Anda di halaman 1dari 12

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017

No. 110/12/Th.XX, 04 Desember 2017

BERITA
RESMI
STATISTIK
Perkembangan Pariwisata
dan Transportasi Nasional
Oktober 2017
A. Perkembangan Pariwisata
• Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke
Indonesia Oktober 2017 naik 11,33 persen dibanding jumlah
kunjungan pada Oktober 2016, yaitu dari 1,04 juta kunjungan
Jumlah menjadi 1,16 juta kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan
kunjungan dengan September 2017, jumlah kunjungan wisman pada
Oktober 2017 mengalami penurunan sebesar 4,54 persen.
wisman ke • Secara kumulatif (Januari–Oktober) 2017, jumlah kunjungan
Indonesia wisman ke Indonesia mencapai 11,62 juta kunjungan atau naik
23,55 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman
Oktober 2017 pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah
mencapai 1,16 9,40 juta kunjungan.
• Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang
juta kunjungan. di Indonesia pada Oktober 2017 mencapai rata-rata 56,93
Sementara TPK persen atau naik 0,80 poin dibandingkan dengan TPK Oktober
2016 yang tercatat sebesar 56,13 persen. Sementara itu, jika
hotel klasifikasi dibanding TPK September 2017, TPK hotel klasifikasi bintang
bintang Oktober pada Oktober 2017 mengalami penurunan sebesar 1,49 poin.
• Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel
2017 mencapai klasifikasi bintang selama Oktober 2017 tercatat sebesar 1,92
56,93 persen hari, terjadi kenaikan 0,11 poin jika dibandingkan keadaan
Oktober 2016.

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017 1


1. Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
Secara kumulatif Januari–Oktober 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara
atau wisman ke Indonesia mencapai 11,62 juta kunjungan atau naik 23,55 persen dibanding
jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 9,40
juta kunjungan. Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui 19
pintu utama sebanyak 10,01 juta kunjungan dan wisman yang berkunjung di luar 19 pintu utama
sebanyak 1,61 juta kunjungan.
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Oktober 2017 mencapai 1,16 juta kunjungan,
mengalami kenaikan sebesar 11,33 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada Oktober
2016 yang berjumlah 1,04 juta kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan September
2017, jumlah kunjungan wisman Oktober 2017 mengalami penurunan sebesar 4,54 persen.
Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui 19 pintu utama
sebanyak 964,89 ribu kunjungan dan wisman yang berkunjung di luar 19 pintu utama sebanyak
193,71 ribu kunjungan.
Jumlah kunjungan wisman reguler ke Indonesia yang melalui 19 pintu utama pada Oktober
2017 mengalami kenaikan sebesar 2,70 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan
yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah kunjungan wisman reguler Oktober 2017 tersebut
terjadi di tujuh pintu masuk utama dengan persentase kenaikan tertinggi tercatat di Bandara
Sam Ratulangi, Sulawesi Utara yang mencapai 102,77 persen, diikuti Pelabuhan Tanjung Pinang,
Kepulauan Riau 55,50 persen, dan Pelabuhan Tanjung Uban, Kepulauan Riau 38,77 persen,
sedangkan kenaikan terendah terjadi di Bandara Sepinggan, Kalimantan Timur 1,48 persen.
Sementara itu, penurunan jumlah kunjungan wisman reguler Oktober 2017 terjadi di beberapa
pintu masuk utama dengan persentase penurunan paling tinggi terjadi di Bandara Hasanuddin,
Sulawesi Selatan sebesar 45,93 persen, dan penurunan paling rendah terjadi di Pintu Masuk
Batam, Kepulauan Riau sebesar 1,10 persen.
Jika dibanding dengan kunjungan selama September 2017, jumlah kunjungan wisman
reguler ke Indonesia yang melalui 19 pintu utama pada Oktober 2017 mengalami penurunan
sebesar 9,78 persen. Penurunan ini terjadi di sebagian besar pintu masuk utama dengan
persentase penurunan paling besar terjadi di Pintu Masuk Entikong, Kalimantan Barat, yaitu
sebesar 49,07 persen, dan penurunan paling kecil terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, Banten
yaitu sebesar 1,70 persen. Sementara itu, kenaikan kunjungan wisman regular tercatat di empat
pintu masuk utama dengan persentase kenaikan paling tinggi terjadi di Bandara Sam Ratulangi,
Sulawesi Utara sebesar 21,90 persen dan kenaikan paling kecil terjadi di Pelabuhan Tanjung Uban,
Kepulauan Riau sebesar 3,02 persen.
Jumlah kunjungan wisman yang datang di luar 19 pintu utama pada Oktober 2017
mengalami kenaikan sebesar 92,22 persen dibanding Oktober 2016, yaitu dari 100,77 ribu
kunjungan menjadi 193,71 ribu kunjungan. Begitu pula jika dibanding September 2017, jumlah
kunjungan wisman di luar 19 pintu utama mengalami kenaikan sebesar 29,13 persen.
Pada Oktober 2017, wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas (PLB)
mencapai 155,92 ribu kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 364,18 persen jika dibanding
Oktober 2016 yang sebanyak 33,59 ribu kunjungan. Begitu pula jika dibanding September 2017,
wisman yang berkunjung melalui PLB mengalami kenaikan sebesar 42,47 persen. Sementara,
wisman yang berkunjung melalui pintu lainnya pada Oktober 2017 mengalami penurunan
sebesar 43,75 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya dan mengalami penurunan
sebesar 6,84 persen jika dibanding September 2017.

