Anda di halaman 1dari 5

PROSEDUR DAN DAMPAK

PROSEDUR MELAKUKAN BAYI TABUNG


Sebelum mengikuti program bayi tabung, pasangan diminta untuk memenuhi beberapa
syarat:

Persyaratan umum meliputi:

1. pasangan memiliki bukti perkawinan yang sah


2. usia istri kurang dari 42 tahun. Hal ini untuk meminimalisir kegagalan dan gangguan
pada ibu dan anak

3. konseling khusus dan informed consent

4. kesiapan biaya

5. kesiapan istri untuk hamil, melahirkan, dan memelihara bayi

Persyaratan khususnya, terdiri:

1. tidak ada kontra indikasi kehamilan


2. bebas infeksi rubella, hepatitis, toxoplasma, dan HIV

3. siklus berovulasi/respon terhadap terapi (FSH basal < 12 mIU/ml)

4. pemeriksaan infertilitas dasar lengkap

5. indikasi jelas

6. upaya lain sudah maksimal

7. analisa sperma

2.3 LANGKAH – LANGKAH PROSES BAYI TABUNG

1. Datanglah ke dokter bagian obstetri dan ginekologi bila ingin menjalani satu siklus
program Bayi Tabung.
2. Bila ditemukan kelainan/masalah pada Anda berdua, dokter spesialis akan merujuk ke
pusat layanan bayi tabung. Setelah diketahui penyulit kehamilan, pasangan suami
isteri disiapkan menjalani proses bayi tabung.
3. Setiap pasangan akan menerima penjelasan program Bayi Tabung dan prosedur
pelaksanaan dalam sebuah kelas/kelompok.
4. Peserta program harus menandatangani perjanjian tertulis: bersedia bila dokter
melakukan tindakan yang dianggap perlu semisal operasi, bersedia menghadapi
kemungkinan mengalami kehamilan kembar dan risiko lain yang dapat ditimbulkan.
5. Pelaksanaan program bisa dimulai berdasarkan masa haid. Calon ibu akan diberi obat-
obatan hormonal sebagai pemicu ovulasi agar menghasilkan banyak sel telur.
Perangsangan dilakukan 5-6 minggu, sampai sel telur matang dan cukup tuk dibuahi.
Selanjutnya dilakukan Ovum pick up/Opu (pengambilan sel telur) yang dilakukan
tanpa oprasi, melainkan dengan cara ultrasonografi transvaginal. Kemudian semua sel
telur diangkat dan disimpan dalam incubator. Sedangkan calon ayah akan diambil
spermanya melalui cara masturbasi. Beberapa jam kemudian, terhadap masing-masing
sel telur akan ditambahkan sejumlah sperma suami (inseminasi) yang sebelumnya
telah diolah dan dipilih yang terbaik mutunya. Setelah kira-kira 18-20 jam, akan
terlihat apakah proses pembuahan tersebut berhasil atau tidak. Sel telur yang telah
dibuahi sperma atau disebut zigot akan dipantau selama 22-24 jam kemudian untuk
melihat perkembangannya menjadi embrio. Dari embrio tersebut, dokter akan
memilih tiga atau empat embrio yang terbaik untuk ditanamkan kembali ke dalam
rahim. Empat embrio merupakan jumlah maksimal mengingat risiko yang akan
ditanggung oleh calon ibu dan juga janin. Embrio-embrio yang terbaik itu kemudian
diisap ke dalam sebuah kateter khusus untuk dipindahkan ke dalam rahim. Terjadinya
kehamilan dapat diketahui melalui pemeriksaan air seni 14 hari setelah pemindahan
embrio.

Bila saat masturbasi tak ada sperma yang keluar, berarti ada sumbatan. Untuk
itu akan dilakukan cara lain, yaitu dengan MESA (Microsurgical Epydidimis Sperm
Aspiration);sperma diambil dari salurannya. Bisa juga dengan TESA (Testical Sperm
Extraction); sperma diambil langsung dari buah zakar.

Bila sperma yang dihasilkan sangat sedikit, maka dilakukan ICSI (Intra
Cytoplasmic Sperm Injection); sperma disuntikkan ke sel telur. Cara ini khusus bagi
pasangan infertil dimana suami mempunyai sperma sangat sedikit.

6. Ibu dipantau beberapa waktu dengan pemeriksaan hormon kehamilan (hCG) di darah
dan pemeriksaan USG.
DAMPAK BAYI TABUNG

Teknologi bayi tabung memberi manfaat bagi pasangan suami-istri usia produktif
yang belum memiliki keturunan. Namun, masih menjadi kontra jika teknologi bayi tabung ini
dilakukan pada wanita lanjut usia yang telah menopause. Hal ini karena secara alami, wanita
menopause tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan lagi.

Untuk itu, para ahli dalam penelitiannya harus mempertimbangkan aspek etika, moral
dan agama. Apabila tidak maka akan menimbulkan hal yang kontroversial dan meniimbulkan
dampak bayi tabung, padahal penemuan di bidang teknologi reproduksi dapat dikembangkan
secara luas untuk kesejahteraan manusia.

