Anda di halaman 1dari 8

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi

No. 107/12/Th.XX, 04 Desember 2017

BERITA
RESMI
STATISTIK
Perkembangan
Indeks Harga Konsumen/
Inflasi
• Pada November 2017 terjadi inflasi sebesar 0,20 persen dengan
Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,35. Dari 82 kota
IHK, 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 1,80 persen dengan
IHK sebesar 138,11 dan terendah terjadi di Bekasi dan Palopo
masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing
sebesar 126,24 dan 127,49. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi
di Tual sebesar 2,74 persen dengan IHK sebesar 150,99 dan
November 2017 terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen dengan IHK
inflasi sebesar sebesar 124,20.
• Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan
0,20 persen. oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu:
Inflasi tertinggi kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen; kelompok
makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22
terjadi di Singaraja persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan
bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,12
sebesar 1,80 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok
pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,10 persen; dan
persen. kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,09 persen.
• Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2017 sebesar
2,87 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2017
terhadap November 2016) sebesar 3,30 persen.
• Komponen inti pada November 2017 mengalami inflasi sebesar
0,13 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender
(Januari–November) 2017 mengalami inflasi sebesar 2,82 persen
dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (November
2017 terhadap November 2016) sebesar 3,05 persen.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi 1


1. Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok
Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2017 secara umum menunjukkan
adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 82 kota pada November 2017 terjadi
inflasi sebesar 0,20 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,09 pada
Oktober 2017 menjadi 130,35 pada November 2017. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–
November) 2017 sebesar 2,87 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2017
terhadap November 2016) sebesar 3,30 persen.
Tabel 1
IHK dan Tingkat Inflasi Gabungan 82 Kota November 2017,
Tahun Kalender 2017, dan Tahun ke Tahun
Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Tingkat
Tingkat Tingkat
Inflasi Andil Inflasi
IHK IHK IHK Inflasi Inflasi
Tahun November
Kelompok Pengeluaran November Desember November November
Kalender
Tahun ke
2017
2016 2016 2017 20171) Tahun3)
20172) (%)
(%) (%)
(%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

U m u m (Headline) 126,18 126,71 130,35 0,20 2,87 3,30 0,20

Bahan Makanan 139,88 140,58 139,20 0,37 -0,98 -0,49 0,09

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan


132,67 133,27 138,32 0,22 3,79 4,26 0,04
Tembakau

Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan


121,46 121,68 127,71 0,13 4,96 5,15 0,03
Bakar

Sandang 114,03 113,50 117,80 0,12 3,79 3,31 0,01

Kesehatan 121,09 121,48 124,89 0,27 2,81 3,14 0,01

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 117,82 117,88 121,72 0,10 3,26 3,31 0,01

Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 123,04 124,42 128,72 0,09 3,46 4,62 0,01

1)
Persentase perubahan IHK November 2017 terhadap IHK Oktober 2017.
2)
Persentase perubahan IHK November 2017 terhadap IHK Desember 2016.
3)
Persentase perubahan IHK November 2017 terhadap IHK November 2016.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh
indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,37 persen; kelompok
makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan,
air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,12 persen;
kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar
0,10 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,09 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2017, antara lain:
cabai merah, beras, bawang merah, daging ayam ras, ikan segar, telur ayam ras, mie, rokok kretek
filter dan bensin. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain: apel,
jeruk, tomat buah dan bawang putih.

2 Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi


Pada November 2017 seluruh kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi,
yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,09; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan
tembakau sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar
0,03 persen; kelompok sandang sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen;
kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen; dan kelompok transpor,
komunikasi, dan jasa keuangan 0,01 persen.
1.1. Bahan Makanan
Kelompok ini pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,37 persen atau terjadi
kenaikan indeks dari 138,69 pada Oktober 2017 menjadi 139,20 pada November 2017.
Dari 11 subkelompok pada kelompok ini, 7 subkelompok mengalami inflasi dan 4
subkelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yaitu
subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 3,57 persen dan terendah subkelompok kacang-
kacangan sebesar 0,05 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi, yaitu
subkelompok buah-buahan sebesar 1,47 persen dan terendah subkelompok bahan makanan
lainnya sebesar 0,06 persen.
Kelompok ini pada November 2017 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,09
persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: cabai merah
sebesar 0,06 persen; beras sebesar 0,03 persen; bawang merah sebesar 0,02 persen; daging
ayam ras, ikan segar dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan komoditas
yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu: apel, jeruk, tomat buah dan bawang
putih masing-masing sebesar 0,01 persen.
1.2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau
Kelompok ini pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,22 persen atau terjadi
kenaikan indeks dari 138,01 pada Oktober 2017 menjadi 138,32 pada November 2017.
Dari 3 subkelompok pada kelompok ini, 2 subkelompok mengalami inflasi dan 1
subkelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu: subkelompok
makanan jadi sebesar 0,17 persen dan subkelompok tembakau dan minuman berakohol sebesar
0,67. Sedangkan subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami deflasi sebesar 0,03
persen.
Kelompok ini pada November 2017 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,04
persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: mie dan rokok
kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen.
1.3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar
Kelompok ini pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen atau terjadi
kenaikan indeks dari 127,55 pada Oktober 2017 menjadi 127,71 pada November 2017.
Seluruh subkelompok pada kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok biaya
tempat tinggal sebesar 0,12 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar
0,09 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,21 persen; dan subkelompok
penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,24 persen.
Kelompok ini pada November 2017 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,03
persen.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi 3


