Anda di halaman 1dari 63

PROTAP PENGOPERASIAN ALAT UJI KEKERASAN TABLET

Prosedur tetap Halaman 1 dari 2


No.............................
PENGOPERASIAN ALAT UJI KEKERASAN Tanggal Berlaku
TABLET ..................................
(Merk ABC model XY)
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

1. Tujuan
Menguraikan cara pengoperasian yang benar dari alat uji kekerasan tablet merk ABC
model XY agar memberikan hasil uji yang tepat.

2. Ruang Lingkup
Alat uji kekerasan tablet merk ABC model XY yang digunakan di Ruang ………..
……..Bagian Pengawasan Mutu

3. Tanggung Jawab
3.1 Kepala Bagian Pengawasan Mutu bertanggung jawab menyusun, mengkaji
kembali secara berkala dan menyetujui.
3.2 Supervisor bertanggung jawab untuk melatihkan Protap dan memastikan bahwa
Petugas mengoperasikan alat uji kekerasan tablet sesuai Protap ini.
3.3 Analis / petugas yang ditugaskan bertanggung jawab untuk mengoperasikan alat
uji kekerasan tablet sesuai Protap ini.

4. Prosedur
4.1 Pengujian
1. Tempatkan alat pada permukaan yang datar, putar pengatur kedudukan
horizontal (“water pass”) hingga gelembung udara dalam kolom air
tepat
berada di tengah.
2. Hubungkan steker alat dengan stop kontak.
3. Nyalakan alat dengan memindahkan tombol “power” dari posisi “0” ke posisi “1”
lampu hijau akan menyala.
4. Atur diameter alat pada 15 atau 30 mm sesuai dengan diameter tablet
yang akan diperiksa.
5. Letakkan tablet mendatar pada tempatnya.
6. Tekan tombol “Test”. Awalnya jarum penunjuk akan bergerak ke angka 0
secara otomatis, kemudian jaw akan bergerak hingga memecahkan tablet
dan
jarum menunjukkan angka unit kekerasan dalam Strong Cobb Unit (SCU).
7. Ulangi tahap nomor 5 dan 6 menggunakan 5 sampai 10 tablet lagi, hitung
nilai rata-rata pembacaan kekerasan tablet.
4.2 Setelah pengujian
1. Matikan alat dengan mengembalikan tombol “Power” dari posisi “1” ke posisi “0”.
2. Bersihkan dan buang sisa pecahan tablet dengan kuas.
3. Tutup kembali alat dengan penutupnya agar alat tetap bersih.
Prosedur tetap Halaman 2 dari 2
PENGOPERASIAN ALAT UJI KEKERASAN No.............................
TABLET Tanggal Berlaku
(Merk ABC model XY) ..................................
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

5. Pelaporan
5.1 Catat hasil pengujian pada …………………………………
5.2 Tunjukkan catatan hasil pengajian kekerasan kepada Supervisor untuk diperiksa
dan disetujui.

6. Referensi
Manual alat uji kekerasan tablet merk ABC model XY

7. Riwayat
-

8. Distribusi
Asli : Kepala Bagian Pemastian Mutu
Kopi : Kepala Bagian Pengawasan Mutu
PROTAP PEMBUATAN BAKU KERJA

Prosedur tetap Halaman 1 dari 3


No.............................
PEMBUATAN BAKU KERJA Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

1. Tujuan
Untuk memberi petunjuk cara penyiapan Baku Kerja yang benar.

2. Ruang Lingkup
Protap ini berlaku untuk pembuatan Baku Kerja di Laboratorium Kimia Pengawasan
Mutu.

3. Tanggung Jawab
3.1 Analis :
Melakukan pengujian untuk pembuatan Baku Kerja dan membuat dokumen
yang benar.
Melakukan penanganan dan penyimpanan baku pembanding dengan
benar sesuai spesifikasi masing-masing.
3.2 Supervisor Pengawasan Mutu
Mengawasi pelaksanaan Protap ini yang dilakukan oleh Analis.
Mengawasi pemakaian dan penanganan Baku Kerja.
Membuat jadwal pembuatan dan pembakuan ulang Baku Kerja.
3.3 Kepala Bagian Pengawasan Mutu
Memeriksa Protap ini.
Memberi pelatihan Protap ini.
3.4 Kepala Bagian Pemastian Mutu
Mengkaji dan menyetujui Protap ini.
Memastikan protap ini dilatihkan dan dilaksanakan.

4. Prosedur
4.1 Pilih Bahan Awal dengan tanggal daluwarsa terpanjang dan kemurnian tinggi
sesuai spesifikasi.
4.2 Terbitkan permintaan Bahan Awal sesuai Protap Permintaan Bahan Awal No……..
4.3 Masukkan Bahan Awal ke dalam wadah yang sudah disediakan (lengkap
dengan label) sebanyak lebih kurang …. g, tutup kedap. Lakukan proses ini di
Ruang Pengambilan Sampel.
4.4 Lakukan pembakuan dari Bahan Awal tersebut dengan membandingkan
terhadap baku pembanding primer sesuai prosedur yang ditetapkan dalam
monograf resmi.
4.4.1 Lakukan Uji Identitas Bahan Awal dengan metode antara lain:
spektrofotometri IM, spektrofotometri UV, KLT, KCKT atau Kromatografi Gas (KG),
Titik Lebur ; hasilnya harus sesuai dengan baku pembanding.
4.4.2 Lakukan Uji Kemurnian Bahan Awal antara lain:
Prosedur tetap Halaman 2 dari 3
No.............................
PEMBUATAN BAKU KERJA Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

 Kadar air atau susut pengeringan sesuai dengan Monograf (minimal 3 kali
penetapan). Persyaratan relative standard deviation (RSD)
disesuaikan dengan besarnya kandungan air.

Kriteria keberterimaan:
 Kadar air
a. Penetapan mikro (Coulometric auto titrator)
- Kadar air 200 – 500 ug/g : RSD < 5,0%
b. Penetapan semimikro (Karl Fischer)
- Kadar air < 500 ug/g : RSD tidak diperhitungkan
- Kadar air 500 – 1000 ug/g : RSD < 5,0%
- Kadar air 1000 - 2000 ug/g : RSD < 3,0%
- Kadar air 2000 - 5000 ug/g : RSD < 2,0%
- Kadar air 5000 - 50000 ug/g : RSD < 1,5%

 Susut pengeringan
a. Susut pengeringan < 0,1% : tidak ada ketentuan simpangan
baku b. Susut pengeringan 0,1 – 1,0% : simpangan baku < 0,1
c. Susut pengeringan > 1,0% : RSD < 2,0%

 Titik lebur, pada pengujian dibandingkan langsung dengan


baku pembanding.
 Polarimetri, tidak perlu dilakukan penetapan baku pembandingnya,
cukup dibandingkan dengan data pustaka.
 KLT, KCKT atau KG
Bercak / puncak tambahan pada KLT, KCKT atau KG, bila ada,
harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam monograf.
4.4.3 Bila telah memenuhi persyaratan kemurnian, lakukan uji kuantitatif
secara titrasi, spektrofotometri UV, KCKT, atau sesuai dengan monografi terkait,
masing-masing dengan 6 kali penetapan dengan RSD tidak lebih dari 2 %.
4.4.4 Kadar Air atau Susut Pengeringan dan Kadar Baku Kerja
selanjutnya dicantumkan pada label wadah Baku Kerja yang akan digunakan untuk
penetapan kadar, standar internal, atau uji disolusi. Atau dicantumkan dalam
Sertifikat Analisis sehingga dapat dilihat informasi lain yang lebih lengkap.
4.5 Catat hasil pembakuan dalam Buku Log Pencatatan Baku Kerja (atau dapat
juga dicantumkan pada Laporan Analisis Baku Kerja tsb.)
 Nama Baku Kerja
 Nomor bets
 Nomor kode / nomor kontrol
 Nomor wadah (bila wadah lebih dari 1)
 Kadar / potensi
 Identitas baku pembanding primer yang dipakai (Nomor Lot)
Prosedur tetap Halaman 3 dari 3
No.............................
PEMBUATAN BAKU KERJA Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

 Kadar Air / Susut Pengeringan
 Tanggal pembuatan
 Tanggal pembakuan ulang
 Kondisi penyimpanan
 Pemakaian khusus (misalnya: identifikasi atau uji kuantitatif)

4.6 Cantumkan informasi berikut pada label (lihat Lampiran):


 Nama Baku Kerja
 Nomor kode / nomor kontrol
 Nomor wadah (bila wadah lebih dari 1)
 Tanggal pembuatan
 Kadar / potensi

5. Lampiran
Spesimen Label*
*Dalam contoh ini, tidak dilengkapi

6. Riwayat

Versi No Tanggal Alasan Perubahan

1 Xxxxx ........................ Baru


2 Yyyyy ........................ Tambahan.........................................

7. Distribusi
Asli: Kepala Bagian Pemastian Mutu
Kopi: Kepala Bagian Pengawasan Mutu
PROTAP PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL

Prosedur tetap Halaman 1 dari 8


No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

1. Tujuan
Memberi petunjuk tentang cara pengambilan sampel bahan awal di Ruang Pengambilan
Sampel Bahan Awal termasuk penanganan sampel yang benar supaya terhindar dari
pencemaran oleh mikroba dan pencemaran silang.
2. Ruang Lingkup
Protap ini berlaku untuk pengambilan sampel dari bahan awal yang baru diterima
dari pemasok.
3. Tanggung Jawab
3.1 Kepala Bagian Pengawasan Mutu
 Menyiapkan, memeriksa dan melatihkan Protap ini.
 Memastikan Protap ini dilaksanakan Analis Pengawasan Mutu.
3.2 Kepala Bagian Pemastian Mutu
 Mengkaji dan menyetujui Protap ini.
 Memastikan Protap ini dilatihkan kepada Analis Pengawasan Mutu.
3.3 Supervisor Pengawasan Mutu
 Bertanggung jawab bahwa pengambilan bahan awal dilaksanakan sesuai
dengan Protap ini.
 Melaporkan penyimpangan yang ditemukan oleh Analis kepada Kepala Bagian
Pengawasan Mutu sesuai Protap Penanganan Penyimpangan No...........
3.4 Analis Pengawasan Mutu
 Bertugas mengambil sampel bahan awal sesuai Protap ini.
 Mencatat semua pengambilan sampel di Buku Log Sampel.
 Melakukan kombinasi sampel menurut pola n dan pola p terlampir (Lampiran 1:
Daftar Bahan Awal dengan Pola Pengambilan Sampel Pola n dan Lampiran 2:
Daftar Bahan Awal dengan Pola Pengambilan Sampel : Pola p).
 Melakukan analisis terhadap sampel.
 Melapor kepada Supervisor Pengawasan Mutu apabila menemukan
penyimpangan saat pengambilan sampel sesuai Protap Penanganan
Penyimpangan No..........
4. Alat dan Bahan
4.1 Alat Pengambil Sampel
Alat yang dipakai untuk pengambilan sampel harus alat yang terpisah dari alat-
alat laboratorium lain dan telah dibersihkan sesuai Protap Pembersihan Alat-alat
Pengambil Sampel No.....................
Prosedur tetap Halaman 2 dari 8
No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

4.1.1 Pipet Stainless Steel:


Untuk mengambil sampel bahan awal cair dalam botol (kemasan kecil
sampai
dengan 5 liter)
4.1.2 Liquid sampler :
Untuk mengambil sampel bahan awal cair dalam drum.
4.1.3 Thief-Sampler / Three zones powder sampler:
Untuk mengambil sampel bahan awal serbuk dalam drum dan
kantong besar.
4.1.4 Sendok pengambil sampel:
Untuk mengambil sampel bahan awal serbuk dalam kemasan kecil.
4.1.5 Sendok besar pengambil sampel:
Untuk mengambil bahan awal setengah padat.
4.1.6 Pompa penyedot sampel:
Untuk mengaduk dan mengambil sampel pelarut organik dalam drum.
4.1.7 Batang pengaduk baja tahan karat.
4.1.8 Mixer
4.2 Alat Pelindung
4.2.1 Masker
4.2.2 Sarung tangan
4.3 Wadah Sampel
4.3.1 Kantong plastik sampel ukuran …. (untuk sampel padat dan setengah padat)
4.3.2 Botol … ml (untuk sampel cair)
4.3.3 Labu Erlenmeyer yang bersih dan kering digunakan untuk :
 sampel bahan cair
 pemeriksaan hitung mikroba, gunakan botol yang telah
disterilkan dengan cara mulut botol ditutup dengan alu-foil dan
disterilkan pada 180°C selama 90 menit. Bila botol yang digunakan
memakai tutup dari plastik : Setelah dicuci dan dibersihkan kemudian
gosok dengan etanol 70% dan biarkan kering di tempat yang bersih.
4.3.4 Kantong plastik.
Digunakan untuk sampel bahan awal padat pemeriksaan kimiawi dan
hitung mikroba.
4.3.5 Beker glas atau botol mulut lebar
Digunakan untuk sampel bahan setengah padat seperti vaselinum, lanolinum,
glukosa cair .
Prosedur tetap Halaman 3 dari 8
No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

