Anda di halaman 1dari 27

TUGAS MATAKULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA & SASTRA

PERBANDINGAN PENILAIAN PEMBELAJARAN DI INDONESIA, FINLANDIA, DAN


JEPANG

NAMA : FARIZAN
NIM. : 2014940007

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER


PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
UNIVERSITAS DR. SOETOMO
SURABAYA
2015
Makalah Perbandingan Pendidikan di Indonesia, Finlandia, dan Jepang

1. Sistem Pendidikan /
Kurikulum a) Jenjang
Aspek
Pendidikan Indones Jepa Finland
ia ng ia
Jenjang
Pendidikan
Wajib Belajar Wajib belajar sembilan Wajib belajar sembilan Wajib belajar sembilan
tahun tahun tahun
pendidikan dasar dan menengah pendidikan dasar dan menengah pendidikan dasar dan menengah
dimulai ketika anak berusia berlaku untuk penduduk berusia 6 dimulai ketika anak berusia 7 tahun
7 tahun hingga 16 tahun. tahun hingga 15 tahun hingga 16 tahun
Pra-pendidikan Pra-pendidikan dasar Pendidikan anak usia dini Selama sebelum usia
atau memang anak
dinamakan dengan pendidikan tidak termasuk dalam menginjak usia wajib belajar,
usia dini diselenggarakan pendidikan yang diwajibkan, anak dapat berpartisipasi dalam
bagi anak sejak lahir sampai namun pemerintah menyediakan pendidikan anak usia dini.
dengan enam tahun dan bukan sekolah TK atau yg disebut Pihak yang berwenang dapat
merupakan prasyarat untuk dengan Youchien. Selain itu juga memberikan pra-pendidikan dasar
mengikuti pendidikan dasar. ada Hoikuen (day care). Perbedaan di sekolah, hari-pusat perawatan,
antara Youchien dan Hoikuen dan perawatan keluarga sehari di
hanya terletak pada jam rumah atau tempat lain yang sesuai.
belajarnya. Youchien hanya dari Partisipasi dalam pendidikan anak
pukul 8;50- usia dini adalah sukarela tetapi di
sejak pukul 07:00-19:00. untuk memberikan pendidikan
Hoikuen anak
diperuntukkan untuk anak- usia dini.
anak yang orang tuanya bekerja
dan tidak ada yang bisa
menjaganya. Oleh karena itu, salah
satu syarat mendaftarkan ke
sekolah ini adalah surat
keterangan bahwa kedua orang
Pendidikan Dasar 1. Sekolah Dasar (SD) {6 th} : 7- Compulsory Education Comprehensive schools
12 tahun 1. Sekolah Dasar (SD) {6 th} : 7- 1. Sekolah Dasar (SD) {6 th} : 7-
2. Sekolah Menengah 12 tahun 12 tahun
Pertama
2. Sekolah Menengah Pertama 2. Sekolah Menengah Pertama
(SMP) {3 th} : 13 – 15 tahun (SMP) {3 th} : 13 – 15 tahun
(SMP) {3 th} : 13 – 15 tahun

Pendidikan 1. Sekolah Menengah Atas 1. Sekolah Menengah Akademis 1. Upper Secondary School
Menengah (SMA) {3 th}: 16 -18 tahun. Elit. (Sekolah Menengah Atas){3
Sekolah ini diperuntukkan th}:
Sekolah ini diperuntukkan bagi
bagi siswa yang ingin siswa yang ingin melanjutkan 16 – 18 tahun. Sekolah ini
melanjutkan ke jenjang ke jenjang universitas papan atas diperuntukkan bagi siswa yang
universitas. nasional. ingin melanjutkan ke jenjang
2. Sekolah Menengah Kejuruan 2. Sekolah Tinggi Akademik universitas.

