Anda di halaman 1dari 43

MODUL

PRAKTIKUM MIKROPROSESOR dengan PROGRAM


ARDUINO

LABORATORIUM FISIKA
PUSAT LABORATORIUM TERPADU
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
PRAKTIKUM 1
LED (Light Emitting Dioda)

1. TUJUAN
1. Mahasiswa memahami rangkaian mikrokontroller untuk menghidupkan dan mematikan LED.
2. Mahasiswa dapat memahami program Arduino untuk menghidupkan dan mematikan LED.
3. Mahasiswa memahami struktur program Arduino, void setup dan void loop.
4. Mahasiswa memahami beberapa instruksi Arduino dasar pinMode dan digitalWrite.
5. Mahasiswa memahami pembuatan instruksi waktu tunda, delay.

2. TEORI DASAR
LED (Light Emitting Dioda) adalah dioda yang dapat memancarkan cahaya pada saat
mendapat arus bias maju (forward bias). LED (Light Emitting Dioda) dapat memancarkan
cahaya karena menggunakan dopping galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda
diata dapat menhasilkan cahaya dengan warna yang berbeda. LED (Light Emitting Dioda)
merupakann salah satu jenis dioda, sehingga hanya akan mengalirkan arus listrik satu arah saja.
LED akan memancarkan cahaya apabil diberikan tegangan listrik dengan konfigurasi forward
bias. Berbeda dengan dioda pada umumnya, kemampuan mengalirkan arus pada LED (Light
Emitting Dioda) cukup rendah yaitu maksimal 20 mA. Apabila LED (Light Emitting Dioda)
dialiri arus lebih besar dari 20 mA maka LED akan rusak, sehingga pada rangkaian LED
dipasang sebuah resistor sebgai pembatas arus. Simbol dan bentuk fisik dari LED (Light
Emitting Dioda) dapat dilihat pada gambar berikut. Simbol Dan Bentuk Fisik LED.

Gambar Simbol LED


Pada gambar diatas. Pemasangan LED (Light Emitting Dioda) agar dapat menyala adalah
dengan memberikan tegangan bias maju yaitu dengan memberikan tegangan positif ke kaki
anoda dan tegangan negatif ke kaki katoda. Konsep pembatas arus pada dioda adalah dengan
memasangkan resistor secara seri pada salah satu kaki LED (Light Emitting Dioda). Rangkaian
dasar untuk menyalakan LED (Light Emitting Dioda) membutuhkan sumber tegangan LED dan
resistor sebgai pembatas arus seperti pada rangkaian berikut.
panjang dari kaki katoda pada saat masih baru, kemudian kaki katoda pada LED (Light Emitting
Dioda) ditandai dengan bagian body LED yang di papas rata. Kaki anoda dan kaki katoda pada
LED (Light Emitting Dioda) disimbolkan
Rangkaian Dasar Menyalakan LED (Light Emitting Dioda)

UJI PERTAMA
Percobaan led berkdip dan led berjalan (running led) yang dihubungkan pada
Input/0utput board Arduino diperlihatkan pada gambar 4 dan gambar 5. Led akan menyala bila
dikirimkan data HIGH („1‟) pada pin 10, karena anoda dari led mendapatkan level tegangan
mendekati 5V sedangkan katodanya dihubungkan ke ground (0V).

Gambar Rangkaian Percobaan LED Blink


Tuliskan program dibawah ini :

UJI KEDUA
Untuk aplikasi menggeser LED diperlukan beberapa LED untuk dihubungkan dengan pin
mikrokontroler. Rangkaian menggunakan common Katoda, sehingga untuk menyalakan LED
membutuhkan nilai logika 1, sedangkan kalo ingin mematikan diberika nilai logika sebsar 0.
Rangkailah rangkaian LED 4 bit seperti dibawah ini untuk mengaplikasikan LED bergeser dari
kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri.

