Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Hasil Asuhan Keperawatan


1. Pengkajian
Hari / tanggal pengkajian : Kamis, 14 Desember 2017
Oleh : Ahmad Akbar Taiyep/11409715004
a. Data Umum
1) Nama KK : Tn. SB
2) Umur : 57 tahun
3) Alamat : Ds. Ranggang Dalam RT 04 Kec.
Takisung Kab. Tanah Laut
4) Pekerjaan : Petani
5) Pendidikan : SLTP
6) Agama : Islam
7) Suku Bangsa : Banjar/ Indonesia
8) Komposisi keluarga :
Tabel 3.1 Komposisi Keluarga

Jenis Hub.
Umur
No Nama kelami denga Pendidikan Agama Pekerjaan
(tahun)
n n KK
1. Tn. SB L KK 57 th SLTP Islam Petani
2. Ny. M P Istri 47 th SLTP Islam Ibu Rumah
Tangga
3. An.MH L Anak 26 th SD Islam Swasta
4. An.E P Anak 22 th SMP Islam Ibu Rumah
Tangga
5. An.MR L Anak 17 th SMK Islam Pelajar
9) Status Imunisasi Anggota keluarga
Tabel 3.2 Status Imunisasi
Status Imunisasi Campak
No Nam Polio DPT Hepatitis
a BCG
- - - - - - - - - - - - -
Keterangan : Rutin

10) Genogram

1
Gambar 3.1 : Genogram Keluarga Tn. SB

Ket :

: laki- laki
: perempuan
: kenakalan
remaja
...... : tinggal serumah

11) Tipe keluarga


Keluarga ini adalah tipe Nuclear Family (keluarga inti)
12) Aktifitas rekreasi keluarga
Menonton TV bersama saat malam hari, mengobrol-ngobrol
saat santai di rumah dan sekitar rumah (tetangga).
b. Riwayat Tahap Perkembangan
1) Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga saat ini yaitu menghadapi anak
remaja akhir karena usia 17 tahun.
2) Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

2
Tugas perkembangan yang belum terpenuhi yaitu
menyelesaikan pendidikan anak nya hingga lulus SMK dan
memberikan motivasi agar mengurangi kebiasaan merokok.
3) Riwayat kesehatan sekarang
Kesehatan sekarang bapak dan ibu kadang batuk pilek.
4) Riwayat kesehatan masa lalu
Tn. SB tidak memiliki riwayat penyakit.
c. Lingkungan
1) Karakteristik rumah
Rumah yang di tempati Tn. SB panjang sekitar 17 m dan
lebar 7 m, tipe perumahan semi permanen status
kepemilikan rumah milik sendiri, memiliki ruang tamu,
memiliki dua kamar tidur. Lantai rumah terbuat dari papan
dengan keadaan yang bersih pencahayaan remang-
remang, ventilasi ada (kurang memenuhi syarat).
Penerangan menggunakan lampu listrik pada malam hari.
Jarak rumah dengan tetangga berdekatan. Memasak
menggunakan kompor gas, keadaan rumah kurang bersih,
untuk minum menggunakan air masak, sedangkan mandi
dan mencuci menggunakan air sumur, pembuangan air
kotor dipenampungan.
Adapun gambaran dari denah rumah keluarga An.MR
adalah sebagai berikut:

KM

D RT

K K

3
Ket:
D : Dapur
KM : Kamar Mandi
K : Kamar
T : Teras
J : Jamban
RT : Ruang Tamu
: Jendela
: Pintu

2) Keadaan lingkungan di luar rumah


a) Pemanfaatan halaman
Rumah Tn. SB mempunyai halaman rumah.
b) Sumber air minum
Sumber air minum yang di konsumsi keluarga Tn. SB
adalah air dimasak.
c) Pembuangan air kotor
Pembuangan air kotor di penampungan tertutup.
d) Jamban
Keluarga Tn. SB mempunyai WC dan jamban septic
tank yang terletak di dalam rumah.
e) Pembuangan sampah
Seistem pembuangan sampah dilakukan dengan di
bakar, tidak memiliki tempat pembuangan sampah
sementara.
f) Sumber pencemaran
Sumber Pencemaran yaitu pencemaran asap
pembakaran usaha kayu arang.
g) Sanitasi rumah
Sistem pembuangan kotoran rumah tangga adalah
WC yang memiliki jamban septic tank.

