Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : MA NURUSSALAM

Kelas/Semester : XI/2

Mata Pelajaran : Kimia

Topik : Titrasi Asam Basa

Alokasi Waktu : 4 Jam Pelajaran

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong oyong, kerja sama, toleran, damai) santun, responsif, dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan meta kognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak, terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar:
KD 3.13 : Menentukan konsentrasi/kadar asam atau basa berdasarkan data hasil titrasi asam basa.
Indikator:
3.13.1 Menjelaskan konsep titrasi asam basa.
3.13.2 Menentukan konsentrasi/kadar asam atau basa berdasarkan data hasil titrasi asam basa.
KD 4.13 Merancang, melakukan dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan titrasi asam
basa.
Indikator:
4.13.1 Merancang percobaan titrasi asam basa.
4.13.2 Melakukan percobaan titrasi asam basa.
4.13.3 Menyimpulkan dan menyajikan hasil percobaan titrasi asam basa.

C. Tujuan Pembelajaran
2.1.1.1 Melalui percobaan titrasi asam basa diharapkan siswa dapat menunjukkan sikap disiplin,
jujur, teliti dan tanggung jawab.
2.2.1.1 Melalui diskusi dan percobaan titrasi asam basa diharapkan siswa dap menunjukkan
perilaku kerja sama.
3.13.1.1 Melalui diskusi diharapkan siswa dapat menjelaskan konsep titrasi asam basa.
3.13.2.1 Melalui diskusi diharapkan siswa dapat menentukan konsentrasi/kadar asam atau basa
berdasarkan data hasil titrasi asam basa.
4.13.1.1 Melalui kerja sama kelompok diharapkan siswa dapat merancang percobaan titrasi asam
basa.
4.13.2.1 Melalui kerja sama kelompok diharapkan siswa dapat melakukan percobaan titrasi asam
basa.
4.13.3.1 Melalui kerja sama kelompok diharapkan siswa dapat menyimpulkan dan menyajikan
hasil percobaan titrasi asam basa.
D. Materi Pembelajaran
1. Fakta
 Konsentrasi larutan asam atau basa dapat ditentukan melalui titrasi asam basa.
 Konsentrasi/kadar cuka makan dapat ditentukan melalui titrasi asam basa.
 Terjadi perubahan warna indikator saat titik akhir titrasi tercapai.
2. Konsep
 Titrasi asam basa merupakan teknik analisis untuk menentukan konsentrasi larutan asam
atau basa menggunakan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya (larutan standar)
 Dasar perhitungan konsentrasi asam atau basa berdasarkan data hasil titrasi asam basa
adalah bahwa mol ekuivalen asam sama dengan mol ekuivalen basa, yaitu ketika tercapai
titik ekuivalen.
 Titik ekuivalen tidak dapat diamati secara kasa mata, yang dapat diamati adalah titik akhir
titrasi yaitu ketika terjadi perubahan warna indikator sehingga saat terjadi perubahan warna
indikator, penambahan tiran dihentikan.
3. Prosedur

Percobaan Titrasi Asam Basa Untuk Menentukan Konsentrasi HCl

1. Siapkan peralatan dan bahan yang digunakan


2. Cuci semua peralatan yang akan digunakan, dan keringkan
3. Pasang buret sejajar dengan statif (seperti gambar 1) . Pastikan kertas putih/tissue dipasang
di bawah erlenmeyer

Gambar 1 Set Alat Titrasi Asam-Basa


4. Masukkan larutan NaOH 0,1 M ke dalam buret dan catat volume awal
5. Buka kran buret untuk mengeluarkan gelembung udara yang ada di dalam larutan secara
perlahan (pastikan di dalam buret tidak terdapat gelembung udara)
6. Ambil 10 mL larutan HCl menggunakan pipet volume, kemudian masukkan ke dalam
erlenmeyer
7. Tambahkan 3-5 tetes indikator phenolftalein ke dalam HCl
8. Titrasi larutan HCl dengan NaOH 0,1 M tetes demi tetes sambil goyang erlenmeyer hingga
terjadi perubahan warna yang konstan (dari tak berwarna menjadi merah muda)

