Anda di halaman 1dari 8

Analisis Makanan dan Kontaminan

Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal


Universitas Padjadjaran

PENETAPAN BORAKS DENGAN KURKUMIN

Rahma Alya Nafisah


260110150040
rahma.alya.nafisah@gmail.com

Jurusan Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang

Abstrak

Dalam praktikum ini dilakukan penetapan kandungan boraks secara kualitatif dalam
sampel lontong yang diambil dari sekitaran Ciseke, Jatinangor untuk mengetahui
adanya kandungan penggunaan bahan tambahan makanan yang tidak diperbolehkan
seperti boraks dalam makanan sehari-hari. Analisis yang dipilih adalah jenis analisis
kualitatif. Analisis kualitatif yang digunakan adalah dengan menggunakan metode
sampel yang disentrifugasi (sentrifugator) dan diabukan (tanur) menggunakan
pereaksi asam sulfat 10% dan metanol dan dengan larutan kurkumin 1% dalam
metanol yang akan memberikan reaksi warna. Hasil yang diperoleh dari sampel
lontong ini adalah tidak memberikan perubahan warna pada reaksi dengan pereaksi
yang ditambahkan sehingga sampel lontong yang diuji negatif mengandung boraks.

Kata kunci : Boraks, kurkumin, analisis kualitatif

Abstract

In this laboratory experiment, we determined the content of sodium tetraboric


qualitatively in traditional food named lontong as the sample which was taken from
Ciseke, Jatinangor in purpose to know the safety of daily foods or beverages people
eat by identifying the food preservatives prohibited by the government’s rules such as
sodium tetraboric. The method chosen was qualitative analysis. The method required
the sample to process as sentrifugated sample (use sentrifugator) and as ashes (use
oven) with sulfuric acid 10% and metanol and also tumuric 1% in metanol as the
reagent reacts with boric acid if it’s positive. The end results in both experiments
were negative because no color changes happened during the reaction so the sample
was negative of containing boric acid.

Keywords : boric acid, curcumin, qualitive analysis


Analisis Makanan dan Kontaminan
Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal
Universitas Padjadjaran

PENDAHULUAN natrium tetraborat atau garam boraks


dan asam borat. Boraks dapat dengan
Penetapan boraks dengan
mudah larut dalam air dan berbahaya
kurkumin dilakukan terhadap sampel
bagi tubuh (Depkes RI, 1995).
dengan analisis secara kualitatif
dengan prinsip eksitasi elektron dan Boraks bisa digunakan dalam
kompleksasi yang terjadi antara boraks industri gelas, bahan pelapis kayu
dengan pereaksi terkait. dalam air, semen, pelicin hingga bahan
pengawet. Alasan penggunaannya
Makanan yang baik bagi manusia
adalah karena kemampuannya untuk
adalah makanan yang memenuhi
menghambat mikroorganisme
kandungan, persyaratan kesehatan dan
sehingga makanan bisa berthan lama
kebersihan. Di Indonesia, pada
(See, et al, 2010).
umumnya sebelum makanan beredar,
tidak dilakukan pemeriksaan dan Paparan jangka pendek terhadap
pengontrolan terhadap keamanannya boraks dapat menyebabkan banyak
untuk dikonsumsi. Hal inilah yang ganguan kesehatan pada beberapa
menyebabkan banyak terjadinya organ tubuh di manusia. Berdasarkan
keracunan makanan. Salah satu beberapa laporan, kematian yang
penyebab keracunan makanan diakibatkan oleh boraks berada pada
diakibatkan adanya bahan tambahan dosis 5-20 g/kgBB. Maka dari itu perlu
makanan (BTM) di dalam makanan analisis sederhana untuk dapat dengan
yang tidak diperbolehkan untuk mudah mengetahui boraks dalam
digunakan menurut undang-undang makanan (Silalahi, 2010).
(Asterina, et al, 2008).
Analisis sederhana yang dapat
Salah satu BTM yang dilarang dilakukan adalah dengan analisis
namun masih banyak digunakan kualitatif berupa reaksi warna, reaksi
adalah boraks. Boraks merupakan nyala, hingga dengan kertas kunyit
senyawa kimia dengan nama kimia (tumerik). Sampel yang mengandung
Analisis Makanan dan Kontaminan
Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal
Universitas Padjadjaran