5. Prosedur
5.1. Persiapan Pengambilan Sampel
 Lakukan persiapan sesuai Jadwal Pengambilan Sampel.
 Peroleh sertifikat analisis dan Daftar Periksa Penerimaan Bahan Awal dari Petugas
Gudang.
 Siapkan dan isi Daftar Periksa Pengambilan Sampel Bahan Awal (Lampiran 3:
Daftar
Periksa Pengambilan Sampel Bahan Awal).
 Periksa label “KARANTINA” warna kuning yang telah ditempel oleh Petugas
Gudang pada setiap wadah yang mencantumkan nama bahan dan nomor lot /
betsnya.
 Siapkan label wadah sampel sebanyak jumlah wadah bahan awal yang akan
dibuka untuk diambil sampelnya.
 Isi label wadah "SAMPEL" (Lampiran 4: Penandaan Wadah Sampel) sebanyak
jumlah wadah bahan awal yang akan dibuka untuk diambil sampelnya.
 Rekatkan tiap label pada wadah sampel yang sudah disiapkan.
 Ikutilah Protap Pemakaian Ruang Pengambilan Sampel Bahan Awal dan Bahan
Pengemas, No. ……………………….
 Kenakan masker, sarung tangan karet dan pakaian pelindung, pada saat
mengambil sampel.
 Cuci tangan dengan air & sabun serta disinfektan.
5.2 Pola Pengambilan dan Penanganan Sampel
5.2.1 Untuk bahan awal yang tertera pada Lampiran 1 Daftar Bahan Awal dengan
Pola
Pengambilan Sampel : n, buka sejumlah:
n = 1+ √ N wadah di mana:
n = jumlah wadah yang dibuka
N = jumlah wadah yang diterima
5.2.1.1 Masukkan sampel dari tiap wadah bahan awal ke dalam masing-
masing wadah sampel yang telah disiapkan dan bawa ke
Laboratorium.
5.2.1.2 Lakukan uji pemerian dan identifikasi pada tiap sampel.
5.2.1.3 Bila hasil memenuhi persyaratan kombinasikan sampel menjadi
1 sampel untuk analisis selanjutnya sesuai Metode Analisis bahan
terkait.
5.2.2 Untuk bahan awal yang tertera pada Lampiran 2 Daftar Bahan Awal
dengan Pola Pengambilan Sampel : p
5.2.2.1 Ambil sampel dari semua wadah.
Prosedur tetap Halaman 4 dari 8
No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

5.2.2.2 Masukkan sampel dalam wadah terpisah dan segera bawa


ke laboratorium.
5.2.2.3 Lakukan uji pemerian dan identifikasi terhadap semua wadah sampel.
5.2.2.4 Bila memenuhi persyaratan maka kombinasikan menjadi :
p = 0.4 √ N, di mana:
N = jumlah wadah yang diterima / diambil sampel
p = jumlah sampel yang didapat dengan mengkombinasikan
sampel (lakukan pembulatan keatas).
5.2.2.5 Lakukan analisis terhadap p sampel sesuai dengan metode
analisis bahan awal terkait.

5.2.3 Untuk bahan-bahan awal yang tidak tertera pada Lampiran 1


maupun Lampiran 2:
5.2.3.1 Ambil sampel dari semua wadah.
5.2.3.2 Masukkan sampel ke dalam wadah terpisah dan bawa ke
Laboratorium.
5.2.3.3 Lakukan uji pemerian dan identifikasi terhadap semua wadah sampel.
5.2.3.4 Bila memenuhi persyaratan maka pilih secara acak sejumlah :
r = 1.5 √ N wadah di mana:
N = jumlah wadah yang diterima
5.2.3.5 Lakukan analisis terhadap r sampel sesuai dengan metode
analisis bahan awal terkait.

Angka n, p atau r untuk N unit yang diambil sampel


Angka untuk N= Jumlah wadah yang diterima
n, p atau r
Pola n Pola p Pola r
2 1–3 1 – 25 1–2
3 4–6 26 – 56 3-4
4 7 – 13 57 – 100 5–7
5 14 – 20 101 – 156 8 – 11
6 21 – 30 157 – 225 12 – 16
7 31 – 42 17 – 22
8 43 – 56 23 – 28
9 57 – 72 29 – 36
10 73 – 90 37 - 44
Prosedur tetap Halaman 5 dari 8
No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

Contoh : Bila diterima 25 wadah bahan awal maka untuk


3.1 = Pola n : ambil sampel dari 6 wadah, lakukan uji identifikasi dari tiap
wadah sampel; bila identitas sesuai, campur menjadi 1 sampel
dan lakukan uji selanjutnya.
3.2 = Pola p : ambil sampel dari semua wadah, lakukan uji identifikasi; bila
identitas sesuai maka campur menjadi 2 sampel dan lakukan uji
selanjutnya.
3.3 = Pola r : ambil sampel dari semua wadah dan lakukan uji identifikasi; bila
identitas sesuai ambil secara acak 8 sampel dan lakukan uji
selanjutnya.
5.3 Urutan Pengambilan Sampel
Untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang, maka urutan pengambilan
sampel bahan disusun sebagai berikut :
5.3.1 Zat Cair
5.3.1.1 Tak berwarna, tak berbau, encer.
5.3.1.2 Berwarna lemah, sedikit berbau.
5.3.1.3 Zat cair kental, berwarna.
5.3.2 Zat setengah padat (Semisolid)
5.3.2.1 Berwarna putih.
5.3.2.2 Berwarna lemah.
5.3.2.3 Berwarna tua.
5.3.3 Zat padat / serbuk
5.3.3.1 Serbuk putih, tak berbau, bentuk kristal.
5.3.3.2 Serbuk putih berbau lemah, bentuk kristal.
5.3.3.3 Serbuk putih, berbau kuat.
5.3.3.4 Serbuk putih, partikel halus / lengket.
5.3.3.5 Serbuk berwarna, tak lengket.
5.3.3.6 Serbuk berwarna, lengket.
5.3.4 Bahan aktif obat
5.4 Pengambilan Sampel
 Jumlah pengambilan sampel bahan awal harus mencukupi untuk semua
pemeriksaan yang diperlukan, misal untuk uji kimia dan mikrobiologi
(Lampiran 6: Jumlah Sampel Bahan Awal).
 Untuk bahan awal yang tidak perlu dilakukan pengambilan sampel (misal
bahan awal steril, bahan higroskopis) analisis dilakukan pada sampel yang
telah tersedia di luar kemasan.
Prosedur tetap Halaman 6 dari 8
No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

5.4.1 Zat padat / Serbuk Dalam


5.4.1.1 Drum
5.4.1.1.1 Bersihkan bagian penutup dan leher drum dengan kain
lap pembersih.
5.4.1.1.2 Buka ring penutupnya, dan letakkan terbalik di tempat
yang bersih.
5.4.1.1.3 Perhatikan kemasan bagian dalamnya / kantong
plastik terhadap kemungkinan kerusakan misal segel
terbuka, "inner bag" bocor. Bila kantong plastik rusak atau
bocor, segera beritahu Petugas Gudang untuk
memindahkan isi ke dalam kantong plastik lain menurut
Protap Penanganan Wadah Bocor, No....Lakukan
pengambilan sampel pada saat dipindahkan ke kantong
plastik yang lain.
5.4.1.1.4 Bila tidak ada kerusakan pada kantong plastik, buka
segelnya dan perhatikan keadaan serbuk seperti
bau, warna,
pengotoran, bentuk kristal, penggumpalan yang
disebabkan karena basah.
5.4.1.1.5 Bila ditemukan hal seperti tersebut di atas segera
tutup kembali dan catat dalam Catatan Pengambilan
Sampel.
5.4.1.1.6 Beri penandaan "DITOLAK" pada drum / wadah tersebut.
5.4.1.1.7 Ambil sampel dalam posisi diagonal.
5.4.1.1.8 Masukkan sampel ke dalam wadah yang telah disediakan.
5.4.1.1.9 Tutup wadah sampel rapat-rapat.
5.4.1.1.10 Tutup kembali wadah bahan awal rapat-rapat agar
tidak tercemar pada penyimpanan.
5.4.1.1.11 Isi keterangan pada label wadah sampel.
5.4.1.1.12 Untuk wadah yang telah dibuka dan telah diambil
sampelnya, tempel label ” SAMPEL TELAH DIAMBIL”
(Lampiran 5) pada label "KARANTINA”;
Nomor wadah pada wadah sampel harus sama
dengan yang tertera pada label KARANTINA
5.4.1.1.13 Ulangi langkah di atas untuk drum / wadah yang lain,
setiap kali pengambilan sampel hanya diperbolehkan untuk
membuka satu drum / wadah.
5.4.1.2 Kantong / karung
5.4.1.2.1 Pastikan bahwa bagian luar wadah bahan awal telah bersih.
Prosedur tetap Halaman 7 dari 8
No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015
5.4.1.2.2 Bersihkan bagian yang akan dibuka dengan kain lap.
5.4.1.2.3 Untuk kantong plastik atau kertas yang mempunyai
segel atau jahitan dibuka dahulu.
5.4.1.2.4 Lakukan langkah-langkah seperti pada Butir 5.4.1.1.

5.4.2 Bahan cair


5.4.2.1 Bersihkan bagian penutup wadah bahan dengan kain lap
basah kemudian keringkan.
5.4.2.2 Bahan yang disimpan di dalam :
wadah gelas / aluminium: aduk dengan cara
menggoyangkan beberapa kali.
drum 50 - 200 L : sirkulasikan dengan menggunakan
pompa penyedot.
5.4.2.3 Bila sampel berbentuk suspensi: aduk dengan batang pengaduk
baja tahan karat atau dengan mixer.
5.4.2.4 Buka tutupnya, letakkan dengan posisi terbalik di sampingnya dan
amati apakah penutupnya bekas dibuka atau rusak.
5.4.2.5 Ambil sampel dengan alat pengambil sampel liquid sampler (bila
volume > .... liter) atau pipet (bila volume < ... liter). Usahakan agar
alat pengambil sampel masuk sedalam mungkin pada wadahnya, tangan
tidak boleh menyentuh bahan. Bila menggunakan pipet hati-hati
agar tidak pecah / patah.
5.4.2.6 Masukkan sampel ke dalam botol / labu Erlenmeyer yang
sudah disediakan, dan tutup rapat-rapat.
5.4.2.7 Tutup kembali drum / botol bahan tersebut.
5.4.2.8 Tulis pada label sampel: nama bahan, nomor kontrol, nomor
wadah, tanggal dan paraf petugas.
5.4.2.9 Untuk wadah yang telah dibuka, berikan tanda dengan mengisi
label sampel yang berisi no wadah, paraf petugas pengambil sampel, tanggal
pengambilan sampel dan menempelkan label sampel tsb pada label
"KARANTINA”.
5.4.2.10 Ulangi langkah di atas untuk drum / wadah yang lain, setiap
kali pengambilan sampel hanya diperbolehkan untuk membuka
satu drum / botol.
5.4.3 Zat setengah padat (semisolid)
Lakukan pengambilan sampel seperti pada Butir 5.4.1.1.

5.5 Pada saat pengambilan sampel, bahan awal yang diperbolehkan berada dalam Ruang
Pengambilan Sampel hanya satu jenis bahan awal dari satu no. lot bahan.
Prosedur tetap Halaman 8 dari 8
No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan ......................... .................................. No..............................
Mutu Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
Tanggal 11 April
2015

5.6 Penyerahan Dokumen dan Sampel


5.6.1 Serahkan Catatan Pengambilan Sampel kepada Supervisor Pengawasan
Mutu untuk dikaji dan diberikan paraf persetujuannya.
5.6.2 Serahkan sampel bahan untuk pemeriksaan kimia dan mikrobiologi
kepada Supervisor Pengawasan Mutu beserta dokumennya (Sertifikat Analisis dan
Daftar Periksa Penerimaan Bahan Awal).

6. Lampiran :
Lampiran 1: Daftar Bahan Awal Dengan Pola Pengambilan Sampel “n” Lampiran 2:
Daftar Bahan Awal Dengan Pola Pengambilan Sampel “p” Lampiran 3: Daftar Periksa
Pengambilan Sampel Bahan Awal Lampiran 4: Penandaan Wadah Sampel
Lampiran 5: Penandaan Pada Wadah Yang Telah Diambil Sampel
Lampiran 6: Jumlah Sampel Bahan Awal

7. Rujukan:
-------------

8. Riwayat :

Versi No Tanggal Alasan


1. xxxxx ........... Baru
2. yyyyy ............ Tambahan..................................................

9. Distribusi:
Asli : Kepala Bagian Pemastian Mutu
Kopi No. 1: Kepala Bagian Pengawasan Mutu
No. 2: Supervisor Pengawasan Mutu
No. 3: Analis Pengawasan Mutu
Lampiran 1

PT A B C

Daftar Bahan Awal dengan Pola Pengambilan Sampel Pola “n”

No. Nama Bahan Pabrik Pembuat Pemasok


Item Awal Nama Alamat Nama Alamat
1000 Paracetamol XYZ Inc. ………………. PT Angin Ribut …………….
China
1001 Ampicillin GEG ……. ………………. PT Sumber …………….
Trihydrate Farma
Compacted

1002 Caffeine NPO Inc- ………, India PT Rusa Jenaka …………….


1003 Lactose Always ………, Italy ……………. …………….
Healthy Inc
1004 Microcrystalline ……………. ………, Japan ……………. …………….
cellulose

…… ……………. ……………. ……………. ……………. …………….

…… ……………. ……………. ……………. ……………. …………….


…… ……………. ……………. ……………. ……………. …………….
…… ……………. ……………. ……………. ……………. …………….

Diotorisasi oleh :
Tanggal
Lampiran 2

PT A B C

Daftar Bahan Awal dengan Pola Pengambilan Sampel Pola “p”

No. Nama Bahan Pabrik Pembuat Pemasok


Item Awal Nama Alamat Nama Alamat

1000 Paracetamol XYZ Inc. ………………. PT Angin Ribut …………….


China

1001 Ampicillin GEG ……. ………………. PT Sumber …………….


Trihydrate Farma
Compacted

1002 Caffeine NPO Inc- ………, India PT Rusa Jenaka …………….


1003 Lactose Always ………, Italy ……………. …………….
Healthy Inc

1004 Microcrystalline ……………. ………, Japan ……………. …………….


cellulose

…… ……………. ……………. ……………. ……………. …………….

…… ……………. ……………. ……………. ……………. …………….

…… ……………. ……………. ……………. ……………. …………….

…… ……………. ……………. ……………. ……………. …………….

