Anda di halaman 1dari 17

Kebutuhan Nutrisi Harian Anak 1-3 Tahun

Image by : Dokumentasi Ayahbunda

Makanan masa kini super canggih! Diperkaya prebiotik, AHA/DHA, vitamin hingga
mineral. Semua ini menjadi tantangan baru bagi orang tua untuk lebih jeli terhadap
asupan gizi anak. Pemberian nutrisi pada anak harus tepat, artinya:

 Tepat kombinasi zat gizinya, antara kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral serta kebutuhan cairan tubuh anak, yaitu 1-1,5 liter/hari.
 Tepat jumlah atau porsinya, sesuia yang diperlukan tubuh berdasarkan Angka Kecukupan
Gizi (AKG) harian.
 Tepat dengan tahap perkembangan anak, artinya kebutuhan aklori anak berdasarkan berat
badan dan usia anak.

Kebutuhan nutrisi harian anak usia 1-3 tahun

(1000 kkal)
Nutrisi Kebutuhan/Hari Setara dengan….
Vit A 400 ug Wortel (50 gram)
Vit D 200 IU Susu (470 ml atau 2
cangkir)
Vit K 15 ug 2 tangkai asparagus
(20 gram)
Vit B1 (Thiamin) 0,5 mg Kentang rebus (150
gram)
Vit B2 (Riboflavi) 0,5 mg Telur rebus (55 gram)
Vit B3 (Niacin) 6 mg Dada ayam (50 gram)
Vit B6 (piridoksin) 0,5 ug Fillet salmon (90
gram)
Vit B12 0,9 ug 1 butir telur rebus
Asam Folat 150 ug 3 kuntum brokoli (35
gram)
Kalsium 500 mg Susu (290 ml)
Magnesium 60 mg 1 mangkuk buah labu
(245 gram)
Zat Besi 8 mg Daging sapi (170
gram)
Zinc 7 mg Kacang tanah (100
gram)
Selenium 17 ug Tuna (20 gram)
Natrium 0,8 g Garam (1/2 sendok
teh)
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/gizi.kesehatan/balita/kebutuhan.nutrisi.harian.anak.13.tahun/
001/001/2139/2

Kebutuhan Nutrisi Pada Berbagai Tahapan Usia


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Nutrisi sangat penting bagi manusia karena nutrisi merupakan kebutuhan fital bagi semua makhluk
hidup, mengkonsumsi nutrien (zat gizi) yang buruk bagi tubuh tiga kali sehari selama puluhan tahun akan
menjadi racun yang menyebabkan penyakit dikemudian hari. Nutrisi sangat bermanfaat bagi tubuh kita
karena apabila tidak ada nutrisi maka tidak ada gizi dalam tubuh kita, sehingga bisa menyebabkan
penyakit/terkena gizi buruk. Oleh karena itu kita harus memperbanyak nutrisi. Namun kebutuhan nutrisi
juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pada masing-masing usia.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pola makan ?

2. Bagaimana kebutuhan nutrisi pada berbagai tahapan usia ?

1.3 Tujuan

Tujuan Umum :

- Untuk memahami tentang konsep nutrisi pada tiap tahapan usia

Tujuan Khusus :

- Untuk memahami perbedaan kebutuhan nutrisi pada masing-masing tahapan usia.

- Untuk mempelajari apa yang dimaksud pola makan dan yang mempengaruhinya.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pola Makan

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pola diartikan sebagai suatu sistem, cara kerja atau usaha
untuk melakukan sesuatu (Depdiknas, 2001). Dengan demikian, pola makan yang sehat dapat diartikan
sebagai suatu cara atau usaha untuk melakukan kegiatan makan secara sehat. Sedangkan yang dimaksud pola
makan sehat dalam penelitian ini adalah suatu cara atau usaha dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan
dengan maksud tertentu seperti mempertahankan kesehatan, status nutrisi, mencegah atau membantu
kesembuhan penyakit. Pola makan sehari-hari merupakan pola makan seseorang yang berhubungan dengan
kebiasaan makan setiap harinya. (Ramadan, 19 Januari 2008).

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pola makan seseorang, antara lain faktor budaya,
agama/kepercayaan, status sosial ekonomi, personal preference ( rasa suka atau tidak suka), rasa lapar, nafsu
makan, rasa kenyang, dan kesehatan.

2.2 Nutrisi Bagi Neonates

Kebutuhan bayi akan zat-zat gizi adalah yang paling tinggi bila dinyatakan dalam satuan berat badan
karena bayi sedang ada dalam periode pertumbuhan yang sangat pesat. Kebutuhan bayi akan energi adalah
100-110 kal/kg berat badan sehari dan kebutuhannya akan protein adalah 3-4 gram/kg berat badan
sehari. Bayi mulai disusukan sedini mungkin, langsung setelah lahir. Waktu dan lama menyusui disesuaikan
dengan kebutuhan bayi (on demand) untuk pertumbuhan tulang kerangka, kebutuhan kalsium (Ca) dan
posfor (P) harus sangat diperhatikan. Di daerah tropik, kebutuhan vitamin D bagi pertumbuhan bayi tidak
merupakan persoalan, asal bayi tersebut cukup terkena sinar matahari tersebut.