boraks pada uji nyala akan Ditimbang 10 g sampel kemudian


memberikan warna hijau dan digerus dengan menggunakan
menghasilkan warna coklat kemerahan stamper dan pestle dengan
dengan menggunakan kertas tumerik bantuan aquadest. Selanjutnya
yang menandakan terbentuknya sampel disentrifugasi dengan
senyawa borokurkumin (Mega, et al, kecepatan 300 rpm selama 2
2016). menit. Supernatan sampel
dipisahkan dan disimpan dalam
METODE
cawan penguap untuk diuapkan
a. Alat hingga kering lalu ditambahkan
Alat yang digunakan dalam larutan asam sulfat dan metanol
praktikum ini adalah blender, kemudian amati.
cawan penguap, kertas saring,
korek api, oven, penangas air, Reaksi dengan Asam Oksalat
pipet, sentrifugator, spatel dan dan Kurkumin 1% dalam
tanur. Metanol
b. Bahan Diambil bagian supernatan yang
Bahan yang digunakan antara lain lalu ditambahkan larutan HCl
lain air kapur, aquadest, asam 5 N ke dalam bagian tersebut dan
oksalat, kurkumin 1% dalam memasukkan hasil ke dalam
metanol, larutan asam sulfat, cawan penguap. Ditambahkan 4
metanol dan sampel berupa tetes laurutan asam okalat jenuh
lontong yang diperoleh dari dan diuapkan hingga kering lalu
daerah Ciseke Besar, Jatinangor. ditambahkan 1 ml larutan
c. Prosedur kurkumin 1% dalam metanol dan
Pemeriksaan Kualitatif Boraks diamati setelah diberi uap amonia.
dengan Metode Sentrifugasi
(Reaksi Asam Sulfat dengan
Metanol)
Analisis Makanan dan Kontaminan
Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal
Universitas Padjadjaran

Pemeriksaan Kualitatif Boraks HASIL


dengan Metode Pengabuan
No Perlakuan Hasil
(Reaksi Asam Sulfat dengan
1 Supernatan Tidak
Metanol)
sampel memberikan
Ditimbang 10 g sampel kemudian
lontong yang nyala api hijau
digerus dengan menggunakan
diuapkan + saat dibakar
stamper dan pestle dengan
asam sulfat
bantuan aquadest. Selanjutnya
10% +
sampel diabukan di dalam krus
metanol
dengan menggunakan tanur. Hasil
2 Supernatan Tidak terjadi
abu kemudian ditambahkan asam
sampel perubahan
sulfat dan metanol kemudian
lontong + warna (tetap
amati.
HCl 5 N + 4 berwarna
tetes as. kuning setelah
Reaksi dengan Asam Oksalat
oksalat dan sebelum
dan Kurkumin 1% dalam
kemudian ditambah uap
Metanol
yang amonia)
Diambil bagian abu yang lain lalu
diuapkan +
ditambahkan larutan HCl 5 N ke
kurkumin 1%
dalam bagian tersebut dan
dalam
ditambahkan 4 tetes laurutan asam
metanol + uap
okalat jenuh dan diuapkan hingga
amonia
kering lalu ditambahkan 1 ml
larutan kurkumin 1% dalam
metanol dan diamati setelah diberi PEMBAHASAN
uap amonia.
Pada praktikum kali ini, dilakukan
analisis terhadap kandungan boraks
yang ada di dalam makanan dengan
Analisis Makanan dan Kontaminan
Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal
Universitas Padjadjaran

analisis kualitatif. Analisis kualitatif salah satu ciri makanan yang diberi
merupakan analisis paling sederhana bahan pengawet berupa boraks.
untuk dengan mudah mengetahui
Sebelum sampel diubah menjadi
ada/tidaknya kandungan boraks di
abu dan supernatan, sampel lontong
dalam makanan. Pemeriksaan
ditimbang sebanyak 10 g kemudian
kandungan boraks di dalam makanan
dihaluskan dengan tujuan
yang terkhusus memiliki kandungan
mempermudah sampel dianalisis
bahan pengawet karena kasus
sebelum diambil bagian
penggunaan boraks sebagai bahan
supernatannya. Pengambilan
pengawet makanan di Indonesia telah
supernatan dilakukan dengan
sering terjadi. Analisis kualitatif yang
menghaluskan sampel dengan
digunakan adalah dengan metode
menggunakan alat sentrifugator.
sampel yang diubah menjadi abu dan
Sentrifugator memiliki fungsi untuk
lainnya menjadi supernatan.
memisahkan campuran baik berbentuk
Penggunaan abu dan supernatan
padat-cair atau cair-cair dengan cara
sampel dalam analisis kualitatif
diputar pada kecepatan tinggi (rpm)
bertujuan untuk mempermudah proses
dengan gaya sentrifugal. Hasil yang
analisis dibandingkan dengan
diperoleh adalah berupa supernatan
menggunakan keadaan sampel pada
(cairan jernih di bagian atas) dan
kondisi utuh yang masih mengandung
endapan sampel yang berada di bagian
banyak senyawa-senyawa yang dapat
bawah. Bagian supernatan yang
mempengaruhi hasil analisis . Sampel
diambil untuk dianalisis karena materi
yang digunakan pada praktikum kali
sel yang lebih ringan dibandingkan
ini merupakan sampel berupa lontong
bagian padatan. Bagian ini terlebih
yang dijual di daerah Ciseke Besar,
dahulu diuapkan dengan menggunakan
Jatinangor. Lontong dapat diduga
cawan penguap dengan tujuan
mengandung boraks karena beberapa
mendapatkan senyawa garam boraks
lontong sering ditemukan memiliki
tekstur sangat kenyal yang merupakan
Analisis Makanan dan Kontaminan
Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal
Universitas Padjadjaran