Gambar 2 Teknik menggoyangkan erlenmeyer saat titrasi


9. Amati perubahan yang terjadi. Catat volume NaOH yang tertera di buret
10. Ulangi prosedur 6-9 minimal 2 kali
11. Hitung volume rata-rata larutan NaOH yang digunakan.
E. Metode Pembelajaran (Rincian dari Kegiatan Pembelajaran)
 Pendekatan : Scientifiec
 Model : Learning cycle 5E
 Metode : Diskusi, kerja kelompok dan praktikum
F. Alat Pembelajaran dan Sumber Belajar
Alat Pembelajaran:
 LCD dan proyektor
 Laptop
 Papan tulis
 Spidol
 Lembar kerja siswa
 Handout
Alat dan Bahan Percobaan:
- Buret 50 mL - Akuades
- 2 buah tabung erlenmeyer - NaOH 0,1 M
- Pipet volume 10 Ml - Larutan HCl (belum diketahui konsentrasinya)
- Pipet tetes - Indikator Pp (phenolphtalein)
- Statif dan klem
- Corong kaca
- Gelas beker
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1 : Konsep Titrasi Asam Basa
Pendekatan : Scientifiec
Model : Learning Cycle 5E
Metode : Diskusi
I. Pendahuluan/Kegiatan Awal (5 menit)
 Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
II. Kegiatan Inti (120 menit)
Mengamati (Observing)
1) Fase I : Engagement
 Siswa diberi apersepsi dengan cara mengenali materi di pertemuan sebelumnya tentang
asam basa.
“Pada subbab sebelumnya, kamu telah mengetahui bahwa asam dalam air akan termion
menjadi H+ sedangkan basa dalam air termion menjadi OH- (teori Arrhenius). Jika asam
basa dicampurkan (direaksikan) maka akan terjadi reaksi penetralan (teori Bronset-
Lowry).”
 Siswa menjelaskan materi sebelumnya, yaitu asam basa dan guru memberikan penguatan
dan pertanyaan pancingan agar siswa bertanya.
“Pada keadaan tertentu saja larutan akan menjadi netral dan reaksi netralisasi ini dapat
digunakan sebagai dasar untuk menentukan konsentrasi suatu larutan.”
Menanya (Questening)
 Siswa diharapkan bertanya setelah guru memberikan apersepsi tersebut. Pertanyaan yang
diharapkan, “Kapan saat larutan netral? Bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu zat
berdasarkan reaksi netralisasi?”
Mengumpulkan Data (Experimenting)
2) Fase II: Exploration
 Siswa dibimbing untuk membaca handout dan berbagai sumber belajar yang relevan.
3) Fase III: Explanation
Mengasosiasi (Associating)
 Siswa dibimbing untuk mendiskusikan hasil pemahaman masing-masing terkait titrasi
asam basa dan guru memberikan penguatan.
 Siswa diingatkan kembali terkait pertanyaan di awal, yaitu “Kapan saat larutan netral?
Bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu zat berdasarkan reaksi netralisasi?”
Mengkomunikasikan (Communicating)
 Siswa dibimbing untuk menjawab pertanyaan berdasarkan browsing pustaka dan diskusi
yang telah dilakukan dan guru membimbing serta memberikan penguatan akan jawaban
siswa.
4) Fase IV : Elaboration
 Siswa dibimbing untuk menentukan konsentrasi larutan asam atau basa berdasarkan data
hasil titrasi asam basa.
5) Fase V: Evaluation
 Siswa mengerjakan kuis yang diberikan guru.
III. Penutup (10 menit)
Refleksi
 Siswa dituntun agar mengungkapkan perasaan dan pendapatnya terkait pembelajaran hari
ini.
 Siswa diminta untuk mempelajari materi untuk pertemuan selanjutnya.
 Guru mengucapkan salam.
Pertemuan ke-2 : Praktikum Titrasi Asam Basa
Pendekatan : Scientifiec
Model : Learning Cycle
Metode : Kerja Kelompok, Praktikum
I. Pendahuluan/Kegiatan Awal (5menit)
 Guru mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa.
II. Kegiatan Inti (120 menit)
Mengamati (Observing)
1) Fase I: Engagement
 Siswa diberi apersepsi dengan cara mengenali materi di pertemuan sebelumnya tentang konsep
titrasi asam basa.
 Siswa menjelaskan materi sebelumnya, yaitu tentang konsep titrasi asam basa dan guru
memberikan penguatan dan pertanyaan pancingan agar siswa bertanya.
Menanya (Questening)
 Siswa diharapkan bertanya setelah guru memberikan apersepsi tersebut. Pertanyaan yang
diharapkan, “bagaimana cara melakukan titrasi asam basa? Khususnya bagaimana cara
mengukur/menakar banyaknya volume larutan asam atau basa yang digunakan?”
Mengumpulkan Data (Experimenting)
2) Fase II: Exploration
 Siswa duduk bersama kelompok masing-masing.
 Siswa dibimbing untuk melakukan percobaan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan di LKS.
 Siswa melakukan percobaan titrasi asam basa dengan kelompok masing-masing dan guru
mengisi lembar observasi assessmen keterampilan.
 Siswa mengamati dan mencatat data hasil titrasi asam basa.
Mengasosiasi (Associating)
 Siswa mengolah data hasil percobaan dan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan di LKS.
Mengkomunikasikan (Communicating)
 Siswa dibimbing untuk mempresentasikan hasil percobaan.
 Siswa menulis volume titrat dan konsentrasi berdasarkan data percobaan di papan tulis.
3) Fase III: Explanation
 Siswa diingatkan kembali terkait pertanyaan di awal, yaitu “bagaimana cara melakukan titrasi
asam basa? Khususnya bagaimana cat mengukur/menakar banyaknya volume larutan asam atau
basa yang digunakan?”
 Siswa menjawab pertanyaan berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dan guru
membimbing serta penguatan akan jawaban siswa.
4) Fase IV: Elaboration
 Siswa dibimbing untuk menjawab secara oral pertanyaan-pertanyaan di LKS.
5) Fase V: Evaluation
 Siswa mengerjakan kuis yang diberikan guru.
III. Penutup (10menit)
Refleksi
 Siswa dituntun agar mengungkapkan perasaan dan pendapatnya terkait pembelajaran hari ini.
 Siswa diminta untuk mempelajari materi dan merancang percobaan untuk pertemuan
selanjutnya.
 Guru mengucapkan salam.