Gambar Rangkaian 4 Bit LED


Berikut ini program untuk LED Bergeser

LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
1. Nyalakan computer dengan program Arduino !
2. Sambungkan Trainer mikrokontroler dengan computer menggunakan kabel USB !
3. Sambungkan kabel-kabel jumper sesuai dengan praktikum yang dilaksanakan !
4. Ketiklah program yang diatas pada software Arduino !
5. Lakukan verifikasi terhadap program, apakah terjadi error atau tidak !
6. Jika tidak terjadi error lanjutkan dengan mengupload program ke dalam mikrokontroler
7. Amati hasilnya apakah sudah sesuai dengan perintah instruktur atau belum, kalau
belum lakukan editing program dan kembali ke langkah 5 !
8. TUGAS : Buatlah program led berkedip dan bergeser kiri ke kanan
PRAKTIKUM 1I
PERCOBAAN PUSH BUTTON

TUJUAN:
1 Mahasiswa memahami rangkaian mikrokontroller dengan interface ke saklar.
2.Mahasiswa dapat memahami program Arduino untuk mengambil data saklar dan
mengeluarkan data ke LED.
3. Mahasiswa memahami beberapa instruksi Arduino dasar, digitalRead, if, dan for.

TEORI DASAR
Salah satu jenis saklar yang Anda gunakan setiap hari adalah lampu. Sebuah lampu
adalah perangkat sederhana dengan dua posisi, dan mematikan. Ketika di, dua kawat yang
terhubung di dalam, yang memungkinkan arus mengalir. Ketika off, dua kabel yang terputus.

Gambar Fungsi Saklar


Di sebelah kiri, saklar terbuka dan tidak ada arus mengalir. Di sebelah kanan, saklar ditutup, arus
dan lampu menyala. Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan atau
memisahkan bagian – bagian dari suatu instalasi listrik satu sama lain (suatu sistem saklar tekan
push button terdiri dari saklar tekan start. Pada dasarnya, terdapat 2 jenis Push-Button di pasaran:
Push-On dan Push-Off. Tetapi yang kita gunakan pada tutorial ini adalah yang berjenis Push-On,
yaitu komponen yang terdiri atas dua kutub yang saling terpisah / tidak terhubung, dan sebuah
tombol yang ketika ditekan akan menghubungkan kedua kutub tersebut sehingga akan
mengalirkan arus listrik dari satu sisi kutub ke sisi kutub berikut ini.
Gambar Simbol dan Komponen Push Button
UJI COBA 1
Percobaan untuk membaca masukan data digital dilakukan dengan menggunakan saklar
push botton. Rangkaian percobaan diperlihatkan pada gambar

Tuliskan program dibawah ini untuk menguji rangkaian diatas


UJI COBA 2
Rangkaialah 4 buah LED dan 4 buah saklar push button untuk aplikasi penekanan tombol
dan menyalakan lampu LED maupun menggeser lampu LED. Mula-mula mikrokontroler
membaca kondisi saklar kemudian memprosesnya untuk diteruskan ke pin output berupa LED
sesuai dengan program yang diberikan.

Tuliskan program dibawah ini untuk menguji rangkaian diatas


LATIHAN
1. Buatlah program satu tombol dapat menyalakan empat LED sekaligus yang berkedip
2. Tugas : Buatlah program dua tombol satu menyalakan LED berkedip dan satu lagi LED
berjalan kiri ke kanan
PRAKTIKUM III
PERCOBAAN SEVEN SEGMEN

TUJUAN
1. Mahasiswa memahami rangkaian interface mikrokontroller dengan 7 segmen
2. Mahasiswa dapat memahami program Arduino untuk menampilkan data ke 7 segment
3. Mahasiswa memahami beberapa instruksi Arduino dasar, array data dan bitRead.
TEORI DASAR
Seven segment merupakan segment-segment yang digunakan untuk menampilkan angka-
angka atau huruf. Seven segment ini tersusun atas 7 buah LED yang membentuk membentuk
angka atau huruf dimana penyusunnya menggunakan label dari „a‟ sampai „g‟ dan satu lagi untuk
dot point (DP). Salah satu terminal LED dihubungkan menjadi satu sebagai kaki common
(biasanya pin-nya berada ditengah)

Pin 3 dan 8 = untuk mengaktifkan seven segment diberikan logika high (common anode) dan
logika low (common cathode). Jenis-jenis Seven Segment:
1. Common Anoda
Semua anoda dari LED dalam seven segment disatukan secara parallel dan semua itu
dihubungkan ke VCC, dan kemudian LED dihubungkan melalui tahanan pembatas arus keluar
dari penggerak LED. Karena dihubungkan ke VCC, maka COMMON ANODA ini berada pada
kondisi AKTIF LOW (led akan menyala/aktif bila diberi logika 0).
2. Common Katoda
Merupakan kebalikan dari Common Anoda. Disini semua katoda disatukan secara parallel dan
dihubungkan ke GROUND. Karena seluruh katoda dihubungkan ke GROUND, maka
COMMON KATODA ini berada pada kondisi AKTIF HIGH (led akan menyala/aktif bila diberi
logika 1).

