Anda di halaman 1dari 23

E4MAKALAH METODE GRAVITASI

RADAR

Disusun oleh :

Chintia Nandari
Ester Ikalia Halawa
Nurhabibah Purba
Ratna Sari Dewi Siregar
Rosaini Harahap
Siti Khotlina Sari Harahap

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat, dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Makalah ini
berjudul tentang Radar. Makalah ini kami susun untuk menyelesaikan tugas mata
kuliah Metode Gravitasi. Harapan kami semoga makalah ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih
baik. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami
harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Medan, 07 November 2017

`
Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang...........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................1
1.4 Tujuan........................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................2
2.1 Sejarah Radar.................................................................................................2
2.2 Pengertian Radar............................................................................................3
2.3 Prinsip dan Cara kerja Radar..........................................................................3
2.4 Sistem Radar..................................................................................................6
2.5 Jenis-Jenis Radar............................................................................................9
2.6 Manfaat Radar..............................................................................................10
2.4 Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Radar...........................................13
2.4 Aplikasi Radar..............................................................................................13

BAB III PENUTUP...............................................................................................17


3.1 Kesimpulan..............................................................................................17
3.2 Saran........................................................................................................17

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................18

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam perkembangan teknologi di era modern ini, bidang elektronika dan
telekomunikasi lah yang sangat memegang peranan penting. Bidang elektronika
dan telekomunikasi sendiri pasti berkaitan erat dengan gelombang
elektromagnetik. Televisi, radio, telepon seluler, riset luar angkasa, prakiraan
cuaca dan mengetahui letak pesawat terbang memanfaatkan gelombang
elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik juga dapat dimanfaatkan dalam
mendeteksi dan penjangkauan benda yang tidak dapat dijangkau oleh jarak
pandang manusia, atau disebut dengan radar.
Baru-baru ini Inggris merencanakan membuat radar yang dapat mempelajari
bagaimana cuaca diluar angkasa mempengaruhi bumi. Sebab, bumi terus-menerus
mendapat partikel dan energy magnetic matahari yang berdampak merusak satelit
dan jaringan listrik. Radar ini nantinya akan ditempatkan dikutub utara, Artika.
Teknologi ini dapat menampilkan pemandangan 3D dari cuaca luar angkasa dan
dapat menyelidiki secara terperinci ionosfer yang berjarak sekitar 70 km-1000 km
di ketinggian (Analisa,2017).
Indonesia juga baru-baru ini telah membeli radar baru untuk menambah
kekuatan TNI-AU yang dapat mendeteksi sasaran dari jarak 550 km. Radar yang
dibeli oleh TNI-AU Indonesia merupakan jenis radar weibel buatan Denmark.
Radar weibel terdiri dari 2 komponen besar yang terpisah yaitu, Primary
Surveillance Radar (PRS) dan Secondary Surveillance Radar (SSR)
(TRIBUNnews, 2017).
Pemakaian teknologi radar selain digunakan dalam kancah internasional, di
lingkungan nasional juga radar sangat diperlukan. Untuk itu makalah ini akan
membahas tentang radar meliputi sejarah radar, prinsip kerja radar, dan aplikasi
dari radar.

1.1 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut :
1) Apa yang dimaksud dengan radar?
2) Bagaimana sistem kerja pada radar?
3) Apa manfaat dan aplikasi dari radar?

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut :
1) Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan radar.
2) Untuk mengetahui sistem kerja pada radar.
3) Untuk mengetahui manfaat dan aplikasi dari radar.