2 Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017


Tabel 1
Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Menurut Pintu Masuk

Jumlah Kunjungan Perubahan Perubahan Perubahan


Okt 2017 Okt 2017 Jan–Okt
Pintu Masuk
Okt Sep Okt Jan–Okt Jan–Okt thd 2016 thd Sep 2017 thd
2016 2017 2017*) 2016 2017 (%) 2017 (%) 2016 (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)


I. Wisman melalui 19 Pintu Utama 939 877 1 063 632 964 887 8 712 749 10 006 407 2,66 -9,28 14,85

A. Wisman Reguler 913 589 1 039 993 938 250 8 421 750 9 758 844 2,70 -9,78 15,88

1. Soekarno-Hatta 237 914 219 348 215 612 2 003 185 2 153 376 -9,37 -1,70 7,50

2. Ngurah Rai 423 140 550 238 462 263 4 018 538 4 991 615 9,25 -15,99 24,21

3. Kualanamu 21 300 18 358 19 876 156 612 189 425 -6,69 8,27 20,95

4. Batam 114 020 118 558 112 766 1 166 242 1 193 203 -1,10 -4,89 2,31

5. Sam Ratulangi 3 791 6 306 7 687 32 534 64 278 102,77 21,90 97,57

6. Juanda 20 819 22 575 19 285 176 029 192 932 -7,37 -14,57 9,60

7. Entikong 1 494 2 205 1 123 18 602 18 364 -24,83 -49,07 -1,28

8. Adi Sumarmo 722 700 611 5 560 5 404 -15,37 -12,71 -2,81

9. Minangkabau 4 980 4 347 4 826 39 346 43 108 -3,09 11,02 9,56

10. Tanjung Priok 4 356 5 347 5 031 50 019 49 459 15,50 -5,91 -1,12

11. Tanjung Pinang 6 800 10 769 10 574 75 540 92 503 55,50 -1,81 22,46

12. Bandara Int. Lombok 9 500 10 339 8 992 73 231 103 669 -5,35 -13,03 41,56

13. Hasanuddin 2 593 1 580 1 402 12 693 14 588 -45,93 -11,27 14,93

14. Sepinggan 405 452 411 9 433 3 869 1,48 -9,07 -58,98

15. Sultan Syarif Kasim II 3 279 2 820 2 770 22 673 31 199 -15,52 -1,77 37,60

16. Adi Sucipto 11 267 13 824 12 818 90 972 118 305 13,77 -7,28 30,05

17. Husein Sastranegara 17 340 14 025 13 773 145 868 132 520 -20,57 -1,80 -9,15

18. Tanjung Uban 23 145 31 178 32 119 250 600 293 478 38,77 3,02 17,11

19. Tanjung Balai Karimun 6 724 7 024 6 311 74 073 67 549 -6,14 -10,15 -8,81

B. Wisman Khusus (wisman lansia,


26 288 23 639 26 637 290 999 247 563 1,33 12,68 -14,93
rohaniawan, diklat, riset, dll)

II. Wisman diluar 19 Pintu Utama 100 774 150 008 193 712 690 865 1 611 421 92,22 29,13 133,25

a. Pos Lintas Batas (PLB) 33 591 109 445 155 924 268 327 1 171 533 364,18 42,47 336,61

b. Pintu Lainnya 67 183 40 563 37 788 422 538 439 888 -43,75 -6,84 4,11

Jumlah (I+II) 1 040 651 1 213 640 1 158 599 9 403 614 11 617 828 11,33 -4,54 23,55

*) Angka Sementara

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017 3


26 288 23 639 26 637 290 999 247 563 1,33 12,68 -14,93
rohaniawan, diklat, riset, dll)
II. Wisman diluar 19 Pintu Utama 100 774 150 008 193 712 690 865 1 611 421 92,22 29,13 133,25
a. Pos Lintas Batas (PLB) 33 591 109 445 155 924 268 327 1 171 533 364,18 42,47 336,61
b. Pintu Lainnya 67 183 40 563 37 788 422 538 439 888 -43,75 -6,84 4,11
Jumlah (I+II) 1 040 651 1 213 640 1 158 599 9 403 614 11 617 828 11,33 -4,54 23,55
*) Angka Sementara

Dari 1,16
Dari 1,16 juta
juta kunjungan
kunjungan wisman
wisman yang
yang datang
datang ke
ke Indonesia
Indonesia selama
selama Oktober
Oktober 2017,
2017,
diantaranyadilakukan
diantaranya dilakukanwisman
wismanberkebangsaan
berkebangsaanTionghoa
Tionghoa14,47
14,47persen,
persen,Singapura
Singapura9,82
9,82persen,
persen,
Malaysia 9,78 persen, Australia 8,73 persen, dan Jepang 3,70 persen.
Malaysia 9,78 persen, Australia 8,73 persen, dan Jepang 3,70 persen.

