Anda di halaman 1dari 9

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Kerangka Konseptual
Kerangka konsep adalah suatu uraian dan visualisasi tentang hubungan
atau kaitan antara konsep-konsep atau variabel-variabel yang akan diamati
atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan. Konsep tak bisa
diamati, tak bisa diukur secara langsung. Konsep hanya dapat diukur dan
diamati melalui konstruk atau lebih dikenal dengan nama variabel. Jadi
variabel adalah simbol atau lambang yang menunjukkan nilai atau
bilangan dari konsep (Notoatmodjo,2005). Kerangka konsep penelitian
pada dasarnya adalah kerangka kerangka hubungan antara konsep-konsep
yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan
dilakukan (Notoatmodjo, 2012).
Kerangka konsep pada penelitian ini mengenai rasionalitas
penggunaan obat asma bronkial dengan menggunakan indikator tepat
pasien, tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis. Dimana indikator yang
digunakan untuk mengetahui penggunaan obat tersebut rasional atau
tidak. Obat dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai
dengan kebutuhannya, untuk periode waktu yang adekuat dan dengan
harga yang paling murah untuk pasien dan masyarakat. (Kemenkes, 2012)
Gambar 3.1. Kerangka Konsep

Variabel Independent Variabel Dependent

1. Karakteristik Pasien
- Usia
- Jenis Kelamin
2. Rasionalitas
Pasien Dewasa Asma
Penggunaan Obat Asma
Bronkial di Instalasi
Bronkial
Rawat Inap periode 2017
- Tepat Indikasi
- Tepat Obat
- Tepat Dosis
- Tepat Pasien
B. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi
tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugyono, 2010).
Variabel dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Variabel Independent
Variabel independent adalah variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)
(Sugyono 2006:3).
Variabel independent pada penelitian ini adalah :
a. Demografi
1) Usia
2) Jenis Kelamin
b. Rasionalitas
1) Tepat Dosis
2) Tepat Pasien
3) Tepat Indikasi
4) Tepat Obat
2. Variabel Dependent
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi akibat dari adanya
variabel bebas, dikatakan sebagai variabel terikat karena variabel terikat
dipengaruhi oleh variabel independen (variabel bebas). Variabel
dependent pada penelitian ini adalah pasien asma bronkial dewasa di
Instalasi Rawat Inap tahun 2017.
C. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah uraian tentang batasan variabel yang diteliti,
atau tentang apa yang diukur oleh variabel yang bersangkutan. Definisi
operasional variable penelitian merupakan penjelasan dari masing-masing
variabel yang digunakan dalam penelitian terhadap indikator-indikator
yang membentuknya (Notoatmodjo,2012).
Tabel 3.1. Definisi Operasional Variabel
Definisi Parameter Skala
No Variabel Alat ukur
Operasional dan kategori ukur
Variabel Independent
1. Usia Usia merupakan Lembar - Remaja dan Ratio
umur seseorang observasi Dewasa 15-
yang dilihat dari 50 tahun
data rekam medik - Lansia ≥ 50
pasien asma tahun
bronkial.
2. Jenis Identitas untuk Lembar - Perempuan Nominal
Kelamin membedakan observasi - laki-laki
antara pasien laki-
laki dan
perempuan.
3. Tepat Indikasi obat yang Lembar - Tepat Nominal
Indikasi diberikan semua observasi - Tidak tepat
kondisi pasien.
4. Tepat Obat Obat yang Lembar - Tepat Nominal
diberikan sesuai observasi - Tidak tepat
kondisi pasien
5. Tepat Dosis Dosis yang Lembar - Tepat Nominal
diberikan sesuai observasi - Tidak tepat
dengan pustaka
maupun literatur
6. Tepat Pasien Pasien yang Lembar - Tepat Nominal
menerima obat observasi - Tidak tepat
sesuai dengan
melihat
kontraindikasi obat
tersebut.
Variabel Dependent
7. Pasien Pasien yang Lembar - Remaja dan Nominal
Asma terdiagnosis asma observasi Dewasa 15-
Bronkial bronkial (penyakit 50 tahun
inflamasi saluran - Lansia ≥ 50
jalan napas) tahun

D. Lokasi dan Waktu Penelitian


1. Lokasi Penelitian
Penelitian mengenai Rasionalitas Penggunaan Obat Asma Bronkial
dilakukakan di dalam ruangan rekam medis di RSUK Tangerang
Selatan.
2. Waktu Penelitian
Penelitian tentang Rasionalitas Penggunaan Obat Asma Bronkial
dilakukan didalam ruangan rekam medis di RSUK Tangerang Selatan
pada bulan Januari 2018.
E. Rancangan Penelitian
1. Desain Penelitian
Desain penelitian ini bersifat deskriptif dan pengumpulan data
secara retrospektif. Penelitian deskriptif adaah salah satu metode
penelitian yang dilakukan dengan tujuan membuat gambaran atau
deskripsi suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo, 2005).
Metode pengumpulan data secara retrospektif yaitu dengan melihat
sumber data tertulis yaitu data rekam medik pasien penyakit Asma
Bronkial di RSUK Tangerang Selatan tahun 2017 pada tanggal 1
Januari – 31 Desember 2017.
Desain yang digunakan adalah Cross Sectional. Cross sectional
yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara
faktor-faktor resiko dengan efek, cara pendekatan, observasi atau
pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach).
Data variabel yang di peroleh dikumpulkan untuk mendapatkan
gambaran penggunaan obat Asma bronkial pada pasien dewasa di
instalasi rawat inap RSUK Tangerang Selatan.
2. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti
(Notoatmodjo, 2010). Populasi dari penelitian ini adalah resep dan
data rekam medik pasien Asma Bronkial Dewasa yang melakukan
terapi Obat Anti Asma di Instalasi Rawat Inap di RSUK Tangerang
Selatan tahun 2017. Populasi yang diperoleh berjumlah 155
pasien.
b. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan
diteliti (Arikunto, 2006). Teknik pengambilan sampel pada
penelitian ini menggunakan teknik non-probability, yaitu teknik
pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan
sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi
sampel (Sugiyono, 2013).
Sampel pada penelitian ini adalah data rekam medik pasien
dengan diagnosis asma bronkial di instalasi rawat inap RSUK
Tangerang Selatan yang memenuhi kriteris inklusi. Teknik
pengambilan sempel dalam penelitian ini dilakukan dalam
purposive sampling. Setiap subjek yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi diambil sebagai sempel hingga memenuhi jumlah
sampel yang dibutuhkan.
Untuk menentukan jumlah sampel yang mewakili populasi
dalam penelitian digunakan rumus perhitungan slovin (Ridwan,
2005) sebagai berikut:
N
n=
1 + N(𝑒 2 )
155
𝑛=
1 + 155 (0,1)2