BAB II

1
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Radar


Radar pada awalnya dikembangkan saat perang dunia ke II tahun 1940.
Penggunaan radar sebagai sensor untuk melakukan penginderaan jauh kemudian
semakin berkembang, Real Aperture Radar (RAR) yang disebut juga Side
Looking Airborne Radar (SLAR) muncul. Tidak berhenti disitu, pada tahun 1970
Jet Propulsion Laboratory melakukan penelitian untuk mengembangkan RAR
menjadi SAR (Synthetic Aperture Radar). Salah satu metode dari SAR yang saat
ini sedang berkembang adalah InSAR (Interferometric Synthetic
Aperture Radar). InSAR adalah teknik penginderaan jauh yang menggunakan
citra hasil dari satelit radar, untuk mengekstraksi informasi tiga dimensi dari
permukaan bumi dengan pengamatan fasa gelombang radar (Haniah, 2011).
Diakhir tahun 1940-an, radar telah diintegrasikan ke dalam sistem
pemanduan lalu lintas udara . Sejak itu telah banyak kemajuan yang dicapai baik
peralatan maupun prosedur sehingga radar saat ini mempunyai kinerja jauh lebih
baik dibandingkan yang dibayangkan semula beberapa tahun yang lampau.
Peralatan radar saat ini telah dipasang di hampir seluruh unit pemandu lalu lintas
udara di seluru dunia. Sistem radar sangat membantu tenaga pemandu lalu lintas
udara yaitu menjaga keselamatan, kelancarandan keteraturan lalul intas udara.
Keberadaan radar pertama kali adalah merupakan gagasan dari dua ilmuan
Jerman yaitu Heinrich dan Christian Hulsmeyer, pada tahun 1922. Percobaan
dilakukan oleh kedua ilmuan tersebut dan selanjutnya mereka dapat
mempraktekan di lapangan. Mereka gunakan untuk menghindarkan tabrakan antar
kapal laut di lautan. Dari situlah akhirnya membawa arah perkembangan radar.
Sistem radar pertamakali digunakan pada tahun 1925 oleh Gregory Briet dan
Merle A. Tune dari Amerika. Pada tahun 1930, dilakukan penyelidikan
penggunaan radio untuk mencari kapal laut dan pesawat terbang musuh oleh
Angkatan Laut Amerika Serikat. Dan hasilnya adalah alat tersebut mampu
mendeteksi pesawat dengan mengunakan panntulan gelombang radio. Setelah
berhasil dilakukan lagi untuk selanjutnya penelitian mengembangkan instrument
untuk mengumpulkan data, mencatat data secara otomatis dan mengkorelasikan
data untuk menunjukan posisi, sudut dan kecepatan kapal laut atau pesawat
terbang.
Kemajuan berlanjut pada tahun berikutnya dilakukan oleh Angkatan Darat
dan Laut Amerika. Selama Perang Dunia II, industri radar mencapai puncaknya.
Banyak perusahaan elektronik yang memperoleh kontrak untuk pembatan
peralatan radar. Badan Penerbangan Inggris mengakui kuntungan yang diperoleh
dari radar dalam sistem pengendalian Lalu Lintas Udara. Pada Badan Meteorologi
Amerika memanfaatkan radar dalam melacak badai untuk mengadakan perkiraan
cuaca sedini mungkin. Penggunaan radar dalam pengendalian Lalu Lintas Udara
pertama kalinya adalah untuk alat bantu pendaratan. Setelah pengembangan

2
peralatan yang lebih baik,peralatan tersebut kemudian ditingkatkan untuk
mengatur arus lalu lintas. Radar telah memungkinkan pengendalian Lalu lintas
Udara untuk melihat dan mengarahkan pesawat guna menghindarkan tabrakan
antar pesawat atau antara pesawat dan rintangan di darat.

2.2 Pengertian Radar


Radar adalah singkatan dari Radio Direction And (Radio) Ranging. Sesuai
dengan namanya radar digunakan untuk mendeteksi posisi pesawat yang
dinyatakan dengan arah atau azimuth yang mengacu pada arah Utara dan pada
jarak (range) tertentu dari antena. Radar bekerja dengan menggunakan gelombang
radio yang dipantukan dari permukaan objek.Radar menghasilkan sinyal energi
elektromagnetik yang difokuskan oleh antenna dan ditransmisikan ke atmosfer.
Benda yang berada dalam alur sinyal elektromagnetik ini yang disebut objek,
menyebarkan energi elektromagnetik tersebut. Sebagian dari energi
elektromagnetik tersebut disebarkan kembali ke arah radar. Antena penerima yang
biasanya juga antenna pemancar menangkap sebaran balik tersebut dan
memasukkannya ke alat yang disebut receiver.
Sedangkan alat pendeteksi konvensional, radar atau kepanjangannya Radio
Detection and Ranging, menggunakan gelombang radio untuk pendeteksian. Jika
gelombang yang dipancarkan mengenai benda (dalam hal ini adalah pesawat)
akan berbalik arah, dan waktu yang diperlukan untuk kembali lewat alat penerima
dapat mengetahui informasi jarak, kecepatan, arah, dan ketinggian.

2.3 Prinsip dan Cara Kerja Radar


RADAR sebenarnya merupakan singkatan dari Radio Detection and
Ranging. Teknologi ini berakar dari teknologi gelombang mikro (microwave).
Prinsip yang jadi kunci utama teknologi ini adalah pantulan gelombang mikro dan
sesuatu yang disebut Doppler Effect (Efek Doppler). Untuk bisa memahami
prinsipnya lebih mudah, kita bisa analogikan dengan gelombang suara. Dalam
gelombang suara kita mengenal yang disebut gema (echo). Kalau gelombang
suara kita menumbuk suatu permukaan, gelombang itu pasti langsung dipantulkan
kembali. Yang kita dengar adalah gema dari suara awal.