Gambar Bentuk Fisik Seven Segment CC dan CA


Prinsip Kerja :
Prinsip kerja seven segment ialah input biner pada switch dikonversikan masuk ke dalam
decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner tersebut menjadi decimal, yang
nantinya akan ditampilkan pada seven segment.
Seven segment dapat menampilkan angka-angka desimal dan beberapa karakter tertentu melalui
kombinasi aktif atau tidaknya LED dalam seven segment. Untuk memudahkan penggunaan
seven segment, umumnya digunakan sebuah decoder( mengubah/ mengkoversi input bilangan
biner menjadi decimal) atau seven segment driver yang akan mengatur aktif tidaknya led-led
dalam seven segment sesuai dengan nilai biner yang diberikan.
Dekoder BCD ke seven segment digunakan untuk menerima masukan BCD 4-bit dan
memberikan keluaran yang melewatkan arus melalui segmen untuk menampilkan angka desimal.
Jenis dekoder BCD ke seven segment ada dua macam yaitu dekoder yang berfungsi untuk
menyalakan seven segment mode common anoda dan dekoder yang berfungsi untuk menyalakan
seven segment mode common katoda.
UJI COBA 1
Buatlah rangkaian seperti dibawah ini untuk sebuah seven segment

Gambar Rangkaian Ekivalen Seven Segment


Ketik program berikut dikomputer kemudian lakukan upload pada mikrokontroler
UJI COBA 2
Percoban berikut ini hubungkan rangkaian seven segment 4 bit dengan pin
mikrokontroler. Sambungkan C1 dengan dengan pin 11, C2 dengan pin 10, C3 dengan pin 9, dan
C4 dengan pin 6, sedangkan datanya pada masing-masing segmen dihubungkan seperti dibawah
ini :

Gambar Rangkaian Seven Segment 4 bit


Ketiklah program dibawah ini kemudian lakukan upload pada mikrokontroler :
LATIHAN
1. Buatlah program penulisan bilangan ganjildi seven segmen
PRAKTIKUM IV
PERCOBAAN LCD TEXT
TUJUAN:
1. Mahasiswa memahami rangkaian interface mikrokontroller dengan LCD Karakter 2 x 16
2. Mahasiswa dapat memahami program Arduino untuk menampilkan data ke LCD Karakter
2 x 16
3. Mahasiswa memahami beberapa instruksi pada library header liquidcrystal
4. Mahasiswa memahami mencetak karakter pada posisi baris dan kolom tertentu

DASAR TEORI
Modul LCD Character dapat dengan mudah dihubungkan dengan mikrokontroller seperti
Arduino Uno R3. LCD yang akan kita praktikumkan ini mempunyai lebar display 2 baris 16
kolom atau biasa disebut sebagai LCD Character 2x16, dengan 16 pin konektor, yang
didifinisikan sebagai berikut:

Gambar Modul LCD Karakter 2x16


Display karakter pada LCD diatur oleh pin EN, RS dan RW:
Jalur EN dinamakan Enable. Jalur ini digunakan untuk memberitahu LCD bahwa anda sedang
mengirimkan sebuah data. Untuk mengirimkan data ke LCD, maka melalui program EN harus
dibuat logika low “0” dan set pada dua jalur kontrol yang lain RS dan RW. Ketika dua jalur yang
lain telah siap, set EN dengan logika “1” dan tunggu untuk sejumlah waktu tertentu (sesuai
dengan datasheet dari LCD tersebut ) dan berikutnya set EN ke logika low “0” lagi.
Jalur RS adalah jalur Register Select. Ketika RS berlogika low “0”, data akan dianggap sebagai
sebuah perintah atau instruksi khusus ( seperti clear screen, posisi kursor dll ). Ketika RS
berlogika high “1”, data yang dikirim adalah data text yang akan ditampilkan pada display LCD.
Sebagai contoh, untuk menampilkan huruf “T” pada layar LCD maka RS harus diset logika high
“1”.
Jalur RW adalah jalur kontrol Read/ Write. Ketika RW berlogika low (0), maka informasi pada
bus data akan dituliskan pada layar LCD. Ketika RW berlogika high ”1”, maka program akan
melakukan pembacaan memori dari LCD. Sedangkan pada aplikasi umum pin RW selalu diberi
logika low ”0”.
Tabel Pin LCD dan Fungsi