Diotorisasi oleh :
Tanggal
Lampiran 3

DAFTAR PERIKSA PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN AWAL

Nama Bahan Awal :


Nomor Kontrol :
Nama Pemasok :
Nama Pabrik Pembuat :
(lama ; baru sudah disetujui ; belum disetujui *)
Sertifikat Analisis : Ada / Tidak *)

No. Lot Pabrik Pembuat : pada COA


pada Label
Tanggal daluwarsa / Expiry date : pada COA
pada Label
Pola : n
p
r
Jumlah wadah yang diterima :
Jumlah wadah yang dibuka :
Jumlah sampel yang diambil : Kimia : g
Mikro : g
Wadah sampel :
Alat sampling :

Ruang pengambilan sampel : Nonbetalaktam / Penisilin / Suhu ruang :……. ° C


Sefalosporin Kelembaban :…….%
Tekanan :…… Pas

Kondisi Wadah / Label / Segel :


Sampling oleh :
Tanggal sampling :
INSTRUKSI KHUSUS :

Supervisor

* Coret salah satu

Diotorisasi oleh :
Tanggal
Lampiran 4

PENANDAAN WADAH SAMPEL

PENANDAAN WADAH SAMPEL


NAMA PERUSAHAAN Tanggal Diterima :
Tanggal Daluwarsa :
No. Bets Pemasok :

CONTOH BAHAN : …………………………………………………………………..

KODE PRODUK : …………………………………………………………………..

NO. KONTROL : …………………………………………………………………..

NO. WADAH : ……………………… DARI …………………….. WADAH

SAMPEL DIAMBIL OLEH : …………… TGL. : ………………………………….

PENGUJIAN YANG HARUS DILAKSANAKAN :


KIMIA

MIKROBIOLOGI

-
31531
5315 -
Lampiran 5

PENANDAAN PADA WADAH


YANG TELAH DIAMBIL SAMPEL
(berlaku hanya untuk pola sampling n)

NAMA PERUSAHAAN

SAMPEL TELAH DIAMBIL

Tanggal Petugas,

Bagian Pengawasan Mutu

-
31631
6316 -
Lampiran 6

Jumlah Sampel Bahan Awal

Kode Nama Bahan Awal Jumlah Jumlah Jumlah Total


Produk sampel sampel sampel sampel
untuk tes untuk perting- yang
kimia tes gal diperlu-
mikro- kan
biologi
1000 Acacia BP 5g 10 g 10 g 25
1001 Paracetamol 7g -- 14 g 21 g
1002 Ampicillin Trihydrate 25 g -- 50 g 75 g
– Compacted
1003 Caffeine 6g -- 12 g 18 g
1003 Lactose 5g 5g 10 g 20 g
1004 Microcrystalline Cellulose 10 g 10 g 20 g 40 g
1005 Isopropyl Alcohol 70 ml -- -- 140 ml

Diotorisasi oleh :
Tanggal

-
31731
7317 -
Lampiran 7.24

POLA PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN PENGEMAS


Halaman 1 dari 5

PENDAHULUAN
Pola pengambilan Sampel menetapkan jumlah unit Sampel (yakni banyaknya Sampel
atau kumpulan Sampel) produk dari tiap lot atau bets yang akan diinspeksi atau diperiksa,
dan kriteria penentuan diluluskan atau ditolaknya lot atau bets tersebut berdasarkan
batas numerik pelulusan atau penolakan.

TINGKAT INSPEKSI
Tingkat inspeksi menentukan hubungan antara jumlah unit sampel dengan ukuran lot
atau bets. Tingkat inspeksi yang diberlakukan terhadap tiap kebutuhan ditetapkan oleh
Bagian Pengawasan Mutu, yaitu Inspeksi Tingkat I, Tingkat II atau Tingkat III. Kecuali
ditetapkan secara khusus, yang biasa diberlakukan adalah Inspeksi Tingkat II.
Inspeksi Tingkat I berlaku untuk kasus di mana pemeriksaan dapat dilonggarkan
sedangkan Inspeksi Tingkat III berlaku untuk kasus di mana pemeriksaan perlu
diperketat.

KODE PENGAMBILAN SAMPEL


Jumlah unit sampel yang akan diambil ditetapkan dengan pemberian kode huruf.
Tabel 1 digunakan untuk mendapatkan kode huruf terhadap ukuran lot atau bets tertentu
pada tingkat inspeksi yang ditetapkan.

INSPEKSI PERSENTASE YANG CACAT


Untuk menentukan suatu lot atau bets dapat diterima berdasarkan inspeksi persentase
yang cacat, gunakan pola pengambilan sampel yang berlaku untuk pengambilan sampel
tunggal.

Kesalahan Batas Penerimaan Kualitas


Kritikal 0,000
Mayor 0,10
Minor 1,5
Kosmetik 6,5

* Referensi : ISO 2859 , ANSI/ASQCZ

Pola Pengambilan Sampel


Jumlah unit sampel yang diperiksa sesuai dengan jumlah yang ditetapkan dalam pola
pengambilan sampel (lihat Tabel 2, 3 dan 4). Apabila jumlah unit yang ditemukan cacat
sama atau kurang dari angka numerik pelulusan maka lot atau bets bersangkutan
diluluskan. Apabila jumlah unit yang ditemukan cacat sama atau lebih dari angka numerik
penolakan maka lot atau bets bersangkutan ditolak.

Cacat per 100 unit


Untuk menentukan suatu lot atau bets dapat diterima berdasarkan jumlah yang cacat
dalam seratus unit, maka prosedur inspeksi persentase cacat hendaklah digunakan,
kecuali kata “cacat” diganti dengan kata “kerusakan”

-
31831
8318 -
Halaman 2 dari 5

Tabel 1.

Kode Huruf (bagi jumlah unit sampel yang diambil)

Jumlah Unit Diterima Tingkat Inspeksi


per Lot atau Bets
I II III
2 s/d 8 A A B
9 s/d 15 A B C
16 s/d 25 B C D

26 s/d 50 C D E
51 s/d 90 C E F
91 s/d 150 D F G

151 s/d 280 E G H


281 s/d 500 F H J
501 s/d 1200 G J K

1201 s/d 3200 H K L


3201 s/d10000 J L M
10001 s/d 35000 K M N

35001 s/d 150000 L N P


150001 s/d 500000 M P Q
500001 dan lebih besar N Q R

-
31931
9319 -
Halaman 3 dari 5

Tabel 2.

Pola Pengambilan Sampel Tunggal untuk Inspeksi Normal (Tingkat Inspeksi II)

Jumlah
Batas Penerimaan Kualitas
Kode unit
Huruf Sampel 0,010 0,015 0,025 0,040 0,065 0,10 0,15 0,25
Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak
A 2
B 3
C 5
D 8
E 13
F 20
G 32
H 50 0 1
J 80 0 1
K 125 0 1

L 200 0 1 1 2
M 315 0 1 1 2 2 3

N 500 0 1 1 2 2 3 3 4
P 800 0 1 1 2 2 3 3 4 5 6
Q 1250 0 1 1 2 2 3 3 4 5 6 7 8
R 2000 1 2 2 3 3 4 5 6 7 8 10 11
Jumlah
Kode unit Batas P e n e r i m a a n Kualitas
Huruf sampel 0.40 0.65 1.0 1.5 2.5 4.0 6.5 10
Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak
A 2 0 1

B 3 0 1
C 5 0 1 1 2
D 8 0 1 1 2 2 3
E 13 0 1 1 2 2 3 3 4
F 20 0 1 1 2 2 3 3 4 5 6
G 32 0 1 1 2 2 3 3 4 5 6 7 8
H 50 1 2 2 3 3 4 5 6 7 8 10 11
J 80 1 2 2 3 3 4 5 6 7 8 10 11 14 15
K 125 1 2 2 3 3 4 5 6 7 8 10 11 14 15 21 22
L 200 2 3 3 4 5 6 7 8 10 11 14 15 21 22

M 315 3 4 5 6 7 8 10 11 14 15 21 22
N 500 5 6 7 8 10 11 14 15 21 22

P 800 7 8 10 11 14 15 21 22

Q 1250 10 11 14 15 21 22
R 2000 14 15 21 22

-
32032
0320 -
Halaman 4 dari 5

Tabel 3.

Pola Pengambilan Sampel Tunggal untuk Inspeksi Yang Diperketat


(Tingkat Inspeksi III)

Jumlah
Tingkat Penerimaan Kualitas
Kode unit
Huruf sampel 0,0 0,015 0,025 0,040 0,065 0,10 0,15 0,25
Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak
A 2
B 3
C 5
D 8
E 13
F 20
G 32
H 50
J 80 0 1
K 125 0 1
L 200 0 1
M 315 0 1 1 2
N 500 0 1 1 2 2 3
P 800 0 1 1 2 2 3 3 4
Q 1250 0 1 1 2 2 3 3 4 5 6
R 2000 0 1 1 2 2 3 3 4 5 6 8 9
Jumlah
Kode unit Tingkat Penerimaan Kualitas
Huruf sampel 0.40 0.65 1.0 1.5 2.5 4.0 6.5 10
Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak

A 2
B 3 0 1
C 5 0 1
D 8 0 1 1 2
E 13 0 1 1 2 2 3
F 20 0 1 1 2 2 3 3 4
G 32 0 1 1 2 2 3 3 4 5 6
H 50 0 1 1 2 2 3 3 4 5 6 8 9
J 80 1 2 2 3 3 4 5 6 8 9 12 13
K 125 1 2 2 3 3 4 5 6 8 9 12 13 18 19
L 200 1 2 2 3 3 4 5 6 8 9 12 13 18 19
M 315 2 3 3 4 5 6 8 9 12 13 18 19
N 500 3 4 5 6 8 9 12 13 18 19
P 800 5 6 8 9 12 13 18 19
Q 1250 8 9 12 13 18 19
R 2000 12 13 18 19

-
32132
1321 -
Halaman 5 dari 5

Tabel 4.

Pola Pengambilan Sampel Tunggal untuk Inspeksi Yang Longgar


(Tingkat Inspeksi I)

Jumlah
Tingkat Penerimaan Kualitas
Kode unit
Huruf sampel 0,010 0,015 0,025 0,040 0,065 0,10 0,15 0,25
Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak
A 2
B 2
C 2
D 3
E 5
F 8
G 13
H 20 0 1
J 32 0 1
K 50 0 1
L 80 0 1 0 2
M 125 0 1 0 2 1 3
N 200 0 1 0 2 1 3 1 4
P 315 0 1 0 2 1 3 1 4 2 5
Q 500 0 1 0 2 1 3 1 4 2 5 3 6
R 800 0 2 1 3 1 4 2 5 3 6 5 8
Jumlah
Kode unit Tingkat Penerimaan Kualitas
Huruf sampel 0,40 0,65 1,0 1,5 2,5 4,0 6,5 10
Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak Lulus Tolak

A 2 0 1
B 2 0 1
C 2 0 1 0 2
D 3 0 1 0 2 1 3
E 5 0 1 0 2 1 3 1 4
F 8 0 1 0 2 1 3 1 4 2 5
G 13 0 1 0 2 1 3 1 4 2 5 3 6
H 20 0 2 1 3 1 4 2 5 3 6 5 8
J 32 0 2 1 3 1 4 2 5 3 6 5 8 7 10
K 50 0 2 1 3 1 4 2 5 3 6 5 8 7 10 10 13
L 80 1 3 1 4 2 5 3 6 5 8 7 10 10 13
M 125 1 4 2 5 3 6 5 8 7 10 10 13
N 200 2 5 3 6 5 8 7 10 10 13
P 315 3 6 5 8 7 10 10 13
Q 500 5 8 7 10 10 13
R 800 7 10 10 13
Gunakan angka pertama di bawah panah. Bila jumlah sampel sama atau
lebih dari jumlah yang diterima, lakukan inspeksi 100%.

Gunakan angka pertama di atas panah

-
32232
2322 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari
No.............................
VALIDASI METODE ANALISIS
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

1. TUJUAN
Untuk memberikan petunjuk pelaksanaan validasi terhadap metode analisis agar
metode tetap sesuai dengan tujuan penggunaannya dan selalu memberikan hasil yang
dapat dipercaya.

2. RUANG LINGKUP
a. Prosedur ini berlaku untuk semua metode analisis kompendial dan
nonkompendial yang digunakan di Laboratorium Pengawasan Mutu di Pabrik
LAFIAL
b. Prosedur ini juga berlaku untuk metode analisis yang digunakan dalam
menetapkan residu zat aktif pada validasi prosedur pembersihan.
c. Prosedur ini berlaku pula untuk validasi ulang metode analisis, misal dalam
kasus berikut ini :
- perubahan proses sintesis bahan berkhasiat,
- perubahan komposisi produk jadi, bila perlu dan
- perubahan prosedur analisis.

3. TANGGUNG JAWAB
3.1 Manajer Pengawasan Mutu bertanggung jawab untuk:
Menyiapkan dan mengkaji ulang secara periodis Protap ini.
3.1.1 Melaksanakan pelatihan teknis laboratorium dan pelatihan lain yang sesuai
terhadap semua personil yang terkait dengan validasi dan melakukan evaluasi
hasil pelatihan sebelum validasi dilaksanakan.
3.1.2 Memastikan bahwa semua metode analisis divalidasi sebelum digunakan
untuk pengujian rutin.
3.1.3 Menyiapkan Protokol Validasi untuk tiap metode analisis dan menyusun
Laporan Validasi berdasarkan protokol tersebut.
3.2 Manajer Pemastian Mutu bertanggung jawab untuk:
3.2.1 Melakukan pengkajian dan menyetujui Protap ini serta Protokol Validasi
sebelum validasi dilakukan.
3.2.2 Melakukan pengkajian terhadap data dalam Laporan Validasi dan menjamin
kelengkapan laporan sebelum menandatanganinya.
3.3 Supervisor Pengawasan Mutu bertanggung Jawab untuk:
3.3.1 Membuat jadwal pelaksanaan validasi, mengawasi pelaksanaannya
dan memeriksa kebenaran dan kelengkapan catatan pengujian.
3.3.2 Menjamin bahwa status kalibrasi semua peralatan dan instrumen yang
digunakan untuk validasi telah diperbaharui.

-
32332
3323 -
Prosedur tetap Halaman 2 dari 18
No.............................
VALIDASI METODE ANALISIS
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mut u ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

3.3.3 Menjamin bahwa semua Protap yang berhubungan dengan validasi


metode analisis telah diperbaharui sesuai protokol validasi.
3.3.5 Menjamin bahwa semua bahan yang digunakan untuk validasi termasuk
reagensia dan baku pembanding belum kadaluwarsa.
3.4 Analis di Bagian Pengawasan Mutu bertanggung Jawab untuk:
3.4.1 Melaksanakan validasi metode analisis sesuai dengan Protokol Validasi.
3.4.2 Mencatat semua hasil uji dalam format yang sesuai.
3.4.3 Melaporkan pelaksanaan validasi kepada supervisor.

4. PROSEDUR
4.1 Buat protokol validasi metode analisis dengan format seperti Lampiran 5.1.
Protokol validasi harus mencakup :
4.1.1 Tujuan
4.1.2 Ruang Lingkup
4.1.3 Prosedur langkah demi langkah
4.1.4 Metode untuk evaluasi
4.1.5 Kriteria keberterimaan
4.1.6 Dokumentasi dan Laporan
4.1.7 Rekomendasi
4.2 Tentukan dan lakukan evaluasi parameter validasi sesuai dengan tipe metode analisis
yang akan divalidasi.
Persyaratan/parameter validasi : Tabel 1
4.2.1 Spesifisitas
Spesifisitas merupakan ukuran seberapa spesifik metode analisis.
Spesifitas metode analisis diuji terhadap bahan aktif obat, bahan pembantu
(plasebo), pelarut, impuritas dan produk jadi. Bila menggunakan metode KCKT:
- Resolusi antara puncak yang berdampingan terpisah secara nyata atau
sesuai persyaratan.
- Khromatogram seluruh hasil uji disajikan dalam bentuk 1 gambar
(“overlaid”)
4.2.2 Linearitas
Untuk mengetahui apakah kuantitas yang terukur proporsional terhadap kadar
senyawa uji dalam sampel
Linearitas diuji sesuai RENTANG yang ditetapkan
Pengujian dapat dilakukan minimal dengan 5 tingkat konsentrasi
- Bahan aktif obat : pengenceran larutan induk
- Produk jadi : penimbangan terpisah sesuai rentang
Data yang disajikan pada linearitas : Tabel 2

-
32432
4324 -
Prosedur tetap Halaman 3 dari 18
No.............................
VALIDASI METODE ANALISIS
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mut u ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

4.2.3 Rentang
Rentang minimum berikut ini berlaku untuk:
4.2.3.1 Penetapan kadar bahan aktif obat: lazimnya konsentrasi zat uji
berkisar antara 80 hingga 120% kadar yang tertera pada label;
4.2.3.2 Keseragaman kandungan: meliputi konsentrasi zat uji sekurang-
kurangnya berkisar antara 70 hingga 130% pernyataan kadar pada
label, kecuali diperlukan rentang yang lebih lebar dapat digunakan,
tergantung pada sifat bentuk sediaan (misalnya, inhaler dosis
terukur);
4.2.3.3 Pengujian disolusi : lebih kurang 20% syarat spesifikasi misalnya:
syarat spesifikasi untuk sediaan yang pelepasannya terkendali
meliputi rentang dari 20%, setelah 1 jam, hingga 90% sesudah 24
jam, maka rentang yang divalidasi menjadi 0 - 110% pernyataan
kadar pada label;
4.2.3.4 Penentuan cemaran: rentang konsentrasi zat uji mulai dari batas
cemaran yang dilaporkan hingga 120% syarat spesifikasi; dan
4.2.3.5 Bila validasi metode analisis penetapan kadar dan penetapan
cemaran dilakukan bersama-sama sekaligus dan hanya
menggunakan satu standar 100% saja, maka pengujian linearitas
harus meliputi rentang dari kadar cemaran yang dilaporkan hingga
120% syarat kadar dalam spesifikasi.
4.2.3.6 Konsentrasi kadar bahan aktif obat dengan “stability overage” agar
memperhatikan persyaratan pada saat pelulusan maupun paska
pemasaran.

4.2.4 Akurasi
Akurasi metode pengujian dinilai sesuai rentang pengujian dengan 5 cara
penentuan metode analisis untuk penetapan kadar bahan aktif obat dalam
bahan awal dan produk jadi :
4.2.4.1 Menggunakan metode analisis untuk menetapkan kadar analit dalam
bahan aktif obat yang diketahui kemurniannya (misalnya bahan
awal pembanding sekunder).
4.2.4.2 Bahan aktif obat atau cemaran dalam jumlah yang diketahui
ditambahkan kedalam plasebo. Metode analisis ini akan digunakan
untuk penetapan kadar bahan aktif obat / cemaran dalam produk obat.
4.2.4.3 Bila plasebo tidak bisa diperoleh, verifikasi akurasi metode dapat
dilakukan dengan teknik standar adisi, yaitu dengan menambahkan
sejumlah tertentu analit ke dalam produk obat yang telah
diketahui kadarnya. Metode analisis ini digunakan untuk penetapan
kadar bahan aktif / cemaran dalam produk obat.
4.2.4.4 Menambahkan cemaran dalam jumlah tertentu ke dalam bahan aktif
/produk obat. Metode analisis ini digunakan untuk penetapan
kadar cemaran dalam bahan aktif obat dan produk obat
-
32532
5325 -
Prosedur tetap Halaman 4 dari 18
No.............................
VALIDASI METODE ANALISIS
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mut u ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

4.2.4.5 Membandingkan dua metode analisis untuk mengetahui ekivalensinya,


yaitu membandingkan hasil yang diperoleh dari metode analisis yang
divalidasi terhadap hasil yang diperoleh dari metode analisis yang
valid (akurasi metode analisis yang valid ini telah diketahui). Metode
analisis ini digunakan untuk penetapan kadar bahan aktif obat
dalam bahan aktif obat, produk obat dan penetapan kadar cemaran.
Akurasi dinilai menggunakan minimal 9 (sembilan) penentuan dari
3 (tiga) tingkat konsentrasi yang berbeda dalam rentang pengujian
metode analisis tersebut dan masing-masing konsentrasi 3 (tiga) kali
penetapan. (Tabel 3)
4.2.5 Presisi
Dikenal tiga tipe presisi :
4.2.5.1 Keberulangan (“Repeatability”) Keberulangan dinilai terhadap :
- Keberulangan SISTEM
Minimum 6 penentuan pada konsentrasi 100% kadar analit
- Keberulangan METODE
Minimum 9 penentuan dalam rentang penggunaan metode
analisis tersebut (misalnya 3 konsentrasi yang berbeda, masing-
masing 3 replikasi ), atau
4.2.5.2 Presisi Antara
- Dapat menggunakan beberapa operator dengan alat dan hari
yang berbeda.
4.2.5.3 Reprodusibilitas
Menggunakan minimal 2 laboratorium untuk validasi metode analisis,
agar diketahui pengaruh lingkungan yang berbeda terhadap kinerja
metode analisis.
Data yang disajikan :
- Rata-rata
- RSD adalah (Simpangan Baku/Rata-rata) x 100% (Tabel 4)
- “Confidence Interval”
4.2.6 Batas Deteksi
Konsentrasi terendah senyawa uji yang terkandung dalam sampel yang dapat
dideteksi.Beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan
batas deteksi tergantung pada jenis metode analisis apakah metode analisis
instrumental atau non instrumental.
4.2.6.1 Berdasarkan evaluasi visual
Evaluasi visual dapat digunakan untuk metode analisis non-
instrumental, tapi dapat juga digunakan untuk metode analisis
instrumental. Batas deteksi ditentukan dengan melakukan analisis
terhadap sampel yang diketahui konsentrasinya dan menetapkan
kadar terendah yang dapat dideteksi dengan baik.

-
32632
6326 -
Prosedur tetap Halaman 5 dari 18
No.............................
VALIDASI METODE ANALISIS
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mut u ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

4.2.6.2 Berdasarkan rasio signal terhadap noise


Pendekatan ini hanya dapat diterapkan pada metode analisis yang
memberikan baseline noise. Penentuan signal to noise dilakukan
dengan membandingkan pengukuran signal sampel yang diketahui
mengandung analit dalam konsentrasi rendah dan blanko, kemudian
dapat ditetapkan konsentrasi minimum analit yang dapat dideteksi
dengan baik. Rasio signal to noise sama dengan 3 atau 2 : 1
umumnya dianggap dapat diterima untuk memperkirakan batas
deteksi .
4.2.6.3 Simpangan respon dan kemiringan (“slope”) kurva kalibrasi :
Batas deteksi dapat dinyatakan sebagai :
3.3σ
DL = ---------
S

Keterangan rumus :
DL = Batas deteksi
σ = simpangan baku respon
S = kemiringan (slope) kurva kalibrasi.
- Slope dapat ditentukan dari kurva kalibrasi analit
- σ dapat ditentukan dengan :
Simpangan baku dari blanko
o Mengukur beberapa respon dari larutan blanko dan
hitung simpangan baku dari respon
Kurva kalibrasi
o Kurva kalibrasi dibuat dengan contoh yang
mempunyai rentang di sekitar Batas Deteksi. Residu
simpangan baku (residual standard deviation) atau
simpangan baku dari y-intercepts dari garis regresi
adalah σ (simpangan baku)
4.2.7 Batas Kuantitasi
Konsentrasi terendah senyawa uji yang terkandung dalam sampel yang dapat
ditetapkan secara kuantitatif dan reprodusibel.
Beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk penentuan batas kuantitasi
tergantung pada jenis metode analisis instrumental atau noninstrumental.
4.2.7.1 Berdasarkan evaluasi visual
Evaluasi visual dapat digunakan untuk metode analisis non-
instrumental, tapi dapat juga digunakan untuk metode analisis
instrumental. Batas kuantitasi ditentukan dengan melakukan
analisis terhadap sampel yang diketahui konsentrasinya dan
menetapkan kadar terendah analit yang dapat ditentukan secara
kuantitatif dengan akurasi dan presisi yang dapat diterima

-
32732
7327 -
Prosedur tetap Halaman 6 dari 18
No.............................
VALIDASI METODE ANALISIS
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mut u ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

4.2.7.2 Berdasarkan rasio signal terhadap noise :


Pendekatan ini hanya dapat digunakan pada metode analisis yang
memberikan baseline noise. Penentuan rasio signal terhadap noise
dilakukan dengan membandingkan signal yang diukur dari sampel
yang mempunyai konsentrasi analit yang rendah dan blankonya,
kemudian ditentukan konsentrasi terendah analit yang dapat
ditetapkan secara kuantitatif dengan baik, umumnya pada rasio
signal terhadap noise 10:1.

4.2.7.3 Simpangan baku dari respon dan kemiringan (slope) kurva kalibrasi :
Batas kuantitasi dapat dinyatakan sebagai :

10 σ
LOQ = ---------
S
Keterangan rumus :
LOQ = batas kuantitasi
σ = Simpangan baku respon
S = Kemiringan (slope) kurva kalibrasi
- Slope dapat ditentukan dari kurva kalibrasi analit
- σ dapat ditentukan dengan :
Simpangan baku dari blanko
o Mengukur beberapa respon dari larutan blanko dan
hitung simpangan baku dari respon
Kurva kalibrasi
o Kurva kalibrasi dibuat dengan contoh yang
memnpunya rentang di sekitar Batas Deteksi.
Residu simpangan baku (residual standard
deviation) atau simpangan baku dari y-intercepts dari
garis regresi adalah σ (simpangan baku)
4.2.8 Ketangguhan (“Robustness”)
Ketangguhan ditentukan pada saat tahap pengembangan dan tergantung dari
kebutuhan. Metode hendaklah handal terhadap variasi parameter yang
ditetapkan
Misal : stabilitas larutan analit

-
32832
8328 -
Prosedur tetap Halaman 7 dari 18
No.............................
VALIDASI METODE ANALISIS
Departemen Saksi Tanggal Berlaku
Pengawasan Mutu ..................................... ..................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mut u ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

5. Lampiran
5.1 Format Protokol Validasi Metode Analisis*
5.2 Format Laporan Validasi *
Dalam Contoh ini, tidak dilengkapi

6. Dokumen Rujukan
............................................................Tanggal ...........................

7. Riwayat

8. Distribusi
Asli : Kepala Bagian Pemastian Mutu
Kopi : Kepala Bagian Pengawasan Mutu

-
32932
9329 -
Lampiran 1

PROTOKOL VALIDASI METODE ANALISIS PENETAPAN KADAR

1. Tujuan :
Untuk membuktikan bahwa metode analisis yang digunakan dapat secara
konsisten memberikan hasil yang akurat.

2. Ruang Lingkup :
Validasi metode analisis dilakukan terhadap metoda analisis tablet
Parasetamol no...........dengan alat KCKT

3. Referensi :
- No. Protap validasi Metode Analisis............
- No. Metode Analisis Parasetamol Tablet...............
4. Parameter Pengujian :
Parameter pengujian yang dipakai untuk validasi adalah :
1. Uji Kesesuaian Sistem
2. Akurasi
3. Ripitabilitas
4. Presisi Antara
5. Spesifisitas
6. Linearitas dan Rentang
5. Prosedur Pelaksanaan
5.1. Verifikasi :
- Lakukan verifikasi dokumen yang terkait dengan validasi.
- Lakukan verifikasi status kualifikasi dan kalibrasi dari semua peralatan
yang dipakai.
- Lakukan verifikasi pelatihan karyawan yang terkait dengan pelaksanaan validasi
5.2. Pembuatan larutan :
5.2.1. Larutan Induk
Timbang seksama + 160 mg Parasetamol standar dalam labu takar 500 ml
lalu encerkan dengan HCl 0,1N hingga 500 ml.
5.2.2. Larutan standard (100%)
Pipet 10,0 ml larutan induk, encerkan dengan HCl 0,1N hingga 200 ml
5.2.3. Larutan sampel :
Gerus 20 tablet, timbang 10 sampel masing-masing 225 mg serbuk dalam
labu takar 500 ml. Larutkan dengan 200 ml HCl 0,1N kocok hingga larut lalu
encerkan hingga 500 ml, sentrifuge, ambil larutan jernihnya. Pipet 10 ml
dalam labu takar 200 ml, encerkan dengan HCl 0,1N hingga 200 ml.
5.2.4. Larutan plasebo :
Campur semua eksipien Parasetamol Tablet, aduk rata dan gerus halus.
Timbang 225 mg campuran serbuk ke dalam labu ukur 200 ml, tambahkan
100 ml HCl 0,1N sonikasi selama 5 menit, dan tambahkan HCl 0,1N
sampai 200 ml
5.3. Uji Kesesuaian Sistem :
5.3.1. Suntikkan larutan standar ke sistem KCKT 6 kali, amati respons pada
panjang gelombang 276 nm dan hitung RSD dari hasil perhitungan alat.
Kriteria keberterimaan : RSD maksimal 2%

-
33033
0330 -
5.3.2. Hitung angka lempeng teoritis dari kolom
Kriteria keberterimaan : minimal 750
5.3.3. Amati waktu retensi relatif
Kriteria keberterimaan antara 2 menit sampai dengan 2,5 menit
5.3.4. Hitung faktor ikutan (tailing faktor) Kriteria keberterimaan : maksimum 2
5.4. Selektivitas atau Spesifisitas :
5.4.1. Suntikkan ke sistem KCKT
- larutan plasebo
- fasa gerak
- larutan standar
- larutan sampel
Larutan plasebo tidak boleh memberikan respon pada waktu yang bersamaan
dengan waktu retensi relatif dari parasetamol.