Gambar 1. Analogi dengan prinsip gema pada gelombang suara

3
Dalam teknologi radar, gelombangnya adalah gelombang mikro. Gelombang
mikro dipancarkan oleh transmitter. Jika menumbuk suatu permukaan maka
gelombang ini juga mengalami pemantulan. Pantulannya ini diterima oleh alat
penerima (receiver) karena gelombang mikro tidak dapat dilihat maupun didengar
seperti gelombang suara biasa. Jika receiver yang digunakan mendeteksi pantulan
gelombang yang dipancarkan tadi, itu berarti ada suatu benda yang menyebabkan
terpantulnya gelombang tersebut. Jarak benda tersebut dapat dihitung dengan
mudah jika kita tahu waktu saat gelombang pertama kali dipancarkan sampai
pantulannya dideteksi.

Gambar 2. Pemantulan gelombang mikro oleh pesawat

Efek Doppler juga bisa dipahami dengan analogi pada gelombang suara.
Ilustrasi yang paling mudah adalah suara sirene ambulans. Dari kejauhan kita
biasanya mendengar sirene itu melengking tinggi (frekuensinya tinggi), tetapi
begitu jaraknya semakin dekat, apalagi sewaktu lewat di depan kita, suaranya
tidak lagi melengking (frekuensinya lebih rendah). Perubahan frekuensi yang
sampai pada pendengar inilah yang disebut Doppler Effect atau Doppler Shift.
Kenapa ini bisa terjadi? Misalnya kecepatan suara 600 mph atau 1/6 mil/detik
(bergantung juga pada tekanan udara, temperatur, dan kelembaban). Ini berarti
jarak 1 mil akan ditempuh selama 6 detik. Kalau ambulans mulai membunyikan
sirenenya sewaktu jaraknya masih 1 mil dari kita, berarti gelombang suaranya
baru akan sampai di telinga kita 6 detik kemudian. Tetapi suara yang kita dengar
adalah seluruh gelombang suara yang dibunyikan selama 1 menit tersebut
(gelombang suara selama 1 menit kita dengar selama 54 detik). Jika kecepatan
ambulans itu sendiri 60 mph, berarti dalam waktu 1 menit ambulans akan berada
tepat di depan kita. Ini berarti gelombang suara pada detik ke-60 langsung sampai
ke telinga kita saat itu juga. Yang terjadi adalah, jumlah gelombang suara selama 1
menit dipadatkan ke 54 detik karena adanya penundaan selama 6 detik tadi. Ini
berarti frekuensinya bertambah sehingga saat ambulans mendekati kita, suaranya
terdengar melengking. Tetapi saat ambulans tepat di depan kita dan mulai

4
menjauh lagi, frekuensi berkurang dan suaranya tidak lagi terdengar melengking
seperti semula.

Gambar 3. Efek Doppler

Dalam teknologi radar, kedua prinsip ini dikombinasikan. Gema/pantulan


gelombang mikro diukur perubahan frekuensinya (frekuensi pantulan pasti
berbeda dengan frekuensi gelombang yang dipancarkan) sehingga bisa ditentukan
jarak dan kecepatan benda. Pada umumnya, radar beroperasi dengan cara
menyebarkan tenaga elektromagnetik terbatas di dalam piringan antena.
Tujuannya adalah untuk menangkap sinyal dari benda yang melintas di daerah
tangkapan antena yang bersudut 200 – 400. Ketika ada benda yang masuk ke dalam
daerah tangkapan antena tersebut, maka sinyal dari benda tersebut akan ditangkap
dan diteruskan ke pusat sistem radar untuk kemudian diproses sehingga benda
tersebut nantinya akan tampak dalam layar monitor/display. Cara kerja radar
seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4. Ilustrasi cara kerja radar

5
Untuk lebih mudah memahami prinsip kerja dari radar, dapat diumpamakan
dengan peristiwa saat kita berteriak kedalam sumur dimana ketika berteriak maka
dalam beberapa detik kita kembali mendengar gema dari suara kita sendiri. Gema
terjadi karena beberapa gelombang suara dalam teriakan kita memantul kembali
dari permukaan baik dari permukaan air atau permukaan didinding sumur iu
sendiri. Lamanya waktu antara saat kita berteriak dan saat kita mendengar gema
ditentukan oleh jarak antara kita dan permukaan benda yang menciptakan gema.