Ketika dilahirkan, bayi tidak cukup dibekali cadangan vitamin A dan vitamin K sehingga harus
diberi vitamin ini sejak umur dini postnatal. Juga unsur Fe termasuk yang cepat menyusut pada neonatus.
Usus neonatus masih steril tidak mengandung flora, sampai mengkonsumsi makanan (ASI) pertama dari luar.
Flora usus ini sanggup mensintesa berbagai vitamin B-kompleks dan vitamin K. Terutama vitamin K harus
diberikan pada neonatus, untuk menghindarkan hemorrhagia neonatorumkarena kekurangan vitamin K
tersebut. Sudah jadi prosedur standar di banyak rumah sakit untuk memberikan suntikan depot vitamin K
pada anak yang baru lahir, sebagai tindakan profilaksis.

Derajat penguapan cairan badan pada bayi relatif tinggi, sehingga pemberian air kepada bayi harus
diperhatikan khusus. Makanan bayi yang alamiah adalah ASI (Air Susu Ibu). Tidaklah benar kalau ada yang
mengadvertensikan susu kaleng cair maupun bubuk sama baiknya dengan ASI. Salah satu sifat yang tidak
pernah akan terdapat pada susu kaleng ialah adanya kandungan immunoglobulin yang memberi daya tahan
(pertahanan tubuh) kepada bayi, berasal dari tubuh ibunya. Sampai umur enam bulan bayi cukup diberikan
ASI dapat pula ditambah suplemen sari buah sejak 1- 1,5 bulan postnatal. Di Indonesia di anjurkan untuk
memberikan ASI kepada anak sampai umur sekitar 2 tahun.

 ASI dianjurkan untuk bayi karena :


1) Nilai, komponen yang terkandung didalamnya sangat sesuai untuk bayi.
2) Mengandung antibody, yaitu kolostrum.

3) Kebutuhan psikologis dapat dipenuhi

4) Praktis, selalu segar dan ekonomis.

 Manfaat ASI bagi bayi :


1) Perlindungan terhadap infeksi dan diare.
2) Perlindungan terhadap alergi.

3) Mempererat hubungan antara Ibu dengan Bayi.

4) Memperbagus gigi dan bentuk rahang.

5) Mengurangi kegemukan.

 Manfaat ASI bagi Ibu :


1) Memberi kepuasan
2) Praktis dan murah

3) Mengembalikan bentuk tubuh

4) Menunda masa subur

 Nilai Gizi ASI :


1) Protein
2) Karbohidrat

3) Lemak

4) Vitamin

5) Mineral

 Zat-zat kekebalan ASI :


Macam Khasiat

Immunoglobulin – melindungi dari infeksi

Zat anti stapilococcus – menghambat pertumbuhan Stapilococcus

Lysosime – menghancurkan dinding sel bakteri

Lactoperondase – membunuh streptococcus

Lactoperin – membunuh beberapa jenis organisme

Sel darah putih – membuat C3 dan C4 , lactoperin Ig. D

2.3 Nutrisi Bagi Infant


Pada usia ini bayi dapat diberikan buah–buahan (pisang) atau biscuit sejak usia 2 bulan sedangkan
pemberian makanan lumat sampai lembik (bubur susu) pada usia 3 – 4 bulan, sesuai keperluan bayi masing –
masing. Bayi akan lapar dan menangis terus bila ASI kurang dan hal ini juga akan terlihat dari pertumbuhan
bayi yang tidak memuaskan.

Untuk mengatasi pertumbuhan, bayi perlu ditimbang secara berkala, yaitu bila mungkin dilakukan
stiap hari pada munggu pertama, selanjutnya setiap minggu sampai akhir bulan pertama, kemudian setiap 2
minggu dalam bulan kedua dan ketiga dan seterusnya setiap bulan. Pada bulan keempat biasanya dimulai
pemberian makanan padat, yaitu makanan lumat, misalnya bubur susu yang dapat dibuat dari tepung (beras,
jagung atau havermouth), susu dan gula. Waktu yang untuk memberikan makanan lumat dapat dipilih yang
sesuai, misalnya sekitar jam 09.00 dengan memperhatikan bahwa kira – kira 2 jam sebelumnya tidak
diberikan apa–apa. Dengan demikian bayi menyusui dengan kebutuhannya, diberi bubur susu satu kali dan
buah – buahan satu kali. Pada umur ini dapat pula diberikan telur ayam, akan tetapi perlu waspada terhadap
kemungkinan alergi dengan gejala urtikaria. Bila terjadi hal ini, pemberian telur ditangguhkan. Biasanya
setiap bayi sudah tahan terhadap telur pada usia 7 bulan keatas. Pada bayi umur 5 – 6 bulan dapat diberikan 2
kali makanan bubur susu sehari, buah – buahan dan telur. Bayi umur 6 – 7 bulan dapat mulai diberikan nasi
tim yang merupakan makanan lunak dan juga merupakan makanan campuran yang lengkap karena dapat
dibuat dari beras, bahan makanan sumber protein hewani (hati, daging cincang, telur atau tepung ikan) dan
bahan makanan sumber protein nabati yaitu tahu, tempe, sayuran hijau (bayam), buah tomat dan wortel.
Dengan demikian nasi tim merupakan makanan yang mengandung nutrien yang lengkap bila dibuat dengan
bahan – bahan tersebut. Selama masa bayi makan nasi tim harus disaring terlebih dahulu untuk memudahkan
menelannya dan tidak banyak mengandung serat – serat yang dapat mempersulit pencernaan.

