Anda di halaman 1dari 15

TEKNOLOGI POLIMER

POLIAMIDA

Disusun oleh :

Kelompok 8
M Soleh NIM. 21030115120023
Nida Tsuroya NIM. 21030115120005
Putra Panjaitan NIM. 21030115130110
Shifa Karima Hayati NIM. 21030115140169
Theobroma Guntur Muhammad NIM. 21030115130128

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur diucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan
Ridho-Nya makalah yang berjudul TEKNOLOGI POLIMER POLIAMIDA yang disusun
untuk memnuhi tugas Mata Kuliah Pilihan 2 – Teknologi Polimer dapat kami susun dengan
baik dan lancar tanpa suatu hambatan yang berarti.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini jauh dari sempurna. Karena
itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca.
Dalam penyusunan makalh ini tidak lepas dari bantuan beberapa pihak, diantaranya :
1. Prof. Dr.rer.nat Heru Susanto, S.T., M.T., selaku dosen pengampu mata kuliah
teknologi polimer.
2. Semua rekan-rekan mata kuliah teknologi polimer.
Penyusun memohon maaf apabila terdapat kekurangan ataupun kesalahan. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat berguna sebagai bahan penambah
ilmu pengetahuan.

Semarang, Oktober 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN 1
BAB II PEMBAHASAN 2
Karakteristik Poliamida 2
Pembentukan Poliamida 4
Pembentukan Monomer 5
Aplikasi Poliamida 6
BAB III PENUTUP 11
DAFTAR PUSTAKA 12

iii
BAB I
PENDAHULUAN

Poliamida merupakan salah satu serabut sintesis. Menurut Klust (1983a), PA


diproduksi dalam beberapa tipe yang berbeda sesuai dengan komponen kimia masing-
masing serat sifat-sifatnya. Setiap tipe ditandai dengan suatu bilangan yang ditambahkan
pada setiap nama umum dan penunjukkan jumlah atom karbon dalam komponen
(monomer). Tipe PA yang umum di pasaran adalah PA 6.6 dan PA 6. Polyamide juga
dikenal dengan nama dagang nylon.
Poliamida adalah suatu makromolekul dengan unit berulang yang dihubungkan oleh
ikatan amida. Poliamida terjadi secara alami dan sintesis. Contoh poliamida yang terjadi
secara alami adalah protein, seperti wol dan sutra. Poliamida sintesis dapat dibuat
melalui polimerisasi pertumbuhan-bertahap atau fasa padat yang menghasilkan bahan
seperti nilon, aramid, dan natrium poli(aspartat). Poliamida sintetis umumnya digunakan
pada tekstil, aplikasi otomotif, karpet dan pakaian olahraga karena daya tahan dan
kekuatannya yang tinggi. Industri manufaktur transportasi adalah konsumen utama,
menyumbang 35% konsumsi poliamida (PA).

Selain itu, polyamide (Poliamida) adalah polimer yang terdiri dari monomer amida
yang tergabung dengan ikatan peptida. Poliamida dapat terbentuk secara alami ataupun
buatan. Salah satu bentuk poliamida alami yaitu protein, seperti wol dan sutra. Poliamida
dapat dibuat secara artifisial melalui polimerisasi atau sintesis (fase padat). Contoh
poliamida buatan diantaranya nilon, aramid dan sodium poly(aspartat). Poliamida
biasanya digunakan dalam industri tekstil, otomotif, karpet dan pakaian olahraga karena
memiliki sifat kuat dan daya tahan yang ekstrim.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 KARAKTERISTIK POLIAMIDA