2.4 Sistem Radar


2.4.1 Komponen sistem radar
Sistem radar terdiri dari 3 komponen yaitu sebagai berikut.
1) Antena

Gambar 5. Antena radar

Antena yang terletak pada radar merupakan suatu antena reflektor berbentuk
piring parabola yang menyebarkan energi elektromagnetik dari titik fokusnya dan
dipantulkan melalui permukaan yang berbentuk parabola. Antena radar memiliki
du akutub (dwikutub). Input sinyal yang masuk dijabarkan dalam bentuk phased-
array (bertingkat atau bertahap). Ini merupakan sebaran unsur-unsur objek yang
tertangkap antena dan kemudian diteruskan ke pusat sistem RADAR.

2) Pemancar sinyal (transmitter)

Gambar 6. Pemancar sinyal

6
Pada sistem radar, pemancar sinyal (transmitter) berfungsi untuk
memancarkan gelombang elektromagnetik melalui reflektor antena. Hal ini
dilakukan agar sinyal objek yang berada didaerah tangkapan radar dapat dikenali.
Pada umumnya, transmitter memiliki bandwidth dengan kapasitas yang besar.
Transmitter juga memiliki tenaga yang cukup kuat, efisien, bisa dipercaya,
ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat, serta mudah dalam hal
perawatannya.
3) Penerima sinyal (receiver)
Pada sistem radar, penerima sinyal (receiver) berfungsi sebagai penerima
kembali pantulan gelombang elektromagnetik dari sinyal objek yang tertangkap
oleh radar melalui reflektor antena. Pada umumnya, receiver memiliki
kemampuan untuk menyaring sinyal yang diterimanya agar sesuai dengan
pendeteksian yang diinginkan, dapat memperkuat sinyal objek yang lemah dan
meneruskan sinyal objek tersebut ke pemroses data dan sinyal (signal and data
processor), dan kemudian menampilkan gambarnya di layarmonitor (display).
Komponen lain dari system radar ialah sebagai berikut.
a) Modulator, adalah alat pengendali transmitter dengan menentukan waktu
dan jumlah sinyal yang harus ditransmisikan.
b) Duplexer sebagai penghubung antara transmitter dan receiver.
c) Layar tampilan, menampilkan informasi actual tentang pulsa yang telah
kembali.
d) Signal procesor sebagai pengolah sinyal kembali.

Adapun hubungan antara komponen radar diatas dapat dilihat pada gambar
berikut ini.

Gambar 7. Hubungan antara komponen radar

2.4.2 Penginderaan jauh sistem radar


Didalam Patandean, A. J. 2005, Terdapat beberapa penginderaan jauh sistem
radar yaitu sebagai berikut.
1) Asas penginderaan

7
Karena penginderaan jauh system radar merupakan penginderaan jauh
system aktif, tenaga elektromagnetik yang digunakan didalam penginderaan
dibangkitkan pada sensor. Tenaga ini berupa pulsa bertenaga tinggi yang
dipancarkan dalam waktu sangat pendek yaitu sekitar 10-6 detik. Pancaran
ditunjukkan kearah tertentu, bila pulsa radar mengenai objek, pulsa itu dapat
dipantulkan kembali ke sensor radar. Sensor tersebut akan mengukur dan mencatat
waktu dari saat pemancaran hingga kembali kesensor dan juga mengukur dan
mencatat intensitas tenaga balik pulsa itu. Berdasarkan waktu perjalanan pulsa
radar dapat diperhitungkan jarak objek sedangkan berdasarkan intensitas tenaga
baliknya dapat ditaksir jenis objeknya. Intensitas atau kekuatan pulsa radar yang
diterima kembali oleh sensor menentukan karakteristik spectral objek pada citra
radar.
Sensor radar dapat dipasang pada permukaan tanah, dipesawat terbang,
maupun disatelit. Keluarannya ada 2 jenis yaitu data non citra dan citra non radar.
Data non citra terdiri dari system radar Doppler untuk mengukur kecepatan
kendaraan.

