Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PENDIDIKAN KESEHATAN

TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA


KELUARGA BAPAK HELI HIDAYAT DI RT 1 RW 6 LINGKUNGAN
SEMENGGU KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER

Oleh:

Kelompok
Desi Trisari NIM 152310101116
Novia Rizky Utami NIM 152310101138
Arifan Nugroho NIM 152310101323
Febrina Oliananda P. N. NIM 152310101330

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan Kalimantan No. 37 – Kampus Bumi TegalBoto Kotak Pos 159 Jember
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Analisa Situasi
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan pertama yang terbaik bagi bayi hingga
usia 4-6 bulan. Setelah itu bayi harus diperkenalkan dengan ragam makanan
padat, meski ASI masih tetap diberikan hingga anak berumur dua tahun bahkan
lebih. Pemenuhan kebutuhan gizi terutama diperlukan sejak masa janin sampai
anak berusia lima tahun. Pemenuhan gizi pada masa rawan ini sangat menentukan
kualitas seseorang ketika mencapai usia reproduksi (Krisnatuti, 2000). Agar
pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) berjalan baik maka diperlukan
pengetahuan dan perilaku yang baik pula mengenai MP-ASI. Dan salah satu
faktor intern yang mempengaruhi terbentuknya perilaku manusia adalah
pengetahuan (Notoatmodjo, 2010). Pengetahuan pada dasarnya adalah hasil dari
tahu yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek
tertentu melalui pancaindra manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran,
penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui mata
dan telinga. Perilaku kesehatan dipengaruhi pula oleh pengetahuan sebagai faktor
predisposisi. Jika pengetahuan tentang MPASI baik diharapkan pula pada
akhirnya perilaku terhadap pemberian MP-ASI juga baik (Notoatmodjo, 2010).
Dalam pemberian MP-ASI, yang perlu diperhatikan adalah usia pemberian
MP-ASI, jenis MPASI, frekuensi dalam pemberian MP-ASI, porsi pemberian
MP-ASI, dan cara pemberian MP-ASI pada tahap awal. Pemberian MP-ASI yang
tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, namun juga
merangsang keterampilan makan dan merangsang rasa percaya diri pada bayi
(Depkes RI, 2005). Pemberian makanan tambahan harus bervariasi, dari bentuk
bubur cair kebentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan
lembek dan akhirnya makanan padat (Diah dkk, 2005).

Penelitian di Sri Lanka menunjukkan 23%bayi menerima makanan


pendamping ASI pada usia 4 bulan, dan hampir semua ibu-ibu sudah mulai
memberikan padat seperti nasi tim, biskuit, dll tanpa sarandari medis. Total dari
410 bayi, terdapat 34% bayi diberikan makanan pendamping ASI sebelum usia 6
bulan (Sekartini, R., & Tikoalu, J. L, 2013). Data UNICEF tahun 2006
menyebutkan bahwa kesadaran ibu untuk memberikan ASI di Indonesia baru
14%, itupun diberikan hanya sampai bayi berusia empat bulan (Notoatmodjo,
2010).

Data di Indonesia menunjukkan status gizi bayi 0-6 bulan tahun 2007 adalah
sebesar 6,5% termasuk gizi buruk; 8,2% termasuk dalam gizi kurang; 76,7%
termasuk gizi baik dan 8,7% termasuk gizi lebih. Tahun 2010 di Indonesia bayi
yang mendapat ASI dan makanan cair (predominan) sebesar 4,5%; bayi yang
mendapat ASI dan MP-ASI dini (parsial) sebesar 81,54%; sedangkan untuk
cakupan status gizi bayi 0-6 bulan pada tahun 2010 adalah 4,2% termasuk gizi
buruk; 7,2% termasuk dalam gizi kurang; 82,3% termasuk gizi baik dan 6,2%
termasuk gizi lebih. Status gizi di Indonesia sebagian besar memang sudah baik,
namun masih ada pula bayi yang memiliki gangguan status gizi seperti gizi buruk,
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

