Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kabupaten Rote Ndao merupakan pulau yang paling selatan di Negara


Republik Indonesia dan merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Kupang
Propinsi Nusa Tenggara Timur yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang
Nomor 9 Tahun 2002 oleh Pemerintah Pusat dan DPR – RI tentang Pembentukan
Kabupaten Rote Ndao di Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Kabupaten Rote Ndao terbentuk pada tahun 2002 yang merupakan daerah
pemekaran dari Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur, dan
Kabupaten Rote Ndao juga memiliki beberapa pelabuhan dimana salah satunya
berada di kota ba’a yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Rote Ndao.

Namun, melihat dari kenyataan yang ada sekarang, bangunan yang ada di
pelabuhan Ba’a belum bisa memadai. Oleh karena jumlah penumpang yang
semakin meningkat seiring dengan tingkat mobilitas yang tinggi.

Bangunan yang sudah ada di pelabuhan Ba’a sampai sekarang belum bisa
memadai. Secara geografis letak kabupaten Rote Ndao cukup dekat dengan
wilayah Kota kupang yang menjadi Ibukota Propinsi NTT, maka tidak heran arus
transportasi pada pelabuhan Ba’a cenderung padat dan sangat penting (Rote Ndao
termasuk dalam salah satu kawasan strategis). Untuk itu melihat keadaan ini maka
tentunya sangat diperlukan sebuah terminal penumpang di pelabuhan Ba’a, ke
arah yang lebih baik guna meningkatkan kualitasnya.

Untuk memecahkan masalah-masalah diatas maka perencanaan dan


perancangan Arsitektur dibutuhkan perancanaan dan perancangan terminal
penumpang di pelabuhan Ba’a, di Ba’a. Dimana Ba’a adalah Ibukota dari
Kabupaten Rote Ndao, dengan pendekatan Arsitektur Modern, dimana dapat
meminimalkan beberapa masalah baik dari aspek fungsi, aspek keamanan dan
kenyamanan, maupun dari aspek arsitekturnya yakni : bentuk,dimensi/besaran

1
ruang, tampilan, struktur, konstruksi dan bahan yang digunakan sehingga dapat
menciptakan perencanaan dan perancangan arsitektur yang dimaksud sesuai
dengan tema,(pendekatan desain arsitektur modern).

Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia, dan merupakan


ungkapan fisik dan peninggalan budaya dari suatu masyarakat dalam batasan
tempat dan waktu tertentu. Dari dahulu sampai sekarang bahkan yang akan
datang, arsitektur akan selalu berkembang dalam bentuk yang semakin kompleks,
sejalan dengan perkembangan peradaban dan budaya termasuk ilmu pengetahuan,
teknologi dan tuntutan kebutuhan manusia baik secara kualitatif maupun
kuantitatif.

Sejarah perkembangan arsitektur mencakup dimensi ruang dan waktu yang


sulit ditentukan batasnya dan untuk mempermudah di dalam mempelajarinya,
suatu karya arsitektur dibedakan menurut ciri-ciri bentuk dan karakter arsitektural
dalam waktu tertentu. Pengelompokan-pengelompokan perkembangan arsitektur
antara lain adalah: primitif, tradisional, klasik barat, dan modern.

Arsitektur Modern sendiri merupakan perkembangan dari klasik Barat,


berubah secara revolusioner sejalan dengan revolusi industri mulai awal abad XIX
dengan terjadinya perubahan besar-besaran dalam pola hidup dan pola pikir. Dan
perkembangannya itu sendiri tidak lepas dari pengaruh atau perubahan-perubahan
yang terjadi sejalan dengan perkembangan budaya berbagai bangsa.
Oleh karena itu semakin sulit menentukan batas-batas sosial-budaya,
ruang atau tempat dan waktu.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dimana Kota Ba’a adalah Ibukota
dari Kabupaten Rote Ndao, maka sangat perlu di rencanakan sebuah terminal
penumpang yang memadai di pelabuhan ba’a yang berlokasi di Ba’a, dengan
pendekatan arsitektur modern.

