Anda di halaman 1dari 5

Cara Belajar baik di sekolah

April 18, 2011 in Artikel

Cara Belajar baik di sekolah


Kegiatan belajar dan mengajar yang paling sederhana dan mudah dilaksanakan adalah guru berdiri di
depan kelas menjelaskan materi pelajaran dan siswa/peserta didik duduk, mendengarkan dan mencatat.
Dan metode ini masih banyak kita jumpai dalam dunia pendidikan kita baik pada jenjang SD, SMP,
SLTA maupun Perguruan Tinggi. Guru/Dosen sebagai subyek yang dianggap serba tahu dan peserta
didik menjadi obyek yang hanya bisa menerima apa yang diterangkan oleh guru karena guru adalah
penyedia informasi yang membantu siswa memperoleh kecakapan dan pengetahuan. Dalam konteks
proses pembelajaran hal ini menggambarkan sebuah metode pembelajaran yang monoton karena
interaksi yang terjadi bersifat satu arah dan peserta didik tidak bisa dieksplorasi kreatifitasnya dengan
kata lain proses pengajaran berpusat pada guru.

Seiring dengan perkembangan jaman yang ditandai penemuan teknologi khususnya teknologi
informasi dan komunikasi, sistem pengajaran tradisional yang berpusat pada guru sudah saatnya
diubah ke arah pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru berperan sebagai fasilitator –
pembimbing siswa- yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan kecakapan dan
membangun pengetahuan mereka sendiri. Siswa dapat menggunakan berbagai jenis teknologi untuk
melaksanakan riset, berkomunikasi dan menciptakan pengetahuan. Dengan kata lain pendidikan
berbasis teknologi saat ini telah menjadi pilihan untuk mempersiapkan manusia yang berkualitas di era
globalisasi. Dan dunia pendidikan Indonesia secara lambat laun sudah dipengaruhi oleh keadaan ini
sesuai tuntutan jaman.

Tak heran jika kini banyak universitas maupun sekolah yang mengaplikasikan teknologi informasi
dalam proses belajar untuk mengakomodasi hal tersebut. Untuk mengakomodasi sistem pendidikan ini,
tidak sedikit pihak universitas yang memberikan Notebook secara Cuma-Cuma kepada setiap
mahasiswa baru. Notebook ini pun digunakan untuk mempermudah mahasiswa mengakses materi
kuliah, tugas, maupun mencari referensi tambahan dengan berselancar di dunia maya, mengingat untuk
universitas yang telah mengadopsi sistem pendidikan berbasis ICT ini biasanya juga telah dilengkapi
deengan fasilitas hotspot dilingkungan kampus.

Hal ini menjadikan proses belajar bisa dilakukan di mana saja, tanpa terbatas ruang dan waktu. Meski
demikian, bukan berarti belajar di kelas dihilangkan begitu saja karena proses belajar secara mandiri
ini lebih bersifat pendalaman materi dan memperkaya wawasan mahasiswa.

Di lingkup sekolah

Tidak sedikit pula sekolah yang menerapkan konsep ”melek teknologi” ini dijabarkan dalam metode
belajar dan kurikulum sekolah. Pengenalan teknologi pun mulai diperkenalkan sejak dini, ada yang
dimulai dari TK dan ada pula yang bermula dari tingkat SD. Tentu saja pengenalan teknologi lewat
pembelajaran aplikasi komputer yang diberikan masih sebatas permainan untuk disesuaikan dengan
usia mereka.

Lingkungan sekolah pun diberi fasilitas wifi, sehingga baik guru maupun siswa dapat mengakses
internet dengan bebas dan mudah. Cara ini juga mendukung siswa untuk lebih rajin memperkaya diri
dengan mencari referensi tambahan lewat internet khususnya saat mengerjakan tugas maupun untuk
melakukan pengayaan pelajaran lebih mendalam. Disamping itu, proses belajar mengajar pun terasa
lebih menyenangkan dengan dilengkapi fasilitas multi media, di mana lewat gambar-gambar yang
tersedia dapat lebih membantu anak memahami pelajaran. Konsep Discovery Learning inilah yang
seharusnya dikembangkan di setiap jenjang pendidikan sehingga menumbuhkan semangat belajar pada
siswa.

Bagaimana mewujudkannya?
Departeman Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebagai departemen teknis yang melaksanakan
kebijakan pendidikan di Indonesia sudah memiliki political will yang kuat guna mewujudkan
pembelajaran berbasis elektronik (e-learning). Pembentukan ICT di setiap Kabupaten/Kota merupakan
indikasi dari kesungguhan pemerintah dalam pemerataan akses teknologi oleh sekolah di setiap
wilayahnya masing-masing. ICT ini sebagai simpul yang pemanfaatanya sebagai sentra sumber
belajar, sentra data dan informasi pendidikan serta sentra pengembangan SDM secara luas, khususnya
pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Terhadap pengembangan SDM dalam tahun anggaran ini telah
dilaksanakan program subsidi pelatihan JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional) bagi guru, tata
usaha dan pustakawan dengan tujuan setelah pelatihan ini peserta bisa mengembangkan content
pembelajaran dan administrasi secar elektronik (e-learning dan e-administration).