Dampak bayi tabung positif


Bioteknologi memberikan dampak positif dalam bidang kesehatan, misalnya dengan
dikembangkannya teknik bayi tabung yang dapat membantu pasangan suami-istri untuk
mendapatkan keturunan serta pemanfaatan bakteri dalam rekayasa genetika sehingga
dihasilkan insulin buatan.

Dampak bayi tabung negatif


Dampak negatif penerapan bioteknologi terdapat pada berbagai aspek kehidupan
seperti etika dan moral, lingkungan hidup, sosial dan ekonomi serta kesehatan. Seperti
menyisipkan gen makhluk hidup ke dalam makhluk hidup lainnya (transplantasi gen)
dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum alam dan sulit untuk diterima masyarakat.

Pada bayi tabung terdapat kadar yang berbeda. Bagi wanita muda berumur dua puluh
tahun (20 tahun) yang dilahirkan dengan proses bayi tabung, kadar darah embrionya adalah
76,0%. Ini merupakan nilai yang lemah karena saat proses pembuahan, ia berada di luar
rahim selama satu jam atau kurang.

Padahal telah diketahui bahwa darah embrio bagi orang-orang dewasa tidak memiliki
fungsi apa-apa. Ditambah lagi, pencernaan yang terjadi di luar rahim menyebabkan
peningkatan kadar darah embrio tersebut menyebabkan peningkatan kadar darah embrio
tersebut dalam tubuh manusia.

arti lain, pencemaran itu memberikan dampak pada seluruh embrio dan menimbulkan
perubahan penampilannya. Di sisi lain, teknologi bayi tabung memiliki potensi bertentangan
dengan norma agama/masyarakat jika dibuat dengan cara massal dan tidak diketahui dengan
pasti siapa pemiliki sel-sel kelamin yang digunakan. Dengan demikian, akan sulit diketahui
siapa orang tua bayi yang akan terbentuk dan embrio dari hasil persatuan sel telur dengan sel
spermatozoa orang tertentu yang ditanamkan di dalam rahim ibu pengganti, memiliki dampak
serius dari segi agama dan etika.
Hubungan antara ibu dan janin yang dikandungnya yang terjalin secara alami selama proses
kehamilan akan menjadi masalah di kemudian hari. Sebuah Lembaga Roslin di Inggris adalah
lembaga pertama yang sukses mengkloning domba pada tahun 1996 yang bernama Dolly.
Tetapi lembaga ini keberatan terhadap sukses kloning manusia, yang dianggap bahwa
tindakan tersebut tidak terpuji dan merupakan pengkhianatan yang hanya akan menciptakan
kehancuran.

Markas besar UNESCO meminta agar negara-negara di dunia melarang kloning manusia.
Percobaan kloning manusia tidak hanya mengandung risiko pengetahuan, tetapi juga
melanggar etika dan melanggar harga diri manusia.

Selain itu, untuk urusan kesehatan dampak bayi tabung untuk wanita terdapat efek
sampingnya. Prosedur yang diberikan memerlukan suatu persetujuan dari Anda dan juga
pasangan Anda tergantung dari pilihan. Anda harus mengetahui dan memahami terlebih
dahulu tentang dampak bayi tabung ini untuk kesehatan. Harus Anda ketahui bahwa program
bayi tabung merupakan suatu cara untuk mempertemukan sperma dengan sel telur namun
dengan proses inseminasi atau teknologi buatan manusia.
Dampak bayi tabung untuk kesehatan wanita bisa meningkatkan resiko dan potensi
terjadinya Ovarian Hyper Stimulation Syndrome atau OHSS. Hal ini disebabkan dari obat
yang dikonsumsi selama proses stimulasi ovarium. Dan selai itu infeksi yang terjadi biasanya
adalah setelah proses pengumpulan sel telur. Selain itu, dapak bayi tabung yang lainnya
adalah unculnya reaksi anestesi dan juga terjadinya kerusakan pada struktur ovarium yang
masuk ke dalam usus dan masuk ke dalam kandung kemih wanita.
Dampak negatif bayi tabung yang lainnya adalah walaupun tidak semua mengalami
hal ini, namun ada beberapa kasus yang menimbulkan suatu dampak gejala menopauseselama
proes yang pertama pada program bayi tabung. Gejala yang muncul biasanya diakibatkan
karena sel telur yang dibuahi akan menempel di dalam dinding uterus. Fan kemudian
prubahan hormon yang terjadi di masa kehamilan merupakan suatu hal yang normal, namun
terdapat beberapa gejala yang spesifik dari program bayi tabung yang dijalani ini, wanita
akan mengalami urinasi yang panas, sakit kepala, payudara yang mengeras, sensasi kram
pada bagian bawah perut dan terjadinya suatu perubahan pada suasana hati mereka yang tidak
menentu.
Itulah beberapa dampak bayi tabung yang terjadi pada wanita. Itu mengapa sebelum
melakukan program bayi tabung ini membutuhkan suatu persiapan mental dan juga fisik.

Beri Nilai