Anda di halaman 1dari 5

Review : Arkeologi Islam Nusantara

Dr. Uka Tjandrasasmita

Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas


Mata Kuliah : Metodologi Dakwah Islam di Nusantara
Dosen Pengampu : Dr. Waryono M.Ag.

Disusun oleh :
Ahmad Faiq Nur
NIM : 1620011018

ISLAM NUSANTARA
PRODI INTERDISCIPLINARY ISLAMIC STUDIES
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
2017
Pendahuluan

Buku arkeologi islam Nusantara ini, secara umum, berisi kajian historiografi
Islam Nusantara dengan menggunakan pendekatan arkeologis. Yakni sumber, bukti dan
data yang dikaji dalam buku ini tak hanya sekedar berlandaskan pada bukti-bukti
tertulis saja melainkan juga pada bukti-bukti yang bersifat materil seperti artefak dan
bangunan.

Buku yang derbitkan pada tanggal 8 okteber 2009 dalam salah satu acara
seminar ini, memuat kumpulan 23 makalah/Paper Dr. Uka Tjandrasasmita yang
dipilihnya dari sekitar 200 lebih makalah nasional dan internasional yang pernah ia
ditulis mulai tahun 1989 hingga tahun 2007.

Buku ini merupakan buku terakhir yang beliau terbitkan sebelum beliau wafat
pada tanggal 22 Mei 2010.

Tentang penulis

Dr. Uka Tjandrasasmita, dikenal sebagai seorang arkeolog dan penulis yang
produktif. Setidaknya ada 20 buku yang pernah ia tulis sejak tahun 1960 hingga akhir
hayatnya di usia 80 tahun. Beliau juga telah menulis 37 artikel, 44 makalah/paper
internasional, dan 132 makalah/paper /laporan penelitian nasional, sehingga tak
diragukan lagi bahwa beliau memang memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menulis
sejarah Islam di nusantara dengan metode arkeologi seperti dalam buku ini.

Beberapa buku bertemakan Islam nusantara yang juga telah beliau tulis
diantaranya:

“Jaman Pertumbuhan Dan Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam Di


Indonesia. Dalam Sejarah Nasional Indonesia III”, Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan bp Balai Pustaka, Jakarta,1993;

“Pertumbuhan dan Perkembangan Kota-Kota Muslim di Indonesia”, PT.


Menara Kudus, Jakarta, 2000;
“Peneliian Arkeologi Islam di Indonesia Dari Masa ke Masa”, PT. Menara
Kudus, Jakarta, 2000;

“Kajian Naskah-Naskah Klasik dan Penerapannya bagi Kajian Sejarah Islam di


Indonesia”, Puslitbang Lektur Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Departemen
Agama R.I., Jakarta 2006.

Rangkuman Isi buku

Pendahuluan buku ini adalah artikel dengan judul Pendekatan Arkeologi dalam
Penelitian Sejarah, yang beliau tulis untuk sampaiakn pada acara pembekalan
Penelitian sejarah perkembangan Agama dan lekturnya di Nusantara yang
diselenggarakan oleh departemen agama pada tahun 2005. Dalam artikel ini, Dr. Uka
membahas tentang definisi, tujuan dan pentingnya bidang keilmuan arkeologi dalam
merekokonstruksi sejarah.

Pembahasan dalam buku ini, disusun menjadi empat bagian tematis yang
masing-masing terdiri dari beberapa artikel. Tema-tema tersebut, yaitu:

Pertama ‘Arkeologi Islam dan Dinamika Kosmopilitanisme’, yang terdiri dari


enam artikel terkait hubungan antara Nusantara dengan negara-negara lain,seperti
Arab, Persia, India, Cina dan colonial Eropa. Dimana hubungan tersebut kemudian
membentuk dinamika kehidupan cosmopolitanisme di Nusantara.

Pada artikel pertama yang berjudul “Kedatangan Islam di Nusantara:Refleksi


Atas Proses Islamisasi” beliau mengungkapkan beberapa teori terkait masuknya islam
di Nusantara, namun juga menampakkan keberpihakannya kepada teori abad ke-7.
Beliau juga menyimpulkan bahwa proses islamisasi Nusantara ini terjadi melalui
berbagai macam saluran, diantaranya melalui perdagangan, perkawinan, system
birokrasi, lembaga pendidikan, sufisme dan seni hingga ketika pertumbuhan kerajaan-
kerajaan islam di Nusantara semakin pesat, memberikan pijakan yang kokoh untuk bagi
proses islamisasi nusantara tersebut.
Lebih lanjut pada artikel kedua dengan judul jalur perdagangan islam di
Nusantara, beliau menjelaskan bahwa dengan pesatnya perkembangan kesultanan islam
di Nusantara juga mempererat hubungan dagang antar kesultanan islam secara regional
maupun internasional, namun dengan kedatangan portugis dengan politik pemaksaan
dan monopoli dagangnya jalur hubungan perdagangan tersebut kemudian menjadi
rusak.