Belajar buat remaja masa sekolah sangatlah penting sekali karena itu untuk bekal dimasa depan dan
dalam hal belajar ini perlunya suasana yang tenang , karena dalam suasana demikan remaja dapat
berkonsentrasi, memusatkan pikiran pada pelajaran yang hendak di pelajari dan suasana yang tenang
itu membuat semangat belajar jadi lebih giat . Maka Jika ingin melakukan cara belajar terbaik itu :

 Paling efektif jika dilakukan pada waktu subuh dimana suasananya masih tenang hingga bisa
lebih kosentrasi dalam memahami pelajaran.

 Usahakan ketika baru bangun tidur jangan langsung belajar, tetapi mencuci muka atau
langsung mandi, dan jika beragama islam lakukan sholat subuh terlebih dahulu jangan lupa
berdoa agar mendapat ilmu yang bermanfaat.

 Dan lakukan beberapa gerakan badan atau senam kecil seperti menggerak-gerakkan tangan,
kaki dan leher secara perlahan agar badan segar. Hal ini agar pikiran mudah menangkap apa
yang akan dipelajari karena dgn badan yang segar pikiran mampu mencerna apa yang sedang
dipelajari.

Tips Belajar Yang Baik. Belajar adalah suatu keharusan bagi anak-anak yang masih menimba ilmu di
sekolah, tidak hanya anak sekolah saja melainkan kita juga harus belajar untuk menambah wawasan
dan ilmu. Untuk dapat belajar yang baik berikut ini akan sajikan Tips Belajar Yang Baik buat anda dan
anak-anak agar belajar dapat berjalan dengan baik.

Berikut ini Tips Belajar Yang Baik :


1. Niat dan berdoa
Berdoa agar di beri kemudahan dalam belajar dan dapat kita tangkap dalam belajar.

2. Membaca
Dengan membaca tentunya kita akan menambah wawasan kita serta dapat di ingat.

3. Selalu membuat ringkasan pelajaran


Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat
dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada.

4. Rajin mengulang pelajaran


Jangan sekali-kali bosen untuk membaca dan belajar kembali setelah belajar di sekolah.

5. Belajar dengan serius dan tekun


Hendaknya kita kalau mendengar guru mengajar di kelas harus mencatat yang menjadi penting dalam
pelajaran siapa tahu saat ulangan keluar soal tersebut.

6. Hindari belajar berlebihan


Biasa menjelang ujian banyak yang belajar sehari semalam, hal ini harus di hindari demi menjaga
kesehatan.

7. Aktiflah dalam bertanya


Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak
bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya.
8. Belajar kelompok
Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara
belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawabandari soal yang paling sulit
sekalipun.

>>>

spipat

10 cara belajar yang baik


by Joe Rizky on 01:50 PM, 16-Mar-11

1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah
memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah
apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal,
selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
2. Membaca adalah kunci belajar Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam
sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah
materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau
kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna
waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
4. Hapalkan kata-kata kunci Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang
lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya
mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama- nama warna pelangi
adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
5. Pilih waktu belajar yang tepat Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih
segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama loh. Tapi biasanya, pagi hari
adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi
baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
6. Bangun suasana belajar yang nyaman Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman.
Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau
sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar
kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
7. Bentuk Kelompok Belajar Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak
usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk
dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang
dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin
bakalan susah untuk mengantuk.
8. Latih sendiri kemampuan kita Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada
setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi
dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau
materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua
soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa
pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau
belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk
selalu berpikir ke depan dan kritis.
10. Sediakan waktu untuk istirahat Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di
kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu
belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja
memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru. Satu
lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami
materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah
kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi
yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur – tak perlu detail – berarti
kita sudah paham.

Sebagian dari pembaca mungkin pernah merasa bahwa belajarnya selama ini sia-sia dan sebagian dari
pembaca mungkin pernah mengeluh, KENAPA HARUS BELAJAR KALAU NILAI SAYA TETAP
JELEK? KENAPA TEMAN SAYA BISA DAPAT NILAI BAGUS SEMENTARA SAYA TIDAK?.
Coba anda koreksi berlajar anda, apakah selama ini belajar anda sudah memperhatikan beberapa faktor
yang dapat berpengaruh terhadap hasil belajar ataukah belum sama sekali. Kalau setelah membaca
anda menemukan beberapa kondisi dibawah pada diri anda, itu artinya cara belajar anda sudah
memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar, dan sebaliknya:

1. Dapat memahami isi buku yang telah dibaca.


2. Dapat mengambil kesimpulan dari isi buku yang telah dibaca.
3 Dapat mengingat sebagian besar dari isi buku yang telah dibaca.
4. Dapat menghafal isi buku yang telah dibaca.
5. Informasi yang telah diperoleh dari buku yang dibaca dapat bertahan lama dalam ingatan.