(SMK) {3 th}: 16 -18 Non- 2. Vocational Schools and


dengan bidang elit, Apprenticeship Training
keahlian
Sekolah ini diperuntukkan bagi Sekolah Menengah Kejuruan
diantaranya Teknik, Bisnis dan
siswa masuk universitas atau (SMK) {3 th}: 16 -18 tahun
Manajemen, Pariwisata, Tata
perguruan tinggi kurang Sekolah ini diperuntukkan
Boga, Tata Busana, Agribisnis,
bergengsi. bagi siswa yang ingin
Seni Rupa, Perkapalan,
3. SMK yang menawarkan kursus melanjutkan ke dunia kerja.
Teknologi Informasi dan
dalam perdagangan, mata
Komunikasi, dll). Sekolah ini
pelajaran teknis, pertanian,
diperuntukkan bagi siswa yang
homescience, keperawatan dan
ingin melanjutkan ke dunia
perikanan. Sekitar 60% dari
kerja.
lulusan mereka memasuki
pekerjaan penuh-waktu.
4. Korespondensi Sekolah Tinggi
menawarkan berbagai bentuk
pendidikan fleksibel untuk 1,6%
dari siswa SMA biasanya bagi
mereka yang tidak mampu
menyeleasikan jenjang sekolah
tinggi karena berbagai alasan.
5. Program Evening
SMA
digunakan untuk
pengajaran bagi siswa
miskin
tetapi memiliki ambisius yang
tinggi untuk memperbaiki
kekurangan pendidikan mereka
Pendidikan Tinggi Pendidikan tinggi terdiri dari Pendidikan tinggi terdiri dari Pendidikan tinggi terdiri
dari:
1. Pendidikan akademik 1. Universitas (大学 daigaku)
1. Universitas (yliopisto,
yang memiliki fokus 2. Akademi Teknologi (短期大学
universitet) Fokus universitas
dalam penguasaan ilmu tanki daigaku)
pada penelitian dan memberikan
pengetahuan. Jenjang:
3. Sekolah Tinggi Teknik
pendidikan yang lebih teoretis.
a. Sarjana (S1) selama 4
(Koto- senmon-gakko)
Misalnya, dokter adalah lulusan
tahun.
4. Sekolah Kejuruan
universitas.
b. Program Profesi, (Senmon-
Magister Jenjang:
gakko)
(S2) selama 2 tahun. a. Bachelor's Degree (S1)
Jenjang :
c. Program Spesialis (SP) dan a. Sarjana (S1) selama 4 selama 3 tahun .
tahun. b. Master's Degree (S2) selama
Program Doktoral (S3)
Khusus untuk kedokteran
selama 3 tahun. 2 tahun.
6 tahun.
2. Pendidikan vokasi c. Doctorate Degree (S3)
b. Program Master (S2) selama
yang menitikberatkan
2 tahun.
pada persiapan lulusan 2. Politeknik (ammattikorkeakoulu,
c. Program Doktor (S3) selama 3
untuk mengaplikasikan yrkeshögskola, atau disingkat
tahun.
keahliannya. Jenjang : dengan AMK/Yh).
Diploma I, II, II dan IV keterampilan praktis dan
jarang
melakukan penelitian, tetapi
apa yang mereka lakukan terlibat
langsung dalam proyek-proyek
pembangunan industri. Misalnya
perawat adalah lulusan sekolah
teknik. (Namun, lanjutan
gelar ilmu keperawatan ada di
universitas).
Jenjang:
a. Polytechnic Bachelor's
Degree (S1) selama 3-4
tahun .
b. Polytechnic Master's
Degree

Pada umumnya jenjang pendidikan di Indonesia, Jepang, dan Finlandia memiliki kesamaan. K etiga negara tersebut juga
sama-sama menerapkan wajib belajar sembilan tahun. Namun untuk jenjang sarjana di Finlandia hanya memerlukan waktu studi tiga
tahun. Perbedaan yang sangat mencolok antara pendidikan di Indonesia dan di negara lain terletak pada kesan prestige jika dapat
memasuki universitas, sehingga siswa berlomba-lomba masuk ke universitas bergengsi walaupun dengan kemampuan rendah. Di
Finlandia siswa-siswa yang memiliki kemampuan rendah diarahkan untuk memasuki sekolah-sekolah vokasi untuk mempersiapkan diri
masuk ke dunia kerja, sehingga kemampuan-kemampuan siswa benar-benar dimaksimalkan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
b) Anggaran Pendidikan
Anggaran 20 % dari totsl seluruh 31.6% dari total seluruh 20 % dari total seluruh
anggaran anggaran anggaran
Pendidikan
negara yaitu sebesar Rp. negara yaitu sebesar Rp 611 triliun. negara yaitu sebesar Rp107 triliun
332 triliun
Pembiayaan Adanya dana Biaya Adanya pembebasan Biaya pendidikan di
Operasional biaya Finlandia
pendidikan
Sekolah (BOS) untuk pembiayaan pendidikan untuk wajib belajar seluruhnya gratis, mulai
seluruh kegiatan dalam rangka 9 tahun dari jenjang SD sampai pendidikan dasar hingga universitas.
penerimaan siswa baru, SMP. Siswa SD dan SMP di Pemerintah bahkan menyediakan bus
sumbangan pembiayaan Jepang tidak membayar uang SPP, jemputan untuk murid sekolah
pendidikan (SPP), pembelian dan hanya membayar biaya non dasar. Jika tidak ada bus jemputan,
buku teks pelajaran, biaya SPP, seperti pembelian buku pemerintah memberikan subsidi
ulangan harian dan ujian, serta penunjang (buku wajib gratis), biaya uang transportasi untuk siswa. Di
biaya perawatan operasional ekskul, tour sekolah, dll. luar itu, pemerintah menyediakan
sekolah sehingga adanya buku-buku dan perpustakaan
pembebasan biaya pendidikan lengkap. Kasarnya, murid di
dari jenjang SD sampai SMP. Finlandia tinggal datang ke sekolah
untuk belajar tanpa memikirkan
biaya untuk makan siang,