Pada akhirnya, bus data terdiri dari 4 atau 8 jalur ( bergantung pada mode operasi yang dipilih
oleh user ). Pada kasus bus data 8 bit, jalur diacukan sebagai DB0 s/d DB7.
UJI COBA 1
Hubungkan Pin LCD dengan pin Mikrokontroler seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Gambar Hubungan Pin LCD dan pin Mikrokontroler Arduino

Ketik Program dibawah ini dan lihat hasilnya pada LCD 2X16

Menampilkan angka dalam kisaran 0-9 dari samping yang berlawanan (di baris kiri atas).
Selanjutnya, menampilkan nomor yang sama di baris bawah, tapi mulai dari kanan.
Teks muncul, program akan menunggu setengah detik, dan teks menghilang. Setelah itu, loop
seluruh program.
Teks "Hello world!" Ditampilkan, yang dipindahkan antara tepi layar, dari kanan ke kiri.
LATIHAN
1. Buatlah teks berjalan “ SELAMAT DATANG DI FISIKA INSTRUMENTASI 2017”
2. Buatlah teks berjalan dan berkedip “ SELAMAT DATANG DI FISIKA
INSTRUMENTASI 2017”
3. Tugas : Buatlah program jam di LCD
PRAKTIKUM V
PERCOBAAN ANALOG TO DIGITAL, DIGITAL TO ANALOG CONVERTER

TUJUAN
1. Mahasiswa memahami input analaog pada mikrokontroller Arduino
2. Mahasiswa memahami perhitungan tegangan resolusi ADC mikrokontroler Arduino
3. Mahasiswa memahami perintah input analog, analogRead(), analogReference(parameter)
4. Mahasiswa dapat memahami program Arduino untuk menampilkan data input analog
5. Mahasiswa dapat memahami output analog dan PWM (Pulse Width Modulation)
6. Mahasiswa memahami perintah output analog, analogWrite()

TEORI DASAR
ADC (Analog to Digital Converter)
Arduino khusus menyediakan 6 kanal (8 kanal pada model Uno, Mini dan Nano, dan 16 pada
model Mega) untuk difungsikan sebagai analog input. Analog ke digital converternya
menggunakan resolusi 10 bit yang berarti range nilai analog dari 0 volt sampai 5 volt akan
dirubah kenilai integer 0 sampai 1023, atau resolusinya adalah 5 volt/1024=4,9mV per unit
dimana itu berarti nilai digital yang dihasilkan akan berubah setiap perubahan 4,9mV dari
tegangan input analognya. Akan tetapi range input analog dan resolusi tersebut dapat dirubah
dengan fungsi analogReference().
Perintah yang digunakan untuk fungsi analog input ini adalah:
1. analogRead(pin): berfungsi untuk membaca nilai analog pada input pin yang akan
menghasilkan nilai integer antara 0-1023.
2. analogReference(parameter): berfungsi untuk menentukan referensi yang digunakan.
Parameternya meliputi:
 DEFAULT: default analog reference yaitu 5V (pada board Arduino 5V) atau 3,3 volt
(pada board Arduino 3,3 V)
 INTERNAL: built-in referensi internal tergantung pada jenis mikrokontroler yang
terpasang pada board Arduino, 1.1 volt pada ATmega168 atau ATmega328 dan 2.56 volt pada
ATmega8.
 INTERNAL1V1: a built-in referensi internal 1.1V (khusus Arduino Mega)
 INTERNAL2V56: a built-in referensi internal 2,56V (khusus Arduino Mega)
 EXTERNAL: pilihan referensi yang tergantung pada tegangan yang diberikan pada pin
AREF(hanya dengan range tegangan 0 sampai 5V).

Perlu untuk diperhatikan, jangan menggunakan referensi dibawah 0 volt atau lebih dari 5 volt
dan pastikan memilih referensi external sebelum perintah analogRead() jika menghubungkan pin
AREF dengan referensi eksternal karena jika tidak akan bisa merusak mikrokontrol.