Gambar11
Gambar
Perkembangan Jumlah Kunjungan WismanMenurut
Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisman MenurutPintu
PintuMasuk
Masuk
Januari2015–Oktober
Januari 2015–Oktober2017
2017

700000
600000
500000
Jumlah Kunjungan

400000
300000
200000
100000
0

Sep

Nov
Feb

Mei

Sep

Nov

Mei
Apr

Feb

Mei
Feb

Apr

Apr

Sep
Jan'15

Agt

Okt

Des

Agt
Mar

Agt

Okt

Des
Jan'16

Mar

Jul

Mar

Jul

Okt
Jul

Jun

Jan'17

Jun
Jun

Soekarno-Hatta Ngurah Rai Batam Lainnya

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017 3


2. Tingkat Penghunian Kamar Hotel Klasifikasi Bintang
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2017
mencapai rata-rata 56,93 persen atau naik 0,80 poin dibandingkan TPK Oktober 2016 yang
sebesar 56,13 persen. Sementara itu, jika dibanding dengan TPK September 2017 yang tercatat
58,42 persen, TPK Oktober 2017 mengalami penurunan sebesar 1,49 poin. TPK tertinggi tercatat
di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 68,83 persen, diikuti Provinsi Bengkulu sebesar 67,46 persen,
dan Provinsi Sulawesi Tengah yaitu sebesar 66,33 persen, sedangkan TPK terendah tercatat di
Provinsi Kalimantan Utara yang sebesar 39,93 persen.
Kenaikan TPK hotel klasifikasi bintang pada Oktober 2017 dibanding Oktober 2016 tercatat
di sebagian besar provinsi, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo, yaitu sebesar
15,30 poin, diikuti Provinsi Bengkulu 14,84 poin, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat 10,35 poin,
sedangkan kenaikan terendah tercatat di Provinsi Sumatera Selatan, yaitu sebesar 0,35 poin.
Sementara itu, terjadi penurunan TPK hotel klasifikasi bintang di sembilan provinsi, dengan
penurunan paling besar terjadi di Provinsi Sumatera Utara sebesar 12,29 poin, dan penurunan
paling kecil terjadi di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 0,55 poin.

4 Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017


Tabel 2
TPK Hotel Klasifikasi Bintang di Indonesia

TPK (%) Perubahan Perubahan


Okt 2017 Okt 2017 thd
No. Provinsi
Okt Sep Okt thd Okt 2016 Sep 2017
2016 2017 2017 (poin) (poin)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1. Aceh 47,29 50,42 50,43 3,14 0,01
2. Sumatera Utara 59,53 42,45 47,24 -12,29 4,79
3. Sumatera Barat 49,57 59,27 59,64 10,07 0,37
4. Riau 53,13 44,14 44,50 -8,63 0,36
5. Jambi 47,51 58,67 51,06 3,55 -7,61
6. Sumatera Selatan 59,26 59,62 59,61 0,35 -0,01
7. Bengkulu 52,62 65,42 67,46 14,84 2,04
8. Lampung 66,06 58,47 59,28 -6,78 0,81
9. Kepulauan Bangka Belitung 42,73 49,30 41,85 -0,88 -7,45
10. Kepulauan Riau 45,59 51,50 53,50 7,91 2,00
11. DKI Jakarta 69,89 68,13 65,22 -4,67 -2,91
12. Jawa Barat 58,29 54,20 56,33 -1,96 2,13
13. Jawa Tengah 44,78 49,45 48,01 3,23 -1,44
14. DI Yogyakarta 59,39 60,54 59,74 0,35 -0,80
15. Jawa Timur 53,49 65,13 60,50 7,01 -4,63
16. Banten 54,04 50,15 47,80 -6,24 -2,35
17. Bali 62,19 72,64 65,93 3,74 -6,71
18. Nusa Tenggara Barat 39,50 53,32 49,85 10,35 -3,47
19. Nusa Tenggara Timur N/A 60,65 58,97 – -1,68
20. Kalimantan Barat 53,57 50,12 53,02 -0,55 2,90
21. Kalimantan Tengah 60,06 58,44 61,84 1,78 3,40
22. Kalimantan Selatan 46,97 53,58 57,18 10,21 3,60
23. Kalimantan Timur 44,47 53,41 49,70 5,23 -3,71
24. Kalimantan Utara N/A 41,88 39,93 – -1,95
25. Sulawesi Utara 68,37 66,16 68,83 0,46 2,67
26. Sulawesi Tengah 65,02 74,11 66,33 1,31 -7,78
27. Sulawesi Selatan 41,14 48,99 50,15 9,01 1,16
28. Sulawesi Tenggara 41,53 37,94 40,03 -1,50 2,09
29. Gorontalo 41,16 52,13 56,46 15,30 4,33
30. Sulawesi Barat N/A 30,61 43,94 – 13,33
31. Maluku N/A 42,48 46,11 – 3,63
32. Maluku Utara N/A 52,38 52,25 – -0,13
33. Papua Barat N/A 54,57 48,41 – -6,16
34. Papua N/A 64,97 55,49 – -9,48
INDONESIA 56,13*) 58,42 56,93 0,80 -1,49

