot perut
d. Ekstensi dan pelurusan badan janin akibat kontraksi uterus
3. Fleksi
Majunya kepala → kepala mendapat tahanan dari serviks, dinding panggul
atau dasar panggul.

2
4. Putaran paksi dalam
a. Bagian terendah memutar ke depan ke bawah simpisis
b. Usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir
c. Terjadinya bersamaan dengan majunya kepala
d. Rotasi muka-belakang secara lengkap terjadi setelah kepala di dasar
panggul
5. Ekstensi
a. Defleksi kepala → SBR mengarah kedepan dan atas
b. Dua kekuatan pada kepala :
 Mendesak ke bawah
 Tahanan dasar panggul menolak ke atas
c. Setelah sub oksiput tertahan pada pinggir bawah simpisis sebagai
hipomoclion → lahir lewat perineum = oksiput, muka, dan dagu
6. Putaran paksi lahir
a. Setelah kepala lahir → kepala memutar kembali ke arah punggung
anak
b. Ukuran bahu → muka, bahu
7. Ekspulsi
Bahu depan di bawah simpisis →sebagai hipomoclion → lahir bahu
belakang → bahu depan → badan.

C. Etiologi
1. Teori penurunan hormone
1 –2 mgg sebelum portus mulai terjadi penurunan kadar hormon estrogen
dan progesterone. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot polos rahim dan
akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar
progesteron turun.
2. Teori plasenta menjadi tua
Plasenta tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron
yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah, hal ini akan menimbulkan
kontraksi rahim.

3
3. Teori dissensi Rahim
Rahim yang menjadi besar dan merenggang menyebabkan iskemia otot
rahim sehingga mengganggu sirkulasi uterus-plasenta.
4. Teori iritasi mekanik
Di belakang servix terletak ganglion servikale (fcexus frankenhauser). Bila
ganglion ini di geser dan tekan, misalnya oleh kepala janin, akan timbul kontraksi
uterus.
5. Induksi partus
Yaitu dengan jalan Gangan laminaria, Amniotomi, Oksitosin drips.

D. Patofisiologi
His adalah salah satu kekuatan pada ibu yang menyebabkan serviks
membuka dan mendorong janin ke bawah pada letak kepala, bila his sudah cukup
kuat, kepala akan turun dan mulai masuk ke dalam rongga panggul.
Kontraksi dimulai pada salah satu cornue (tanduk) uterus kiri atau kelenjar
ke seluruh miometrium sehingga menghasilkan kontraksi yang simetris. Fundus
uteri berkontraksi lebih kuat dan lebih lama dari bagian-bagian lain dari uterus.
Bagian tengah uterus berkontraksi pada fundus uteri. Bagian bawah uterus-uterus
serviks tetap pasif atau kontraksi lemah. Setelah kontraksi terjadi relaksasi tonus
otot diluar his tidak seberapa jauh meningkat.
Pada waktu his kemudian keluar pada keadaan semula. Tahap persalinan:
 Kala I yaitu pembukaan antara 4 cm dan kontraksi terjadi teratur
minimal 2 kali dalam 10 menit selama 40 detik
 Kala II yaitu untuk memastikan apakah pembukaan sudah lengkap atau
kepala janin sudah tampak di vulva dengan diameter 5-6cm.
 Kala III yaitu pengeluaran aktif plasenta
 Kala IV yaitu sejak lamanya plasenta 1 sampai dengan 2-4 jam setelah
persalianan dan keadaan itu menjadi stabil kembali.

4
E. Tahap-Tahap Persalinan
a. Kala I ; kala pembukaan serviks.
Proses pembukaan adalah sejak persalinan sampai pada pembukaan
serviks lengkap pada primigravida 7-8 jam, terdiri dari 2 fase, yaitu :
 Fase laten ; berlangsung selama 8 jam sampai pembukaan 3 cm. His
masih lemah, dengan frekuensi his jarang.
 Fase aktif ;
 Fase akselerasi, lamanya 2 jam dengan pembukaan 2-3 cm.
 Fase dilatasi maksimal, lamanya 2 jam dengan pembukaan lebih
dari 9 cm sampai pembukaan lengkap. His tipe 3-4 menit selama 45
detik. Pada multigravida proses ini akan berlangsung lebih cepat.
 Fase deselarasi, dalam waktu 2 jam pembukaan 9 cm menjadi
lengkap. Fase-fase tersebut dijumpai pada primigravida. Pada
multigravida fase laten, fase aktif dan fase deselerasi lebih pendek.