Gambar Rangkaian Input Analog dengan potensiometer


DAC (Digital to Analog Converter)
UJI COBA 1
Input analog
Menunjukkan input analog dengan membaca sensor analog pada analog pin 0 dan
menghidupkan serta mematikan LED yang terhubung ke pin digital 13. Jumlah waktu LED akan
on dan off tergantung pada nilai yang diperoleh oleh analogRead ().
Komponen Rangkaian:
* Potensiometer dihubungkan ke analog input 0
* Pin tengah dari potensiometer ke pin analog Mikrokontroler Arduino
* Satu sisi pin (salah satu) ke ground
* Pin sisi lain untuk 5 V
* LED anoda (kaki panjang) yang melekat pada keluaran digital 13
* LED katoda (kaki pendek) yang melekat pada ground
* Catatan: karena sebagian Arduinos memiliki built-in LED yang terpasang
untuk pin 13 di papan, LED adalah opsional.
Input analog yang ditampilkan secara serial lewat komponen serial monitor pada software editing
Arduino
Pada percobaan ADC ini dapat juga digabungkan dengan output analog yang berupa PWM
(Pulse Width Modulation), kasus ini akan mengatur terang dan redupnya lampu LED yang
terhubung pada pin 13 dari mikrokontroler Arduino.
PRAKTIKUM VI:
PERCOBAAN SENSOR LDR, LM35, DAN NTC

TUJUAN:
1. Mahasiswa mengenal beberapa sensor cahaya dan sensor suhu
2. Mahasiswa mampu memprogram aplikasi untuk sensor-sensor tersebut
3. Mahasiswa mampu menghitung konversi ADC ke dalam bentuk besaran yang terukur

TEORI DASAR
Light Dependent Resistor atau yang biasa disebut LDR adalah jenis resistor yang nilainya
berubah seiring intensitas cahaya yang diterima oleh komponen tersebut. Biasa digunakan
sebagai detektor cahaya atau pengukur besaran konversi cahaya.Light Dependent Resistor, terdiri
dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah elektroda pada
permukaannya.Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari cakram tersebut menghasilkan
elektron bebas dengan jumlah yang relatif kecil.Sehingga hanya ada sedikit elektron untuk
mengangkut muatan elektrik.Artinya pada saat cahaya redup LDR menjadi konduktor yang
buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang besar pada saat gelap atau cahaya
redup.Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak elektron yang lepas dari atom bahan
semikonduktor tersebut. Sehingga akan ada lebih banyak elektron untuk mengangkut muatan
elektrik. Artinya pada saat cahaya terang LDR menjadi konduktor yang baik, atau bisa disebut
juga LDR memiliki resistansi yangkecil pada saat cahaya terang.
Prinsip Kerja LDR
Pada sisi bagian atas LDR terdapat suatu garis atau jalur melengkung yang menyerupai bentuk
kurva.Jalur tersebut terbuat dari bahan cadmium sulphida yang sangat sensitiv terhadap pengaruh
dari cahaya.Jalur cadmium sulphida yang terdapat pada LDR.Jalur cadmium sulphida dibuat
melengkung menyerupai kurva agar jalur tersebut dapat dibuat panjang dalam ruang (area) yang
sempit. Cadmium sulphida (CdS) merupakan bahan semi-konduktor yang memiliki gap energi
antara elektron konduksi dan elektron valensi. Ketika cahaya mengenai cadmium sulphida, maka
energi proton dari cahaya akan diserap sehingga terjadi perpindahan dari band valensi ke band
konduksi. Akibat perpindahan elektron
tersebut mengakibatkan hambatan dari cadmium sulphida berkurang dengan hubungan kebalikan
dari intensitas cahaya yang mengenai LDR.Lihat gambar dibawah ini.

