Anda di halaman 1dari 11

Materi Penyuluhan:

A. ASI EKSLUSIF
1. Pengertian ASI Ekslusif
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak usia 0 – 6 bulan,
tanpa penambahan apapun, air juga tidak, benar-benar hanya ASI. Karena lambung
bayi sangat kecil, dan ASI saja sudah memenuhi seluruh kebutuhan gizi bayi secara
sempurna
2. Manfaat ASI Eksklusif
a. Bagi bayi
 ASI Ekslusif mengandung kombinasi dan jumlah gizi yang dibutuhkan bayi
secara lengkap dan sempurna
 Bayi yang baru lahir membutuhkan tingkat lemak yang lebih tinggi selama 6
bulan, tubuh seorang ibu akan mengetahui hal itu dan menyesuaikannya dengan
tepat sehingga membantu memulai kehidupannya dengan baik
 ASI mengandung antibodi dalam jumlah besar yang berasal dari tubuh ibu,
sehingga bayi memiliki kekebalan dan terhindar dari penyakit di awal
kehidupannya
 Bayi menjadi cerdas karena ASI mengandung nutrisi yang mendukung
pertumbuhan pesat otak bayi yang sedang terjadi diperiode emas ini
 Hormon yang terdapat di dalam ASI menciptakan rasa kantuk dan rasa nyaman.
Hal ini dapat membantu menenangkan kolik, dan membantu membuat bayi
tertidur setelah menyusu, ini dibutuhkannya untuk bertumbuh
 Membantu perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena
gerakan mengisap mulut bayi pada payudara sang ibu
 Menyusui secara psikologis baik bagi bayi dan meningkatkan ikatan dengan ibu.
Ibu tetap bisa melakukan kegiatan sambil menyusui. Bayi tetap mendapat
manfaat dari kehangatan dan keamanan karena meringkuk ke tubuh ibu.
b. bagi ibu dan keluarga
 Pelepasan hormon oksitosin ketika menyusui meningkatkan perasaan tenang,
nyaman, dan cinta untuk bayi
 Bagus untuk kesehatan. Menyusui membantu uterus kembali ke ukuran normal
lebih cepat dan mencegah perdarahan. Wanita yang menyusui memiliki risiko
lebih sedikit terkena osteoporosis dan beberapa tipe kanker termasuk kanker
payudara dan kanker ovarium
 ASI merupakan metode kontrasepsi yang alami
 Ibu menjadi cantik dan ceria. Cara paling mudah untuk menurunkan berat
badan! Menyusui membakar ekstra kalori sebanyak 200-250 per hari. Biarkan
wanita lain berkeringat di tempat senam, semua yang perlu Anda lakukan adalah
berpelukan dengan bayi ibu
 Ekonomis, karena menyusui itu gratis. Biaya untuk susu formula selama
seminggu bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Dan biaya selama setahun untuk
susu formula mencapai lebih dari jutaan rupiah . Dan lebih dari itu ibu harus
membeli perlengkapan seperti dot, botol dan peralatan sejenisnya kemudian
Anda harus menjaga barang-barang tersebut tetap bersih
 Praktis karena ASI selalu siap tersedia. Tidak perlu mencampur susu formula
atau menunggu menghangatkan, sementara bayi menjerit tak bisa ditenangkan.