Pertemuan ke-3
Tes tulis materi titrasi asam basa

H. Penilaian
1. Jenis/Teknik Penilaian
- Tes
- Non tes
2. Bentuk Penilaian dan Instrumen Penilaian
- Tes Tertulis
 Soal Kuis (pada fase evaluation) (Lampiran 1)
 Soal UH (Lampiran 2)
- Non tes
 Lembar Pengamatan Sikap (Lampiran 3)
 Lembar Pengamatan Keterampilan (Lampiran 4)
3. Pedoman penskoran
- Tes tulis
 Pedoman Penskoran Soal Kuis (pada fase evaluation) (Lampiran 1)
 Pedoman Penskoran Soal UH (Lampiran 2)
- Non tes
 Pedoman Penskoran Sikap (Lampiran 3)
 Pedoman Penskoran Keterampilan (Lampiran 4)
LAMPIRAN 1

Rubrik Penilaian Kognitif


Pertemuan ke-1 : Pertanyaan pada fase evaluation untuk kuis
N No Indikator Soal Ranah Pertanyaan Jawaban yang diharapkan Skor
Kognitif
1. Diberikan 10 mL HCl X M mmolek asam = mmolek basa 5
kasus titrasi C3 dititrasi oleh VHCl x NHCl = VBa(OH)2 x NBa(OH)2
asam basa, larutan Ba(OH)2 VHCl x MHCl x XHCl = VBa(OH)2 x MBa(OH)2 x XBa(OH)2
siswa dapat 0,1 M diperlukan 10 mL x MHCl x 1 = 15 mL x 0,1 M x 2
menghitung 15 mL. Hitunglah MHCl = 0,3 M
konsentrasi Konsentrasi HCl
HCl yang yang dititrasi!
dititrasi.
2. Diberikan C3 25 mL larutan mmolek asam = mmolek basa 5
kasus titrasi H2SO4 dititrasi VH2SO4 x NH2SO4 = VNaOH x NNaOH
asam basa, oleh larutan VH2SO4 x MH2SO4 x XH2SO4 = VNaOH x MNaOH x XNaOH
siswa dapat NaOH 0,1 M. Jika 25 mL x MH2SO4 x 2 = 10 mL x 0,1 M x 1
menghitung dibutuhkan 10 mL MH2SO4 = 0,12 M
konsentrasi larutan NaOH,
H2SO4 yang tentukanlah
dititrasi. kemolaran larutan
H2SO4!
3. Diberikan C3 10 mL HCl yang mmolek asam = mmolek basa 5
kasus titrasi tidak diketahui VHCl x NHCl = VNaOH x NNaOH
asam basa, konsentrasinya VHCl x MHCl x XHCl = VNaOH x MNaOH x XNaOH
siswa dapat dititrasi oleh 10 mL x MHCl x 1 = 12,52 mL x 0,1 M x 1
menghitung larutan NaOH 0,1 MHCl = 0,12 M
konsentrasi M. Pada titik akhir
HCl yang titrasi ternyata
dititrasi. rata-rata volume
NaOH 0,1 M yang
digunakan adalah
12,52 mL. Hitung
konsentrasi HCl
yang dititrasi!
Total 15
Perhitungan nilainya sebagai berikut.

skor yang diperoleh siswa


Nilai siswa (aspek kognitif) = x 100
skor total

Pertemuan ke-2
Pertanyaan pada evaluation untuk kuis
No Indikator Soal Ranah Pertanyaan Jawaban yang Diharapkan Skor
Kognitif
1. Siswa dapat C1 Apakah yang Titrasi asam basa merupakan teknik analisis untuk 5
menjelaskan dimaksud menentukan konsentrasi larutan asam atau basa
pengertian dengan titrasi menggunakan larutan yang sudah diketahui
titrasi asam asam basa? konsentrasinya (larutan standar).
basa.
2. Siswa dapat C1 Apakah fungsi Penambahan phenolphtalein berfungsi sebagai 5
menjelaskan penambahan indikator untuk mengetahui kapan titik akhir titrasi
fungsi indikator pada tercapai.
penambahan titrasi asam
indikator pada basa?
titrasi asam
basa.
3. Siswa dapat C1 Apakah yang Larutan standar adalah larutan yang sudah diketahui 5
menjelaskan dimaksud konsentrasinya dengan tepat.
pengertian larutan standar?
larutan
standar.
4. Siswa dapat C1 Jelaskan apa Titik ekuivalen terjadi ketika mmol ekuivalen asam 10
menjelaskan yang dimaksud sama dengan mmol ekuivalen basa atau tepat habis
pengertian dengan titik bereaksi. (skor 5)
titik ekuivalen ekuivalen dan Titik akhir titrasi terjadi saat terjadi perubahan warna
dan titik akhir titik akhir indikator. (skor 5)
titrasi. titrasi?
5. Diberikan C3 Tentukan mmolek asam = mmolek basa 5
kasus titrasi molaritas HCl VHCl x NHCl = VNaOH x NNaOH
asam basa, 10 mL jika VHCl x MHCl x XHCl = VNaOH x MNaOH x XNaOH
siswa dapat diketahui bahwa 10 mL x MHCl x 1 = 10 mL x 0,1 M x 1
menghitung volume tiran MHCl = 0,1 M
konsentrasi (NaOH 0,1 M)
HCl yang yang sudah
dititrasi. ditambahkan
adalah 10 mL!
Total 30
Perhitungannya sebagai berikut:
skor yang diperoleh siswa
Nilai siswa (aspek kognitif) = x 100
skor total
LAMPIRAN 2

Rubrik Penilaian Soal UH (Ulangan Harian)