Gambar 9Bentuk Fisik LDR

Karakteristik LDR
A. Laju Recovery
Bila sebuah LDR dibawa dari suatu ruangan dengan level kekuatan cahayatertentu kedalam suatu
ruangan yang gelap sekali, maka bisa kita amati bahwa nilai resistansi dari LDR tidak akan
segera berubah resistansinya pada keadaan ruangan gelap tersebut. Namun LDR tersebut hanya
akan bisa mencapai harga dikegelapan setelah mengalami selang waktu tertentu. dan suatu
kenaikan nilai resistansi dalam waktu tertentu. Harga ini ditulis dalam K Ω /detik. untuk LDR
type arus harganya lebih besar dari 200 K Ω /detik (selama 20 menitpertama mulai dari level
cahaya 100 lux), kecepatan tersebut akan lebih tinggi pada arahsebaliknya, yaitu pindah dari
tempat gelap ke tempat terang yang memerlukan waktukurang dari 10 ms untuk mencapai
resistansi yang sesuai dengan level cahaya 400 lux.
B. Respon Spektral
LDR tidak mempunyai sensitivitas yang sama untuk setiap panjang gelombang cahaya yang
jatuh padanya (yaitu warna). Bahan yang biasa digunakan sebagai penghantar arus listrik yaitu
tembaga, alumunium, baja, emas, dan perak.Dari kelima bahan tersebut tembaga merupakan
penghantar yang paling banyak digunakan karena mempunyai daya hantar yang baik.Sensor ini
sebagai pengindera yang merupakan eleman yang pertama – tama menerima energi dari media
untuk memberi keluaran berupa perubahan energi.Sensor terdiri berbagai macam jenis serta
media yang digunakan untuk melakukan perubahan. Media yang digunakan misalnya: panas,
cahaya, air, angin, tekanan, dan lain sebagainya. Sedangkan pada rangkaian ini menggunakan
sensor LDR yang menggunakan intensitas cahaya, selain LDR dioda foto juga menggunakan
intensitas cahaya atau yang peka terhadap cahaya (photo conductivecell).Pada rangkaian
elektronika, sensor harus dapat mengubah bentuk – bentuk energi cahaya ke energi listrik, sinyal
listrik ini harus sebanding dengan besar energi sumbernya. Gambar dibawah ini merupakan
karakteristik dari sensor LDR .

9.2. Kurva LDR


Pada karakteristik diatas dapat dilihat bila cahaya mengenai sensor itu maka harga tahanan akan
berkurang. Perubahan yang dihasilkan ini tergantung dari bahan yang digunakan serta dari
cahaya yang mengenainya.

UJI COBA 1
LDR (light Dependent Resistor) adalah suatu resistor yang nilai resistansinya bergantung pada
cahaya (Jika mendapat cahaya terang, nilai resistansi kecil sekitar puluhan s/d ratusan Ohm, jika
kondisi gelap nilai resistansi akan besar bisa mencapai puluhan-ratusan KOhm bahkan bisa
mencapai MOhm), umumnya LDR digunakan sebagai sensor cahaya. sensor LDR merupakan
sensor yang cukup murah dan mudah digunakan.
Rangkaianlah rangkaian percobaan seperti pada gambar dibawah ini.
Untuk program uji coba dari rangkaian diatas dapat dituliskan program berikut ini
LM35
Untuk mendeteksi suhu digunakan sebuah sensor suhu LM 35 yang dapat dikalibrasikan
langsung dalam , LM 35 ini difungsikan sebagai basic temperature sensor seperti pada gambar

Gambar Skematik Sensor LM35


IC LM 35 sebagai sensor suhu yang teliti dan terkemas dalam bentuk Integrated Circuit (IC),
dimana output tegangan keluaran sangat linear berpadanan dengan perubahan suhu. Sensor ini
berfungsi sebagai pengubah dari besaran fisis suhu ke besaran tegangan yang memiliki koefisien
sebesar 10 mV /°C yang berarti bahwa kenaikan suhu 1° C maka akan terjadi kenaikan tegangan
sebesar 10 mV. IC LM 35 ini tidak memerlukan pengkalibrasian atau penyetelan dari luar
karena ketelitiannya sampai lebih kurang seperempat derajat celcius pada temperature ruang.
Jangka sensor mulai dari – 55°C sampai dengan 150°C, IC LM35 penggunaannya sangat mudah,
difungsikan sebagai kontrol dari indicator tampilan catu daya terbelah. IC LM 35 dapat dialiri
arus 60 m A dari supplay sehingga panas yang ditimbulkan sendiri sangat rendah kurang dari 0 °
C di dalam suhu ruangan.

Gambar Mengukur Suhu LM35


LM 35 ialah sensor temperatur paling banyak digunakan untuk praktek, karena selain harganya
cukup murah, linearitasnya juga lumayan bagus. LM35 tidak membutuhkan kalibrasi eksternal
yang menyediakan akurasi ± ¼ °C pada temperatur ruangan dan ± ¾ °C pada kisaran -55 °C to
+150
°C. LM35 dimaksudkan untuk beroperasi pada -55 °C hingga +150 °C, sedangkan LM35C pada
-40 °C hingga +110 °C, dan LM35D pada kisran 0-100°C. LM35D juga tersedia pada paket 8
kaki dan paket TO-220. Sensor LM35 umunya akan naik sebesar 10mV setiap kenaikan 1°C
(300mV pada 30 °C).

