Anda di halaman 1dari 26

Seminar Nasional:

Konstruksi Perkerasan Jalan & Optimalisasi Pemeliharaan Jalan

oleh:
Dr. Djunaedi KOSASIH
(Institut Teknologi Bandung)

Kamis, 24 November 2016


Hotel Ambhara, Jakarta

Diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional


Sub-Tema: Optimalisasi Pemeliharaan Jalan
Deskripsi:

Jalan rendah pemeliharaan merupakan suatu teknologi


perkerasan dgnbiaya pemeliharaan yg rendah, meskipun
biaya awalnya mungkin cukup tinggi, tetapi dalam jangka
panjang biaya totalnya (life-cycle cost) akan menjadi
rendah dibandingkan dengan perkerasan konvensional.
Lebih jauh, kebijakan preservasi jalan harus diutamakan,
yaitu dengan cara mengerjakan pemelihara-an rutin
(fungsional) secara tepat waktu, dan menunda , jika
terpaksa, pekerjaan overlay / rekonstruksi (struktural)
yang mahal secara efektif (yaitu tepat umur rencana)
sampai anggaran yang diperlukan tersedia.
Faktor2 Utama Penyebab kerusakan Jalan
1. Air Hujan dan Air Tanah
(pengaruh banjir hrs dicegah, perlu investigasi lebih rinci)
2. Beban Kendaraan Berlebih (Overloading)
3. Kwalitas Pekerjaan
- jenis & kadar aspal, suhu pengerjaan aspal, kepadatan,
- jenis dan gradasi agregat,
- kadar air dan kepadatan tanah dasar.
4. Lingkungan (suhu perkerasan jalan, musim, macet,
oksidasi).
5. Strategi Pemeliharaan (biaya konstruksi murah, namun
total biaya konstruksi tinggi).
ENVIRONMENT
(Technological - Socio - Economic - Political)

Metoda
Sistematis PROBLEM RECOGNITION
 Review of Existing


PROBLEM DEFINITION
Objectives
Inputs
Situation  Outputs
 Preliminary Assessment  Constraints
of Needs  Values
 Decision Rules

GENERATION OF
ALTERNATIVE STRATEGIES
Feedback

ANALYSIS OF ALTERNATIVES
 Predict Outputs
*
EVALUATION OF
ALTERNATIVES AND
OPTIMIZATION
 Assign Values to Outputs
 Choose Best Alternative

IMPLEMENTATION OF
MEASUREMENT AND BEST ALTERNATIVE
EVALUATION OF  Schedules
PERFORMANCE OF THE  Quality Control *
SYSTEM IN SERVICE  Information Storage
*
 Operation
Perkembangan Konsep Desain Struktur Perkerasan

Konsep desain struktur perkerasan jalan telah mengalami 4


(empat) tahapan perkembangan secara signifikan:
1. Pendekatan desain berdasarkan pengalaman (contoh:
perkerasan telford).
2. Pendekatan desain secara empiris dgn menggunakan nilai ITP.
3. Pendekatan desain secara mekanistik melalui perhitungan
respon struktur perkerasan terhadap beban roda kendaraan
(nilai tegangan, regangan dan lendutan).
4. Pendekatan desain umur-layan panjang (perpetual) dimana
kerusakan struktur perkerasan dirancang agar kerusakan
hanya terjadi pd lapisan permukaan atau lapis beraspal saja.
Metoda Desain Struktur Perkerasan (Design Code)

Desain Konstruksi Jalan Baru / Rekonstruksi:


1. Pedoman Pd T-01-2002-B Perancangan Tebal
Perkerasan Lentur (metoda empiris)
2. Manual 02/M/BM/2013 Manual Desain Perkerasan
Jalan – Bagian I (metoda mekanistik)
Desain Lapisan Tambahan (Overlay):
1. Pedoman Pd T-05-2005-B Pedoman Perencanaan
Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur dengan
Metoda Lendutan (metoda empiris)
2. Manual 02/M/BM/2013 Manual Desain Perkerasan
Jalan – Bagian II (metoda pseudo-mekanistik)
Masalah Dengan Struktur Perkerasan Telford

Pada umumnya, masalah yang seringkali dijumpai pada


struktur perkerasan telford, adalah sebagai berikut:
1. Struktur perkerasan telford sangat lentur (modulus tanah
dasar rendah), dengan atau tanpa fasilitas sub-drain yang
memadai.
2. Tidak cocok untuk beban lalu lintas yang berat.
3. Pergeseran yang terjadi di antara batuan telford berdampak
besar pada permukaan jalan.
4. Usulan alternatif solusi yg dapat ditawarkan umumnya sangat
mahal, apakah dengan pekerjaan rekonstruksi atau dengan
penggunaan geotextile di bawah lapisan deep overlay.
Desain & Analisis Struktur Perkerasan Secara Empiris

