Anda di halaman 1dari 9

Sambutan Memperingati Hari Guru Nasional

dan HUT PGRI

Alhamdulillah puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah YM


Penyayang sehingga pada pagi hari ini kita masih diberikannya beragam
nikmat, nikmat sehat, niikmat semangat, nikmat menghirup udara yang segar,
dan banyaknya nikmat lain yg tidak dapat kita sebutkan satu per satu.

Khusus pada hari ini 25 November 2017 seluruh guru Indonesia memiliki satu
perasaan yang sama, perasaan sukacita karena pada hari ini adalah hari nasional
para guru Indonesia yang patut dibanggakan, hari di mana para guru dikenang
dan didoakan oleh segenap anak bangsa dari sabang sampai merauke, semoga
para guru diberikan kemudahan hidup agar senantiasa bersinar cemerlang
membagi pengetahuan dan kebaikan untuk mencerdaskan pelajar-pelajar
Indonesia dalam sistem pendidikan yang berkualitas.

Untuk diketahui bahwa hari guru juga dirayakan oleh setiap negara di dunia ini
dan bahkan secara global kita memiliki hari guru internasional yang diperingati
setiap tanggal 5 Oktober. Ibu mengajak kita semua bersama-sama mengakses
peringatan hari guru ini melalui internet sehingga kita dapat mengetahui apa
saja yang dilakukan oleh teman-teman kita sedunia dalam menyambut,
merayakan, dan memperingati hari guru di negara masing-masing.

Sistem dan praktik pendidikan berkualitas hanya akan lahir apabila terdapat
guru profesional di dalamnya, memiliki kompetensi dan yang kesejahteraannya
terpenuhi. Guru sebagai agen pembelajaran diharapkan memiliki empat
kompetensi yakni kompetensi pedagogik yang merupakan kemampuan para
guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik agar kelak mampu
mengaktualisasikan berbagai potensi dimiliknya; kompetensi
sosialmenunjukkan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara
efektif dengan peserta didik dan masyarakat sekitar; kompetensi
kepribadian yang bermakna karakteristik pribadi guru harus menjadi teladan
bagi peserta didik dan guru memiliki akhlak mulia; dankompetensi
profesional yang merupakan kemampuan guru dalam penguasaan materi
pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan mereka
membimbing peserta didik dalam menguasai materi diajarkan secara mumpuni.

Demikianlah betapa sesungguhnya para guru Indonesia memiliki banyak


tuntutan kemampuan semata-mata untuk kebaikan dan peningkatan mutu
pendidikan. Kita semua mencintai para guru, mencintai profesi guru, kita semua
berterima kasih atas segala pengabdian para guru yang mengantarkan kita
menapaki masa depan menuju cita-cita kita.

Hari ini para guru Indonesia mengenakan seragam dengan lambang PGRI di
baju yang kita kenakan. Ini adalah cerminan perasaan syukur, bangga, dan
bahagia. Dua pelita yang terlihat di kanan, kiri dada baju ini melambangkan
pelita yang ada di dada-dada setiap guru khususnya guru SMKN 38 Jakarta
yang menerangi kehidupan siswa anak bangsa Indonesia, menuntunnya
menyusuri perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih baik.

Bapak Ibu guru yang dimuliakan oleh Allah, menjadi seorang guru dikatakan
bahwa kita patut digugu dan ditiru karena hakekat para guru luar biasa
mulianya. Ucapan seorang guru adalah ucapan seorang pemimpin yang harus
dapat dipercaya, karena benar, faktual, bukan fitnah, dan dapat
dipertanggungjawabkan. Guru mesti layak digugu, diikuti, dan
dipercaya. Ucapan guru, ajakan guru, ajakan pemimpin dilakukan dengan
memberi contoh, menjadi contoh, yang akhirnya diikuti oleh anak didiknya.
Seorang guru hendaknya lebih mawas diri dalam melihat orang lain dengan
menghindarkan beragam kebiasaan yang kurang baik, seperti senang
menyalahkan atau mengkritik secara berlebihan seolah-olah semua siswa salah.
Guru hendaklah menjadi guru yang baik, yang pandai mawas diri, berilmu padi,
makin berilmu, makin tunduk, tunduk pada kemahaluasan pengetahuan semesta
Rabb YM Hebat, YM Kuasa, YM menurunkan rahmat kebaikan untuk kita
semua.
Untuk itu kita para guru, sebagai manusia yang tidak sempurna, marilahsetiap
hari kita melakukan perbaikan diri, menyempurnakan kepribadian kita,
memantapkan langkah kita, agar menjadi guru yang baik.

