Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK PAUD


Disusun untuk memenuhi tugas Kesehatan Gigi dan Mulut
Dosen pengampu : LISTIANI, S.Kep

Disusun Oleh :

1. Desi Dwi Puspita (16.1222)


2. Eka Krisdayanti (16.1226)
3. Karunia Bagus S (16.1234)
4. Muhamat Ridwan (16.1236)
5. Noor Hidayatul L (16.1237)
6. Tria Arumsari (16.1243)
7. Yeni Ayu Oktavia (16.1244)

AKADEMI KEPERAWATAN PRAGOLOPATI PATI


TAHUN AJARAN 2017 – 2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK PAUD

Pokok bahasan : Kesehatan Gigi Dan Mulut


Sub pokok bahasan : Penyuluahan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak
PAUD
Sasaran : Anak – anak Paud
Hari/tanggal : Senin, 23 Oktober 2017
Waktu : 07.30
Waktu pelaksanaan : 40 menit
Tempat : Di PAUD Ibnu Khaldun 2
Penyaji : Mahasiswa Akademi Keperawatan Pragolopati Pati
a) Desi Dwi Puspita (16.1222)
b) Eka Krisdayanti (16.1226)
c) Karunia Bagus S (16.1234)
d) Muhamat Ridwan (16.1236)
e) Noor Hidayatul L (16.1237)
f) Tria Arumsari (16.1243)
g) Yeni Ayu Oktavia (16.1244)

A. Latar Belakang
Kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia masih merupakan hal yang
perlu mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan, baik dari dokter, maupun
dari perawat gigi. Data tahun 2007 sekitar 72% masyarakat indonesia mempunyai
pengalaman karies gigi berulang dan 46,5 diantaranya merupakan karies aktif yang
belum dirawat. Dalam hal kebiasaan menggosok gigi, sebanyak 91% pendudu, k
usia 10 tahun keatas telah melakukannya setiap hari, namun hanya 7% yang
menggosok gigi dua kali sehari di waktu yang benar yaitu sesudah makan pagi dan
sebelum tidur malam. Hasil reset juga menunjukkan hanya 7,3% penduduk yang
dinilai telah menggosok gigi dengan benar. Riskesdas 2007 juga memperlihatkan
data bahwa sebanyak 89% anak – anak dibawah usia 12 tahun mengalami karies
atau gigi berlubang. Denagn kata lain hanya 11% anak indonesia yang terbebas dari
karies. Secara rata – rata penduduk indnesia memiliki angka PTI (besarnya
keinginan keinginan anak untuk menambal giginya dalam usaha mempertahankan
gigi tetap ) sangat rendah yaitu hanya sebesar 1,6 %.
(RISKESDAS, 2007)
Upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sebaiknya dilakukan sejak
usia dini. Usia sekolah dasar dan usia pra sekolah merupakan saat yang ideal untuk
melatih kemampuan motorik seorang anak, termasuk diantaranya menggosok gigi.
Kemampuan menggosok gigi secara baik dan benar merupakan faktor cukup
penting untuk pemeliharaan gigi dan mulut. Salah satu upaya dalam peningkatan
kesehatan gigi dan mulut adalah dengan metode pendidikan kesehatan. Ketrampilan
menggosok gigi harus diajarkan dan diterapkan pada anak disegala umur terutama
anak sekolah, karena pada usia itu mudah menerima dan menemukan nilai – nilai
dasar. Anak sekolah memerlukan pembelajaran untuk meningkatkan ketrampilan
menggosok gigi. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya yang penting
untuk menunjang kesehatan, terutama pada anak yang memiliki tingkat kebersihan
gigi mulut rendah dan ketrampilan dalam menggosok gigi kurang, diharapkan agar
dapat mengubah perilaku dari yang merugikan kesehatan dan norma yang sesuai
dengan kesehatan. Keunggulan dari metode simulasi adalah cara terbaik untuk
memberikan pengalaman, pengambilan keputusan, nilai, dan dapat digunakan
kepada individu, kelompok dan masyarakat.
(Zainal Abidin, 2009)
B. Tujuan instruksional
1. Tujuan umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai Kesehatan Gigi dan Mulut
pada murid PAUD, diharapkan anak anak usia dini mampu mengetahui tentang
cara menggosok gigi yang baik dan benar.
2. Tujuan khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 40 menit tentang kesehatan gigi
dan mulut, diharapkan para anak usia dini di PAUD Ibnu Khaldun 2 mampu :
a. Menjelaskan pengertian kesehatan gigi dan mulut.
b. Menyebutkan jumlah gigi pada anak-anak (Gigi susu).
c. Menyebutkan fungsi gigi dan manfaat menggosok gigi.
d. Menyebutkan tanda dan gejala gigi berlubang
e. Mengetahui penyebab terjadinya kerusakan gigi.
f. Mengetahui cara perawatan gigi dan mulut yang tepat.
g. Menjelaskan langkah -langkah menggosok gigi dengan benar.
C. Metode penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi

D. Media
1. Leaflet
2. Lembar balik
E. Materi (Terlampir)
1. Pengertian kesehatan gigi dan mulut.
2. Fungsi gigi dan manfaat menggosok gigi.
3. Jumlah gigi pada anak-anak (Gigi susu)
4. Tanda dan gejala gigi berlubang
5. Penyebab terjadinya kerusakan gigi.
6. Cara perawatan gigi dan mulut yang tepat. ga
7. Langkah -langkah menggosok gigi dengan benar.
F. Setting Tempat

Keterangan :
: Leader (Muhamat Ridwan)

Tugas leader :
a. Menyusun rencana pembuatan Satuan Acara Penyuluhan
b. Memimpin jalannya pembelajaran dalam kelompok belajar
c. Merencanakan dan mengontrol jalannya pembelajaran
d. Membuka aktivitas kelompok
e. Leader memperkenalkan diri dan mempersiapkan anggota diskusi lainnya untuk
memperkenalkan diri
f. Membacakan tujuan pembelajaran

:Co leader (Yeni Ayu Oktavia)

Tugas co leader :
a. Membantu leader mengorganisasi anggota
b. Apabila pembelajaran pasif maka diambil oleh co leader
c. Menggerakkan anggota kelompok

: Fasilitator
1. Eka krisdayanti
2. Desi Dwi Puspita
3. Karunia Bagus setiawan
4. Noor Hidayatul L
5. Tria arumsari
Tugas :
a. Ikut serta dalam kegiatan kelompok untuk aktif dalam jalannya penyuluhan
b. Memfasilitasi anggota dalam diskusi kelompok mulai persiapan, proses dan
penutup

: Audience (Murid PAUD Ibnu Khaldun)

: Orang Tua murid


G. Kegiatan penyuluhan
KEGIATAN
NO TAHAP Waktu Mahasiswa Peserta MEDIA
1 Pembukaan 5 menit 1. Memberikan salam 1. Peserta menjawab salam Lisan
2. Memperkenalkan diri 2. Peserta saling berkenalan
anggota kelompok dengan perawat
3. Menjelaskan topik 3. Peserta Mendengarkan
penyuluhan 4. Menyetujui kontrak waktu
4. Membuat kontrak 5. Peserta memperhatikan
waktu
5. Menjelaskan tujuan
kegiatan
2 pelaksanaan 25 menit 1. Menjelaskan pengertian 1. Peserta memahami dan
kesehatan gigi dan mengerti apa yang
mulut disampaikan mahasiswa
2. Menyebutkan jumlah 2. Peserta memahami dan
gigi pada anak-anak mengerti apa yang
(Gigi susu) disampaikan mahasiswa
3. Menjelaskan fungsi gigi 3. Peserta memahami dan
dan manfaat mengerti apa yang
menggosok gigi disampaikan mahasiswa
4. Menjelaskan tanda dan 4. Peserta memahami dan
gejala gigi berlubang mengerti apa yang
5. Menjelaskan penyebab disampaikan mahasiswa
terjadinya kerusakan 5. Peserta memahami dan
gigi mengerti apa yang
disampaikan mahasiswa
6. Menjelaskan cara 6. Peserta memahami dan
perawatan gigi dan mengerti apa yang
mulut yang tepat disampaikan mahasiswa
7. Menjelaskan 7. Peserta memahami dan
pencegahan kerusakan mengerti apa yang
gigi disampaikan mahasiswa
8. Menjelaskan langkah - 8. Peserta memahami dan
langkah menggosok mengerti apa yang
gigi dengan benar disampaikan mahasiswa

3 penutup 10 menit 1. Memberikan evaluasi 1. Peserta memperhatikan Lisan


2. Memberikan 2. Peserta lebih mengerti
kesempatan pada dan memahami
audiens untuk 3. Peserta memperhatikan
bertanya dan memahami
3. Menyimpulkan hasil 4. Peserta menjawab
penyuluhan salam
4. Memberi salam
penutup

H. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a) Persiapan media
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat
digunakan dalam penyuluhan, yaitu :
1) Lembar balik
2) Leaflet
b) Persiapan materi
Materi disiapkan dalam bentuk lembar balik dan leaflet dengan ringkas,
menarik, lengkap mudah dimengerti oleh peserta penyuluhan
c) Persiapan peserta
Penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut diberikan kepada seluruh
siswa PAUD Ibnu Khaldun
2. Evaluasi proses
a) Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta
penyuluhan memahami materi penyuluhan yang diberikan
b) Peserta penyuluhan memperhatikan materi yang diberikan
c) Selama proses penyuluhann terjadi interaksi antara penyuluh dengan
sasaran
d) Kehadiran peserta diharapkan 80% dan tidak ada peserta yang
meninggalkan tempat penyuluhan selama kegiatan berlangsung
3. Evaluasi hasil
a) Avaluasi struktur
Pengorganisasian dari moderator, penyaji, fasilitator dan observer dapat
menjalankan tugas sesuai kewajiban masing – masing.
b) Evaluasi proses
Peserta mampu mengikuti jalannya penyuluhan dengan baik dan penuh
antusias.
c) Evaluasi hasil
Audience dapat mengerti dengan materi yang telah disampaikan dan
dapat menjawab pertanyaan penyaji dengan benar tanpa melihat leaflet.
LAMPIRAN MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian kesehatan gigi dan mulut


Pendidikan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya
untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Pendidikan kesehatan
gigi dan mulut merupakan suatu proses pendidikan yang timbul atas dasar
kebutuhan kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk menghasilkan
kesehatan gigi dan mulut yang baik dan meningkatkan taraf hidup. Kesehatan
merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik sehat
secara jasmani dan rohani. Tidak terkecuali anak-anak, setiap orang tua
menginginkan anaknya bisa tumbuh dan berkembang secara optimal, hal ini
dapat dicapai jika tubuh merekasehat.

