Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


Lampung Selatan

VI.1. Kebutuhan RTH Berdasarkan Presentasi Wilayah


Memperhatikan hasil evaluasi pada bab sebelumnya, sebagai tindak lanjut upaya-upaya
peningkatan kebutuhan pemenuhan Standar Minimal luasan RTH sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan, maka dibutuhkan analisis mendalam melalui pengaturan-pengaturan
setiap jenis RTH yang teridentifikasi di wilayah perkotaan Kabupaten Lampung Selatan.
Kebutuhan RTH diproyeksikan hingga pada jangka waktu 20 tahun ditetapkannya peraturan
Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten Lampung Selatan. Pola perencanaan dan
arahan pengembangan Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten Lampung Selatan
ini menggunakan 4 tahap skala prioritas yang masing-masing kawasan dengan skala prioritas
pelaksanaannya dibagi menjadi 5 tahun atau 5 tahapan. Pada tahap pertama atau tahun
pertama direncanakan selesai pada tahun 2022.

VI.1.1. Penyediaan RTH Publik


Sedangkan untuk penyediaan RTH publik, setidaknya dapat tersedia Ruang Terbuka Hijau
sebgai berikut:
1. Berbentuk Jalur
a. Jalur hijau koridor jalan
b. Pulau jalan dan median jalan
c. Pedestrian (jalur pejalan kaki)
2. Berbentuk Area
a. Taman kecamatan
b. Taman kota
VI-1
LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


3. RTH Fungsi Tertentu Lampung Selatan
a. RTH sempadan Rel Kereta Api
b. RTH sempadan sungai
c. Jalur hijau jaringan listrik tegangan tinggi
d. Pemakaman
e. RTH kawasan Terminal
Sedangkan untuk proyeksi perhitungan RTH publik sebesar 20% di Kabupaten Lampung
Selatan pada Tiap Kecamatan berdasarkan luas wilayah adalah sebagai berikut:

Tabel 6.1
Proyeksi Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kabupaten Lampung Selatan pada Tiap
Kecamatan Berdasarkan Luas Wilayah
Luas Proyeksi Kebutuhan
No Kecamatan
Km2 Persentase Luas RTH Publik (Ha)
1 Natar 213,77 10,65 4.275
2 Jati Agung 164,47 8,19 3.288
3 Tanjung Bintang 129,72 6,46 2.594
4 Tanjung Sari 103,32 5,15 2.066
5 Katibung 175,77 8,76 3.515
6 Merbau Mataram 113,94 5,68 2.278
7 Way Sulan 46,54 2,32 930
8 Sidomulyo 122,53 6,11 2.450
9 Candipuro 84,69 4,22 1.693
10 Way Panji 38,45 1,92 769
11 Kalianda 161,4 8,04 3.228
12 Rajabasa 100,39 5,00 2.007
13 Palas 171,39 8,54 3.427
14 Sragi 81,92 4,08 1.638
15 Penengahan 132,98 6,63 2.659
16 Ketapang 108,60 5,41 2.172
17 Bakauheni 57,13 2,85 1.142
Jumlah 2.007,01 100,00 40.131
Sumber: Analisis Konsultan, 2017

Tabel 6.1 di atas, menjelaskan proyeksi perhitungan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik
di Kabupaten Lampung Selatan pada Tiap Kecamatan berdasarkan luas wilayah. Menurut UU
No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang bahwa suatu kawasan perkotaan mensyaratkan
luas RTH minimal 30% dari luas wilayah kawasan perkotaan yang dibagi menjadi RTH
Publik minimal 20% dan RTH Privat minimal 10%. Di kecamatan Tanjung Bintang, separuh

VI-2
LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


Lampung
Kecamatan Merbau Mataram dan separuh Kecamatan TanjungSelatan
sari terdapat kawasan industri
yang cukup besar. Pada kawasan industri, RTH dialokasikan 30 % dari keseluruhan total
kawasan ekonomi khusus dengan pembagian RTH publik seperti taman, median jalan,
fasilitas olah raga sebesar 20 % dan RTH privat seperti koefisien dasar hijau (KDH)
bangunan per blok serta pekarangan di permukiman sebesar 10 %.

