Anda di halaman 1dari 14

Pohon Matoa

Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman buah asli khas Papua, Matoa berasal dari
keluarga (family) rambutan (Sapindaceae). Matoa sebenarnya tumbuh liar di hutan-
hutan Papua, sejenis tumbuhan pohon besar, tinggi pohon rata-rata 16 meter dengan
diameter rata-rata maksimum 90 cm. Matoa berbuah sekali dalam setahun, berbunga
pada bulan Juli hingga Oktober.
Pohon Bambu

Tanaman bambu merupakan tanaman yang sangat baik bagi lingkungan karena
tanaman ini mampu menyerap empat kali lipat lebih banyak karbondioksida daripada
tanaman biasa lain.
Tanaman bambu menghasilkan 35 persen lebih banyak oksigen daripada tanaman lain
pada umumnya.
Pohon Tanjung

Pohon tanjung atau bunga Tanjung (Mimusops elengi) Bunganya yang wangi mudah rontok dan
dikumpulkan di pagi hari untuk mengharumkan pakaian, ruangan atau untuk hiasan. Bunga ini,
dan aneka bagian tumbuhan lainnya, juga memiliki khasiat obat. Buahnya dapat dimakan Air
rebusan pepagannya digunakan sebagai obat penguat dan obat demam. Rebusan pepagan beserta
bunganya digunakan untuk mengatasi murus yang disertai demam. Daun segar yang digerus
halus digunakan sebagai tapal obat sakit kepala; daun yang dirajang sebagaimana tembakau,
dicampur sedikit serutan kayu secang dan dilinting dengan daun pisang, digunakan sebagai
rokok untuk mengobati seriawan mulut Kulit akarnya mengandung banyak tanin dan sedikit
alkaloid yang tidak beracun. Minyak yang diekstrak dari biji tumbuhan ini mengandung
beberapa asam lemak. Akarnya yang dicampur dengan cuka dapat digunakan untuk mengobati
sakit tenggorokan. Kayunya padat, berat, dan keras. Kayu dari varietas parvifolia yang biasa
tumbuh dekat pantai dipilih sebagai bahan pasak dalam pembuatan perahu, untuk tangkai tombak
dan tangkai perkakas lain, almari dan mebel, serta untuk tiang rumah. Varietas ini bisa tumbuh
setinggi 25 m dan segemang 40 cm.Kayu tanjung juga baik untuk dijadikan bahan ukiran,
patung, penutup lantai, jembatan, dan bantalan rel kereta api.
Jenis-jenis Pohon Peneduh

Berikut ini adalah jenis-jenis pohon peneduh yang biasanya ada di tepi jalan maupun di sekitar
lingkungan.

1. Pohon Bintaro

Pohon bintaro adalah tanaman yang banyak dijumpai di sepanjang jalan protokol di kota-kota besar
misalnya Surabaya. Tanaman yang memiliki buah mirip mangga ini sangat cocok dijadikan pohon
peneduh karena memiliki daun berbentuk bulat telur berwarna hijau tua.

Bintaro memiliki buah yang sekilas nampak seperti buah mangga yang sedang ranum. Namun buah ini
tidak dapat dikonsumsi karena mengandung racun yang sangat berbahaya. Bahkan ulat dan burung pun
tidak berani mendekat begitu mencium aroma pohon ini. Daun dan buah bintaro mengandung zat yang
dapat mempengaruhi jantung. Buahnya bisa digunakan untuk mengusir tikus sedangkan daunnya bisa
membunuh ikan dan jentik-jentik nyamuk. Daun bintaro yang berguguran dan jatuh di kolam bisa
menyebabkan ikan mati dalam hitungan detik.

Meskipun berbahaya, sejauh ini masih aman-aman saja asalkan tidak dikonsumsi sehingga pohon
bintaro masih banyak digunakan sebagai tumbuhan penghijauan serta peneduh kota.
2. Pohon Tanjung

Pohon tanjung memiliki batang yang tidak terlalu besar. Pohonnya juga tidak terlalu tinggi namun sangat
rindang. Daunnya tidak mudah rontok sehingga tidak mengotori jalan. Rantingnya juga tidak terlalu
besar dan tidak mudah patah. Bunganya berbau harum. Buah tanjung berwarna hijau dan jika sudah
masak warnanya kuning kemerahan. Biji buah tanjung disebut kecik yang kerap dijadikan sebagai sarana
bermain oleh anak-anak jaman dulu.

3. Pohon Ketapang

Pohon ketapang berwujud ramping namun memiliki ranting yang tumbuh lurus sehingga cocok untuk
dijadikan sebagai tanaman peneduh. Pohon ini memiliki daun berbentuk oval dan agak lebar. Daun
ketapang berwarna hijau terang ketika masih muda, dan akan tetap terlihat hijau meskipun terjadi
pergantian musim.

Pohon ketapang juga memiliki bunga berwarna kehijauan dan buah kecil berukuran sekitar 1,5 cm. Biji
ketapang bisa dimakan. Rasanya seperti kacang almond. Ada yang mengatakan lebih enak dari biji
kenari. Maka tidak heran jika buah ketapang ini sangat disukai monyet. Di hutan, kita bisa menjumpai
puluhan monyet bergelantungan di pohon ketapang yang sedang berbuah.

4. Pohon Bambu

Pohon bambu juga bisa dijadikan sebagai tanaman peneduh. Namun umumnya pohon ini hanya ditanam
di daerah pedesaan. Kumpulan pohon bambu disebut barongan yang biasanya di tanam di kebun
belakang rumah. Jika pun ada pohon bambu di sepanjang jalan perkotaan, maka sudah bisa dipastikan
sebagai tanaman sejenis bambu hias.

5. Pohon Beringin
Tanaman beringin tergolong sebagai tanaman berukuran besar dan rindang. Diameter batangnya bisa
mencapai 2 meter bahkan lebih dan tingginya bisa mencapai 25 meter. Pohon beringin umumnya
dikenal sebagai pohon keramat yang dijadikan rumah makhluk astral. Biasanya kita dapat menjumpai
pohon beringin ini di taman atau di alun-alun. Sebagai tanaman peneduh, pohon beringin masih sering
kita jumpai di tepi jalan setapak di daerah pedesaan.

6. Pohon Kiara Payung

Pohon kiara payung merupakan salah satu tanaman peneduh yang menjadi favorit saat ini. Pohonnya
yang rindang dan bertajuk luas serta kemampuannya menyerap CO2 sangat baik. Tingginya dapat
mencapai 11 meter lebih dengan daun-daunnya yang rimbun sehingga meneduhkan tempat di
sekitarnya. Pohon ini sangat cocok digunakan untuk menghias halaman rumah, sekolah, perkantoran,
taman kota hingga jalan-jalan umum di perkotaan.

7. Pohon Mahoni
Pohon mahoni merupakan tanaman yang besar dan tinggi. Pohon ini tumbuh lurus ke atas dengan tajuk
tinggi sehingga sangat cocok dijadikan sebagai tanaman peneduh jalan karena bisa tumbuh hingga
puluhan tahun. Tidak mudah tumbang karena memiliki struktur kayu yang kuat.

Selain sebagai tanaman peneduh, mahoni juga dimanfaatkan sebagai tanaman produksi. Hal ini
dikarenakan kayu pohon mahoni bernilai ekonomis. Kayu pohon mahoni cukup keras, awet sehingga
banyak dimanfaatkan sebagai bahan furniture perkakas rumah tangga. Buah mahoni memiliki biji yang
rasanya sangat pahit dan bisa digunakan sebagai obat herbal.

8. Pohon Kersen

Pohon kersen merupakan tanaman yang bisa tumbuh di mana saja. Ada yang menyebutnya pohon keres
atau seri. Pohon kersen pada umumnya tumbuh di tepi jalan sebagai tanaman peneduh. Pohon ini bisa
tumbuh liar tanpa perawatan khusus. Pohon kersen memiliki buah berbentuk bulat berwarna hijau, jika
sudah masak warnanya kemerah-merahan dan rasanya manis.

9. Pohon Akasia
Akasia merupakan pohon dengan tinggi 15 sampai 20 meter. Pohon ini memiliki duri yang tersebar di
seluruh cabang. Daunnya berbentuk lonjong dengan tulang daun menyirip. Bunga akasia umumnya
tumbuh berkelompok. Warna bunganya bervariasi antara merah, putih, kuning muda, dan ungu. Sama
seperti pohon penghijauan yang lain, akasia ramah lingkungan dan mampu menahan air dengan baik.
Akasia memiliki beberapa manfaat bagi manusia.

10. Pohon Angsana

Angsana atau yang dikenal dengan nama sonokembang merupakan sejenis pohon penghasil kayu
berkualitas tinggi dan memiliki nilai ekonomi di pasar dunia. Tanaman ini biasanya menghiasi pinggiran
jalan raya perkotaan sebagai pohon peneduh dan memang terlihat indah karena memiliki bunga yang
menyedapkan pemandangan.

