Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PRAKTIKUM ELKTRONIKA DIGITAL

PUSH BUTTON ON-OFF

Disusun Oleh ;
Nama : Yufi Wuryandari
NRP : 0415030001
Kelas : PE-2A

JURUSAN D3 KELISTRIKAN KAPAL


POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam dunia industri terdapat berbagai macam jenis-jenis mesin dengan cara kerja
yang berbeda-beda dan fungsi yang berbeda pula sehingga menghasilkan output atau hasil
yang bervariasi, untuk menggerakan suatu mesin diperlukan suatu alat yang sangat banyak
jenis dan ragamnya, salah satunya adalah Push Button atau saklar tekan. Pada Push Button,
terdapat kontak-kontaknya, yang berupa normaly close (NC) dan normaly open (NO), atau
ada juga Push Button yang memiliki jumlah kontak lebih banyak. Push Button atau dalam
bahasa Indonesianya yaitu saklar tekan yang artinya alat ini akan bekerja dengan cara
ditekan, alat ini sangat umum, banyak digunakan diberbagai mesin baik itu diindustri ataupun
diinstansi pendidikan lainnya, alat ini juga paling mudah untuk dipelajari atau dipahami
karena fungsi dan cara kerjanya yang sangat sederhana, pada bagian atasnya terdapat knop
yang berfungsi sebagai area penekan (warna merah), lalu disamping kiri dan kanan terdapat
terminal, kontak normally open (no) dan normally close (nc) berfungsi sebagai terminal
wiring yang dihubungkan dengan alat listrik lainnya, mempunyai kapasitas beban sekitar 5 A.

1.2 Tujuan

1. Mahasiswa memahami dan mempraktekkan prinsip push button on-off dengan IC


TTL.
2. Dapat menggambar skematik dari rangkaian push button.
3. Dapat menggambar PCB dari rangkaian push button dengan benar.

1.3 Rumusan Masalah

1. Berapa waktu untuk pulsa input dan pulsa output?


2. Dokumentasikan rangkaian dari hasil praktikum?
BAB II

DASAR TEORI

Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan atau
memisahkan bagian – bagian dari suatu instalasi listrik satu sama lain (suatu sistem saklar
tekan push button terdiri dari saklar tekan start. Stop reset dan saklar tekan untuk emergency.
Push button memiliki kontak NC (normally close) dan NO (normally open).
Analog to Digital Converter (ADC) adalah sebuah piranti yang dirancang untuk
mengubah sinyal-sinyal analog menjadi bentuk sinyal digital. IC ADC 0804 dianggap dapat
memenuhi kebutuhan dari rangkaian yang akan dibuat. IC jenis ini bekerja secara cermat
dengan menambahkan sedikit komponen sesuai dengan spesifikasi yang harus diberikan dan
dapat mengkonversikan secara cepat suatu masukan tegangan. Hal-hal yang juga perlu
diperhatikan dalam penggunaan ADC ini adalah tegangan maksimum yang dapat
dikonversikan oleh ADC dari rangkaian pengkondisi sinyal, resolusi, pewaktu, eksternal
ADC, tipe keluaran, ketepatan dan waktu konversinya.
Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal
digital yang nilainya proposional. Jenis ADC yang biasa digunakan dalam perancangan
adalah jenis Successive Approximation Convertion (SAR) atau pendekatan bertingkat yang
mewakili waktu konversi jauh lebih singkat dan tidak tergantung pada nilai masukan
analognya atau sinyal yang akan diubah. Gambar 10.1 memperlihatkan diagram blok ADC
tersebut.

Gambar 10.1 Diagram Blok ADC


Secara singkat prinsip kerja dari konverter A/D adala semua bit-bit diset kemudian diuji, dan
bilamana perlu sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Dengan rangkaian yang paling
cepat, konversi akan diselesaikan sesudah 8 clock, dan keluaran D/A merupakan nilai analog
yang ekivalen dengan nilai register SAR.
Apabila konversi telah dilaksanakan, rangkaian kembali mengirim sinyal selesai
konversi yang berlogika rendah. Sisi turun sinyal ini akan menghasilkan data digital yang
ekivalen ke dalam register buffer. Dengan demikian, output digital akan tetap tersimpan
sekalipun akan dimulai siklus konversi yang baru.