kurang dan bahkan ada yang status gizi lebih (Putri, 2010). Tahun 2010 di Jawa
Timur terdapat 136 kecamatan rawan gizi atau 20,54% dari 662 kecamatan yang
ada di Provinsi Jawa Timur. Jumlah bayi BGM di Jawa Timur tahun 2010
sebanyak 42.826 atau 2,07% dari seluruh bayi yang ditimbang. Cakupan status
gizi di Jawa Timur tahun 2010 adalah 4,8% termasuk gizi buruk; 12,3% termasuk
dalam gizi kurang; 75,3% trmasuk gizi baik dan 7,6% termasuk gizi lebih.
Pemberian MP-ASI dini di Jawa Timur masih tinggi yaitu 69,28% (Putri, 2010).

Berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2005,


menyebutkan bahwa kurang lebih 40% bayi usia kurang dari dua bulan sudah
diberi MP-ASI. Disebutkan juga bahwa bayi usia nol sampai dua bulan mulai
diberikan makanan pendamping cair (21,25%), makanan lunak/lembek (20,1%),
dan makanan padat (13,7%). Pada bayi tiga sampai lima bulan yang mulai diberi
makanan pendamping cair (60,2%), lumat atau lembik (66,25%), dan padat
(45,5%) (anonim2, 2009). Dan dari beberapa penelitian dinyatakan bahwa
keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian
MP-ASI yang tidak tepat dan ketidaktahuan ibu tentang manfaat dan cara
pemberian MPASI yang benar sehingga berpengaruh terhadap pemberian MP-ASI
(Depkes RI, 2006)
2.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan analisa situasi di atas, maka perumusan masalah dalam
kegiatan yang akan dilakukan ini adalah pendidikan kesehatan tentang Pemberian
Makanan Pendamping ASI yang Benar di Keluarga Ibu Natun.
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

BAB 2. TUJUAN DAN MANFAAT


2.1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang manajemen usia tumbuh
kembang keluarga Bapak Hoseh mampu memahami dan mengaplikasikan
pemberian Makanan Pendamping ASI yang benar
2.1.2 Tujuan Khusus
1. Klien mampu menjelaskan pengertian Makanan Pendamping ASI
2. Klien mampu menjelaskan tujuan pemberian Makanan Mendamping ASI
3. Klien mampu menjelaskan manfaat pemberian Makanan Pendamping ASI
4. Klien mampu menjelaskan dampak pemberian Makanan Pendamping ASI
5. Klien mampu mendemonstrasikan penatalaksanaan pemberian Mmakanan
Pendamping ASI
2.2 Manfaat
Klien mengetahui cara memberikan Makanan Pendamping ASI dengan
benar sehingga dapat membantu dalam peningkatan nutrisi dan gizi anak pada
masa tumbuh kembang kelompok usia balita.
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

BAB 3. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH


3.1 Dasar Pemikiran
Bayi usia 0-11 bulan merupakan periode emas (Golden Periode) karena
pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan pesat. Apabila asupan gizi
janin disaat kandungan tercukupi maka ketika lahir berat dan panjang akan
normal. Apabila mempertahankan berat dan panjang yang normal, maka perlu
pemberian makanan pendamping ASI serta ASI eksklusif sampai usia 2 tahun.
ASI sebagai satu-satunya nutrisi bayi sampai usia 6 bulan karena berperan penting
dalam tumbuh kembang.
Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahuiorang tua.
Kurangnya gizi dalam tumbuh kembang pada masa emas ini bersifat irreversible/
tidak dapat pulih. Kekurangan informasi tentang cara pemberian makanan bayi
dan anak, kebiasaan yang merugikan kesehatan merupakan penyebab utama
dalam masalah kurang gizi dan infeksi ada anak, khususnya dibawah umur 2
tahun. Di Negara berkembang seperti Indonesia, banyak kasus pemberian
makanan pendamping asi pada anak usia dibawah 6 bulan. Hal seperti ini akan
berdampak pada kejadian infeksi seperti diare, infeksi saluran napas, hingga
gangguan pertumbuhan.
Kurang gizi pada balita dapat berdampak pertumbuhan fisik atau mentalnya.
Pada bayi dan anak yang berusia 0-24 bulan jika tidak memperoleh kecukupan
gizi yang dibutuhkan maka periode emas ini berubah menjadi periode kritis yang
mengganggu tumbuh kembang bayi dan anak (Mufida, Widyaningsih, & Maligan,
2015). Asupan Nutrisi yang tidak tepat juga berakibatkan anak malnutrisi.

