Anda di halaman 1dari 1

1

BAB V
PENUTUP

5.1. KESIMPULAN

1. Tonsilitis kronis merupakan radang pada tonsila palatina yang sifatnya


menahun. Tonsilitis kronis dapat berasal dari tonsilitis akut yang dibiarkan
saja atau karena pengobatan yang tidak sempurna, dapat juga karena
penyebaran infeksi dari tempat lain, misalnya karena adanya sekret dari
infeksi di sinus dan di hidung (sinusistis kronis dan rhinitis kronik), atau
karies gigi. Tonsilitis kronis sering terjadi pada usia 5-10 tahun dan dewasa
muda 15-25 tahun.
2. Keluhan yang muncul biasanya terdapat rasa sakit saat menelan dan
rasa mengganjal di tenggorokan. Dari pemeriksaan tonsil didapatkan
pembesaran tonsil, tampak hiperemi dan pelebaran kripte. Tatalaksana dari
tonsilitis kronis dapat secara medikamentosa maupun operasi.
3. Tindakan operasi dilakukan apabila tonsil menjadi sumber infeksi
dimana resiko terhadap tubuh lebih besar daripada resiko operasi, dapat mulai
umur 3-60 tahun. Indikasi khusus dilakukan tonsilektomi apabila didapatkan
tonsilitis akut residivans, tonsilitis akut dengan komplikasi, tonsilitis kronis
dengan eksaserbasi akut, tonsil sebagai carier, tonsil sebagai fokal infeksi,
tonsil permagna dan tumor benigna tonsil.

5.2. SARAN

1. Adanya peran serta yang baik dari seluruh pihak terkait mulai dari
pasien, keluarga dan tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam upaya
pencegahan dan penanganan pada kasus tonsilitis.
2. Segera periksa ke dokter apabila mengalami gejala-gejala nyeri saat
menelan, terasa mengganjal maupun saat dirasa ada pembesaran tonsil, supaya
segera mendapatkan pengobatan yang tepat dan mencegah tidak sampai
terjadi komplikasi.