b. Kala II ; kala pengeluaran


Setelah serviks membuka lengkap, janin akan segera keluar. His terjadi
tiap 2-3 menit, lamanya 60-90 detik. His sempurna dan efektif bila ada
koordinasi gelombang kontraksi sehingga kontraksi simetris dengan
dominasi di fundus uteri, mempunyai ampitudo 40-60 mmHg,
berlangsung 60-90 detik dengan jangka waktu 2-4 menit dan tonus uterus
saat relaksasi kurang dari 12 mmHg. Pada primigravida kala II
berlangsung kira-kira sau setengah jam dan pada multi gravida setengah
jam. Tanda obyektif yang menunjukkan tahap kedua dimulai adalah
sebagai berikut :
 Muncul keringat tiba-tiba diatas bibir
 Adanya muntah
 Aliran darah ( show ) meningkat
 Ekstremitas bergetar
 Semakin gelisah
 Usaha ingin mengedan

5
Tanda-tanda ini seringkali muncul pada saat serviks berdilatasi lengkap.
Pemantauan yang kontinyu pada tahap kedua dan mekanisme persalinan,
respons fisiologis dan respons emosi ibu serta respons janin terhadap stress.

c. Kala III ; kala uri (kala pengeluaran plasenta)


Berlangsung 6-15 menit setelah janin dikeluarkan. Tahap ketiga
persalinan berlangsung sejak bayi lahir sampai plasenta lahir, tujuan
penanganan kala III adalah pelepasan dan pengeluaran plasenta yang
aman.

d. Kala IV ; pengawasan hingga satu jam setelah plasenta lahir


Kala ini sangat penting untuk menilai perdarahan (maks 500 ml) dan baik
tidaknya kontraksi uterus. Hingga lahirnya uri sampai dengan 1-2 jam
setelah uri lahir. Tanda kala IV adalah banyaknya darah yang keluar.

F. Pemeriksaan Diagnosis
a. Pemeriksaan urin : protein, glukosa, dan aseton
b. Pemeriksaan Hb, golongan darah, hemtoktrid, VDRL
c. Monitoring DJJ dan FHT (detak jantung janin) terutama berhubungan
dengan uterus

G. Penatalaksanaan
a. Kala I
 Mengukur TTV dan PF
 Auskultasi DJJ
 Memperhatikan kontraksi uterus, dilatasi uterus, penurunan presentasi
terendah dan kemajuan persalinan, serta perineum.
b. Kala II
 Mengajari ibu untuk mengejan
c. Kala III
 Pengawasan terhadap pendarahan
 Memperhatikan tanda plasenta lepas

6
d. Kala IV
 Pemeriksaan fisik, observasi TTV dan keadaan umum
 Kontraksi rahim
 Letakan bayi yang telah dibersihkan sebelah ibu

H. Komplikasi
Komplikasi yang mungkin timbul pada pasien intranatal adalah ketuban
pecah dini, persalinan preterm, kehamilan postmatur, prolaps tali pusat, rupture
uterus, kelahiran sesaria, inverse uterus, dan pendarahan post partum dini.

7
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
a. Identitas klien
1. Nama : Ny. R
2. Umur : 33 thn
3. Alamat : Wedung
4. Agama : Islam
5. Suku bangsa : Jawa
6. Status perkawinan : Menikah
7. Pekerjaan : Ibu rumah tangga
8. Pendidikan : SD
9. Status obstetri : G3 P2 A0
10. MRS : 11 April 2017
11. Pengkajian : 12 April 2017
12. No.Reg : 700986
Penanggung jawab
1. Nama : Tn. K
2. Hubungan dg klien : Suami
3. Pekerjaan : Nelayan
4. Alamat : Wedung

b. Keluhan Utama
Nyeri perut bagian bawah, kenceng-kenceng, keluar lendir dan darah
pervaginam.

c. Riwayat Persalinan Sekarang


1. Mulai tanda-tanda persalinan
a. Kontraksi
Kontraksi adekuat, 3x 10 menit, lamanya 40 detik.
b. Pengeluaran lendir pervaginam

8
Ny. R merupakan pasien rujukan dari bidan, Ny.R mengeluarkan lendir
dan darah pervaginam sejak pukul 05.00 WIB sebelum di bawa ke
RSUD
c. Cairan ketuban
Ketuban pecah pukul 16.00 berwarna jernih, bau khas.

2. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum : baik
b. Tanda vital
TD : 120/80 mmHg
S : 360C
HR : 82x/menit
RR : 24x/menit
c. Kontraksi
3x 10 menit, lamanya 40 detik, adekuat.
d. Pemeriksaan leopold
Tinggi fundus uteri 3 jari dibawah prosesus xifoideus, TFU dalam
centimeter 32 cm.
Leopold I :Bagian atas teraba bulat lunak (bokong)
Leopold II : Bagian kiri teraba memanjang dan ada tahanan
(punggung)
Bagian kanan teraba bagian-bagian kecil janin
(ekstremitas)
Leopold III : Bagian bawah teraba bulat, keras (kepala)
Leopold IV : Bagian bawah sudah masuk PAP (divergen)
e. Pemeriksaan Djj
Tanggal 08 Oktober 2011, Djj ada, 121x/menit
f. Pemeriksaan VT (Vaginal touce)
Pertama kali : jam 15.00 WIB, pembukaan 6-7 cm, bagian bawah kepala
turun
1) Presentasi : kepala
2) Kondisi amnion : utuh

9
d. Keluhan Dasar Khusus
1. Oksigenasi
Tidak ada keluhan sesak napas
2. Nutrisi
Asupan makanan terakhir makan jam 12.00, porsi ½ dari menu yang
disediakan, keinginan untuk makan menurun karena sedikit mual
3. Cairan
Kemampuan untuk minumnya baik, Ny. R sering meminta minum selama
diruang VK
4. Eliminasi
Ny. R mengatakan biasanya BAB 1x sehari, konsistensi lembek, 2 hari
sebelum di bawa ke RSUD tidak BAB.
Ny. R mengatakan biasanya BAK lebih dari 5x sehari kurang lebih 50cc,
warna jernih kekuningan, selama diruang VK Ny. R sering BAK.
5. Kenyamanan
Ny. R sering mengeluh nyeri, sakit bagian perut bawah dan kenceng-
kenceng
P : saat terjadi kenceng-kenceng
Q : dalam, tajam, tumpul, nyeri terus
R : bagian perut bawah
S :7
T : setiap kenceng-kenceng, lamanya kurang lebih 10menit, dan
sering muncul nyerinya
6. Pengetahuan
Ny. R mengatakan sudah tau cara meneran dan posisi persalinan, karena
persalinan kali ini adalah persalinan yang ketiga

e. Riwayat Kesehatan
1. HPHT : 02 Juli 2016
2. HPL :

10
3. Persalinan lalu
Anak ke- Jenis Cara lahir BB lahir Keadaan Umur
kelamin
1 Laki-laki Normal 3000 gr Sehat 14 tahun
2 Laki-laki Normal 3200 gr Sehat 7 tahun
4. Kunjungan antenatal
1 bulan sekali, di bidan
5. Masalah pada kehamilan sekarang :
Adanya pembesaran kelenjar tiroid
6. Masalah kehamilan sebelumnya
Kehamilan sebelumnya tidak pernah ada masalah
7. Persiapan persalinan yang sudah dilakukan
Ny. R mengatakan sudah mempersiapkan untuk persalinannya
8. Masalah dalam persalinan yang lalu
Ny. R mengatakan tidak ada malasah pada persalinan yang lalu
9. Penyakit yang diderita ibu
Ny. R mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti
hepatitis, TBC dan penyakit menurun seperti hipertensi, DM, dan jantung
10. Penggunaan obat-obatan selama kehamilan
Ny. R mengatakan lupa nama obat-obatan yang pernah diberikan bidan.
11. Alergi
Ny. R mengatakan tidak ada alergi apapun
12. Konsumsi alkohol/rokok/zat adiktif/zat kimia lainnya
Ny. R tidak mengkonsumsi alkohol/rokok/zat adiktif/zat kimia lainnya
13. Adakah penggunaan pemacu persalinan
Tidak ada penggunaan pemacu persalinan.
14. Persepsi ibu dan keluarga tentang persalinan
Ny. R mengatakan cemas dan takut, dengan dibuktikan saat pengkajian Ny.
R minta untuk ditemeni suami dan perawat dan bidan yang ada di ruang VK
15. Bantuan apa yang diinginkan ibu dari keluarga pada saat persalinan
Ny. R mengatakan ingin dibantu oleh dokter, perawat dan bidan semaksimal
mungkin