yang tidak menguap pada suhu suasana asam, karena boraks atau
penguapan. dalam bentuk natrium tetraborat hanya
dapat diidentifikasi pada kondisi asam.
Selain dengan menggunakan
Hasil yang diperoleh dengan
sentrifugator, sampel juga dapat
menggunakan metode ini adalah
diubah menjadi abu untuk dapat
negatif karena tidak terjadi perubahan
dianalisis. Perlakuan sampel dengan
warna yang seharusnya memberikan
metode ini terlebih dahulu
warna kehijauan saat dibakar. Hal ini
ditambahkan air kapur dengan tujuan
karena warna kehijauan berasal dari
untuk membentuk garam-garam
asam borat yang akan bereaksi dengan
boraks yang tidak menguap pada
metanol dengan adanya asam sulfat
proses pengabuan. Tujuan dari
yang berfungsi sebagai katalisator
pengubahan sampel menjadi abu
pada reaksi, menghasilkan trimetil
dengan menggunakan alat tanur adalah
borat. Senyawa trimetil borat yang
menghilangkan senyawa-senyawa
dipanaskan akan menghasilkan warna
organik serta hanya menyisakan
hijau sebagai hasil dari atom Boron
garam-garam dan logam yang tidak
(Br) yang dipanaskan. Selain dengan
dapat menguap pada suhu tinggi pada
menggunakan pereaksi asam sulfat dan
tanur tersebut.
metanol dapat juga digunakan pereaksi
Untuk sampel yang diidentifikasi kurkumin 1% dalam metanol.
dengan menggunakan metode Penggunaan kunyit sebagai indikator
sentrifugasi, maka supernatan yang adalah karena kunyit mengandung
telah kering diberi perlakuan dengan senyawa metabolit sekunder kurkumin
pereaksi yang berbeda. Pertama, yang dapat digunakan untuk
dengan menggunakan larutan asam mengidentifikasi boraks. Sebelumnya,
sulfat dan metanol yang kemudian sampel ditambahkan HCl lalu
diamati perubahan warna yang diuapkan dan ditetesi 4 tetes asam
dihasilkan. Penambahan pereaksi asam oksalat untuk menciptakan
sulfat adalah untuk menciptakan terbentuknya asam borat yang dapat
Analisis Makanan dan Kontaminan
Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal
Universitas Padjadjaran

diidentifikasi. Hasil yang diperoleh yang dijual di daerah Ciseke Besar,


dengan pereaksi ini adalah negatif Jatinangor dengan hasil negatif.
karena tidak terjadi perubahan warna
DAFTAR PUSTAKA
menjadi merah kehitaman. Perubahan
warna ini disebabkan karena kurkumin Asterina, Emaltris dan Endrinaldi.
mampu menguraikan ikatan-ikatan 2008. Identifikasi dan Penentuan
boraks dalam bentuk natrium Kadar Boraks pada Mie Basah
tetraborat menjadi asam borat dan yang Beredar di Beberapa Pasar di
mengikatnya menjadi kompleks warna Kota Padang. Majalah Kedokteran
rosa atau yang biasa disebut dengan Andalas 2 (32) ; hlm. 174-179.
senyawa kompleks boron cyano
Mega Efrilia, Tria Prayoga dan Nur
kurkumin yang ditandai dengan
Mekarsari. 2016. Identifikasi
adanya warna merah. Perlakuan pada
Boraks dalam Bakso di Kelurahan
sampel yang ditanur adalah dengan
Bahagia Bekasi Utara Jawa Barat
pereaksi yang sama.
dengan Metode Analisa Kualitatif.
Kedua metode yang digunakan Jurnal Ilmiah Ibnu Sina 1 (1) ;
memberikan hasil negatif boraks hlm. 113-120.
terhadap sampel. Namun, untuk
Depkes RI. 1995. Farmakope
memberikan hasil yang sangat akurat,
Indonesia Jilid IV. Jakarta :
setiap metode dilakukan sebanyak
Depkes RI.
lebih dari satu kali. Kondisi fisik
sampel lontong yang tidak kenyal juga Silalahi, J. Pemeriksaan Boraks di
dapat mendukung hasil negatif yang dalam Bakso di Medan. Majalah
diperoleh. Kedokteran Indonesia 60 (11).

SIMPULAN See, AW, et al. 2010. Risk and Health


Effect of Boric Acid. American
Dapat ditentukan kandungan boraks
Journal of Applied Sciences 7 (5) ;
secara kualitatif dalam sampel lontong
hlm. 620-627.
Analisis Makanan dan Kontaminan
Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal
Universitas Padjadjaran

LAMPIRAN

Gambar 1. Supernatan sampel direaksikan dengan asam sulfat 10% dan


metanol tidak memberikan nyala hijau

Gambar 2. Supernatan sampel direaksikan dengan HCl, asam oksalat dan


kurkumin 1% tidak memberikan warna merah