3.2 Kerangka Penyelesaian Masalah


Strategi dalam penyelesaian masalah tersebut menurut penulis perlunya
pemberian makanan pendamping asi supaya bayi usia 0-24 bulan tercukupi
kebutuhan gizi-gizinya, serta memanfaatkan golden periode semaksimal mungkin
dengan asupan gizi melalui MP-ASI.
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

BAB 4. PELAKSANAAN KEGIATAN


4.1 Realisasi Penyelesaian Masalah
Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan
yang belum diketahui oleh keluarga Tn. Heli Hidayat yang bertempat tinggal di
Desa Kasmaran RT 01/RW 06 Lingkungan Semenggu Bintoro Kecamatan
Patrang tentang penambahan pengetahuan terkait makanan pendamping ASI (MP-
ASI) pada bayi usia 6-24 bulan sehingga dengan adanya pendidikan kesehatan ini
keluarga Tn. Heli Hidayat dapat memahami pentingnya pemberian makanan
pendamping untuk bayi sesuai umurnya agar pertumbuhan dan perkembangan
anak dapat berkembang dengan baik. Kegiatan akan dilaksanakan pada hari ...

4.2 Khalayak Sasaran


Khalayak sasaran pada kegiatan pendidikan kesehatan ini adalah keluarga
dari Tn. Heli Hidayat yang bertempat tinggal di Desa Kasmaran RT 01/RW 06
Lingkungan Semenggu Bintoro Kecamatan Patrang
4.3 Metode yang Digunakan
1. Jenis model pembelajaran : Ceramah
2. Landasan teori : Diskusi
3. Langkah pokok
a. Menciptakan suasana pertemuan yang baik
b. Mengajukan masalah
c. Mengidentifikasi pilihan tindakan
d. Memberi komentar
e. Menetapkan tindakan lanjut
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

BAB 5. HASIL DAN KEGIATAN

5.1 Analisis Evaluasi dan Hasil-hasilnya


5.1.1 Evaluasi Struktur
Adanya partisipasi dan anusias dari Ny. Natun dan keluarga mendukung
pengaplikasian penyuluhan kami. Keluarga dapat belajar bagaimana
mengolah makanan yang cocok untuk bayi sesuai usianya dengan baik.
5.1.2 Evaluasi Proses
Setelah dilaksanakan penyuluhan atau pendidikan kesehatan
pada keluarga Tn. Heli Hidayat yang bertempat tinggal di Desa
Kasmaran RT 01/RW 06 Lingkungan Semenggu Bintoro Kecamatan
Patrang pada tanggal 29 November 2017 terlaksana dengan baik.
Keluarga Tn. Heli Hidayat terutama Ny. Natun mengikuti penyuluhan
dengan baik.
5.1.3 Evaluasi Hasil
Keluarga mau bertanyak dan mampu dapat menjawab tentang
materi yang kami sampaikan sebanyak 85%. Keluarga mampu
memahami bagaimana proses pembuatan MP-ASI yaitu Rolade Tahu.
Kemudian, keluarga mampu menjelaskan kembali bagaimana makanan
yang baik untuk Bayi sesuai usianya dan bahan makanan yang cocok
untuk dijadikan MP-ASI sederhana. Selain itu selain itu An. Syafa yang
sebelumnya tidak mau memakan tahu, setelah diperkenalkan dengan
MP-ASI rolade tahu, ia mau memakan makanan dengan bahan
utamanya adalah tahu.
5.2 Faktor Pendorong
Keluarga berperan aktif dan semangat saat kami memberikan penyuluhan
dibuktikan dengan keluarga senang dengan kedatangan kami, dan saat proses
penggorengan rolade tahu peserta selalu bertanya akan hal yang berkaitan
tentang pembuatannya. Serta An. Syafa dan anak-anak lainnya suka memakan
rolade ini terbukti tidak ada masalah saat disuapi oleh Ny. Natun
5.3 Faktor Penghambat
Hambatan yang terjadi adalah waktu yang tepat untuk menemui keluarga Tn.
Heli Hidayat, karena terbentur jadwal setiap anggota keluarga untuk
berkumpul tidak sama dan cuaca yang kurang mendukung mengakibatkan
kami mengalami kesulitan untuk penyuluhan.
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