11
16. Riwayat kesehatan keluarga
Ny. R mengatakan keluarga tidak pernah menderita penyakit menular
seperti hepatitis, TBC dan penyakit menurun seperti hipertensi, DM, dan
jantung

f. Laporan Persalinan

Pengkajian Awal :

1. Tanggal : 11 April 2017


2. Tanda-tanda vital : TD : 120/80 N: 82x/menit S: 360C P: 24x/menit
3. Pemeriksaan palpasi abdomen :
Tinggi fundus uteri 3 jari dibawah prosesus xifoideus, TFU dalam
centimeter 32 cm.
Leopold I :Bagian atas teraba bulat lunak (bokong)
Leopold II :Bagian kiri teraba memanjang dan ada tahanan (punggung)
Bagian kanan teraba bagian-bagian kecil janin
(ekstremitas)
Leopold III : Bagian bawah teraba bulat, keras (kepala)
Leopold IV : Bagian bawah sudah masuk PAP (divergen)
4. Hasil periksa dalam : pembukaan 6-7cm, bagian bawah kepala turun
5. Pengeluaran pervaginam : lendir dan darah
6. Kontraksi uterus : adekuat
7. Denyut jantung janin :121x/menit
8. Status janin : hidup, jumlah 1, presentasi kepala.

KALA PERSALINAN

KALA I :

1. Mulai persalinan : 11 April 2017


2. Tanda dan gejala : keluar air dari jalan lahir, mulai mules dan kenceng-
kenceng
3. Tanda-tanda vital : TD : 120/80 mmHg, S : 360C, N: 82x/menit P:
24x/menit

12
4. Lama kala I: 11 jam 12 menit
5. Keadaan psikososial: Ny. R tampak cemas dan merasa kesakitan ketika
ada kontraksi
6. Tindakan :
a) Anjurkan tekhnik relaksasi, napas dalam
b) Berikan posisi yang nyaman
c) Beri dukungan pada klien
d) Anjurkan keluarga untuk memberi dukungan
e) Observasi klien
7. Pengobatan : tidak ada
OBSERVASI KEMAJUAN PERSALINAN

Tanggal/jam Kontraksi uterus DJJ Keterangan


11/04/2017
15.00 Adekuat 122x/menit
15.30 Adekuat 121x/menit
16.00 Adekuat 121x/menit

KALA II :

1. Kala II mulai : tanggal 11 April 2017 jam 16.00 WIB


2. Lama kala II : 12 menit
3. Tanda dan gejala
a) Dorongan untuk meneran
b) Tekanan pada anus
c) Pembukaan lengkap
d) Cairan ketuban pecah
e) Perineum menonjol
f) Vulva membuka
4. Jelaskan upaya meneran : tarik napas panjang kemudian dihembuskan
pelan-pelan, meneran pandangan mata keperut.
5. Keadaan psikososial : Ny. R cemas, tetapi meneran sesuai anjuran, setelah
bayi lahir Ny. R tampak senang dan lega.

13
6. Tindakan : tarik napas panjang kemudian hembuskan lalu meneran,
melakukan pertolongan persalinan.