2
1.2 Permasalahan
1.2.1 Identifikasi Masalah
Mengacu pada uraian latar belakang maka ada beberapa masalah
yang di identifikasikan dalam Perencanaan dan Perencangan Terminal
Penumpang di Pelabuhan Ba’a yaitu :
a. Masalah Fungsi
 Percampuran fungsi penggunaan lahan,
 Bangunan yang sudah ada belum memenuhi standar fasilitas sebuah
pelabuhan,
 Adanya pencampuran sirkulasi baik sirkulasi manusia maupun
kendaraan,
 Pola parkiran yang belum terarah dan adanya percampuran area
parkiran,
 Fasilitas di Terminal Penumpang belum memenihi standar fasilitas
sebuah terminal penumpang,
 Adanya pencampuran sirkulasi dalam Terminal Penumpang,
 Besaran ruang terminal penumpang pelabuhan Ba’a tidak lagi mampu
menampung jumlah penumpang yang meningkat setiap harinya.
b. Arsitektur
Hal-hal yang menjadikan pertimbangan nilai arsitektural dalam
Perancanaan Dan Parancangan Terminal Penumpang di pelabuhan Ba’a
adalah :
 Mempertimbangkan aspek lingkungan sekitar lokasi perencanaan
 Bangunan, meliputi Denah, Bentuk, Atap, dinding, bukaan pada
bangunan, konstruksi bangunan yang meliputi struktur dan bahan
bangunan yang sesuai dengan fungsi pada prencanaan dan
perancangan terminal penumpang dipelabuhan Ba’a yaitu dengan
pendekatan rancangan Arsitektur modern.
 Pola sirkulasi pada ruang dalam.
 Penataan site.
 Fasilitas penunjang.

3
1.2.2 Rumusan Masalah

Dengan melihat uraian latar belakang potensi dan masalah di atas maka
dirumuskan suatu masalah yaitu: “Bagaimana menghasilkan sebuah Konsep dan
Desain Rancangan Terminal Penumpang Di Pelabuhan Ba’a.
Perencanaan Dan Perancangan Terminal Penumpang di Pelabuhan Ba’a
yang dapat menampung dan menunjang semua kegiatan/ aktivitas yang ada
sesuai dengan tema perancangan yaitu arsitektur modern”.

1.3 Tujuan Dan Sasaran


1.3.1 Tujuan
Tujuan dari studi perencanaan dan perancangan terminal penumpang di
pelabuhan Ba’a yakni terwujudnya suatu konsep perancangan dan desain
bangunan yang menampung berbagai aktivitas dan kegiatan yang ada di dalamnya
sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan fungsinya serta memperhatikan sistem
struktur dan konstruksi secara maksimal dengan menghadirkan bahan - bahan
yang dapat mengekspresikan arsitektur modern.

1.3.2 Sasaran
Agar mencapai tujuan yang optimal, maka sasaran yang ingin di capai
yaitu :
 Mendapatkan data- data pendukung guna mendukung proses
perencanaan dan perancangan terminal penumpang di pelabuhan Ba’a.
 Bentuk dan tampilan bangunan, letak bangunan, dan penataan tapak.
 Merencanakan dan merancang terminal penumpang di pelabuhan Ba’a
dengan arsitektur modern.
 Menata pola sirkulasi luar dan dalam bangunan,dan system utilitas.
 Merencanakan dan merancang sebuah bangunan dengan bahan struktur
dan konstruksi yang kuat dan kokoh yang dapat mengekspresikan
arsitektur modern.

4
1.4 Ruang lingkup dan Batasan

1.4.1 Ruang Lingkup

Ruang lingkup perencanaan adalah ” Perancanaan Dan Perancangan


Terminal Penumpang Di Pelabuhan Ba’a “ dengan pendekatan Rancangan
Arsitektur Modern.

1.4.2 Batasan Studi


Yang menjadi batasan studi dalam konsep rancangan terminal
penumpang di pelabuhan Ba’a adalah :
1. Membuat kajian mengolah dan menganalisa data – data yang diperoleh
sehingga menjadi pedoman dalam perencanaan dan perancangan yang
meliputi : perancanaan dan perancangan terminal penumpang di
pelabuhan Ba’a serta bangunan penunjang seperti kantin, toilet dan pos
jaga serta pemahaman tentang Arsitektur Modern, pola dan macam
aktivitas, konsep dan program ruang, sistem struktur dan konstruksi,
sistem utilitas, material dan bahan, penataan tapak dan sirkulasi.
2. Membuat perencanaan dan perancangan terminal penumpang di
pelabuhan Ba’a.
3. Pendekatan rancangan yang sesuai dengan tema perencanaan.