Para siswa yang dirahmati Allah,


Sepatutnya kita berterima kasih kepada bapak/ibu guru yang tulus, yang mulia,
yang telah mengantarkan kita menuju jalan kebaikan hidup dengan senantiasa
mendoakan para guru kita. Kita ingin menjadi manusia dan bangsa yang maju
dan bermartabat. Kita ingin menjadi bangsa dan manusia yang unggul dan
berdaya saing. Kita ingin hidup lebih baik dan kita juga ingin menyumbangkan
sesuatu kelak untuk masyarakat kita. Inginkah kita memiliki negara yang maju?
Tidak inginkah kita, bangsa kita menjadi bangsa yang bermartabat? Bangsa
yang cerdas dan memiliki peradaban? Bangsa yang memiliki sopan santun yang
menyejukkan? Bangsa yang menang dalam globalisasi? Bila itu menjadi
keinginan kita, maka jawabannya adalah mari tingkatkan pendidikan kita
dengan memuliakan para guru kita.
Berkaitan dengan Hari Guru maka khusus di 38 kita ini, saya mencoba untuk
menghadirkan momen yang berbeda dari upacara kita pada setiap hari senin.
Pada hari ini saya meminta partisipasi bapak/ibu guru untuk berkenan
bernostalgia, mengenang kembali kepiawaian para guru saat dahulu ketika
masih menjadi siswa seperti anak-anak semua. Ibu meminta para guru
menunjukkan sesuatu pada siswa sebagai petugas upacara khusus hari guru.
Dan hasilnya telah kita saksikan bersama. Mari aplaus meriah untuk semua guru
SMKN 38 Jakarta.

Terima kasih ya, bapak/ibu semua, yang subhanallah benar-benar bapak/ibu


adalah partisipan yang aktif dan membanggakan. Saya bangga memimpin 38
saat ini, saya merasa Allah memberikan kebaikan yang tak henti untuk kita
semua. Alhamdulillah.

Selain itu saya juga ingin memotret sejauh mana apresiasi siswa 38 terhadap
para guru. Dalam sepuluh hari terakhir saya mencoba menggali siapakah guru
yang difavoriti oleh sebagian besar para siswa. Dan ternyata Bapak/Ibu guru
yang baik, para siswa secara bersama kesulitan untuk menentukan satu guru
yang sangat unggul sebagai guru favorit, sebab menurut mereka para guru
masing-masing memiliki keunikan tersendiri.
Namun secara matematis karena hitungannya adalah angka yang berbicara jelas
maka walaupun berselisih % yang tipis, saya harus menetapkan guru favorit
siswa tahun ini.
Mudah-mudahan ini menjadi catatan tersendiri setidaknya bahwa siswa telah
diberi haknya untuk memilih.
Dalam waktu yang berkembang kelak kita akan sempurnakan lagi
proses pemilihan guru favorit siswa ini, namun saya minta untuk tahun 2008
mari kita sepakati beberapa guru yang dipilih oleh siswa kita, meliputi guru
mapel normatif, mapel adaptif, guru kompetensi produktif dari restoran, tata
busana, dan akomodasi perhotelan.