CATATAN KELAHIRAN

1. Bayi lahir jam : 18.12 WIB, jenis kelamin perempuan.


2. Nilai APGAR :

APGAR SCORE 1 menit 2 menit 10 menit


Jantung 2 2 2
Napas 2 2 2
Otak 2 2 2
Rangsang 2 2 2
Warna 1 2 2
Total 9 10 10
Keterangan : bayi langsung menangis

3. Perineum : episiotomi
4. Bonding ibu dan bayi : Bayi lahir laki-laki, tali pusat normal, jarak bayi 10
cm di depan vulva , klem dilakukan pada tali pusat sepanjang 5 cm dan
klem satu lagi yang kearah plasenta 2 cm mengoleskan betadin lalu
menggunting tali pusat mengikat dan membungkus dengan has ,
membersihkan muka bayi dan hisap lendir ( oleh perawat N), bayi
diletakkan di perut ibu dengan memperlihatkan jenis kelamin bayi dan
langsung ditetekkan.
5. Bayi langsung diberikan pada Ny. R
6. Tanda-tanda vital : TD :120/80 N: 82x/menit S : 360C P: 22x/menit

KALA III
1. Tanda dan gejala :
a) TFU teraba setinggi pusat
b) Perut keras
c) Kontraksi uterus baik, plasenta belum lahir

14
2. Plasenta lahir jam : 16.17 WIB
3. Cara lahir plasenta : Spontan, koteladon lengkap, tidak ada infark, tidak
hematome.
4. Karakteristik plasenta : bentuk bulat, ukuran 16cm x 16cm x 2 cm, panjang
tali pusat 60cm
5. Perdarahan : kurang lebih 50ml
6. Keadaan psikososial : Ny. R merasa senang bayinya lahir dengan selamat.
7. Kebutuhan khusus klien : tidak ada
8. Tindakan : membersihkan semua area persalinan Ny. R.
9. Pengobatan : tidak ada

KALA IV
1. Mulai jam : 16.17
2. Keadaan uterus : baik
3. Perdarahan : normal
4. Bonding ibu dan bayi : bayi sudah dalam dekapan ibu, setelah itu ibu dan
bayi di bawa ke ruangan
5. Tindakan
a) Memeriksa kontraksi uterus
b) Melakukan pengawasan kala IV tiap 15menit

BAYI
1. Bayi lahir tanggal/jam : 11 April 2017 jam 16.12 WIB
2. Jenis kelamin : laki-laki
3. Nilai APGAR :
APGAR SCORE 1menit 2menit 10menit
Jantung 2 2 2
Napas 2 2 2
Otak 1 2 2
Rangsang 2 2 2
Warna 1 2 2
Total 9 10 10

15
4. BB bayi : 3200gr, PB: 50cm, LK: 33cm, LD: 32cm
5. Karakteristik bayi : warna kulit kemerahan, rambut hitam, lurus
6. Anus : berlubang
7. Perawatan tali pusat : dibungkus kassa steril
8. Perawatan mata : di lap kassa kering

g. Analisa Data

NO DATA ETIOLOGI PROBLEM


1. Kala I Kontraksi uterus yang Nyeri
DS : Ny. R mengatakan kuat
nyeri
DO:
P : saat terjadi kenceng-
kenceng
Q :dalam, tajam, tumpul,
nyeri terus
R : bagian perut bawah
S :7
T :setiap kenceng-
kenceng, lamanya
kurang lebih 10menit,
dan sering muncul
nyerinya

2. Kala II Penekanan pada kepala, Resiko tinggi pertukaran


DS : Ny. R mengatakan penurunan perfusi gas (pada janin)
kenceng-kenceng plasenta
bertambah sering dan
ingin mengejan
DO :
 Klien tampak
kesakitan dan ingin
mengejan
 Pembukaan 10cm
 Vulva membuka,
terlihat tekanan pada
anus dan perineum
menonjol
3. Kala III Trauma jaringan Resiko infeksi
DS : Ny. R mengatakan perineum
daerah jalan lahir terasa
sakit dan perih
DO :
 Perineum tampak
merah
 Luka episiotomi

16
 Luka jahitan perineum
 prosedur invasif
 vulva kotor karena
darah

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri b.d Kontraksi uterus yang kuat
2. Resiko tinggi pertukaran gas (pada janin) b.d Penekanan pada kepala,
penurunan perfusi plasenta
3. Resiko infeksi b.d Trauma jaringan perineum

