Anda di halaman 1dari 5

3 Fakta Ka’bah Yang Perlu Diketahui Umat

Islam
12 May 2015 by Sofia Fitriani

Sebagai umat Islam, sudah menjadi naluri dan keinginan kuat tersendiri tentunya dalam diri
kita untuk bisa menatap Ka’bah secara langsung di tanah suci Mekkah, Arab Saudi. Apalagi
jika momen tersebut tak hanya sekedar berkunjung, namun di saat kita menjalankan ibadah
Haji atau Umrah. Ka’bah sendiri oleh umat Islam di seluruh dunia dijadikan sebagai kiblat
arah sholat, bukan menyembah, namun menjadikannya arah sholat.

Baca Juga : Pulau Socotra, Inilah Tempat Persembunyian Dajjal Saat ini

Hingga detik ini, bangunan yang sudah berdiri sejak Nabi Ibrahim AS beserta anaknya, Nabi
Ismail AS, ini terawat sangat bagus dan setiap harinya dikunjungi oleh jutaan jamaah umrah
serta setiap tahunnya oleh jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia. Ka’bah terletak di
dalam Masjidil Haram, di Kota Mekkah. Sering disebut sebagai Baitullah (Rumah Allah) atau
Baitul ‘Atiq (Rumah Kemerdekaan). Dan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang menegaskan
bahwa Ka’bah sudah ada sejak masa Nabi Ibrahim AS adalah QS. Ibrahim ayat 37.

Dan berikut bunyinya, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian
keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau
(Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan
shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah
mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” .

Nah, membicarakan soal Ka’bah, sebagai umat Islam tentunya kita harus tahu beberapa fakta
yang selama ini mungkin belum kita ketahui tentangnya. Berikut 3 fakta besar tentang
Ka’bah tersebut:

Ka’bah dan Sinar Radiasi serta Tekanan Gravitasi

Mungkin sudah banyak diantara kita yang tahu tentang kabar bahwa orang-orang yang
tinggal di Mekkah, tepatnya di sekitar Ka’bah, terlihat lebih sehat, kuat, dan berumur lebih
panjang. Ternyata, setelah diteliti lebih dalam, di Ka’bah sendiri terdapat sebuah area yang
1.
merupakan tempat bertekanan gravitasi yang tinggi. Tekanan gravitasi tinggi tersebut
ternyata sangat berpengaruh terhadap imun tubuh manusia yang ada atau tinggal di
atasnya, yaitu di area tersebut. Ketika imun tubuh seseorang menjadi lebih kuat, maka
pertahanan diri dari serangan berbagai macam penyakit juga akan meningkat.
Ka’bah dan Sinar Radiasi serta Tekanan Gravitasi (c) wordpress

Selain disebabkan adanya tekanan gravitasi yang tinggi, kekuatan imun seseorang juga
menjadi lebih kuat karena adanya Zero Magnetism Area di sekitar Ka’bah. Artinya bahwa
jika seseorang meletakkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tak akan bergerak
sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya di antara kedua kutub.

Dengan adanya tekanan gravitasi tinggi di area Ka’bah, juga menyebabkan satelit buatan di
angkasa tak dapat melihat atau mendeteksi sama sekali apa isi Ka’bah. Dan juga, hal
tersebut ternyata berpengaruh pada kadar garam di sungai yang ada di bawah Ka’bah, yaitu
menjadi lebih tinggi. Sehingga ketika kita sholat di Masjidil Haram, tanpa atap pun, tak
akan pernah merasakan panas.

Di Ka’bah juga memancarkan sebuah sinar radiasi yang ternyata terpancar sangat kuat
sampai ke angkasa. NASA pernah mengumumkan tentang adanya sinar radiasi yang kuat
dari bumi, dan setelah diteliti lebih jauh, sinar radiasi tersebut ternyata berasal dari
Mekkah, lebih tepatnya adalah dari Ka’bah. Bahkan saat para Astronot meneliti tentang
Planet Mars, sinar radiasi tersebut masih kuat terpancar, dan ternyata bersifat infinite (tak
berujung). Konon, hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan kuat antara Ka’bah di
Bumi dengan di Akhirat. Wallahu’alam bisshawab.

Ka’bah Konon Dibangun oleh Para Malaikat

Sampai detik ini, mungkin masih banyak umat Islam bahkan umat manusia di seluruh
2.
dunia yang menganggap bahwa Ka’bah didirikan oleh Nabi Ibrahim AS beserta
anaknya, Nabi Ismail AS. Padahal, sesungguhnya bangunan Ka’bah sendiri telah ada
jauh sebelum masa mereka. Setidaknya diperkirakan telah ada sekitar 12 generasi yang
ikut menyumbangkan diri dalam pemeliharaan Ka’bah tersebut. Masya Allah.