4
3) Karakteristik tetangga dan komunitas
Keluarga Tn. SB mempuyai tetangga di samping kanan,
kiri dan depan, intraksi yang di lakukan keluarga Tn. SB
kebanyakan sore atau malam hari, karena pada pagi dan
siang sibuk bekerja.

4) Mobilitas Geografi Keluarga


Keluarga Tn. SB merupakan asli suku Banjar dan sudah
sekitar 30 tahun menetap di Rumah.

5) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan


masyarakat
Keluarga Tn. SB merupakan anggota keluarga yang suka
bersosialisasi dengan tetangga sekitar dan sering
mengadakan pengajian ibu ibu dan yasinan bapak serta
perkumpulan rukun kematian.

6) Sistem pendukung keluarga


Tn. SB mempunyai istri yang sering merawat An. MR.

d. Struktur Keluarga
1) Pola komunikasi
Keluarga Tn. SB menerapkan komunikasi terbuka kepada
anggota keluarga yang lain. Keluarga Tn. SB
menggunakan Bahasa Banjar untuk bahasa sehari-hari.
2) Struktur kekuatan keluarga
Dalam keluarga yang bertanggung jawab dalam
mengambil keputusan, berpengaruh dan untuk merubah
perilaku adalah Tn. SB sebagai kepala rumah tangga.
3) Struktur peran formal dan informal
a) Tn. SB sebagai kepala keluarga bertanggung jawab
dalam mengatur rumah tangganya.

5
b) Ny. B sebagai istri dan ibu rumah tangga
c) An. MH adalah anak pertama dari Tn. SB yang sehari
sehari sebagai pekerja swasta.
d) An. E sebagai anak kedua Tn. SB yang sehari-hari
adalah seorang Ibu Rumah Tangga.
e) An. MR adalah anak ketiga Tn. SB yang sehari-hari
adalah seorang pelajar.
4) Nilai dan norma keluarga
Keluarga Tn. SB bersuku banjar. Budaya yang dominan
dalam keluarga adalah budaya banjar. Dalam keluarga
tidak ada nilai-nilai tertentu dan nilai agama yang
bertentangan dengan kesehatan, karena menurut keluarga
kesehatan merupakan hal yang penting. Ketaatan
keluarga dalam menjalankan kegiatan agama baik.
e. Fungsi Keluarga
1) Fungsi biologis
a) Keadaan kesehatan
Saat pengkajian Tn. SB tidak memiliki riwayat
penyakit.
b) Kebersihan perorangan
Keluarga Tn. SB mengatakan memiliki kebiasaan
mandi 2x sehari, dan gosok gigi 2x sehari, mencuci
rambut tiap hari, memotong kuku kalau sudah
panjang.
c) Penyakit yang sering diderita
Tn. SB mengatakan penyakit yang sering diderita
adalah Batuk Pilek.
d) Penyakit keturunan
Keluarga Tn. SB mengatakan tidak mempunyai
penyakit keturunan
e) Penyakit kronis yang menular

6
Tn. SB mengatakan dalam keluarganya tidak ada
memiliki riwayat penyakit menular.
f) Kecacatan
Keluarga Tn. SB mengatakan bahwa dalam
keluarganya tidak ada yang mengalami kecacatan.
g) Pola makan
Tn. SB mengatakan kebiasaan makan nya 3 x sehari
kadang makan diluar dan dimasakan oleh ibunya. MR
mengatakan setiap hari mengkonsumsi sayur namun
jarang mengkomsumsi buah. Lauk pauknya tidak
pasti kadang ikan kadang telur atau ayam.
h) Pola istirahat
Tn. SB mengatakan jarang pulang ke Rumah dan
istirahat di tempat rekan bergaul terkadang tidur tidak
teratur, bangun kesiangan.

