Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PENDIDIKAN KESEHATAN

PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP KADAR


GULA DARAH PADA KELUARGA NY. A (40 TAHUN) DENGAN
RIWAYAT DIABETES DI KECAMATAN SUMBERSARI
KABUPATEN JEMBER

LAPORAN

oleh:
Wahyu Adinda Yuli P
NIM 152310101034

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2017
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PENDIDIKAN KESEHATAN
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP KADAR
GULA DARAH PADA KELUARGA NY. A (40 TAHUN) DENGAN
RIWAYAT DIABETES DI KECAMATAN SUMBERSARI
KABUPATEN JEMBER

LAPORAN

disusun guna memenuhi tugas Keperawatan Medikal dosen pembimbing


Ns. Jon Hafan S,M.Kep.,Sp.Kep.MB

oleh:
Wahyu Adinda Yuli P
NIM 152310101034

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2017
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Analisa Situasi


Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu penyakit yang berbahaya yang
kerap disebut sebagai silent killer selain penyakit jantung, yang merupakan
salah satu masalah kesehatan yang besar. Diabetes Mellitus dari bahasa
Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air dan bahasa Latin:
Mellitus, (rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah
penyakit kencing gula atau kencing manis yaitu kelainan metabolis yang
disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia
kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda),
kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang
dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat
menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi (Supriadi S,
2013).

Data dari Studi Global menunjukan bahwa jumlah penderita Diabetes


Mellitus pada tahun 2011 telah mencapai 366 juta orang. Jika tidak ada
atindakan yang dilakukam, jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi
552 juta pada tahun 2030. Diabetes Mellitus telah menjadi penyebab dari
4,6 juta kematian. Lembaga kesehatan dunia, atau World Health
Organisation (WHO) mengingatkan prevalensi penderita diabetes di
Indonesia berpotensi mengalami kenaikan drastis dari 8,4 juta orang pada
tahun 2000 menjadi 21,3 juta penderita di 2030 nanti. Lonjakan penderita
itu bisa terjadi jika negara kita tidak serius dalam upaya pencegahan,
penaganan dan kepatuhan dalam pengobatan penyakit. Pada tahun 2006,
terdapat lebih dari 50 juta orang yang menderita DM di Asia Tenggara
(Trisnawati, 2013). Diabetes kini menjelma menjadi penyebab kematian
keenam pada semua kelompok umur di Indonesia. Ada kecenderungan
penyakit tidak menular seperti Diabetes Mellitus mengalami peningkatan.
Hal ini disebabkan oleh perilaku hidup tidak sehat yang terus berkembang di
masyarakat. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukan pada saat
ini prevalensi diabetes di wilayah perkotaan mencapai 5,7 persen. Yang
memprihatinkan, 73,7 persen pasien diabetes tersebut tidak terdiagnosa dan
tidak mengonsumsi obat (Trisnawati, 2013).

DM sering menyebabkan penderitanya menjadi rentan untuk mengalami


penurunan kualitas hidup. Agar dapat mencapai kualitas hidup yang tinggi
maka status kesehatan yang optimal harus dicapai dan dipertahankan. Salah
satu cara untuk mencapainya adalah melalui pemberdayaan penderita DM
secara mandiri melalui tindakan perawatan diri dalam bentuk perilaku sehat
dan manajemen penyakit DM. Konsep teknik relaksasi Benson merupakan
bagian dari teori self care. Self care menjelaskan bahwa merawat diri dan
ketergantungan dalam perawatan diri adalah suatu perilaku yang dipelajari
setiap individu untuk mempertahankan hidup, kesehatan dan kehidupan
yang lebih baik (Tomey & Alligood, 2006). Terapi relaksasi Benson.
membantu menurunkan kadar gula pada penderita DM perlu dimbil suatu
tindakan keperawatan yang yang merupakan terapi nonfarmakologis.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes setelah


diberikan terapi relaksasi benson?

BAB 2 TUJUAN DAN MANFAAT

2.1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan pada kasus diabetes dengan
menggunakan terapi relaksasi benson dalam keluarga dengan kasus diabetes
dapat memahami konsep penyakit diabetes dan bisa melakukan suatu
anjuran yang diharapkan untuk meningkatkan status kesehatan, penanganan
serta pencegahan penyakit hipertensi.

