Anda di halaman 1dari 8

ISO 14000 Tahun 2004

Kelompok 5 :

1. Triadi Aulia R (H24150013)

2. Ahmad Fauzan (H24150034)

3. Galuh Aimi (H24150045)

4. Melyana Puji L (H24159001)

DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu isu penting yang


berkembang sepanjang abad ini. Degradasi kualitas lingkungan yang terjadi di bum
misalnya pencemaran air, pencemaran udara, kerusakan keanekaragaman hayati,
atau pengurangan cadangan air tanah.

Organisasi dalam menjalankan usahanya seringkali melupakan aspek dan dampak


kegiata industrinya terhadap lingkungan, Semua jenis dampak lingkungan dari
kegiatan bisnis organisasi akan memberikan resiko yang mempengaruhi bisnis
yang dijalankan oleh perusahaan. Misalnya pencemaran air yang ditimbulkan oleh
aktivitas perusahaan, akan memberikan resiko pertanggungjawaban dalam bentuk
tuntutan pidana dan tuntutan perdata.

organisasi yang mempunyai komitmen terhadap upaya mengurangi atau mencegah


pencemaran lingkungan tentu akan berupaya untuk membangun suatu sistem
manajemen yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan aspek dampak
lingkungan dari hasil kegiatan organisasinya, salah satunya adalah ISO 14001.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi ISO 14001

Menurut Wikipedia ISO 14000 adalah kumpulan standar-standar


terkait pengelolaan lingkungan yang disusun untuk membantu organisasi untuk:
1. meminimalisir dampak negatif kegiatan-kegiatan (proses dll) mereka terhadap
lingkungan, seperti menimbulkan perubahan yang merugikan terhadap udara,
air atau tanah;
2. mematuhi peraturan perundangan-undangan dan persyaratan-persyaratan
berorientasi lingkungan yang berlaku;
3. memperbaiki hal-hal di atas secara berkelanjutan.

2.2 Manfaat Penerapan ISO 14001:2004

Banyak sekali manfaat dari penerapan sistem manajemen ISO 14001:2004 ini

diantaranya adalah :

 berkurangnya pencemaran lingkungan melalui penurunan penggunaan


bahan-bahan kimia berbahaya, pengurangan limbah berbahaya
 mengurangi gangguan sosial yang berasal dari keberadaan industri itu sendiri
misalnya, mengurangi kebisingan, polusi air, polusi udara, kemacetan, dan
social responsibilt
 Meminimasi potensi konflik antara pekerja dengan pengusaha dalam
penyediaan lingkungan kerja yang layak dan sehat dan meningkatkan
produktivitas pekerja melalui efisiensi waktu dan biaya
 Menjembatani pemenuhan peraturan lingkungan dengan lebih terencana dan
terstruktur
 Penggunaan sumber daya alam yang lebih bijaksana menuju terciptanya eko-
efisiensi
 Menjaga citra bisnis industri yang selama ini sering dikaitkan secara negatif
dengan pencemaran lingkungan
 Bagi konsumen adalah turut berpartisipasi dalam mendukung perlindungan
lingkungan dengan membeli produk yang ramah lingkungan.

2.3 PENERAPAN ISO 14001


Segala jenis organisasi;
 Industri jasa (kontraktor, hotel, properti, real estate, dll)
 Industri pabrikasi (manufakturing, assembly, dll)
 Institusi pendidikan
 Lembaga pemerintahan
 Lembaga sosial
 Dan lain-lain
2.4 HAL-HAL PENTING DARI ISO 14001
 Penerapan ISO 14001 bersifat SUKARELA
 ISO 14001 TIDAK sama dengan AMDAL
 ISO 14001 BUKAN kriteria standar kinerja lingkungan
 ISO 14001 TIDAK mencakup persyaratan SMK3
 ISO 14001 TIDAK mensyaratkan perusahaan untuk 100% memenuhi
peraturan
 ISO 14001 DAPAT dipadukan dengan sistem manajemen lainnya.
 Tujuan ISO 14001 adalah mendukung perlindungan lingkungan
dan PENCEGAHAN PENCEMARAN yang seimbang dengan kebutuhan
sosio-ekonomis.
2.5 ELEMEN ISO 9001: 2008

Dalam penerapannya perusahaan akan mengikuti persyaratan yang


tertuang dalam Standard International ISO 9001:2008 yang terdiri dari
5 Elemen Besar, yaitu :

ELEMEN :

4. SISTEM MANAJEMEN MUTU

4.1. Persyaratan Umum

4.2. Persyaratan Dokumentasi

5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

5.1. Komitmen Manajemen

5.2. Fokus terhadap Pelanggan

5.3. Kebijakan Mutu

5.4. Perencanaan

5.5. Tanggung Jawab, Wewenang dan Komunikasi

5.6. Tinjauan Manajemen

6. MANAJEMEN SUMBER DAYA

6.1. Penyediaan Sumber Daya

6.2. Sumber Daya Manusia

6.3. Prasarana

6.4. Lingkungan Kerja

7. REALISASI PRODUK

7.1. Perencanaan Realisasi Produk

7.2. Proses Berkaitan dengan Pelanggan


7.3. Design dan Pengembangan

7.4. Pembelian

7.5. Produksi dan Penyediaan Jasa

7.6. Pengendalian Alat Pemantauan dan Pengukuran

8. PENGUKURAN, ANALISA DAN PERBAIKAN

8.1. Umum

8.2. Pemantauan dan Pengukuran

8.3. Pengendalian Produk Tidak Sesuai

8.4. Analisa Data

8.5. Perbaikan
STUDI KASUS
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :