Anda di halaman 1dari 20

1

A. JUDUL

(STAR V-SEND) KAMPUNG BINTANG SEMAKIN BERBINTANG


MENGGALI POTENSI EKONOMI WISATA BERBASIS
COMMUNITY ACCESS POINT DI DESA SENDANG
KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR

B. LATAR BELAKANG MASALAH


Berdasarkan Undang-Undang Otonomi Daerah No. 22 Tahun 1999,
pembangunan akan lebih difokuskan di daerah pedesaan, sehingga dengan
demikian akan terjadi perubahan sosial kemasyarakatan dari urbanisasi ke
ruralisasi (orang-orang kota senang atau akan pergi ke desa untuk berekreasi).
Departemen Pariwisata telah membuat program PIR (Pariwisata Inti Rakyat)
melalui pembangunan dan pengembangkan desa wisata (Fandeli, 2002).
Perkembangan pembangunan desa wisata akan terjadi ruralisasi yang
menyebabkan pemerataan pembangunan sesuai dengan GBHN tentang
TRILOGI pembangunan melalui desa wisata yang memilki manfaat dalam
peningkatan pengetahuan, sosial, ekonomi, budaya dan kreativitas masyarakat
desa (Damanika, 2006). Desa wisata adalah kawasan pedesaan yang
menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan baik
dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, atau
kegiatan perekonomian yang unik dan menarik serta mempunyai potensi
untuk dikembangkan berdasarkan keunggulan lokal (Alim, 2006).
Kearifan Lokal merupakan suatu proses dan realisasi peningkatan nilai
dari suatu potensi daerah sehingga menjadi produk, jasa atau karya lain yang
bernilai tinggi, bersifat unik dan memiliki keunggulan komparatif. Kearifan
lokal harus dikembangkan dari potensi daerah sebagai potensi pariwisata
(Jayadinata, 2006).
Pariwisata adalah suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan
melibatkan masyarakat sehingga membawa berbagai dampak terhadap
masyarakat setempat, bahkan pariwisata dikatakan mempunyai energy trigger
yang luar biasa, yang membuat masyarakat setempat mengalami
metamorphose dalam berbagai aspeknya melalui tingginya wisatawan yang
berkarakter Nature Based. (Page, 1997). Sejalan dengan dinamika, gerak
2

perkembangan pariwisata merambah dalam berbagai terminologi seperti,


sustainable tourism development, village tourism, ecotourism, merupakan
pendekatan pengembangan kepariwisataan yang berupaya untuk menjamin
agar wisata dapat dilaksanakan di daerah tujuan wisata bukan perkotaan. Salah
satu pendekatan pengembangan wisata alternatif adalah desa wisata untuk
pembangunan pedesaan yang berkelanjutan dalam bidang pariwisata.
Pariwisata juga dipengaruhi keadaan ekonomi, fisik dan sosial daerah
pedesaan tersebut, misalnya ruang, warisan budaya, kegiatan pertanian,
bentangan alam, jasa, pariwisata sejarah dan budaya, serta pengalaman yang
unik dan eksotis khas daerah (Nuryanti, 1993). Dengan demikian, pemodelan
desa wisata harus terus dan secara kreatif mengembangkan identitas atau ciri
khas daerah. Unsur-unsur keaslian produk wisata yang utama adalah kualitas
asli, keorisinalan, keunikan, ciri khas daerah dan kebanggaan daerah
diwujudkan dalam gaya hidup dan kualitas hidup masyarakatnya secara
khusus berkaitan dengan perilaku, integritas, keramahan dan kesungguhan
penduduk yang tinggal dan berkembang menjadi milik masyarakat desa
tersebut (Fandeli, 2002).
Pemodelan desa wisata bagi pembangunan pedesaan yang berkelanjutan
harus terus secara kreatif mengembangkan identitas atau ciri khas yang baru
bagi desa untuk memenuhi tujuan pemecahan masalah yang berkaitan dengan
krisis ekonomi daerah pedesaan, semakin bertambah akibat adanya berbagai
kekuatan yang rumit, yang menyebabkan baik berkurangnya kesempatan kerja
maupun peningkatan kekayaan masyarakat desa, salah satu jalan keluar yang
dapat mengatasi krisis tersebut adalah melalui pembangunan industri desa
wisata skala kecil, sehingga mampu bersaing dan unggul dalam pembangunan
daerah pedesaan, dan dalam penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Melihat posisi strategis wilayah Kabupaten Lamongan yang
mempunyai luas wilayah 1.812,8 km², yang ditetapkan sebagai salah satu
Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Jawa Timur yang memberikan peluang bagi
meningkatnya kegiatan wisata di Kabupaten Lamongan (Anonim, 2008).
Disamping itu Lamongan merupakan wilayah yang memiliki potensi obyek
3