VI.1.2 Penyediaan RTH Privat


Penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) privat ini didasarkan pada jenis kepemilikan lahan,
berdasarkan hal tersebut, maka persyaratan penyediaan RTH privat berdasarkan fungsi dan
kepemilikan lahan dijelaskan sebagai berikut :
1. Rumah Tinggal :
a. Jenis kavling dengan ukuran kurang dari 120 m2 wajib ditanami minimal 1 (satu) pohon
pelindung dan penutup tanah/rumput;
b. Jenis kavling dengan ukuran 120 m2 - 240 m2 wajib ditanami minimal 1 (satu) pohon
pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput dengan jumlah yang cukup;
c. Jenis kavling dengan ukuran 240 m2 - 500 m2 wajib ditanami minimal 2 (dua) pohon
pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput dengan jumlah yang
cukup;
d. Jenis kavling dengan ukuran lebih dari 500 m2 wajib ditanami minimal 3 (tiga) pohon
pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput dengan jumlah yang cukup;
e. Terhadap luas kavling yang tidak dimungkinkan untuk ditanami pohon penghijauan
wajib ditanami dengan sistem pot dan tanaman gantung lainnya.
f. Setiap Pengembang Perumahan berkewajiban untuk mewujudkan pertamanan/
penghijauan pada lokasi jalur hijau sesuai dengan rencana tapak / site plan yang telah
disahkan oleh Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk.

2. Bangunan Kantor, Hotel, Industri/Pabrik, Bangunan Perdagangan dan Bangunan Umum


lainnya :
a. Untuk Bangunan yang mempunyai luas tanah antara 120 m2 -240 m2 wajib ditanami
minimal 1 (satu) pohon pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput
dengan jumlah yang cukup ;
b. Jenis kavling dengan ukuran luas lebih dari 240 m2 wajib ditanami minimal 3 (tiga)
pohon pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput dengan jumlah yang
cukup.
VI-3
LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


Lampung
c. Setiap jalan diseluruh Daerah diusahakan dapat Selatan
ditanami dengan tanaman penghijauan.
d. Setiap pemilik atau pihak yang bertanggungjawab atas lahan terbuka dengan sudut lereng
diatas 15 derajat wajib menanam pohon penghijauan minimal 1 (satu) pohon pelindung
untuk setiap 15 m2 dan rumput dengan jumlah yang cukup.

Bentuk RTH Privat yang dibutuhkan untuk dikembangkan di Kabupaten Lampung Selatan
pada tiap kecamatannya berupa, taman lingkungan, jalur hijau, dan juga areal pemakaman.
Kebutuhan yang ditetapkan berdasarkan hasil analisa adalah sekitar 20,06 Ha. Adapun untuk
proyeksi perhitungan RTH Privat sebesar 10% di Kabupaten Lampung Selatan pada Tiap
Kecamatan berdasarkan luas wilayah adalah sebagai berikut:

Tabel 6.2
Proyeksi Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Privat di Kabupaten Lampung Selatan pada Tiap
Kecamatan Berdasarkan Luas Wilayah
Luas Proyeksi Kebutuhan
No Kecamatan
Km2 Persentase Luas RTH Privat (Ha)
1 Natar 213,77 10,65 2.137
2 Jati Agung 164,47 8,19 1.644
3 Tanjung Bintang 129,72 6,46 1.297
4 Tanjung Sari 103,32 5,15 1.033
5 Katibung 175,77 8,76 1.757
6 Merbau Mataram 113,94 5,68 1.139
7 Way Sulan 46,54 2,32 465
8 Sidomulyo 122,53 6,11 1.225
9 Candipuro 84,69 4,22 846
10 Way Panji 38,45 1,92 384
11 Kalianda 161,4 8,04 1.614
12 Rajabasa 100,39 5,00 1.003
13 Palas 171,39 8,54 1.713
14 Sragi 81,92 4,08 819
15 Penengahan 132,98 6,63 1.329
16 Ketapang 108,60 5,41 1.086
17 Bakauheni 57,13 2,85 571
Jumlah 2.007,01 100,00 20.062
Sumber: Analisis Konsultan, 2017

VI.2. Kebutuhan RTH Berdasarkan Jumlah Penduduk


Dalam mempermudah dalam proses perhitungan kebutuhan RTH yang didasarkan pada
jumlah penduduk, maka pendekatan awal yang digunakan adalah dengan membagi wilayah
perencanaan dalam satuan unit lingkungan yang menunjukkan hierarki wilayah. Berdasarkan
VI-4
LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


