Anda di halaman 1dari 5

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA (PKM)

PENGARUH CENGKIH (Syzigium aromaticum) SEBAGAI BAHAN


PERMEN KARET PENGGANTI XYLITOL

Kakak pembimbing:

Hanny Aulia Rahmah (G1B015020)

Disusun oleh:

Hanny Aulia Rahmah (G1B015020)

Hanifah Nur Syafa (G1B017019)

Amalia Putri Hesantera (G1B017041)

Artha Arum Pamungkas (G1B017023)

Yudhistira Wahyu Utama (G1B017013)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

JURUSAN KEDOKTERAN GIGI

PURWOKERTO

2017
DRAFT PROPOSAL PKM 2017

Fakta

1. Volume saliva yang dihasilkan kelenjar saliva berkisar antara 500-600


mililiter perhari (Rezky dan Handjani, 2011)
2. Rangsangan pada kelenjar saliva dapat dilakukan dengan berbagai cara
salah satunya dengan rangsang mekanik dengan mengunyah permen karet
(Utoyo, Yuwono, dan Kusumawati, 2016)
3. Permen karet yang sering digunakan biasanya mengandung xylitol yang jika
dikonsumsi dalam dosis yang besar dan frekuensi yang sering dapat
mengakibatkan efek laksatif terutama pada anak-anak(Milner, 2015)
4. Cengkih (Syzigium aromaticum) merupakan komoditas yang banyak
ditemui di kabupaten Banyumas (Statistik Perkebunan di Indonesia 2013-
2015, 2015)
5. Cengkih mengandung senyawa eugenol yang memiliki kemampuan sebagai
analgesic, anti-inflamasi, antiseptic, antiviral, antifungal, antiemetic,
stimulant hingga anestesi lokal (Pramod dkk, 2010, Jirovetz, 2010 dalam
Towaha 2012)

Inovasi

1. Menggunakan cengkih sebagai substitusi xylitol dalam pembuatan permen


karet karena banyak tersedia di sekitar Banyumas
2. Permen karet yang menggunakan cengkih dapat meningkatkan volume
saliva dan memiliki daya saing daripada menggunakan xylitol yang mahal

Tujuan

1. Mengurangi penggunaan xylitol karena dapat membahayakan tubuh jika


berlebihan
2. Memberdayakan petani cengkih di sekitar Banyumas

Gambaran Umum Rencana Usaha


1. Pembuatan permen karet mengambil bahan baku cengkih dari petani
cengkih di Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas sebab di daerah
tersebut terdapat tempat penyulingan minyak cengkih
2. Pembuatan permen karet cengkih dilakukan di rumah penulis di kabupaten
Banyumas
3. Penulis akan mengajak masyarakat di sekitar tempat pembuatan permen
karet untuk terlibat dalam pembuatan produk ini guna memberdayakan
masyarakat
4. Target pemasaran permen kare cengkih adalah anak-anak, remaja dan orang
dewasa baik laki-laki maupun perempuan yang berusia di atas 5 tahun
5. Permen karet cengkih akan dipasarkan di tempat pusat oleh-oleh khas
Banyumas dan akan dipasarkan secara online melalui media sosial

Metode

Permen karet cengkih dibuat dengan cara menambahkan minyak cengkeh


dengan kadar 55% ke dalam campuran bahan permen karet. Pengujian penelitian
dilakukan melibatkan enam orang sebagai subjek penelitian yang satu jam
sebelumnya tidak makan dan minum yang memiliki rasa. Dua orang mengunyah
permen karet xylitol selama 10 menit, dua orang mengunyah permen karet cengkih
selama 10 menit, dan dua orang lainnya memakan apel sebagai variable controlnya.
Saliva yang dihasilkan kemudian dihitung volume, pH dan viskositasnya.
•mengunyah permen
Waktu •Volume
karet xylitol •pH
•mengunyah permen •mengunyah selama 10
menit •Viskositas
karet cengkih
•mengunyah apel

Responden Sekresi saliva


DAFTAR PUSTAKA

Milner, C. (2015, Apr 14). The good and bad of xylitol. The Epoch Times Retrieved
from https://search.proquest.com/docview/1785769160?accountid=25704
Statistik Perkebunan di Indonesia 2013-2015, 2015, Kementerian Perkebunan
Indonesia
Towaha, 2012, Manfaat Eugenol dalam berbagai industry di Indonesia, Perspektif,
11 (2), 79:90
Utoyo, B., Yuwono, P., Kusumawati, W.T., 2016, Pengaruh stimulasi pemberian
tablet hisap vitamin c terhadap peningkatan sekresi saliva pada pasien gagal
ginjal kronik yang yang menjalani terapi hemodialisasi RS PKU
Muhammadiyah Gombong, Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, volume
12:1, 13-19
Wessel, S. W., Mei, C. v., Morando, D., Slomp, A. M., Belt-Gritter, B., Maitra, A.,
& Busscher, H. J. (2015). Quantification and qualification of bacteria
trapped in chewed gum. PLoS One, 10(1)
doi:http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.011719