= Tidak Mantap
Desain & Analisis Struktur Perkerasan Secara Empiris

Masalah dengan pendekatan empiris:


1. Pengukuran nilai Indeks Pelayanan (PSI) tidak dapat
konsisten karena bersifat subyektif.
2. Data beban lalu lintas (kumulatif ESA), jika tersedia,
belum tersimpan dalam database secara terstruktur.
Konsep Pembinaan Struktur Perkerasan Jalan

Desain dan
Analisis
Struktur
Perkerasan
Secara
Mekanistik

Memerlukan
Program
komputer
khusus
Konsep Pembinaan Struktur Perkerasan Jalan

Desain dan
Analisis
Struktur
Perkerasan
Secara
Mekanistik
Struktur Perkerasan Perpetual (Long-Life) Tipikal

AC-WC

AC-BC

AC-Base
Kriteria Desain – Retak Lelah

Catatan: Model retak lelah merupakan fungsi dari modulus lapisan beraspal, yg pada dasarnya dipengaruhi
oleh temperatur. Metoda Asphalt Institute (1982, 1991) menganalisis data temperatur bulanan
yang bervariasi. Sedangkan. Untuk kondisi Indonesia, temperatur bervariasi dalam sehari.
Kriteria Desain – Deformasi Permanen

Catatan: Harvey, et.al. (2004) dan Walubita, et.al. (2008) membatasi regangan
tekan vertikal tidak melebihi 200 me. Deformasi permanen pada tanah
dasar diperkirakan tidak akan terjadi, jika nilai me ini tidak dilampaui.
Ketentuan Umur Rencana Dalam MDPJ
Desain Beban Lalu Lintas Rencana Dalam MDPJ
Evaluasi Kwalitas Hasil Pekerjaan Konstruksi
Teknik pengukuran kinerja struktur perkerasan selama
pelaksanaan pekerjaan konstruksi:
1. Kontrol kepadatan tanah dasar; dilanjutkan dengan
pengukuran modulus tanah dasar dengan menggunakan alat
DCP atau LWD.
2. Kontrol gradasi untuk lapisan agregat.
3. Kontrol kadar aspal, gradasi agregat, temperatur pemadatan
dan kepadatan lapisan campuran beraspal.
4. Evaluasi ketebalan lapisan perkerasan dengan menggunakan
alat GPR.
5. Evaluasi kinerja struktur perkerasan terbangun dengan
menggunakan alat FWD.
Evaluasi Kwalitas Hasil Pekerjaan Konstruksi
Evaluasi Kondisi Struktur Perkerasan
Teknik pengukuran kinerja struktur perkerasan yang
sudah umum dilakukan:
1. Pengukuran IRI.
2. Pengukuran kerusakan permukaan dengan menggunakan
mobil survai jalan, bandingkan dengan kerusakan yang
ada, misalnya model HDM-4.
3. Pengukuran Lendutan dengan alat FWD (atau Benkelman
Beam), yang dilanjutkan dengan proses backcalculation
untuk evaluasi kondisi struktural perkerasan.
4. Survai volume dan beban lalu lintas secara sistematis dan
terjadwal, serta didukung dengan penyimpanan data ke
dalam database.
Evaluasi Kondisi Struktur Perkerasan
Pengukuran Data Lendutan dengan alat FWD
Backcalculation Nilai Modulus Lapisan2 Perkerasan
Variasi Harian Kondisi Struktur Perkerasan

Hasil backcalculation
dari data lendutan FWD
yang diukur pada 1 titik
tertentu selama sehari
Sistem Manajemen Perkerasan
Indonesia telah memiliki berbagai PMS, sebagai berikut:
1. IRMS (Inter-Urban Road Management System)
2. URMS (Urban Road Management System)
3. Toll Road MMS (Maintenenace Management System)
4. SK-77 (PMS untuk jalan kabupaten)

Meskipun demikian, efektifitas implementasinya masih


sangat perlu dibuat konsisten dan berkelanjutan. PMS ini
pada prinsipnya lebih baik dari HDM-4, karena masing2
PMS ini sudah dilengkapi dengan database.
Penutup
Usulan solusi untuk menghasilkan pemeliharaan jalan
yang optimum:
1. Evaluasi kwalitas/kinerja hasil pekerjaan konstruksi
perkerasan secara terukur.
2. Pengadaan program komputer untuk desain dan
evaluasi kondisi struktur perkerasan yang tersedia di
portal web Ditjen. Bina Marga.
3. Kerjasama penelitian dasar dan penelitian terapan
tentang struktur perkerasan dengan badan riset dan
perguruan tinggi.
4. Pengembangan manual desain struktur perkerasan
oleh dan untuk masing2 wilayah.
Thank you