Lampung
Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Selatan Tahun Selatan
2016 jumlah penduduk yang
tersebar berdasarkan bentuk hierarki yang digunakan adalah sebagai berikut :

Gambar 6.1 Hierarki Kepadatan Penduduk Kab. Lampung Selatan

Kepadatan penduduk di Kabupaten Lampung Selatan masih terkonsentrasi di wilayah utara


yang dekat dengan pusat Kota Bandar Lampung, yaitu di Kecamatan Natar dan Kecamatan
Jati Agung. Kondisi sebaran penduduk kepadatan penduduk di Kecamatan Natar (18,24%)
dan Kecamatan Jati Agung (10,12%) dari jumlah penduduk Kabupaten Lampung Selatan
943.885 jiwa (LSDA 2010), dan distribusi penduduk yang terkecil adalah Kecamatan Way
Panji dan Bakauheni, yaitu 2%. Kabupaten Lampung Selatan memiliki persentase penduduk
pada kelompok umur muda (0-14 tahun) lebih besar dibandingkan kelompok umur tua (65
tahun ke atas). Untuk melihat struktur umur penduduk, pengelompokan umur (0-14 tahun,
15-64 tahun dan 65 tahun ke atas), secara pesentase berguna untuk meneliti keadaan struktur
penduduk di suatu daerah, apakah masuk kategori struktur penduduk muda atau tua.
Persentase kelompok usia produktif lebih besar jika dibandingkan usia non-produktif,yaitu

VI-5
LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


Lampung
sebesar 62%. Artinya, Kabupaten Lampung Selatan Selatan
mempunyai sumber daya manusia yang
cukup potensial. Komposisi penduduk merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan
keberhasilan pembangunan di suatu daerah. Agar proses pembangunan berjalan lancar,
kelompok penduduk usia tidak produktif (0-14 dan 65 tahun ke atas) sebaiknya semakin
mengecil bila dibandingkan dengan kelompok penduduk usia produktif (15-64 tahun).
Meningkatkan jumlah penduduk usia tidak produktif justru dapat menghambat kelancaran
proses pembangunan yang sedang dilaksanakan. Hal ini disebabkan partisipasi penduduk usia
produktif yang mejadi subjek (pelaksana) pembangunan, penduduk usia tidak produktif
cenderung menjadi objek (sasaran) pembangunan.

Tabel 6.3.
Metode perhitungan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Jumlah Penduduk
Luas
Luas
Unit Tipe Minimal
No Minimal/ Lokasi KDH
Lingkungan RTH / Kapita
Unit (m2)
(m2)
1 250 jiwa Taman 250 1.0 di tengah lingkungan 40%
RT RT
2 2.500 jiwa Taman 1.250 0.5 di pusat kegiatan RW 70%
RW
3 30.000 jiwa Taman 9.000 0.3 dikelompokan dengan 60-
Kel. sekolah/ pusat 70%
kelurahan
4 120.000 jiwa Taman 24.000 0.2 dikelompokan dengan 60-
Kec. sekolah/ pusat 70%
kecamatan
5 480.000 jiwa Taman 144.000 0.3 di pusat wilayah/kota 70-
Kota 80%
Sumber: Permen PU No. 05 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di perkotaan

Sedangkan untuk perhitungan kebutuhan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan


Jumlah Penduduk di Kabupaten Lampung Selatan pada pekerjaan penyusunan masterplan
RTH ini adalah sebagai berikut:

Tabel 6.4
Proyeksi Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kabupaten Lampung Selatan pada Tiap Kecamatan
Berdasarkan Jumlah Penduduk
Kepadatan Penduduk Proyeksi Kebutuhan
No Kecamatan
Jumlah (Jiwa) Persentase RTH (Ha)
1 Natar 186.372 19,16 37,2
2 Jati Agung 111.352 11,45 22,2
3 Tanjung Bintang 73.958 7,60 14,8
4 Tanjung Sari 28.682 2,95 8,6
VI-6
LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


5 Katibung 66.109
Lampung
6,80
Selatan 13,2
6 Merbau Mataram 48.428 4,98 9,6
7 Way Sulan 22.355 2,30 6,6
8 Sidomulyo 57.638 5,93 11,5
9 Candipuro 53.804 5,53 10,7
10 Way Panji 16.903 1,74 5
11 Kalianda 86.770 8,92 17,3
12 Rajabasa 21.972 2,26 6,5
13 Palas 56.207 2,78 11,2
14 Sragi 32.993 3,39 9,8
15 Penengahan 36.976 3,80 11
16 Ketapang 49.031 5,04 9,8
17 Bakauheni 23.029 2,37 6,9
Jumlah 972.579 100,00 211.9
Sumber: Analisis Konsultan, 2017