Nah, bahkan ketika Allah menurunkan Nabi Adam AS beserta isterinya, Hawa,
bangunan Ka’bah ini telah ada di Bumi. Lalu siapakah yang sebenarnya membangun
Ka’bah tersebut? Konon, ada sebuah riwayat yang menegaskan bahwa para Malaikat-
lah yang melakukannya. Dalam QS. Ali Imran ayat 96 disebutkan, “Sesungguhnya
rumah yang pertama dibangun di muka bumi ini adalah di Makkah”. Hal ini jelas
membantah beberapa anggapan bahwa bangunan pertama yang dibangun di muka bumi
adalah Baitul Maqdis, melainkan adalah Ka’bah yang ada di Mekkah.

Ka’bah Konon Dibangun oleh Para Malaikat (c) staticflickr

Dalam riwayat Akhbar Makkah Muhammad Al Arzaqi (1988: 32) menceritakan,


“Karena takut akan murka Allah, para malaikat tidak bertanya lagi siapa yang layak
dijadikan khalifah di bumi, manusia atau malaikat, maka para malaikat segera mohon
ampun dan ridha Allah, karena Arasy Allah cukup besar, maka dengan Rahman dan
Rahim Allah, Dia membangun Baitul Makmur di bawah Arasy untuk tempat mereka
mengerjakan tawaf, dan lebih meringankan dan memudahkan mereka setiap hari.”

Para malaikat mengerjakan tawaf silih berganti siang dan malam sehingga tidak kurang
dari 7000 malaikat yang mengelilingi Baitul Makmur setiap harinya, bahkan menurut
riwayat ada di antara malaikat yang hanya dapat tawaf sekali saja, dan tidak dapat lagi
mengelilingi tawafnya karena sesaknya Baitul Makmur yang dibangun oleh Allah dari
Zabrajad yang bertahtakan Yakut berwarna merah itu.

Maka dengan Rahman dan Rahim Allah, diperintahkan kepada malaikat untuk
membangun Ka’bah di bumi yang persis seperti Baitul Makmur di bawah Arasy, besar
dan ukurannya sama, posisinya setentang dengan Ka’bah di bumi, andaikata dijatuhkan
sebuah batu dari Baitul Makmur ke Ka’bah akan sampai ke tengah-tengah Ka’bah.

3. Ada Sekitar 12 Generasi Yang Ikut Memelihara


Ka’bah
Sampai sekarang, Ka’bah masih dijadikan sebagai bangunan paling tua di dunia,
bahkan dijelaskan bahwa bangunan Ka’bah merupakan bangunan yang pertama
didirikan di muka Bumi ini. Dan dalam sebuah riwayat, setelah melalui penelusuran
sejarah, maka ditemukanlah kesimpulan bahwa setidaknya ada sekitar 12 generasi yang
ikut memelihara Ka’bah. Bahkan ketika pun Adam AS diturunkan oleh Allah ke Bumi,
Baitullah atau Ka’bah ini telah ada.

Ada Sekitar 12 Generasi Yang Ikut Memelihara Ka’bah (c) attiintravel

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 127 disebutkan, “Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim
meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail seraya berdo’a : Ya
Tuhan kami terimalah daripada kami amalan kami, sesungguhnya Engkaulah yang
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”. Ini menjelaskan bahwa perintah Allah
kepada Nabi Ibrahim AS untuk meninggikan Ka’bah, berarti bahwa pada masa beliau,
bangunan tersebut telah ada.

Dalam sebuah riwayat, saat Nabi Ibrahim AS diperintah oleh Allah “meninggikan”
(membangun kembali Ka’bah) ditempat dimana Ka’bah sejak masa Nabi Adam AS
sempat hancur dan terendam banjir bandang di masa Nabi Nuh AS. Sebelum itu,
sesudah masa Nabi Adam AS, Ka’bah dipelihara oleh putera-putera Nabi Adam AS.
Kemudian dilanjutkan oleh masa Nabi Ibrahim AS dan puteranya, Nabi Ismalil AS, dan
selanjutnya diteruskan oleh generasi-generasi sesudah Nabi Muhammad SAW, dengan
berbagai kemelut dan kejadian luar biasa yang menyertainya. Hingga jika ditotal ada 12
generasi tercatat ikut memelihara Kab’ah, Bangunan yang tak akan pernah hancur
sampai Kiamat-pun. Wallahu’alam bisshowab.

Baca Juga : Terungkap Fakta Hot. G nyangka Ternyata Selama ini Dewi Persik Suka Melakukan
Hal Nyeleneh ini.

Semoga ketiga fakta besar tentang Ka’bah tersebut, membuat kita semakin semangat
untuk terus merindukan panggilan Allah menuju ke tanah suci Mekkah dalam
menjalankan ibadah Haji atau Umrah suatu hari nanti. Aamiin. (sof) Next