*) Rata-rata TPK 27 Provinsi

Jika dibanding dengan TPK September 2017, terjadi penurunan di sebagian provinsi dengan
penurunan tertinggi tercatat di Provinsi Papua, yaitu sebesar 9,48 poin, diikuti Provinsi Sulawesi
tengah 7,78 poin, dan Provinsi Jambi 7,61 poin, sedangkan penurunan terendah tercatat di
Provinsi Sumatera Selatan, yaitu sebesar 0,01 poin. Sementara itu, kenaikan TPK hotel klasifikasi
bintang terjadi di sebagian provinsi, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Barat
sebesar 13,33 poin, sedangkan penurunan terendah terjadi di Provinsi Aceh sebesar 0,01 poin.

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017 5


penurunan tertinggi tercatat di Provinsi Papua, yaitu sebesar 9,48 poin, diikuti Provinsi Sulawesi
tengah 7,78 poin, dan Provinsi Jambi 7,61 poin, sedangkan penurunan terendah tercatat di
Provinsi Sumatera Selatan, yaitu sebesar 0,01 poin. Sementara itu, kenaikan TPK hotel klasifikasi
bintang terjadi di sebagian provinsi, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Barat
sebesar 13,33 poin, sedangkan penurunan terendah terjadi di Provinsi Aceh sebesar 0,01 poin.

Tabel33
Tabel
TPK Menurut Klasifikasi Bintangdi
TPK Menurut Klasifikasi Bintang diIndonesia
Indonesia

TPK
TPK(%)
(%) Perubahan
Perubahan Perubahan
Perubahan
No.
No. Klasifikasi
KlasifikasiBintang
Bintang Okt
Okt2017
2017thd
thdOkt
Okt2016
2016 Okt
Okt2017
2017thd
thdSep
Sep2017
2017
Okt*)
Okt*) Sep
Sep Okt
Okt (poin)
(poin) (poin)
(poin)
2016
2016 2017
2017 2017
2017
(1)
(1) (2)
(2) (3)
(3) (4)
(4) (5)
(5) (6)
(6) (7)
(7)
1.1. Bintang 1
Bintang 1 43,13
43,13 46,86
46,86 47,45
47,45 4,32
4,32 0,59
0,59
2.2. Bintang 2
Bintang 2 56,92
56,92 53,33
53,33 55,04
55,04 -1,88
-1,88 1,71
1,71
3.3. Bintang 3
Bintang 3 53,99
53,99 57,77
57,77 55,90
55,90 1,91
1,91 -1,87
-1,87
4.4. Bintang 4
Bintang 4 61,39
61,39 60,65
60,65 61,39
61,39 0,00
0,00 0,74
0,74
5.5. Bintang 5
Bintang 5 56,38
56,38 67,74
67,74 56,85
56,85 0,47
0,47 -10,89
-10,89
Seluruh Bintang
Seluruh Bintang 56,13
56,13 58,42
58,42 56,93
56,93 0,80
0,80 -1,49
-1,49
*) Rata-rata TPK 27 Provinsi
*) Rata-rata TPK 27 Provinsi

Bila dilihat menurut klasifikasi hotel, TPK tertinggi pada Oktober 2017 tercatat pada hotel
Bila dilihat menurut klasifikasi hotel, TPK tertinggi pada Oktober 2017 tercatat pada hotel
bintang 4 yang mencapai 61,39 persen, sedangkan TPK terendah tercatat pada hotel bintang 1
bintang 4 yang mencapai 61,39 persen, sedangkan TPK terendah tercatat pada hotel bintang 1
yang hanya mencapai 47,45 persen.
yang hanya mencapai 47,45 persen.
Gambar
Gambar22
Perkembangan
PerkembanganTPK TPKHotel
HotelKlasifikasi
KlasifikasiBintang
Bintangdi
diIndonesia
Indonesia
Januari 2015–Oktober 2017*)
Januari 2015–Oktober 2017*)

80
Tingkat Penghunian Kamar (%)

70
60
50
40
30
20
10
0
Mei

Des

Mei

Des

Mei
Apr

Apr

Apr
Nov

Nov
Feb
Mar

Sep

Feb
Mar

Sep

Feb
Mar

Sep
Jul

Okt

Jul

Okt

Jul

Okt
Jan'15

Agt

Jan'16

Agt

Jan'17

Agt
Jun

Jun

Jun

Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5

*) Sejak Januari 2017, angka TPK Hotel Klasifikasi Bintang mencakup 34 provinsi di Indonesia
*) Sejak Januari 2017, angka TPK Hotel Klasifikasi Bintang mencakup 34 provinsi di Indonesia