BAB 6. PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan
untuk memberikan informasi terkait kesehatan pada masyarakat. Pendidikan
kesehatan tentang “Makanan Pendamping Air Susu Ibu” pada keluarga Tn. Heli
Hidayat diberikan agar keluarga mampu mengetahui secara mendalam berkaitan
makanan pendamping ASI yang sesuai dengan usia bayi dengan bahan makanan
yang ada disekitar. Peningkatan pengetahuan keluarga Tn. Heli Hidayat tentang
Makanan pendamping yang bervariasi dan sesuai usia bayi dapat terwujud melalui
pendidikan kesehatan tentang Makanan Pendamping ASI. Tidak hanya
peningkatan pengetahuan tentang MP-ASI, tetapi juga dalam proses pembuatan
dan bahan makanan yang tidak membutuhkan biaya mahal namun tetap mampu
membantu memenuhi kebutuhan asupan gizi bayi pada keluarga Tn. Heli Hidayat
juga meningkat. Pengajaran tentang berbagai macam MP-ASI pada keluarga Tn.
Heli Hidayat, terutama pada Ny. Natum mampu menjadi salah satu fasilitas bagi
keluarga dalam meningkatkan pengetahuan dan skill dalam memenuhi kebutuhan
anak sesuai umur tanpa memerlukan biaya yang banyak.

6.2 Saran
Saran yang diberikan penulis untuk keluarga Tn. Heli Hidayat adalah
diharapkan agar keluarga tetap mengaplikasikan penegtahuan terkait MP-ASI
sesuai usia bayi, agar si bayi tidak mengalami resiko gangguan pada kesehatannya
dan dapat tumbuh sehat.
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

DAFTAR PUSTAKA
Anonim2. Kapan Mulai Memberi Makanan Pendamping ASI. www.depkes.go.id.
Diakses tanggal 14 Oktober 2017.
Depkes RI, 2005. Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping ASI
(MPASI) Lokal. Jakarta. http://www.depkes/makananpendampingASI.com.
Diakses tanggal 14 Oktober 2017.
Diah, dkk. 2001. Menyiapkan makanan pendamping ASI. Puspa Swara. Jakarta.
Dra. Suryanah. 1996. Keperawatan Anak Untuk Siswa SPK. Jakarta: EGC
Hasdianah, dkk. 2014. Gizi, pematangan Gizi, Diet, dan Obesitas. Yogyakarta:
Nuha Medika.
Krisnatuti, D. 2000. Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. Cet. ke-2. Puspa
Swara. Jakarta.
Mufida, L., Widyaningsih, T. D., & Maligan, J. M. (2015). PRINSIP DASAR
MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU ( MP-ASI ) UNTUK BAYI
6 – 24 BULAN : KAJIAN PUSTAKA Basic Principles of Complementary
Feeding for Infant 6 - 24 Months : A Review, 3(4), 1646–1651.
Notoatmodjo, S. 2010. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Cet. ke-1. PT.Rineka
Cipta. Jakarta.
Prabantini, D. 2010. Makanan Pendamping ASI. Yogyakarta: ANDI.
Putri. 2008. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Menyusui Di Wilayah
Kerja Puskesmas Pancoran Mas, Depok. Universitas Indonesia
Sekartini, R., & Tikoalu, J. L. (2013). Buku Bedah ASI IDAI. IDAI. Jakarta.
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

Daftar lampiran:
Lampiran 1 : Berita Acara
Lampiran 2 : Daftar Hadir
Lampiran 3 : Satuan Acara Penyuluhan
Lampiran 4 : Materi
Lampiran 5 : Media
Lampiran 6 : Foto Kegiatan
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