2) Fungsi psikologis
a) Keadaan emosi
Keluarga Tn. SB merupakan orang penyabar dan
ramah jadi emosi terkontrol.
b) Kebiasaan buruk
Tidak ada kebiasaan buruk dalam keluarga Tn. SB
c) Pengambilan keputusan
Sebelum mengambil keputusan Tn. SB sebagai
kepala keluarga selalu memusyawarahkan dengan
istri berkaitan dengan keputusan yang diambil.
d) Ketergantungan obat
Tn. SB mengatakan tidak ada ketergantungan obat
tetapi keluarga Tn. SB minum obat jika sedang sakit.
e) Pencarian pelayanan kesehatan
Keluarga Tn. SB mengatakan ia ke puskesmas untuk
memeriksa kesehatan jika sedang sakit saja

7
3) Fungsi spiritual
a) Keadaan beribadah
Tn. SB mengatakan anak nya jarang dalam
menjalankan sholat wajib lima waktu.
b) Keyakinan kesehatan
Tn. SB mengatakan kesehatan selama ini tidak ada
masalah

4) Fungsi sosial
a) Tingkat pendidikan
Tn. SB menempuh pendidikan hanya tingkat SD
adalah kemudian putus sekolah.
b) Hubungan antar anggota keluarga
Antar anggota keluarga Tn. SB memiliki hubungan
yang harmonis dan saling terbuka dengan kedua
orang tuanya.
c) Hubungan dengan orang lain
Keluarga Tn. SB memiliki hubungan yang baik
dengan tetangga disekitarnya, juga tidak memiliki
masalah dengan orang lain.
d) Kegiatan organisasi sosial
Tn. SB memiliki pribadi yang suka bergaul.

5) Fungsi kultural
a) Pengambilan keputusan
Tn. SB dalam mengambil keputusan selalu
dimusyawarahkan dengan istrinya.
b) Adat yang berpengaruh terhadap kesehatan
Keluarga Tn. SB tidak memiliki adat yang
mempengaruhi dalam kesehatan dikeluarganya.
c) Tabu

8
Keluarga Tn. SB tidak terlalu mempercayai hal-hal
yang tabu atau mistis.
6) Fungsi reproduksi
Tn. SB memiliki istri yang menggunakan program
Keluarga Berencana
7) Fungsi ekonomi
Tn. SB mempunyai penghasilan yang mampu membiayai
sekolah anak nya.
8) Fungsi perawatan kesehatan keluarga
a) Mengenal masalah
Anak Tn. SB. yaitu An. MR Memiliki masalah dengan
keluarga di rumah dikarenakan frustasi tentang masalah
hubungan An. MR dengan seorang perempuan yang ingin
di nikahinya namun Tn. SB belum merestui apabila An. MR
belum mendapatkan pekerjaan.
b) Mengambil keputusan yang tepat
Tn. SB sebagai Kepala Keluarga mengambil
keputusan apabila ada masalah maka selalu memberi
pencerahan
c) Merawat anggota keluarga yang sakit
Apabila Keluarga ada yang sakit maka biasa nya
diberi obat yang dibeli di apotik terdekat.
d) Memelihara lingkungan rumah yang mendukung
kesehatan

Lingkungan dalam dan luar rumah keluarga An. MR


tampak kurang bersih jendela terbuka pintu masuk
ada 2 disamping dan didepan rumah.
e) Memanfaatkan fasilitas kesehatan
Jika Tn. SB atau keluarga sakit, maka keluarga akan
membawa klien ke puskesmas terdekat dengan
rumahnya

