Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

Organisasi Rumah Sakit merupakan suatu organisasi yang sangat komplek dengan
organisasi-organisasi kecil berupa unit-unit fungsional didalamnya. Dalam era globalisasi
sekarang ini, bisnis rumah sakit tidak lagi murni suatu lembaga non profit melainkan sudah
mulai bergeser ke suatu bisnis atau usaha yang kompetitif mengarah ke suatu tujuan yang
profit. Dengan semakin ketatnya persaingan dalam bisnis rumah sakit yang ditunjukkan
dengan banyaknya rumah sakit – rumah sakit baru dengan fasilitas penunjang yang semakin
canggih dan berbagai produk unggulan yang ditawarkan, menuntut pemilik dan pengelola
rumah sakit untuk mengelola dan menata kembali organisasi rumah sakitnya menjadi lebih
baik guna mengantisipasi dampak dari persaingan global ini.

Berbagai upaya kesehatan memerlukan dukungan pelayanan laboratorium kesehatan,


baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh swasta. Pelayanan kesehatan
bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa palayanan
kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta penyelenggaraannya
sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan.

Pelayanan kesehatan rumah sakit merupakan penyelenggara integral pelayanan


kesehatan yang diperlukan untuk menunjang upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, dan
pengobatan penyakit, serta pemulihan kesehatan.

Untuk mendorong pengembangan kearah pelayanan yang lebih luas, spesifik dan
bermutu maka Standar Pelayanan rumah sakit sebagai Pedoman untuk meningkatkan mutu
Pelayanan Kesehatan, mutlak perlu dilaksanakan kegiatan pemantapan mutu (Quality
Assurance ), yang mencakup sebagai komponen kegiatan dimana salah satu dari komponen
kegiatan tersebut berupa Pelayanan Rawat Jalan,rawat inap. Pelayanan penunjang dan
pelayanan intensif yang professional yang tertata dengan baik.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka perlu dibuat Pedoman Pengorganisasian


penyelenggaraan rumah sakit. Pedoman pengorganisasian ini dipakai sebagai pedoman bagi
semua pihak dalam tata cara pelaksanaan pelayanan yang diberikan pada pasien yang berobat
ke RSIA Kartini
BAB II

GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT

A. Sejarah Rumah Sakit Ibu dan Anak Kartini


Rumah Sakit Ibu dan Anak Kartini adalah merupakan suatu bangunan lama
yang direnovasi dari ex Klinik Dan Rumah Bersalin, merupakan bangunan permanen
berlantai Dua. Renovasi dan penambahan bangunan sehingga menjadi lebih luas dan
berlantai Empat.Lantai pertama difungsikan sebagai IGD, Poliklinik, Kamar Bersalin,
Kamar Operasi, Kamar Pemulihan, Apotek, Laboratorium, Rekam Medik,
Administrasi Umum dan Keuangan. Lantai Dua dan Tiga difungsikan untuk kegiatan
perawatan Ibu, Nifas, anak dan bayi. Lantai Empat difungsikan untuk Ruangan rapat,
Kantor, dan Ruangan Direktur.
Halaman depan digunakan untuk parkir kendaraan roda dua dan roda empat,
untuk menampung kendaraan pasien, pengunjung dan karyawan. Bagian depan
dilengkapi dengan pos penjagaan keamanan. Rumah Sakit Ibu dan Anak Kartini dapat
diakses dari Jalan Jend. Sudirman dan Jalan Kartini dan Jalan Kajolalido melalui satu
Arah masuk. RSIA Kartini adalah salah satu rumah sakit khusus berstatus swasta di
Makassar.
Dalam melaksanan kegiatan operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak Kartini
berstatus swasta yang di dirikan oleh PT.KARTINI MITRA SEHAT berdasarkan Akta
Notaris No. 03 Tanggal 05-06 2014 oleh Notaris RAKHMAWATI LAICA
MARZUKI, Sarjana Hukum, di Makassar. Berdasarkan sertifikat penetapan kelas
rumah sakit saat ini . Saat ini RSIA KARTINI masuk dalam Rumah Sakit Ibu dan
Anak Tipe C.
B. Tugas Pokok Dan Fungsi Rumah Sakit
Rumah Sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan paripurna,
pendidikan dan pelatihan , dapat juga melakukan penelitian , pengebangan serta
penapisan teknologi bidang kesehatan.
Dalam melaksanakan tugasnya Rumah Sakit menyelenggarakan fungsi :
1. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan
paripurna tingkat sekunder dan tersier.
2. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan dalam rangka
meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam pemverian pelayanan
kesehatan.
3. Melaksanakan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi teknologi
bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan
4. Melaksanakan administrasi rumah sakit
BAB III