5.5. Akurasi :
5.5.1. Pembuatan larutan :
Tambahkan sejumlah parasetamol standar yang ditimbang seksama ke
campuran plasebo sehingga menghasilkan campuran dengan kadar 80%,
100% dan 120% dari formula Parasetamol Tablet, dan campur. Buat larutan
spike seperti pada pembuatan larutan sampel.
5.5.2. Suntikkan masing-masing konsentrasi sebanyak 3 kali, dan catat respons pada
panjang gelombang 276 nm.
Kriteria keberterimaan :
Perolehan kembali : 98 – 102%
RSD dari semua konsentrasi : maksimal 2%

5.6. Presisi :
5.6.1. Keberulangan (Ripitabilitas)
Buat larutan uji dari sampel produk untuk uji persisi :
Gerus 20 tablet, timbang 10 sampel masing-masing 225 mg serbuk dalam labu
takar 500 ml. Larutkan dengan 200 ml HCl 0.1 N kocok hingga larut lalu
encerkan hingga 500 ml, sentrifuge, ambil larutan jernihnya.
Pipet 10 ml dalam labu takar 200 ml, encerkan hingga 200 ml. Periksa larutan uji
dengan KCKT pada panjang gelombang 276 nm. Lakukan duplo untuk tiap
pengujian.
Kriteria keberterimaan : RSD harus < 2%
5.6.2. Presisi Antara:
Lakukan pengujian di atas oleh 2 analis yang berbeda dan / atau menggunakan
alat yang berbeda.
RSD maksimal dari 2 pengujian harus < 2%

5.7. Linearitas dan Rentang :


5.7.1. Buat larutan standar untuk pengujian Linearitas :
Buat seri larutan standar dengan konsentrasi, 80%, 90%, 100%, 110%, 120%
dari larutan induk yang diambil menggunakan pipe volume, jumlah larutan yang
diambil dan pengenceran yang dilakukan sesuai dengan tabel di bawah ini :

-
33133
1331 -
Larutan induk
Konsentrasi dalam 200 ml
[%] [ml]
80 8
90 9
100 10
110 11
120 12

Ukur 5 seri larutan dengan konsentrasi yang berbeda tersebut dengan KCKT, panjang
gelombang 276 nm. Kemudian buat garis linearitasnya, hitung "Slope" dan Regresi
linearnya. Kriteria keberterimaan : r2 > 0.999.

5.8. Ketangguhan “Robustness”


5.8.1. Ulangi pemeriksaan larutan standar dan larutan sampel yang telah tersimpan
selama 1, 2, 3,4, 5 hari
5.8.2. Ulangi pemeriksaan larutan standar dan larutan sampel dengan laju alir + 0,1
ml/menit.
5.8.3. Larutan dinyatakan stabil bila tidak ada perubahan respons baik
waktu Retensi Relatif maupun area / tinggi respons, maksimal deviasi 2%.

5.9. Catat semua hasil pada Lembar Kerja.

5.10. Buat Laporan Validasi.

-
33233
2332 -
Lampiran 2

LAPORAN VALIDASI METODE ANALISIS PENETAPAN KADAR

Halaman 8 dari 18

LAPORAN VALIDASI METODE ANALISIS


PENETAPAN KADAR PARASETAMOL TABLET

Nama : Parasetamol Tablet No. Laporan :…………………..


No. Produk : ------ Tanggal :

Disusun oleh :
Tanggal :
Diperiksa oleh :
Disetujui oleh

-
33333
3333 -
1. Referensi :
Validasi dilaksanakan sesuai dengan:
1.1 Metode Analisis Parasetamol Tablet no...............
1.2 Protokol Validasi No.............. tanggal...........
1.3 Protap Validasi Metode Analisis no..............

2. Baku Pembanding Kerja Parasetamol yang dipakai


Lot no. ............ Tanggal daluwarsa :

3. Analis yang melaksanakan validasi :


.........................................(Analis pertama)
.........................................(Analis kedua)
4. Peralatan
KCKT no 1.
5. Penyimpangan dari Protokol :
Tidak ada penyimpangan terhadap Protokol, semua prosedur dilaksanakan sesuai
Protokol.
6. Hasil :
6.1 Parameter validasi : Uji Kesesuaian Sistem

No.Injeksi Area terdeteksi

1. 21087640
2. 21081658
3. 21005818
4. 21159472
5. 21192960
6. 20999592

Rata-rata : 21 087856,67
Standard Deviation : 50491,05
RSD : 0,24% Angka lempeng teoritis dari
kolom : 1201
Waktu retensi relative : 2,25 menit
Faktor ikutan (Tailing factor) : 0,8

Kriteria keberterimaan : RSD maksimal 2%


Angka lempeng teoritis dari kolom : minimal : 750
Waktu retensi relatif
Kriteria keberterimaan antara 2 menit sampai dengan 2,5 menit
Faktor ikutan (tailing faktor) : maksimum 2
Kesimpulan : Kriteria Kesesuaian Sistem terpenuhi
6.2 Parameter validasi : Selektivitas / Spesifitas
Pada larutan placebo, fasa gerak, larutan standar dan larutan sampel dan
pengamatan pada kromatogram menujukkan hasil sebagai berikut :
Khromatogram larutan standar dan larutan sampel nampak pada waktu
retensi 2.25 menit
Fasa gerak dan larutan placebo tidak memberikan tampilan khromatogram
pada waktu retensi 2.25 menit

Kesimpulan :
Metoda cukup spesifik dapat memisahkan parasetamol dari zat tambahan

-
33433
4334 -
6.3 Parameter validasi : Akurasi
Tiga larutan campuran standar parasetamol dan plasebo dengan konsentrasi
parasetamol 80%, 100% dan 120% yang diuji masing-masing 3 kali.
Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Konsentrasi Area terdeteksi Hasil diperoleh
[ mg/ml] [%] [%]
1,600 80 16134559 101,00
1,600 80 16262453 101,80
1,600 80 15975050 100,00
2,000 100 20435692 99,50
2,000 100 20539068 100,00
2,000 100 20666678 100,62
2,400 120 24199872 99,50
2,400 120 24322522 100,00
2,400 120 24222876 99,59
Rata-rata perolehan kembali : 100,22% Relative Standard
Deviation : 0,78%
Confidence Interval (a = 0,05) dari nilai rata-rata : 100,22 + 0,01
Kriteria keberterimaan : Perolehan kembali : 98 – 102%
RSD dari masing-masing konsentrasi : maksimal 2%

Kesimpulan : metode pengujian cukup akurat untuk menentukan kadar parasetamol.


6.4 Parameter validasi : Presisi
6.4.1 Parameter Ripitabilitas
Pengujian dilakukan pada 10 sampel @ 20 tablet Parasetamol. Hasil yang
diperoleh adalah sebagai berikut :

Konsentrasi
No.Sampel Area terdeteksi (%)

1. 20038460 99,04
2. 19940099 98,54
3. 20147869 99,57
4. 20127910 99,47
5. 20014939 98,90
6. 19896307 98,31
7. 19972009 98,72
8. 20168155 99,68
9. 20081167 99,26
10. 19842464 98,09

Rata-rata : 98,96
Standard Deviation : 0,544
RSD : 0,55%

Kriteria keberterimaan : RSD < 2,0%

6.4.2 Parameter : Presisi Antara


Larutan standar Parasetamol (100%) diinjeksikan ke sistem KCKT sebanyak 6
kali injeksi, lakukan pengulangan oleh analis yang berbeda.

-
33533
5335 -
Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :

No. Injeksi Area terdeteksi Area terdeteksi


Analis I Analis II
1. 2108764 2109864
2. 2108165 2107139
3. 2100581 2112180
4. 2115947 2078518
5. 2119296 2098059
6. 2099959 2097963

Relative Standard Deviation : 0,38%

Kriteria keberterimaan : RSD < 2,0%


Kesimpulan :
Dari hasil pengujian Presisi (Ripitabilitas dan Presisi Antara) di atas, metode
analisis tersebut dinyatakan tepat untuk pengujian Parasetamol tablet.

6.5 Parameter validasi : Linearitas dan Rentang


Tujuh larutan yang mengandung Larutan Standar Parasetamol dengan
rentang konsentrasi 80 – 120% disuntikkan ke sistem KCKT.
Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :

Konsentrasi Parasetamol Area terdeteksi


[ mg/ml] [%]
1,60 80 16896725
1,80 90 18878454
2,00 100 21104715
2,20 110 23152434
2,40 120 25322586

Regression : Y = aX + b
a = 0,285356949
b = 0,000004732320
r2 = 0,999735918

Kriteria keberterimaan r2 > 0,999


Kesimpulan :
Kriteria Linearitas dan Rentang telah terpenuhi.

6.6 Parameter Pengujian : Robustness


Larutan Standar disimpan dalam ruangan laboratorium dan dianalisis berulang setiap
hari sampai hari ke-5 untuk menentukan robustness, dalam hal ini stabilitas larutan
dan sistem yang digunakan.

-
33633
6336 -
Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut :

Hari ke Konsentrasi
Parasetamol

1 99,34
99,71

-
2 -

96,86
95,83
3
96,17
94,53

4 90,08
89,29
RSD (5 hari) : 3.59%
RSD (4 hari) : 1,87%
5

Kriteria keberterimaan : < 2%


Kesimpulan :
Larutan Parasetamol stabil disimpan selama 4 hari.

7. Laporan Deviasi :
Pada Uji Robustness untuk menentukan stabilitas larutan Parasetamol : tidak dilakukan
penetapan/pengamatan pada larutan yang disimpan selama 2 hari.
Hal tersebut disebabkan pada hari tersebut alat KCKT digunakan untuk melakukan uji
produk lain yang menjadi prioritas.

8. Pembahasan :
Hasil uji Kesesuaian Sistem menunjukkan bahwa sistem KCKT yang dipakai
termasuk kolom, komposisi fase gerak, kecepatan alir telah sesuai untuk melakukan
pengujian kadar parasetamol dengan alat KCKT. Dengan menggunakan sistem ini
waktu retensi dari parasetamol adalah 2,25 menit.
Hasil uji Spesifisitas / Selektivitas menunjukkan bahwa metode yang dipakai cukup
spesifik dan dapat memisahkan parasetamol dari zat tambahan, l.
Uji Akurasi memberikan hasil perolehan kembali rata-rata 100,22% dan RSD =
0,78% (Kriteria keberterimaan : perolehan kembali 98 – 102% dan RSD maksimal
2% ) dapat membuktikan banwa metode cukup akurat.
Ketepatan metode pengujian dibuktikan dengan uji Presisi yang diperoleh dari 2
jenis pengujian yaitu Ripitabilitas dan Presisi Antara.
Ripitabilitas membuktikan keterulangan metode yang dilakukan untuk menguji 10
sampel yang berbeda, hasil menunjukkan bahwa ripitabilitas sangat baik yaitu hasil 10
pengujian menunjukan RSD = 0,55% dibandingkan dengan Kriteria keberterimaan < 2%.
Pengujian Presisi Antara yang digunakan untuk membuktikan keterulangan metode yang
digunakan untuk pengujian bila dilakukan oleh 2 analis yang berbeda menunjukkan hasil
yang baik yaitu RSD dari hasil pengujian 2 analis = 0,38%.
Dua hasil parameter di atas menunjukkan bahwa metode yang dipakai tepat untuk
penetapan kadar parasetamol.

-
33733
7337 -
Hasil pengujian linearitas dan rentang membuktikan hasil yang linear (r2 = 0,999) pada
rentang kadar 80 – 120%.
Pada uji Robustness diketahui bahwa walaupun RSD hasil pengujian 4 hari = 1,87%
masih di bawah Kriteria keberterimaan <2% tetapi telah terjadi penurunan kadar dari
parasetamol sebesar 3% pada hari ke-3. Karena tidak diketahui apakah terjadi penurunan
kadar pada hari ke 2, maka sebaiknya larutan parasetamol tidak disimpan.

9. Kesimpulan dan rekomendasi :


Metode Pengujian no........... Penentuan Kadar Parasetamol dalam Parasetamol
Tablet telah tervalidasi. Larutan parasetamol, baik larutan standar maupun larutan
sampel, tidak disimpan.

10. Pengendalian Perubahan dan revalidasi :


Revalidasi dilakukan bila ada perubahan signifikan pada metode analisis misalnya
perubahan fase gerak, perubahan parameter analisis.