9
f. Stres dan Koping Keluarga
1) Stres jangka panjang dan jangka pendek
An. MR mengatakan bahwa ia ingin keinginan nya
terpenuhi oleh keluarga nya.
2) Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor
Tn. SB selalu memusyawarahkan dengan An. MR saat
ada masalah dan apabila setiap mengambil keputusan
keluarga, selalu berdoa kepada Allah SWT.
3) Strategi koping yang digunakan
Jika ada masalah dalam keluarga Tn. SB selalu
didiskusikan dengan istri dan anak untuk menyelesaikan
masalah dan mencari jalan keluar yang terbaik.
4) Strategi adaptasi disfungsional
Dari hasil pengkajian tidak ditemukan adanya cara-cara
keluarga mengatasi masalah dengan cara membawanya
ke dukun Tn. SB selalu menggunakan fasilitas kesehatan
puskesmas terdekat bila ada masalah kesehatan dalam
keluarganya.

g. Pemeriksaan Fisik

Tabel 3.3 TTV


No Nam TB BB TD Nadi Resp Suhu Keluhan
a
1 An. 165 68 120/70 80x/Mnt 24x/Mnt 36,8 Batuk
0
MR Cm Kg C Pilek
2 Tn. 173 70 110/80 84x/Mnt 26x/Mnt 370C Batuk
SB Cm Kg Pilek
3 Ny. M 160 72 140/10 90x/Mnt 26x/Mnt 37 0 C Tidak Ada
Cm Kg 0
4 An. 154 49 110/70 78x/Mnt 24x/Mnt 36,80C Tidak Ada
MH Cm Kg
5 An. E 162 64 150/90 98x/Mnt 26x/Mnt 36,90c Tidak Ada
Cm Kg

Tabel 3.4 Pemeriksaan Fisik

10
No Nam KU Sistem Abdomen Ekstermitas
a Kardiovaskular

1 An. Baik I: Bentuk I: Bentuk Perut Atas


MR ; Prekordium kedua Buncit; warna I: kekuatan
Co dada simetris; kulit coklat; otot skala 5
mpo denyut jantung simetris normal
s tidak normal; P: tidak ada nyeri P: tidak ada
Men denyut nadi pada tekan nyeri tekan
tis dada tidak P: terdengar M: Motorik
menunjukkan Timpani seimbang
kelainan aorta A: Peristaltik R: Refleks
P: Iktus Cordis Usus 12 Normal
teraba tidak kali/menit S: Sensorik
normal; terdapat Normal
getaran; gerakan
trachea teraba Bawah:
P: Batas kiri kekuatan otot
jantung dan batas skala 5 normal
kanan jantung P: tidak ada
menandakan nyeri tekan
letak normal M: Motorik
A: Kualitas bising seimbang
halus R: Refleks
Normal
S: Sensorik
Normal
2 Tn. Baik I: Bentuk I: Bentuk Perut Atas
SB ; Prekordium kedua Buncit; warna I: kekuatan
Co dada simetris; kulit coklat; otot skala 5
mpo denyut jantung simetris normal
s normal; denyut P: tidak ada nyeri P: tidak ada
Men nadi pada dada tekan nyeri tekan
tis tidak P: terdengar M: Motorik
menunjukkan Timpani seimbang
kelainan aorta A: Peristaltik R: Refleks
P: Iktus Cordis Usus 12 Normal
teraba normal; kali/menit S: Sensorik
terdapat getaran; Normal
gerakan trachea
teraba Bawah:
P: Batas kiri kekuatan otot
jantung dan skala 5 normal
batasp kanan P: tidak ada
jantung nyeri tekan
menandakan M: Motorik
letak normal seimbang
A: Kualitas bising R: Refleks