Anggaran biaya pendidikan di In donesia memiliki kesamaan dengan Finlandia yaitu sekitar 20 % dari total anggaran belanja negara,
sedangkan untuk Jepang, pemerintah memberikan anggaran biaya pendidikan yang cukup tinggi, yaitu sekitar 31,6 % dari total
anggaran belanja negara.
Dalam aspek pembiayaan pendidikan, Jepang dan Indonesia memiliki kesamaan, yaitu penggratisan biaya pada jenjang pendidikan
dasar. Sedangkan untuk jenjang selanjutnya siswa harus mengeluarkan biaya pribadi. Namun biaya pendidikan di Jepang tergolong
rendah dibanding dengan Amerika dan Inggris. Sedangkan di Finlandia pemerintah menggratiskan biaya pendidikan mulai dari
pendidikan dasar hingga universitas dan segala keperluan yang berhubungan dengan pendidikan, misalnya makan siang, ongkos
transportasi, dan buku.

c) Tenaga Pendidik
Kualifikasi Jenjang Pendidikan Dasar Jenjang Pendidikan Dasar (SD Jenjang Pendidikan Dasar (SD
dan dan dan
Guru
Menengah (SD,SMP, dan SMA) SMP) minimal lulusan Sarjana (S1) SMP) minimal lulusan Master's
minimal lulusan Sarjana (S1) Degree (S2). Guru juga harus
dilanjutkan dengan program memiliki kompetensi yang
PPG atau sertifikasi sebagai tanda sangat baik pada penguasaan
kelayakan sebagai guru. bahasa Finlandia atau Swedia.
Proses Proses perekrutan guru di Untuk menjadi guru di Jepang Seorang guru calon harus
indonesia para memiliki
Perekrutan
menggunakan ujian nasional calon guru harus menjalani kuliah di nilai yang sangat baik dan harus
CPNS atau jika diperlukan mendesak universitas keguruan untuk mendapat memerangi perlawanan sengit untuk
di daerah-daerah yang membutuhkan lisensi guru. Kalau tidak masuk menjadi seorang guru. Hanya
guru, diadakan ujian CPNS ke dalam universitas keguruan, sekitar
setingkat daerah. mereka harus menjalani semacam 10% dari pelamar untuk program
kursus yang diselenggarakan oleh tertentu berhasil.
badan pemerintah Jepang, yang bisa
mengeluarkan lisensi untuk
guru.
Setelah itu, untuk menjadi guru
di daerah tertentu, mereka harus
mengikuti tes yang
dilaksanakan setiap daerah. Di Jepang
standarisasi setiap daerah berbeda,
karena itu setiap daerah
mengeluarkan ujian sendiri untuk
calon guru yang berminat di
daerahnya. Misalnya, untuk mengajar
di kota Tokyo, mereka harus mengikuti
ujian khusus untuk menjadi guru di
kota tersebut.
Setelah mendaftar, maka calon
guru harus mengikuti dua kali ujian.
Yang pertama tes tertulis. Kalau
lulus, mereka harus mengikuti ujian
wawancara. Bila keduanya lulus,
maka calon guru tersebut akan
dipilihkan sekolah tempat mereka
akan mengajar nantinya, oleh
pejabat pendidikan di kota tersebut.
Gaji Gaji guru di Indonesia 156.500 yen sampai 512.100 yen Rata-rata guru bergaji USD28.780
berkisar yaitu
atau Rp321 juta per tahun
antara Rp 2 juta hingga Rp 5 sekitar Rp18 juta hingga Rp 60 juta
atau sekitar Rp 27 juta per bulan.
juta rupiah per bulan. per bulan untuk guru SD dan SMP,
sedangkan gaji guru SMA sedikit lebih
tinggi. Grade menggambarkan periode
kerja. Seorang guru muda akan
memperoleh 156,500 yen per bulan,
dengan kurs hari ini setara dengan
Rp.