PA merupakan salah satu serabut sintesis. Menurut Klust (1983a), PA diproduksi
dalam beberapa tipe yang berbeda sesuai dengan komponen kimia masing-masing serat
sifat-sifatnya. Setiap tipe ditandai dengan suatu bilangan yang ditambahkan pada setiap
nama umum dan penunjukkan jumlah atom karbon dalam komponen (monomer). Tipe PA
yang umum di pasaran adalah PA 6.6 dan PA 6. Polyamide juga dikenal dengan nama
dagang nylon.
Soeprijono et al. (1975) menjelaskan sifat-sifat dari nylon 6.6, sbb:
1. Kekuatan dan mulur
Nylon memiliki kekuatan dan mulur berkisar dari 8,8 gram/denier dan 18% sampai 4,3
gram/denier dan 45%. Kekuatan basahnya 80 – 90% kekuatan kering.
2. Tahan gosokan dan tekukan
Nylon mempunyai tahan tekukan dan gosokan yang tinggi. Tahan gosokan nylon kira-
kira 4 – 5 kali tahan gosok wol.
3. Elastisitas
Nylon selain mempunyai kemuluran yang tinggi (22%). Pada penarikan 8% nylon
elastis 100%, dan pada penarikan sampai 16% nylon masih mempunyai elastisitas 91%.
4. Berat jenis
Berat jenis nylon adalah 1,14 gr/cm3.
5. Titik leleh
Nylon meleleh pada suhu 263°C dalam atmosfir nitrogen dan di udara meleleh pada
suhu 250°C. Nylon dalam pemanasan di udara pada suhu 150°C selama 5 jam akan
berubah kekuning-kuningan. Apabila nylon dibakar akan meleleh dan tidak membantu
pembakaran.
6. Sifat kimia
Nylon tahan terhadap pelarut-pelarut dalam pencucian kering. Nylon tahan terhadap
asam-asam encer, tetapi dengan asam klorida pekat mendidih selama beberapa jam,
nylon akan terurai menjadi asam adipat dan heksametilena diamonium hidrokhlorida.
Nylon sangat tahan terhadap basa. Pengerjaan dengan larutan natrium hidroksida 10%
pada suhu 85°C selama 10 jam hanya mengurangi kekuatan nylon sebanyak 5%.

2
Pelarut-pelarut yang biasa untuk melarutkan nylon adalah asam formiat, kresol dan
fenol.
7. Sifat biologi
Nylon tahan terhadap serangan jamur, bakteri, dan serangga.
8. Moisture regain
Moisture regain adalah prosentase pengembalian kelembaban suatu bahan pada RH
tertentu. Moisture regain nylon pada kondisi standar (RH 65% dan suhu 21°C)
sebesar4,2%.
9. Kilau
Sebelum penarikan nylon berwarna suram, tetapi setelah penarikan seratnya berkilau
dan cerah. Apabila serat ingin lebih berkilau, serat yang agak suram dimasukkan ke
dalam campuran polimerisasi yang telah ditambahkan titanium dioksida.
10. Pengaruh sinar
Nylon seperti serat tekstil lain akan terdegradasi oleh pengaruh sinar, tetapi
ketahanannya masih jauh lebih baik dibandingkan dengan sutera. Dalam penyinaran
selama lebih dari 16 minggu, sutera berkurang kekuatannya 85%, nylon biasa 23%,
nylon agak suram 50%, dan kapas hanya 18%.
11. Sifat listrik
Nylon merupakan isolator yang baik, sehingga dapat menimbulkan listrik statis.
12. Pengaruh panas dan lembab
Pengerjaan dengan panas dan lembab akan memberi bentuk yang tetap pada nylon,
yaitu bentuknya akan tetap selama nylon tersebut dikerjakan pada suhu pengerjaan
pertama (285°C – 290°C).
13. Radiasi nuklir
Penggunaan radiasi nuklir dalam produksi serat pada umumnya menyebabkan
terjadinya degradasi serat. Tetapi dengan dosis radiasi tertentu dan cara tertentu dapat
dibuat timbulnya rantai cabang pada permukaan serat nylon. Apabila nylon diradiasi
dengan kobalt 60, maka sebagian atom pada rantai polimer nylon akan menjadi radikal,
sehingga kalau disekelilingnya terdapat monomer, maka radikal-radikal tersebut akan
tumbuh rantai cabang baru.
Dengan demikian monomer tertentu pada rantai nylon dapat dicangkokkan rantai
cabang polimer lain, sehingga dapat memperbaiki sifat nylon. Misalnya dengan metal-
metakrilat, akan menaikkan daya serap lembab sehingga timbulnya listrik statis dapat

3
dikurangi. Pencangkokkan polistiren pada poliamida, menyebabkan seratnya lebih tahan
cuaca.