11
halus Normal
S: Sensorik
Normal
3 Ny. M Baik I: Bentuk I: Bentuk Perut Atas
; Prekordium kedua Buncit; warna I: kekuatan
Co dada simetris; kulit coklat; otot skala 5
mpo denyut jantung simetris normal
s normal; denyut P: tidak ada nyeri P: tidak ada
Men nadi pada dada tekan nyeri tekan
tis tidak P: terdengar M: Motorik
menunjukkan Timpani seimbang
kelainan aorta A: Peristaltik R: Refleks
P: Iktus Cordis Usus 12 Normal
teraba normal; kali/menit S: Sensorik
terdapat getaran; Normal
gerakan trachea
teraba Bawah:
P: Batas kiri kekuatan otot
jantung dan batas skala 5 normal
kanan jantung P: tidak ada
menandakan nyeri tekan
letak normal M: Motorik
A: Kualitas bising seimbang
halus R: Refleks
Normal
S: Sensorik
Normal
4 An. Baik I: Bentuk I: Bentuk Perut Atas
MH ; Prekordium kedua Buncit; warna I: kekuatan
Co dada simetris; kulit coklat; otot skala 5
mpo denyut jantung simetris normal
s normal; denyut P: tidak ada nyeri P: tidak ada
Men nadi pada dada tekan nyeri tekan
tis tidak P: terdengar M: Motorik
menunjukkan Timpani seimbang
kelainan aorta A: Peristaltik R: Refleks
P: Iktus Cordis Usus 12 Normal
teraba normal; kali/menit S: Sensorik
terdapat getaran; Normal
gerakan trachea
teraba Bawah:
P: Batas kiri kekuatan otot
jantung dan batas skala 5 normal
kanan jantung P: tidak ada
menandakan nyeri tekan
letak normal M: Motorik
A: Kualitas bising seimbang
halus R: Refleks

12
Normal
S: Sensorik
Normal
5 An. E Baik I: Bentuk I: Bentuk Perut Atas
; Prekordium kedua Buncit; warna I: kekuatan
Co dada simetris; kulit coklat; otot skala 5
mpo denyut jantung simetris normal
s normal; denyut P: tidak ada nyeri P: tidak ada
Men nadi pada dada tekan nyeri tekan
tis tidak P: terdengar M: Motorik
menunjukkan Timpani seimbang
kelainan aorta A: Peristaltik R: Refleks
P: Iktus Cordis Usus 12 Normal
teraba normal; kali/menit S: Sensorik
terdapat getaran; Normal
gerakan trachea
teraba Bawah:
P: Batas kiri kekuatan otot
jantung dan batas skala 5 normal
kanan jantung P: tidak ada
menandakan nyeri tekan
letak normal M: Motorik
A: Kualitas bising seimbang
halus R: Refleks
Normal
S: Sensorik
Normal

h. Harapan keluarga
1) Persepsi terhadap masalah
Dalam menghadapi masalah kenakalan remaja Tn. SB selalu
memberi asuhan dengan kedua anaknya tentang mana teman
yag baik dan mana teman yang tidak baik karena jangan
sampe terjerumus dalam kenakalan ramaja.
2) Harapan terhadap masalah
Keluarga Tn. SB berharap bahwa anaknya tidak terjerumus
dalam kenakalan remaja karena bisa merusak masa depan
anaknya dan merusak nama baik keluarga.