Pada bayi umur 8 – 12 bulan bubur susu sudah dapat diganti seluruhnya dengan nasi tim, yaitu, pada
pagi hari sebagai makan pagi, misalnya jam 09.00, pada siang hari sebagai makan siang sekitar jam 13.00 dan
pada sore hari sebagai makan malam sekitar jam 17.00 – 18.00.

Bila bayi disusukan sesuai dengan anjuran yaitu melebihi masa 1 tahun, perlu diperhatikan
kemingkinan timbulnya anoreksia terhadap makanan lin, sehingga anak akan kekurangan protein dan kalori,
dan pada akhirnya menderita penyakit Malnutrisi Energi Protein (MEP). Pengaturan makan bayi yang
berhasil pada masa bayi akan mempermudah kelancaran pengaturan makan pada usia selanjutnya.

Pada akhir masa bayi telah dibiasakan bayi menerima makanan 3 kali sehari, yaitu pada waktu pagi
(makan pagi), siang (makan siang), dan sore atau malam (makan malam). Selama masa bayi telur cukup
diberikan sekali sehari, bila bayi tidak alergi. Telur dapat dimakan tersendiri setelah dimasak matang atau
setengah matang atau dimakan bersama – sama dengan nasi tim.

2.4 Nutrisi Bagi Toddler

Karakteristik terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia toddler :

a. Anak sukar atau kurang mau makan.


b. Nafsu makan anak sering kali berubah yang mungkin pada hari ini makannya cukup banyak
dan pada hari berikutnya makannya sedikit.
c. Biasanya anak menyukai jenis makanan tertentu.
d. Anak cepat bosan dan tidak tahan makan sambil duduk dalam waktu lama.
 Kebutuhan Nutrisi
1. Kecepatan pertumbuhan berkurang secara dramatis sehingga kebutuhan anak usia ini
terhadap kalori, protein dan cairan menurun.
2. Kebutuhan kalori 102 kkal/kgBB/hari & Kebutuhan protein 1,2 gr/kgBB/hari.
3. Pemberian susu tidak lebih dari 1 liter / hari untuk membantu menjamin asupan makanan
yang kaya zat besi. Pemeriksaan hematokrit harus dilakuakn untuk screening anemia.
4. Anak toddler dengan diet vegetarian tidak menerima protein yang cukup, harus dirujuk ke
ahli gizi.
 Pola dan pilihan makanan
1. Pada usia 12 bulan, kebanyakan toddler makan makanan keluarga.
2. Pada usia 18 bulan, sebagaian besar toddler mengalami anoreksi fisiologis dan menjadi
pemilih dalam hal makanan,menginginkan suatu makanan tertentu, mkan dalam jumlah besar di
suatu hari dan sangat sedikit di hari berikutnya.
3. Toddler memilih makanan sendiri dan lebih menyukai makanan dalam porsi kecil (makanan
yang enak dan mengundang selera).
4. Toddler lebih menyukai satu jenis makanan dalam piring daripada makanan yang
dicampur.
5. Orangtua harus menanjurkan penggunaan alat makan tetapi menyadari bahwa toddler lebih
menyukai mengunakan tangan.
2.5 Nutrisi Bagi Pra Sekolah
Karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan pada anak
Prasekolah adalah sebagai berikut :

a. Nafsu makan berkurang.


b. Anak lebih tertarik pada aktivitas bermain dengan teman atau lingkungannya dari pada makan.

c. Anak mulai senang mencoba jenis makanan baru.

d. Waktu makan merupakan kesempatan yang baik bagi anak untuk belajar dan bersosialisasi dengan keluarga.

 Kebutuhan Nutrisi
1. Kebutuhan nutrisi pada usia ini hampir sama dengan toddler meskipun kebtuhan kalori
menurun sampai 90 kkal/kgBB/hari & kebutuhan protein tetap 1,2 gr/kgBB/hari.
2. Kebutuhan cairan 100 ml/kgBB/hari, bergantung pada tingkat aktivitas anak.
 Pola dan Pilihan Makanan
1. Pada usia anak mungkin enolak sayuran, makanan kombinasi dan hati.
2. Makanan yang disukai anatara lain sereal, daging, kentang, buah-buahan dan permen.
3. Banyak anak pada usia ini yang tidak dapt diam atau cerewet selama makan dengan
keluarga dan dapat tetap berjuang dengan penggunaan peralatan makan.
4. Kebiasaan orang lain mempengaruhi anak usia 5 tahun .
2.6 Nutrisi Pada Usia Sekolah
Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti, sehingga kebutuhan kalori
anak usia sekolah adalah 85 kkal/kg berat badan. Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi
yang lebih baik daripada kelompok Balita, karena kelompok umur sekolah ini sudah mudah dijangkau oleh
berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),
maupun oleh kelompok swasta berupa program suplementasi makanan tambahan di sekolah atau Program
Makan Siang Sekolah (School Lunch Program).

Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang tidak memuaskan,
misalnya berat badan yang kurang, anemia defisiensi Fe, defisiensi vitamin C, dan di daerah-daerah tertentu
juga defisiensi Iodium. Keluhan yang banyak disuarakan oleh kaum ibu mengenai kelompok umur sekolah ini
bahwa mereka kurang nafsu makan, sehingga sulit sekali disuruh makan yang cukup dan teratur.

Sebenarnya kelompok anak sekolah ini merupakan kelompok yang mudah menerima upaya
pendidikan gizi melalui sekolahnya, dan dapat dipergunakan untuk mempengaruhi pendapat keluarga
mengenai hal ini.Beberapa karakteristik yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu
diperhatikan pada anak usia sekolah adalah sebagai berikut :

a. Anak dapat mengatur pola makannya sendiri.

b. Adanya pengaruh teman atau jajanan di lingkungan sekolah dan di lingkungan luar rumah serta adanya
reklame atau iklan makanan tertentu di televisi yang dapat mempengaruhi pola makan atau keinginannya
untuk mencoba makanan yang belum dikenalnya.

c. Kebiasaan menyukai satu makanan tertentu berangsur – angsur hilang.

d. Pengaruh aktivitas beramain dapat menyeababkan keinginan yang lebih besar pada aktivitas bermain dari
pada makan.

 Kebutuhan Nutrisi
1. Kebutuhan kalori harian pada usia ini menurun berhubungan dengan ukuran tubuh. Anak
usia sekolah membutuhkan rata-rata 2400 kalori / hari.
2. Pengasuh / orangtua harus tetap menekankan kebutuhan terhadap diet seimbang sesuai
dengan piramida makanan : tubuh menyimpan cadangan makanan sebagai sumber kebutuhan
pertumbuhan yang meningkat saat remaja.
Kebutuhan nutrisi anak berdasarkan golongan umur dalam tahun :
Usia Kalori Protein Cal Fe Vit A Vit B Vit C

10-12 1900 60 0,75 8 2500 0,7 25

7-9 1600 50 0,75 7 2500 0,6 25

5-6 1400 40 0,50 6 2500 0,6 25

Tahun Cal dr dr Mg U Mg Mg

 Pola dan Pilihan Makanan


1. Anak terpajan dengan pengalaman makan yang lebih luas di kantin sekolah, anak mungkin
tetap memilih-milih dalam hal makanan tetapi harus lebih mempunyai kemauan untuk mencoba
makanan-makanan baru.
2. Di rumah anak harus makan apa yang keluarga makan. Pola makan anak dapat
mencerminkan budaya keluarga.
3. Banyak anak pada usia ini yang tidak menyukai sayuran, hati dan makanan pedas.
4. Anggota keluarga memainkan peranan penting dalam mempengaruhi pilihan anak terhadap
makanan, namun teman sebaya dan media juga berpengaruh.
2.7 Nutrisi Pada Remaja
Kelompok umur remaja juga menunjukkan fase pertumbuhan yang pesat, yang disebut “adolescense
growth spurt”, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang relatif besar jumlahnya. Pada remaja laki-laki kegiatan
jasmani sangat, karena biasanya pada umur inilah perhatian untuk sport sedang tinggi-tingginya, seperti
atletik, mendaki gunung, sepak bola, hiking dan sebagainya. Bila konsumsi berbagai zat gizi tidak
ditingkatkan, mungkin terjadi defisiensi relatif terutama defisiensi vitamin-vitamin.

Pada remaja perempuan mulai terjadi menarche dan menses disertai pembuangan sejumlah Fe. Remaja
putri kelompok ini sangat sadar akan bentuk badannya, sehingga banyak yang membatasi konsumsi
makanannya. Bahkan banyak yang berdiit tanpa pengawasan atau nasihat seorang ahli kesehatan dan gizi.
Penyuluhan dan bimbingan gizi yang benar dan jelas sangat diperlukan oleh golongan remaja ini.

 Kebutuhan Nutrisi

1. Kebutuhan nutrisi harian pada usia ini harus seimbang di antara berbagai kelompok
makanan.
2. Rata-rata kebutuhan asupan kalori harian bervariasi sesuai dengan gender & usia :
 Perempuan
- usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 48 kkal/kgBB/hari

- usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 38 kkal/kgBB/hari

 Laki-laki

- usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 60 kkal/kgBB/hari

- usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 42 kkal/kgBB/hari

 Pola dan pilihan makanan

1. Remaja biasanya makan ketika mereka memiliki waktu luang di antara aktivitas mereka,
makanan siap saji yang bergizi membantu mempertahankan diet yang seimbang.
2. Mempertahan kualitas dan kuantitas asupan harian yang adekuat mungkin sulit karena
beberapa faktor seperti jadwal yang sibuk, pengaruh teman sebaya dan kemudahan mendapatkan
makanan cepat saji berlemak tanpa kalori.
3. Pola makan keluarga terbentuk selama masa sekolah dan tetap berlanjut mempengaruhi
pilihan remaja terhadap makanan.
4. Remaja perempuan sangat rentan terhadap prilaku makan yang negatif.
2.8 Nutrisi Pada Dewasa
Istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk
pada manusia, orang yang bukan lagianak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa.