TIPS BELAJAR DAN MEMBACA YANG BAIK

1. PERHATIKAN SUASANA HATI. Ciptakan suasana hati yang positif untuk belajar, dengan
memilih waktu dan tempat yang menyenangkan. Cara lain untuk menciptakan suasana hati yang positif
dalam belajar adalah dengan mengetahui manfaat dari materi yang sedang kita pelajari, karena tanpa
mengetahui manfaat biasanya minat belajar kita akan menurun dan tentu saja dapat berpengaruh pada
suasana hati saat belajar. De Porter dan Hernacky dalam bukunya Quantum Learning, memberi tips
untuk meningkatkan minat terhadap materi pelajaran tertentu. Caranya adalah dengan selalu bertanya
Apa Manfaat BagiKu (AMBAK) sebelum mempelajari sesuatu.

2. Tumbuhkan Motivasi dalam diri. Untuk menumbuhkan motivasi belajar adalah dengan cara
mengetahui relevansi materi pelajaran yang sedang kita pelajari dengan realitas atau kegunaan materi
tersebut dalam kehidupan. Sebagai contoh untuk menumbuhkan motivasi belajar pada pelajaran
matematika kita harus tahu relevansi materi penjumlahan dengan realitas (kalau tidak menguasai
penjumlahan maka penjaga toko tidak akan dapat menghitung berapa duit yang telah dikeluarkan pada
hari ini untuk belanja roti), relevansi materi pengurangan dengan realitas (Kalau tidak menguasai
pengurangan maka penjaga toko akan kesulitan menghitung uang kembalian dari salah satu pembeli),
dan lain sebagainya. Dengan mengetahui relevansi dari materi yang kita pelajari terhadap kehidupan
kita, maka kita akan dapat menumbuhkan motivasi dalam diri kita.

3. GUNAKAN MUSIK JIKA PERLU. Jika mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, kita dapat
menggunakan musik-musik klasik seperti Mozart untuk meningkatkan konsentrasi

4. Tandai materi pelajaran yang tidak kamu pahami.Pada saat kita sedang membaca pasti akan
menemukan beberapa kata yang mungkin belum kita fahamai, apa yang harus kita lakukan? Beri tanda
pada kalimat yang tidak kita pahami dan lanjutkan membaca.

5. Setelah mempelajari satu paragraph berhentilah sebentar dan ulangi hasil bacaanmu dengan bahasa
kamu sendiri.

6. Kembali pada materi yang tidak kamu pahami, cari di buku lain, atau diskusikan dengan guru di
sekolah.
7. Buatlah pertanyaan dari materi pelajaran yang telah kamu baca.

8. Buat ringkasan materi pelajaran yang telah kamu baca.

9. Lakukan pengulangan terhadap pelajaran yang telah diberikan oleh guru di sekolah.

BEBERAPA TIPS MENGHAFAL


Ada beberapa tips dalam menghafal materi pelajaran yang harus kita ketahui agar kita tidak mengalami
kesulitan dalam menghafal materi pelajaran:

1. Menghafal dengan membaca dalam hati. Cara menghafal yang pertama ini diperuntukkan bagi anda
yang memiliki gaya belajar visual. Orang yang memiliki gaya belajar ini biasanya lebih mudah
memahami materi dengan menggunakan penglihatan atau lebih mudah memahami materi dengan
membaca sendiri daripada jika dijelaskan oleh guru atau dijelaskan oleh teman.

2. Menghafal dengan membaca dengan keras sampai terdengar oleh telinga. Cara menghafal yang
kedua ini diperuntukkan bagi anda yang memiliki gaya belajar auditorial atau lebih mudah memahami
materi dari penjelasan guru atau penjelasan teman daripada harus membaca sendiri.

3. Menghafal dengan jalan menulis diatas kertas, atau menggerak gerakkan jari diatas meja. Cara
menghafal yang ketiga ini diperuntukkan bagi anda yang memiliki gaya belajar kinestetik.

Masih bingung dengan gaya belajar anda?. Lebih mudahnya begini, Kalau kamu lebih mudah
menerima informasi dari teman melalui SMS daripada melalui telpon berarti gaya belajarmu Visual,
Kalau kamu lebih mudah menerima informasi dari teman melalui telepon daripada melalui SMS
berarti gaya belajar kamu auditorial, Nah.... kalau kamu sering mencoret-coret buku telepon saat
menerima telepon dari teman atau dari do'i, emmm...atau kalau kamu suka menjadikan meja belajar
kamu di sekolah sebagai drum (klotean tak duk duk duk tak duk duk) berarti gaya belajar kamu
kinestetik. Masih juga bingung? KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD PEDOMAN IDENTIFIKASI
GAYA BELAJAR SEMOGA BERMANFAAT.