2) Panjang gelomabang dan daya tembus pulsa radar


Daya tembus pulsa radar dapat dibedakan atas dua jenis yaitu daya tembus
terhadap atmosfer dan terhadap permukaan tanah. Hambatan atmosfer terbesar
dialami oleh pulsa radar yang bergelomaang pendek. Pulsa radar saluran x dapat
menembus kabut, debu, awan dan semua hambatan atmosfer kecuali hujan lebat.
Pulsa radar dapat menembus beberapa jenis awan, akan tetapi hujan dan awan
tebal memantulkannya. Pulsa radar saluran L sering disebut memiliki
kemampuan disegala cuaca Karen ia dapat menembus segala hambatan atmosfer
termasuk hujan lebat.
Daya tembus pulsa radar terhadap permukaan tanah sangat bergantung atas
panjang gelombangnya dan kompleks dielectric konstantanya. Daya tembus
semakin besar jika panjang gelombang semakin besar pula. Daya tembusnya kecil
bagi objek yang kkompleks dieletriknya tinggi. Bagi objek lembab, daya tembus
sangat kecil hingga dapat diabaikan.
Avery dan berlin yang mendasarkan atas pendapat bloem (1984),
menyatakan bahwa secara teoritik gelombang radar dapat menembus permukaan
tanah apabila:
a) butir – butir material penutupnya kurang dari sepersepuluh panjang
gelombangnya.
b) kelembapannya kurang dari 1 % tebal lapisan penutup tidak lebih dari beberapa
meter.

3) Sensor
a) Real Aperture Radar (RAR)
Cara kerja sensor RAR ialah:

8
- Pemancar membangkitkan pulsa radar
- Pulsa diarahkan objek target oleh antena
- Pancaran pulsa membentuk berkas seperti kipas dengan arah tegak lurus
terhadap jalur terbang
- Penerima menerima pulsa radar balik menjadi sinyal video (elektrik)

b) Synthetic Aperture Radar (SAR)


Synthetic Aperture Radar adalah teknologi radar imaging yang memanfaatkan
teknik pemrosesan sinyal untuk membuat agar antenna berukuran kecil dapat
memberikan hasil seperti antenna yang berukuran lebih panjang dengan cara
menggerakkan antenna tersebut.

2.5 Jenis – Jenis Radar


2.5.1 Doppler Radar
Doppler radar merupakan jenis radar yang mengukur kecepatan radial dari
sebuah objek yang masuk ke dalam daerah tangkapan radar dengan menggunakan
Efek Doppler. Hal ini dilakukan dengan memancarkan sinyal microwave
(gelombang mikro) ke objek lalu menangkap refleksinya, dan kemudian dianalisis
perubahannya. Doppler radar merupakan jenis radar yang sangat akurat dalam
mengukur kecepatan radial. Contoh Doppler radar adalah Weather Radar yang
digunakan untuk mendeteksi cuaca.

2.5.2 Bistatic Radar

Gambar 8. Geometri Bitastik Radar


Bistatic radar merupakan suatu jenis sistem radar yang komponennya terdiri
dari pemancar sinyal (transmitter) dan penerima sinyal (receiver), di mana kedua

9
komponen tersebut terpisah. Kedua komponen itu dipisahkan oleh suatu jarak
yang dapat dibandingkan dengan jarak target/objek. Objek dapat dideteksi
berdasarkan sinyal yang dipantulkan oleh objek tersebut ke pusat antena. Contoh
Bistatic radar adalah Passive radar. Passive radar adalah sistem radar yang
mendeteksi dan melacak objek dengan proses refleksi dari sumber non-kooperatif
pencahayaan di lingkungan, seperti penyiaran komersial dan sistem komunikasi.

Radar Berdasarkan bentuk gelombang dibagi menjadi :


 Continuous Wave/CW (Gelombang Berkesinambungan), merupakan radar
yang menggunakan transmitter dan antena penerima (receive antenna) secara
terpisah, di mana radar ini terus menerus memancarkan gelombang
elektromagnetik. Radar CW yang tidak termodulasi dapat mengukur kecepatan
radial target serta posisi sudut target secara akurat. Radar CW yang tidak
termodulasi biasanya digunakan untuk mengetahui kecepatan target dan
menjadi pemandu rudal (missile guidance).
 Pulsed Radars/PR (Radar Berdenyut), merupakan radar yang gelombang
elektromagnetiknya diputus secara berirama. Frekuensi denyut radar (Pulse
Repetition Frequency/PRF) dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu PRF
high, PRF medium dan PRF low.

2.6 Manfaat Radar


Radar memiliki banyak manfaat diberbagai bidang, seperti sebagai berikut :
1. Prakiraan cuaca
Weather Radar merupakan jenis radar cuaca yang memiliki kemampuan
untuk mendeteksi intensitas curah hujan dan cuaca buruk, misalnya badai.
Sedangkan, Wind Profiler merupakan jenis radar cuaca yang berguna untuk
mendeteksi kecepatan dan arah angin dengan menggunakan gelombang suara
(SODAR).