Kesehatan gigi dan mulut adalah suatu keadaan dimana gigi dan mulut
beradadalam kondisi bebas dari adanya bau mulut, kekuatan gusi dan gigi yang
baik, tidak adanya plak dan karang gigi, gigi dalam keadaan putih dan bersih,
serta memiliki kekuatanyang baik.Untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut
yang optimal, maka harus dilakukan perawatan secara berkala. Perawatan dapat
dimulai dari memperhatikan diet makanan, jangan terlalu banyak makanan yang
mengandung gula dan makanan yang lengket.Pembersihan plak dan sisa
makanan yang tersisa dengan menyikat gigi, teknik dan caranya jangan sampai
merusak struktur gigi dan gusi. Pembersihan karang gigi dan penambalangigi
yang berlubang oleh dokter gigi, serta pencabutan gigi yang sudah tidak
bisadipertahankan lagi. Kunjungan berkala ke dokter gigi hendaknya dilakukan
teratur setiapenam bulan sekali baik ada keluhan ataupun tidak ada keluhan..
Dengan perawatan yang tepat pada gigi, maka akan dapat menghindari berbagai
masalah gigi dan gusi seperti gigi berlubang dan karang gigi serta masalah bau
mulut.
(Sriyono, 2009)
B. Jumlah gigi pada anak-anak (Gigi susu)
Gigi susu adalah gigi yang pertama kali tumbuh pada masa bayi, sering juga
disebut gigi sulung,gigi sementara,atau gigi desidui.Penamaan gigi susu diberikan
karena gigi berwarna putih seperti susu. Gigi ini berjumlah 20 buah dengan jenis
gigi seri,taring dan geraham,sedangkan gigi tetap ada dua jenis gigi geraham,yakni
geraham kecil dan geraham besar.
Gigi susu lengkap terdiri dari :
8 gigi seri (insisivus )atas-bawah.
4 gigi taring (canine) atas-bawah.
4 gigi geraham kecil kanan atas-bawah.
4 gigi geraham kecil kiri atas-bawah.
C. Fungsi Gigi dan manfaat menggosok gigi
Secara histologis, jaringan gigi dan mulut berasal dari mesoderm dan ektoderm,
yang memiliki 3 fungsi utama yaitu :
1. Pengunyahan (mastikasi) yang meliputi, memotong, merobek, dan melumat.
2. Keindahan (estetika)
3. Berbicara (phonetic).
(Saputra, 2010)
Manfaat menggosok gigi :
1. Supaya gigi tetap bersih.
2. Untuk menambah percaya diri karena memiliki gigi putih, bersih, dan senyum
yangsehat.
3. Agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut
4. Dapat berfungsi dengan baik.
(Matrson L, 2011)
D. Tanda dan gejala gigi berlubang
1. Tanda Gigi Berlubang
Tanda-tanda gigi mulai berlubang adalah dimulai dengan munculnya plak
putihseperti kapur pada permukaan gigi. Selanjutnya, warnanya akan berubah
menjadicokelat, kemudian mulai membentuk lubang. Spot kecokelatan yang
burammenunjukkan proses demineralisasi yang sedang aktif. Oleh sebab itu,
diperlukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi dini timbulnya lubang.
2. Gejala Gigi Berlubang. Apabila kerusakan telah mencapai dentin (dentin
merupakan bentuk pokok dari gigi yang melindungi daerah akar gigi), biasanya
mengeluh sakit atau timbul ngilu setelah makan atau minum manis, asam, panas
atau dingin.Gejala gigi berlubang umumnya, adalah sakit gigi, gigi menjadi
sensitif setelah makan atau minum manis, asam, panas, atau dingin. Terlihat
atau terasaadanya lubang pada gigi, nanah di sekitar gigi, nyeri ketika
menggigit dan bau mulut(Halitosis).
(Saputra, 2010)
E. Penyebab terjadinya kerusakan gigi
Ada empat hal utama yang menyebabkan kerusakan gigi, yaitu :
1. Ada penyakit dan gangguan tertentu pada gigi yang dapat mempertinggi faktor
risikoterkena karies. Amelogenesis imperfekta, dapat timbul pada 1 dari 718
hingga 14.000orang. Disamping itu, ada penyakit dimana enamel tidak
terbentuk sempurna.Dentinogenesis imperfekta adalah ketidaksempurnaan
pembentukan dentin. Padakebanyakan kasus, gangguan ini bukanlah penyebab
utama dari karies.
2. Anatomi gigi juga berpengaruh pada pembentukan karies. Celah atau alur dalam
gigi dapat menjadi lokasi perkembangan karies. Karies juga sering terjadi pada
tempatyang sering terselip sisa makanan.
3. Mulut merupakan tempat berkembangnya banyak bakteri, namun hanya
sedikit bakteri penyebab karies, yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli.
Khusus untuk karies akar, bakteri yang sering ditemukan adalah Lactobacillus
acidophilus,Actinomyces viscosus, Nocardia spp, dan Streptococcus mutans.
4. Tingkat frekuensi gigi terkena dengan lingkungan yang kariogenik
dapatmemengaruhi perkembangan karies. Setelah seseorang mengonsumsi
makananmengandung gula, maka bakteri pada mulut dapat memetabolisme gula
menjadi asamdan menurunkan pH. PH dapat menjadi normal karena dinetralkan
oleh air liur dan proses sebelumnya telah melarutkan mineral gigi.Selain empat
faktor di atas, terdapat faktor lain yang dapat meningkatkan karies, yaitu :
a) Air liur dapat menjadi penyeimbang lingkungan asam pada mulut.
Terdapat keadaandimana air liur mengalami gangguan produksi, seperti
pada diabetes mellitus.
b) Obat-obatan seperti antihistamin dan antidepresan dapat memengaruhi
produksi air liur. Terapi radiasi pada kepala dan leher dapat merusak sel
pada kelenjar liur.
c) Penggunaan tembakau juga dapat mempertinggi risiko karies. Tembakau
adalahfaktor yang signifikan pada penyakit periodontis, seperti dapat