wisata alam dan budaya telah mendapatkan perhatian wisatawan nusantara


pada umumnya melalui Wisata Bahari Lamongan (WBL)
Selain WBL terdapat Desa sendang memilki potensi sebagai desa
wisata berbasis keunggulan lokal.Desa Sendang berada di dataran tinggi
kabupaten lamongan terletak bersebelahan dengan objek wisata berskala
internasional Jatim Park II-WBL Tanjung Kodok yang dapat menjadi gerbang
dan jalur wisata dalam pengembangan desa wisata dengan kelebihan bisa
melihat pemandangan laut jawa, lahan pertanian aren, peternakan, gunung
kapur, kerajinan perak dan emas, batik tulis Sendang, kain tenun Sendang,
pusat bordir, makam Sunan Sendang Duwur, yakni penyebar agama Islam di
Pulau Jawa yang memiliki arsitektur dengan candi budaya kerajaan Majapahit.
Menyadari realitas pada sektor pengembangan terhadap desa wisata Sendang
yang memiliki potensi besar dalam pelaksanaanya berdasarkan kearifan lokal.
Berdasarkan pertimbangan diatas dibutuhkan rancang bangun model
pengembangan desa wisata melalui community access point (CAP) yang
terorganisasi sebagai sarana pengembangan dan pusat informasi. Untuk
memajukan industri pariwisata diperlukan informasi pariwisata yang
memadai. Informasi tersebut dapat digunakan utnuk menentukan lokasi obyek
wisata, dan lokasi prasarana wisata. Letak suatu obyek dapat diketahui
menggunakan GPS (Global Possitioning Systems), dari data GPS dapat diolah
menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), sehingga data yang
dihasilkan menjadi lebih tepat dan menarik. Diharapkan natinya Desa Wisata
Sendang menjadi icon wisata dan pintu gerbang informasi perekonomian
rakyat Lamongan dengan dunia luar serta mewujudkan Visit East Java 2011.

C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, permasalahan yang diangkat
dalam program ini adalah:
1. Keberadaan desa Sendang Lamongan yang belum populer dikalangan
masyarakat luas sebagai pedesaan yang memilki potensi ekonomi wisata.
2. Perlu adanya metode pemberdayaan masyarakat Sendang dalam upaya
penggalian potensi ekonomi wisata.
4

D. TUJUAN PROGRAM
Tujuan dari kegiatan PKMM ini adalah untuk memberdayakan
masyarakat melalui goes to Sendang dengan terbentuknya community access
point (CAP) yang terorganisasi sebagai pusat informasi dalam upaya
pengembangan dan pemberdayaan program pendampingan dan pelatihan
masyarakat untuk menggali dan mewujukan desa sendang sebagai desa wisata.
Harapan kami dengan adanya program ini akan mendorong perkembangan
dalam sosial ekonomi desa Sendang Lamongan.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN


Luaran program ini berupa barang, desain dan jasa yang tercakup dalam
desa binaan dengan program goes to Sendang berbasis community access
point (CAP) yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat sebagai informasi,
pendampingan dan pelatihan dalam pemberdayaan masyarakat yang edukatif
dan pusat pemasaran produk dalam pelayanaan. Diharapakan program ini
dapat dilakukan dan dipusatkan pada community access point yang telah
dibentuk dan terorganisasi sebagai pusat informasi dalam sarana
pengembangan dalam menggali dan mewujudkan peningkatan ekonomi wisata
desa Sendang.

F. KEGUNAAN PROGRAM
Adapun manfaat yang diharapkan dari program kreativitas mahasiswa
pengabdian masyarakat adalah :

1. Para perajin mendapat referensi pengembangan produk sebagai komoditi


lokal yang berpotensi dalam sektor perdagangan.
2. Terwujudnya sektor industi dan UKM diarahkan pada upaya
pemberdayaan masyarakat berbasis community access point (CAP)
3. CAP dapat meningkatkan kesejateraan dengan mengembangkan
produktivitas, efesien produksi, dan pendapatan melalui desa wisata.
4. Mendukung program pemerintah dalam pembangunan kepariwisataan
dengan menyediakan obyek wisata alternatif berbasis keunggulan lokal.
5

G. GAMBARAN MASYARAKAT SASARAN


Dalam program ini yang menjadi sasaran adalah para perajin dan
masyarakt desa Sendang Lamongan yang memilki luas wilayah 10.72 Km²
dengan jumlah 74.166 jiwa dalam 16.080 kepala keluarga (KK).
Secara umum desa Sendang di bagi menjadi dua dusun Sendangduwur
dan Sendangagung dengan batas-batas daerah dari sebelah utara adalah laut
Jawa, sebelah selatan adalah kecamatan Solokuro, sebelah barat dibatasi oleh
kecamatan Brondong, sedangkan sebelah timur dibatasi oleh kecamatan
Panceng. berlokasi bersebelahan obyek wisata berskala internasional Jatim
Park II - WBL Tanjung Kodok yang dapat menjadi gerbang dan jalur wisata
dalam pengembangan promosi, produksi, dan pemasaran. Kecamatan Paciran
merupakan salah satu bagian Kabupaten Lamongan yang terletak di bagian
Uatara
Data Umum :
1. Tinggi wilayah kecamatan Paciran dari permukaan laut :2m
2. Suhu maximum/minimum : 22° C / 20° C
3. Jarak pusat pemerintahan wilayah kecamatan dengan
a. Desa/kelurahan yang terjauh :12 Km, ¼ Jam
b. Ibukota Kabupaten Lamongan :45 Km, 1 Jam
4. Curah hujan
a. Jumlah hari dengan curah hujan terbanyak : 6 hari
b. Banyaknya curah hujan : 269 mm/th
5. Batas-batas:
- Sebelah Utara : Laut Jawa
- Sebelah Selatan : Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan
- Sebelah Barat : Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan
- Sebelah Timur : Kecematan Panceng Kabupaten Gresik
6. Pemerintahan Desa/Kelurahan :
Tabel 1. Pemerintahan Desa/Kelurahan
Desa Kelurahan Dusun/Lingkungan Rukun Rukun
Warga Tetangga
16 1 30/4 94 353
6