2.2 PEMBUATAN POLIAMIDA


Polyamide (Poliamida) adalah polimer yang terdiri dari monomer amida yang
tergabung dengan ikatan peptida. Poliamida dapat terbentuk secara alami ataupun buatan.
Salah satu bentuk poliamida alami yaitu protein, seperti wol dan sutra. Poliamida dapat
dibuat secara artifisial melalui polimerisasi atau sintesis (fase padat). Contoh poliamida
buatan diantaranya nilon, aramid dan sodium poly(aspartat). Poliamida biasanya
digunakan dalam industri tekstil, otomotif, karpet dan pakaian olahraga karena memiliki
sifat kuat dan daya tahan yang ekstrim.
Poliamida pertama kali dibuat oleh W.Carothers pada tahun 1928 dengan nama
dagang nylon. Poliamida dibuat dari hasil reaksi senyawa diamina dan dikarboksilat.
Poliamida yang pertama dibuat dari heksametilendiamina dan asam adipat. Serat yang
dihasilkannya disebut nylon 66, dimana persamaan reaksinya sebagai berikut :

NH2(CH2)6NH2+COOH(CH2)4COOH –> NH2(CH2)6NHCO(CH2)4COOH +H2O

Angka dibelakang nama nylon menunjukkan jumlah atom karbon penyusun dari senyawa
amina dan senyawa karboksilatnya. Serat nylon lain yang dibuat adalah dari asam sebasat
dan heksametilendiamina yang hasil reaksinya dinamakan nylon 6.10.
Pembuatan serat nylon dilakukan dengan membuat garam nylon yang merupakan
hasil reaksi dari asam karboksilat dengan senyawa amina. Kemudian garam nylon
dipolimerisasikan pada suhu tinggi sehingga terjadi polimerisasi dan dihasilkan poliamida
sebagai bahan baku serat nylon. Selanjutnya poliamida yang dihasilkan (pada umumnya
dalam bentuk chips) dilelehkan pada suhu titik leburnya kemudian dipintal.
Menurut jumlah pengulangan unitnya, poliamida dapat dibedakan menjadi :
 Homopolimer
o PA 6 : [NH−(CH2)5−CO]n terbentuk dari ε-Caprolactam.
o PA 66 : [NH−(CH2)6−NH−CO−(CH2)4−CO]n terbentuk dari
hexamethylenediamine dan asam adipic.

4
 Kopolimer
o PA 6/66 :
[NH(CH2)6−NH−CO−(CH2)4−CO]n−[NH−(CH2)5−CO]m terbentuk dari
caprolactam, hexamethylenediamine dan asam adipic.
o PA 66/610 :
[NH−(CH2)6−NH−CO−(CH2)4−CO]n−[NH−(CH2)6−NH−CO−(CH2)8−CO]m te
rbentuk dari hexamethylenediamine, asam adipic dan asam sebacic.
Berdasarkan kristalinitasnya, poliamida dibedakan menjadi :
 Semi-Kristalin
o Kristalinitas tinggi : PA46, PA 66.
o Kristalinitas rendah : PA mXD6 terbentuk dari m-xylylenediamine dan
asam adipic.
 Amorf : PA 6I terbentuk dari hexamethylenediamine dan asam isophthalic.

2.3 PEMBENTUKAN MONOMER


Ikatan amida dihasilkan dari reaksi kondensasi gugus amino dan asam karboksilat atau
gugus asam klorida. Suatu molekul kecil, biasanya air atau hidrogen klorida
dieliminasi. Kelompok amino dan kelompok asam karboksilat bisa berada pada monomer
yang sama, atau polimer dapat dibentuk dari dua monomer bifungsional yang berbeda.
Satu dengan dua gugus amino, dan yang lain dengan dua asam karboksilat atau gugus asam
klorida. Asam amino dapat diambil dari monomer tunggal (jika perbedaan antara
kelompok R diabaikan) bereaksi dengan molekul identik untuk membentuk poliamida.
Persamaan reaksinya dapat terlihat pada gambar berikut :

Reaksi Pembentukan Poliamida

Pembentukan poliamida dari gugus monomer juga dapat terlihat pada pembuatan aramid
(aromatic polyamide) sebagai berikut :

5
Reaksi Pembentukan Aramid (aromatic polyamide)

2.4 APLIKASI POLIAMIDA


Lebih dari 60% produk poliamide digunakan untuk aplikasi fiber komersial. Seperti
karpet, pakaian, sabuk pengaman, pelapis, tali dan penguat ban. Tetapi, untuk aplikasi
pakaian, poliamide atau sering disebut nilon sebagai nama dagangnya, memiliki ketahanan
kekusutan yang lebih rendah dibanding polyester. Ada 2 jenis bahan, yaitu :
 Nilon (Aliphatic Polyamide)
Nilon pertama kali dibuat oleh Walter Carothers pada tahun 1935 yang bekerja di
DuPont Corporation. Saat itu, nilon langsung banyak digunakan untuk stocking, sikat
gigi, benag gigi, dan peralatan plastic. Nylon mempunyai repeating unit terdiri rantai
atom karbon.