2.1.2 Tujuan Khusus


1. Meningkatkan pengetahuan keluarga terhadap penyakit diabetes dari mulai
definisi, klasifikasi, penyebab, tanda dan gejala, komplikasi, pengobatan
serta pencegahan, dan
2. Mengajarkan teknis terapi relaksasi benson untuk menurunkan kadar gula
darah pada penderita diabetes.
2.2 Manfaat
Diharapkan dengan adanya upaya peningkatan pemeliharaan kesehatan
dapat memberikan manfaat :
1. Meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit
diabetes dari mulai definisi, klasifikasi, penyebab, tanda dan gejala,
komplikasi, pengobatan serta pencegahan
2. Pasien dan keluarga dapat melakukan penurunan kadar gula darah
dengan menggunakan terapi relaksasi benson yang sudah diajarkan
3. Pasien dan keluarga dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik,
dan
4. Pasien dan keluarga dapat mempertahankan derajat kesehatannya.

BAB 3 KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH

3.1 Dasar Pemikiran


Jenis kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu
upaya para intelektual di Institusi pendidikan Universitas Jember dalam
melihat fenomena yang telah terjadi di masyarakat, salah satu yang menjadi
permasalahn yaitu tingginya fenomena penyakit diabetes yang mana
berakibat pada kurang produktifnya serta terganggunya kualitas sumber daya
manusia seperti yang dialami oleh Ny. A yang mana menderita diabetes dan
juga sering kambuh sehingga mengganggu aktifitas lansia dalam memenuhi
kebutuhan sehari-hari. Selain itu pengabdian pada masyarakat ini merupakan
bentuk dari salah satu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Metode
dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan dengan melalui peyuluhan
dan juga pelayan pada masyarakat. Kegiatan penyuluh (penidikan kesehatan)
ini dapat memberikan kesempatan untuk bertanya serta menyampaikan
pendapatnya mengenai kondisi atau penyakit yang dialaminya saat ini. Serta
dilakukannya tanya jawab secara terbuka dalam bentuk diskusi interaktif
dengan klien serta keluarga mengenai materi dan juga demonstrasi terapi
yang akan diberikan.

3.2 Kerangka Penyelesaian Masalah


Upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah :

1. Mengadakan pendidikan kesehatan tentang penyakit hipertensi dan juga


bagaimna cara untuk mengontrolnya.
2. Memberikan demonstrasi terapi keperawtan yang mana dapat membantu
menurunkan gejala hipertensi yakni dengan masase teknik effleurage.

BAB 4. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Realisasi Penyelesaian Masalah


Kegiatan pengabdian (pendidikan kesehatan) ini dilaksanakan di Rumah
Ny. A yakni di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember pada tanggal . . .
November 2017. Pemberi penyuluhan dari Mahasiswa PSIK Universitas
Jember yaitu yang berjumlah 1 orang. Wahyu Adinda Yuli P memberikan
materi mengenai diabetes sekaligus melakukan demonstrasi terapi
keperawatan yakni relaksasi benson pada Ny. A dan beserta keluarga.

4.2 Khalayak Sasaran


Khalayak sasaran pada kegiatan pendidikan kesehatan ini adalah Ny. A
yang mana mengalami diabetes beserta keluarga di Kecamatan Sumbersari,
Jember yang telah terindikasi terkena penyakit diabetes.
4.3 Metode yang Digunakan
1. Jenis model pembelajaran : Ceramah
2. Landasan teori : Diskusi
3. Landasan pokok
a. Menciptakan suasana yang kondusif
b. Mengajukan sebuah masalah
c. Mengidentifikasi pilihan tindakan
d. Memberikan tanggapan
e. Menetapkan tindak lanjut
f. Melakukan latian tekhnik relaksasi nafas dalam