Jawaban Soal UH (Ulangan Harian) di tabel berikutnya
No. Indikator Soal Ranah Soal
Kognitif
1. Diberikan pertanyaan, C2 1. Pada proses titrasi jika jumlah mol H+ sama dengan jumlah mol OH-
siswa dapat menyebutkan maka keadaan tersebut disebut juga sebagai...
titik ekuivalen. (A) Titik awal titrasi
(B) Titik ekuivalen
(C) Titik akhir titrasi
(E) Titik asam
2. Diberikan pernyataan, C1 2. Untuk mengetahui titrasi tepat habis bereaksi, maka diberi indikator.
siswa dapat menyebutkan Saat perubahan warna indikator terjadi disebut...
titik akhir titrasi. (A) Titik awal titrasi
(B) Titik ekuivalen
(C) Titik basa
(D) Titik akhir titrasi
(E) Titik asam
3. Diberikan kasus titrasi C3 3. Volume larutan NaOH 0,5 M yang diperlukan untuk membuat larutan
asam basa, siswa dapat NaOH 0,3 M menggunakan labu tak 250 mL adalah...
menentukan volume tiran (A) 175 mL
yang digunakan. (B) 75 mL
(C) 100 mL
(D) 200 mL
(E) 150 mL
4. Diberikan kasus titrasi C3 4. Konsentrasi 20 mL larutan H2SO4, jika di dalam titrasi diperlukan 30
asam basa, siswa dapat mL larutan NaOH untuk menetralkannya adalah...
menentukan konsentrasi (A) 0,05 M
H2SO4. (B) 0,10 M
(C) 0,15 M
(D) 0,20 M
(E) 0,25 M
5. Diberikan kasus titrasi C3 5. Untuk menetralkan 20 mL asam sulfat diperlukan 20 mL NaOH 0,2
asam basa, siswa dapat M maka konsentrasi asam sulfat adalah...
menentukan konsentrasi (A) 0,1 M
H2SO4. (B) 0,15 M
(C) 0,2 M
(D) 0,25 M
(E) 0,3 M
6. Diberikan kasus titrasi C3 6. 40 mL NaOH 0,2 M dicampurkan dengan 60 mL HCl 0,05 M.
asam basa, siswa dapat Volume H2SO4 0,1 M yang dibutuhkan untuk menetralkan campuran
menentukan volume tersebut adalah...
H2SO4 yang digunakan (A) 10 mL
dalam titrasi asam basa. (B) 15 mL
(C) 20 mL
(D) 25 mL
(E) 30 mL
7. Diberikan kasus titrasi C3 7. Sebanyak 20 mL larutan HCOOH dititrasi dengan larutan NaOH 0,2
asam basa, siswa dapat M. Volume NaOH yang dibutuhkan sebesar 30 mL. Konsentrasi
menentukan konsentrasi larutan HCOOH adalah .... M
HCOOH. (A) 0,1
(B) 0,2
(C) 0,3
(D) 0,4
(E) 0,5
8. Diberikan data hasil C3 8. Berikut data hasil titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH 0,1 M.
percobaan titrasi asam Percobaan Volume HCl yang Volume NaOH yang
basa, siswa dapat ditrasi digunakan
menentukan konsentrasi 1 20 mL 15 mL
HCl. 2 20 mL 14 mL
3 20 mL 16 mL
Berdasarkan data tersebut, konsentrasi larutan HCl adalah...
(A) 0,070 M
(B) 0,075 M
(C) 0,080 M
(D) 0,133 M
(E) 0,143 M
9. Diberikan data hasil C3 9. Sebanyak 4 gram cuplikan KOH dilarutkan dalam 100 mL air.
percobaan titrasi asam Selanjutnya, 10 mL larutan tersebut dititrasi dengan larutan HNO3 0,2