155
𝑛=
2,55

𝑛 = 60,78
Keterangan:
N = Jumlah populasi
n = Jumlah Sampel
e = Batas Kesalahan
Jadi, dari hasil perhitungan di atas di dapatkan sampel
sebanyak 60 pasien.
3. Kriteria Penelitian
a. Kriteria Inkluksi
Kriteria Inklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian
mewakili sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel.
Kriteria inklusi untuk sampel dalam penelitian sebagai berikut :
1) Pasien yang dalam rekam medisnya terdiagnosis asma bronkial
2) Menjalani rawat inap di rumah sakit setelah lebih dari 25 jam
3) Pasien yang mengkonsumsi obat asma bronkial
4) Pasien dengan rekam medik yang lengkap dan terbaca jelas
b. Kriteria Eksklusi
Kriteria Eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek
yang memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena sebab sebab
tertentu (Nursalam, 2003 : 97).
1) Pasien rawat inap yang tidak mendapatkan terapi obat asma
2) Pasien rawat inap asma yang menggunakan obat dengan data
rekam medik tidak lengkap
3) Pasien yang meninggal dalam masa pengobatan.
4. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini mengevaluasi penggunaan obat anti asma bronkial
pada pasien asma menggunakan data retrospektif. Retrospektif
merupakan penelitian yang berusaha melihat ke belakang (backward
looking). Artinya pengumpulan data dari rekam medik dengan
diagnosis Asma Bronkial di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum
Kota Tangerang Selatan.
5. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat ukur atau alat pengumpul data
(Notoatmodjo, 2010). Instrumen dalam penelitian di RSUK
Tangerang Selatan berupa lembar data rekam medik pasien yaitu nama
pasien, tanggal pengobatan, nomor rekam medik, jenis kelamin, berat
badan, diagnosa medis, jenis dan regimen obat Anti Asma Bronkial
serta data laboratorium pasien.
6. Pengolahan Data dan Analisis Data
a. Pengolahan Data
Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian data diolah
dengan menggunakan komputer melalui beberapa tahap yaitu
(Notoatmodjo,2012)
1) Editing
Proses ini meliputi pemeriksaan kelengkapan data yang akan
diolah. Mengkoreksi kesalahan data dan eksklusi data-data yang
dibutuhkan sehingga pengolahan data lebih mudah dan dapat
dilakukan penelitian dengan baik.
2) Coding
Dengan melakukan pengkodean untuk mempermudah peneliti
dalam memasukan data yang diperoleh dari rekam medik.
3) Data Entry (memasukan data)
Setelah dilakukan coding lalu memasukan data kedalam
program Microsoft Excel untuk pengolahan data.
4) Clening Data
Melakukan pemeriksaan kembali data yang sudah dimasukan
kedalam sistem komputer untuk menghindari ketidak lengkapan
atau kesalahan data.
b. Analisis Data
Analisa data kualitatif penggunaan obat pada pasien dewasa
dianalisis secara univariate dengan pengambilan data dari lembar
observasi pasien untuk memperoleh informasi, antara lain : usia,
jenis kelamin, diagnosa serta di evaluasi ketepatan pemilihan obat
asma berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat
pasien.
Digunakan rumus presentase yang digunakan sebagai berikut :
𝑓
P= X 100%
𝑛
Keterangan :
P = Presentase
f = Jumlah resep yang rasional
n = Jumlah resep (sampel)
100% = Bilangan tetap
(Supardi, dalam sugiyono, 2005 : 12)
7. Jadwal Penelitian
Tabel 3.2. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

No Kegiatan Waktu Pelaksanaan

1 Penyusunan proposal Oktober 2017 – Desember 2017

2 Perizinan di RSUK Tangerang Seatan 10 Desember – 20 Desember 2017

3 Pengambilan dan analisis data 10 Januari 2018 – 5 Februari 2018

4 Pengolahan data 5 Februari – 25 Maret 2018

5 Revisi buku Karya Tulis Ilmiah 25 Maret – 5 April 2018

6 Sidang Karya Tulis Ilmiah 10 Mei 2018


8. Alur Penelitan

Pasien asma bronkial rawat inap yang


menggunakan Obat Anti Asma Bronkial

Rekam Medik Resep

Analisis data

- Kriteria berdasarkan karakteristik :


% Jenis Kelamin
% Usia % rasionalitas
- Kriteria berdasarkan rasionalitas penggunaan obat
penggunaan obat: asma bronkial
% Tepat Pasien
% Tepat Indikasi
% Tepat Obat
% Tepat Dosis

Gambar 3.2. Alur Penelitian