i. Tipiologi masalah kesehatan


Tabel 3.6 Tipiologi masalah kesehatan

13
No. Daftar Masalah Keperawatan
1. Ancaman
2. Kurang Pola Asuh
3. Sejahtera

j. Pengkajian khusus berdasarkan 5 tugas keluarga


Tabel 3.5 Pengkajian khusus berdasarkan 5 tugas keluarga
No Kriteria Pengkajian
1. Mengenal masalah Keluarga Tn. SB mampu mengenal
masalah dengan baik
2. Mengambil keputusan Kepala keluarga mampu mengambil
yang benar keputusan dalam menangani
permasalahan kesehatan
3. Merawat anggota Setiap ada anggota keluarga yang sakit
keluarga yang sakit atau kepala keluarga mengambil tindakan
punya masalah segera berobat dipuskesmas terdekat
atau dengan mengkomsumsi obat
obatan baik herbal maupun obat yang
dijual bebas sesuai dengan gejala yang
dirasakan
4. Modifikasi lingkungan Menerapkan lingkungan bersih
5. Memanfaatkan sarana Apabila ada yang sakit parah maka dibawa
kesehatan ke Puskesmas

k. Daftar masalah
Tabel 3.6 Daftar masalah
No Data Problem Etiologi
1. Data Subjektif : Perilaku tidak Ketidaksanggupan
- Tn. SB mengeluhkan sehat mengenal masalah
Anaknya sering merokok kesehatan
- Tn. SB mengatakan
anaknya kurang mengetahui
bahaya tentang merokok
Data Objektif :
- An. MR berbau asap rokok

14
- terdapat sebungkus Rokok
di Saku Celana Belakang

2. Data Subjektif : Resiko terjadinya Kurang pola Asuh


- Tn. SB mengatakan anaknya penyimpangan Keluarga
kurang komunikasi dengan perilaku An. MR
orang tua.
- Tn. SB Mengatakan anaknya
susah diberi pencerahan tentang
bahaya pergaulan yang negatif
bila sering keluyuran hingga
berhari-hari tidak pulang ke
rumah
Data Objektif :
- Tn. SB tampak bingung dan
sedih pada saat bercerita

l. Skoring
Dx:
1. Perilaku tidak sehat b/d Ketidaksanggupan mengenal
masalah kesehatan
Tabel 3.7 Skoring
No Kriteria Perhitu Skor Pembenaran
ngan
1. Sifat masalah 2/3 x 1 2/3 An.MR memiliki sifat
yang tidak mengetahui
tentang bahaya
merokok

15
2. Kemungkinan 1/2 x 2 1 Tn. SB mengatakan
masalah dapat tingkat pengawasan
diubah langsung terhadap An.
MR sangat kurang dan
kurangnya
pengetahuan tentang
bahaya merokok
3. Potensi masalah 1/3 x 1 1/3 Tn. SB hanya bisa
dapat dicegah memantau kegiatan
anaknya melalui
handpone
4. Menonjolnya 2/2 x 1 1 An. MR mengalami
masalah ketergantungan dan
kecanduan merokok
Total 2 1/2

2. Resiko terjadinya penyimpangan perilaku An. MR b/d kurang


pola asuh keluarga
No Kriteria Perhitu Skor Pembenaran
ngan
1. Sifat masalah 1/3 x 1 1/3 An.MR memiliki sifat
yang rentan terhadap
perilaku menyimpang
2. Kemungkinan 1/2 x 2 1 An. MR mengatakan
masalah dapat walaupun teman
diubah temannya sering
melakukan perilaku
yang tidak baik, dia
tetap tidak mengikuti
perilaku tersebut
3. Potensi masalah 1/3 x 1 1/3 Tn. SB selalu
dapat dicegah memantau kegiatan
anaknya melalui
handpone
4. Menonjolnya 2/2 x 1 1 Masalah berat

16
masalah dirasakan karena An.
MR selama ini tidak
menunjukkan perilaku
menyimpang
Total 2 1/3

m. Diagnosa keperawatan
Tabel 3.8 Diagnosa keperawatan sesuai prioritas
No Diagnosa keperawatan Skor
1. Perilaku tidak sehat b/d Ketidaksanggupan 2 1/2
mengenal masalah kesehatan