11. Lampiran :
11.1 Verifikasi pelatihan dan kualifikasi analis *
11.2 Kromatogram hasil pengujian*
11.3 Laporan Analisis termasuk perhitungan*
* dalam contoh ini tidak dilampirkan

-
33833
8338 -
Tabel 1

Persyaratan/ parameter validasi :

Parameter validasi Identifikasi Pengujian Impuritas Penetapan kadar


Kuantitatif Batas -Disolusi
-Kandungan/potensi
Akurasi - + - +
Presisi
Ripitabilitas - + - +
Presisi intermediat - + - + (1)
Spesifisitas (2) + + + +
Limit Deteksi - -(3) + -
Limit Kuantitasi - + - -
Linearitas - + - +
Rentang - + - +

Tabel 2

Persyaratan yang ditetapkan dalam linearitas

Data yang disajikan Persyaratan (misal)


Kurva signal vs konsentrasi analit - Linearitas secara visual
- Koefisien korelasi ≥ 0,98
Persamaan regresi -
Confidence interval -
Residu jumlah kuadrat (“residual sum of -
squares”)

Tabel 3

Data yang disajikan dalam akurasi

Data yang disajikan Persyaratan (misal)


Perolehan kembali (“recovery”) 98 – 102%
RSD (Simpangan Baku/Rata-rata x 100 %) ≤ 2%
“Convidence interval” -

Tabel 4

Persyaratan RSD

No. Tipe Metode Analisis Persyaratan RSD


(misal)
1 Prosedur Penetapan Kadara Bahan Aktif Obat tidak lebih dari 2%
2 Metode analisis untuk penetapan kadar
impuritas :
Batas impuritas : 1 - 10%
0,01% tidak lebih dari 2%
1 ppm tidak lebih dari 10%
-
33933
9339 -
PROTAP PENGOPERASIAN ALAT UJI FRIABILITAS

Prosedur tetap Halaman 1 dari 2


No.............................
PENGOPERASIAN ALAT UJI FRIABILITAS Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

1. Tujuan
Menguraikan cara pengoperasian yang benar dari alat uji Friabilitas merk Elektrolab model
EF-2 agar memberikan hasil uji yang tepat.
2. Ruang Lingkup
Alat uji friabilitas merk Elektrolab model EF-2 yang digunakan di Ruang Laboratorium
Kimia dan Instrument bagian Pengawasan Mutu.
3. Tanggung Jawab
 Kepala Bagian Pengawasan Mutu bertanggung jawab menyusun, mengkaji kembali
secara berkala dan menyetujui.
 Kasubbag bertanggung jawab untuk melatihkan Protap dan memastikan bahwa petugas
mengoperasikan alat uji friabilitas sesuai Protap ini.
 Analis / petugas yang ditugaskan bertanggung jawab untuk mengoperasikan alat uji
friabilitas sesuai Protap ini.
4. Prosedur
 Sebelum Pengujian
 Bersihkan silinder
 Masukkan 20 tablet yang telah ditimbang dengan seksama
 Masukkan stop kontak
 Putar tombol “undrenugen pro minute” pada kedudukan 25
 Putar pengatur waktu hingga angka 4 selanjutnya alat akan berputar
 Setelah 4 menit pengukuran selesai, keluarkan tablet dan timbang
 Setelah Pengujian
 Cabut stop kontak
 Bersihkan silinder
 Pelaporan
 Catat hasil pengujian pada hasil pemeriksaan laboratorium kimia instrument untuk
setiap batch produk.
 Tunjukkan catatan hasil pengujian friabilitas kepada Kepala Laboratorium Instrument
untuk diperiksa dan disetujui.
5. Dokumen Terkait
 Farmakope Indonesia jilid IV
 Manual Book

6. Riwayat Perubahan
No No. Protap Tanggal Berlaku Alasan Perubahan
1 PRO-03-008-00 Baru

-
34034
0340 -
PROTAP PENGOPRASIAN ALAT DISSOLUSI

Prosedur tetap Halaman 2 dari 2


No.............................
PENGOPRASIAN ALAT DISSOLUSI Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

1 Tujuan
Menguraikan cara pengoperasian alat dissolusi merk Xyang Thai model XY yang benar.
2 Ruang Lingkup
Alat uji dissolusi merk Xyang Thai yang digunakan di Laboratorium Instrument.
3 Penanggung Jawab
 Kepala Bagian Pengawasan Mutu bertanggung jawab menyiapkan, memeriksa dan
menyetujui Protap.
 Kepala Bagian Pemastian Mutu atau Kepala Bagian Laboratorium bertanggung jawab
melatihkan Protap ini pada Analis terkait.
 Kasubbag bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Analis mengoperasikan alat uji
dissolusi sesuai Protap ini.
 Analis bertanggung jawab untuk mengoperasikan alat uji dissolusi sesuai Protap ini.
4 Prosedur
 Sebelum memulai uji dissolusi
 Isi chamber kaca dengan air yang bersumber dari kran air dengan cara
menghubungkan selang alat uji dissolusi kepada keran air sampai garis tanda (± 20
Liter)
 Pasang stop kontak /power menyala
 Tekan “on”/petunjuk suhu dan rpm hidup
 Atur suhu dan putaran yang diinginkan
 Pasang pedal atau basket sesuai yang monografi pengujian yang akan dilakukan
 Masukkan ke dalam setiap lobang yang ada dalam chamber dengan labu kaca uji
dissolusi
 Isi ke enam labu kaca dengan larutan sesuai yang monografi pengujian yang akan
dilakukan
 Diamkan ± 1 jam sebelum penggunaan untuk menaikkan suhu larutan dalam labu
kaca
 Untuk memastikan suhu pada labu kaca, ukur suhu larutan dalam labu kaca 37oC
pada empat titik dalam labu kaca.
 Bila ke empat titik sudah menunjukkan suhu 37oC turunkan alat pedal/basket masuk
ke dalam labu kaca.
 Apabila posisi pedal atau basket dalam labu kaca sudah tepat, hidupkan putaran
basket atau pedal.
 Setelah putaran pedal atau basket stabil, masukkan satu tablet / kapsul yang akan
diukur dissolusinya pada masing-masing labu kaca secara bersamaan.
 Lakukan pengambilan sampel larutan dengan menggunakan spuit yang memiliki
saringan pada waktu tertentu kemudian lakukan penetapan kadar sampel.
 Waktu pengambilan sampel disesuaikan dengan monografi yang ditetapkan.

-
34134
1341 -
Prosedur tetap Halaman 2 dari 2
No.............................
PENGOPRASIAN ALAT DISSOLUSI Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

 Setelah Uji Dissolui


 Matikan tombol putaran setelah selesai melakukan pengukuran
 Naikkan pedal atau basket pada alat uji dissolusi.
 Lepaskan alat pedal atau basket dan labu kaca dari alat uji dissolusi. Lakukan
pencucian
 Buang air dari chamber alat uji dissolusi
 Cabut stop kontak alat uji dissolusi
5 Pelaporan
 Catat hasil pengujian pada hasil pemeriksaan laboratorium kimia instrument untuk
setiap batch produk
 Tunjukkan catatan hasil pengajian kekerasan kepada Kepala Laboratorium
Instrument untuk diperiksa dan disetujui.
6 Dokumen Terkait
 Manual Book alat uji dissolusi Xyang Thai
 Farmakope Indonesia ed IV

7 Riwayat Perubahan
No No. Protap Tanggal Berlaku Alasan Perubahan
1 PRO-03-011-00 Baru

-
34234
2342 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
PENGOPRASIAN ALAT HPLC Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

1. Tujuan
Menguraikan cara pengoperasian HPLC merk Shimadzu model UFLC yang benar.
2. Ruang Lingkup
Alat uji HPLC merk Shimadzu model UFLC yang digunakan di Laboratorium Instrument
Lafial Drs Moch Kamal
3. Penanggung Jawab
 Kepala Bagian Pengawasan Mutu bertanggung jawab menyiapkan, memeriksa dan
menyetujui Protap.
 Kasubbag atau Kepala Bagian Pengawasan Mutu bertanggung jawab melatihkan Protap
ini pada Analis terkait.
 Kepala Laboratorium Instrument bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Analis
mengoperasikan HPLC sesuai Protap ini.
 Analis bertanggung jawab untuk mengoperasikan alat uji HPLC sesuai Protap ini.
4. Prosedur
 Sebelum melakukan pengujian secara HPLC
 Masukkan sampel yg akan diuji ke rak sampel (bagian HPLC yang ditandai dengan
D)
 Atur selang A,B,C,D dan E pada botol fase gerak sesuai dengan prosedur pengujian
sampel
 Pasang stop kontak, tekan tombol on pada alat stabilizer
 Hidupkan HPLC, tekan tombol power secara berurutan dari A,B,C,D sampai terakhir
E

LCD Komputer C B
E

 Hidupkan computer, dengan menekan power pada PC


 Klik ikon LC solution
 Apabila sudah terdengar bunyi bip yang panjang maka menunjukkan bahwa
komputer sudah terhubung dengan alat HPLC
 Selama melakukan pengujian
 Mengoperasikan alat HPLC dengan menggunakan perintah-perintah yang ada pada
layar monitor computer

-
34334
3343 -
Prosedur tetap Halaman 2 dari 3
No.............................
PENGOPRASIAN ALAT HPLC Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

 Klik analysis pada layar computer


 Klik ok pada user id: admin
 Klik data acquisition, jika tidak ada klik top untuk dapat mengklik data acquisition
 Setting instrument method
 Klik manual, setting tekanan pompa, flow komposisi fase gerak, panjang
gelombang, lampu, temperatur oven
 Setting run time, setting purge dan purge time, Simpan instrument method, klik file,
save method
 Klik ikon instrument on/of, Klik ikon auto zero detektor
 Klik baseline cek parameter baru dengan karakteristik yang diinginkan
 Tunggu baseline sampai menunjukkan kata pass
 Buat batch baru dengan cara klik new pada file
 Klik wizard untuk isi tabel
 Isi batch tabel wizard dengan klik next
 Setelah selesai, klik file kemudian klik save file batch
 Klik batch start, untuk mulai menginjeck sampel
 Setelah inject selesai, klik lc data analysis
 Klik data yang mau dianalisa, tarik ke kanan/layar kuning data analysis
 Klik analysis dan olah data yang akan dianalisis
 Setelah selesai, klik file, klik safe method
 Klik wizard, cek list data peak yang mau dianalisa
 Klik wizard, diatur slope, area, kemudian klik next
 Cek list panjang gelombang yang dipilih
 Klik next, klik calibration Kurve sesuai dengan standard yang digunakan
 Klik curve fit, klik satuan konsentrasi unit, klik nama zat pemeriksaan
 Klik konsentrasi zat lengkap, klik finish, klik file, klik save method’
 Beri nama data file, Cek list LC data processing
 Klik ok, Klik top, Klik batch processing (batch start)
 Klik bar data, Klik data pada file name
 Tempel ke batch tabel, ganti metode file yang sudah dimasukkan
 Klik file, save batch as
 Klik kurva kalibrasi, klik file, kemudian open menampilkan data yang dipilih
 Klik report format, klik template, klik calibration curve
 Klik calibration curve det a-ch1, klik data kurva kalibrasi, print
 Klik template, klik LC analysis
 Klik data sampel yang dipilih, kemudian geser ke arah layar prin, kemudian tekan
kursor sehingga data sampel tergambar pada layar print
 Print data tersebut dengan menekan File kemudian pilih print.

-
34434
4344 -
Prosedur tetap Halaman 3 dari 3
No.............................
PENGOPRASIAN ALAT HPLC Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

 Setelah Melakukan Pengujian


 Buka LC analysis pada layar computer
 Buka File, kemudian open method untuk mencari data file cuci untuk masing-masing
method pengujian

 Atur dan pastikan selang A,B,C,D dan E pada botol fase gerak, agar sesuai dengan
method cuci yang dipergunakan
 Klik ikon instrument untuk menjalankan alat HPLC dalam proses membilas dan
menyimpan fase diam
 Setelah waktunya selesai, maka klik ikon instrument untuk menghentikan
pengoperasian instrument HPLC
 Perhatikan tekanan pada layar pompa, apabila sudah menunjukkan posisi nol, maka
kita dapat mematikan alat HPLC dengan cara menutup layar data acquisition dan
layar post run
 Akan muncul LC solution, kemudian klik LC solution untuk memutuskan hubungan
komputer dengan alat HPLC
 Setelah terdengan bunyi bip yang panjang maka kita dapat memastikan bahwa
komputer sudah tidak lagi terhubung dengan instrument HPLC
 Tekan power off pada instrument HPLC dimulai dari E,D,C,B dan terakhir A
 Klik File, shut down pada komputer untuk meng-offkan computer
 Setelah semua dipastikan off, maka tekan power off pada stabilizer.
 Cabut stop kontak alat uji HPLC
5. Pelaporan
 Catat hasil pengujian pada hasil pemeriksaan laboratorium kimia instrument untuk
setiap batch produk
 Tunjukkan print data hasil pengujian kepada Kepala Laboratorium Instrument untuk
diperiksa dan disetujui.
6. Dokumen Terkait
 Manual Book HPLC
 Farmakope Indonesia jilid IV

7. Riwayat Perubahan
No No. Protap Tanggal Berlaku Alasan Perubahan
1 PRO-03-014-00 Baru

-
34534
5345 -
PROTAP VALIDASI METODE ANALISIS

Prosedur tetap Halaman 1 dari 3


No.............................
VALIDASI METODE ANALISIS Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

1. Tujuan
Untuk memberikan petunjuk pelaksanaan vlidasi terhadap metode analisis agar metode
tetap sesuai dengan tujuan penggunaannya dan selalu memberikan hasil yang dapat
dipercaya.
2. Ruang Lingkup
 Prosedur ini berlaku untuk semua metode analisis kompendial dan non kompendial yang
digunakan di Laboratorium Pengawasan Mutu di Lembaga Farmasi TNI AL
 Prosedur ini juga berlaku untuk metode analisis yang digunakan dalam menetapkan
residu zat aktif pada validasi prosedur pembersihan
 Prosedur ini berlaku pula untuk validasi ulang metode analisis, misal dalam kasus
berikut ini :
 Perubahan proses sintesis bahan berkhasiat
 Perubahan komposisi produk jadi, bila perlu dan
 Perubahan prosedur analisis.
3. PenanggungJawab
 Manajer Pengawasan Mutu bertanggung jawab untuk :
 Menyiapkan dan mengkaji ulang secara periodis Protap ini
 Melaksanakan pelatihan teknis laboratorium dan pelatihan lain yang sesuai terhadap
semua personil yang terkait dengan validasi dan melakukan evaluasi
 hasil pelatihan sebelum validasi dilaksanakan
 Memastikan bahwa semua metode analisis divalidasi sebelum digunakan untuk
pengujian rutin
 Menyiapkan Protokol Validasi untuk tiap metode analisis dan menyusun Laporan
 Validasi berdasarkan protokol tersebut
 Manajer Pemastian Mutu bertanggung jawab untuk :
 Melakukan pengkajian dan menyetujui Protap ini serta Protokol Validasi sebelum
validasi dilakukan.
 Melakukan pengkajian terhadap data dalam Laporan Validasi dan menjamin
kelengkapan laporan sebelum menandatanganinya.
 Supervisor Pengawasan Mutu bertanggung Jawab untuk :
 Membuat jadwal pelaksanaan validasi, mengawasi pelaksanaannya dan
memeriksa kebenaran dan kelengkapan catatan pengujian.
 Menjamin bahwa status kalibrasi semua peralatan dan instrumen yang digunakan
untuk validasi telah diperbaharui.
 Menjamin bahwa semua protap yang berhubungan dengan validasi metode
analisis telah diperbaharui sesuai protokol validasi.
 Menjamin bahwa semua bahan yang digunakan untuk validasi termasuk reagensia
dan baku pembanding belum daluwarsa.