3.
3. Rata-rata
Rata-rataLama
LamaMenginap
MenginapTamu
TamuAsing
Asingdan
danIndonesia
Indonesia
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di
Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di
Indonesia mencapai 1,92 hari selama Oktober 2017, terjadi kenaikan 0,11 poin jika dibanding
Indonesia mencapai 1,92 hari selama Oktober 2017, terjadi kenaikan 0,11 poin jika dibanding
rata-rata lama menginap pada Oktober 2016. Sementara itu, terjadi penurunan sebesar 0,05
rata-rata lama menginap pada Oktober 2016. Sementara itu, terjadi penurunan sebesar 0,05
poin jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada September 2017. Secara umum,
poin jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada September 2017. Secara umum,
rata-rata lama menginap tamu asing Oktober 2017 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata
rata-rata lama menginap tamu asing Oktober 2017 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata
lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,93 hari dan 1,75 hari.
lama menginap tamu Indonesia, yaitu masing-masing 2,93 hari dan 1,75 hari.
Jika dirinci menurut provinsi, rata-rata lama menginap tamu yang terlama pada Oktober
2017 tercatat di Provinsi Bali, yaitu 3,11 hari, diikuti Provinsi
Perkembangan PariwisataSumatera Utara
dan Transportasi
Provinsi Papua sebesar 2,38 hari, sedangkan rata-rata lama menginap tamu yang terpendek
2,51Oktober
Nasional hari, 2017
dan 5
terjadi di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 1,23 hari. Untuk tamu asing, rata-rata lama menginap
paling lama tercatat di Provinsi Sulawesi Utara, yaitu sebesar 4,49 hari, sedangkan tamu asing

6 Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017


dengan rata-rata lama menginap terpendek terjadi di Provinsi Kalimantan Utara yaitu 1,67 hari.
Sementara itu, rata-rata lama menginap terlama untuk tamu Indonesia tercatat di Provinsi Bali
sebesar 2,83 hari, sedangkan tamu Indonesia dengan rata-rata lama menginap terpendek terjadi
di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 1,22 hari.
Tabel 4
Rata-rata Lama Menginap Tamu Asing dan Indonesia pada Hotel Klasifikasi Bintang di Indonesia

Rata-rata Lama Menginap Tamu (hari)


Asing Indonesia Total
No. Provinsi
Okt Sep Okt Okt Sep Okt Okt Sep Okt
2016 2017 2017 2016 2017 2017 2016 2017 2017
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1. Aceh 1,72 2,25 4,11 1,54 1,88 2,04 1,55 1,91 2,09
2. Sumatera Utara 2,47 1,27 3,81 1,70 1,66 2,37 1,75 1,63 2,51
3. Sumatera Barat 1,88 2,49 2,24 1,41 1,52 1,56 1,43 1,56 1,60
4. Riau 2,81 3,21 2,49 1,57 2,09 1,64 1,60 2,11 1,65
5. Jambi 2,01 2,59 3,10 2,05 1,92 1,74 2,05 1,93 1,76
6. Sumatera Selatan 2,64 3,61 3,25 1,42 1,60 1,57 1,43 1,61 1,59
7. Bengkulu 2,00 5,05 2,18 1,24 2,08 1,60 1,25 2,10 1,60
8. Lampung 4,33 2,16 2,21 1,97 1,42 1,40 2,06 1,46 1,41
Kepulauan Bangka
9. 2,24 2,94 2,44 1,73 1,94 1,72 1,74 1,96 1,73
Belitung
10. Kepulauan Riau 2,06 2,34 2,43 1,88 1,76 2,00 1,98 2,00 2,17
11. DKI Jakarta 2,34 2,39 2,42 1,83 1,78 2,12 1,89 1,86 2,15
12. Jawa Barat 2,76 4,37 3,92 1,75 1,69 1,46 1,80 1,86 1,59
13. Jawa Tengah 2,82 2,84 2,51 1,42 1,52 1,41 1,44 1,55 1,43
14. DI Yogyakarta 2,16 2,59 2,32 1,61 1,83 1,62 1,66 1,90 1,69
15. Jawa Timur 3,74 3,69 2,59 1,61 1,96 1,82 1,68 2,03 1,85
16. Banten 1,83 1,39 1,75 1,49 1,43 1,56 1,53 1,42 1,59
17. Bali 3,16 3,50 3,20 2,20 2,73 2,83 2,89 3,30 3,11
18. Nusa Tenggara Barat 2,06 2,37 2,24 1,55 1,98 1,86 1,66 2,08 1,94
19. Nusa Tenggara Timur N/A 2,69 2,64 N/A 2,05 1,85 N/A 2,11 1,90
20. Kalimantan Barat 2,37 2,28 2,30 1,28 1,68 1,60 1,32 1,70 1,62
21. Kalimantan Tengah 2,34 2,76 2,55 1,48 1,56 1,37 1,50 1,58 1,39
22. Kalimantan Selatan 2,85 4,29 3,73 1,50 1,70 1,73 1,52 1,74 1,76
23. Kalimantan Timur 2,24 3,75 3,66 1,47 1,87 1,80 1,49 1,90 1,83
24. Kalimantan Utara N/A 1,42 1,67 N/A 1,50 1,22 N/A 1,50 1,23
25. Sulawesi Utara 4,08 3,59 4,49 1,94 1,99 1,83 2,09 2,29 2,29
26. Sulawesi Tengah 1,50 2,71 3,21 1,98 2,18 1,93 1,98 2,18 1,96
27. Sulawesi Selatan 2,32 2,64 2,44 1,45 1,74 1,73 1,47 1,76 1,75
28. Sulawesi Tenggara 1,92 3,45 3,49 1,72 1,80 1,88 1,72 1,83 1,90
29. Gorontalo 1,74 1,39 2,92 1,30 1,79 1,82 1,31 1,77 1,84
30. Sulawesi Barat N/A 2,25 3,00 N/A 1,33 1,62 N/A 1,33 1,62
31. Maluku N/A 4,61 2,41 N/A 2,28 2,28 N/A 2,43 2,29
32. Maluku Utara N/A 1,80 1,98 N/A 1,79 1,55 N/A 1,79 1,55
33. Papua Barat N/A 4,20 3,67 N/A 1,90 1,77 N/A 1,96 1,82
34. Papua N/A 6,20 4,41 N/A 2,81 2,31 N/A 2,91 2,38
INDONESIA 2,77 *) 3,05 2,93 1,65 *) 1,78 1,75 1,81 *) 1,97 1,92

