Anda di halaman 1dari 1

Bisnis dan politik interaksi negara masyarakat dalam proses

perumusan kebijakan indonesia


A. Faktor-faktor yang memenuhi
Dalam merumuskan suatu kebijakan,para perumus atau pengambil keputusan tidak
terlepas dari pengaruh sebagai kepentingan yang ada,baik kepentingan sendiri,
kerabat, patron, serta kepentingan masyarakat yang lebih luas. Perumusan kebijakan
harus berdasarkan pada pertimbangan resionalitas dan terbebas dari vasted interest
tertentu dalam masyarakat para pengambil kebijakan itu sendiri, sehingga kebijakan
yang dihasilkan benar-benar mencerminkan atau mewakili keinginan dan
kepentingan serta kebutuhan masyarakat banyak. Namun, dalam suatu kebijakan
tidaklah dirumuskan dalam suatu ruangan yang hampa politik,sehingga hasil
rumusannya benar-benar terbebas dan steril dari berbagai kepentingan.
Melihat berbagai kepentingan yang terkait dengan proses perumusan
kebijakan, dilakukan dengan menggunakan model-model pendekatan yang telah
dibangun dari berbagai ahli di bidang politik dan ekonomi,terutama yang
mengkhususkan diri pada pemahaman,bagaimana suatu kebijakan dirumuskan
dalam suatu pemerintah terutama dari segi proses perumusan kebijakan.
Thomas R. Dye dan yehezekel Dror (Nicolas henry, 1975: 230) yang telah
mengemukakan 3 tipologi dengan beberapa macam variasi analisis model
kebijakan(negara). Demikian dengan Nicolas Henry, yang mengelompokkan tipologi
dalam dua kategori,yaitu:
1. Apakah kebijakan negara itu dianalisis dari proses perumusannya;
Adapun yang tergolong pada analisis proses perumusan kebijakan adalah
institusional, eli-masa, kelompok dan sistem. Dari sudut perumusannya,anlisis
kebijakaqn lebih bersifat deskriftif yakni menggambarkan bagaimana proses
tahapan-tahapan serta interaksi berbagai kepentingan didalam maupun diluar
birokrasi berlangsung.
2. Sisi hasil dan akibatnya
Adapun analisis dari sudut hasil dan akibatnya adalah rational comperehensive
dan incremental, yang bersifat preskritif,yaitu lebih mengarah kepada cara-cara
untuk meningkatkan mutu/kualitas kebijakan (pemerintah/negara).

Namun,pada bagian ini dilihat dari sudut prosesnya,yakni menjelaskan dan


menganalisis interaksi yang terjadi didalam proses perumusan kebijakan.

Faktor-penting yang dapat