Pada orang dewasa, dimana pertumbuhan tidak lagi terjadi kebutuhan zat-zat gizi lebih tergantung
pada aktivitas fisiknya.Umumnya laki-laki lebih memerlukan energi ini disebabkan karena secara fisik laki-
laki lebih banyak bergerak tetapi pada aktivitasnya juga memerlukan energi banyak. Semakin tinggi dan
semakin berat badan seseorang maka kebutuhan energinya juga perlu ditambahkan.

Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan adalah aktivitas fisik angka kecukupan gizi energi
untuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari.
Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat.

a. Klasifikasi dewasa berdasarkan usia :

 Masa dewasa muda (21-30 th)

Kebutuhan nutrisi pada usia ini untuk proses pertumbuhan, proses pemeliharaan dan pebaikan tubuh,
mempertahankan keadaan gizi.

 Masa dewasa (31-45 th)

Masa dewasa masa produktif khususnya terkait dengan aktifitas fisik, karena umur ini merupakan
puncak untuk aktivitas hidup terutma dalam aktifitas bekerja. Kebutuhan nutrisi dibedakan antara tingkat
pekerjaan ringan, berat, sedang.

 Dewasa tua (46 th keatas)

Kebutuhan unsur-unsur gizi sudah jauh berkurang, pada usia lanjut maka BMR akan berkurang 10-
30%. Maka aktifitas mengalami degenerative.

 Wanita masa kehamilan menyusui

Wanita hamil dan ibu menyusui sangat memerlukan makanan yang baik dan cukup. Sebagai bahan
pertimbangan untuk dapat menghasilkan 1 liter ASI harus menyediakan kalori sebanyak 150 kal sedangkan
ASI mengandung 75 kal, 12 gr protein, 45 gr lemak laktosa vitamin dll.

 Kebutuhan gizi untuk ibu hamil dan menyusui :

Jenis kebutuhan Ibu hamil Ibu menyusui

Kalori 2500 gr 300 gr

Protein 85gr 100 gr

Calsium 1,5 gr 2 gr

Ferum 15 gr 15 gr

Vit A 8000 U.I 8000 U.I

Vit B 1,8 mg 2,8 mg

Vit C 100 mg 150 mg

Riboflavin 2,5 mg 3 mg

Vit D 400-800 U.I 400-800 U.I

Air 6-8 gelas 6-8 gelas


b. Pengelompokkan Zat Gizi

1. Karbohidrat

Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan adalah aktivitas fisik angka kecukupan gizi energi
untuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari.
Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan sumber karbohidrat adalah
beras, terigu, umbi-umbian, jagung dan gula.

2. Protein

Pada akhir remaja kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan karena perbedaan
komposisi tubuh. Kecukupan protein dewasa adalah 48-62 gr/hari untuk perempuan dan pada laki-laki8 55-66
gr/hari. Berbagai sumber protein diantaranya daging merah, susu, tempe, dan kacang-kacangan.

3. Kalsium

Lebih kurang dari 20% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50% massa tulang dewasa dicapai
pada masa remaja, kalsium untuk orang dewasa adalah 600-700 mg. Bagi laki-laki dewasa kebutuhan mineral
akan kalsium cukup 0,45 gram sehari. Bahwa kebutuhan kalsium 7,7,5 mg perkilogram berat badan adalah
kurang lebih sama dengan 0,5-0,7 gram sehari bagi orang dewasa normal. Sumber kalsium yang paling baik
adalah susu, sumber kalsium lainnya adalah ikan, kacang, sayuran.

4. Zat Besi

Setelah dewasa, kebutuhan gizi menurun, status besi dalam tubuh juga mempengaruhi hal ini
mengakibatkan perempuan lebih rawan akan anemia besi dibandingkan laki-laki. Jumlah seluruh besi
didalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 3,5 g, dimana 70 persennya terdapat dalam hemoglobin, 25
persennya merupakan besi cadangan. Rata-rata besi simpanan 1000 mg pada orang dewasa. Status besi dalam
tubuh juga mempengaruhi efisiensi penyerapan besi yang dapat mengakibatkan penyerapan besi antara lain
yaitu cafein, fitat, zicn, dll. Makanan yang mengandung zat besi antara lain hati, daging merah, daging putih
(ayam,ikan), kacang-kacang dan sayuran hijau.

5. Vitamin

Kebutuhan juga meningkat selama dewasa muda karena pertumbuhan dan perkembangan cepat
terjadi, karena energi yang meningkat, maka pertumbuhan kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat
antara lain yang berperan dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi seperti : vitamin A, vitamin B1,
vitamin B2, dan niacin. Untuk pertumbuhan tulang diperlukan vitamin D yang cukup, vitamin A, dan C, E.

Kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang dewasa perhari :

1. Energi (Kcal) Perempuan (20-45) tahun: 2.200 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 2.800

2. Protein Perempuan (20-45) tahun : 48 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 55

3. Kalsium Perempuan (20-45) tahun : 600 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 500

4. Besi Perempuan (20-45) tahun : 26 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 1,3


5. Vitamin A (RE) Perempuan (20-45) tahun : 500 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 700

6. Vitamin E (mg) Perempuan (20-45) tahun : 8 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 10

7. Vitamin B (mg) Perempuan (20-45) tahun : 1,0 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 1,2

8. Vitamin C (mg) Perempuan (20-45) tahun : 60 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 60

9. Folat (mg) Perempuan (20-45) tahun : 150 Laki-laki ( 20-45 ) tahun : 70

c. Pedoman Mempertahankan Status Gizi

Ada beberapa peran dasar yang diharapkan dapat digunakan oleh orang dewasa dan sebagai
pedoman praktis untuk mengatur makanan sehari-hari yang seimbang dan aman guna mencapai dan
mempertahankan status gizi dan kesehatan yang optimal :

1. Makanlah aneka makanan yang segar

2. Konsumsilah makanan yang baik guna untuk kebutuhan energi

3. Makanlah makanan yang karbohidratnya cukup

4. Gunakan garam beryodium

5. Minumlah air bersih, aman dan cukup jumlahnya

6. Lakukan olahraga secara teratur

7. Hindari minuman beralkohol

8. Makanlah makanan yang sehat dan aman bagi kesehatan

9. Jangan lupa bacalah label yang dikemas.

d. Dampak-Dampak Gizi pada Orang Dewasa

1. Dampak kekurangan gizi pada orang dewasa

a) Anemia, Hal ini disebabkan kekurangan mengkonsumsi makanan sumber zat besi

b) Gondok, Kurangnya mengkonsumsi yodium

c) Kebutaan, Hal ini disebabkan kurangnya mengkonsumsi vitamin A

o Penyebab dari dampak kekurangan gizi :

 Kemiskinan

 Kurangnya pengetahuan tentang gizi

 Kebiasaan makan

2. Dampak kelebihan gizi pada orang dewasa


Dampak masalah gizi lebih pada orang dewasa tampak dengan semakin meningkatnya penyakit
degeneratif seperti :

 Jantung koroner

 Diabetes melitus

 Hipertensi

 Penyakit hati

2.9 Nutrisi Pada Lansia

a. Definisi Lansia
 Manusia lanjut usia  mereka yang telah berumur 65 tahun ke atas. Durmin (1992) membagi lansia
menjadi young elderly (65 – 74 tahun) dan older elderly (75 tahun)
 Munro dkk.,(1987) mengelompokkan older elderly ke dalam 2 bagian, yaitu usia 75 – 84 tahun dan 85 tahun

 Di Indonesia, M. Alwi Dahlan menyatakan bahwa orang dikatakan lansia jika telah berumur di atas 60 tahun

b. kekurangan dan kelebihan gizi pada lansia


Terjadi kekurangan gizi pada lansia oleh karena sebab-sebab yang bersifat primer maupaun
sekunder. Sebab-sebab primer meliputi ketidaktahuan isolasi sosial, hidup seorang diri, baru kehilangan
pasangan hidup, gangguan fisik, gangguan indera, gangguan mental, kemiskinan dan iatrogenik. Sebab-sebab
sekunder meliputi gangguan nafsu makan/selera, gangguan mengunyah, malabsorpsi, obat-obatan,
peningkatan kebutuhan zat gizi serta alkoholisme.
Kondisi kekurangan gizi pada lansia dapat terbentuk KKP(kurang kalori protein) kronik, baik
ringan sedang maupun berat. Keadaan ini dapat dilihat dengan mudah melalui penampilan umum, yakni
adanya kekurusan dan rendahnya berat badan seorang lansia dibanding dengan baku yang ada. Kekurangan
zat gizi lain yang banyak muncul adalah defisiensi besi dalam bentuk anemia gizi, defisiensi B1 dan B12.

Kelebihan gizi pada lansia biasanya berhubungan dengan afluency dengan gaya hidup pada usia
sekitar 50 tahun. Dengan kondisi ekonomi yang membaik dan tersedianya berbagai makanan siap saji yang
enak dan kaya energi. Utamanya sumber lemak, terjadi asupan makan dan zat-zat gizi melebihi kebutuhan
tubuh. Keadaan kelbihan gizi yang dimulai pada awal usia 50 tahun-an ini akan membawa lansia pada
keadaan obesitas dan dapat pula disertai dengan munculnya berbagai penyakit metabolisme seperti diabetes
mellitus dan dislipidemia.

c. Pedoman Umum Gizi Seimbang Untuk Lansia


Khusus untuk Indonesia, Departemen Kesehatan telah menerbitkan Pedman Umum Gizi Seimbang
(PUGS) (DepKes, 1995) yang berisi 13 pesan dasar gizi seimbang bagi lansia dengan dasar PUGS dan dengan
memeprtimbangkan pengurangan berbagai resiko pentyakit degenerasi yang dihadapi para lansia.
1. Makanlah aneka ragam makanan