Selain itu, serat nilon/mineral yang diinforce poliamide juga digunakan dengan
luas di aplikasi industri dan dunia keteknikkan. Hampir di setiap industri, seperti pada
pabrik automotif, nilon digunakan untuk kawat dan
jaket kabel, kipas angina pendingin, asupan udara,
saluran udara turbo, katup dan penutup mesin, rem
dan wpower steering, roda gigi untuk wiper kaca
depan, dan speedometer, perkakas listrik,
komponen elektrik termasuk sakelar, soket,
colokan dan perangkat pemasangan antena.

6
Selain itu, poliamide yang terkenal disebut nilon adalah salah satu serat sintetik
yang paling banyak digunakan, seperti tali, sikat, parasut, dan juga dapat dicetak
menjadi beberapa atal elektronik.

 Kevlar (Aromatic Polyamide)


Kevlar ditemukan tahun 1964, oleh Stephanie Kwolek,
seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, yang bekerja
sebagai peneliti pada perusahaan DuPont. Kevlar memiliki
nama lain yaitu aramid (aromatic polyamide), yang lebih
mahal disbanding poliamde biasa. Aramid adalah
kependekan dari kata aromatic polyamide. Aramid memiliki
struktur yang kuat, alot (tough), memiliki sifat peredam
yang bagus (vibration damping) , tahan terhadap asam (acid)
dan basa (leach) dan selain itu dapat menahan panas hingga
370°C, sehingga tidak mudah terbakar.
Kevlar mempunyai struktur nylon-6,6 namun rantai amida. Kevlar yang
mempunyai repeating unit terdiri dari cincin benzena. Kevlar merupakan material yang
sangat kuat (5 kali lebih kekuatan baja).
Produk yang dipasarkan dikenal dengan nama Kevlar. Kevlar memiliki berat yang
ringan, tapi 5 kali lebih kuat dibandingkan besi. Dengan teknologi tinggi yang
menggabungkan antara kekuatan dengan berat yang cukup ringan untuk membantu
meningkatkan kinerja dari berbagai produk konsumen, industri maupun Militer. Ringan
dan fleksibel adalah sifat kevlar, Kevlar telah berkembang lebih dari empat dekade dari
inovasinya.

Ada 3 macam Kevlar yang digunakan dalam bahan komposit :


a. Kevlar 29 memiliki kekuatan untuk serupa serat kaca dengan berat yang lebih
rendah,

7
b. Kevlar 49 dan Kevlar 149 dapat digunakan untuk mengurangi berat bahkan
lebih.
Mengapa bahan komposit tidak semuanya menggunakan Kevlar? Karena
penggunaan serat Kevlar dalam komposit adalah bahan yang lebih mahal dibandingkan
dengan serat lainnya seperti kaca. Hal yang membuat Kevlar sangat kuat adalah susunan
polimernya, yaitu, cross linkage polimer.
Keunggulan Kevlar adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan yang sangat luar biasa (cukup tinggi) tapi ringan, bahkan Kevlar 5x
lebih kuat dari baja (pada bobot ringan yang sama dan dimensi yang sama).
2. Bahan Kevlar yang mempunyai gaya tarik tinggi
3. Struktur dasarnya stabil
4. Konduksi listriknya sangat rendah.
5. Ketahanan pada bahan kimia yang cukup tinggi.
6. Tahan panas dan tahan bakar serta rendah dalam menghantar panas.
Namun, kelemahan Kevlar adalah harganya yang mahal. Aplikasi Kevlar di kehidupan
sehari-hari adalah sebagai berikut :
a. Rompi antipeluru
Prinsip kerjanya adalah dengan mengurangi sebanyak
mungkin lontaran energi kinetik peluru, dengan cara
menggunakan lapisan-lapisan kevlar untuk menyerap
energi laju tersebut dan memecahnya kepenampang baju
yang luas, sehingga energi tersebut tidak cukup lagi untuk
membuat peluru dapat menembus baju.
Dalam menyerap laju energi peluru, baju (kevlar) mengalami deformasi yang
menekan ke arah dalam (shock wave), tekanan kedalam ini akan diteruskan
sehingga mengenai tubuh pengguna.
Batas maksimal penekanan kedalam tidak boleh lebih dari 4,4 cm (44 mm).
Jika batasan tersebut dilewati, maka pengguna baju akan mengalami luka dalam
(internal organs injuries), yang tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa

8
Analoginya seperti laju bola yang dapat ditahan oleh
jaring gawang. Jaring gawang terdiri dari rangkaian tali yang
saling terhubung satu sama lain. Apabila bola tertangkap
oleh jaring gawang, maka energi laju (kinetik) bola tersebut
akan diserap oleh jaring gawang, yang menyebabkan tali
disekitarnya bertambah panjang (extend) dan kemudian
tekanan (tarikan) tali akan dialirkan ke tiang gawang.
Gambar diatas menunjukan bahwa anggapan pemakai baju
anti peluru dapat terhindar sepenuhnya dari cidera yang dihasilkan oleh tembakan
adalah tidak benar.
Selain kevlar, material lain yang tengah dikembangkan adalah Vestran.
Vectran adalah polymer kristal cair (liquid crystal polymer). Seratnya memiliki
kekuatan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kevlar.
b. Kabel Kevlar
Di atas adalah Bahan Kevlar yang 20 kali lebih kuat
dari baja. Kevlar kabel ini adalah fasilitas yang
mendukung sebuah sonar bahwa US Navy digunakan
untuk mengetahui bagaimana membuat gaduh
submarines. Ini kabel Kevlar mendukung fasilitas sonar
bahwa AS Navy menggunakan untuk mengetahui berapa banyak suara kapal selam
membuat.
c. Helm
Helm, pelindung kepala terbuat dari bahan Kevlar,
digunakkan untuk instansi militer. Pada dunia otomotif dan
balap bahan kevlar juga digunakkan untuk pelindung kepala.
d. Windsurfing
Windsurfing layar yang dapat menahan kekuatan 60
mph angin dan tidak merobek mudah terbuat dari
Kevlar.

9
10
BAB III
PENUTUP

Poli amida dibuat dengan proses kondensasi yang dimulai dengan pembentukan
monomer. Aplikasi poli amida saat ini adalah digunakan dalam berbagai industri serat
nilon/mineral yang diinforce poliamide juga digunakan dengan luas di aplikasi industri dan
dunia keteknikkan. Hampir di setiap industri, seperti pada pabrik automotif, nilon digunakan
untuk kawat dan jaket kabel, kipas angina pendingin dan lain lain. Juga kevlar yang memiliki
kekuatan lebih besar disbanding nilam, digunakan dalam rompi anti peluru. Selain itu, bahan
yang sedang dikembangkan saat ini adalah Vestran yang berkekuatan dua kali lipat daripada
Kevlar.

11
DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. n.d.. Polyamides. Diakses dari


http://www.chemguide.co.uk/organicprops/amides/polyamides.html pada tanggal 21
September 2017.
Chemistry Libretexts. 2017. Polyamides and Polyesters: Step-Growth Polymers. Diakses dari
https://chem.libretexts.org/LibreTexts/Athabasca_University/Chemistry_360%3A_O
rganic_Chemistry_II/Chapter_21%3A_Carboxylic_Acid_Derivatives%3A_Nucleop
hilic_Acyl_Substitution_Reactions/21.09_Polyamides_and_Polyesters%3A_Step-
Growth_Polymers pada tanggal 21 September 2017.
Klust, Gerhard. 1983a. Bahan Jaring untuk Alat Penangkapan Ikan. Edisi ke-2. (Penterjemah
Team BPPI Semarang). Terjemahan dari Netting Materials for Fishing Gear.
Semarang: BPPI Semarang. 187 hal.
Polymer Database. 2015. Polyamides (Polylactams and Polyaramids). Diakses dari
http://polymerdatabase.com/polymer%20classes/Polyamide%20type.html pada
tanggal 20 September 2017.
Prasetyo, Andhika P. 2009. Kekuatan Putus (Breaking Strength) Benang dan Jaring PA
Multifilamen pada Penyimpanan di Ruang Terbuka dan Tertutup. Skripsi [tidak
dipublikasikan]. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK-IPB.
Prawitasari, I.. 2011. Kevlar Komposit. Diakses dari
https://www.scribd.com/document/72740544/Kevlar-komposit pada tanggal 21
September 2017.

12