1.5 Metode perancangan


Metode Perancangan disini menjelaskan tentang urutan yang
dilakukan penyusun dalam menyusun laporan mulai dari tahap
pemilihan judul sampai dengan laporan selesai untuk kemudian
diaplikasikan pada gambar perancangan. Diantaranya :
a. Studi Litelatur
Suatu metode untuk mengumpulkan data–data yang
berhubungan dengan konsep rancangan yang direncanakan baik
dari majalah buku, artikel ataupun melalui media internet untuk
memperoleh informasi mengenai konsep perencanaan serupa
yang terdapat di luar daerah.

5
b. Studi Kasus
Adalah sebuah studi terhadap obyek kasus riil atau
obyek yang telah ada sesuai dengan obyek rancang guna
memperkuat data – data yang dibutuhkan dalam proses
perancangan.
c. Studi Banding
Studi yang dilakukan dengan cara mempelajari dan
mengenal lebih dalam pada bangunan sejenis untuk
mendapatkan gambaran–gambaran tentang arsitektural
dimana hal tersebut dijadikan pertimbangan menuju
arah perencanaan yang berhubungan dengan proyek yang
direncanakan.
d. Wawancara
Dilakukan dengan pihak yang di anggap berkepentingan
dan terkait dengan permasalahan dalam perencanaan dan
perancangan proyek untuk mendapatkan data dan informasi
yang berhubungan dengan obyek.
e. Survey Lapangan
Dengan melakukan studi lapangan pada site yang telah
dipilih guna mengenali karakter site yang menyangkut
batasan, kendala dan potensi yang ada.

6
1.6 Kerangka Berpikir/Proses dan Langkah
Adapun kerangka berpikir yang direncanakan yaitu sebagai berikut :

Latar Belakang Permasalahan Judul

Tugas

Data Eksternal Data Internal

 Data Fisik Tapak  Lingkungan sekitar


 Administrasi dan tapak
geografis  Lingkungan dalam
 Geologi tapak
Data  Topologi
 Hidrologi
 Klimatologi  Klimatologi
 Topografi  Tata guna lahan
 Pemahaman Obyek  Utilitas
rancangan  Vegetasi
 Pengertian judul  Aksesibilitas
 Tema rancangan

Analisa

Site Bangunan

 Zoning Konsep Dasar  Ruang


 Orientasi  Luasan ruang
 Sirkulasi  Tampilan
 Utilitas tapak  Struktur
 Utilitas
 Zoning
Konsep Rancangan

Produk Rancangan

Bagan 1.1 Kerangka Berpikir

7
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini memberikan gambaran secara umum mengaenai isi
laporan. Menguraikan langkah-langkah dan item-item apa saja yang akan dijelaskan
dan diuraikan dalam pokok bahasan
Bab I. Pendahuluan : yang berisikan latar belakang,permasalahan
(identifikasi masalah dan rumusan masalah),tujuan dan sasaran,ruang lingkup dan
batasan,metode dan teknik,kerangka berpikir dan sistematika penulisan.
Bab II. Tinjauan Pustaka : yang berisikan pemahaman judul (pengertian
judul,interpretasi judul dan pembanding judul sejenis),pemahaman obyek
perencanaan dan perancangan (pemahaman obyek perencanaan dan study banding obyek
sejenis) dan pemahaman tema.
Bab III. Tinjauan Lokasi Perencanaan : yang berisikan tinjauan umum wilayah
perencanaan (administratif dan geografis),fisik dasar
(iklim,cuaca,topografi,geologi dan vegetasi),ekonomi, sosial budaya dan tinjauan khusus
lokasi perencanaan(letak administratif dan geografis, keadaan
topografi,keadaan geologi, potensi dan peluang,peraturan-peraturan bangunan dan
sarana/prasarana.
Bab IV. Analisis Perencanaan Dan Perancangan : yang berisikan
kelayakan (kapasitas dan proyeksi),makro keruangan,aktivitas dan flow
aktivitas,tapak (topologi,penzoningan,pola tata masa,pencapaian,pola
sirkulasi,pengolahan tanah (peningian,penurunan,perataan),shelter,tata hijau,ruang
terbuka,utilitas tapak (drainase,sanitasi,pengolahan limbah),bangunan
(kapasitas,program ruang,sifat dan karakter,bentuk dan tampilan,struktur dan
konstruksi,bahan,material dan utilitas.
Bab V. Konsep Perencanaan dan Perancangan : pada bab ini berisikan
penjelasan tentang penyelesaian rancangan terminal penumpang di pelabuhan
Ba’a,mulai dari segi structural sampai pada bentuk dan tampilan bangunan.