2. Makanlah sumber karbohidrat kompleks (serealia dan umbi)

3. Batasi minyak dan lemak secar berlebihan

4. Makanlah sumber zat besi secara bergantian antara sumber hewani dan nabati.

5. Minumlah air yang bersih, aman, dan cukup jumlahnya dan telah didihkan.

6. Kurangi konsumsi makanan jajanan dan minuman yang tinggi gula murni dan lemak.

7. Perbanyak frekuensi makan hewani laut dalam menu harian.


8. Gunakanlah garam berodium, namaun batasilah penggunaan garam secar berlebihan, kurangi konsumsi
makanan dengan pengawet

d. Kebutuhan Gizi Pada Lansia


1. Kalori
Kebutuhan akan kalori menurun sejalan dengan pertambahan usia, karena metabolisme seluruh sel
dan kegiatan otot berkurang

2. Protein

Gersovitz (1982) menganjurkan asupan protein sebesar 1,0 g/kg berat badan/hari untuk
mempertahankan keseimbangan protein, Kebutuhan akan protein meningkat sebagai tanggapan atas stress
fisiologis seperti infeksi, luka baker, patah tulang dan pembedahan

3. Karbohidrat

Karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah sekitar 55 – 60% dari kalori total

4. Lemak

Asupan lemak dibatasi, batas maksimal 20 – 25% dari energi total. Kelebihan dan kekurangan lemak
diwujudkan dalam bentuk kadar kolesterol darah

5. Serat

6. Vitamin

Meskipun tampak sehat, kekurangan sebagian vitamin dan mineral tetap berlangsung pada lansia,
dianjurkan untuk meningkatkan asupan vitamin B6, B12, vitamin D dan asam folat.

Angka
kecukupan energi dan
zat gizi yang Komposisi Laki-Laki Perempuan
dianjurkan untuk
Lansia dalam sehari : Energi (kal) 1960 1700

Protein (gram) 50 44

Vitamin A (RE) 600 700

Thiamin (mg) 0,8 0,7

Riboflavin (mg) 1,0 0,9

Niasin (mg) 8,6 7,5

Vitamin B12 (mg) 1 1

Asam folat (mcg) 170 150

Vitamin C (mg) 40 30

Kalsium (mg) 500 500

Fosfor (mg) 500 450


Besi (mg) 13 16

Seng (mg) 15 15

Iodium (mcg) 150 150

Sumber : Ahli Gizi Ejawantah’s Blog

e. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Gizi Pada Lansia


1. Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi atau ompong.
2. Berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita rasa manis, asin, asam, dan pahit.

3. Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran.

4. Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.

5. Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah dan biasanya menimbulkan konstipasi.

6. Penyerapan makanan di usus menurun.

f. Sajian Lengkap Gizi Bagi Lansia


Contoh Menu Lansia Dalam 1 Hari
Waktu Makan Pria (2200 kal) Wanita (1850 kal)
1 ½ gls nasi/ pengganti 1 gls nasi/ pengganti

1 butir telur (Telur Mata Sapi) 1 btr telur


Pagi
100 gr sayuran (Cah Kangkung) 100 gr sayuran

1 gls susu skim 1 gls susu skim

Pukul 10.00 Snack/buah (Nagasari) Snack/buah

1 ½ gls nasi 1 gls nasi

50 gr daging/ikan/unggas 50 gr daging/ikan/unggas
(Pepes Ikan)

25 gr tempe/kacang-kacangan g. Langkah
Siang 25 gr tempe/kacang-kacangan –langkah Hidup
(Tempe bb Tomat) Sehat Untuk
Lansia
150 gr sayuran (Sayur Asem) 150 gr sayuran
Selain dari
1 ptg buah makanan untuk
1 ptg buah (Semangka) menjaga
kesehatan, lansia
juga perlu
Snack/ buah beberapa
Pukul 17.00 Snack/ buah kegiatan yang
(Bubur Kacang Hijau) harus dilakukan
seperti :
1. Olah raga yang
teratur dan
1 ½ gls nasi sesuai
1 gls nasi
2. Istirahat tidur
50 gr daging/ikan/unggas
50 gr daging/ikan/unggas yang cukup
(Basho Daging)
Malam 50 gr tahu 3. Menjaga
50 gr tahu (Hot Tahu) kebersihan
150 gr sayuran 4. Memeriksakan
150 gr sayuran (Sup Sayur)
kesehatan secara
1 ptg buah teratur
1 ptg buah (Pisang)
5. Mental dan batin
tenang dan
seimbang

6. Rekreasi

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Nutrisi adalah zat yang diperlukan tubuh untuk membentuk energi dan berlangsungnya fungsi organ
tubuh secara normal. Nutrisi sangat penting bagi manusia karena nutrisi merupakan kebutuhan fital bagi
semua makhluk hidup.

Pada tiap tahapan usia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda, sehingga diperlukan pola
makan dan menu yang seimbang sesuai dengan kebutuhan pada tahapan usia masing-masing.