7. Kependudukan : Bagian Bulan :Desember 2002


a. Jumlah kepala keluarga : 16.080 KK
b. Penduduk menurut jenis kelamin : 74.166 orang
Jumlah laki-laki : 35.004 orang
Jumlah perempuan : 39.162 orang
8. Penduduk menurut mata pencaharian :
a. Petani :
- Petani pemilik tanah : 4.998 orang
- Petani penggarap : 3.156 orang
- Buruh tani : 751 orang
b. Nelayan : 16.259 orang
c. Pengusaha sedang/besar : 91 orang
d. Pengrajin/industri kecil : 56 orang
e. Pedagang : 330 orang
f. Pengangkutan : 120 orang
g. Pegawai Negri Sipil : 387 orang
h. ABRI : 37 orang
i. Buruh industri : 430 orang
j. Buruh bangunan : 215 orang
k. Burah pertambangan : 305 orang
l. Pensiunan (PNS/ABRI) : 42 orang
9. Potensi yang dimiliki desa Sendang antara lain :
Tabel 2. Potensi Daerah
Atraksi yang ditawarkan
1. Batik tulis khas Sendang
2. Aneka Bordir (kebaya, mukenah, songkok, kerudung)
3. Makam Sunan Sendang (wisata Religi)
4. Candi dan mata air Sendang
5. Tenun ikat
6. Penambangan emas
7. Kesenian gamelan
8. Keduri
9. Peternakan ayam , areal persawahan, dan Areal hutan
10. Perkebunan buah siwalan dan batu kapur
7

Table 3. Matrix SWOT Desa Sendang Sebagai Desa Wisata


KEKUATAN KELEMAHAN
1. Suasana khas desa 1. Belum optimalnya
2. Daya tarik pembuatan partisipasi
batik tulis dan tenun masyarakat dalam
3. Daya tarik pembuatan pengembangan wisata
kerajinan emas dan desa
bordir 2. Belum
4. Wisata religi di Sunan terorganisasinya
Sendang sistem pemasaran
5. Candi Sendang dan 3. Keterbatasan modal
mata air Sendang pembangunan
6. Peternakan, pertanian, 4. Ancaman ahli fungsi
dan perkebunan buah lahan oleh
siwalan masyarakat
7. Kesenian gamelan 5. Fasilitas transportasi
8. Batu kapur dan yang kurang memadai
tambang emas
9. Besebelahan WBL
PELUANG STRATEGI SO STRATEGI WO
1. Segmen wisatawan 1. Meningkatkan 1. Meningkatkan peran
berasal tidak hanya pemasaran wisata dan partisipasi
berasal dari 2. Meningkatkan kualitas masyarakat
Lamongan dan juga SDM 2. Meciptakan
dari berbagai minat 3. Meningkatkan kualitas organisasi pemasaran
seperti bidang pelayanan 3. Meningkatkan modal
fotografi, pendidikan, 4. Pemeliharaan mutu pembangunan
dan juga penelitian daya tarik wisata 4. Menciptakan
2. Jalan Raya Daendels transportasi yang
dan bersebelahan memadai
dengan WBL
3. Kesan positif yang
ditularkan oleh
wisatawan yang
pernah berkunjung
4. Kedekatan dengan
Surabaya sebagai pust
pemerintahan dan
ekonomi

ANCAMAN STRATEGI ST STRATEGI WT


1. Penawaran desa 1. Meningkatkan kualitas 1. Memperhatikan mutu
wisata ditempat lain daya tarik wisata pelayanan terhadap
2. Ancaman ahli fungsi 2. Memberikan wisatawan
lahan pertanian oleh penyuluhan mengenai
masyarakat pentingnya keunggulan
lokal
Sumber ; Rias, dkk (2010)
8

H. METODE PELAKSANAAN
Gambaran umum tentang pelaksanaan kegiatan disajikan dalam bentuk
diagram alir berikut.

Pengumpulan Data dan Informasi

Survey dan Analisis

Identifikasi dan Perumusan Masalah

Koordinasi Konsep Kegiatan Pogram

Persiapan Administrasi Birokrasi

Publikasi Realisasi PKMM

Goes To Sendang

Evaluasi Program dan Pembuatan


Laporan

Pra Pengiriman Proposal

Pasca Pengiriman Proposal

Gambar 1. Gambaran Umum Pelaksanaan Kegiatan

1. Pengumpulan Data dan Informasi


 Melakukan pengumpulan informasi dan data baik dari internet maupun
data langsung.
 Melakukan survei kegiatan masyarakat
9

2. Survey dan Analisis


Kegiatan dilaksanakan di kota Lamongan Kabupaten Paciran desa
Sendang. Sebelum kegiatan ini dimulai, dilakukan observasi di desa Sendang
dengan wawancara langsung untuk mengetahuai sejauh mana kegiatan
masyarakat sehari-hari dengan pola industri dan perdagangan. Dalam
observasi ini yang di pilih adalah perajin dan pamong desa sebagai sasaran
program awal.