Tabel 6.5
Jenis RTH yang diperlukan di Kabupaten Lampung Selatan pada Tiap Kecamatan Berdasarkan
Jumlah Penduduk
Kepadatan Penduduk
No Kecamatan Jumlah (Jiwa) Luas Minimal/ Jenis/Tipe RTH
Kapita (m2)
1 Natar 186.372 0.2 Taman Kecamatan
2 Jati Agung 111.352 0.2 Taman Kecamatan
3 Tanjung Bintang 73.958 0.2 Taman Kecamatan
4 Tanjung Sari 28.682 0.3 Taman Kelurahan
5 Katibung 66.109 0.2 Taman Kecamatan
6 Merbau Mataram 48.428 0.2 Taman Kecamatan
7 Way Sulan 22.355 0.3 Taman Kelurahan
8 Sidomulyo 57.638 0.2 Taman Kecamatan
9 Candipuro 53.804 0.2 Taman Kecamatan
10 Way Panji 16.903 0.3 Taman Kelurahan
11 Kalianda 86.770 0.2 Taman Kecamatan
12 Rajabasa 21.972 0.3 Taman Kelurahan
13 Palas 56.207 0.2 Taman Kecamatan
14 Sragi 32.993 0.3 Taman Kelurahan
15 Penengahan 36.976 0.3 Taman Kelurahan
16 Ketapang 49.031 0.2 Taman Kecamatan
17 Bakauheni 23.029 0.3 Taman Kelurahan
Jumlah 972.579
Sumber: Analisis Konsultan, 2017

VI-7
LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


Lampung Selatan
Tabel 6.6
Lokasi penyediaan RTH dan persentase KDH di Kabupaten Lampung Selatan pada Tiap Kecamatan
Berdasarkan Jumlah Penduduk
Kebutuhan RTH
No Kecamatan KDH
Jenis/Tipe RTH Lokasi
1 Natar Taman Kecamatan Di pusat kecamatan atau di 60-70%
(dapat berupa taman pusat-pusat kegiatan
bermain publik, lapangan publik, fasilitas umum,
olah raga, jalur hijau, dan fasilitas sosial, perdangan
sebagainya) dan jasa, kawasan
perkantoran, kawasan olah
raga, jalur hijau dll
2 Jati Agung Taman Kecamatan Di pusat kecamatan atau di 60-70%
(dapat berupa taman pusat-pusat kegiatan
bermain publik, lapangan publik, fasilitas umum,
olah raga, jalur hijau, dan fasilitas sosial, dll
sebagainya)
3 Tanjung Bintang Taman Kecamatan Pada kawasan minim 60-75%
Taman Kelurahan oksigen dan penghijauan
(dapat berupa rest area, seperti: area publik dekat
taman publik, jalur hijau kawasan industri
sempadan jalan, dan
sebagainya)
4 Tanjung Sari Taman Kelurahan Pusat kegiatan publik, 60-75%
(dapat berupa taman fasilitas umum, fasilitas
bermain anak, taman sosial dengan skala
produktif, jalur hijau, dan kelurahan ataupun desa.
sebagainya)
5 Katibung Taman Kecamatan Di pusat kecamatan atau di 60-70%
(dapat berupa taman pusat-pusat kegiatan
bermain publik, lapangan publik, fasilitas umum,
olah raga, jalur hijau, dan fasilitas sosial, perdangan
sebagainya) dan jasa, kawasan
perkantoran, kawasan olah
raga, jalur hijau dll
6 Merbau Taman Kecamatan Di pusat kecamatan atau di 60-70%
Mataram (dapat berupa taman pusat-pusat kegiatan
bermain publik, lapangan publik, fasilitas umum,
olah raga, jalur hijau, dan fasilitas sosial, dll
sebagainya)
7 Way Sulan Taman Kelurahan Pusat kegiatan publik, 60-70%
Taman Kelurahan fasilitas umum, fasilitas
(dapat berupa taman sosial dengan skala
bermain anak, taman kelurahan ataupun desa.
VI-8
LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


