Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN

BERDASARKAN DIAGNOSA KERUSAKAN INTEGRITAS JARINGAN :


Proses penyembuhan luka pada kaki klien banyak disebabkan berbagai faktor seperti :
- Umur
Proses penyembuhan luka akan lebih lama seiring dengan peningkatan usia. Faktor
yang mempengaruhi adalah jumlah elastin yang menurun dan proses regenerasi kolagen
yang berkurang akibat penurunan metabolisme sel. Sel kulit pun berkurang
keelastisitasannya diakibatkan dari menurunnya cairan vaskularisasi di kulit dan
berkurangnya kelenjar lemak yang semakin mengurangi elastisitas kulit. Kulit yang tidak
elastis akan mengurangi kemampuan regenerasi sel ketika luka akan dan mulai menutup
sehingga dapat memperlambat penyembuhan luka (Nugroho, 2008: 47).
Faktor usia memanglah sangat menentukan terhadap angka kejadian ulkus
diabetikum. Kelompok lansia (45 - ≥90 tahun) memiliki resiko yang tinggi menderita ulkus
diabetikum. Tidak hanya kelompok lansia yang memiliki resiko tinggi terkena ulkus
diabetikum, bahkan kelompok usia dewasa pun dalam hal ini kelompok usia dewasa akhir
(35 - 44 tahun) memiliki resiko terkena ulkus diabetikum.
WHO mengatakan individu yang berusia setelah 30 tahun akan mengalami
kenaikan kadar glukosa darah 1-2 mg/dl/ pada saat puasa dan akan naik 5,6-13 mg/dl pada
2 jam setelah makan sehingga secara langsung akan meningkatkan gula darah (Sudoyo,
Setiyohadi, Alwi, Simadibrata, & Setiati, 2009)
- Perawatan luka
Perawatan luka merupakan usaha yang dilakukan terhadap tubuh yang bertujuan
pada proses pemulihan yang kompleks dan dinamis yang menghasilkan pemulihan anatomi
dan fungsi secara terus menerus (Arisanti,2013: 85).
Perawatan luka pada pasien ini menggunakan dressing madu, karena madu
mengandung zat gula fruktosa dan glukosa yang merupakan jenis gula monosakarida yang
mudah diserap oleh usus. Selain itu, madu mengandung vitamain, asam amino, mineral,
antibiotik dan bahan-bahan aroma terapi. Pada umumnya madu tersusun atas 17,1 % air,
82,4 % karbohidrat total, 0,5% protein, asam amino, vitamin dan mineral. Selain asam
amino nonesensial ada jug asam ami-no esensial diantaranya listin, hystadin, tritofan.
Karbohidrat yang terkandung dalam madu termasuk tipe karbohidrat sederhana.
Karbohidrat tersebut umumnya terdiri dari 38,5% fruktosa dn 31% glukosa. Sisanya 12,9%
karbohidrat yang tersusun dari maltose, sukrosa, dan gula lain (Intanwidya, 2006 dalam
Kartini, 2009).
Kemudian cara perawatan luka gangren dengan madu secara rutin akan lebih baik,
dari jaman dulu madu sangat dipercaya oleh masyarakat untuk berbagai jenis pengobatan
termasuk luka madu juga mudah didapat selain itu efektif dalam proses penyembuhan luka
karena kandungan airnya rendah, juga PH madu yang asam serta kandungan hidrogen
peroxida-nya mampu membunuh bakteri dan mikro-organisme yang masuk kedalam tubuh
kita. Selain itu madu juga mengandung antibiotika sebagai antibakteri dan antiseptik
menjaga luka (Hammad, 2013
Seperti telah di jelaskan di bagian atas, bahwa dari jaman dulu madu sangat
dipercaya oleh masyarakat untuk berbagai jenis pengobatan termasuk luka, madu
mengandung vitamain, asam amino, mineral, antibiotik dan bahan-bahan aroma terapi.
Sehingga perawatan luka gangren dengan madu secara rutin akan lebih baik, madu juga
mudah didapat selain itu efektif dalam proses penyembuhan luka karena kandungan airnya
rendah, juga PH madu yang asam serta kandungan hidrogen peroxidanya mampu
membunuh bakteri dan mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh kita.
Dari hasil penelitian terhadap 4 kasus yang pengukurannya dilakukan sebelum
dilakukan perawatan sebagai control dari kondisi luka yang relative tidak sama, terutama
terhadap luka pada kasus 4 dengan kondisi luka yang cukup luas dan banyak jaringan
nekrosis maka hasil akhir hanya terjadi perubahan yang sedikit dari skor 25 menjadi 18,
sementara terhadap kasus 1-3 kondisi luka relative ringan sehingga pada akhir perawatan
terjadi perubahan dan perbaikan luka yang cukup signifikan dengan rata-rata skor 19
menjadi 8 (Nabhani & Widiatuti, 2017).

- Kadar Gula Darah


Lama penyembuhan luka kaki klien dikarenakan kadar gula darah klien turun naik,
Kadar glukosa darah yang tinggi di dalam darah menyebabkan penderita DM
mengalami penyembuhan luka yang lebih lama dibanding dengan manusia normal.
Hal ini karena luka pada kondisi DM termasuk dalam luka kronis (Nagori and
Solanki, 2011) akibat perpanjangan fase penyembuhan luka yaitu haemostasis,
inflamasi, proliferasi, dan remodeling (Enoch and Leaper, 2008). Penanganan yang
tidak tepat pada luka kronis pada DM akan mengakibatkan infeksi yang umumnya
diatasi dengan amputasi (Jeffcoate and Harding, 2003; Karri et al., 2015).
Percepatan penyembuhan luka yang secara makroskopis terlihat dari persentase
penutupan luka dipengaruhi oleh penurunan kadar glukosa darah (KGD).