Gambar 10.2 Konfigurasi pin IC ADC0804


IC ADC 0804 mempunyai dua input analog, Vin (+) dan Vin(-), sehingga dapat
menerima input diferensial. Input analog sebenarnya (Vin) sama dengan selisih antara
tegangan-tegangan yang dihubungkan dengan kedua pi inputnya yaitu Vin = Vin(+)-
Vin(-), kalau input analog berupa tegangan tunggal, tegangan ini harus dihubungkan
dengan Vin(+), sedangkan Vin(-) di groundkan. Untuk operasi normal, ADC 0804
menggunakan Vcc=+5 Volt sebagai tegangan referensi. Dalam hal ini jangkauan input
analog mulai dari 0 volt sampai 5 volt (skala penuh), karena IC ini adalah SAC 8-bit,
resolusinya akan sama dengan

(n menyatakan jumlah bit output biner IC analog to digital converter)

IC ADC 0804 memiliki generator clock internal yang harus diaktifkan dengan
menghubungkan sebuah resistor eksternal (R) antara pin CLK OUT dan CLK IN serta sebuah
kapasitor eksternal (C) antar CLK IN dan ground digital. Frekuensi clock yang diperoleh di
pi CLK OUT sama dengan :
Untuk sinyal clock ini dapat juga digunakan sinyal eksternal yang dihubungkan ke pin CLK
IN. ADC 0804 memiliki 8 output digital sehingga dapat langsung dihubungkan dengan
saluran data mikrokomputer. Input Chip Select (aktif LOW) digunakan untuk mengaktifkan
ADC 0804. Jika berlogika HIGH, ADC 0804 tidak aktif (disable) dan semua output berbeda
dalam keadaan impedansi tinggi. Input Write atau Start Convertion dgunakan untuk memulai
proses konversi. Untuk itu harus diberi pulsa logika 0. Sedangkan output interrupt atau end of
convertion menyatakan akhir konversi. Pada saat dimulai konversi, akan berubah ke logika 1.
Di akhir konversi akan kembali ke logika 0.

Prinsip kerja Push Button adalah apabila dalam keadaan normal tidak ditekan maka
kontak tidak berubah, apabila ditekan maka kontak NC akan berfungsi sebagai stop
(memberhentikan) dan kontak NO akan berfungsi sebagai start (menjalankan) biasanya
digunakan pada sistem pengontrolan motor – motor induksi untuk menjalankan mematikan
motor pada industri – industri. Push button dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:

a. Tipe Normally Open (NO)


Tombol ini disebut juga dengan tombol start karena kontak akan menutup bila ditekan
dan kembali terbuka bila dilepaskan. Bila tombol ditekan maka kontak bergerak akan
menyentuh kontak tetap sehingga arus listrik akan mengalir.

b. Tipe Normally Close (NC)


Tombol ini disebut juga dengan tombol stop karena kontak akan membuka bila
ditekan dan kembali tertutup bila dilepaskan. Kontak bergerak akan lepas dari kontak tetap
sehingga arus listrik akan terputus.

. C. Tipe NC dan NO
Tipe ini kontak memiliki 4 buah terminal baut, sehingga bila tombol tidak ditekan
maka sepasang kontak akan NC dan kontak lain akan NO, bila tombol ditekan maka kontak
tertutup akan membuka dan kontak yang membuka akan tertutup.