3.2 Saran

Kebutuhan nutrisi dalam tubuh setiap individu sangat penting untuk diupayakan. Upaya untuk
melakukan peningkatan kebutuhan nutrisi dapat dilakukan dengan cara makan-makanan dengan gizi
seimbang dengan di imbangi keadaan hidup bersih untuk setiap individu. Hal tersebut harus dilakukan setiap
hari, karena tanpa setiap hari maka tubuh manusia bisa terserang penyakit akibat imunt tubuh yang
menurun.

Diposkan oleh Listavanny Pistalozi di 07.13

http://makalahlistavanny.blogspot.com/2014/10/kebutuhan-nutrisi-pada-berbagai-tahapan.html

A. Makanan Untuk Usia Toddler


Toddler adalah anak yang berusia 1-3 tahun. Makanan usia toddler banyak tergantung
pada orang tua atau pengasuhnya, karena anak anak ini belum dapat menyebutkan nama
makanan yang dia inginkan, dan orang tuanyalah yang memilihkan untuk anak. Jadi, dapat
dikatakan bahwa tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun atau usia toddler sangat tergantung
pada bagaimana orangtuanya mengatur makanan anaknya.
Kecepatan perkembangan turun ketika usia toddler. Kebutuhan anak akan nutrien
relatif berkurang dibandingkan usia sebelumnya. Perhitungannya diutamakan pada kebutuhan
kalori, protein, vitamin. Kalsium dan fospor pun penting untuk perkembangan tulang.
Toddler lebih tertarik dalam lingkungan dan meningkatkan keterampilan motorik dibanding
dengan makanan, maka dari itu makanan yang disajikan harus selalu bervariasi.
PRINSIP PEMBERIAN MAKANAN PADA ANAK
1. Tinggi energi, protein, vitamin dan mineral
2. Dapat diterima oleh anak dengan baik
3. Diproduksi setempat dan menggunakan bahan-bahan setempat
4. Mudah didapat dalam bentuk kering dengan demikian mudah disimpan dan
praktis penggunaannya
5. Ringkas tetapi mempunyai nilai gizi maksimum
Hidangan merupakan jenis makanan yang disajikan untuk dimakan. Disini peran
orang tua harus memutuskan apa yang anaknya harus makan, khususnya pada usia 1-3 tahun
karena pada usia ini anak bersifat konsumen pasif dan rentan terhadap penyakit gizi (KKP
dan anemia) . Anak harus memutuskan seberapa banyak. Jadi tidak boleh memberlakukan
”habiskan makanan dipiringmu” tetapi ”cobalah sedikit segala makanan”.
Jenis makanan anak ini termasuk buah, kue, semua jenis makanan lunak dan
makanan berasa, disamping asi atau susu yang mungkin masih diperlukan. Makanan lunak
biasanya dikonsumsi bagi anak yang belum memilika geraham, anak berumur 1 ½ tahun – 2
tahun biasanya memiliki geraham maka bisa diberikan makanan biasa asalkan tidak pedas,
berlemak, dan merangsang. Pemberian sayuran dan buah-buahan harus bervariasi, minyak
dapat diganti margarin, gula pasir dapat diganti gula merah atau gula batu atau madu,
Usia toddler memerlukan minimum dua porsi (480 g) kelompok susu setiap hari
untuk memberikan protein, kalsium, riboflavin, dan vitamin A da B12. Susu yang diperkaya
memberikan vitamin D dan tambahan vitamin A. Keseluruhan susu harus digunakan sampai
toddler mencapai usia 2 tahun untuk membantu meningkatkan asupan asam lemak yang
cukup. Separuh dari asupan protein toddler harus mengandung nilai protein biologi tinggi.
Pada usia toddler biasanya lebih menyukai makanan manis seperti, cokelat, permen,
dan eskrim. Sedangkan sayuran kurang disukai, keadaan ini harus lebih diperhatikan agar
anak dapat menyukai berbagai jenis sayuran. Maka dari itu pemberian sayuran dan buah-
buahan harus bervariasi, minyak dapat diganti margarin, gula pasir dapat diganti gula merah
atau gula batu atau madu,
Makanan kecil boleh diberikan antara 2 waktu makan, sepanjang tidak mengurangi
selera makan. Dalam keadaan tertentu anak lebih menyukai makanan kecil daripada makanan
utama. Hal ini masih diperbolehkan selama kandungan nutrien dalam makanan kecil tersebut
masih terpenuhi dan hal ini hanya bersifat sementara. Jadwal pemberian makan untuk usia ini
tidak berbeda dengan jadwal makan orang dewasa.

Contoh Menu untuk Toddler Berdasarkan Piramida Makanan

Sarapan ½ cangir sereal kering dan tidak manis


½ cangkir jus jeruk
120 cc susu rendah lemak
Snack ½ - 1 buah pisang utuh
Makan siang 1 sdt selai kacang
1 sdt seluruh buah-buahan kaleng
1 tangkap roti gandum
2 sdt kacang polong
120 cc susu rendah lemak
Snack 2 bungkus krakers
120 cc susu rendah lemak
Makan malam 1 paha ayam, dibakar tanpa kulit
¼ - ½ cangkir macaroni dan keju
2 sdt kacang hijau, dimasak
120-180 cc susu rendah lemak
Snack ½ cangkir yogurt beku