Juga khusus untuk mengapresiasi staf tata usaha yang telah memberikan
dukungan luar biasa bagi kinerja kita para guru, saya juga meminta dalam hal
ini para guru untuk memilih seorang staf tata usaha yang dinilai oleh masing-
masing guru memiliki kinerja yang cukup baik, yang mumpuni sebagai seorang
staf tata usaha yang dapat diandalkan. Dan hasilnya ternyata, sama dengan para
siswa, para gurupun kesulitan menetapkan pilihan yang unggul dominan.
Namun karena angka yang berbicara seperti halnya pemilihan guru di atas,
maka saya akhirnya dapat juga menetapkan staf tata usaha terbaik untuk tahun
2008 ini. Alhamdulillah.
Demikianlah amanat pada hari ini dalam rangka merayakan Hari Guru Nasional
2008 sekaligus HUT PGRI yang ke-63. Semoga kita semua menjadi anak-anak
bangsa yang pandai memuliakan guru, sehingga hidup kita akan lebih berarti
dan mulia di hadapan Allah YM mulia.

Terima kasih dan mohon maaf bila terdapat banyak kekurangan, semoga Allah
senantiasa menuntun kita dalam kebaikan memajukan pendidikan Indonesia,
yang kita awali dengan membangun pendidikan yang bermutu, pendidikan yang
berkualitas di SMKN 38 Jakarta yang kita cintai ini. Amin ya Allah, amin ya,
Rabbal Alamin.

Selamat merayakan hari guru, selamat dan sukses untuk kita semua para guru,
staf tata usaha, dan siswa SMK Negeri 38 Jakarta.

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


Puisi Dari Guru untuk Siswanya
Majulah Terus Siswa Indonesia
Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu harapan ku sandangkan
Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan
Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu
Bangkitlah melawan arus yang terus mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya
Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan
Ingat, Engkau adalah harapan, engkau adalah masa depan
Masa depan ada di tanganmu
Harapan terpendam ada di pundakmu
Nasib bangsa engkau yang menentukan

Do'a Sang Guru


Tuhan, Bantulah aku
Kuatkan suara, tubuh dan pikiran mereka
Berikanlah ekspresi pada perasaan mereka
dan kendalikan tingkah laku mereka
Tapi yang terpenting
"Bantulah aku untuk mencintai siapa mereka"

NB : "mereka" adalah siswa-siswaku

Dari Guru Untuk Siswanya


Kamu ingatkanku pada diriku
Ketika aku sangat muda dahulu
Penuh semangat melompat-lompat
Tak kenal lelah tak jengah-jengah

Kamu tersenyum selalu


Seperti waktu aku muda dulu
Penuh harap kerjakan semua
Tak habis asa entah apa menerpa

Kamu hebat, anakku


Tak jauh beda dengan diriku
Tiada halangan kan hentikan
Tiada rintangan kan lemahkan

Jadilah hebat, melebihiku


Tapi ingat ini, anakku
Lepaskanlah, segala beban yang tak berguna
Melangkahlah, bukan untuk masa remaja saja
Jadilah manusia yang seutuhnya
Belajar sepanjang masa

Aku Seorang Guru


Lihatlah … seharian,
aku telah diminta menjadi seorang aktor,
teman, penemu barang hilang, psikologi,
pengganti orang tua, penasihat,
hakim, pengarah, motivator,
dan pembimbing ruhani murid-muridku..

Meski tersedia peta,


grafik, formula, kata kerja, cerita dan buku.

Aku sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan,


karena murid-muridku sebenarnya hanya mempunyai diri mereka sendiri untuk belajar.

DARI SEORANG GURU KEPADA MURID-MURIDNYA


Apakah yang ku punya, anak-anakku
Selain buku-buku dan sedikit ilmu
Sumber pengabdianku kepadamu
Kalau di hari minggu engkau datang ke rumahku
Aku takut, anak-anakku
Kursi-kursi tua yang di sana
Dan meja tulis sederhana
Dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya
Semua padamu akan bercerita
Tentang hidupku di rumah tangga
Ah, tentang ini tak pernah aku bercerita
Depan kelas, sedang menatap wajah-wajahmu remaja
"horison yang selalu biru bagiku"
Karena ku tahu, anak-anakku
Engkau terlalu muda
Engkau terlalu bersih dari dosa
Untuk mengenal ini semua

Kepada Muridku
Ayuh!
Bangkitlah wahai muridku,
Buangkan selimut mimpi,
Ketika fajar mengetuk pintu hari,
Mulakan langkah berani,
Membawa Watikah Amanah dan Janji!