*) Rata-rata TPK 27 Provinsi

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017 7


B. Perkembangan Transportasi Nasional

• Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang


diberangkatkan pada Oktober 2017 sebanyak 7,5 juta orang
atau turun 0,38 persen dibanding September 2017. Jumlah
Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 5,64
penumpang persen menjadi 1,4 juta orang. Selama Januari–Oktober
2017, jumlah penumpang domestik mencapai 73,5 juta
angkutan orang atau naik 11,39 persen dan jumlah penumpang
kereta api bulan internasional mencapai 13,8 juta orang atau naik 14,04
persen dibanding periode yang sama tahun 2016.
Oktober 2017 • Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang
naik 7,91 persen diberangkatkan pada Oktober 2017 tercatat 1,5 juta orang
atau naik 1,36 persen dibanding September 2017. Jumlah
barang yang diangkut naik 1,76 persen menjadi 22,8 juta
ton. Selama Januari–Oktober 2017, jumlah penumpang
mencapai 14,2 juta orang atau naik 13,43 persen dibanding
dengan periode yang sama tahun 2016. Demikian juga
dengan jumlah barang yang diangkut naik 1,28 persen atau
mencapai 215,7 juta ton.
• Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada
Oktober 2017 sebanyak 35,1 juta orang atau naik 7,91
persen dibanding September 2017. Serupa dengan jumlah
penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api naik
7,30 persen menjadi 4,1 juta ton. Selama Januari–Oktober
2017 jumlah penumpang mencapai 322,1 juta orang atau
naik 11,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2016.
Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta
api naik 23,69 persen menjadi 35,6 juta ton.

1. Perkembangan Angkutan Udara


Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Oktober 2017 sebanyak 7,5 juta
orang atau turun 0,38 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan jumlah penumpang
terjadi di Bandara Ngurah Rai-Denpasar sebesar 9,23 persen, Juanda-Surabaya 5,93 persen,
dan Hasanuddin-Makassar 2,23 persen. Sementara itu, kenaikan jumlah penumpang terjadi
di Bandara Soekarno Hatta-Jakarta sebesar 3,06 persen dan Kualanamu-Medan 1,47 persen.
Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Soekarno-Hatta, yaitu mencapai 1,8 juta orang
atau 24,48 persen dari total penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya 655,0 ribu orang atau
8,71 persen.
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara domestik Januari–Oktober 2017
mencapai 73,5 juta orang atau naik 11,39 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar
66,0 juta orang. Jumlah penumpang terbesar tercatat di Soekarno Hatta-Jakarta mencapai 18,0
juta orang atau 24,44 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti Juanda-Surabaya
6,5 juta orang atau 8,87 persen.

8 Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017


Tabel 6
Perkembangan Penumpang Angkutan Udara Domestik
Oktober 2017

Jumlah Penumpang Kumulatif Jumlah Penumpang


Bandara
September 2017 Oktober 2017 Perubahan Jan–Okt 2016 Jan–Okt 2017 Perubahan
(ribu orang) (ribu orang) (%) (ribu orang) (ribu orang) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1. Kualanamu-Medan 305,7 310,2 1,47 3 061,0 3 061,0 0,00
2. Soekarno Hatta-Jakarta 1 787,1 1 841,7 3,06 16 786,5 17 967,3 7,03
3. Juanda-Surabaya 696,3 655,0 -5,93 6 627,4 6 522,4 -1,58
4. Ngurah Rai-Denpasar 456,2 414,1 -9,23 4 112,2 4 364,8 6,14
5. Hasanuddin-Makassar 363,6 355,5 -2,23 3 202,0 3 407,9 6,43
6. Lainnya 3 942,6 3 946,6 0,10 32 210,7 38 195,3 18,58