Untuk tenaga pendidik yaitu guru, Finlandia memiliki kualifikasi guru paling tinggi. Di Finlandia, guru merupakan profesi yang sangat
diminati dan peluang untuk menjadi guru sangat kecil karena proses perekrutan yang sangat ketat. Sama halnya denggan di Finlandia, di
Jepang, guru juga merupakan profesi yang sangat dihormati. Walaupun kualifikasi guru dijepang lebih rendah daripada di Finlandia,
proses perekrutan guru di Jepang juga sangat ketat. Untuk di Indonesia sendiri, sedang digalakkan program-program untuk peningkatan
kualitas guru. Program terbaru dari pemerintah ialah, adanya program PPG untuk mendapatkan sertifikat mengajar bagi guru.
Kesejahteraan guru di Jepang dan Finlandia juga jauh diatas Indonesia jikka dilihat dari jumlah gaji yang diterima.

d) Kurikulum Matematika
Kurikulum Kurikulum pendidikan Tujuan kurikuler dalam Tugas kurikulum dalam
matematika pendidikan matematika
Matematika
saat ini adalah: matematika yaitu untuk adalah untuk
1. Dikembangkan berdasarkan memberikan para siswa dengan menawarkan kesempatan untuk
kompetensi beragam pengalaman yang pemikiran matematika, dan
tertentu. akan untuk
2. Berpusat pada anak sebagai meningkatkan kemampuan mereka belajar konsep-konsep matematika.
pengembang pengetahuan. untuk berpikir secara logis dan
3. Terdapat penekanan kreatif. Kerangka kurikulum Jepang
pada
untuk bidang matematika tidak
pengembangkan kemampuan
ditargetkan untuk menguasai
pemecahan masalah, kemampuan
luasnya cakupan, tetapi justru
berpikir logis, kritis, dan kreatif
menargetkan kedalaman proses
serta kemampuan
pembelajarannya
Materi Pelajaran 1. Cakupan
mengkomunikasikan materi sekolah 1. Materi SD
matematika. Materi Utama pada jenjang SD
dasar
a. Bilangan dan · Bilangan dan Perhitungan
meliputi: bilangan, geometri dan
operasinya b. Kuantitas : simbol bilangan, operasi
pengukuran, pengolahan data,
(jumlah) dan pengukuran bilangan, bilangan desimal,
pemecahan masalah, serta penalaran
c. Bentuk geometris perkalian, pembagian, pecahan,
dan komunikasi.
d. Relasi jumlah fungsi, kombinatorika, sejarah
2. Cakupan materi untuk SMP
2. Materi SMP matematika.
meliputi: bilangan, aljabar,
a. Bilangan dan ekspresi · Aljabar : perbandingan,
geometri dan pengukuran, peluang
(symbol) rasio, barisan bilangan sederhana,
dan statistika, pemecahan masalah,
matematika b. perbandingan, rasio, barisan
serta penalaran dan komunikasi
Bentuk geometri bilangan, persamaan dan
3. Cakupan materi untuk
c. Fungsi pertidaksamaan,
SMU
eksponensial,
pengukuran, trigonometri, Tahun pertama tingkat SMP persamaan
peluang (lower linear.
dan statistika, kalkulus, logika secondary school), · Fungsi : persamaan garis,
matematika, pemecahan kurikulum menargetkan empat sasaran konsep fungsi.
masalah serta penalaran dan dasar: · Geometri : konsep dasar
komunikasi a. memperdalam pemahaman geometri, menggambar
siswa
bangun datar dan bangun ruang,
mengenai integral
refleksi dan pencerminan
b. memahami arti sederhana. dilasi, refleksi,
persamaan
lingkaran, sudut, kongrensi, dilasi
(equations)
hubungan sudut, Phytagoras,
c. memahami fungsi poligon.
hubungan
· Pengukuran : prinsip
(relationships)
pengukuran, luas, panjang, jarak,
d. memperdalam pemahaman siswa
berat, prinsip pengukuran, luas,
tentang ciri-ciri ruang
panjang, jarak, berat.
(properties of space figures)
· Peluang dan Statistika :
mencari,
mengumpulkan, dan menyajikan
data, membaca tabel dan
diagram, mencari, mengumpulkan,
dan menyajikan data, membaca
tabel dan diagram, mencari rata-
frekuensi,
mencari,
mengumpulkan, dan menyajikan
data, membaca tabel dan
diagram, mencari rata-rata,
sistem koordinat.
Pada dasarnya kurikulum matematika di Indonesia, Jepang, dan Finlandia sama. Namun di Indonesia saat ini masih menekankan pada
kuantitas
pembelajaran bukan kualitas. Materi pembelajaran matematika di Indonesia jauh lebih banyak daripada di jepang dan Finlandia.