17
C. INTERVENSI KEPERAWATAN

No Diagnosa Tujuan dan kriteria Intervensi (NIC)


keperawatan ( NOC )
1 Nyeri b.d Setelah dilakukan tindakan Manajemen nyeri
Kontraksi keperawatan 1x30 menit nyeri Kaji tingkat nyeri yang komprehensif : lokasi, durasi, karakteristik, frekuensi, intensitas,
uterus yang dapat berkurang dengan kriteria factor pencetus, sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan.
kuat hasil : Monitor skala nyeri dan observasi tanda non verbal dari ketidaknyamanan
 Tidak menunjukkan respon Gunakan tindakan pengendalian nyeri sebelum menjadi berat
non verbal adanya nyeri Kelola nyeri pasca operasi dengan pemberian analgesik tiap 4 jam, dan monitor keefektifan
 Melaporkan nyeri terkontrol tindakan mengontrol nyeri
(skala nyeri 3) Kontrol faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon klien terhadap ketidaknyamanan
 Melaporkan kenyamanan : suhu ruangan, cahaya, kegaduhan.
fisik dan psikologis Ajarkan tehnik non farmakologis kepada klien dan keluarga : relaksasi, distraksi, terapi
 Ttv dalam batas normal musik, terapi bermain,terapi aktivitas, akupresur, kompres panas/ dingin, masase. imajinasi
Suhu : 36-37 terbimbing (guided imagery),hipnosis ( hipnoterapy ) dan pengaturan posisi.
Nadi : 70-85x/menit Informasikan kepada klien tentang prosedur yang dapat meningkatkan nyeri : misal klien
RR : 16-20x/menit cemas, kurang tidur, posisi tidak rileks.
Ajarkan pada klien dan keluarga tentang penggunaan analgetik dan efek sampingnya
Kolaborasi medis untuk pemberian analgetik, fisioterapis/ akupungturis.
2 Resiko tinggi Setelah dilakukan tindakan Manajemen jalan nafas
pertukaran gas keperawatan 30 menit, pada Kaji bunyi paru, frekuensi, kedalaman, usaha nafas, dan produksi sputum.
(pada janin) klien tidak terjadi kerusakan Identifikasi kebutuhan insersi jalan nafas, dan siapkan klien untuk tindakan ventilasi mekanik
b.d Penekanan sesuai indikasi
pertukaran gas pada bayi
pada kepala, Monitor vital sign tiap ...jam, adanya sianosis, dan efektifitas pemberian oksigen yang
penurunan dengan kriteria hasil :
dilembabkan.
perfusi Lakukan tindakan untuk mengurangi konsumsi oksigen : kendalikan demam, nyeri, ansietas,
plasenta  Djj normal (120-160x/menit)
dan tingkatkan periode istirahat yang adekuat
 Tidak ada dyspnea dan
Kolaborasi dgn Tim medis : pemberian O2, obat bronkhodilator, terapi nebulizer / inhaler,
sianosis, mampu bernafas
insersi jalan nafas
dengan mudah

18
 Menunjukkan ventilasi
adekuat, ekspansi dinding
dada simetris, suara nafas
bersih, tidak ada :
penggunaan otot-otot nafas
tambahan, retraksi dinding
dada, nafas cuping hidung,
dyspnea, taktil fremitus
 Menunjukkan orientasi
kognitif baik, dan status
mental adekuat
3 Resiko infeksi Setelah dilakukan tindakan Pengetahuan : pengendalian infeksi
b.d Trauma keperawatan 2x24 jam infeksi Ajarkan pada klien & keluarga cara menjaga personal hygiene untuk melindungi tubuh dari
jaringan tidak terjadi dengan kriteria infeksi : cara mencuci tangan yang benar.
perineum Anjurkan kepada keluarga/ pengunjung untuk mencuci tangan sewaktu masuk dan
hasil :
meninggalkan ruang klien
 Perineum bersih dan terawat Jelaskan kepada klien dan keluarga tanda dan gejala infeksi
 Klien mampu merawat luka Ajarkan metode aman cara penyediaan, pengelolaan dan
perineum dirumah penyimpanan makanan / susu kpd klien & keluarga.
Kolaborasi dengan ahli gizi : asupan nutrisi TKTP
Pengendalian resiko infeksi
Pantau tanda dan gejala infeksi : peningkatan suhu tubuh, nadi, perubahan kondisi luka,
sekresi, penampilan urine, penurunan BB, keletihan dan malaise.
Pertahankan tehnik aseptik pada klien yang beresiko
Bersihkan alat / lingkungan dengan benar setelah dipergunakan klien
Pertahankan tehnik isolasi bila diperlukan
Batasi jumlah pengunjung bila diperlukan, dan anjurkan penggunaan APD pada klien dgn
autoimun
Anjurkan kepada klien minum obat antibiotika sesuai
Berikan penkes kepada klien dan keluarga tentang cara program
Dorong klien untuk mengkonsumsi nutrisi dan cairan