basa, siswa dapat M dan diperoleh data sebagai berikut.
menentukan kadar KOH. Percobaan Volume HNO3
1 21 mL
2 20 mL
3 19 mL
Kadar KOH dalam cuplikan tersebut adalah.... % (Mr = 56)
(A) 14
(B) 28
(C) 56
(D) 70
(E) 84
10. Diberikan data hasil C3 10. pH larutan sesudah penambahan 10 mL NaOH 0,1 M pada 25 mL
percobaan titrasi asam HCl 0,1 M adalah...
basa, siswa dapat (A) 1
menentukan titik (B) 1,125
ekuivalen. (C) 1,37
(D) 1,5
(E) 1,7
11. Diberikan data hasil C3 11. Data hasil percobaan titrasi larutan NaOH dengan larutan HCl
percobaan titrasi asam sebagai berikut.
basa, siswa dapat
menentukan titik
ekuivalen.
Percobaan Volume NaOH 0,15 M Volume HCl 0,1 M
1 10 mL 5 mL
2 10 mL 12 mL
3 10 mL 15 mL
4 10 mL 20 mL
5 10 mL 24 mL
Titik netralisasi ditunjukkan pada percobaan...
(A) 1
(B) 2
(C) 3
(D) 4
(E) 5
12. Diberikan kasus titrasi C3 12. Sebanyak 10 mL larutan HCl dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M
asam basa, siswa dapat menggunakan indikator phenolptalein. Jika perubahan warna
menentukan konsentrasi indikator menjadi merah muda diperlukan 12,5 mL larutan penetrasi,
HCl. maka molaritas larutan HCl adalah...
(A) 0,100 M
(B) 0,125 M
(C) 0,200 M
(D) 0,250 M
(E) 0,500 M
13. Diberikan pernyataan, C2 13. Larutan HCl jika direaksikan dengan larutan NaOH membentuk
siswa dapat menentukan garam dan air. Persamaan reaksinya adalah...
persamaan reaksinya. (A) HCl + NaOH  NaCl + H2O
(B) HCl + H2O  H3O+ + Cl-
(C) H+ + OH-  H2O
(D) Cl- + Na+  NaCl
(E) NaOH + H2O  Na(H2O) + OH-
14. Diberikan kasus titrasi C3 14. Sebanyak 50 mL larutan HCl 0,1 M direaksikan dengan 20 mL
asam basa, siswa dapat larutan NaOH 0,1 M maka pH campuran adalah...
menentukan pH (A) 1,0
campuran. (B) 1,4
(C) 3,5
(D) 7,0
(E) 11,0
15. Diberikan data hasil C3 15. Larutan asam atau larutan basa yang belum diketahui
percobaan titrasi asam konsentrasinya dapat diketahui dengan cara titrasi. Seorang siswa
basa, siswa dapat melakukan titrasi larutan NaOH 0,1 M dengan larutan HCl yang
menentukan pH HCl. tidak diketahui konsentrasinya diperoleh data sebagai berikut:
No. Volume NaOH (mL) Volume HCl (mL)
1. 50 10
2. 50 15
3. 50 25
4. 50 35
5. 50 40
Berdasarkan data di atas maka harga pH larutan asam HCl adalah....
(A) 1 – log 2
(B) 1 + log 2
(C) 2 + log 2
(D) 13 – log 2
(E) 13 + log 2
16. Diberikan kasus titrasi C1 16. Perubahan warna dalam keadaan asam, netral dan basa dari
asam basa, siswa dapat indikator BTB, jika larutan HCl ditambahkan larutan NaOH setetes
menyebutkan perubahan demi setetes adalah...