menyusutkan gusi.Dengan gusi yang menyusut, maka permukaan gigi akan
terbuka. Sementum padaakar gigi akan lebih mudah mengalami
demineralisasi.
d) Karies botol susu adalah pola lubang yang ditemukan di anak-anak pada
gigi susu.Gigi yang sering terkena adalah gigi depan di rahang atas, namun
kesemua giginyadapat terkena juga. Sering muncul pada anak-anak yang
tidur dengan cairan yangmanis (misalnya susu) dengan botolnya. Sering
pula disebabkan oleh seringnya pemberian makan pada anak-anak dengan
cairan manis.
e) Ada juga karies yang merajalela atau karies yang menjalar ke semua gigi.
Tipe kariesini sering ditemukan pada pasien dengan xerostomia,
kebersihan mulut yang buruk, pengonsumsi gula yang tinggi, dan
pengguna metamfetamin karena obat ini membuatmulut kering. Bila karies
yang parah ini merupakan hasil karena radiasi kepala danleher, ini mungkin
sebuah karies yang dipengaruhi radiasi.
(Sriyono, 2009)
F. Cara Perawatan Gigi Dan Mulut Yang Tepat
1. Lakukan dengan cara yang tepat, pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang
lembut dan rapat. Kemudian, terapkan cara menyikat gigi yang benar, yaitu
menyikat dari arah gusi ke ujung gigi dengan gerakan berulang dan tidak terlalu
keras.
2. Disiplin, segala sesuatu yang dilakukan secara rutin akan memberikan perubahan
yang berarti. Rajin menyikat gigi dengan cara yang benar dan di waktu yang tepat
yaitu minimal dua kali sehari yaitu sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur
malam.
3. Batasi mengkonsumsi makanan manis, makanan yang manis dan lengket mudah
melekat pada gigi yang bilamana tidak langsung dibersihkan akan membentuk
plak dan akhirnya menyebabkan kerusakan gigi. Upaya yang dapat dilakukan
adalah dengan menyikat gigi segera setelah mengonsumsi makan tersebut.
4. Pasta gigi pilihan dengan perpaduan bahan alami dan ilmiah, pemilihan pasta gigi
yang tepat juga membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pasta gigi yang
mengandung perpaduan bahan alami (jeruk nipis, garam dan daun sirih) untuk
merawat kesehatan gigi dan mulut secara alami, dan bahan ilmiah (kalsium dan
fluoride) sebagai perlindungan maksimum agar gigi tidak mudah berlubang.
5. Periksa gigi secara rutin, jagalah kebersihan gigi dan mulut dengan
memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi setidaknya setiap enam
bulan sekali dengan catatan rutin.
(Maulani,chaerita.2005)
G. Pencegahan kerusakan gigi
1. Rajin menggosok gigi secara teratur
Menyikat gigi sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan
sebelum tidur. Saat tidur saliva yang dihasilkan hanya sedikit, sehingga sikat gigi
sebelum tidur membantu gigi memperbaiki dirinya dari asam. Aturan menyikat
gigi pada anak :Tidak perlu menambahkan pasta gigi untuk anak usia dibawah
dua tahun saat menyikat gigi, air saja sudah cukup untuk menyikat gigi pada anak
usia ini. Untuk anak usia 2-6 tahun, sebaiknya memberi pasta gigi sebesar biji
kacang saja, jangan terlalu banyak karena juga akan merusak gigi.
2. Memperhatikan makanan yang dimakan anak
Makanan sangat mempengaruhi kesehatan gigi anak. Makanan dan minuman
yang mengandung gula memicu bakteri untuk menghasilkan asam dari gula
tersebut. Asam ini kemudian mengikis mineral pada permukaan gigi. Walaupun
saliva dapat melawan asam, tetapi jika terlalu banyak asam yang dihasilkan oleh
bakteri, saliva tidak mampu untuk menanggulanginya.
3. Memeriksakan gigi ke dokter secara rutin
Memeriksakan gigi alangkah lebih baik dilakukan 6 bulan sekali, hal ini
dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak, sehingga jika terjadi kerusakn
pada gigi anak dapat diketahui sedini mungkin.
(Maulani, 2009)
H. Langkah langkah menggosok gigi dengan benar
Kunci utama kebersihan gigi adalah menyikat gigi dengan benar secara teratur.
Berikut adalah cara menyikat gigi yang benar:
1. Tempatkan sikat pada sudut 45° terhadap gusi.
2. Lakukan gerakan menyikat ringan dari kanan ke kiri dan sebaliknya.
3. Lakukan hal yang sama di bagian dalam dan bagian luar gigi.
4. Sikat bagian permukaan gigi geraham yang Anda gunakan untuk
mengunyah.
5. Sikat bagian dalam gigi depan secara vertikal dan ringan dengan gerakan
atas ke bawah.
6. Sikat setidaknya dua kali sehari dan jika mungkin setelah makan.
7. Menyikat gigi setidaknya selama tiga menit.
8. Jangan menyikat gigi segera setelah makan makanan atau minuman yang
asam. Efek gabungan dari asam dan menyikat dapat menggerus email gigi.
(Maulani,2009)
DAFTAR PUSTAKA

Depkes,RI.Riset Kesehatan Dasar,Jakarta:Badan Penelitian dan Pengembangan

Kesehatan:2007

Drg. Maulani, Chaerita.2009. Kiat Merawat Gigi Anak Panduan Orang Tua dalam
Merawat dan Menjaga Kesehatan Gigi bagi anak - anaknya. Jakarta.
PT Alex Komputindo

E-jurnal.com.2009.12. jenis-jenis-gigi.html.http.www.jurnalkedokterangigi.com.

Articl/jurnal-resmi-tentang-jenis-bentuk-gigi-dan-fungsinya.html
(diakses pada 16 oktober 2017)

Saputra, Dc.2010.Perawat Gigi Bukan Profesi Pembantu,Dental&Dental,

Yogyakarta:t.p

Sriyono, NW.2009. Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut Guna Meningkatkan

kualitas Hidup:Jakarta