Total 7 551,5 7 523,1 -0,38 65 999,9 73 518,7 11,39

Jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri/internasional pada Oktober 2017


sebanyak 1,4 juta orang atau turun 5,64 persen dibanding September 2017. Penurunan jumlah
penumpang terjadi di Bandara Ngurah Rai-Denpasar sebesar 10,67 persen, Soekarno Hatta-Jakarta
3,67 persen, dan Juanda-Surabaya 3,29 persen. Sementara itu, kenaikan jumlah penumpang
terjadi di Bandara Hasanuddin-Makassar sebesar 13,16 persen dan Kualanamu-Medan sebesar
0,66 persen. Jumlah penumpang internasional terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta-Jakarta
,yaitu mencapai 572,4 ribu orang atau 42,39 persen dari total penumpang ke luar negeri, diikuti
Ngurah Rai-Denpasar 494,2 ribu orang atau 36,60 persen.
Selama Januari–Oktober 2017, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik
menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 13,8 juta orang atau naik 14,04
persen dibandingkan jumlah penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah
penumpang ke luar negeri terbesar melalui Soekarno Hatta-Jakarta mencapai 6,0 juta orang atau
43,05 persen dari jumlah seluruh penumpang ke luar negeri, diikuti Ngurah Rai-Denpasar 5,0 juta
orang atau 35,88 persen.

Tabel 7
Perkembangan Penumpang Angkutan Udara Internasional
Oktober 2017

Jumlah Penumpang Kumulatif Jumlah Penumpang


Bandara
September 2017 Oktober 2017 Perubahan Jan–Okt 2016 Jan–Okt 2017 Perubahan
(ribu orang) (ribu orang) (%) (ribu orang) (ribu orang) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1. Kualanamu-Medan 76,3 76,8 0,66 685,3 798,0 16,45
2. Soekarno Hatta-Jakarta 594,2 572,4 -3,67 5 379,0 5 955,8 10,72
3. Juanda-Surabaya 76,1 73,6 -3,29 704,7 744,6 5,66
4. Ngurah Rai-Denpasar 553,2 494,2 -10,67 4 228,6 4964,2 17,40
5. Hasanuddin-Makassar 3,8 4,3 13,16 60,0 78,1 30,17

6. Lainnya 127,3 128,9 1,26 1 073,2 1 293,0 20,48

Total 1 430,9 1 350,2 -5,64 12 130,8 13 833,7 14,04

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017 9


2. Perkembangan Angkutan Laut
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Oktober 2017 tercatat 1,5 juta orang
atau naik 1,36 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah penumpang angkutan
laut terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 1,82 persen. Sebaliknya, jumlah penumpang di
Pelabuhan Belawan, Makassar, Tanjung Priok, dan Tanjung Perak masing-masing turun sebesar
39,47 persen, 14,71 persen, 14,55 persen, dan 4,55 persen.
Selama Januari–Oktober 2017, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai
14,2 juta orang atau naik 13,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Peningkatan
jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 5,26 persen. Sebaliknya, jumlah
penumpang di Pelabuhan Balikpapan, Makassar, Tanjung Priok, dan Belawan masing-masing
turun sebesar 18,50 persen, 14,22 persen, 11,25 persen, dan 0,79 persen.

Tabel 8
Perkembangan Penumpang Angkutan Laut Dalam Negeri
Oktober 2017
Jumlah Penumpang Kumulatif Jumlah Penumpang
Pelabuhan
September 2017 Oktober 2017 Perubahan Jan–Okt 2016 Jan–Okt 2017 Perubahan
(ribu orang) (ribu orang) (%) (ribu orang) (ribu orang) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tanjung Priok 5,5 4,7 -14,55 89,8 79,7 -11,25
2. Tanjung Perak 17,6 16,8 -4,55 245,4 258,3 5,26
3. Belawan 3,8 2,3 -39,47 63,4 62,9 -0,79
4. Makassar 23,8 20,3 -14,71 314,4 269,7 -14,22
5. Balikpapan 11,0 11,2 1,82 129,7 105,7 -18,50
6. Lainnya 1 448,7 1 475,6 1,86 11 670,8 13 417,5 14,97
Total 1 510,4 1 530,9 1,36 12 513,5 14 193,8 13,43

Sementara itu, jumlah barang yang diangkut pada Oktober 2017 mencapai 22,8 juta ton
atau naik 1,76 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah barang yang diangkut
terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Balikpapan, dan Makassar masing-masing sebesar 5,40
persen, 4,22 persen, dan 1,98 persen. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut di Pelabuhan
Panjang dan Tanjung Perak turun sebesar 13,61 persen dan 5,46 persen.