2. Resiko terjadinya penyimpangan perilaku An. 2 1/3


MR b/d Kurang Polah Asuh Keluarga

Keterangan : Prioritas masalah adalah Perilaku tidak sehat b/d


Ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan

n. Intervensi keperawatan
Tabel 3.9 Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga
No Diagnosa Tujuan Evaluasi
Tujuan Tujuan Kriteria Standart
keperawatan Evaluas
umum khusus
i
1. Perilaku tidak Mengetah An. MR An.MR An.MR An.MR
sehat b/d ui tentang menghila mampu tidak menerim
Ketidaksanggup bahaya ngkan menerima merokok a
an mengenal merokok kebiasaa apa yang lagi dengan
masalah n kita baik
kesehatan merokok ajarkan An. MR
mampu
menjala
nkan
arahan

17
sesuai
intruksi

2. Resiko Menghinda Membata An.MR An.MR An.MR


terjadinya ri si dan mampu mampu menerim
penyimpangan pengaruh mengatur menerima berkomu a
perilaku An. MR perilaku waktu apa yang nikasi dengan
b/d kurang pola dari luar untuk kita dengan baik
asuh keluarga sering ajarkan baik An. MR
komunik dengan mampu
asi orang menjala
dengan tua nkan
orang tua arahan
rumah sesuai
intruksi

o. Implementasi
Tabel 3.10 Implementasi
No Diagnosa Waktu Tindakan keperawatan Paraf
keperawatan dan
Tempat
1. Perilaku tidak sehat Hari Sosialisasi tentang
b/d Jumat, pendidikan kesehatan
Ketidaksanggupan 15 tentang bahaya kenakalan
mengenal masalah Desem remaja dan bahaya
kesehatan ber merokok
2017
2. Resiko terjadinya Pukul
penyimpangan 14.00
perilaku An. MR b/d Wita
Kurang Pola Asuh
Keluarga

18
p. Evaluasi
Tabel 3.11 Evaluasi
No Diagnosa Waktu Evaluasi Paraf
keperawatan
1. Perilaku tidak sehat Hari Jumat, a. Struktur
b/d 15 Peserta mengikuti
Ketidaksanggupan Desember penyuluhan
mengenal masalah 2017 kesehatan sesuai
kesehatan Pukul 14.00 rencana.
Wita b. Proses
1) pelaksanaan
kegiatan sesuai
dengan waktu.
2) Peserta
antusias terhadap
materi
3) Peserta tidak
meninggalkan
tempat sebelum
kegiatan selesai.
4) Peserta terlibat
aktif dalam
penyuluhan.
c. Hasil
1) Keluarga Tn.
SB mengatakan
telah mengetahui
tentang bahaya
merokok.
2) Keluarga Tn.
SB mengatakan
telah mengerti isi

19
kandungan rokok
yang berbahaya
bagi organ tubuh
manusia.
3) Keluarga Tn.
SB mengatakan
niat nya untuk
menghilangkan
kebiasaan
merokok.

2. Resiko terjadinya Hari Jumat, a. Struktur


penyimpangan 15 Peserta mengikuti
perilaku An. MR b/d Desember penyuluhan
Kurang Pola Asuh 2017 kesehatan sesuai
Keluarga. Pukul 14.00 rencana.
Wita b. Proses
1) pelaksanaan
kegiatan sesuai
dengan waktu.
2) Peserta antusias
terhadap materi.
3) Peserta tidak
meninggalkan
tempat sebelum
kegiatan selesai.
4) Peserta terlibat
aktif dalam
penyuluhan.
c. Hasil
1) Keluarga Tn. SB
mengatakan telah

20
mengetahui tentang
pentingnya
keharmonisan dalam
hubungan keluarga.
2) Keluarga Tn. SB
mengatakan telah
menyadari bahwa
seringnya
berkomunikasi
dengan keluarga
masalah dapat
teratasi sehingga
akan membentuk
hubungan yang
harmonis.
3) Keluarga Tn. SB
mengatakan paham
dan niat nya untuk
meningkatkan pola
asuh keluarga.

21