Gambar Bentuk Fisik Sensor Suhu LM35


Sensor suhu LM35 berfungsi untuk mengubah besaran fisis yang berupa suhu menjadi besaran
elektri tegangan. Sensor ini memiliki parameter bahwa setiap kenaikan 1°C tegangan
keluarannya naik sebesar 10mV dengan batas maksimal keluaran sensor adalah 1,5V pada suhu
150°C. Pada perancangan kita tentukan keluaran ADC mencapai full scale pada saat suhu 100°C,
sehingga tegangan keluaran tranduser (10mV/°C x 100°C) = 1V.
Pengukuran secara langsung saat suhu ruang, keluaran LM35 adalah 0,3V (300mV). Tengan ini
diolah dengan mengunakan rangkaian pengkondisi sinyal agar sesuai dangan tahapan masukan
ADC. LM35 memiliki kelibihan – kelebihan sebagai berikut:
1. Di kalibrasi langsung dalam celsius
2. Memiliki faktor skala linear + 10.0 mV/°C
3. Memiliki ketetapan 0,5°C pada suhu 25°C
4. Jangkauan maksimal suhu antara -55°C sampai 150°C
5. Cocok untuk applikasi jarak jauh
6. Harganya cukup murah
7. Bekerja pada tegangan catu daya 4 sampai 30Volt
8. Memiliki arus drain kurang dari 60 uAmp
9. Pemanasan sendiri yang lambat ( low self-heating)
10. 0,08˚C diudara diam
11. Ketidak linearanya hanya sekitar ±¼°C
12. Memiliki Impedansi keluaran yang kecil yaitu 0,1 watt untuk beban 1 mAmp.
Sensor suhu tipe LM35 merupakan IC sensor temperatur yang akurat yang tegangan keluarannya
linear dalam satuan celcius. Jadi LM35 memilik kelebihan dibandingkan sensor temperatur linear
dalam satuan kelvin, karena tidak memerlukan pembagian dengan konstanta tegangan yang besar
dan keluarannya untuk mendapatkan nilai dalam satuan celcius yang tepat. LM35 memiliki
impedansi keluaran yang rendah, keluaran yang linear, dan sifat ketepatan dalam pengujian
membuat proses interface untuk membaca atau mengotrol sirkuit lebuh mudah. Pin V+ dari
LM35 dihubungkan kecatu daya, pin GND dihubungkan ke Ground dan pin Vout- yang
menghasilkan tegangan analog hasil pengindera suhu dihubungkan ke pin analog Arduino.

UJI COBA 2
Seri sensor suhu LM35 memiliki keluaran tegangan (Vout) yang linearly proportionalterhadap
suhu Celcius (Centigrade); faktor skala-nya +10mV/derajat Celcius. Kenaikan Vout 10mV
menunjukkan ada kenaikan suhu sebesar 1 derajat Celcius.
Menghitung Vout:
Vout dalam milivolt = sensorValue * (5 * 1000/1024)
1024 adalah resolusi ADC: 10bit. 5 adalah Analog Reference (ARef); dalam milivolt menjadi: 5
* 1000. Default library arduino menggunakan resolusi ADC 10bit dan ARef = Vcc (+5V pada
Sasakala-M328).
Menghitung Suhu (Celcius):
suhuCelcius = Vout dalam miliVolt / 10 = sensorValue * (500/1024)
PRAKTIKUM VII
PERCOBAAN MOTOR DC DAN SERVO

TUJUAN
1. Mahasiswa mamahami rangkaian interface mikrokontroller dengan motor DC dan
motor Servo
2. Mahasiswa memahami rangkaian driver motor DC L293D
3. Mahasiswa memahami program Arduino untuk mengatur arah putaran motor DC
4. Mahasiswa memahami program Arduino untuk mengatur arah sudut putaran motor
Servo
5. Mahasiswa memahami program Arduino untuk mengatur arah kecepatan motor DC

TEORI DASAR
MOTOR DC
Motor DC merupakan jenis motor yang menggunakan tegangan searah sebagai sumber
tenaganya. Dengan memberikan beda tegangan pada kedua terminal tersebut, motor akan
berputar pada satu arah, dan bila polaritas dari tegangan tersebut dibalik maka arah putaran
motor akan terbalik pula seperti pada gambar 10.1. Polaritas dari tegangan yang diberikan pada
dua terminal menentukan arah putaran motor sedangkan besar dari beda tegangan pada kedua
terminal menentukan kecepatan motor