Lampung Selatan
produktif, jalur hijau, dan
sebagainya)
8 Sidomulyo Taman Kecamatan Di pusat kecamatan atau di 60-70%
(dapat berupa taman pusat-pusat kegiatan
bermain publik, lapangan publik, fasilitas umum,
olah raga, jalur hijau, dan fasilitas sosial, perdangan
sebagainya) dan jasa, kawasan
perkantoran, kawasan olah
raga, jalur hijau dll
9 Candipuro Taman Kecamatan Di pusat kecamatan atau di 60-70%
(dapat berupa taman pusat-pusat kegiatan
bermain publik, lapangan publik, fasilitas umum,
olah raga, jalur hijau, dan fasilitas sosial, dll
sebagainya)
10 Way Panji Taman Kelurahan Pusat kegiatan publik, 60-70%
Taman Kelurahan fasilitas umum, fasilitas
(dapat berupa taman sosial dengan skala
bermain anak, taman kelurahan ataupun desa.
produktif, jalur hijau, dan
sebagainya)
11 Kalianda Taman Kecamatan Di pusat kecamatan atau di 60-70%
(dapat berupa taman pusat-pusat kegiatan
bermain publik, lapangan publik, fasilitas umum,
olah raga, jalur hijau, dan fasilitas sosial, perdangan
sebagainya) dan jasa, kawasan
perkantoran, kawasan olah
raga, jalur hijau dll
12 Rajabasa Taman Kelurahan Pusat kegiatan publik, 60-70%
Taman Kelurahan fasilitas umum, fasilitas
(dapat berupa taman sosial dengan skala
bermain anak, taman kelurahan ataupun desa.
produktif, jalur hijau, dan
sebagainya)
13 Palas Taman Kecamatan Di pusat kecamatan atau di 60-70%
(dapat berupa taman pusat-pusat kegiatan
bermain publik, lapangan publik, fasilitas umum,
olah raga, jalur hijau, dan fasilitas sosial, dll
sebagainya)
14 Sragi Taman Kelurahan Pusat kegiatan publik,
Taman Kelurahan fasilitas umum, fasilitas
(dapat berupa taman sosial dengan skala
bermain anak, taman kelurahan ataupun desa.
produktif, jalur hijau, dan

VI-9
LAPORAN ANTARA

Masterplan Peta Ruang Terbuka Hijau Kabupaten


sebagainya)
Lampung Selatan
15 Penengahan Taman Kelurahan Pusat kegiatan publik, 60-75%
Taman Kelurahan fasilitas umum, fasilitas
(dapat berupa taman sosial dengan skala
bermain anak, taman kelurahan ataupun desa.
produktif, jalur hijau, dan
sebagainya)
16 Ketapang Taman Kecamatan Di pusat kecamatan atau di 60-70%
(dapat berupa taman pusat-pusat kegiatan
bermain publik, lapangan publik, fasilitas umum,
olah raga, jalur hijau, dan fasilitas sosial, dll
sebagainya)
17 Bakauheni Taman Kelurahan Pada kawasan minim 60-75%
(dapat berupa rest area, oksigen dan penghijauan
taman publik, jalur hijau seperti: area publik dekat
sempadan jalan, dan kawasan industri
sebagainya)

Sumber: Analisis Konsultan, 2017

Dari jumlah penduduk pada tahun perencanaan 2016, jumlah penduduk masing-masing
Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan diperolah angka kebutuhan penyediaan RTH
Taman kecamatan dan taman kelurahan untuk tahun 2017 hingga 20tahun kedepan ialah
seluas 211,9 Ha dan jumlah penduduk yang masih dibawah standar minimal penyediaan RTH
Taman Kecamatan yang melayani 120.000 jiwa, dengan luas minimal/kapita 0,2 m2/jiwa
(Peraturan Menteri PU Nomor 05/PRT/M/2008). Pada kondisi eksisting RTH taman kota dan
taman lingkungan luasan maupun jumlah taman belum cukup memadai berdasarkan
perhitungan, sehingga untuk 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan ini
masih mempunyai luasan cadangan kebutuhan RTH sebesar sesuai perhitungan proyeksi
kebutuhan RTH berdasarkan jumlah penduduk yang telah dijelaskan sebelumnya. Cadangan
RTH ini harus dipertahankan, dan tidak dibolehkan untuk dialihfungsikan.

VI-10