Gambar 9. Weather Radar

10
Gambar 10. Wind Profiler

2. Keperluan militer
Airborne Early Warning (AEW) merupakan sebuah sistem radar yang
berfungsi untuk mendeteksi posisi dan keberadaan pesawat terbang lain. Sistem
radar ini biasanya dimanfaatkan untuk pertahanan dan penyerangan udara dalam
dunia militer. Radar pemandu peluru kendali, biasa digunakan oleh sejumlah
pesawat tempur untuk mencapai sasaran/target penembakan. Salah satu pesawat
yang menggunakan jenis radar ini adalah pesawat tempur Amerika Serikat F-14.
Dengan memasang radar ini pada peluru kendali udara (AIM-54 Phoenix), maka
peluru kendali yang ditembakkan ke udara itu (air-to-air missile) diharapkan dapat
mencapai sasarannya dengan tepat.

Gambar 11. Sistem radar pada militer


3. Keperluan kepolisian

11
Radar biasa dimanfaatkan oleh kepolisian untuk mendeteksi kecepatan
kendaraan bermotor saat melaju di jalan. Radar yang biasa digunakan untuk
masalah ini adalah radar gun (radar kecepatan) yang berbentuk seperti pistol dan
microdigicam radar.

Gambar 12. Sistem radar untuk kepolisian

4. Keperluan penerbangan
Dalam bidang penerbangan, penggunaan radar terlihat jelas pada pemakaian
Air Traffic Control (ATC). Air Traffic Control merupakan suatu kendali dalam
pengaturan lalu lintas udara. Tugasnya adalah untuk mengatur lalu lalang serta
kelancaran lalu lintas udara bagi setiap pesawat terbang yang akan lepas landas
(take off), terbang di udara, maupun yang akan mendarat (landing). ATC juga
berfungsi untuk memberikan layanan bantuan informasi bagi pilot tentang cuaca,
situasi dan kondisi bandara yang dituju. radar mempunyai kelebihan dalam
komunikasi. radar yang sangat kuat dapat membantu pilot untuk melihat cuaca,
layaknya pesawat terbang dan lain lain.

Gambar 13. Radar untuk penerbangan

12
5. Keperluan pelayaran

Dalam bidang pelayaran, radar digunakan untuk mengatur jalur perjalanan


kapal agar setiap kapal dapat berjalan dan berlalu lalang di jalurnya masing-
masing dan tidak saling bertabrakan, sekalipun dalam cuaca yang kurang baik,
misalnya cuaca berkabut.

6. Wifi Radar
Wifi radar adalah aplikasi yang dirancang untuk ponsel Nokia s60v3
ataupun bisa juga dicoba di Nokia s60v5 sebagai aplikasi unuk mendeteksi
keberadaan sinyal Wifi/Jaringan internet melalui sambungan gelombang radio.
Aplikasi Wifi Radar ini akan memberitahukan dengan notifikasi suara jika
aplikasi ini mendeteksi keberadaan Wifi, jadi menurut saya cukup berguna bagi
anda yang memilki ponsel ber-Wifi dan sering menggunakan fasilitas Wifi jika
berinternet. Anda tak perlu mencari sinyal Wifi secara manual, tinggal
mengaktifkan aplikasi Wifi Radar dan mengoperasikannya, maka aplikasi Wifi
Radar ini akan mendeteksi adanya sinyal Wifi yang ditagkap oleh ponsel anda.
Wifi radar ini sanga berguna bagi anda yang suka memanfaatkan fasilitas Wifi
untuk internetan, karena aplikasi ini akan memberitahukan adanya sinyal wifi di
tempat yang sedang dilewati.

2.7 Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Radar


Ada banyak keuntungan penggunaan radar untuk remote sensing. Sensor
radar tersedia pada semua kapabilitas cuaca sebagaimana energi gelombang mikro
menembus awan dan hujan, biarpun, hujan menjadi sebuah faktor pada radar
wavelength < 3 cm. Sensor radar merupakan system penginderaan jauh yang aktif
(active remote sensing system), independen terhadap cahaya matahari,
menyediakan sumber energi sendiri, dan juga mampu menyediakan kemampuan
pada siang/malam. Ada penetrasi partial terhadap vegetasi dan tanah. Data radar
menawarkan informasi berbeda dari daerah visible dan infra merah dari spektrum
elektromagnetik.
Ada pula kekurangan dari (drawback) data radar. Radar imagery
menampilkan “distorsi” yang melekat (inherent) pada geometry citra radar. Juga
satu yang harus dikoreksi untuk speckle (bintik, bercak, kurik) atau coherent
fading (warna yang pudar, kehilangan saling berlengketan). Radar sensitive
terhadap topografi, permukaan yang kasar seperti tanah lapang (terrain) dan
penutup tanah (ground cover), sifat-sifat dielektrik (dielectric properties)
(moisture content), dan gerakan. Semuanya ini bisa dihubungkan dengan ciri-ciri
permukaan seperti landform dan morfologinya, landcover (penutup tanah), dan
ciri-ciri hidrologis (hydrological features).