Lampiran 1: Berita Acara


KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
TINGGI UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN T.A 2017/2018

BERITA ACARA
Pada hari ini, ... tanggal ... November tahun 2017 jam ..:.. s/d selesai bertempat
di rumah Tn. Heli Hidayat Desa Kasmaran RT 01/ RW 06 Lingkungan
Semenggu Bintoro Kec Patrang Kabupaten Jember telah dilaksanakan Pendidikan
Kesehatan dan melatih keterampilan dalam penatalaksanaan pemberian makanan
pendamping ASI (MP-ASI) dirumah. Kegiatan ini diikuti oleh keluarga (daftar
hadir terlampir).
Jember, ... ........ 2017

Pelaksana

Kelompok

Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah
Keperawatan Keluarga

Latifa Aini S., S.Kep., M.Kep., Sp.Kom.


19710926 200912 2 001
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

Lampiran 2 : Daftar Hadir

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN


PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN T.A 2017/2018

DAFTAR HADIR
Pada hari ini, ... tanggal ... Desember tahun 2017 jam ..:.. s/d selesai bertempat di
rumah Tn. Heli Hidayat di Desa Kasmaran RT 01/ RW 06 Lingkungan
Semenggu Bintoro Kec Patrang Kabupaten Jember Kabupaten Jember telah
dilaksanakan Pendidikan Kesehatan dan melatih keterampilan keluarga dalam
penatalaksanaan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dirumah oleh
Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember.

N
NAMA ALAMAT TANDATANGAN
O
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Jember, ... ......... 2017


Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

Lampiran 3: SAP

SATUAN ACARA PENYULUHAN PENAMBAHAN PENGETAHUAN


MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA BAYI USIA 6-24 BULAN

Topik : MP-ASI pada Bayi usia 6-24 bulan


Sub Topik : Pengertian MP-ASI, Prinsip pemberian MP-ASI, Hal-hal penting
dalam pemberian makanan yang sehat untuk bayi, Permasalahan
pemberian MP-ASI, dan Demonstrasi pembuatan MP-ASI
Sasaran : Keluarga Tn. Heli Hidayat
Tempat : Kediaman Tn. Heli Hidayat yang bertempat tinggal di Desa
Kasmaran RT 01/RW 06 Lingkungan Semenggu Bintoro
Kecamatan Patrang
Hari/Tanggal :
Waktu : 45 menit
Penyuluh : Desi Trisari, Novia Rizky, Arifan Nugroho, dan Febrina
Oliananda.

I. Analisa Data
A. Kebutuhan Peserta Didik
Keluarga Bapak Heli Hidayat merupakan keluarga inti yang tinggal di
Daerah Kasmaran RT 01/RW 06 Lingkungan Semnggu Bintoro
Kecamatan Patrang. Dalam keluarga ini terdiri atas Ayah yaitu Tn. Heli
Hidayat, ibu dengan Ny. Nat Un dan ketiga anaknya yaitu An. Dicky Zul
Karnaen berusia 17 tahun, An. Subastian Veror berusia 15 tahun, dan An.
Safa berusia 10 bulan. Keluarga ini termasuk keluarga yang sadar akan
kesehatan, namun untuk pengetahuan kebutuhan gizi terutama pada bayi
keluarga ini masih kurang memahami dan hanya mengikuti saran dari
posyandu tanpa mengetahui secara detail dan jelas. Dari hasil pengamatan
tersebut Pendidikan kesehatan perlu dilakukan pada keluarga Tn. Heli
Hidayat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga akan MP-ASI.
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

B. Karakteristik Peserta Didik


Keluarga rata-rata berpendidikan SD/SMP

II. Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, keluarga Tn. Heli Hidayat dapat
memahami dan mengerti apa itu MP-ASI dan pentingnya pemberian makanan
yang sesuai dengan usia.

III. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1x45 menit, diharapkan
keluarga mampu:
a. Pengertian MP-ASI
b. Peserta dapat menjelaskan prinsip pemberian MP-ASI pada bayi berusia
6-24 bulan
c. Hal-hal penting dalam pemberian makanan yang sehat untuk bayi
d. Permasalahan dalam pemberian MP-ASI terlalu dini
e. Cara membuat MP-ASI

IV. Materi (Terlampir)


a. Pengertian MP-ASI
b. Prinsip pemberian MP-ASI pada bayi berusia 6-24 bulan
c. Hal-hal penting dalam pemberian makanan untuk bayi
d. Permasalahan dalam pemberian MP-ASI terlalu dini
e. Cara membuat MP-ASI

V. Metode
Ceramah, diskusi, dan demonstrasi

VI. Media
Leaflet
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

VII. Kegiatan Penyuluhan


No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. Pembukaan  Memberikan salam  Menjawab
2 menit  Perkenalan diri salam
 Menjelaskan TIU dan TIK  Mendengarkan
 Menyebutkan materi atau dan
pokok bahasan yang akan memperhatikan
disampaikan
2. Inti  Menanyakan (review)  Menjawab
40 menit kepada keluarga tentang pertanyaan
MP-ASI menurut penyuluh
pengetahuan mereka  Mendengarkan
 Menjelaskan materi tentang: dan
a. Pengertian MP-ASI memperhatikan
b. Prinsip pemberian MP-  Bertanya pada
ASI pada bayi berusia 6-
24 bulan penyuluh bila
c. Hal-hal penting dalam masih ada yang
pemberian makanan belum jelas
untuk bayi
dalam  Turut serta
d. Permasalahan
pemberian MP-ASI membantu
terlalu dini dalam
e. Cara membuat MP-ASI
demonstrasi
 Demonstrasi pembuatan MP-
ASI
3. Penutup  Evaluasi  Menjawab
5 menit  Menyimpulkan pertanyaan
 Mengucapkan salam  Memperhatikan
penutup  Menjawab
salam

VIII. Evaluasi
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

a. Jelaskan pengertian MP-ASI?


b. Jelaskan prinsip pemberian MP-ASI pada bayi berusia 6-24 bulan?
c. Jelaskan hal-hal penting dalam pemberian makanan yang sehat untuk
bayi?
d. Jelaskan cara membuat MP-ASI?
e. Jelaskan permasalahan dalam pemberian MP-ASI terlalu dini?
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

Lampiran 4: Materi
1. Definisi MP-ASI
Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang
mengandung gizi diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
MP-ASI diberikan mulai umur 6 -24 bulan, semakin meningkat umur bayi
maka kebutuhan semakin meningkat pula kebutuhan akan zat gizi untuk
pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sedangkan ASI yang dihasilkan
kandungan gizinya kurang untuk memenuhi kebutuhan bayi saat ia semakin
besar. MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga.
Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik
bentuk maupun jumlahnya, ini disesuaikan dengan kemampuan pencernaan si
bayi. Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting
untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah
pesat pada setiap periodenya.

2. Prinsip pemberian MP-ASI sesuai Usia


Menurut lewis ( 2004 ) kebutuhan nutrisi yang harus dikonsumsi oleh bayi
yaitu :
a. Usia 0-6 bulan
Pada usia ini bayi hanya diberi ASI saja (ASI Ekskulif). Pada periode ini
ASI saja sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi, karena ASI banyak
mengandung zat-zat antibody yang sangat dibutuhkan oleh tubuh ,serta
sangat baik untuk masa pertumbuhan otak bayi. Perlu diketahui ibu, ASI
yang keluar pada hari-hari pertama yang biasa disebut dengan kolostrum
(kental dan berwarna kekuning-kuningan) sangat berguna bagi bayi karena
banyak mengandung zat-zat tinggi dan zat kekebalan yang tinggi.
b. Usia 6-9 bulan
Karena pada umur 6 bulan keadaan sistem pencernaan pada bayi sudah
semakin kuat oleh karena itu bayi bisa mulai diperkenalkan dengan MP-
ASI lumat sekitar 2x sehari namun pemberian ASI tetap diteruskan. Para
ahli menyarankan agar ibu memberikan makanan tambahan yang
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