3. Identifikasi Perumusan Masalah


Menghimpun fakta dan informasi yang didapat di lapangan kemudian
menentukan ide untuk membuat sebuah rencana program pengabdian
masyarakat dengan mengidentifikasi kekurangan yang ada.

4. Koordinasi Konsep Kegiatan PKM


Koordinasi konsep kegiatan dilakukan dengan diadakannya rapat
anggota secara keseluruhan. Berdasarkan rapat yang ada, maka ditetapkan
bahwa kegiatan PKMM ini dilakukan dengan membuat kegiatan
pemberdayaan masyarakat melalui desa binaan melalui community access
point.

5. Persiapan Admistrasi Dan Birokrasi


Setelah dilakukan observasi dan perencanaan teknis kegiatan,
selanjutnya dilakuakan persiapan administrasi dan birokrasi yang dalam hal
ini adalah pembuatan surat kerjasama dengan Instansi / Lembaga Pemerintah,
pembuatan surat-surat perizinan untuk melakukan kerjasama kegiatan
PKMM.

6. Publikasi Realisasi PKMM


Untuk mempublikasikan realisasi kegiatan program kreativitas
mahasiswa pengabdian masyarakat kepada masyarakat umumnya dan
kampus khususnya, maka dilakukan pemasangan banner di beberapa titik di
kampus UMSurabaya. Media publikasi berupa majalah kampus Akademia
dan Website UMSurabaya.
10

7. Goes To Sendang
Bentuk kegiatan dalam pelatihan dan pendampingan adalah dengan
melakukan pentingnya diversifikasi produk, pengelolahan manajemen usaha,
pendampingan pengajuan modal usaha dan perencanaan adanya desa wisata
sebagai rekomendasi ke pemerintahan kabupaten Lamongan.

8. Evaluasi Program dan Pembuatan Laporan


Evaluasi dilakukan untuk mengetahui respon masyarakat dan mencari
kekurangan atau kendala yang ada di lapangan, sehingga nantinya dapat
menjadi bahan perbaikan. Adapun cara yang dilakukan adalah dengan
melakukan testimonial kepada sasaran program. Pengevaluasian ini bertujuan
untuk mencari titik lemah program kegiatan dan indikator keberhasilan
program sehingga dapat dibuat laporan kegiatan program.

I. JADWAL KEGIATAN

Tabel 4. Tabel Tahap Pelaksanaan/ Jadwal Faktual Pelaksanaan

Bulan/Minggu
No Kegiatan I II III IV V
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengumpulan Data
2 Survey & Analisis
Identifikasi &
3
Perumusan Masalah
4 Koordinasi Konsep
5 Administrasi
6 Publikasi
7 Goes To Sendang
8 Evaluasi Program
9 Revisi Pelaporan
10 Laporan Akhir

