Anda di halaman 1dari 6

KEPERAWATAN KELUARGA

NASKAH SKENARIO FUNGSI REPRODUKSI (Reproduction Functions)

PRAKTIKUM

Oleh

Kelompok 3

Moh. Anshori Rizki P 152310101058

Kresna Ade Saputra 152310101071

Alfy Meilinda Hapsari 152310101168

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2017
Pada suatu keluarga terdapat seorang ayah, ibu, dan satu orang anak yang
tinggal dalam satu rumah. Mereka hidup bahagia, dan pada saat si anak berumur 8
tahun dia sangat menginginkan seorang adik untuk menemaninya. Karena ayahnya
yang sibuk bekerja ke luar kota dan ibunya yang sering berjualan ke pasar. Sehingga
si anak sangat menginginkan seorang adik agar bisa bermain dengannya saat ditinggal
bekerja kedua orang tuanya.
Ibu : Assalamualaikum, lho nak lagi apa kamu sekarang?
Kresna : Waalaikumsalam (sambil mencium tangan ibunya), aku lagi belajar buk ini
ada tugas dari bu guru. Oh iya buk aku boleh gak main futsal sama temen- temen
dulu?
Ibu : Futsal? Emangnya tugasmu sudah selesai nak?
Kresna : Ya belum buk soalnya aku bosen belajar pengen main juga, lagian ibuk
sering ke pasar jadinya aku gak punya temen dirumah buk.
Ibu : Ya kamu itu harus seimbang antara belajar dan bermainnya jangan sampai
nanti nilaimu turun ya nak, bikin bapak sama ibuk bangga juga.
Kresna : Iya buk pasti, oh iya buk Kresna pengen punya adik biar nanti ada temennya
waktu dirumah
Ibu : Oh iya ini makanan kesukaanmu. Ya nanti kalau bapak sudah pulang nanti
ibuk coba musyawarah dulu sama bapakmu
Kresna : Bapak kok lama ya buk gak pulang-pulang
Ibuk : Bapakmu kan masih ke luar kota sekitar satu mingguan. InshaAlloh besok
udah pulang nak. Coba ibuk telpon bapakmu dulu, mungkin sekarang jadwalnya
masih istirahat. (Ibu Kresna langsung menelpon Bapaknya)
Kresna : Horeee bapak besok pulang jangan lupa suruh bawakan oleh-oleh ya buk
Ibu : Iya tadi udah ibuk sampaikan, kamu lanjutin dulu belajarmu ibuk mau masak
dulu. Kalau nanti sudah selesai dan sudah makan siang kamu baru boleh main futsal
sama temenmu
Kresna : Siap buk
Keesokan harinya Bapak Kresna pulang kerumah setelah satu minggu kerja di
luar kota dan membawakan oleh-oleh untuknya
Bapak : Assalamualaikum
Ibu : Waalaikumsalam, loh bapak kok sudah pulang, kok gak ngasih kabar dulu
kan nanti bisa dijemput pak
Bapak : Iya kan biar surprise buk
Ibu : Gimana bapak kerjanya, lacar kan?
Bapak : Alhamdulilah, berkat doa ibuk bapak sekarang naik jabatan
Ibu : Alhamdulillah ya pak, mungkin nanti kita buat syukuran kecil-kecilan ya pak
Kresna : Assalamualaikum, loh bapak kok sudah datang?
Bapak : Iya nak, bapak pengen pulang cepet kangen sama kamu sama ibukmu juga
Kresna : Oh iya pak, Kresna pengen adik pengen punya temen main. Soalnya Kresna
sendirian kalo dirumah gak ada temennya
Ibu : Ituloh pak anakmu minta adik
Bapak : Itu urusan bapak sama ibukmu nak, sudah kamu ganti baju dulu. Ini oleh-
olehnya buat kamu
Kresna : Yeee, makasih bapak. Kresna ke kamar dulu mau ganti baju
Ibu : Yaudah bapak ini kan waktunya makan siang, ibuk mau masak dulu habis itu
kita makan bareng sekeluarga. Oh iya untuk program nanti punya momongan kita
konsulkan dulu ke bidan ya pak?
Bapak : Iya buk, nanti ke bidan dulu. Oh iya bapak mau ganti baju dulu buk
Ibuk : Mana bapak tasnya tak bawakan
Bapak : Makasih loh buk
Setelah memutuskan untuk memiliki momongan baru, si ibuk dan bapak pergi
ke bidan untuk tes kesehatan dan konsul mengenai kesehatan reproduksinya ke bidan
dekat rumahnya
Ibuk : Assalamualaikum
Bidan : Waalaikumsalam, loh ibu Alfy sama pak Anshori. Mari silahka duduk. Ini
ada apa ya bu, pak mungkin ada yang bisa saya bantu?
Bapak : Begini bu kami mau tes kesehatan, karena kami berencana untuk memiliki
momongan bu
Ibu : Iya bu, kami berniat memiliki momongan, usia saya juga sudah 30 tahun dan
suami saya sudah 31 tahun. Itu bagaimana ya bu apa masih berpeluang untuk
memiliki anak lagi?
Bidan : Untuk sebelumnya apakah ibu mempunyai riwayat tentang reproduksinya
begitupun juga bapaknya?
Ibu : Alhamdulillah tidak ada bu, haid saya juga lancar dan rutin tiap bulannya
Bidan : Oh begitu ya bu, untuk usia segitu masih berpeluang besar bu untuk
memiliki anak. Mari saya periksa dulu bu di dalam
Ibu : Iya bu mari, sebentar ya pak. Bapak tunggu dulu
*Beberapa menit kemudian setelah diperiksa*
Bidan : Begini ibu, bapak. Ini setelah saya periksa alhamdulillah normal. Jadi kalau
semisal mempunyai progtam untuk memiliki anak saya sangat mendukung keputusan
ibu sama bapak
Ibu : Begitu ya bu, alhamdulillah saya senng mendengarnya. Baik kalau begitu
saya mohon pamit dulu ya bu. Mungkin kalau nanti ada masalah atau apa saya dan
suami saya datang kesini lagi
Bidan : Iya bu silahkan nanti kalau ada masalah apa –apa ibu dan bapak silahkan
kesini. Atau mungkin bisa menghubungi nomor saya
Bapak : Baik bu kalau begitu saya mohon pamit dulu, assalamualaikum
Ibu : Terimakasih banyak ya bu, assalamualaikum
Bidan : Iya bu pak sama-sama, waalaikumsalam
Saat dirumah si ibu bersih-bersih rumah seperti biasanya, namun si ibu
merasakan mual dan begah pada perutnya. Dan hal ini sudah terjadi selama 3
bulanan, si ibu mengira bahwa dia masuk angin biasa
Ibu : (melipat selimut) aduh-aduh perutku kok mual-mual rasanya. (akhirnya ibu
Kresna muntah-muntah dan bapak akhirnya datang menghampiri si ibu)
Bapak : Loh ibuk kenapa kok muntah-muntah, mungkin ibuk kecapek an atau masuk
angin?
Ibu : Gak tau pak, perut ibuk mual sekali rasanya
Bapak : Yaudah buk ayo ke bidan aja periksa nanti takutnya ada apa-apa sama
kesehatan ibuk
*Beberapa menit kemudian Ibu dan Bapak Kresna sampai di Bidan Putri*
Ibu ; Assamalualaikum
Bidan : Waalaikumsalam, mari bu pak silahkan masuk
Bapak : Begini bu kedatangan kami kesini untuk memeriksakan keadaan istri saya,
kok ini tadi mual-mual terus
Bidan : Bagaimana ibu kejadiannya ini tadi? Mungkin ibu bisa menceritakan dahulu
Ibu : Begini bu, saya ini tadi mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya,
namun sudah 3 bulanan ini saya sering meraa mual dan nafsu makan berkurang
Bidan : Sebentar saya kok merasa janggal ya bu. Untuk siklus menstruasinya ibu
bagaimana ya?
Ibu : Saya sudah telat 3 bulan bu
Bidan : Baik kalau begitu coba saya periksa terlebih dahulu bu. Mari masuk ke ruang
pemeriksaan
*Beberapa menit kemudian*
Bidan : Alhamdulillah, selamat bapak istri bapak positif hamil. Untuk pekerjaa yang
berat-berat tolong dikurangi ya bu. Dan juga pola makannya harus dijaga. Bapak juga
harus lebih perhatian sama istrinya. Soalnya ini ibuk keadaan juga hamil, biasanya
kalau orang hamil itu ingin ini itu bapak
Bapak : Oh iya bu, saya akan mengatur waktu kerja saya sama keluarga saya
Bidan : Baik ibu, ini saya beri jadwal makan yang baik untuk ibu. Dan ibu juga
harus rutin untuk memeriksakan kandungan ibu
Ibu : baik bu, terimakasih banyak atas bantuan ibu, saya mohon pamit dulu.
Assalamualaikum
Bidan : Iya bu sama-sama, sekali lagi selamat ya bu. Waalaikumsalam, hati-hati pak,
bu
Saat dirumah si ibu dan bapak sedang mengobrol di ruang tamu dan tidak
lama kemudian Kresna datang
Bapak : Gimana buk, ibuk harus ekstra hati-hati. Jangan mengerjakan pekerjaan yang
berat-berat
Ibu : Lha gimana to pak, kan bapak juga gak dirumah terus siapa yang bantuin
ibuk?
Bapak : Ya nanti bapak carikan pembantu buat ibuk, biar ibuk ada yang bantuin
dirumah
Kresna : Assalamualaikum (mencium tangan kedua orang tuanya)
Bapak : Waalaikumsalam. Nak, ini bapak dan ibumu habis dari bidan Putri dan kata
bidannya ibumu positif hamil sudah 3 bulan
Kresna : Beneran pak? Horeeee aku punya adik, aku punya temen mainnya
Ibu : Duh senengnya anak ibuk. Ya tapi ingat belajarnya ya nak, yaudah ganti baju
dulu sana. Ibu juga mau masak dulu
Setelah 7 bulan berlalu perut si ibu sudah membesar, Ibu Bapak dan Kresna
sangat bahagia. Mereka bertiga pergi ke bidan bersama untuk memeriksakan
kandungan si ibu
Bapak : Sudah siap bu? Oh iya Kresna mana gak kita ajak sekalian?
Ibu : Kresna tadi pamit futsal pak, coba bapak panggil dulu
Bapak : Nak, ayo ikut ke bdian gak? Ini ibumu mau memeriksakan keadaan adekmu
diperut
Kresna : (Sambil berlari-lari) Aku ikuuuttttttt
Akhirnya mereka bertiga pergi ke bidan untuk memeriksakan keadaan si bayi