Gambar Konstruksi motor DC


Konstruksi motor DC pada gambar 10.1 memiliki 2 bagian dasar,yaitu :
1. Bagian yang tetap/stasioner yang disebut stator. Stator ini menghasilkan medan magnet, baik
yang dibangkitkan dari sebuah koil (elektro magnet) ataupun magnet permanen.
2. Bagian yang berputar disebut rotor. Rotor ini berupa sebuah koil dimana arus listrik mengalir.
Gaya elektromagnet pada motor DC timbul saat ada arus yang mengalir pada penghantar yang
berada dalam medan magnet. Medan magnet itu sendiri ditimbulkan oleh megnet permanen.
Garis-garis gaya magnet mengalir diantara dua kutub magnet dari kutub utara ke kutub selatan.
Menurut hukum gaya Lourentz, arus yang mengalir pada penghantar yang terletak dalam medan
magnet akan menimbulkan gaya. Gaya F, timbul tergantung pada arah arus I, dan arah medan
magnet B.

UJI COBA 1
Motor Servo
Motor servo adalah motor yang mampu bekerja dua arah (clockwise dan counter – clockwise),
dengan arah dan sudut pergerakan rotornya dapat dikontrol hanya dengan memberikan sinyal
PWM pada bagian pin kontrolnya. Motor Servo merupakan sebuah motor DC yang memiliki
rangkaian kontrol elektronika dan internal gear, untuk mengontrol pergerakan serta sudut
angularnya. Motor servo dapat berputar dengan lambat, yang biasanya ditunjukkan oleh rate
putarannya yang lambat. Akan tetapi, motor servo memiliki torsi yang kuat karena internal gear
– nya.
Motor servo mempunyai beberapa ukuran dan tipe yang dapat digunakan untuk segala kebutuhan
mulai dari mesin fotokopi, model pesawat terbang, dan model mobil. Aplikasi terbaru dari motor
servo yaitu digunakan untuk aplikasi pembuatan robot. Motor servo pada awalnya dibuat untuk
dioperasikan melewati saluran radio kontrol dan biasanya mengacu pada radio kontrol. Motor
servo tersebut bergerak dengan sinyal yang berasal dari penerima. Adapun jenis-jenis motor
servo yaitu :
a) Motor Servo Standar 180°
Motor servo jenis ini mampu bergerak dua arah (clockwise dan counter - clockwise) dengan
defleksi masing-masing sudut mencapai 90°, sehingga total defleksi sudut dari kanan-tengah-kiri
adalah 180°.
b) Motor Servo Continuous
Motor servo jenis ini mampu bergerak dua arah (clockwise dan counter - clockwise) tanpa
batasan defleksi sudut putar (dapat berputar secara kontinu). Untuk beroperasi, motor servo
membutuhkan catu daya 5V DC. Kabel merah dihubungkan ke Vdd (+), kabel hitam
dihubungksn ke Vss (ground), dan sinyal kontrol PWM dihubungkan dengan kabel putih. Pada
Gambar menunjukkan bentuk beserta koneksi kabel motor servo.

Secara umum, motor servo terdiri atas sebuah rangkaian pengontrol, sebuah potensiometer, dan
sejumlah gear untuk memperbesar torsi. Motor dan potensiometer dihubungkan ke rangkaian
pengontrol dan ketiganya membentuk sistem loop tertutup. Untuk mengaktifkan motor, sebuah
sinyal digital dikirim ke rangkaian pengontrol. Potensiometer ini bertugas memonitor sudut
poros motor servo. Motor akan berputar ke arah sudut yang diinginkan sampai sudut poros motor
servo sesuai dengan yang diinginkan, kemudian motor akan berhenti bergerak. Pada umumnya
motor servo didesain untuk rotasi yang terbatas yaitu berkisar antara 0° sampai 180°. Sebuah
motor servo yang normal tidak dapat berputar lebih jauh, dikarenakan sebuah penghalang
mekanik yang diselipkan pada roda gigi keluaran utama. Motor servo dapat berotasi secara
penuh dengan melakukan suatu modifikasi.
UJI COBA 2
Mengontrol motor servo langsung dari Arduino cukup mudah. Berikut ini contoh menggunakan
servo ukuran standar (tanpa beban) didukung langsung dari Arduino via USB.