warna indikator saat (A) biru, kuning, merah
tirasi. (B) kuning, merah, hijau
(C) tidak berwarna, kuning, biru
(D) kuning, hijau, biru
(E) kuning, tidak berwarna, hijau
17. Diberikan kasus titrasi C1 17. Jika dalam titrasi HCl-NaOH menggunakan indikator fenolftalein
asam basa, siswa dapat maka titik akhir titrasi berada pada pH sekitar...
menentukan indikator (A) 6,5
yang digunakan. (B) 7,0
(C) 8,0
(D) 10
(E) 11
18. Diberikan kasus titrasi C1 18. Indikator yang paling tepat digunakan untuk titrasi HCl 0,1 M oleh
asam basa, siswa dapat NaOH 0,1 M adalah...
menentukan indikator (A) metil merah (rentang pH 3,5 – 4,8)
yang digunakan. (B) brom kresol hijau (rentang pH 4,6 – 5,8)
(C) brom timol biru(rentang pH 6,0 – 8,0)
(D) fenolftalein (rentang pH 8,0 – 10,0)
(E) alizarin kuning (rentang pH 10,0 – 12,5)
19. Diberikan kasus titrasi C3 19. Sebanyak 150 mL NaOH 0,2 M dititrasi dengan 100 mL NaOH 0,3
asam basa, siswa dapat M. Konsentrasi OH- dalam larutan adalah...
menentukan konsentrasi (A) 0,30 M
OH-. (B) 0,25 M
(C) 0,24 M
(D) 0,27 M
(E) 0,20 M
20. Diberikan kasus titrasi C3 20. Jika 100 mL HCl 0,1 M dititrasi dengan 50 mL HCl 0,04 M maka
asam basa, siswa dapat pH campuran menjadi...
menentukan pH (A) 1
campuran. (B) 2
(C) 3
(D) 4
(E) 5
Kurva berikut digunakan untuk mengerjakan soal nomor 21-24
21. Diberikan beberapa C2 21. Kurva di atas yang menunjukkan titrasi larutan HCl 0,1 M oleh
kasus titrasi asam basa, larutan NaOH 0, 1 M adalah...
siswa dapat menentukan (A) A
kurva yang tepat sesuai (B) B
titrasi asam basa yang (C) C
dilakukan. (D) D
(E) E
22. Diberikan beberapa C2 22. Kurva di atas yang menunjukkan titrasi larutan NaOH 0,1 M oleh
kurva titrasi asam basa, larutan HCl 0,1 M adalah....
siswa dapat menentukan (A) A
kurva yang tepat sesuai (B) B
titrasi asam basa yang (C) C
dilakukan. (D) D
(E) E
23. Diberikan beberapa C2 23. Kurva di atas yang menunjukkan titrasi asam lemah basa lemah
kurva titrasi asam basa, adalah...
siswa dapat menentukan (A) A
kurva yang tepat sesuai (B) B
titrasi asam basa yang (C) C
dilakukan. (D) D
(E) E
24. Diberikan beberapa C2 24. Kurva (C) menunjukkan titrasi antara...
kurva titrasi asam basa, (A) asam kuat dengan basa kuat
siswa dapat menentukan (B) asam lemah dengan basa kuat
jenis titrasi asam basa. (C) basa lemah dengan asam kuat
(D) asam lemah dengan bas lemah
(E) basa kuat dengan basa lemah
25. Diberikan kurva titrasi C2 25. Berikut diberikan sebuah kurva titrasi asam basa hasil percobaan
asam basa, siswa dapat untuk menentukan konsentrasi larutan NaOH 20 mL.
menentukan konsentrasi
NaOH.