2. Proses Pembelajaran
Metode Menggunakan metode Pembelajaran di Jepang 1. Konsep Pembelajaran
saintifik menggunakan yang
Pembelajaran
(Menggamati, menanya, metode belajar tutor sebaya (peer Berorientasi Siswa Aktif
mencoba, mengasosiasi, learning) atau yang disebut Organisasi sekolah dan
mengomunikasikan) Lesson Study (LS). pendidikan didasarkan pada
konsep pembelajaran yang
berfokus pada aktivitas siswa
dan interaksi dengan guru, siswa
dan lingkungan belajar.
2. Penggunaan teknologi
digital
dalam
pembelajaran
menempatkan penekanan
khusus
pada kerja kelompok, kreativitas,
dan kemampuan memecahkan
masalah.
Peran Guru Sebagai fasilitator Sebagai fasilitator Sebagai
fasilitator.
Ada 3 prinsip mengajar guru-
Dalam satu kelas terdapat
guru di Jepang, yaitu
tiga guru, satu guru sebagai
1. Tanoshii jugyou (kelas
guru utama dengan kualifikasi
harus menyenangkan)
S2 dan dua guru pembatu
2. Wakaru ko (anak
dengan kualifikasi S1.
harus mengerti)
3. dekiru ko (anak harus bisa)
Mata Pelajaran 1. Untuk jenjang SD : Sekolah di Jepang Mata pelajaran di finlandia
sedikit terdiri
Wajib · Matematika
mempunyai kebebasan meramu dari 6 mata pelajaran inti yang
· Bahasa Indonesia
sendiri kurikulum matapelajaran semuanya terbungkus
· Pendidikan Agama sekolah. Mata pelajaran yg dengan kata orientation.
· Pendidikan Jasmani distandarkan secara nasional Dikatakan orientation karena
dan
seperti bahasa Jepang, bhs Inggris, kurikulum di Finlandia memiliki
Kesehatan Math, Sejarah, Sports, Penjas, konsep gagasan bahwa 6 mata
· Pendidikan Pancasila Keterampilan dan Kesenian, pelajaran ini bukan mengharuskan
dan
Science, Integrated Course, siswa belajar isi dari seluruh
Home pelajaran
· IPA dan IPS menjadi tematik room. Integrated Course ini namun mengajak anak
adalah didik
di pelajaran-pelajaran
lainnya. jam khusus untuk mempelajari untuk mulai memperoleh
banyak hal dan merupakan kemampuan menjelajah dan
2. Untuk jenjang SMP
: paduan beberapa subject. Home memahami fenomena-fenomena

· Pendidikan Agama, room adalah kegiatan aktivitas alam yang ada disekitar mereka.
kelas, misalnya persiapan event maka jika anda melihat ada tiga
· Pancasila & Kewarganegaraan,
tertentu, rekreasi kelas, pentas seni kata yang dipakai disini yaitu
· Bahasa Indonesia,
dll. examine, understand, &
· Matematika,
experience.
· IPA,
· IPS,

· Bahasa Inggris,
· Seni Budaya (muatan lokal),

· Pendidikan Jasmani
dan
Kesehatan,
· Prakarya.
3. Untuk jenjang
SMA
Mata Pelajaran Wajib (Klmpk A)
1. Pendidikan Agama
5. Bahasa
Indonesia
6. Bahasa
Inggris
Mata Pelajaran Wajib (Klmpk
B)
1. Seni
Budaya
2. Prakarya
3. Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan
Mata Pelajaran Pilihan
(Kelompok C) atau Peminatan
Akademik
A. Peminatan Matematika
dan
Sains
1.
Biologi
2. Fisika
3. Kimia
4.
Matematika
C. Peminatan Bahasa
1. Bahasa dan Sastra Indonesia
2. Bahasa dan Sastra Inggris
3. Bahasa dan Sastra Arab
4. Bahasa dan Sastra Mandarin
Jam Belajar 1. Untuk jenjang SD Rata – rata 30 jam per minggu Rata – rata 30 jam per minggu
36 jam pelajaran per minggu
(35 menit/ jam pelajaran)
2. Untuk jenjang SMP
38 jam pelajaran per minggu
(40 menit/ jam pelajaran)
3. Untuk jenjang SMA
44 jam pelajaran per minggu
(45 menit/jam pelajaran)
Pembelajaran 1. Menggunakan metode Menggunakan metode open- Lebih banyak menggunakan
saintifik ended, metode
matematika
(Menggamati, menanya, problem solving, dan problem solving.
mencoba, mengasosiasi, kontekstual. Tujuan pembelajaran matematika di
mengomunikasikan) untuk Kelas dimulai dengan pengantar jenjang pendidikan dasar
jenjang SMP dan SMA. singkat, kemudian guru (jenjang SD dan SMP) adalah
2. Menggunakan berbagai metode menyajikan satu soal yang cukup sulit berlatih berkonsentrasi,
seperti pembelajaran dan tidak mengajarkan siswa cara mendengarkan dan berkomunikasi;
diskusi, dan tanya jawab. mengerjakan sendiri soal tersebut, pengalaman sebagai dasar
baik untuk
3. Menggunakan alat peraga.
mandiri maupun berkelompok, sambil merumuskan konsep-konsep
4. Melibatkan peserta didik
diawasi oleh guru yang berkeliling matematika dan struktur,
secara aktif.
untuk melihat berkembangan dan mengembangkan berpikir matematis,
5. Untuk jenjang SD
memberikan saran-saran. Setelah memperkenalkan pembelajaran
menggunakan metode tematik
sepuluh atau 15 menit, salah seorang model matematika berpikir,
integratif.
siswa diminta untuk memperkuat perhitungan dasar dan
mempresentasikan apa yang konsep jumlah dan memberikan
diperolehnya di depan kelas, dengan pengalaman sebagai dasar untuk
masukan dari guru jika siswa asimilasi konsep dan struktur
tersebut mengalami hambatan. matematika, memperdalam
Matematika jepang memberikan pemahaman konsep-konsep
kebebasan pola pikir dalam matematika dan memberikan
menyelesaikan masalah kepada anak. kemampuan dasar yang memadai
Kesalahan yang terjadi pada anak meliputi pemodelan masalah
dibiarkan dan dijadikan proses matematika sehari-hari,
alamiah dalam menemukan pola pembelajaran model matematika dari
pikir itu. Guru memberikan berpikir dan berlatih dengan
sebuah permasalahan untuk mengingat, fokus dan ekspresi yang
dipecahkan anak sesuai dengan pola tepat.
pikirnya.
Untuk proses pembelajaran, pada intinya sama yaitu berfokus pada peserta didik. Namun pada kenyataannya di Indonesia masih
banyak pembelajaran yang berfokus pada guru. Jumlah mata pelajaran yang dipelajari di Indonesia lebih banyak daripada di Jepang dan
Finlandia. Lagi- lagi Indonesia masih menekankan kuantitas daripada kualitas.