TTL 74LS93 adalah sebuah ic yang berfungsi sebagai binary counter dengan output 4
bit.
Tabel kebenaran untuk MR (=reset) terhadap output
Transistor : komponen transistor di fungsi kan sebagai rangkaian saklar sehingga
bekerja pada daerah saturasi.
IE =I B + IC

Untuk beban LED (=Light Emitting Diode) maka harus diketahui LED U dan LED I
Sehingga persamaannya :

I C=I LED

Untuk besaran B R melihat data sheet dari 1 Q berapa B I diperlukan biasanya dalam
orde mA dan karena menggunakan TTL dengan tegangan supply 5Vdc maka outputnya juga
5Vdc atau tegangan input transistor juga.
Demikian juga untuk relay adalah diperlukan untuk memilih daya, tegangan kerja dan
arus pada Transistor agar relay dapat bekerja diketahui tegangan kerja relay dan arus relay
agar relay dapat bekerja.

IE =IB + Irelay
BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Rangkaian Percobaan

+12V

J1
VCC 1
2

J3 SIL-100-02

RL1
VCC

1
2 5v
SIL-100-02

VCC

PB U1 R2 Q1
1 1 2 14 12 2N2222
1
CKA QA
9 J2
CKB QB 10k
8 VCC 1
QC
11 2
QD
2
+5V

R0(1)
3 SIL-100-02
R0(2)
74LS93
R1 C1 R4
1k 1nF 220

A
D1
LED-YELLOW

R3 Q2
2N2222
10k

Gambar rangkaian percobaan

tombol pushbutton
output relay

Diagram waktu push button

a) Buat skema rangkaian percobaan seperti diatas dengan Protel atau Eagle atau
sejenisnya yang anda bisa. (perhatikan semua sambungan dan komponen terminal).
b) Buat rancangan PCB nya dengan software yang anda bisa. Perhatikan komponen
terminal harus ditempatkan dipinggir.
Contoh rancangan PCB :

Gambar rancangan PCB max (4,5x6)cm

3.2 Peralatan yang diperlukan

1. Power supply tunggal


2. Probe yang diperlukan

3.3 Komponen yang diperlukan

1. IC 74LS93 1 keping
2. Resistor 4 buah
3. Terminal 2 pin 3 buah
4. Kapasitor 1 buah
5. Push Button 1 buah
6. Transistor 9013 2 buah
7. Relay DPDT 1 buah
8. LED 1 buah

3.4 Prosedur pengukuran

1. Pasanglah semua kabel penghubung pada modul yang telah anda buat.
2. Hidupkan power supply.
3. Atur power supply sebesar 5Vdc.
4. Ikuti petunjuk tabel pengukuran dibawah ini.
BAB IV

PEMBAHASAN

LEMBAR PENGESHAN DATA PERCOBAAN


Dokumentasi Saat Rangkaian Bekerja

Gambar rangkaian Push Button di proteus

+12V

J2
1
2
VCC
SIL-100-02

J1
VCC

1
2 RL1
RTD14005F
SIL-100-02

VCC J3
1
2
PB U1 R2 Q1
1 2 14 12 2N2222 SIL-100-02
CKA QA VCC
1 9
CKB QB 10k
8
QC
C1 QD
11
2
VCC

R0(1)
R1 3
R0(2)
1k 1nF
74LS93 R4
220

D1
LED-GREEN

R3 Q2
2N2222
10k
Gambar Rangkaian Push Button pada Ares
Gambar Rangkain Push Button 3D Visualization pada Ares
Grafik Komponen-Komponen yang ada di Push Button

Grafik ICLS93
Gambar ICLS93

Grafik Resistor
Grafik Terminal 2 PIN

Grafik Kapasitor

Grafik Push Button


Grafik transistor 9013

Gambar transistor 9013

Grafik Relay DPDT


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan atau
memisahkan bagian – bagian dari suatu instalasi listrik satu sama lain.
Push Button atau dalam bahasa Indonesianya yaitu saklar tekan yang artinya alat ini
akan bekerja dengan cara ditekan.
Pushbutton merupakan sebuah device untuk menghubungkan dan memutuskan
rangkaian listrik antara 2 titik.

5.2. Saran

Kepada pembaca apabila dalam penulisan laporan ini terdapat kesalahan-


kesalahan, mohon kritikannya kepada saya agar dikemudian harinya tidak terulang kembali.
Saya harapkan dalam proses praktikum dapat dengan lebih jelas dalam menjelaskan kepada
praktikan.