2.8 Aplikasi Radar

13
Radar memiliki banyak aplikasi diberbagai bidang, seperti berikut ini :
1) Sistem Ground Penetrating Radar (GPR) Untuk Mendeteksi Benda-
Benda Di Bawah Permukaan Tanah.
Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan suatu alat yang digunakan
untuk proses deteksi benda – benda yang terkubur di bawah tanah dengan tingkat
kedalaman tertentu, dengan menggunakan gelombang radio, biasanya dalam
range 10 MHz sampai 1GHz . Seperti pada sistem radar pada umumnya, Sistem
GPR terdiri atas pengirim (trasmiter), yaitu antena yang terhubung ke sumber
pulsa, dan bagian penerima (receiver), yaitu antena yang terhubung ke unit
pengolahan sinyal dan citra. Adapun dalam menentukan tipe antena yang
digunakan, sinyal yang ditransmisikan dan metode pengolahan sinyal tergantung
pada beberapa hal, yaitu:
 Jenis objek yang akan dideteksi
 Kedalaman Objek, dan
 Karakteristik elektrik medium tanah

Dari proses pendeteksian seperti di atas, maka akan didapatkan suatu citra
dari letak dan bentuk objek yang terletak di bawah tanah. Untuk menghasilkan
pendeteksian yang baik, suatu sistem GPR harus memenuhi empat persyaratan
sebagai berikut (Ligthart, 2004) :
 Kopling radiasi yang efisien ke dalam tanah,
 Penetrasi gelombang elektromagnetik yang efisien,
 Menghasilkan sinyal dengan amplitude yang besar dari objek yang
dideteksi,
 Bandwidth yang cukup untuk menghasilkan resolusi yang baik.

Ground Penetrating Radar atau GPR juga memiliki cara kerja yang sama
dengan radar konvensional. GPR mengirim pulsa energi antara 10 sampai 1000
MHz ke dalam tanah dari suatu antena, dan kemudian merekam pemantulannya
dalam waktu yang sangat singkat. Pada gambar 14 menunjukan skema prinsip
kerja dari GPR (Oktafiani, 2004).

Gambar 14. Skema Prinsip Kerja dari GPR

14
Gambar 15. Gambar Alat GPR
(Lin, 2009)

2) Penggunaan Secondary Surveillance Radar (SSR) Untuk Penentuan


Posisi Pesawat Udara.

SSR merupakan peralatan untuk mendeteksi dan mengetahui posisi dan data
target yang ada di sekelilingnya secara aktif, dimana pesawat ikut aktif jika
menerima pancaran sinyal RF radar sekunder. Pancaran radar ini berupa pulsa-
pulsa mode, pesawat yang dipasangi transponder, akan menerima pulsa-pulsa
tersebut dan akan menjawab berupa pulsa-pulsa code ke sistem penerima radar
(Direktorat jenderal Perhubungan Udara, 2008).

Gambar 16. Alat SSR (http://www.airwaysmuseum.com/)

Radar SSR merupakan instrumen penting dalam pengamatan dan


pengendalian lalu lintas udara, karena jangkauan radar yang cukup luas serta

15
dapat memberikan informasi posisi pesawat secara real time. Radar digunakan
disetiap bandara dengan cakupan wilayah tertentu sesuai dengan otoritas bandara
tersebut. Hingga saat ini radar merupakan instrumen utama dan konvensional
yang digunakan dalam penentuan posisi dan navigasi meskipun ICAO
(International Civil Aviation Organization) membentuk kelompok kerja
internasional sejak November 1983 yang bernama FANS (Future Air Navigation
Systems). FANS bertujuan melakukan studi, identifikasi, dan konsolidasi dari
konsep-konsep dan teknologi baru dalam bidang navigasi udara termasuk
teknologi satelit serta memformulasikan rekomendasi bagi pengembangan bidang
navigasi udara sipil di masa mendatang untuk periode 25 tahun (1990 - 2015).
FANS telah mengembangkan konsep dari suatu sistem komunikasi, navigasi, dan
pemantauan (CNS) terpadu yang berbasiskan pada teknologi satelit.Untuk
komponen komunikasi dan pemantauan, FANS menggunakan GNSS (Global
Navigation Satellite System) yang mencakup sistem-sistem satelit GPS. Pada saat
ini organisasi-organisasi penerbangan banyak terlibat dengan pengembangan
spesifikasi dan standar penerbangan untuk penggunaan GPS dan sistem-sistem
yang terkait (Abidin, 2007).