3. Evaluasi
Pendidikan
UAN Adanya Ujian Akhir Nasional Tidak ada ujian nasional Tidak ada ujian nasional
yang untuk untuk
digunakan untuk menentukan menentukan kelulusan. Penilaian menentukan kelulusan.
kelulusan siswa SD, SMP, dan SMA. kelulusan siswa SMP dan SMA
Tetapi bukan menjadi acuan satu- tidak berdasarkan hasil final test,
satunya untuk menentukan tapi akumulasi dari nilai ulangan
kelulusan. Kelulusan juga harian, ekstra kurikuler, mid test
ditentukan oleh nilai ujian akhir dan final test.
sekolah dan nilai rapor.
Ujian masuk Seleksi Nasional Masuk Untuk masuk universitas, Ujian Nasional Matrikulasi,
Perguruan siswa untuk
universitas
Tinggi : lulusan SMA diharuskan menentukan kualifikasi masuk
Untuk perguruan tinggi negeri mengikuti ujian masuk universitas perguruan tinggi, ujian ini bersifst

1. SBMPTN yang berskala nasional. Ujian masuk sukarela. Kompetensi yang diukur:
universitas dilaksanakan dalam dua Bidang bahasa ibu mereka,
a. Jalur
tahap. Pertama secara nasional tetapi dapat memilih tiga mata
Undangan b. Jalur
dimana soal ujian disusun oleh pelajaran lain dari kelompok berikut :
Tertulis
Ministry of Education yang terdiri bahasa kedua nasional, bahasa
2. Seleksi Mandiri dari
Untuk perguruan tinggi pelajaran, sama seperti ujian matematika, atau studi umum
swasta masuk yang
menggunakan Seleksi Mandiri SMA. Tahap kedua, siswa meliputi ilmu dan humaniora. Untuk
dari universitas yang bersangkutan. harus mengikuti ujian masuk yang bahasa dan matematika, ada dua
dilakukan masing- masing universitas, tingkat ujian yaitu dasar
yaitu ujian masuk universitas. dan lanjutan.
Skor kelulusan adalah akumulasi
ujian masuk nasional dan ujian di
setiap perguruan tinggi.
Rangking Adanya sistem peringkat Adanya sistem peringkat yang ada Tidak mengenal istilah
didalam di kompetisi
kelas maupun di sekolah, sehingga dalam kelas. atau peringkat. Tidak ada
menciptakan adanya sekolah terbaik, sekolah terbaik, siswa terbaik, dsb.
siswa terbaik, dsb
Sistem kenaikan Ujian kenaikan kelas yang Tidak ada ujian kenaikan kelas Tidak ada ujian kenaikan
dilakukan pada kelas.
kelas
setiap tahun pada setiap jenjang pendidikan dasar tidak, tetapi Menggunakan sistem automatic
jenjang pendidikan. siswa yang telah menyelesaikan promotion siswa secara
proses belajar di kelas satu secara otomatis naik kelas.
otomatis akan naik ke kelas dua,
demikian seterusnya. Ujian akhir juga
tidak ada sehingga siswa yang telah
menyelesaikan studinya di tingkat SD
dapat langsung mendaftar ke
Akan tetapi sekolah tetap
mengadakan
ulangan atau test kecil untuk
tetap memacu kualitas dan kuantitas
Sistem Sistem penilaian 3. Jenjang Pendidikan Dasar Sistem penilaian dilakukan
menggunakan untuk
Penilaian System penilaian ulangan adalah
penilaian dengan acuan KKM. KKM mengukur progress /kemajuan
dengan menggunakan huruf A, B,
merupakan batas kriteria ketuntasan siswa dalam belajar. Sistem
dan C untuk semua mata
minimal yang harus dicapai penilaian ini digunakan untuk
pelajaran kecuali matematika.
siswa untuk dapat dikategorikan mengukur tingkat pencapaian