VISI, MISI, FALSAFAH, TUJUAN, dan MOTTO

RSIA KARTINI

VISI :

“Menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak yang mandiri dengan pelayanan yang berkualitas dan
penuh kasih sayang”

MISI :

1. Memberikan pelayanan yang berkualitas disertai rasa aman dan nyaman


2. Meningkatkan profesionalisme, produktivitas dan kualitas sumber daya
Rumah Sakit
3. Meningkatkan teknologi sarana dan prasarana Rumah Sakit
4. Melaksanakan pola pembiayaan yang efektif, efisien dan mandiri
5. Meningkatkan budaya kerja dan kesejahteraan pegawai

FILOSOFI

Kenyamanan, keamanan, kepuasan pelayanan utama berdasarkan etika danprofesionalisme

TUJUAN

1. Menjadi Rumah Sakit yang mampu memberikan pelayanan secara tepat guna,
Inovatif dan efisien.
2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya kesehatan Ibu dan
Anak
3. Terciptanya sumber daya manusia yang handal
4. Terciptanya suasana kerja yang nyaman
5. Terlaksananya pemamfaatan tehnologi dengan baik
MOTTO
“Budaya kerja yang diterapkan dalam membangun dan mengembangkan Rumah Sakit

dengan akronim “ KARTINI “

- Kualitas - Prinsipku
- Amanah - Kepribadianku
- Ramah - Sikapku
- Tertib - Pekerjaanku
- Ikhlas - Pengabdianku
- Niat - Pijakanku
- Iman - Pedomanku
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
A. Struktur Organisasi Rumah Sakit
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KARTINI

DIREKTUR
c
Dr.dr. Rina Previana Amiruddin, Sp.OG

WAKIL DIREKTUR
Muhammad Takwa, SKM. M.Kes

KOMITE MEDIK
dr.M.Rum, Sp.An
Ilmansyah, S.Kep,Ns

KOMITE PPI
dr. Syakri Syahrir, Sp.U
Nurlela Amd.Keb

BIDANG PELAYANAN MEDIK BIDANG PENUNJANG MEDIK BIDANG ADMINISTRASI

dr. Novi Narilla, Ssi.M.si


Dr.dr. Dianawaty Amiruddin, Sp.KK

RAWAT JALAN FARMASI ADMINISTRASI

Nurhawa, A.Md. Keb Dra.Fatmawati, Ssi, Apt Era Rizky, S.KM

RAWAT INAP REKAM MEDIK PERSONALIA

Ilmasyah, S.Kep Masaedi, Amd,PK Sharfia S.Kep ,Ns

UGD LABORATORIUM KEUANGAN

Lisnawati, AMAK Susi susanty, SE


Ilmansyah, S.Kep

KAMAR OPERASI GIZI UMUM

M.Iqbal Erni Gumiati, S.KM Rasmawati, SE

PERINATOLOGI STERILISASI/ LAUNDRY

St Ridawati A.Md.Keb Sitti Rahmayani, A.Md. Keb

KAMAR BERSALIN KAMAR JENAZAH

Anita , A.Md. Keb Hasni

KESEHATAN LINGKUNGAN

Zulkifli, S.KM
BAB V

STRUKTUR ORGANISASI KAMAR BERSALIN

DIREKTUR

KEPALA UNIT
KAMAR BERSALIN

BIDAN PELAKSANA

STAF PAGI STAF SIANG STAF MALAM


BAB VI

URAIAN JABATAN

A. KEPALA UNIT KAMAR BERSALIN


1. Nama Jabatan : Kepala Unit Kamar Bersalin
2. Pengertian :
Seorang tenaga Kebidanan professional yang bertanggung jawab dan berwenang
dalam mengelola kegiatan pelayanan kebidanan di ruang Unit Kamar Bersalin
3. Persyaratan dan Kualifikasi :
a. Pendidikan Formal : D – III Kebidanan,
Pendidikan Non Formal :
 Memiliki Sertifikat APN(Asuhan Persalinan Normal)
b. Pengalaman Kerja :
 Mempunyai pengalaman kerja di Kamar Bersalin minimal 3 Tahun
c. Ketrampilan : Memiliki kemampuan dan kepemimpinan.
d. Fisik
1. Sehat jasmani dan rohani
2. Cepat dan tanggap dalam melakukan segala hal
3. Berpenampilan sopan, rapi dan menjunjung tinggi norma dan etika yang
berlaku umum
4. Bertanggung Jawab kepada :
Penanggung jawab kamar bersalin dan Secara operasional bertanggung Jawab kepada
Kepala Unit kamar bersalin( Bidang Pelayanan Medik dan Kebidanan ).
5. Tugas Pokok :
Mengawasi dan mengendalikan semua kegiatan pelayanan perawatan di ruang Unit
Kamar Bersalin.
6. Uraian Tugas :
 Melaksanakan fungsi kebidanan meliputi :
a. Menyusun rencana kegiatan berdasarkan jenis, jumlah, mutu tenaga kebidanan
serta tenaga lainnya sesuai kebutuhan di Kamar bersalin.
b. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga bidan yang berlaku tiap minggu.
c. Membagi tugas harian dengan memperhatikan jumlah dan tingkat kemampuan
bidan.
d. Merencanakan jumlah dan jenis peralatan di Kamar Bersalin
e. Menyusun program pengembangan staf di Kamar Bersalin.
f. Bersama staf menentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan di ruang
perawatan Kamar bersalin.
g. Melaksanakan fungsi penggerakan pelaksanaan meliputi
h. Memantau seluruh staf dalam penerapan dan pelaksanaan tugas yang
dibebankan
i. Mengadakan pelatihan untuk pegawai secara berkesinambungan.
j. Memberi orientasi kepada pegawai baru.
k. Mengadakan pengadaan,pemeliharaan dan penggunaan alat-alat maupun obat-
obatan.
l. Menciptakan suasana kerja yang harmonis.
m. Menilai hasil kerja pegawai dan memberikan penghargaan yang berprestasi
baik
n. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian meliputi :
a) Mengawasi pelaksanaan tugas masing-masing pegawai.
b) Mengawasi penggunaan alat-alat agar digunakan secara tepat
c) Mengatur supaya alat-alat tetap dalam keadaan siap pakai.
d) Mengawasi pelaksanaan inventaris secara periodik.

B. BIDAN PELAKSANA KAMAR BERSALIN


1. Nama Jabatan : Bidan Pelaksana Unit Kamar Bersalin
2. Pengertian : Seorang perawat profesional yang diberi wewenang dan ditugaskan
diUnit Kamar bersalin.
3. Persayaratan Dan Kualifikasi
a. Pendidikan Formal :
Berijazah Kebidanan dari semua jenjang yang disahkan oleh pemerintah atau yang
berwenang.
b. Pengalaman Kerja :
Memiliki pengalaman di Unit Kamar bersalin min 3 tahun
c. Ketrampilan :
d. Memiliki bakat dan minat serta berdedikasi tinggi, berkepribadian mantap dan
emosional yang stabil.
4. Tanggung Jawab :
a. Secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada kepala ruang
Kamar Bersalin.
b. Secara teknis medis operasional bertanggung jawab kepada Dokter Jaga / Kamar
Bersalin.
5. Tugas Pokok :
Melaksanakan Asuhan Kebidanan di Kamar Bersalin.
6. Uraian Tugas
a. Menyiapkan fasilitas dan lingkungan Kamar Bersalin untuk kelancaran
pelayanan
b. Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam keadaan darurat secara
tepat dan cepat
c. Memberikan asuhan kebidanan kepada pasien gawat darurat dan melaksanakan
evaluasi tindakan perawatan yang telah dilakukan
d. Menerima pasien baru sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku serta
melaksanakan orientasi kepada pasien
e. Menciptakan dan memelihara hubungan kerja sama yang baik dengan anggota tim
f. Melaksanakan tugas jaga sore, malam dan hari libur secara bergiliran sesuai
dengan jadwal dinas
g. Mengikuti pertemuan ilmiah dan penataran untuk meningkatkan pengetahuan
serta ketrampilan.
h. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh dokter
i. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan yang tepat dan benar
j. Melaksanakan serah terima tugas kepada petugas pengganti secara lisan / tertulis
pada saat pergantian dinas
k. Menyiapkan pasien yang akan pulang lengkap dengan
7. Uraian Wewenang :
a. Meminta informasi dan petunjuk kepada atasan.
b. Memberikan asuhan kebidanan pada pasien sesuai kemampuan dan batas
kewenangannya.
BAB VII