Muridku,
Tahukah kau?
Bahwa setiap waktu,
Betapa lebatnya dedaunan ilmu,
Secepat musim berlalu,
TETAPI..,
Manakan mampu meneduhkan hidupmu,
Jika usahamu kian pantas dihambat jemu,

Muridku,
Coba kau helakan nafas kentalmu,
Pada Ayah, pada Bunda, jua pada Gurumu,
Bahwa gunung harapan bisa kau daki,
Puncak menara bisa kau jejaki,

Dan ketahuilah!
Ketika bibir suria menguntum senyum,
Lalu menghulurkan jemari halusnya,
Serta melambai ucapan ‘SOBAHUL KHAIR’
Dan ‘AHLAN WASAHALAN’ buatmu tamu terhormatnya…

Maka mengertilah! Bahwa indah cahayanya,


Akan menemani tiap jejak sepatu putihmu,
Menuju teratak ilmu itu..
Yakinlah bahwa kesuksesanmu adalah kebanggaanku,
Muridku,
Biarpun Hari Depanmu,
Masih dalam dua kemungkinan,
Namun biarlah – ‘UTARA’ dan ‘SELATAN’
Menjadi tawanan!

Di Antara Dua
Di antara dua, aku harus memilih
Entah satu baik atau buruk
Aku tak bisa berdiri di antara keduanya
Dan aku menentukannya

Di antara dua, aku harus masuk


Entah satu mudah atau sulit
Aku tak bisa bergelut di antara keduanya
Dan aku meratapinya

Di antara dua,aku harus berjuang


Entah satu manis atau pahit
Aku tak berhenti meraih satunya
Dan aku tak ingin kalah
Perpisahan Dengan Kamu Muridku
Tangan ini saya tahan

Tangan ini saya memegang aku menyentuhnya sekarang


Untuk selama-lamanya,
Dan pengetahuan yang saya bagikan
Aku memberikan dari saya untuk kalian.

Dengan harapan bahwa semua yang kalian lakukan dan katakan


Mencerminkan pembelajaran,
Dan semua penghargaan yang kalian terima
Apakah orang yang kalian telah diterima.

Saya guru kalian saat ini


Dan teman sejati kalian,
Tapi ketika tahun berakhir
Pikiranku dari kalian tidak akan berakhir.

Untuk dalam memori tersayang


Selamanya kalian akan,
Dan ketika kau pergi, aku berharap bahwa kalian
Akan mengambil bagian dari diriku.

Tangan ini saya memegang aku menyentuhnya sekarang


Untuk selama-lamanya,
Dan pengetahuan yang saya bagikan
Aku memberikan dari saya untuk kalian

Berikut ini adalah gambar bahwa kalian dapat harta karun.


Pengajaran kalian telah menyenangkan!
Tahun sekarang berakhir
Ketahuilah kalian berada di hatiku!

Selamanya

Mengapa Tuhan Menciptakan Guru


Saat Tuhan menciptakan "Guru"
Dia memberi kita sahabat khusus
Untuk membantu kita memahami dunia-Nya
dan untuk benar-benar memahami keindahan
dan keelokan semua yang kita lihat
dan untuk membuat kita menjadi orang yang lebih baik

Saat Tuhan menciptakan "Guru"


Dia memberi kita petunjuk khusus
Untuk menunjukkan kita cara menjadi dewasa
Sehingga kita semua bisa memutuskan
Cara hidup dan bekerja
Menunjukkan apa yang benar dan yang salah
Membawa kita menjadi pemimpin
dan mempelajari bagaimana menjadi kuat

Mengapa Tuhan menciptakan guru


dengan Kasih dan Sayang-Nya
adalah "agar membantu kita mempelajari
bagaimana membuat dunia kita menjadi lebih baik
Tempat yang lebih bijaksana...