= Sasaran/Audience

= Pemateri

BAB 5. HASIL KEGIATAN

BAB 6. PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

Trisnawati, Shara K, dkk. 2013. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di
Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah
Kesehatan, Vol.5 No.1:1-11.
Supriadi Supri, 2013 Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan DM, (online),
(http://nerskece.co diakses Mei 2014)
Tomey, A. M., & Alligood, M. R. (2010). Nursing Theorist and Their Work, 7th
Edition. Missouri: Mosby
Sutikno, E. (2011). Hubungan antara fungsi keluarga dan kualitas hidup lansia. 2 (1).
(Online). Diunduh dari (http://www.jkiina.com/index.php/jki/article/viewFil
e/13/12.
World Health Organization (WHO). (2012). About Diabetes. Diunduh dari
http://www.who.int/diabetes/action_ online/basics/en/index3.htm.
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Berita Acara


Lampiran 2. Daftar Hadir
Lampiran 3. SAP
Lampiran 4. Langkah-langkah Terapi Relaksasi Benson
Lampiran 5. Materi
Lampiran 6. Media
Lampiran 7. Foto Kegiatan

Jember, ….. November 2017


Pemateri

Wahyu Adinda Yuli P


NIM 152310101186
Lampiran 1 Berita acara

BERITA ACARA KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN


TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK PENURUNAN
KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2017/2018

BERITA ACARA

Pada hari ... November 2017 pukul …. Bertempat di Kecamatan Sumbersari,


Kabupaten Jember, telah dilaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan mengenai
penurunan kadar gula darah menggunakan terapi relaksasi benson oleh mahasiswi
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti oleh …
orang (daftar telah terlampir).

Jember, … November 2017

Mengetahui,

Dosen Penanggung Jawab Matakuliah Mahasiswi


Keperawatan Medikal

Ns. John Hafan S, M.Kep.,Sp.,Kep.MB Wahyu Adinda Yuli P


NIP 19840102 201504 1 002 NIM 152310101186
Lampiran 2 Daftar Hadir

DAFTAR HADIR KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN


TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK PENURUNAN
KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DIABETES
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2017/2018

DAFTAR HADIR

Implementasi latihan terapi relaksasi benson untuk penurunan kadar gula darah
oleh mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember, hari ….
tanggal…. November 2017 pukul … yang bertempat di Kecamatan Sumbersari,
Kabupaten Jember.

No Nama Alamat Tanda Tangan


1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

8 8

9 9

10 10

Jember, . . .November 2017

Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab Matakuliah

Ns. Jon Hafan S, M.Kep.,Sp.Kep,MB


NIP 19840102 201504 1 002
Lampiran 3 SAP

SATUAN ACARA PENYULUHAN PENDIDIKAN


KESEHATAN PENURUNAN KADAR GULA DARAH
PADA PASIEN DIABETES
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
TAHUN AJARAN 2017/2018

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

Topik/materi : Terapi Relaksasi Benson


Sasaran : Keluarga Ny. Apriliana
Waktu : ……. WIB
Hari/Tanggal : ………
Tempat : Rumah Ny. Apriliana di Kecamatan Sumbersari, Kabupaten
Jember.

1. Standar Kompetensi
Setelah mendapatkan pelatihan terapi relaksasi benson, pasien dan keluarga
dapat melakukan latihan terapi relaksasi benson mandiri.
2. Kompetensi Dasar
Setelah mendapatkan pelatihan diharapkan Ny. Apriliana dan keluarga
mampu:
a. Memahami konsep penyakit diabetes
b. Memahami langkah-langkah latihan terapi relaksasi benson
c. Mendemonstrasikan tekhnik terapi relaksasi benson
3. Pokok Bahasan:
Konsep penyakit diabetes dan terapi relaksasi benson
4. Subpokok Bahasan
a. Definisi diabetes
b. Klasifikasi diabetes
c. Penyebab diabetes
d. Tanda dan gejala diabetes
e. Komplikasi diabetes
f. Penatalaksanaan diabetes
g. Terapi relaksasi benson
5. Waktu
1 x 30 Menit
6. Bahan/Alat yang digunakan
Alat tulis (bolpoin, dan buku)
Leaflet

7. Model Pembelajaran
a. Jenis model pembelajaran : Pertemuan individu
b. Landasan Teori : Behaviorisme
c. Landasan Pokok :
1. Menciptakan suasana ruangan yang nyaman
2. Mengajukan masalah
3. Membuat keputusan nilai personal
4. Mengidentifikasi pilihan tindakan
5. Memberi komentar
6. Menetapkan tindak lanjut
8. Persiapan
Mahasiswa menyiapkan materi tentang terapi relaksasi benson dan
menyiapkan tempat terapi serta kondisi pasien.