TATA HUBUNGAN KERJA UNIT KAMAR BERSALIN

LOGISTIK
UNIT FARMASI KAMAR
LAUNDRY OPERASI

LABORATORIU
STERILISASI
M

UMUM/KEAM
REKAM MEDIK
ANAN

UMUM/SUPIR
KAMAR ADMISI
BERSALIN

UNIT RAWAT
KASIR
INAP

OPERATOR GIZI

UMUM/TEHNI
URJ
SI LOGISTIK
UMUM

1. Logistik Farmasi
Kebutuhan obat dan alat medis di Kamar bersalin, diperoleh dari bagian logistic farmasi
dengan prosedur permintaan sesuai SPO.
2. Kamar Operasi (OK)
Pasien Kamar Bersalin yang memerlukan tindakan operasi, akan dibuatkan Surat
pengantar operasi oleh dokter, kemudian penanggung jawab/keluarga pasien dianjurkan
ke bagian administrasi untuk dijelaskan biaya operasi serta perawat Kamar Bersalin
memberitahu bagian OK tentang rencana operasi (bila keluarga/penanggung jawab sudah
setuju).
3. Laboratorium
Pasien Kebidanan yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium akan dibuatkan
formulir permintaan laboratorium oleh dokter dan formulir diserahkan kepada petugas
laboratorium oleh bidan Kamar Bersalin( prosedur pemeriksaan laboratorium pasien
kebidanan.
4. Rekam Medis
Pasien yang berobat di Kamar Bersalin RSIA Kartini akan diberikan nomor rekam medis
dan status medis pasien, dan yang sudah selesai berobat disimpan di bagian rekam medis
serta bila pasien berobat kembali, status medis pasien diminta kembali ke bagian rekam
medis oleh petugas admisi (prosedur permintaan dan penyerahan status ke bagian rekam
medis sesuai dengan SPO)
5. Admisi
Setiap pasien yang berobat ke Kamar Bersalin selalu didaftarkan ke bagian admisi,dari
bagian admisi disiapkan status dan slip pembayaran pasien, kemudian status dan slip
pembayaran diantarkan oleh petugas admisi ke Kamar Bersalin
6. Unit Rawat Inap
Pasien Kebidanan yang akan dirawat diantar oleh bidan Kamar Bersalin ke bagian
IRNA.(Prosedur pasien Kamar Bersalin yang akan rawat inap.
7. Gizi
Pasien Kebidanan yang memerlukan kebutuhan nutrisi segera,akan dimintakan langsung
ke bagian gizi melalui telephone dan makanan akan diantarkan oleh petugas gizi.
8. Unit Rawat Jalan (URJ)
Pasien Kebidanan yang memerlukan tindakan lanjut/konsul ke dokter spesialis pada jam
kerja, bidan akan menghubungai dokter konsulen dan bila kondisi pasien memungkinkan
untuk tindak lanjut di poliklinik, maka pasien diantar oleh bidan jaga ke bagian URJ
9. Logistik Umum
Kebutuhan alat-alat rumah tangga dan alat tulis kantor di Kamar Bersalin, diperoleh dari
logistik umum dengan prosedur permintaan sesuai dengan SPO.
10. Umum/Tehnisi
Kerusakan alat medis dan non medis di Kamar Bersalin akan dilaporkan dan diajukan
perbaikan ke bagian umum dengan prosedur permintaan perbaikan sesuai dengan SPO.
11. Operator
Apabila Kamar Bersalin membutuhkan sambungan telphone keluar RSIA Kartini maka
bagian Kamar bersalin akan menelpon ke RS lain dengan menggunakan handphone
Kamar Bersalin RSIA Kartini.
12. Kasir
Pasien yang telah selesai berobat ke Kamar Bersalin akan diantar ke bagian kasir oleh
bidan Kamar Bersalin untuk menyelesaikan administrasi.
13. Umum/Supir
Pasien Kebidanan yang memerlukan rujukan ke RS lain dapat menggunakan ambulance
RSIA Kartini, bila keadaan memungkinkan ( prosedur merujuk pasien)u.
14. Umum /Keamanan
Bila ada pasien Kebidanan yang meninggal, maka setelah jenazah dirapikan akandiantar
ke kamar jenazah dengan terlebih dahulu menginformasikan kebagian Umum/Keamanan.
15. Sterilisasi
a. Alat-alat yang telah dipakai pada tindakan pasien dibawa ke ruang sterilisasi oleh
petugas.
b. Selanjutnya setelah alat-alat selesai disterilkan, petugas ruang sterilisasi kembali
menyerahkan alat-alat tersebut ke petugas ruang kamar bersalin dan siap kembali
untuk digunakan. (Prosedur penyerahan dan pengembalian alat bekas pakai dan alat
siap pakai dilakukan
16. Unit Laundry
Jika ada linen kotor, petugas Kamar Bersalin menelpon petugas laundry untuk mengambil
pakaian kotor
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL
A. DEFINISI
Ketentuan yang mengatur penentuan jumlah kebutuhan tenaga bidan pelaksana kamar
bersalin dengan mempertimbangkan jumlah tenaga dan kualifikasi yang diharapkan.
B. TUJUAN
a. Menentukan jumlah dan komposisi tenaga dikamar bersalin berdasarkan kualifikasi.
b. Melakukan perhitungan agar memenuhi kebutuhan.
c. Mengatur agar penyediaan ketenagaan tetap efektif dan efisien.
C. JUMLAH, KOMPOSISI DAN KUALIFIKASI TENAGA DI KAMAR BERSALIN
Berdasarkan data kepegawaian maka jumlah petugas di kamar bersalin ada 8 orang.
Komposisi dan kualifikasi tenaga yang bekerja di kamar bersalin adalah sebagai berikut :
Daftar dan kualifikasi tenaga di kamar bersalin Komposisi
No Komposisi Tenaga Jumlah Kualifikasi