Tidak perlu khawatir kehabisan ketika tengah malam atau khawatir tidak cukup
membawa susu formula tersebut ketika sedang berpergian
c. Kelestarian lingkungan hidup
 ASI bersuhu alami segar bebas bakteri, maka tak perlu dipanaskan dan disteril,
bisa mengurangi pemborosan bahan bakar
 Memberikan ASI lebih ramah lingkungan, karena untuk memenuhi kebutuhan
susu bubuk yang berlebihan, dunia kita membutuhkan berapa alam hijau,
bahkan menebang pohon pelindung hutan, untuk memelihara sapi perah yang
lebih banyak
 Melepaskan susu bubuk dan menggunakan ASI, bisa menghemat berapa
banyak sampah botol dan kaleng susu yang dibuang
 Jika setiap wanita setelah melahirkan mau menyusui dengan ASI selama 1
tahun, tentunya akan menghemat berapa banyak pembalut wanita (karena pada
masa memberi ASI ibu tidak memerlukannya)
3. Jenis ASI
 Kolostrum adalah cairan kental berwarna kekuning-kuningan yang dihasilkan
pada hari pertama sampai hari ke-3. Kolostrum bisa dikatakan sebagai "imunisasi"
pertama yang diterima bayi karena banyak mengandung protein untuk daya tubuh
yang berfungsi sebagai pembunuh kuman dalam jumlah tinggi. Kadarnya 17 kali
dibandingkan dengan ASI.
 ASI Transisi adalah air susu ibu yang di produksi setelah kolostrum antara hari ke-
4 sampai dengan hari ke-10. Dalam susu transisi ini terdapat Immunoglobulin,
protein dan laktosa dengan konsentrasi yang lebih rendah dari kolostrum tetapi
konsentrasi lemak dan jumlah kalori lebih tinggi, vitamin larut lemak berkurang,
vitamin larut air meningkat. Bentuk atau warna susu lebih putih dari kolostrum.
 Susu Matur adalah susu yang keluar setelah hari ke-10. Berwarna putih kental.
Komposisi ASI yang keluar pada isapan-isapan pertama (foremilk) mengandung
lemak dan karbohidratnya lebih banyak dibandingkan hindmilk (ASI yang keluar
pada isapan-isapan terakhir), maka jangan terlalu cepat memindahkan bayi untuk
menyusu pada payudara yang lain, bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya
belum habis agar bayi mendapat seluruh manfaat yang
4. Kandungan ASI
ASI mengadung:
a. Laktosa yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu buatan. Didalam usus laktosa
akan dipermentasi menjadi asam laktat. yang bermanfaat untuk:
1) Menghambat pertumbuhan bakteri yang bersifat patogen.
2) Merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang dapat menghasilkan asam
organik dan mensintesa beberapa jenis vitamin.
3) Memudahkan terjadinya pengendapan calsium-cassienat.
4) Memudahkan penyerapan berbagai jenis mineral, seperti calsium, magnesium.
b. ASI mengandung zat pelindung (antibodi) yang dapat melindungi bayi selama 5-6
bulan pertama, seperti: Immunoglobin, Lysozyme, Complemen C3 dan C4,
Antistapiloccocus, lactobacillus, Bifidus, Lactoferrin.
c. ASI tidak mengandung beta-lactoglobulin yang dapat menyebabkan alergi pada
bayi.
Komposisi ASI tiap 100ml dan perbandingannya dengan susu sapi.

KADAR ZAT GIZI ASI SUSU SAPI


PROTEIN 12 gr 3,3 gr
LEMAK 3,8 gr 3,8 gr
LAKTOSA 7,0 gr 4,8 gr
KALORI 75,0 Kal 66,0 Kal
VITAMIN A 53,0 KI 34,0 KI
VITAMIN B1 0,11 mgr 0,42 mgr
VITAMIN C 43,0 mgr 1,8 mgr
KALSIUM 30,0 mgr 125,0 mgr
BESI 0,15 mgr 0,1 mgr

Perbedaan antara ASI dengan susu formula

Perbedaan ASI Susu Formula


Komposisi ASI mengandung zat-zat gizi, Tidak seluruh zat gizi yang
antara lain:faktor pembentuk sel- terkandung di dalamnya dapat
sel otak, terutama DHA, dalam diserap oleh tubuh bayi.
kadar tinggi. ASI juga mengandung Misalnya, protein susu sapi tidak
whey (protein utama dari susu yang mudah diserap karena
berbentuk cair) lebih banyak mengandung lebih banyak
daripada kasein (protein utama dari casein. Perbandingan whey:
susu yang berbentuk gumpalan) casein susu sapi adalah 20:80.
dengan perbandingan 65:35.