Mengenai dinamika penguasaan colonial ini, beliau bahas pada artikel


ketiganya yang berjudul”pengaruh kedatangan portugis bagi kota pelabuhan di
Nusantara”. Sementara pada artikel keempat, beliau mengkhususkan pembahasannya
kembali pada jaringan perdagangan Arab-Indonesia.

Pada artikel kelima beliau membahas tentang ekspedisi Tiongkok ke Nusantara


dan dilanjutkan dengan pembahasan tentang pengaruhnya di tanah pasundan pada
artikel keenam.

Kedua, yaitu ‘Arkeologi Islam dan Dinamika Lokal di Nusantara’,yang terdiri


dari enam artikel yang berfokus pada penggalian sejarah secara arkeologis terhadap
beberapa tempat di Indonesia, seperti banten pada artikel pertama, tanggerang pada
artikel kedua, Jakarta pada artikel ketiga dan keempat, Cirebon pada artikel kelima dan
Jambi pada artikel keenam. Secara umum bagian kedua ini, menekankan pentingnya
benda-benda arkeologis tersebut dalam mengungkap sejarah hubungan, karakter dan
akulturasi budaya di tempat tersebut .

Ketiga, ‘Arkeologi Islam dan Pernaskahan Nusantara’, pada bagian yang terdiri
dari lima artikel ini, Dr. Uka, menitik beratkan tulisannya pada pentingnya kajian
filologi dalam penelitian sejarah dan arkeologi. kajian filologi tersebut dibutuhkan
untuk mengungkap berbagai aspek dalam sejarah, seperti apa yang pernah dtulis oleh
azyumardi azra tentang hubungan jaringan ulama timur tengah dan Nusantara atau
untuk mengungkap aspek budaya dalam kehidupan masyarakat yang tercantum dalam
babad dan hikayat. Namun beliau juga menyayangkan banyaknya naskah-naskah yang
belum diterbitkan.

Keempat, ‘Arkeologi Islam: Pembentukan dan Pewarisan Kebudayaan di


Nusantara’. Pada bagian terakhir yang terdiri dari lima artikel ini, Dr. Uka mengkaji
dan mengurai sejarah dan pengaruhnya secara arkeologis terhadap pembentukan
kebudayaan Nusantara yang terdapat pada gaya bangunan, seni institusi pendidikan
serta pemanfaatannya dibidang pariwisata di Nusantara.

Kelebihan dan kekurangan.

Buku ini, mengajak para peneliti sejarah untuk tidak hanya mengandalkan
sumber tulisan yang ada dalam naskah atau rujukan dari para peneliti luar untuk
menggali dan mengurai sejarah di Nusantara, beliau mengingatkan kembali pentingnya
penelitian sejarah dari segi arkeologis, seperti bangunan, bentuk nisan dan benda-benda
lain seperti wadah gelas dari Arab yang ditemukan di jambi misalnya, dimana ketika
hal tersebut, dihubungkan dengan nama tempat ditemukannya gelas tersebut. yaitu
Muara Sabak, dengan nama daerah yang pernah diceritakan oleh Abu Zayd pernah
berkonflik dengan Kamboja, yaitu Zabag, hal tersebut menimbulkan kemungkinan-
kemungkinan adanya fakta baru terkait dengan sejarah Jambi.

Dengan didukung oleh metodologi arkeologis serta sumber-sumber lain, fakta


sejarah yang dihadirkan oleh Dr. Uka dalam buku ini, tak hanya menyokong yang
telah ada , namun juga mengungkap fakta-fakta sejarah baru serta membuka hipotesa-
hipotesa baru dalam khazanah kesejarahan Nusantara.

Namun dari segi penyusunan, karena buku ini merupakan kumpulan


artikel/paper yang dirangkum menjadi sebuah buku, susunan antara artikel yang satu
dengan lainnya dalam bagian-bagian tematisnya terasa kurang sistematis.

Seperti pada bagian pertama misalnya, setelah membahas tentang portugis pada
artikel ketiga, artikel keempat kembali pada pembahasan tentang jaringan perdagangan
Arab dan Nusantara.