*) Ket : Pelaksanaan program dapat berbeda dengan jadwal kegiatan yang


telah direncanakan sebelumnya.
11

J. RANCANGAN BIAYA

Tabel 5. Tabel Rancangan Biaya Pelaksanaan Program

Satuan Jumlah
No Uraian Volume
(Rp) (Rp)
1. Biaya Sistem dan Media
1.1 Media sosialisasi (Brosur dan Seminar 1 Paket 300.000 300.000
kit)
1.2 Pembuatan SIG (Sistem Informasi 1 Paket 750.000 750.000
Geografis)
1.3 Pembuatan Blog dan Facebook (Biaya 1 Paket 50.000 50.000
Internet)
1.4 Pembuatan Webside 1 Paket 1.700.000 1.700.000
Sub Total 2.800.000
2. Biaya Perjalanan dan Pelaksanaan Kegiatan
2.1 Obsevasi dan survey 3 OH 75.000 225.000
2.2 Transportasi (Surabaya-Lamongan) 20x 85.000 1.700.000
2.3 Papan Display 1 Buah 300.000 300.000
2.4 Pelaksanaan Rangakain Kegiatan
 Konsumsi ( 50 org x Rp 1500 x 9 450 x 1.500 675.000
hari)
 Air mineral 15 Dus 17.000 255.000
 Foto copy materi 200 Lbr 100 20.000
2.5 Pendampingan Pembuatan Kantor 1 OH 300.000 300.000
Galery dan Informasi.
2.6 Banner Publikasi 2 Buah 70.000 140.000
Sub Total 3.615.000
3. Kesekretariatan
3.1 Penggandaan Proposal Program 5 paket 17.000 85.000
3.2 Pelaporan & Penggandaan Laporan 10 15.000 150.000
Kemajuan dan Lapoaran Akhir paket
3.3 Komunikasi 1 Paket 200.000 200.000
3.4 Penelusuran Pustaka 1 Paket 150.000 150.000
Sub Total 585.000
Total Anggaran 7.000.000
12

K. LAMPIRAN
1. Biodata Ketua Dan Anggota Kelompok
 Ketua Pelaksana
Nama : Rifki Nurdiansyah
NIM : 08231034
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Tasikmalaya, 30 Desember 1989
Fakultas/ Jurusan : Ekonomi/Akuntansi
Alamat asli : Jl. Sutisna Senjaya Blk 227/229 Cicurug
Telp/ email : 085732950689/imsa.sda@gmail.com

Pengalaman organisasi :
 Ketua komisi Dinamika Mahasiswa DLM UMSBY 2009-2010
 Ketua umum PD PII Sidoarjo 2008-2010
 Ketua bidang K2U PW PII Jatim 2010-sekarang

Penulis,

(Rifki Nurdiansyah)
NIM: 08231034
13

Lampiran
 Anggota Pelaksana I

Nama : Afuyamin
NIM : 08122011
Jenis kelamin : laki-laki
Tempat,tanggal lahir : Sampang, 02 maret 1989
Fakultas/ jurusan : FKIP/B. Inggris
Alamat asli : karang pewangi sampang
Telp / email : 081937371999/ al_fuu@yahoo.com.id

Pengalaman organisasi:
 Anggota teater embun,sampang
 PMR sampang

Penulis,

(Afuyamin)
NIM: 08122011
14

Lampiran
 Anggota Pelaksana II

Nama : Mochamad Iqbal


NIM : 08211012
Jenis kelamin : laki-laki
Tempat,tanggal lahir : Bandung, 19 oktober 1990
Fakultas/ Jurusan : Ekonomi/Akuntansi
Alamat asli : Kp. Cibadak 05/05 no 159. Kab.Bandung
Telp / email : 085745947973/ dark_boyz41@yahoo.com

Pengalaman organisasi :
 BEM FE periode 2009 - 2010
 HIMA akuntansi periode 2009 - 2010

Penulis,

(Mochamad Iqbal)
NIM: 08211012
15

Lampiran
 Anggota Pelaksana III

Nama : Mohammad Sohib


NIM : 083300002
Jenis kelamin : laki-laki
Tempat,tanggal lahir : Lamongan, 09 maret 1989
Fakultas/ jurusan : FT/Teknik Sipil
Alamat asli : Turi Lamongan Jatim
Telp / email : 085730273653/Sohibe_00@yahoo.com.id