Informasi yang didapat dari radar SSR adalah jarak pesawat, posisi pesawat,
kode pesawat, ketinggian pesawat dan kecepatan pesawat.

Gambar 17. Diagram Kinerja Radar SSR


(Irfandi, 2013)

16
BAB III
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
 Radar adalah singkatan dari Radio Direction And (Radio) Ranging. Sesuai
dengan namanya radar digunakan untuk mendeteksi posisi pesawat yang
dinyatakan dengan arah atau azimuth yang mengacu pada arah Utara dan
pada jarak (range) tertentu dari antena.
 Teknologi radar berakar dari teknologi gelombang mikro (microwave).
Prinsip yang jadi kunci utama teknologi ini adalah pantulan gelombang
mikro dan sesuatu yang disebut Doppler Effect (Efek Doppler). Untuk bisa
memahami prinsipnya lebih mudah, kita bisa analogikan dengan
gelombang suara. Dalam gelombang suara kita mengenal yang disebut
gema (echo). Kalau gelombang suara kita menumbuk suatu permukaan,
gelombang itu pasti langsung dipantulkan kembali. Yang kita dengar
adalah gema dari suara awal.
 Radar dapat dimanfaat diberbagai bidang, yaitu:
1. Prakiraan cuaca
2. Keperluan militer
3. Keperluan kepolisian
4. Keperluan penerbangan
5. Keperluan pelayaran
6. Wi-fi radar
 Aplikasi radar yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah:
1. Untuk mendeteksi benda-benda bawah tanah yang mana radar yang
digunakan adalah Ground Penetrating Radar (GPR).
2. Untuk mendeteksi posisi dari pesawat udara yang digunakan biasanya
adalah Secondary Surveillance Radar (SSR).

5.2 Saran
 Pada aplikasi selain radar bawah tanah dan radar udara, seharusnya
disertakan juga radar dibawah air. Karena sudah pengaplikasian radar yang
digunakan didalam air.
 Aplikasi radar pada kehidupan sehari-hari baiknya juga disertakan seperti
penggunaan GPS pada aplikasi smartphone dsb.

17
DAFTAR PUSTAKA

Abidin, H.Z. 2007. GPS dan Perhubungan Udara. Bandung

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. 2008. Secondary Surveillance


Radar (SSR). Jakarta. Direktorat Fasilitas Elektronika dan Listrik Penerbangan.
Jakarta

Haniah., Prasetyo, Y., (2011), Pengenalan teknologi radar untuk pemetaan spasial
di kawasan tropis, Jurnal Teknik, Vol.32 (2)

Irfandi, H.A. 2013. Penggunaan Secondary Surveillance Radar Untuk Penentuan


Posisi Pesawat Udara. Jurnal teknik POMITS, Vol. 2 (1)

Ligthart, L.P. 2004. Lecture Notes for The Intensive Course on Ground
Penetrating Radar

Lin, Ming-Chin. 2009. A Study on the Technologies for Detecting Underground


Water Level and Processing Image. Jurnal International Journal of Applied
Science and Engineering, Vol 7, 1: 61-68

Oktafiani, F. 2010. Sistem Ground Penetrating Radar untuk Mendeteksi Benda-


benda di Bawah Permukaan Tanah. Jurnal Informatika LIPI

Pangestu, Andwi. 2013. Rombongan makalah/makalah radar. Artikel

Patandean. A. J. 2005. Fisika Lingkungan. Makassar. Tim Penerbit UNM


http://m.analisadaily.com/read/radar-di-artika-siap-pelajari-cuaca-luar-
angkasa/402702/2017/08/24
http://m.tribunnews.com/tribunners/2017/07/21/radar-terbaru-tni-au-bisa-
mengendus-sasaran-sejauh-550-km
https://sartutorial.wordpress.com/2012/03/25/apakah-sar-itu/
http://translate.google.co.id/translate?
hl=id&sl=en&u=http://homepages.inf.ed.ac.uk/rbf/CVnline/LOCAL_COPIES/AV
0708/ROESNER/&prev=search
http://translate.google.co.id/translate?
hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Syntheticaperture_radar&prev=sear
ch
https://www.academia.edu/18264004/Radar
https://www.academia.edu/20038736/makalah_citra_radar
https://www.yohanessurya.com/download/penulis/Teknologi_29.pdf

18
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/18906/Chapter%20II.pdf?
sequence=4
http://www.et.byu.edu:8080/~geoscms/gpr.htm#References

19