1.4. S a n d a n g
Kelompok ini pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,12 persen atau terjadi
kenaikan indeks dari 117,66 pada Oktober 2017 menjadi 117,80 pada November 2017.
Seluruh subkelompok pada kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok sandang
laki-laki sebesar 0,23 persen; subkelompok sandang wanita sebesar 0,09 persen, subkelompok
sandang anak-anak sebesar 0,03 persen; dan subkelompok barang pribadi dan sandang lain
sebesar 0,11 persen.
Kelompok ini pada November 2017 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01
persen.
1.5. K e s e h a t a n
Kelompok ini pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen atau terjadi
kenaikan indeks dari 124,55 pada Oktober 2017 menjadi 124,89 pada November 2017.
Seluruh subkelompok pada kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok jasa
kesehatan sebesar 0,08 persen; subkelompok obat-obatan sebesar 0,37 persen; subkelompok
jasa perawatan jasmani sebesar 0,15 persen; dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika
sebesar 0,42 persen.
Kelompok ini pada November 2017 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01
persen.
1.6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga
Kelompok ini pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,10 persen, atau terjadi
kenaikan indeks dari 121,60 pada Oktober 2017 menjadi 121,72 pada November 2017.
Dari 5 subkelompok pada kelompok ini, 4 subkelompok mengalami inflasi dan 1 subkelompok
tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami inflasi, yaitu: subkelompok kursus-
kursus/pelatihan sebesar 0,81 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar
0,04 persen; subkelompok rekreasi sebesar 0,26 persen; dan subkelompok olahraga sebesar
0,03 persen. Sedangkan subkelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok
pendidikan.
Kelompok ini pada November 2017 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01
persen.
1.7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan
Kelompok ini pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen atau terjadi
penurunan indeks dari 128,61 pada Oktober 2017 menjadi 128,72 pada November 2017.
Dari 4 subkelompok pada kelompok ini, 2 subkelompok mengalami inflasi, 1 subkelompok
mengalami deflasi, dan 1 subkelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang
mengalami inflasi, yaitu: subkelompok transpor sebesar 0,11 persen dan subkelompok sarana
dan penunjang transpor sebesar 0,20 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi, yaitu
subkelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,04 persen. Sedangkan subkelompok yang
tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok jasa keuangan.
Kelompok ini pada November 2017 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,01
persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi adalah bensin sebesar
0,01 persen.

4 Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi


2. Perbandingan Inflasi Tahunan
Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–November) 2017 sebesar 2,87 persen dan tingkat
inflasi tahun ke tahun (November 2017 terhadap November 2016) sebesar 3,30 persen. Sedangkan
tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2016 dan 2015 masing-masing sebesar
2,59 persen dan 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk November 2016 terhadap
November 2015 dan November 2015 terhadap November 2014 masing-masing sebesar 3,58
persen dan 4,89 persen.

Tabel 2
Tingkat Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun
2015–2017 (Persen)

Tingkat Inflasi 2015 2016 2017


(1) (2) (3) (4)
November 0,21 0,47 0,20
Tahun Kalender (Januari–November) 2,37 2,59 2,87
Tahun ke Tahun (November tahun n terhadap November tahun n-1) 4,89 3,58 3,30

Gambar 1
Perbandingan Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun
2015–2017

8
7
6
5
4
3
2
1
0
Jan-Jan Feb-Feb Mar-Mar Apr-Apr Mei-Mei Jun-Jun Jul-Jul Agt-Agt Sep-Sep Okt-Okt Nov-Nov