-
34634
6346 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
VALIDASI METODE ANALISIS Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

4. Prosedur
 Buat protokol validasi metode analisis dengan format seperti Lampiran 6.1.
Protokol validasi harus mencakup :
 Tujuan
 Ruang Lingkup
 Prosedur langkah demi langkah
 Metode untuk evaluasi
 Kriteria keberterimaan
 Dokumentasi dan Laporan
 Rekomendasi
 Tentukan dan lakukan evaluasi parameter validasi sesuai dengan tipe metode analisis
yang akan divalidasi.
Berikut ini adalah persyaratan / parameter validasi :

Parameter validasi Identifikasi Pengujian Impuritas Penetapan kadar


Kuantitatif Batas -Disolusi
-Kandungan/potensi
Akurasi - + - +
Presisi
Ripitabilitas - + - +
Presisi intermediat - + - + (1)
Spesifisitas (2) + + + +
Limit Deteksi - -(3) + -
Limit Kuantitasi - + - -
Linearitas - + - +
Rentang - + - +

-
34734
7347 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
PEMBERSIHAN ALAT-ALAT PENGAMBIL Tanggal Berlaku
SAMPEL ..................................
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

1. Tujuan
Memberi petunjuk tentang cara pembersihan alat-alat pengambil sampel di ruang
pembersihan alat produksi. Supaya alat-alat pengambil sampel tersebut terhindar dari
pencemaran oleh mikroba dan pencemaran silang
2. Ruang Lingkup
Protap ini berlaku untuk pembersihan alat-alat pengambil sampel yang dipergunakan di
gudang bahan awal dan di ruangan produksi
3. Penanggung Jawab
 Kepala Bagian Pengawasan Mutu
 Menyiapkan, memeriksa dan melatihkan Protap ini.
 Memastikan Protap ini dilaksanakan Analis Pengawasan Mutu.
 Kepala Bagian Pemastian Mutu
 Mengkaji dan menyetujui Protap ini.
 Memastikan Protap ini dilatihkan kepada Analis Pengawasan Mutu.
 Kasubbag Lab Instrument
 Bertanggung jawab bahwa pembersihan alat pengambil sampel dilaksanakan sesuai
dengan Protap ini.
 Melaporkan penyimpangan yang ditemukan oleh Analis kepada Kepala Bagian
Pengawasan Mutu.
 Analis Pengawasan Mutu
 Bertugas membersihkan alat pengambil sampel bahan awal sesuai Protap ini.
 Melapor kepada Kepala Urusan instrument apabila menemukan penyimpangan saat
pembersihan alat-alat pengambil sampel
4. Alat dan Bahan
 Alat
 Sikat plastik
 Botol penyemprot berisi etanol 70%
 Bungkus plastik bersih
Label bersih pembersihan alat produksi. Supaya alat-alat pengambil sampel tersebut
terhindar dari pencemaran oleh mikroba dan pencemaran silang
5. Ruang Lingkup
Protap ini berlaku untuk pembersihan alat-alat pengambil sampel yang dipergunakan di
gudang bahan awal dan di ruangan produksi
6. Penanggung Jawab
 Kepala Bagian Pengawasan Mutu
 Menyiapkan, memeriksa dan melatihkan Protap ini.
 Memastikan Protap ini dilaksanakan Analis Pengawasan Mutu.
 Kepala Bagian Pemastian Mutu
 Mengkaji dan menyetujui Protap ini.
 Memastikan Protap ini dilatihkan kepada Analis Pengawasan Mutu.
 Kasubbag Lab Instrument
-
34834
8348 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
PEMBERSIHAN ALAT-ALAT PENGAMBIL Tanggal Berlaku
SAMPEL ..................................
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

 Bertanggung jawab bahwa pembersihan alat pengambil sampel dilaksanakan sesuai


dengan Protap ini.
 Melaporkan penyimpangan yang ditemukan oleh Analis kepada Kepala Bagian
Pengawasan Mutu.
 Analis Pengawasan Mutu
 Bertugas membersihkan alat pengambil sampel bahan awal sesuai Protap ini.
 Melapor kepada Kepala Urusan instrument apabila menemukan penyimpangan saat
pembersihan alat-alat pengambil sampel
7. Alat dan Bahan
 Alat
 Sikat plastik
 Botol penyemprot berisi etanol 70%
 Bungkus plastik bersih
Label bersih
 Bahan
 Air keran
 Air murni
 Alkohol 70%
 Larutan detergen yang dibuat dengan menambahkan 20 liter detergen ke dalam 1liter
air kran
8. Prosedur
 Tempat
 Lakukan pembersihan alat penyampling sampel di ruang pencuci alat pada ruang
produksi
 Pembersihan thief sampler
 Pisahkan bagian dalam dengan bagian luar thief sampler dengan cara memutar knop
pada pangkal thief sampler sambil ditarik keluar
 Bersihkan bagian tersebut di bak pembersihan, dengan cara menyikat menggunakan
larutan detergen hingga bersih dari serbuk dan granulat
 Bilas dengan air biasa kemudian terakhir bilas dengan air murni hingga bebas dari
larutan detergen
 Semprotkan dengan etanol 70% pada alat tersebut
 Taruh di atas rak sebelah bak pengering
 Setelah kering, bungkus dengan platik bersih, dan lekatkan label bersih.
 Sendok pengambil sampel, sendok besar pengambil sampel, batang pengaduk baja
tahan karat dan pipet stainless steel
 Bersihkan bagian tersebut di bak pembersihan, dengan cara menyikat menggunakan
larutan detergen hingga bersih dari serbuk dan granulat
 Bilas dengan air biasa kemudian terakhir bilas dengan air murni hingga bebas dari
larutan detergen

-
34934
9349 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
PEMBERSIHAN ALAT-ALAT PENGAMBIL Tanggal Berlaku
SAMPEL ..................................
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

 Semprotkan dengan etanol 70% pada alat tersebut


 Taruh di atas rak sebelah bak pengering
 Setelah kering, bungkus dengan platik bersih, dan lekatkan label bersih.
 Sendok pengambil sampel, sendok besar pengambil sampel, batang pengaduk baja
tahan karat dan pipet stainless steel
 Bersihkan bagian tersebut di bak pembersihan, dengan cara menyikat menggunakan
larutan detergen hingga bersih dari serbuk dan granulat
 Bilas dengan air biasa kemudian terakhir bilas dengan air murni hingga bebas dari
larutan detergen
 Semprotkan dengan etanol 70% pada alat tersebut
 Taruh di atas rak sebelah bak pengering
 Setelah kering, bungkus dengan plastik bersih, dan lekatkan label bersih.
 Sendok pengambil sampel bahan steril
Bersihkan bagian tersebut di bak pembersihan, dengan cara menyikat menggunakan
larutan detergen hingga bersih dari serbuk dan granulat
 Bilas dengan air biasa kemudian terakhir bilas dengan air murni hingga bebas dari
larutan detergen
 Taruh di atas rak sebelah bak pengering
 Setelah kering bungkus dengan kertas perkamen, kemudian masukkan dalam oven,
sterilkan alat pada suhu 1600C selama 2 jam.
 Setelah dingin tempelkan label bersih sesuai dengan LAM-02-010 “Label Bersih
Ruangan / Mesin / Alat.”
9. Dokumen Terkait
 LAM-02-010 “Label Bersih Ruangan / Mesin / Alat.”

Riwayat Perubahan
No No. Protap Tanggal Berlaku Alasan Perubahan
1 PRO-03-003-00 Baru

-
35035
0350 -
PROTAP PENGOPRASIAN ALAT UJI WAKTU HANCUR

Prosedur tetap Halaman 1 dari 3


No.............................
PENGOPRASIAN ALAT UJI WAKTU Tanggal Berlaku
HANCUR ..................................
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

1. Tujuan
Menguraikan cara pengoperasian yang benar dari alat uji waktu hancur merk Elektrolab
model ED-2 agar memberikan hasil uji yang tepat.
2. Ruang Lingkup
Alat uji waktu hancur merk Elektrolab model ED-2 yang digunakan di Ruang Laboratorium
Kimia dan Instrument bagian Pengawasan Mutu
3. Tanggung Jawab
 Kepala Bagian Pengawasan Mutu bertanggung jawab menyusun, mengkaji kembali
secara berkala dan menyetujui.
 Kasubbag bertanggung jawab untuk melatihkan Protap dan memastikan bahwa petugas
mengoperasikan alat uji waktu hancur sesuai Protap ini.
 Analis / petugas yang ditugaskan bertanggung jawab untuk mengoperasikan alat uji
waktu hancur sesuai Protap ini.
4. Prosedur
 Sebelum Pengujian
 Isi bejana/water bath dengan air atau sesuai dengan metode pengujian (media untuk
waktu hancur)
 Pasang stop kontak, tekan tombol on/of hingga power menyala
 Letakkan beaker glass yang berisi 900 ml media waktu hancur pada water bath dan
dipasang alat pengukur panas.
 Waterbath dipanaskan dengan cara memilih dan menekan tombol temperatur.
kemudian tekan tombol on pada layar monitor.
 Suhu dapat dipantau pada layar monitor.
 Alat dapat dioperasikan apabila suhunya sudah mencapai 37 C ̊
 Masukkan masing-masing satu tablet kedalam lobang yang ada dalam keranjang,
 Masukkan cakram ke dalam lobang, kemudian putar penutup atas lobang chamber
sehingga cakram dan tablet tidak keluar selama proses pengujian.
 Pasang keranjang dan diatur posisi keranjang sehingga pada saat keranjang dibawah
permukaan atas rata dengan permukaan air, dan pada saat keranjang diatas
permukaan bawah tepat diatas permukaan air.
 Posisi keranjang juga diatur sehingga posisi nomor keranjang sama dengan posisi
nomor pada layar monitor yang ada.
 Apabila suhu sudah mencapai 370C maka alat dapat dijalankan dengan menekan run
pada layar monitor
 Selama pengujian
 Lakukan pemantauan hancurnya tablet selama proses waktu hancur secara visual
 Apabila selama proses merasakan keraguan untuk melihat hancur tidaknya suatu
tablet, maka keranjang dapat dinaikkan dengan menekan tombol “halt” pada layar
monitor

-
35135
1351 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
PENGOPRASIAN ALAT UJI WAKTU Tanggal Berlaku
HANCUR ..................................
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

 Untuk melanjutkan proses pengujian waktu hancur, maka dapat menekan tombol
“abort” pada layar monitor
 Jika tablet pada keranjang nomor tertentu hancur maka nomor keranjang tersebut
ditekan pada layar monitor sehingga monitor secara otomatis akan mencatat waktu
hancurnya tablet tersebut.
 Setelah tablet pada semua keranjang hancur dan tombol nomor pada monitor
seluruhnya telah ditekan maka keranjang secara otomatis akan naik ke atas dan
dapat dilakukan pembacaan waktu hancur pada layar monitor.
 Setelah pengujian
 Tekan tombol on/of untuk mematikan alat waktu hancur
 Cabut stop kontak
 Lepaskan keranjang dari alat uji waktu hancur
 Putar penutup atas lubang chamber, sehingga cakram dapat dikeluarkan
 Cuci alat keranjang dan chamber
 Pelaporan
 Catat hasil pengujian pada hasil pemeriksaan laboratorium kimia instrument untuk setiap
batch produk
 Tunjukkan catatan hasil pengajian kekerasan kepada Kepala Laboratorium Instrument
untuk diperiksa dan disetujui.
 Dokumen Terkait
 Farmakope Indonesia jilid IV
 Manual Book

 Riwayat Perubahan
No No. Protap Tanggal Berlaku Alasan Perubahan
1 PRO-03-017-00 Baru

-
35235
2352 -
PROTAP PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN KEMAS

Prosedur tetap Halaman 1 dari 3


No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN KEMAS Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

1. Tujuan
Memberi petunjuk tentang cara pengambilan sampel bahan kemas di Gudang termasuk
penanganan sampel yang benar supaya terhindar dari pencemaran oleh mikroba dan
pencemaran silang.
2. Ruang Lingkup
Protap ini berlaku untuk pengambilan sampel dari bahan kemas yang baru diterima dari
pemasok
3. Penanggung Jawab
 Kepala Bagian Pengawasan Mutu
 Menyiapkan, memeriksa dan melatihkan Protap ini.
 Memastikan Protap ini dilaksanakan Analis Pengawasan Mutu.
 Kepala Bagian Pemastian Mutu
 Mengkaji dan menyetujui Protap ini.
 Memastikan Protap ini dilatihkan kepada Analis Pengawasan Mutu.
 Kepala Urusan Analisis Instrument
 Bertanggung jawab bahwa pengambilan bahan kemas awal dilaksanakan sesuai
dengan Protap ini.
 Melaporkan penyimpangan yang ditemukan oleh Analis kepada Kepala Bagian
Pengawasan Mutu apabila ditemukan wadah sampel bahan kemas yang rusak Analis
Pengawasan Mutu
 Bertugas mengambil sampel bahan kemas sesuai Protap ini.
 Mencatat semua pengambilan sampel di Buku Log Sampel Bahan Kemas.
 Melakukan analisis terhadap sampel.
 Melapor kepada Kasubbag Pengawasan Mutu apabila menemukan penyimpangan
saat pengambilan sampel
4. Alat dan Bahan
 Alat Pengambil Sampel
 Gunting
 Plastik sampel
 Alat Pelindung
 Masker
 Sarung tangan
5. Prosedur
 Persiapan Pengambilan Sampel
 Lakukan persiapan sesuai Jadwal Pengambilan Sampel.
 Minta sertifikat analisis dan Daftar Periksa Penerimaan Bahan Kemas dari Petugas
Gudang.