1. Dr. Spesialis 2 S2 Profesi


Kedokteran

2. Kepala Unit 1 DIII KEBIDANAN

3 Perawat dan Bidan Pelaksana 7 DIII Keperawatan/


Kebidanan

D. PERHITUNGAN KETENAGAAN
Kualifikasi sumber daya manusia di Unit Kamar bersalin terdiri dari Dokter Spesialis
Kandungan, Kepala Unit Kamar Bersalin, Bidan Pelaksana. Dari hasil perhitungan
kebutuhan tenaga yang dihitung dapat dilihat kebutuhan tenaga sebagai berikut :
1) Dokter Spesialis
Tenaga dokter spesialis di Unit Kamar Bersalin RSIA Kartini tersedia untuk
melayani pemeriksaan. Praktek dokter disesuaikan dengan jadwal yang sudah
disepakati di RSIA Kartini, atau apabila ada tindakan segera yang membutuhkan
dokter spesialis, maka dokter spesialis akan segera hadir.
2) Kepala Unit Kamar Bersalin
Untuk perhitungan ketenagaan maka Kepala Unit Kamar Bersalin dihitung
sebagai tenaga Bidan Pelaksana di Kamar Bersalin.
3) Bidan Pelaksana
Dinas harian Bidan Pelaksana terdiri dari 3 shift yaitu pagi, sore dan malam.
Perhitungan ketenagaan bidan pelaksana di kamr bersalin adalah sebagai berikut :
 Pagi : 2 Orang
 Sore : 2 orang
 Malam : 2 orang
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI
A. PENDAHULUAN
Program orientasi merupakan salah satu kegiatan unit kamar bersalin bekerja sama
dengan bagian Personalia dan bagian Penunjang Medis dalam rangka memberikan
pengarahan dan bimbingan serta mempersiapkan bidan pelaksana baru agar dapat bekerja
sesuai dengan peran dan fungsinya.
Bidan pelaksana baru umumnya adalah yang sudah lulus dari pendidikannya yang
belum mengenal lingkungan kerja serta peraturan atau kebijakan yang ada di RSIA
Kartini
Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu diadakan program orientasi bagi bidan
baru guna kelancaran dalam bekerja.
B. LATAR BELAKANG
Seiring dengan upaya RSIA Kartini untuk menjalankan tujuannya menjadi rumah
sakit yang unggul dalam pelayanan dengan manajemen dan sumber daya manusia yang
professional dan berpengalaman. Dengan bertambahnya kebutuhan akan tenaga bidan,
maka RSIA Kartini perlu melakukan pengenalan pada tenaga bidan baru guna memenuhi
tuntutan tersebut.
C. TUJUAN
1) Tujuan Umum
a. Memberikan pengetahuan dan gambaran tentang ruang Kamar Bersalin
2) Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme dalam lingkup kerja.
b. Meningkatkan pengetahuan tentang visi, misi, tujuan, filosofi dan motto RSIA
Kartini.
c. Meningkatkan wawasan tentang ruangan dan lingkup ruang Kamar Bersalin.
d. Meningkatkan keterampilan dalam pelayanan kesehatan di ruang Kamar Bersalin.
D. KEGIATAN POKOK
Kegiatan Pokok : Mengadakan orientasi bidan baru di Ruang Kamar Bersalin RSIA
Kartini.
Rincian Kegiatan :
1) Menyusun kebijakan tentang program orientasi bidan baru di RSIA Kartini.
2) Melakukan pencatatan, pelaporan, evaluasi dan tindak lanjut dari program orientasi
bidan baru di ruang Kamar Bersalin.
3) Menyelenggarakan orientasi bidan baru di ruang Kamar Bersalin
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1) Membuat permohonan penambahan bidan baru ke menejemen RSIA Kartini
2) Menyusun program orientasi bidan baru
3) Melakukan perekrutan bidan baru Rsia Kartini
4) Melakukan penyaringan / seleksi yang meliputi tes tulis, tes keterampilan, tes
wawancara, tes kesehatan
5) Rapat Kordinasi
F. SASARAN
Sasaran orientasi adalah karyawan baru di kamar bersalin RSIA Kartini
G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
No Kegiatan Tahun

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Penyusunan program orientasi

2 Perekrutan bidan baru

3 Pelaksanaan orientasi bidan baru

4 Evaluasi kegiatan orientasi

5 Pelaporan hasil kegiatan orientasi

H. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN KEGIATAN


1) Setiap unit di rumah sakit membutuhkan bidan baru dilakukan pembuatan evaluasi
pelaksanaan kegiatan
2) Setelah selesai pelaksanaan kegiatan orientasi membuat laporan ke Personalia
Program orientasi kepada bidan baru akan dilaksanakan setiap RSIA Kartini
melakukan perekrutan pegawai baru
I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
1) Unit kerja wajib mencatat dan melaporkan hasil kegiatan ke bagian Personalia
2) Bagian Personalia melaporkan hasil kegiatan ke direktur
3) Evaluasi kegiatan program orientasi dilaksanakan setiap unit rumah sakit
BAB X