Jika asam yang digunakan untuk titrasi adalah HCl 0,1 M maka
konsentrasi larutan NaOH yang dititrasi adalah....
(A) 0,1 M
(B) 0,2 M
(C) 0,3 M
(D) 0,4 M
(E) 0,5 M

Jawaban Soal UH (Ulangan Harian)


1 B 6 D 11 C 16 D 21 A
2 D 7 C 12 B 17 C 22 E
3 E 8 B 13 A 18 D 23 D
4 C 9 B 14 B 19 C 24 C
5 A 10 C 15 A 20 A 25 B

Petunjuk Penskoran
Jawaban “Benar” diberi skor 1 dan jawaban “Salah” diberi skor 0.
Perhitungan nilainya sebagai berikut:
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
Nilai siswa (aspek kognitif) = x 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

LAMPIRAN 3

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP

Petunjuk Penskoran
Lembar ini di isi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik. Pemberian skor berdasarkan
rubrik penilaian yang telah ditetapkan (di lembar ke dua). Berilah skor 1-4 pada kolom skor sesuai
jumlah aspek sikap yang ditampilkan oleh peserta didik.
Kelas :
Tanggal :
Sikap yang dinilai

Kerja sama
Tanggung
No. Nama Total

Disiplin

jawab
. skor

Teliti
Jujur
1.
dst.