-
35335
3353 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN KEMAS Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

 Siapkan dan isi Daftar Periksa Pengambilan Sampel Bahan Kemas LAM-03-050
“Daftar Periksa Pengambilan Sampel Bahan Kemas”.
 Periksa label “KARANTINA” warna kuning yang telah ditempel oleh Petugas Gudang
pada setiap wadah yang mencantumkan nama bahan dan nomor lot/ betsnya.
 Siapkan label wadah sampel sebanyak jumlah wadah bahan kemas yang akan
dibuka untuk diambil sampelnya.
 Isi label wadah "SAMPEL" sesuaikan dengan LAM-03-046 “Penandaan Wadah
Sampel” sebanyak jumlah wadah bahan awal kemas yang akan dibuka untuk diambil
sampelnya.
 Pengambilan sampel bahan pengemas primer dilakukan di dalam ruang
pengambilan sampel yang setara dengan Kelas kebersihan jenis proses produksi dan
dilengkapi dengan dust extractor.
 Rekatkan tiap label pada wadah sampel yang sudah disiapkan mengikuti Protap
PRO-03-007 “Pemakaian Ruang Pengambilan Sampel Bahan Awal dan Bahan
Pengemas.”
 Kenakan masker, sarung tangan karet dan pakaian pelindung, pada saat mengambil
sampel.
 Cuci tangan dengan air & sabun serta disinfektan.
 Pola Pengambilan dan Penanganan Sampel
 Jumlah pengambilan sampel bahan awal harus mencukupi untuk semua
pemeriksaan yang diperlukan LAM-03-051 “Pola Pengambilan Sampel Tunggal
untuk Inspeksi Normal”.
 Kode pengambilan sampel
Tingkat inspeksi yang diberlakukan terhadap tiap kebutuhan ditetapkan oleh yaitu
Tingkat Inspeksi II. Jumlah unit sampel yang akan diambil ditetapkan dengan
pemberian kode huruf. Kode huruf dapat dilihat pada LAM-03-052 “Kode Huruf bagi
jumlah unit sampel yang diambil.” Tabel dibawah ini digunakan untuk mendapatkan
kode huruf terhadap ukuran lot atau bets tertentu pada tingkat inspeksi yang
ditetapkan.
 Inspeksi persentase yang cacat
Untuk menentukan suatu lot atau bets dapat diterima berdasarkan inspeksi
persentase yang cacat, gunakan pola pengambilan sampel yang berlaku untuk
pengambilan sampel tunggal.

Kesalahan Batas Penerimaan Kualitas

Kritikal 0,000
Mayor 0,10
Minor 1,5
Kosmetik 6,5

-
35435
4354 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
PENGAMBILAN SAMPEL BAHAN KEMAS Tanggal Berlaku
Departemen Saksi ..................................
Pengawasan Mutu .....................................

Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti


Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

 Pola Pengambilan Sampel


Jumlah unit sampel yang diperiksa sesuai dengan jumlah yang ditetapkan dalam pola
pengambilan sampel. Apabila jumlah unit yang ditemukan cacat sama atau kurang
dari angka numerik pelulusan maka lot atau bets bersangkutan diluluskan. Apabila
jumlah unit yang ditemukan cacat sama atau lebih dari angka numerik penolakan
maka lot atau bets bersangkutan ditolak.
 Pengambilan Sampel
 Sampel bahan kemas primer berupa alumunium foil yang dibungkus plastik, dibuka
kemudian digunting sejumlah sampel yang telah ditentukan, diambil dan disimpan
untuk diuji
 Botol plastik diambil dari kardus kemudian dicek apakah sesuai dengan
spesifikasinya. Apabila telah sesuai maka botol dikembalikan ke dalam kardus
 Etiket dalam kardus dibuka kemudian diambil sejumlah yang ditetapkan dan dicek
spesifikasinya. Kemudian dikembalikan ke dalam kardus
 Dus strip dan dus master diambil sesuai dengan jumlah yang ditentukan, kemudian
dicek apakah sesuai dengan spesifikasinya. Kemudian dikembalikan ke dalam kardus

6. Penyerahan Dokumen
Serahkan Catatan Pengambilan Sampel kepada Kepala Laboratorium Kimia Instrument
untuk dikaji dan diberikan paraf persetujuannya

7. Riwayat Perubahan
No No. Protap Tanggal Berlaku Alasan Perubahan
1 PRO-03-006-00 Baru

-
35535
5355 -
PROTAP METODE PENGUJIAN KAPLET PARACETAMOL 500 MG

Prosedur tetap Halaman 1 dari 3


No.............................
METODE PENGUJIAN KAPLET Tanggal Berlaku
PARACETAMOL 500 MG ..................................
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

o Pemerian
Pemerian secara organoleptis yang dilakukan meliputi serbuk hablur, berwarna putih,
tidak berbau dan rasa pahit.
 Bahan Aktif Obat Tiap Kaplet
a. Alat
Alat yang digunakan dalam pembuatan kaplet parasetamol di antaranya:
1) Labu Ukur 500 ml 1 buah
2) Labu ukur 50 ml 1 buah
3) Pipet volume 2 ml 1 buah
b. Bahan
Bahan yang digunakan dalam pembuatan kaplet parasetamol di antaranya:
1) Air murni
2) Metanol
c. Pengkondisian Alat
Pengkondisian alat yang dilakukan adalah:
1) Volume injeksi 10 µL
2) Kolom L1 (10 µm) panjang 30 cm
3) Kecepatan 1,5 ml/ menit
4) Diukur pada panjang gelombang 243 nm
5) Fase gerak metanol : air = 1 : 3
d. Pembuatan Larutan Standar
Langkah-langkah yang dilakuakan dalam membuat larutan standar adalah:
0) Paracetamol standar ditimbang sebanyak 50 mg dan masukkan dalam labu ukur
200 ml.
1) Paracetamol dilarutkan dalam fase gerak (metanol : air = 1 : 3) dan disonifikasi
selama 30 menit.
2) Larutan di atas diambil dengan pipet sebanyak 2 ml dan masukkan ke dalam
labu ukur 250 ml serta diencerkan dengan fase gerak sonifikasi selama 5 menit
(konsentrasi 10 ppm).
3) Penyaringan dilakukan dengan menggunakan penyaring porositas 0,5 µm dan
masukkan dalam vial kromatografi.
4) Penentuan serapan dilakukan dengan HPLC.
e. Penetapan kadar
1) Sebanyak 20 kaplet Paracetamol ditimbang.
2) Paracetamol tersebut digerus dan timbang sejumlah serbuk kaplet yang setara
dengan ± 100 mg Paracetamol.
3) Masukkan dalam labu ukur 200 ml dan tambahkan ± 100 ml fase gerak (air :
matanol = 1 : 3).
4) Selama 10 menit dikocok dan encerkan dengan fase gerak sampai tanda batas.
Larutan tersebut diambil dengan pipet sebanyak 2 ml dan dimasukkan ke dalam
labu ukur 50 ml serta encerkan dengan fase gerak sampai tanda batas.

-
35635
6356 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
METODE PENGUJIAN KAPLET Tanggal Berlaku
PARACETAMOL 500 MG ..................................
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

5) Larutan tersebut diambil dengan pipet sebanyak 2 ml dan dimasukkan ke dalam


labu ukur 50 ml serta encerkan dengan fase gerak sampai tanda batas.
6) Larutan disaring dengan penyaring dengan porositas 0,5 µm dan filtrat pertama
dibuang.
7) Filtrat selanjutnya digunakan sebagai larutan uji dan masukkan dalam vial
sampel kromatografi.
8) Jalankan alat HPLC.
9) Kadar Paracetamol dalam kaplet dihitung dengan rumus
𝑟𝑢
10000 x C x [ ]
𝑟𝑠
Keterangan :
C = Kadar paracetamol bahan baku standar dalam mg/ ml bahan baku
Ru = Respon puncak larutan uji
Rs = Respon puncak larutan baku
Syarat = Setiap kaplet mengandung paracetamol 450 mg-550 mg

 Karakteristik Fisika dan Kimia


a. Uji Kekerasan
1) Sebanyak 10 kaplet diambil dan jalankan sesuai alat kekerasan tablet.
2) Hasil diprint.
3) Pembandingan dilakukan dengan nilai standar uji kekerasan yaitu 9,807 N (> 10
N).
b. Uji Disolusi
1) Media disolusi menggunakan larutan dapar phospat 900 ml ph 5,8 dan tipe alat
yang digunakan adalah tipe 2 dengan 50 rpm selama 30 menit.
2) Prosedur
a. Alat uji disolusi dioperasikan.
b. Kaplet dimasukkan ke masing-masing chamber.
c. Penetapan kadar paracetamol yang terlarut dilakukan dengan mengukur
serapan filter larutan uji dengan menggunakan alat HPLC.
d. Pembandingan dilakukan dengan nilai standar uji disolusi yaitu dalam waktu
30 menit harus ≥ 80% obat yang terdisolusi dari jumlah yang tertera pada
etiket.
c. Bobot kaplet
1) Sebanyak 20 kaplet diambil dan bobot kaplet ditimbang satu persatu kemudian
dicatat.
2) Pembandingan dilakukan dengan nilai standar bobot kaplet yaitu tidak boleh
lebih dari 2 tablet yang bobotnya menyimpang dengan bobot rata-rata dengan
ketentuan 5%

-
35735
7357 -
Prosedur tetap Halaman 1 dari 3
No.............................
METODE PENGUJIAN KAPLET Tanggal Berlaku
PARACETAMOL 500 MG ..................................
Departemen Saksi
Pengawasan Mutu .....................................
Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui oleh Mengganti
Pengawasan Mutu ......................... .................................. No..............................
Tanggal 11 April Tanggal................... Tanggal........................ Tanggal..........................
2015

d. Waktu hancur
1) Sebanyak 6 kaplet disiapkan.
2) Masing-masing kaplet dimasukkan ke dalam keranjang yang pada atasnya
dimasukkan cakram kemudian geser penutup logam alat uji waktu hancur.
3) Bejana diisi dengan air kemudian alat dijalankan.
4) Pembandingan dilakukan dengan nilai standar waktu hancur yaitu < 60 menit.
e. Kerenyahan
1) Sebanyak 20 sampel kaplet paracetamol diambil.
2) Masing-masing kaplet ditimbang kemudian dicatat beratnya (V0).
3) 20 tablet tersebut dimasukkan ke dalam alat uji friabilitas.
4) Alat dioperasikan uji friabilitas
5) 20 kaplet tersebut diambil dan dibersihkan dari sisa-sisa serbuk.
6) Penimbangan (Vt) dilakukan dan hasilnya dicatat.
7) Masukkan rumus untuk menghitung nilai friabilitas
𝑣𝑜−𝑣𝑡
Friabilitas = x 100%
𝑣𝑜
8) Pembandingan dilakukan dengan nilai standar kerenyahan yaitu kurang dari
0,8%

\
-
35835
8358 -
LAMPIRAN 1

UJI KEKERASAN TABLET PARACETAMOL

No Replikasi 1 Replikasi 2 Replikasi 3


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Rata-
rata

Persyaratan: 9,807 N (> 10 N).

Kesimpulan:_________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
___

LAMPIRAN 2

UJI DISOLUSI TABLET PARACETAMOL

No. 5 menit 10 menit 15 menit 20 menit 25 menit 30 menit


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Rata-rata

Persyaratan: dalam waktu 30 menit harus ≥ 80% obat yang terdisolusi dari jumlah yang tertera
pada etiket.

Kesimpulan:_________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
__

-
35935
9359 -
LAMPIRAN 3

UJI BOBOT KAPLET PARACETAMOL

No Bobot Kaplet No Bobot Kaplet


1 11
2 12
3 13
4 14
5 15
6 16
7 17
8 18
9 19
10 20
Rata-rata

Persyaratan: tidak boleh lebih dari 2 tablet yang bobotnya menyimpang dengan bobot rata-rata
dengan ketentuan 5%.

Kesimpulan:_________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
__

LAMPIRAN 4

UJI WAKTU HANCUR KAPLET PARACETAMOL

Tablet Waktu Hancur


1
2
3
4
5
6
Rata-
rata

Persyaratan: kurang dari 60 menit

Kesimpulan:_________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____

-
36036
0360 -
LAMPIRAN 5

UJI KERENYAHAN KAPLET PARACETAMOL

Tablet Vo Vt
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Rata-rata

Persyaratan: kurang dari 0,8%

Kesimpulan:_________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____

-
36136
1361 -