Anda di halaman 1dari 4

REAKSI ADISI LANJUTAN

Reaksi adisi adalah penambahan senyawa tertentu pada senyawa tek jenuh.
Reaksi ini lebih mudah berlangsung dari pada reaksi-reaksi substitusi pada
senyawa tak jenuh terdapat ikatan yang tidak stabil, maka mudah mengikat atom
yang lain. Reaksi polimerisasi adalah proses pembentukan molekul polimer dari
unut molekul yang sederhana. Reaksi substitusi khas untuk golongan alkana. Ini
gugus fungsi menggantikan atau H pada reaksi rantai atau cincin (Keenan, 1987).

Suatu senyawa hidrokarbon dengan dua ikatan rangkap karbon disebut


diena dan jika mempunyai tiga ikatan rangkap disebut triena, sedangkan
hidrokarbon yang mempunyai banyak ikatan rangkap disebut poliena.

Hidrokarbon yang mempunyai lebih dari satu ikatan rangkap diberi nama
mirip dengan alkena. Angka dua atau lebih diperlukan untuk menunjukkan tempat
ikatan rangkap dan akhiran -ena dari alkena diubah menjadi –adiena, -atriena, -
atetraena, dan seterusnya, tergantung dari jumlah ikatan rangkap.

Ikatan rangkap pada atom karbon yang berdekatan dalam diena deisebut
ikatan rangkap terkonjugasi sedangkan yang tidak berdekatan disebut ikatan
rangkap terisolasi.

Sumber : Fessenden dan Fessenden, 2010

A. Reaksi Adisi 1,2 dan 1,4 pada Diena Terkonjugasi


Banyak reaksi (dari) diena konjugasi (conjugated dienes) yang identik
dengan reaksi dari senyawa dengan ikatan rangkap terisolasi. Regensia asam
dan halogen dapat mengadisi kepada satu atau kedua ikatan pi itu. Dalam
sistem diena-terkonjugasi reaksi adisi sederhana seperti ini disebut adisi- 1,2,
suatu istilah yang merujuk adisi kepada karbon pertama dan kedua (dari)
sistem diena-terkonjugasi berkarbon-empat, dan tidak harus nomor-nomor
tatanama.
Reaksi adisi 1,2 :

Sumber : Fessenden dan Fessenden, 1997

Sumber : Fessenden dan Fessenden, 1997

Bersama dengan adisi-1,2, diena konjugasi juga dapat mengalami


adisi-1,4. Dalam reaksi ini, suatu ekuivelen reagensia mengadisi kedua
karbon ujung (karbon 1 dan 4) dari sistem diena, ikatan rangkap yang
tinggal akan berada ditengah sistem diena yang orisinil.
Reaksi adisi 1,4 :

Sumber : Fessenden dan Fessenden, 1997


Sumber : Fessenden dan Fessenden, 1997

Mekanisme untuk adisi adisi 1,2 adalah sama dengan mekanisme


adisi kepada ikatan rangkap terisolasi. (Reaksi 1,3-butadiena berlansung
lewat karbo kation sekunder yang lebih stabil, dan tidak lewat
*CH2CH2CH CH2) yang kurang stabil.
Adisi 1,2 :

Sumber : Fessenden dan Fessenden, 1997

Mekanisme reaksi untuk adisi 1,4 merupakan perpanjangan


langsung dari adisi 1,2. Karbokation merupakan kation alilik dan
terstabilkan oleh resonansi. Karena kation alilik ini terstabilkan oleh
resonansi maka pada karbon 2 maupun karbon 4 terdapat muatan positif
parsial. Serangan pada karbon 4 akan menghasilkan produk adisi 1,4.

Adisi 1,4 :
Jika hanya satu ekuivalen reagensia ditambahkan pada 1,3-
butadiena, diperoleh suatu campuran dua produk: 3-bromo-1-butena dan
adisi-1,2, dsn 1-bromo-2-butena dari adisi 1,4.

Dalam reaksi antara 1,3-butadiena dan satu ekuivalen HBr, angka banding
adisi-1,2 terhadap adisi-1,4 berubah mengikuti perubahan temperatur
reaksi. Pada -80°C, produk adisi-1,2 lebih melimpah. Pada 40°C produksi
adisi-1,4 lebih melimpah.

Sumber : Fessenden dan Fessenden, 1997

B. Reaksi Diels-Alder
Reaksi Diels-Alder adalah reaksi sikloadisi dari diena terkonjugasi dan
dienofili untuk menghasilkan produk siklik yang tiga ikatan pi-nya dikonversi
menjadi dua ikatan sigma dan satu ikatan pi baru. Diena terkonjugasi menjalani
jenis adisi 1,4 lain bila ia bereaksi dengan alkena/alkuna. Contoh paling
sederhana adalah adisi etilen pada 1,3-butadiena menghasilkan sikloheksena.
Dalam reaksi Diels-Alder, Diena harus