Nutrisi Mengandung imunoglobulin dan Protein yang dikandung oleh
kaya akan DHA (asam lemak tidak susu formula berguna bagi bayi
polar yang berikat banyak) yang lembu tapi kegunaan bagi
dapat membantu bayi menahan manusia sangat terbatas lagipula
infeksi serta membantu immunoglobulin dan gizi yang
perkembangan otak dan selaput ditambah di susu formula yang
mata. telah disterilkan bisa berkurang
ataupun hilang.
Pencernaan Protein ASI adalah sejenis protein Tidak mudah dicerna:
yang lebih mudah dicerna selain itu serangkaian proses produksi di
ada sejenis unsur lemak ASI yang pabrik mengakibatkan enzim-
mudah diserap dan digunakan oleh enzim pencernaan tidak
bayi. Unsur elektronik dan zat besi berfungsi. Akibatnya lebih
yang dikandung ASI lebih rendah banyak sisa pencernaan yang
dari susu formula tetapi daya serap dihasilkan dari proses
dan guna lebih tinggi yang dapat metabolisme yang membuat
memperkecil beban ginjal bayi. ginjal bayi harus bekerja keras.
Selain itu ASI mudah dicerna bayi Susu formula tidak mengandung
karena mengandung enzim-enzim posporlipid ditambah
yang dapat membantu proses mengandung protein yang tidak
pencernaan antara lain lipase mudah dicerna yang bisa
(untuk menguraikan lemak), membentuk sepotong susu yang
amilase (untuk menguraikan membeku sehingga berhenti di
karbohidrat) dan protease (untuk perut lebih lama oleh karena itu
menguraikan protein). taji bayi lebih kental dan keras
yang dapat menyebabkan susah
BAB dan membuat bayi tidak
nyaman.
Kebutuhan Dapat memajukan pendirian Kekurangan menghisap
hubungan ibu dan anak. ASI adalah payudara: mudah menolak ASI
makanan bayi, dapat memenuhi yang menyebabkan kesusahan
kebutuhan bayi, memberikan rasa bayi menyesuaikan diri atau
aman kepada bayi yang dapat makan terlalu banyak, tidak
mendorong kemampuan adaptasi sesuai dengan prinsip kebutuhan.
bayi.
Ekonomi Lebih murah: menghemat biaya Biaya lebih mahal: karena
alat-alat, makanan, dll yang menggunakan alat,makanan,
berhubungan dengan pelayanan kesehatan, dll. Untuk
pemeliharaan, mengurangi beban memelihara sapi. Biaya ini sangat
perekonomian keluarga. subjektif yang menjadi beban
keluarga.
Kebersihan ASI boleh langsung diminum jadi Polusi dan infeksi: pertumbuhan
bias menghindari penyucian botol bakteri di dalam makanan buatan
susu yang tidak benar ataupun hal sangat cepat apalagi di dalam
kebersihan lain yang disebabkan botol susu yang hangat biarpun
oleh penyucian tangan yang tidak makanan yang dimakan bayi
bersih oleh ibu. Dapat menghindari adalah makanan bersih akan
bahaya karena pembuatan dan tetapi karena tidak mengandung
penyimpanan susu yang tidak anti infeksi, bayi akan mudah
benar. mencret atau kena penularan
lainnya.
Ekonomis Tidak perlu disterilkan atau lebih Penyusuan susu formula dan alat
mudah dibawa keluar, lebih mudah yang cukup untuk menyeduh
diminum, minuman yang paling susu.
segar dan suhu minuman yang
paling tepat untuk bayi.
Penampilan Bayi mesti menggerakkan mulut Penyusuan susu formula dengan
untuk menghisap ASI, hal ini dapat botol susu akan mengakibatkan
membuat gigi bayi menjadi kuat penyedotan yang tidak puas lalu
dan wajah menjadi cantik. menyedot terus yang dapat
menambah beban ginjal dan
kemungkinan menjadi gemuk.
