Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun kedalam
jalan lahir. persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup
bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung
dalam 18 jam,tanpa komplikasi pada ibu maupun pada janin (Prawiroharjo, 2010), bentuk
persalinan ada dua yaitu persalinan spontan dan bantuan. Persalinan spontan adalah proses
lahirnya bayi dengan tenaga ibunya sendiri tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu
dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. Persalinan bantuan adalah proses
persalinan yang di bantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi dengan forsep atau
dilakukan operasi sectio caesarea (Manuaba, 2010).
Section caesarea berarti bahwa bayi dikeluarkan dari uterus yang utuh melalui operasi
abdomen. Di negara-negara maju, angka sectio caesarea meningkat dari 5 % pada 25 tahun
yang lalu menjadi 15 %. Peningkatan ini sebagian disebabkan oleh “mode”, sebagian karena
ketakutan timbul perkara jika tidak dilahirkan bayi yang sempurna, sebagian lagi karena pola
kehamilan, wanita menunda kehamilan anak pertama dan membatasi jumlah anak (Jones,
2002).
Menurut Andon dari beberapa penelitian terlihat bahwa sebenarnya angka kesakitan
dan kematian ibu pada tindakan operasi sectio caesarea lebih tinggi dibandingkan dengan
persalinan pervaginam. Angka kematian langsung pada operasi sesar adalah 5,8 per 100.000
kelahiran hidup. Sedangkan angka kesakitan sekitar 27,3 persen dibandingkan dengan
persalinan normal hanya sekitar 9 per 1000 kejadian. WHO (World Health Organization)
menganjurkan operasi sesar hanya sekitar 10-15 % dari jumlah total kelahiran.
Data dari RSUD Klungkung angka kejadian section caesarea dari tiga bulan terakhir
pada bulan Januari jumlah pasien yang menjalani post partum dengan section caesaria adalah
28 pasien kemudian meningkat di bulan Februari dengan jumlah 37 pasien. Pada bulan Maret
jumlah pasien yang menjalani post partum dengan section caesaria berjumlah 33 pasien.
Post partum dengan sectio caesaria dapat menyebabkan perubahan atau adaptasi
fisiologis yang terdiri dari perubahan involusio, lochea, bentuk tubuh, perubahan pada
periode post partum terdiri dari immiediate post partum, early post partum, dan late post
partum, proses menjadi orang tua dan adaptasi psikologis yang meliputi fase taking in, taking
hold dan letting go. Selain itu juga terdapat luka post op sectio caesarea yang menimbulkan
gangguan ketidaknyamanan : nyeri dan resiko infeksi yang dikarenakan terputusnya jaringan
yang mengakibatkan jaringan terbuka sehingga memudahkan kuman untuk masuk yang
berakibat menjadi infeksi. Dengan demikian klien dan keluarga dapat menerima info untuk
menghadapi masalah yang ada, perawat juga diharapkan dapat menjelaskan prosedur

1
sebelum operasi sectio caesarea dilakukan dan perlu diinformasikan pada ibu yang akan
dirasakan selanjutnya setelah operasi sectio caesarea.
American College of Obstetric and Gynecologist membagi kelainan persalinan menjadi
lebih lambat daripada normal (partus lama, protraction disorder), atau penghentian total
kemajuan (partus macet, arrest disorder). Ibu harus berada di dalam fase aktif persalinan
(serviks membuka 3-4 cm atau lebih) untuk mendiagnosis salah satu diantara keduanya.
Diagnosis kemacetan fase aktif yaitu (tidak ada pembukaan selama 2 jam atau lebih) pada
5% nulipara aterm. Insiden ini belum berubah sejak tahun 1950an. Kontraksi uterus yang
kurang adekuat, didiagnosis pada 80% ibu dengan kemacetan fase aktif. Pada 25% persalinan
nulipara dipersulit kelainan fase aktif, sedangkan pada multigravida angkanya adalah 15%.
Keterkaitan atau faktor lain yang berperan dalam persalinan yang berkepanjangan adalah
sedasi berlebihan, anestesia regional, dan malposisi janin, misalnya oksiput posterior
persisten (Prawirohardjo, 2008). Saat ini, distosia atau partus tak maju adalah indikasi paling
sering untuk SC. Dan tidak majunya persalinan merupakan alasan bagi 68% SC.
(Cunningham, 2006).
Berdasarkan data dari RSUD Klungkung meningkatnya jumlah kejadian pasien post
partum dengan section caesarea maka kelompok kami kelompok kami tertarik untuk
menyusun asuhan keperawatan dengan judul “Asuhan Keperawatan pada Klien Post Sectio
Caesarea di Ruang Belimbing RSUD Klungkung”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan diatas dapat dirumuskan suatu masalah
yaitu “Bagaimanakah asuhan keperawatan pada pasien dengan post section caesarea?”

C. Tujuan
Tujuan Umum
Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada kasus post Sectio Caesarea di ruang
Belimbing RSUD Klungkung.
Tujuan Khusus
Untuk mengetahui pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien post Sectio Caesarea
yang meliputi:
1. Dapat melaksanakan pengkajian keperawatan pada pasien post Sectio Caesarea.
2. Dapat merumuskan diagnose keperawatan pada pasien post Sectio Caesarea.
3. Dapat menyusun rencana keperawatan pada pasien post Sectio Caesarea.
4. Dapat melaksanakan tindakan keperawatan pada pasien post Sectio Caesarea.
5. Dapat mengevaluasi hasil asuhan keperawatan pada pasien post Sectio Caesarea.
D. Manfaat
1. Bagi Rumah Sakit
Sebagai bahan masukan dan menambah referensi dalam mengaplikasikan tindakan
keperawatan yang telah dijalankan.
2. Bagi Perawat
Menambah referensi dalam hal pemahaman perkembangan pengetahuan, dan
penatalaksanaan dapat digunakan untuk menetapkan strategi yang tepat sehingga
2
dapatmemberikan asuhan keperawatan yang berkualitas meliputi bio-psiko-sosial-
spritual. Yang berhubungan dengan asuhan keperawatan Post Sectio Caesarea.
3. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai wacana bagi institusi pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di
masa yang akan datang.
4. Bagi Pasien dan Keluarga
Memberikan informasi cara perawatan luka Sectio Caesarea dengan benar dan aktif
dalam proses penyembuhan bagi keluarga, serta memberikan dukungan pada pasien
dalam pembentukan sikap dan konsep diri yang positif.
5. Bagi Pembaca
Dapat memberikan informasi mengenai masalah keperawatan khususnya asuhan
keperawatan pada pasien dengan Post Sectio Caesarea dengan indikasi partus tak maju.

E. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan laporan makalah keperawatan ini dibagi dalam 4 bab,
antara lain :
1. Bab I Pendahuluan meliputi : latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan
sistematika penulisan.
2. Bab II Tinjauan Teoritis dan Tinjauan Kasus meliputi : laporan pendahuluan sectio
caesaria asuhan keperawatan teoritis dan tinjauan kasus.
3. Bab III Pembahasan meliputi : pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi.
4. Bab IV Penutup meliputi : kesimpulan dan saran.