Tabel 9
Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri
Oktober 2017
Jumlah Barang Kumulatif Jumlah Barang
Pelabuhan
September 2017 Oktober 2017 Perubahan Jan–Okt 2016 Jan–Okt 2017 Perubahan
(ribu ton) (ribu ton) (%) (ribu ton) (ribu ton) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tanjung Priok 1 254,4 1 322,1 5,40 10 889,0 10 772,1 -1,07
2. Tanjung Perak 527,2 498,4 -5,46 4 608,1 4 554,1 -1,17
3. Panjang 1 194,6 1 032,0 -13,61 9 688,1 9 635,5 -0,54
4. Makassar 333,6 340,2 1,98 3 211,9 3 344,2 4,12
5. Balikpapan 880,0 917,1 4,22 8 713,5 8 960,9 2,84
6. Lainnya 18 222,9 18 696,7 2,60 175 907,4 178 478,3 1,46
Total 22 412,7 22 806,5 1,76 213 018,0 215 745,1 1,28

10 Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017


Jumlah barang yang diangkut selama Januari–Oktober 2017 mencapai 215,7 juta ton atau
naik 1,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Peningkatan jumlah barang yang
diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar dan Balikpapan masing-masing sebesar 4,12 persen dan
2,84 persen. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut di Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Priok,
dan Panjang masing-masing turun 1,17 persen, 1,07 persen, dan 0,54 persen.

3. Perkembangan Angkutan Kereta Api


Jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera yang berangkat pada Oktober 2017
sebanyak 35,1 juta orang atau naik 7,91 persen dibanding bulan sebelumnya. Dari jumlah
tersebut sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek, yang merupakan penumpang pelaju
(commuter) yaitu sebanyak 28,8 juta orang atau 82,02 persen dari total penumpang kereta api.
Peningkatan jumlah penumpang terjadi di wilayah Jabodetabek sebesar 9,97 persen. Sebaliknya
wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing turun 0,52 persen dan 0,87 persen.
Secara kumulatif, jumlah penumpang kereta api selama Januari–Oktober 2017 mencapai
322,1 juta orang atau naik 11,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Kenaikan
jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera,
yaitu naik berturut-turut 11,61 persen, 8,21 persen, dan 17,08 persen.
Tabel 10
Perkembangan Penumpang Angkutan Kereta Api
Oktober 2017

Jumlah Penumpang Kumulatif Jumlah Penumpang


Wilayah
September 2017 Oktober 2017 Perubahan Jan–Okt 2016 Jan–Okt 2017 Perubahan
(ribu orang) (ribu orang) (%) (ribu orang) (ribu orang) (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1. Jawa 31 921 34 498 8,07 285 130 316 424 10,98
a. Jabodetabek 26 158 28 765 9,97 231 644 258 549 11,61
b. Non-Jabodetabek 5 763 5 733 -0,52 53 486 57 875 8,21
2. Sumatera 577 572 -0,87 4 849 5 677 17,08
Total 32 498 35 070 7,91 289 979 322 101 11,08

Jumlah barang yang diangkut kereta api pada bulan Oktober 2017 sebanyak 4,1 juta ton atau
naik 7,30 persen dibanding bulan sebelumnya. Sebagian besar barang yang diangkut tersebut
tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 2,9 juta ton atau 70,48 persen dari total barang yang
diangkut dengan kereta api. Peningkatan jumlah barang terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek
dan Sumatera masing-masing sebesar 10,53 persen dan 6,01 persen. Selama periode Januari–
Oktober 2017, jumlah barang yang diangkut kereta api mencapai 35,6 juta ton atau naik 23,69
persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Peningkatan terjadi di wilayah Jawa non-
Jabodetabek dan Sumatera masing-masing sebesar 14,11 persen dan 27,99 persen.

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017 11


Tabel 11
Perkembangan Barang Angkutan Kereta Api
Oktober 2017
Jumlah Barang Kumulatif Jumlah Barang
Wilayah
September 2017 Oktober 2017 Perubahan Jan–Okt 2016 Jan–Okt 2017 Perubahan
(000 ton) (000 ton) (%) (000 ton) (000 ton) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Jawa 1 083 1 197 10,53 8 927 10 187 14,11
a. Jabodetabek - - - - - -
b. Non-Jabodetabek 1 083 1 197 10,53 8 927 10 187 14,11
2. Sumatera 2 696 2 858 6,01 19 890 25 457 27,99
Total 3 779 4 055 7,30 28 817 35 644 23,69

Diterbitkan oleh:

Badan Pusat Statistik


Jl. dr. Sutomo No. 6–8 Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh
Jakarta-Indonesia 10710 Undang-Undang, hak cipta melekat pada
Badan Pusat Statistik. Dilarang mengumumkan,
Dr. Titi Kanti Lestari SE, M.Com mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau
Direktur Statistik KTIP
Telepon: 3810291-5, Pesawat 6300 menggandakan sebagian atau seluruh isi tulisan ini
E-mail: titi@bps.go.id untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan
Website : www.bps.go.id Pusat Statistik.

Dr. Drs. Anggoro Dwitjahyono M.Si


Direktur Statistik Distribusi
Telepon: 3810291-5, Pesawat 6100
E-mail: anggoro@bps.go.id
Website : www.bps.go.id

12 Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2017