19
D. IMPLEMENTASI

No
Waktu Implementasi Evaluasi Ttd
DP

1 11/04/2017 - Mengkaji nyeri S : klien mengatakan nyeri belum berkurang


O:
- Memberi penjelasan tentang nyeri yang dialami
adalah fisiologis  Klien menarik napas panjang saat nyeri datang
 Ekspresi wajah meringis
- Menganjurkan klien untuk napas dalam apabila ada
A : Masalah belum teratasi
his/nyeri
P : pertahankan intervensi
2 11/04/2017 - Mendengarkan DJJ setiap 15 menit S:-
- Mengawasi tali pusat O:
 Djj bayi 121x/menit
- Melakukan ttv setiap 15 menit
 Denyut nadi ibu 82x/menit RR :24x/menit
- Mengkaji bunyi paru, frekuensi, kedalaman, usaha A : masalah teratasi
nafas, dan produksi sputum. P : hentikan intervensi
- Kolaborasi dgn Tim medis : pemberian O2
3 11/04/2017 - Mengkaji tingkat ruptur perineum S: Klien mengatakan lebih nyaman
O:
- Membersihkan perineum dengan kasa
 Tidak terdapat tanda-tanda infeksi
- Memasang pembalut dan menganjurkan klien
 Luka perineum bersih
untuk sering mengganti pembalut
A : masalah teratasi
- Mengajarkan klien perawatan luka perineum P : lanjutkan intervensi dengan motivasi klien
dengan kasa betadine untuk melakukan perawatan perineum dirumah
- Memotivasi klien untuk melakukan perawatan luka
perineum
- Menganjurkan klien untuk selalu menjaga
kebersihan daerah genitalia

20
E. EVALUASI

Waktu Nomor Evaluasi TTD


11/04/2017 1 S : klien mengatakan nyeri belum berkurang
O:
 Klien menarik napas panjang saat nyeri datang
 Ekspresi wajah meringis
A : Masalah belum teratasi
P : pertahankan intervensi

2 S:-
O:
 Djj bayi 121x/menit
 Denyut nadi ibu 82x/menit RR :24x/menit
A : masalah teratasi
P : hentikan intervensi

3 S: Klien mengatakan lebih nyaman


O:
 Tidak terdapat tanda-tanda infeksi
 Luka perineum bersih
A : masalah teratasi
P : lanjutkan intervensi dengan motivasi klien untuk melakukan perawatan perineum dirumah

21
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Intranatal adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi
cukup bulan/hampir cukup bulan, disertai dengan pengeluaran plasenta dan selaput
janin dari tubuh ibu.
Asuhan Keperawatan pada pasien Intranatal terdiri dari 5 tahap yaitu :
1. Pengkajian
2. Diagnosa
3. Intervensi Keperawatan
4. Implementasi
5. Evaluasi

B. Saran

 Diharapkan kepada mahasiswa dapat mempelajari dan memahami tentang,


pre-eklampsia dan Eklampsia serta untuk pencegahannya.
 Dalam penyusunan makalah kami menyadari bahwa makalah ini sangatlah
kurang dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengaharapkan kritik dan
saran yang membangun agar dalam penyusunan makalah selanjutnya dapat
lebih baik.

22
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/7412798/Konsep_Dasar_Asuhan_Kebidanan

https://www.scribd.com/document/257205325/Askep-INTRANATAL

23