Perhitungan skor akhir menggunakan rumus:

𝑠𝑘𝑜𝑟
x 100 % = skor akhir
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖

Peserta didik memperoleh nilai:


Sangat baik = apabila memperoleh skor akhir (80 -100) %
Baik = apabila memperoleh skor akhir (70 – 79) %
Cukup = apabila memperoleh skor akhir (60 – 69) %
Kurang = apabila memperoleh skor akhir (<60) %
Rubrik Penilaian Sikap
Sikap Aspek yang diamati
Disiplin 1. Masuk kelas tepat waktu
2. Memakai jas lab
3. Efisien dalam menggunakan waktu praktikum
4. Mengumpulkan tugas tepat waktu
Jujur 1. Menuliskan data sesuai dengan hasil percobaan yang dilakukan
2. Mempresentasikan data sesuai dengan hasil percobaan yang dilakukan
3. Tidak menyontek data kelompok lain
4. Mengakui kesalahan yang dilakukan (contohnya: melaporkan jika alat
rusak/ pecah)
Teliti 1. Mengamati dan mencatat setiap fakta yang teramati saat melakukan
percobaan.
2. Tepat dalam melakukan pengamatan.
3. Tepat dalam melakukan pengukuran serta perhitungan.
4. Tepat dalam menganalisis data percobaan.
Tanggung jawab 1. Membersihkan alat sebelum dan sesudah praktikum.
2. Mengembalikan alat yang telah digunakan ke tempat yang disediakan.
3. Membersihkan meja praktikum setelah selesai praktikum.
4. Melaksanakan piket kebersihan laboratorium.
Kerja sama 1. Aktif dalam melakukan percobaan bersama anggota kelompoknya
2. Aktif dalam berdiskusi tentang data hasil percobaan yang dilakukan
3. Membantu apabila ada anggota kelompok yang kurang paham dengan
langkah-langkah percobaan
4. Melaporkan hasil percobaan berdasarkan hasil diskusi kelompok
LAMPIRAN 4

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN KETERAMPILAN MOTORIK


(PERCOBAAN TITRASI ASAM BASA)

Petunjuk:
Lembar ini diisi oleh guru untuk menilai keterampilan motorik peserta didik. Berilah tanda cek ()
pada kolom “Ya” jika unjuk kerja yang dinyatakan sesuai atau kolom “Tidak” jika unjuk kerja yang
dinyatakan tidak sesuai.
Nama :
Kelas :
Tanggal :
No. Aspek Penilaian Kriteria Ya Tidak
1. Mencuci alat titrasi Mencuci dengan sabun dan mebilasnya
(sebelum digunakan) Mengeringkan
Membilas buret dengan titran
2. Memasang buret Memasang buret vertikal
Ketinggiannya sesuai
3. Mengisi buret dengan Mengisi buret dengan corong
tiran Volume tiran ditepatkan pada batas buret
4. Mengisi erlenmeyer Mengisi menggunakan pipet volume
dengan titrat Meniskus cairan sesuai dengan garis singgung
batas pipet volume
5. Menambahkan Menambahkan dengan 2-3 tetes indikator
indikator pada titrat Menambahkan sebelum dititrasi
6. Menitrasi titrat Menitrasi tetes demi tetes
Menggoyangkan erlenmeyer
7. Penghentian titrasi Titrasi dihentikan saat warna berubah menjadi
merah muda transparan dan warna tidak berubah
lagi.
8. Membaca skala buret Mata sejajar dan tegak lurus dengan garis
singgung skala pada meniskus tiran.
Skala yang dibaca benar
9. Mencuci alat titrasi Mencuci dengan sabun dan membilasnya
(setelah digunakan) Mengeringkan

Petunjuk Penskoran
Jawaban “Ya” diberi skor 1 dan jawaban “Tidak” diberi skor 0.
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus:

𝑠𝑘𝑜𝑟
x 100 % = skor akhir
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖

Peserta didik memperoleh nilai:


Sangat terampil = apabila memperoleh skor akhir (80-100) %
Terampil = apabila memperoleh skor akhir (70-79) %
Cukup terampil = apabila memperoleh skor akhir (60-69) %
Kurang terampil = apabila memperoleh skor akhir (<60) %