Pencegahan Bagi bayi yang beralergi, ASI dapat Bagi bayi yang alergiterhadap
menghindari alergi karena susu susu formula tidak dapat
formula seperti mencret, muntah, menghindari mencret,
infeksi saluran pernapasan, asma, muntah,infeksi saluran napas,
bintik-bintik, pertumbuhan asma, kemerahan, pertumbuhan
terganggu dan gejala lainnya. terganggu dan gejala lainnya
yang disebabkan oleh susu
formula.
Kebaikan bagi ibu Dapat membantu kontraksi rahim Tidak dapat membantu kontraksi
ibu, lebih lambat datang bulan rahim yang dapat membantu
sehabis melahirkan sehingga dapat pengembalian tubuh ibu jadi
ber-KB alami. Selain itu dapat rahim perlu dielus sendiri oleh
menghabiskan kalori yang berguna ibu. Tidak dapat memperlambat
untuk pengembalian postur tubuh waktu datang bulan yang dapat
ibu. Berdasarkan biodata statistik, menghasilkan cara KB alami.
ibu yang menyusui ASI lebih Berdasarkan biodata statistik, ibu
rendah kemungkinan menderita yang menyusui susu formula
kanker payudara, kanker rahim dan lebih tinggi kemungkinan
keropos tulang. menderita kanker payudara.
(dr. Suririnah,2009)

B. MP-ASI
1. Pengertian
Makanan pendamping ASI adalah makanan tambahan yang diberikan kepada bayi
setelah bayi berusia 6 bulan sampai bayi berusia 24 bulan. Jadi selain makanan
pendamping ASI, ASI-pun harus tetap diberikan kepada bayi, paling tidak sampai usia
24 bulan, peranan makanan pendamping ASI sama sekali bukan untuk menggantikan
ASI melainkan hanya untuk melengkapi ASI jadi dalam hal ini makanan pendamping
ASI berbeda dengan makanan sapihan diberikan ketika bayi tidak lagi
mengkonsumsi ASI (Krisnatuti, 2008:14). Makanan pendamping ASI adalah
makanan tambahan yang diberikan pada bayi setelah usia 6 bulan. Jika makanan
pendamping ASI diberikan terlalu dini (sebelum usia 6 bulan) akan menurunkan
konsumsi ASI dan bayi bisa mengalami gangguan pencernaan. Namun sebaliknya jika
makanan pendamping ASI diberikan terlambat akan mengakibatkan bayi kurang gizi,
bila terjadi dalam waktu panjang (Hendras, 2010). Standar makanan pendamping ASI
harus memperhatikan angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan kelompok umur
dan tekstur makanan sesuai perkembangan usia bayi (Azrul, 2003).
2. Tujuan pemberian makanan pendamping ASI
Tujuan pemberian makanan pendamping ASI. Pemberian makan pendamping ASI
akan memberikan manfaat yang baik untuk bayi, karena pemberian makanan
pendamping ASI memiliki tujuan sebagai berikut : ( Djitowiyono, 2010:43-44 ).
a. Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang.
b. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam- macam makanan
dengan berbagai rasa dan bentuk.
c. Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.
Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi tinggi
3. Gangguan Pemberian MP-ASI Terlalu Dini
a. Bayi lebih sering menderita diare. Hal ini disebabkan cara menyiapkan makanan
yang kurang bersih juga karena pembentukkan zat anti oleh usus bayi yang belum
sempurna.
b. Bayi mudah alergi terhadap zat makanan tertentu. Keadaan ini terjadi akibat usus
bayi yang masih permeabel, sehingga mudah dilalui oleh protein asing.
c. Terjadi malnutrisi atau gangguan pertumbuhan anak. Bila makanan
yang diberikan kurang bergizi dapat mengakibatkan anak menderita KEP
(Kurang Energi Protein) dan dapat terjadi sugar baby atau obesitas bila makanan
yang diberikan mengandung kalori yang terlalu tinggi.
d. Produksi ASI menurun, karena bayi yang sudah kenyang dengan MP-ASI tadi,
maka frekuensi menyusu menjadi lebih jarang, akibatnya dapat menurunkan
produksi ASI.
e. Tingginya solute load dari MP-ASI yang diberikan, sehingga dapat menimbulkan
hiperosmolaritas yang meningkatkan beban ginjal.
4. Dampak Pemberian MP-ASI Terlalu Dini
a. Risiko jangka pendek
1) Pengenalan makanan selain ASI kepada diet bayi akan menurunkan frekuensi
dan intensitas pengisapan bayi, yang akan merupakan risiko untuk terjadinya
penurunan produksi ASI.
2) Pengenalan serealia dan sayur-sayuran tertentu dapat mempengaruhi
penyerapan zat besi dari ASI sehingga menyebabkan defisiensi zat besi dan
anemia.
3) Resiko diare meningkat karena makanan tambahan tidak sebersih ASI.
4) Makanan yang diberikan sebagai pengganti ASI sering encer, buburnya berkuah
atau berupa sup karena mudah dimakan oleh bayi. Makanan ini memang
membuat lambung penuh, tetapi memberi nutrient lebih sedikit daripada ASI
sehingga kebutuhan gigi/nutrisi anak tidak terpenuhi.
5) Anak mendapat faktor pelindung dari ASI lebih sedikit, sehingga resiko infeksi
meningkat.
6) Anak akan minum ASI lebih sedikit, sehingga akan lebih sulit untuk memenuhi
kebutuhan nutrisi anak
7) Defluk atau kolik usus yaitu istilah yang digunakan bagi kerewelan atau tangisan
yang terus menerus bagi bayi yang dipercaya karena adanya kram di dalam usus.
b. Risiko jangka panjang
1) Obesitas
Kelebihan dalam memberikan makanan adalah risiko utama dari pemberian
makanan yang terlalu dini pada bayi. Konsekuensi pada usia-usia selanjutnya
adalah terjadi kelebihan berat badan ataupun kebiasaan makan yang tidak sehat.
2) Hipertensi
Kandungan natrium dalam ASI yang cukup rendah (± 15 mg/100 ml). Namun,
masukan dari diet bayi dapat meningkat drastis jika makanan telah dikenalkan.
Konsekuensi dikemudian hari akan menyebabkan kebiasaan makan yang
memudahkan terjadinya gangguan/hipertensi.
3) Arteriosklerosis
Pemberian makanan pada bayi tanpa memperhatikan diet yang mengandung
tinggi energi dan kaya akan kolesterol serta lemak jenuh, sebaliknya kandungan
lemak tak jenuh yang rendah dapat menyebabkan terjadinya arteriosklerosis dan
penyakit jantung iskemik.
4) Alergi Makanan
Belum matangnya sistem kekebalan dari usus pada umur yang dini dapat
menyebabkan alergi terhadap makanan. Manifestasi alergi secara klinis meliputi
gangguan gastrointestinal, dermatologis, gangguan pernapasan sampai terjadi
syok anafilaktik (Cox, 2006).