PERTEMUAN / RAPAT

A. Pengertian
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang memiliki
kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau memecahkan suatu masalah
tertentu.
B. Tujuan Umum :
Dapat membantu terselenggaranya pelayanan Kamar bersalin yang profesional di
RSIA Kartini
Khusus :
a. Dapat menggali segala permasalahan terkait dengan pemberian pelayanan di Kamar
bersalin
b. Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan permasalahan yang terkait dengan
pelayanan di Kamar bersalin
C. Kegiatan Rapat
Rapat dilakukan dan diadakan oleh Kebidanan yang dipimpin oleh penanggung
jawab dan kepala unit kamar bersalin dan diikuti oleh seluruh stafnya.
1) Rapat yang diadakan ada 2 macam yaitu :
a. Rapat Terjadwal :
Rapat terjadwal merupakan rapat yang diadakan oleh penanggung jawab dan
kepala ruang di Kamar bersalin setiap bulan 1 kali dengan perencanaan yang
telah dibuat selama 1 tahun dengan agenda rapat yang telah ditentukan oleh Ka
ruangan.
2. Rapat Tidak Terjadwal :
Rapat tidak terjadwal merupakan rapat yang sifatnya insidentil dan diadakan
oleh kepala ruang untuk membahas atau menyelesaikan permasalahan di Kamar
bersalin dikarenakan adanya permasalahan yang ditemukan bersifat insiden.
BAB XI

PELAPORAN

A. Pengertian
Pelaporan merupakan sistim atau metode yang dilakukan untuk melaporkan segala bentuk
kegiatan yang ada terkait dengan pemberian pelayanan Kamar bersalin.
B. Jenis Laporan
Laporan dibuat oleh kepala ruang Kamar bersalin. Adapun jenis laporan yang dikerjakan
terdiri dari :
1. Laporan Harian
Laporan yang dibuat oleh Penanggung Jawab Shift dalam bentuk tertulis setiap hari.
Adapun hal – hal yang dilaporkan adalah :
a. Laporan kunjungan pasien Kamar bersalin
b. Laporan personalia Kamar bersalin
c. Laporan keadaan sarana dan fasilitas Kamar bersalin
d. Laporan mutu pelayanan
2. Laporan Bulanan
Laporan yang dibuat oleh Karu Kamar bersalin dalam bentuk tertulis setiap bulannya
dan diserahkan kepada Sub Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan setiap tanggal
1 - 10.
Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah :
a. Laporan kunjungan pasien Kamar bersalin yang meliputi :
a) Jumlah kunjungan pasien Kamar bersalin berdasarkan kasus ( Gawat darurat,
gawat tidak darurat / darurat tidak gawat, tidak gawat darurat).
b) Jumlah kunjungan pasien Kamar bersalin berdasarkan kasus ( Pulang, Rawat,
Konsul, Rujuk, Observasi, menolak rawat ).
c) Jumlah Pasien Meninggal.
d) umlah kasus penyakit terbanyak di Kamar bersalin
e) Jumlah pemeriksaan penunjang pasien Kamar bersalin
b. Laporan personalia Kamar bersalin yang meliputi :
a) Kuantitas personalia (Dokter dan Perawat Kamar bersalin)
b) Kualitas personalia (Dokter dan Perawat Kamar bersalin)
c. Laporan keadaan fasilitas dan sarana Kamar bersalin yang meliputi :
a) Kelengkapan Alat dan Fasilitas.
b) Kondisi alat dan Fasilitas.
d. Laporan Mutu Pelayanan Kamar bersalin meliputi :
a) Sensus harian ruangan (jumlah penderita gawat darurat yang dilayani > 5
menit).
b) Angka keterlambatan pelayanan gawat darurat (emergency respon time rate).
e. Laporan pemasukan dan pengeluaran Kamar bersalin meliputi:
a) Laporan pendapatan Kamar bersalin
b) Laporan pengeluaran biaya personalia, ATK, ART, Floor stock Kamar
bersalin.
3. Laporan Tahunan
Laporan yang dibuat oleh Karu dalam bentuk tertulis setiap tahun dandiserahkan
kepada Sub Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan Per tiap tanggal yang telah di
tentukan. Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah
a) Laporan kunjungan pasien Kamar bersalin dan Evaluasi dalam 1 tahun.
b) personalia / Ketenagaan di Kamar bersalin dan evaluasi dalam 1 tahun.
c) Laporan keadaan fasilitas dan sarana Kamar bersalin dan evaluasi dalam 1 tahun.
d) Laporan mutu pelayanan Kamar bersalin