Untuk kelas 4 hingga kelas 6,
lulus. Apabila terdapat siswa yang belajar sesuai dengan tahap
dilakukan test IQ untuk melihat
belum memenuhi KKM, dilakukan perkembangannya. Jadi proses
kemampuan dasar siswa. Hasil tes
pembelajaran remidial. penilaian di Finlandia
ini digunakan sebagai bahan acuan
mengacu pada diri siswa
dalam memberikan perhatian lebih
sendiri. Setiap pelajar diberi
kepada siswa-siswanya terutama
otonomi khusus untuk
bagi siswa yang kemmpuannya
menentukan jadwal ujiannya
dibawah normal.
untuk mata pelajaran yang
4. Pada tingkat SMP dan SMA,
menurutnya sudah dia kuasai
sama ada dua kali ulangan yaitu
mid test dan final test. Akan tetapi
tidak bersifat wajib atau pun
nasional. Namun di beberapa
provinsi tetap
melaksanakan ujian. Final
test
dilaksanakan serentak selama
tiga hari, dengan materi ujian
yang dibuat oleh sekolah
berdasarkan standar dari
Educational Board di setiap
provinsi. Penilaian kelulusan
siswa SMP dan SMA tidak
berdasarkan hasil final test, tapi
akumulasi dari nilai ulangan harian,
ekstra kurikuler, mid test dan

Pada sistem evaluasi terdapat perbedaan yang mencolok antara Indonesia dengan Jepang dan Finlandia. Sistem evaluasi di Indonesia
cenderung membuat siswa tertekan dengan segala kriteria yang ada. Sedangkan di Finlandia menekankan pada progress belajar siswa itu
sendiri, sehingga siswa tidak merasa tertekan. Adanya sistem peringkat juga membuat siswa dengan peringkat bawah merasa minder
dan secara psikologi perasaan – perasaan tersebut dapat menghambat proses belajar siswa.

Saran untuk Kemajuan Pendidikan di


Indonesia
Pada umumnya sistem pendidikan di Indonesia sudah bagus apabila dilaksanakan sesuai dengan aturan ideal yang berlaku.
Misalnya pada kurikulum 2013 yang menekankan adanya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun kenyataannya proses
pembelajaran yang
berlangsung belum sesuai dengan idealnya. Hal ini disebabkan karena adanya faktor-faktor penghambat seperti kurangnya kesiapan guru,
faslitas pendidikan yang kurang memadai, dan karakter-karakter masyarakat Indonesia yang kurang mendukung. Kekurangan lainnya
yaitu pada sistem evaluasi yang masih menekankan pada kuantitas bukan kualitas.
Hal penting yang bisa dijadikan masukan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia yaitu penekanan pada kualitas pendidikan
bukan kuantitas. Misalnya dengan pengurangan materi pelajaran pada setiap jenjang pendidikan, pengurangan jam pelajaran yang
disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik, dan sistem evaluasi pendidikan yang tidak menekankan penilaian pada
suatu kuantitas tertentu (nilai tertentu). Selain itu pemerintah perlu meningkatkan profesionalitas guru dengan program-program yang
berkualitas. Misalnya dengan program perekrutan guru dengan kualifikasi yang di perketat dan pembatasan program jurusan guru di
universitas sehingga guru-guru yang dihasilkan lebih profesional dan berkualitas.
Daftar Pustaka

Adeluna Chibi. (2014). Pendidikan di Jepang. http://japanlunatic.do.am/index/pendidikan_di_jepang/0- 296. Diakses pada 7 Juni 2014
pukul
10.26

Anonim.(2014). Education in Finland. http://en. wik iped ia.or g/ wik i/ Ed uca t io n_ i n_F inla nd . Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 13.31

Anonim. Finnish National Curriculum for Mathematics. http://www.cimt.plymouth.ac.uk/politeia/mathematics/finland.pdf. Diakses pada


7 Juni
2014 pukul 12.43

Anonim. (2014). Pendidikan di Jepang. http://id. wik iped ia.or g/ wik i/Pe nd id ika n_d i_Jepa ng. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 10.33

Anonim. (2013). Pendidikan di Finlandia Gratis Mulai Dari TK Sampai S3 . http://pediakita.com/pendidikan- di- finlandia- gratis- mulai-
dari- tk- sampai- s3.ht ml. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 10.36

Anonim. (2012). Peningkatan Kualitas Guru, Belajar dari Sistem Jepang . http://hifizahn.wordpress.com/2013/05/25/peningkatan- kualitas-
guru- belajar- dari- sist e m- jepa ng/. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 13.28

Anonim. (2013).Karakteristik Sistem Pendidikan Terbaik Finlandia. http://www.sekolahdasar.net/2013/03/karakteristik- sistem-


pendidikan- terbaik.html . Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 13.55

Elin dkk. (2013). Jam Belajar Jepang vs Jam Belajar Indonesia. http://japanmaniak.blogspot.com/2013/02/jam- belajar- jepang-
vs- jam- belajar.html. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 11.01

Finland Ministry of Education and Culture. (2014). Finance and the state budget.
http://www. mi ned u. fi/OPM/ Li nja ukse t_ja_ ra ho it us/ ta lo usar viot/ ? la ng=e n. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul
10.44

Hendi Suhendi. (2013). Kualifikasi Guru di Finlandia. http://he nd is uhe nd i2012.wordp ress.co m/2013 /02/09/do wnlo ad - sta ndar- is i- pa i-
k ur ik ul um
2013/. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 13.05

Karis Mauyy. (2012). Kurikulum Baru 2013, Daftar Mata Pelajaran Wajib dan Mata Pelajaran Pilihan!.
http://rideralam.com/2012/12/14/kurikulum- baru- 2013- daftar- mata- pelajaran- wajib- dan- mata- pelajaran- pilihan/. Diakses pada 7
Juni
2014 pukul 11.51

Lesale. Sekolah Gratis Bukan Mimpi. http://www. li ga ga me.co m/ for um/i nde x.p hp?top ic=60471 .0; wap2. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 10.57

Munir Ramli. (2008). Alokasi Anggaran Pendidikan Jepang. http:// mur nira ml i. wordp ress.co m/2008 /10/20/a lokas i- a nggara n- pe nd id ika n-
jepa ng/.
Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 11.23

Murni Ramli. (2007). Gaji Guru di Jepang. http://mur nira ml i. wordpre ss.co m/2007/02 /15/ ga j i- gur u- d i- jepang/ . Diakses pada 7 Juni 2014
pukul
12.56

Murni Ramli. (2007). Kurikulum SMA di Jepang. http:// mur nira ml i. wordp ress.co m/2007 /04/13 /k ur ik ul um- s ma- d i- jepa ng/. Diakses pada 7
Juni
2014 pukul 11.32

Nani Roslinda. (2013). Membandingkan Sistem Pendidikan Finlandia dengan Sistem Pendidikan Indonesia.
http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/16/membandingkan- sistem- pendidikan- finlandia- dengan- sistem- pendidikan- indonesia-
534276.html. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 11.44

Priendah. (2008). Beda Pengajaran Matematika Jepang dan Amerika. http://priendah.wordpress.com/2008/04/30/beda- pengajaran-
matematika- jepang- dan- amer ika/. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 12.51

Pusdatin. (2013). APBNP 2013: Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp 345,335 Triliun. http://www.setkab.go.id/berita- 9235- apbnp-
2013- anggaran- pend id ika n- na ik- jad i- rp- 345335- tr ili un. htm l. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 10.51

Ruzi Rahmawati. (2012). Perkembangan Kurikulum Matematika di Indonesia.


http://r uzir a hma wat i.b lo gspo t.co m/2012/04 /perke mba nga n- kur ik ul um- mate mat ika- d i. htm l. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 11. 59

Tanti Js. (2012). Kurikulum Matematika di Jepang. http://catatanta nt i.b lo gspo t.co m/2012/12 /k ur ik ul um- mate mat ika- d i- jepa ng. htm l .
Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 13.40

Wildan Maulana. (2012). Penilaian Siswa di Finlandia - Pendidikan Dasar. http://www.slideshare.net/wildan.m/penilaian- siswa- di-
finlandia- pendidikan- dasar. Diakses pada 7 Juni 2014 pukul 11.19