5. Alasan MP-ASI Diberikan Pada Usia ≥ 6 Bulan
a. ASI adalah salah satu makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi sampai
berumur 6 bulan
b. Menunda makanan padat sampai bayi berumur 6 bulan dapat menghindarkan dari
berbagai risiko penyakit
c. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem
pencernaan bayi untuk berkembang menjadi lebih matang
d. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar
sistem yang dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan
baik
e. Menunda pemberian makanan padat mengurangi risiko alergi makanan
6. Tahapan dan cara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) kepada bayi :
a. Usia 6-9 bulan teruskan beri ASI sesering mungkin. Berikan ASI dulu baru MP-
ASI MP-ASI bubur tepung beras, pisang lumat (lihat MP-ASI yang dianjurkan)
Setiap hari (pagi, siang, dan sore) bayi diberikan MP-ASI sebagai berikut:
 Usia 6 bulan diberikan 2 kali makan masing-masing sebanyak 6 sdm peres
 Usia 7 bulan diberikan 2-3 kali makan masing-masing sebanyak 7 sdm peres
 Usia 8 bulan diberikan 3 kali makan masing-masing sebanyak 8 sdm peres
 Usia 9 bulan diberikan 3 kali makan masing-masing sebanyak 9 sdm peres
b. Usia 9 -12 bulan: Teruskan beri ASI sesering mungkin. Berikan ASI dulu baru
MP-ASI MP-ASI lebih padat dan kasar seperti bubur, nasi tim, nasi lembik. Untuk
selingan: biscuit bayi dan buah. Setiap hari (pagi, siang, dan sore) bayi diberikan
MP-ASI sebagai berikut:
 Usia bayi 9 bulan diberikan 3 kali makan masing-masing sebanyak 9 sdm peres
dan makanan selingan 2 kali
 Usia bayi 10 bulan diberikan 3 kali makan masing-masing sebanyak 10 sdm
peres dan makanan selingan 2 kali
 Usia bayi 11 bulan diberikan 3 kali makan masing-masing sebanyak 11 sdm
peres dan makanan selingan 2 kali
c. Usia 12-24 bulan: Teruskan beri ASI sesering mungkin. Berikan MP-ASI dulu
baru ASI
 Berikan makanan keluarga secara bertahap sesuai kemampuan anak, jika perlu
diawali dalam bentuk dicincang
 Berikan makan keluarga 3 kali sehari, sebanyak 1/3 sampai ½ porsi dewasa,
terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur dan buah
 Beri makanan selingan kaya gizi sebanyak 2 kali sehari diantara waktu makan
(pudding, kue, jus buah dll.)
 Makanan keluarga harus bervariasi
7. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang dianjurkan
a. Bubur tepung beras/beras merah yang dimasak dengan menggunakan air atau kaldu
daging atau sayuran
b. Sayur-sayuran dan kacang-kacangan yang direbus kemudian di haluskan
menggunakan blender. Pada saat diblender sebaiknya ditambah dengan kaldu atau
air matang agar lebih halus. Sayuran dan kacang tersebut adalah kacang polong,
kacang merah, wortel, tomat, kentang, labu kuning, kacang hijau.
c. Buah-buahan yang dihaluskan atau menggunakan blender seperti pepaya, pisang,
apel, melon dan alpukat
d. Daging sapi pilihan yang tidak berlemak direbus dengan sedikit air, kemudian di
blender, ditambahkan ke bubur tepung
e. Ikan yang diblender. Ikan yang digunakan yang tidak berduri seperti daging dari
ikan kakap yang segar , ikan gindara, atau ikan salmon.
8. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak dianjurkan
a. Makanan yang mengandung protein gluten yaitu tepung terigu, barley, biji gandum
dan kue yang terbuat dari tepung terigu. Semua jenis makanan tersebut dapat
membuat perut bayi kembung, mual dan diare pada bayi. Hal ini disebabkan oleh
reaksi gluten intolerance
b. Hindari pemberian gula, garam, bumbu masak atau penyedap rasa pada makanan
bayi
c. Makanan terlalu berlemak
d. Makanan pedas atau berbumbu tajam
e. Buah-buahan yang terlalu asam seperti jeruk dan sirsak
f. Buah-buahan yang mengandung gas, durian, cempedak. Sayuran mengandung
gas, kol, kembang kol, lobak. Kedua makanan tersebut dapat membuat perut bayi
kembung
g. Kacang tanah, dapat menyebabkan alergi atau pembengkakan pada tenggorokan
sehingga bayi sulit bernafas
h. Kadangkala telur dapat memacu alergi. Berikan secara bertahap dan dengan porsi
kecil. Jika bayi alergi segera hentikan
i. Susu sapi dan olahannya yang dapat membuat bayi alergi atau lactose intolerance