2015 thd 2014 2016 thd 2015 2017 thd 2016

3. Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Antarkota


Pada November 2017 terjadi inflasi sebesar 0,20 persen dengan Indeks Harga Konsumen
(IHK) sebesar 130,35. Dari 82 kota IHK, 68 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 1,80 persen dengan IHK sebesar 138,11 dan terendah
terjadi di Bekasi dan Palopo masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing
sebesar 126,24 dan 127,49. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,74 persen
dengan IHK sebesar 150,99 dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen dengan IHK
sebesar 124,20.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi 5


3.1. Pulau Sumatera
Pada November 2017 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota,
seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,11 persen dengan IHK
sebesar 136,07 dan terendah terjadi di Tanjung Pinang sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar
129,18 (Tabel 3).
3.2. Pulau Jawa
Pada November 2017 dari kota-kota IHK di wilayah Pulau Jawa yang berjumlah 26 kota,
seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,57 persen dengan IHK
sebesar 126,65 dan terendah terjadi di Bekasi sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 126,24
(Tabel 4).
3.3. Luar Pulau Jawa dan Pulau Sumatera
Pada November 2017 dari kota-kota IHK di luar Pulau Jawa dan Sumatera yang berjumlah
33 kota, 19 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi Singaraja
sebesar 1,80 persen dengan IHK sebesar 138,11 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,02
persen dengan IHK sebesar 127,49. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,74 persen
dengan IHK sebesar 150,99 dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen dengan IHK
sebesar 124,20 (Tabel 5).

Tabel 3
Perbandingan Indeks dan Tingkat Inflasi November 2017
Kota-Kota di Pulau Sumatera dengan Nasional (2012=100)

November 2017 November 2017


KOTA KOTA
IHK Tingkat Inflasi (%) IHK Tingkat Inflasi (%)
(1) (2) (3) (1) (2) (3)
         1.      Meulaboh 130,28 0,88       13.      Bungo 129,23 0,42
         2.      Banda Aceh 124,45 0,30       14.      Jambi 128,67 0,83
         3.      Lhokseumawe 126,39 0,31       15.      Palembang 127,73 0,35
         4.      Sibolga 136,07 1,11       16.      Lubuklinggau 127,76 0,70
         5.      Pematangsiantar 135,53 0,32       17.      Bengkulu 138,87 0,17
         6.      Medan 136,17 0,40       18.      Bandar Lampung 130,70 0,21
         7.      Padangsidimpuan 129,03 0,64       19.      Metro 136,88 0,08
         8.      Padang 135,33 0,48       20.      Tanjung Pandan 137,50 0,26
         9.      Bukittinggi 127,55 0,32       21.      Pangkalpinang 135,15 0,12
      10.      Tembilahan 134,76 0,51       22.      Batam 131,26 0,11
      11.      Pekanbaru 132,52 0,33       23.      Tanjung Pinang 129,18 0,04
      12.      Dumai 133,11 0,62
NASIONAL 130,35 0,20 NASIONAL 130,35 0,20

6 Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi


Tabel 4
Perbandingan Indeks dan Tingkat Inflasi November 2017
Kota-Kota di Pulau Jawa dengan Nasional (2012=100)
November 2017 November 2017
KOTA KOTA
IHK Tingkat Inflasi (%) IHK Tingkat Inflasi (%)
(1) (2) (3) (1) (2) (3)
         1.      Jakarta 130,12 0,08          14.      Tegal 126,81 0,28
         2.      Bogor 131,30 0,41          15.      Yogyakarta 127,24 0,20
         3.      Sukabumi 129,47 0,19          16.      Jember 126,05 0,34
         4.      Bandung 128,67 0,39          17.      Banyuwangi 125,62 0,33
         5.      Cirebon 125,73 0,16          18.      Sumenep 126,65 0,57
         6.      Bekasi 126,24 0,02          19.      Kediri 126,23 0,23
         7.      Depok 128,46 0,12          20.      Malang 130,45 0,27
         8.      Tasikmalaya 128,61 0,13          21.      Probolinggo 126,13 0,27
         9.      Cilacap 132,66 0,39          22.      Madiun 128,01 0,10
      10.      Purwokerto 127,33 0,39        23.      Surabaya 130,16 0,18
      11.      Kudus 135,86 0,35        24.      Tangerang 137,19 0,36
      12.      Surakarta 124,84 0,15        25.      Cilegon 137,22 0,34
      13.      Semarang 128,26 0,30        26.      Serang 139,31 0,29
NASIONAL 130,35 0,20 NASIONAL 130,35 0,20