9. Kegiatan Pendidikan Kesehatan


Tindakan
Proses Waktu
Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
Pendahuluan a. Memberikan salam, Memperhatikan 5 menit
memperkenalkan diri, dan menjawab
dan membuka salam
penyuluhan
b. Menjelaskan materi Memperhatikan
secara umum dan
manfaat bagi peserta
c. Menjelaskan TIU dan
TIK Memperhatikan
Penyajian a. Menyamakan pendapat Kooperatif sesuai 20 menit
mengenai hipertensi dengan tindakan
- Definisi
- Klasifikasi
- Penyebab
- Tanda dan gejala
- Komplikasi
- Penatalaksanaan

b. Mengkaji respon pasien


dan keluarga mengenai Menjawab atau
persepsi diabetes mengungkapkan
respon pada
pemateri
c. Melakukan gerakan
pemanasan Melakukan
gerakan sesuai
instruksi
d. Mulai latihan teknik
terapi relaksasi benson Melakukan
gerakan sesuai
dengan intruksi
Penutup a. Menutup pertemuan Memperhatikan 5 menit
dengan memberi
kesimpulan dari materi
yang disampaikan

b. Mengajukan pertanyaan Menjawab


kepada peserta pertanyaan

c. Mendiskusikan bersama Memberi


jawaban dari pertanyaan komentar dan
yang telah diberikan saran

d. Menutup pertemuan Memperhatikan


dengan memberi salam dan membalas
salam

Lampiran 4 Langkah-langkah Terapi Relaksasi Benson

Langkah-langkah terapi relaksasi benson adalah :

1. Atur posisi nyaman


2. Pilih salah satu kata atau ungkapan singkat yang mencerminkan
keyakinan, seperti nama Allah, tenang, rileks dan sebagainya
3. Pejamkan mata, hindari menutup mata dengan kuat
4. Bernafas lambat dan wajar sambil melepaskan otot, mulai dari kaki, betis,
paha, perut, pinggang, kemudian disusul melepaskan leher dan pundak
dengan memutar kepala dan mengangkat pundak perlahan-lahan. Ulurkan
kedua lengan dan tangan, kemudian kendurkan dan biarkan terkulai diatas
lutut dengan tangan terbuka, dalam posisi berdoa (jika posisi duduk)
5. Perhatikan nafas dan mulailah menggunakan kata fokus yang berakar pada
keyakinan. Tarik nafas dari hidung, pusatkan kesadaran pada
pengembangan perut, lalu keluarkan nafas melalui mulut secara perlahan
sambil mengucapkan ungkapan yang telah di pilih
6. Pertahankan sikap pasif, dan
7. Lakukan selama 15 menit 2x sehari pagi.

Lampiran 5 Materi Penyuluhan

a. Definisi Diabetes
Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronik yang komplek disertai
berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang
menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan
pembuluh darah disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan
dengan membran elektron. (Arief, 2005)

b. Klasifikasi Diabetes
Klasifikasi yang dianjurkan oleh PERKENI adalah yang sesuai dengan
anjuran lklasifikasi DM American Diabetes Association ( ADA ) 1997.
Klasifikasi Etiologi Diabetes Melitus (ADA 1997 ) :
1. Diabetes Tipe 1 (destruksi sel beta , umumnya menjurus ke
defisiensi insulin absolut)
2. Diabetes Tipe 2 (berpariasi mulai yang terutama dominant
resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang
terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin).
3. Diabetes Tipe Lain
a. Karena obat dan zat kimia
b. Infeksi
c. Sebab imunologi yang jarang
d. Sindrom Generik lain yang berkaitan dengan DM
e. Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) yaitu penyakit diabetes
yang dialami saat hamil

c. Penyebab Diabetes
1. Faktor Genetik
2. Faktor Berat Badan (Obesitas)
3. Gaya hidup
4. Etiologi lain : panktreatitis, tumor pankreas, obesitas, hiperthiroid,
akromegali, kehamilan, infeksi.
5. Gangguan sistem imun. Sistem ini dapat dilakukan oleh autoimunitas yang
disertai pembentukan sel-sel antibodi antipankreatik dan mengakibatkan
kerusakan sel-sel pnyekresi insulin, kemudian pningkatan kepekaan sel
beta olh virus.

d. Tanda dan Gejala Diabetes

Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau


kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah,
dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL
dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula
(glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.
Penderita diabetes melitus umumnya menampakkan tanda dan gejala
dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :
1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10. Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

e. Komplikasi Penyakit Diabetes

Adapun komplikasi pada diabetes mellitus sebagai berikut :


1. Akut
a. Hiperglikmia ( kadar gula darah yang mningkat )
b. Penurunan kesadaran
2. Kronis
a. Kerusakan pembuluh darah kecil, contoh kerusakan pembuluh
darah pada mata, jantung dll.
b. Rentan infeksi TBC
c. Kebutaan

f. Penatalaksanaan Diabetes

Dalam jangka pendek penatalaksanaan DM bertujuan untuk


menghilangkan keluhan atau gejala DM. Sedangkan tujuan jangka
panjangnya adalah untuk mencegah komplikasi. Tujuan tersebut
dilaksanakan dengan cara menormalkan kadar glukosa, lipid dan insulin.
Untuk mempermudah tercapainya tujuan tersebut kegiatan dilaksanakan
dalam bentuk pengelolaan pasien secara holistik dan mengajarkan kegiatan
mandiri. Kerangka utama penatalaksanaan DM yaitu perencanaan :
1. Makanan ( diet )
2. Latihan jasmani.
3. Obat – obatan
4. Pemantauan
5. Pendidikan Kesehatan
(Arief, 2005)
g. Terapi Relaksasi Benson
Terapi relaksai dapat dijadikan sebagai upaya penyembuhan bagi penderita
hipertensi. Hal itu karena dalam relaksasi terkandung unsur penenangan diri
yang dapat menstabilkan tekanan darah. Selain itu, relaksasi juga merupakan
usaha untuk menghilangkan stres sebagai salah satu faktor pemicu utama
hipertensi. Oleh karena itu, relaksasi sangat disarankan bagi penderita
hipertensi disamping berbagai upaya pengobatan lain atau usaha pengobatan
pendamping (Dalimartha, Purnama, Sutarina, et al., 2008).
Benson relaksasi sebagai salah satu metode relaksasi yang sekarang ini
mulai dikembangkan menjadi terapi pendamping untuk pasien yang
mengalami diabetes. Terapi ini sangat bermanfaat untuk menjaga agar kondisi
psikologi dan fisik seseorang dapat merasa rileks meskipun banyak tekanan
aktifitas dan tekanan pekerjaan yang dialami oleh pasien diabetes. Relaksasi
benson merupakan intervensi mandiri keperawatan. Konsep relaksasi adalah
bagian dari pengembangan “self care theory” yang dikemukakan oleh Orem,
dimana perawat dapat membantu kebutuhan kebutuhan self care pasien yang
berperan sebagai supportive educative sehingga pasien dapat menggunakan
relaksasi untuk mengatasi diabetes.
DAFTAR PUSTAKA

Ansjoer, Arief. 2005. Kapita Selekta Kedokteran. EGC: Jakarta


Brunner & suddarth (2001) keperawatan medical bedah. Jakarta: EGC

Dalimartha, S., Purnama, Basuki T., Sutarina, Nora., Mahendra, B., Darmawan,
Rahmat. (2008). Care your self hipertensi. Cetakan 1. Jakarta: Penebar Plus.
Serial Online.
http://112.78.40.115/e-
journal/index.php/ilmukeperawatan/article/viewFile/49/88 Diakses pada
tanggal 20 Oktober 2017
Herlambang. (2013). Menaklukkan Hipertensi Dan Diabetes. Jakarta Selatan. PT.
Suka Buku. Serial Online.
http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/13/01-gdl-andiprasto-
613-1-ktiandi-7.pdf Diakses pada tanggal 20 Oktober 2017
Lampiran Foto Kegiatan