Anda di halaman 1dari 4

Gaduh Gelisah

1. Definisi
Definisi dari gaduh gelisah adalah suatu keadaan yang menimbulkan tanda
dan gejala
Psikomotor meningkat, yaitu:
1. Banyak bicara
2. Mondar-mandir
3. Lari-lari
4. Loncat-loncat
5. Destruktif
6. Bingung
Afek/emosi exci tement, yaitu:
1. Marah-marah
2. Mengancam
3. Agresif
4. Ketakutan
5. Eufhoria
2. Penyebab Keadaan Gaduh Gelisah
1. Gangguan mental organik (delirium)
2. Psikosis fungsional
a. Gangguan psikotik akut
b. Skizofrenia
c. Keadaan mania
3. Amok
4. Gangguan panic
5. Kebingungan post konvulsi
6. Reaksi disosiatif
7. Ledakan amarah (temper tantrum)
3. Strategi Umum Pemeriksaan Pasien
1. Ketahui sebanyak mungkin mengenai pasien sebelum menjumpai
2. Waspada mengenai ancaman kekerasan
3. Perhatikan posisi diri jika berada di ruang tertutup
4. Pastikan ada orang lain pada saat pemeriksaan
5. Usahakan untuk mengadakan relasi sebaik mungkin dengan pasien
6. Cegah pasien menciderai diri
7. Cegah pasien menciderai orang lain
8. Pendekatan pasien dengan sikap tidak mengancam
9. Beri keyakinan pada pasien
10. Tawarkan pengobatan
11. Informasikan pasien bahwa pengikatan atau pengurangan mungkin
diperlukan
12. Serahkan prosedur pengikatan kepada mereka yang menguasai
13. Pastikan tim selalu siap menahan pasien
4. Pemeriksaan
1. Diagnosis Awal
a. Pemeriksaan fisik
b. Wawancara psikiatrik
c. Pemeriksaan status mental
2. Mengidentifikasi faktor pencetus
3. Mengidentifikasi kebutuhan segera
a. Untuk segera mendapat penanganan psikiatrik
b. Untuk segera rujuk ke tempat yang paling berkompeten
4. Pemeriksaan laboraturium
5. Penatalaksanaan pengikatan Fisik
1. Berbicara secara meyakinkan kepada pasien untuk menghentikan
perilakunya
2. Ulangi penjelasan jika tidak menghentikan perilakunya akan dilakukan
pengikatan
3. Tawarkan untuk menggunakan medikasi dari pada dilakukan
pengikatan → jangan tawar-menawar dengan pasien
4. Jangan membiarkan pasien berfikir tentang keraguan kita untuk
melakukan pengikatan
5. Lakukan pengikatan
a. Tiap anggota gerak satu ikatan
b. Ikatan pada posisi sedemikian agar tidak mengganggu aliran cairan
IV jika diperlukan
c. Posisi kepala lebih tinggi untuk menghindari aspirasi
d. Lakukan pemeriksaan vital sign tiap setengah jam
e. Tempatkan pasien pada tempat yang mudah dilihat oleh staf
6. Lanjutkan dengan medikasi
7. Setelah pasien dapat dikendalikan dengan medikasi, mulai melepaskan
dengan satu ikatan
8. Dua ikatan terakhir harus dilakukan bersama-sama (tidak menganjurkan
mengikat pasien dengan hanya satu ikatan pada anggota gerak
9. Buat catatan mengapa pasien harus diikat
6. Farmakoterapi
1. Golongan benzodiazepine
a. Diazepam
b. Lorazepam
c. Clonazepam
2. Golongan antipsikotik
a. Chlorpromazine
b. Haloperidol
c. Olanzapine
d. Fluphenazine
1) Untuk pasien non psikotik
a) Golongan benzodiazepine
2) Untuk pasien psikotik
a) Golongan benzodiazepine
b) Golongan antipsikotik
e. Diazepam ampul 10mg/2cc
1) Pemberian injeksi IM atau IV
2) Pemberian IV hati-hati dengan depresi system pernafasn, berikan
secara perlahan 1 ampul dalam 10 menit
3) Dapat diualng tiap setengah jam
f. Chlorpromazine ampul 25mg/cc
1) Pemberian 25-100 mg injeksi IM
2) Hati-hati hipotensi ortostatik
3) Dapat diulang tiap setengah jam
g. Haloperidol ampul 25 mg/cc
1) Pemberian injeksi IM atau IV
2) D of Ch untuk kecurigaan etiologi organic
3) Dapat diulang tiap setengah jam
h. Olanzepine vial 10 mg
1) Pemberian 5-10 injeksi IM
2) Dapat diulangi 2 jam kemudian
3) Maksimal dosis 20 mg/hari
4) Maksimal untuk 3 hari dilanjutkan dengan per oral
7. Perhatian
a. Medikasi hanya bertujuan untuk mngontrol target symptom
b. Pasien eksaserbasi akut sebaiknya diketahui obat yang sedang/terakhir
dikonsumsi, kemudian berikan obat yang sama dengan meningkatnya
dosis
c. Pemberian golongan benzodiazepine dengan antipsikotik akan
menurunkan kebutuhan dosis antipsikotik dan mengurangi efek EPS
d. Pemberian obat per oral harus segera dimulai pada hari itu juga.