Pengalaman organisasi:
 IRM cabang Lamongan
 MUPALAS Universitas Muhammadiyah Surabaya
 Dewan Legislatif Mahasiswa Komisi UU dan Advokat di
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Penulis,

(Mohammad Sohib)
NIM: 08330002
16

Lampiran
 Anggota Pelaksana IV

Nama : Y Andy
NIM : 0660057
Jenis kelamin : laki-laki
Tempat,tanggal lahir : Surabaya, 05 Maret 1986
Fakultas/ jurusan : FIK/S1 Keperawatan
Alamat asli : Simolawang 2/78 Surabaya
Telp / email : 087853948287/Joan_psikums@yahoo.com

Pengalaman organisasi:
 Menteri IPTEK Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas
Muhammadiyah Surabaya
 Ketua Science Community Universitas Muhammadiyah Surabaya

Penulis,

(Y andy)
NIM: 06600057
17

Lampiran
2. Biodata Dosen Pendamping

Nama : Dr. Fatmah, MM


NIDN : 012 0522 138
Tempat dan Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 03 Juli 1975
Jenis Kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Golongan / Pangkat : III-A
Jabatan Fungsional Akademik : Asisten Ahli
Alamat : Jl. Sutorejo No 59 Surabaya
Alamat Rumah : Jl. Ketintang Madya IV/3 Surabaya
Telp : (031) 8284015 / 081331683808

RIWAYAT PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI


Tahun Jenjang Perguruan Tinggi Jurusan / Bidang Studi
1998
Lulus S-1 Univ. Hangtuah Teknik Kelautan
2000 S-2 Univ. Tujuh Belas Agustus Manajemen
2005 Universitas Airlangga Surabaya Ekonomi Syari’ah
S-3 Surabaya

PENGALAMAN JABATAN
Jabatan Institusi Tahun ........ s/d ........
Kaju Manajemen Univ Muhammadiyah Sby 2008-2009
Dekan Univ Muhammadiyah Sby 2009 - Sekarang

Dosen Pendamping,

(Dr. Fatmah, MM)


NIDN. 0120522138
18

Lampiran

3. Gambaran PKMM

DIPAR BPTP PEMKAB DEPERINDAG BANK

KLINIK WISATA
Inf : teknologi dan kelembagaan (permodalan dan
pasar)

Penyuluhan Pemasaran Berbasis


internet
(Fb, Blog, Web)

Hotel/Restoran/tempat
wisata Pasar regional, nasional, dan
Pemandu wisata ekspor

Sistem informasi geografis (SIG)


Wisatawan

Gambar 2. Gambaran CAP di Desa Sendang Lamongan


19

Lampiran
4. Surat Peryataan Kerjasama

SURAT PERNYATAAN
KESEDIAAN KERJASAMA DARI MITRA
DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama : Ir. Soeparman, SPd


Jabatan : Kepala Desa Sendang Kabupaten Lamongan
Nama Mitra : Desa Sendang Lamonagan
Dengan ini menyatakan bersedia untuk bekerja sama dengan
pelaksana kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa dari :
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
Ketua pelaksana Program Kreativitas Mahasiswa yang di maksud
adalah :
Nama : Rifki Nurdiansyah
NIM : 08231034
Program studi/Fakultas : Akutansi/FE
Judul kegiatan :
(Star V-Send) Kampung Bintang Semakin Berbintang
Menggali Potensi Ekonomi Wisata Berbasis Community Access Point
Di Desa Sendang Kabupaten Lamongan Jawa Timur

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan


tanggung jawab tanpa unsur pemaksaan di dalam pembuatannya untuk dapat
digunakan sebagaimana mestinya.

Lamonagan, 15 Oktober 2010


Mitra PKMM,

(Ir. Soeparman, SPd)


20

Lampiran
5. Peta Lokasi Pemberdayaan

Gambar 3. Peta Desa Sendang Lamongan Sebagai Tempat Sasaran PKMM