Tabel 5
Perbandingan Indeks dan Tingkat Inflasi November 2017
Kota-Kota di Luar Pulau Jawa dan Pulau Sumatera dengan Nasional (2012=100)
November 2017 November 2017
KOTA KOTA
IHK Tingkat Inflasi (%) IHK Tingkat Inflasi (%)
(1) (2) (3) (1) (2) (3)
1 Singaraja 138,11 1,80 18 Bulukumba 135,90 0,19
2 Denpasar 125,82 0,19 19 Watampone 126,14 0,04
3 Mataram 127,85 0,26 20 Makassar 130,67 0,33
4 Bima 132,55 0,81 21 Pare-Pare 124,89 0,16
5 Maumere 123,46 0,10 22 Palopo 127,49 0,02
6 Kupang 129,96 0,82 23 Kendari 124,44 -0,34
7 Pontianak 139,31 -0,25 24 Bau-Bau 131,76 0,41
8 Singkawang 130,99 -0,36 25 Gorontalo 126,08 0,17
9 Sampit 130,37 0,29 26 Mamuju 129,51 0,45
10 Palangka Raya 126,34 0,11 27 Ambon 125,37 -0,59
11 Tanjung 128,50 0,42 28 Tual 150,99 -2,74
12 Banjarmasin 130,13 0,05 29 Ternate 131,15 -1,06
13 Balikpapan 132,94 -0,20 30 Manokwari 124,20 -0,02
14 Samarinda 132,61 -0,12 31 Sorong 128,30 -0,19
15 Tarakan 139,17 -0,18 32 Merauke 132,49 0,27
16 Manado 128,06 -0,09 33 Jayapura 128,81 -0,09
17 Palu 130,15 -0,14
NASIONAL 130,35 0,20 NASIONAL 130,35 0,20

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi 7


4. Inflasi Komponen Inti
Komponen inti pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen atau terjadi
kenaikan indeks dari 122,43 pada Oktober 2017 menjadi 122,59 pada November 2017. Komponen
yang harganya diatur pemerintah dan komponen yang harganya bergejolak mengalami inflasi
masing-masing sebesar 0,21 persen dan 0,38 persen.
Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen
bergejolak untuk inflasi tahun kalender (Januari–November) 2017 masing-masing sebesar 2,82
persen; 7,72 persen; dan -1,71 persen, serta inflasi tahun ke tahun (November 2017 terhadap
November 2016) masing-masing sebesar 3,05 persen; 8,76 persen; dan -1,24 persen (lihat Tabel
6).
Komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah dan komponen yang harganya
bergejolak memberikan andil/sumbangan inflasi masing-masing sebesar 0,08 persen; 0,04
persen; dan 0,08 persen (lihat Tabel 6).
5. Inflasi Komponen Energi
Komponen energi pada November 2017 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen atau terjadi
kenaikan indeks dari 157,45 pada Oktober 2017 menjadi 157,65 pada November 2017.
Inflasi komponen energi untuk tahun kalender (Januari–November) 2017 sebesar 11,45
persen dan inflasi tahun ke tahun (November 2017 terhadap November 2016) sebesar 11,90
persen. Komponen energi pada bulan ini memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional
sebesar 0,01 persen (lihat Tabel 6).
Tabel 6
Tingkat Inflasi November 2017, Tahun Kalender 2017, dan Tahun ke Tahun
Menurut Kelompok Komponen dan Menurut Kelompok Komponen Energi

Tingkat Tingkat Tingkat Andil


IHK IHK IHK
Inflasi Inflasi Tahun Inflasi Tahun Inflasi
Komponen November Desember November
November Kalender ke Tahun November
2016 2016 2017
2017 (%) 2017 (%) (%) 2017 (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)


Umum 126,18 126,71 130,35 0,20 2,87 3,30 0,20

Inti 118,96 119,23 122,59 0,13 2,82 3,05 0,08


Harga Diatur Pemerintah 138,76 140,11 150,92 0,21 7,72 8,76 0,04
Bergejolak 141,48 142,15 139,72 0,38 -1,71 -1,24 0,08

Energi 140,89 141,45 157,65 0,13 11,45 11,90 0,01

Diterbitkan oleh:

Badan Pusat Statistik Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh Undang-
Jl. dr. Sutomo No. 6–8
Jakarta-Indonesia 10710 Undang, hak cipta melekat pada Badan Pusat Statistik.
Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengo-
Ir. Efliza ME munikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau
Plt. Direktur Statistik Harga seluruh isi tulisan ini untuk tujuan komersial tanpa izin
Telepon: 3810291-5, Pesawat 6230 tertulis dari Badan Pusat Statistik.
E-mail: efliza@bps.go.id
Website : www.bps.go.id

8 Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi