Anda di halaman 1dari 2

1

Keutamaan Membaca & Khataman Qur’an


H. Kudang B. seminar

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq:3-5)

“Bacalah Al-Qur’an sebab di hari kiamat nanti akan dating sebagai penolong bagi para pembacanya.”
(H.R. Tirmidzi).

Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan
kamu tetap mempelajarinya. (Ali-Imram: 79).

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan
sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan,
mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil
pelajaran? (Al-Qamar:22).

Sebaik-baiknya orang diantara kamu adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.
(H.R. Bukhari).

“(Salah satu) ibadah utama dari umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (H.R. Ibnu Majah).

“Umatku yang paling mulia adalah penghafal (huffazh) Al-Qur’an”. (H.R. Tirmidzi).

“(Di akherat nanti) tidak ada pemberi syafa’at yang lebih tinggi tingkatannya dihadapan ALLAH SWT –
bahkan seorang Nabi, Malaikat atau siapapun yang lain – yang melebihi Al-Qur’an.” (H.R.Imam
Muslim & Imam Abdul Malik bin Habib)
2

“Apabila Al-Qur’an ada dalam kulit (seseorang), maka api (neraka) tidak akan menyentuh sedikitpun.”
(H.R. Tabarani & Ahmad)

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan kemudian merasa bahwa orang lain telah dianugerahi (oleh
ALLAH) lebih daripada apa yang telah dianugerahkan kepadanya, maka sungguh ia telah menganggap
kecil apa yang sesungguhnya dianggap besar oleh ALLAH swt” (H.R. Tabarani & Baihaqi).

“Allah SWT berfirman: Barang siapa disibukkan dengan Al-Qur’an sehingga ia tidak sempat berdoa dan
memohon kepada-KU, Maka ia akan AKU anugerahi terbaiknya pahala orang-orang yang bersyukur.”
(H.R. At-Tirmidzi)

Ketika seorang hamba membaca Al-Qur’an ketika kahatamannya ada 60 ribu malaikat yang ikut
membacakan sholawat (mendoakan) hamba tersebut. (H.R. Adalaimi)

Barang siapa yang mengkhatamkan Al-Qur’an di pagi hari maka para malaikat semuanya membaca
sholawat (mendoakan) orang tersebut sampai sore hari. Dan barangsiapa yang mengkhatamkan Al-
Qur’an di sore hari maka para malaikat semuanya membaca sholawat (mendoakan) orang tersebut
sampai pagi hari. (H.R. Abu Nuaim).

“Sesungguhnya bagi orang yang selalu membaca (menghafal) Al-Qur’an doanya diijabah (dikabulkan) .
Jika orang itu menghendaki maka ia minta di dunia, dan jika ia menghendaki maka ia minta untuk
disimpan untuk akherat kelak.” (H.R. Ibnu Mardawih).

Wa billahi taufiq wal hidaayah, wassalaamu alaikum warahmtullahi wabarakaatuh.