11. Pohon Flamboyan

Flamboyan merupakan tanaman yang khas dengan pohon besar berbunga merah cerah. Bunganya yang
super cantik menjadi fenomena unik yang selalu dinanti-nanti. Pohonnya yang berbatang kokoh dan
tumbuh menjulang ini mampu memberikan keindahan yang menakjubkan. Maka tidak heran jika pohon
flamboyan ini banyak ditanam di tepi jalan sebagai peneduh sekaligus untuk keindahan.
12. Pohon Asam Jawa

Tanaman asam memiliki bentuk pohon yang tinggi, rindang, serta berakar kuat. Tanaman asam jawa
memang sengaja ditanam untuk peneduh di jalan raya. Pohon asam juga bisa berperan sebagai bahan
penghijauan dan untuk menahan angin. Pohon ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki kawasan yang
gersang dan tandus. Selain sebagai pohon peneduh, buahnya yang sudah tua dan masak bisa dikonsumsi
sebagai manisan yang sudah tentu rasanya manis-manis asam.

13. Pohon Trembesi

Pohon ini banyak ditanam sebagai peneduh jalan. Pohonnya besar seperti payung. Akar, batang, dan
dahannya sangat besar seperti raksasa. Usia pohon trembesi bisa mencapai ratusan tahun. Naungan
daun pohon trembesi bisa menurunkan suhu udara sekitarnya. Pohon trembesi mampu menyerap gas
karbon dioksida di udara. Biji buah pohon trembesi yang disangrai bisa dijadikan camilan.
14. Pohon Glodokan Tiang

Pohon glodokan tiang merupakan salah satu tumbuhan peneduh yang umumnya ditanam karena efektif
dalam mengurangi polusi suara. Pohon glodokan tiang tumbuh menjulang ke atas. Kenampakan pohon
ini seperti piramida simetris. Bentuk daun menyirip dengan tepi bergelombang serta berwarna hijau.

Pohon glodokan tiang ini sering kita jumpai di jalan-jalan umum dengan pola berbaris sebagai tanaman
peneduh. Pohon ini mampu memberikan keindahan kepada setiap pasang mata yang memandang.

15. Pohon Bungur

Bungur merupakan tumbuhan perdu yang dikenal sebagai pohon peneduh jalan atau pekarangan.
Bunganya berwarna merah jambu. Bila mekar bersama-sama akan tampak indah seperti bunga sakura
sehingga sangat cocok dijadikan sebagai pohon peneduh sekaligus sebagai tanaman hias di tepi jalan.
16. Pohon Cemara Bundel

Pohon cemara biasanya sering di tanam di pinggir jalan. Selain cocok untuk penghijauan, pohon ini juga
indah. Maka tidak heran jika cemara kini menjadi tanaman hias. Tidak semua cemara memenuhi kriteria
untuk penghijauan. Namun cemara bundel layak dipertimbangkan. Tingginya mencapai 20 meter.
Mampu menghisap polutan dan juga rindang. Pohon cemara sering kali kita jumpai di pekarangan atau
lapangan.

17. Pohon Johar

Johar merupakan pohon yang sangat umum ditanam di pinggir jalan sebagai tanaman peneduh. Johar
memiliki bunga berwarna kuning dan daun majemuk dengan pola menyirip ditambah untaian buah
polongnya yang biasa kering di tangkainya. Johar termasuk tanaman yang cepat tumbuh dan mampu
beradaptasi pada daerah kering sehingga sering dimanfaatkan sebagai pohon pelindung atau sebagai
tanaman perintis.
18. Pohon Palem Raja

Palem raja biasanya digunakan untuk penghijauan sekitar komplek perumahan atau tempat yang tidak
membutuhkan ruang besar. Tumbuhan ini tidak bercabang dan mampu tumbuh hingga 20 meter. Selain
sebagai penyejuk udara, palem raja juga sering digunakan sebagai pohon hias.

19. Pohon Palem Putri

Palem putri memiliki bentuk seperti palem raja, namun bentuknya lebih kecil sehingga disebut palem
putri. Palem ini mampu memberikan keindahan ketika memiliki buah.
20. Pohon Matoa

Matoa adalah tanaman buah asli khas Papua. Tanaman matoa bisa tumbuh di mana saja. Tanaman ini
sejenis tumbuhan pohon besar. Tinggi pohon rata-rata 16 meter dengan diameter rata-rata maksimum
90 cm. Meskipun matoa sebenarnya tumbuh liar di hutan-hutan Papua, tapi ternyata pohon ini juga
banyak tumbuh di daerah-daerah lain.

Buah matoa berbentuk bulat agak lonjong berwarna hijau. Jika sudah matang warnanya berubah
menjadi coklat kehitaman. Rasa buah matoa terbilang sangat lezat. Itulah sebabnya kini matoa banyak
ditanam di kebun atau pekarangan rumah.

Itulah Jenis-jenis Pohon Peneduh yang Biasanya Ada di Tepi Jalan. Semoga bermanfaat dan bisa
menambah wawasan kita semua.