bertekstur dapat merangsang pertumbuhan gigi bayi. Dibawah ini contoh


jenis makanan yang dapat diberikan pada usia 6-9 bulan.
a. Berbagai macam buah-buahan yang rasanya manis. Misalnya pisang,
jeruk manis, apel dan pir. Cara memberikannya bisa dikukus lalu
dilumatkan atau bisa dibuat jus.
b. Berbagai macam sayuran. Misalnya wortel, bayam, kentang, jagung.
Cara memberikannya bisa direbus atau dikukus kemudian dilumatkan.
c. Bubur yang dibuat dari beras lunak. Kemudian bubur tersebut bisa
dicampur dengan bahan makanan nabati contohnya wortel, bayam,
brokoli, tempe dan tahu, atau dengan bahan hewani contohnya telur,
hati, ikan dan daging (bila bayi tidak alergi). Hati-hati pada pemberian
telur setengah matang karena bakteri salmonella pada telur tidak mati
sehingga dapat menular pada bayi, sebaiknya masak telur sampai
matang.
d. Susu sapi segar. Atau bisa memberikan produk olahan dari susu sapi
tersebut misalnya keju muda.
e. Bubur tepung atau bubur susu.
f. Biskuit dan roti.
Setiap kali makan, berikanlah MP-ASI bayi dengan takaran paling
sedikit sebagai berikut: umur 6 bulan (beri 6 sendok makan), umur 7 bulan
(7 sendok makan), umur 8 bulan ( 8 sendok makan), umur 9 bulan ( 9
sendok makan).
c. Usia 9-12 bulan
Pada usia ini bayi akan mulai beradaptasi untuk memasuki masa
anak-anak. Pemberian makanan pada bayi usia ini tidak lagi untuk memicu
tumbuhnya gigi akan tetapi lebih untuk memperkenalkan berbagai macam
makanan kepada bayi. Ibu diharapkan dapat menerapkan pola makan yang
baik untuk bayinya. Pola makan yang tidak hanya memperhatikan gizinya
saja, melainkan juga kemampuan alat pencernaan anak dalam mencerna
makanan. Makanan tambahan pada bayi usia ini tidak lagi terpaku pada
makanan cair. Biasanya bayi akan mulai diperkenalkan dengan makanan
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

yang memiliki tekstur lebih padat. Misalnya nasi tim. Guna melengkapi
kebutuhan bayi, nasi tim tersebut dapat ditambahkan dengan berbagai
sumber makanan nabati dan hewani. Sumber bahan makanan nabati yang
bisa diberikan pada bayi misalnya wortel. bayam, brokoli, dan kangkung.
Sedangkan untuk sumber bahan makanan hewani misalnya telur, daging,
dan ikan. Ibu juga boleh memperkenalkan berbagai rasa bumbu sederhana.
Misalnya saja bawang putih, bawang merah, daun bawang, dan bawang
bombay. Pengolahan bisa dilakukan dengan cara direbus, dikukus, ditim,
atau ditumis.
d. Usia 12-24 bulan
Bayi tetap terus diberi ASI dan makanan lengkap sekurang-
kurangnya diberikan 3x sehari dengan porsi yang sedikit dan diberikan
makanan selingan 2-3x sehari. Pada usia ini berikan makanan pada bayi
anda dengan tekstur agak kasar dan lauk pauk dari pangan hewani dan
nabati seperti makanan orang dewasa. Berikan buah-buahan setelah makan
atau bisa ditambah segelas susu untuk pemenuhan kalsium karena usia ini
bayi anda akan siap untuk disapih. Berikan makanan selingan seperti
biskuit 2 kali sehari dan hindari memberikan makanan manis sebelum
waktu makan karena bisa mengurangi nafsu makan. Ajak anak makan
bersama di ruang makan agar anak terbiasa makan bersama keluarga. Pada
usia ini biasanya bayi sulit makan karena itu perlu variasi makanan setiap
harinya serta buatlah makanan semenarik mungkin bagi bayi seperti
bentuk makanan menyerupai tokoh kartun kesukaannya.

3. Hal-hal penting dalam pemberian makanan yang tepat untuk bayi


Variasi makanan diperhatikan dengan menggunakan padanan bahan
makanan. Misalnya nasi diganti dengan mie, bihun, roti, kentang, dll. Hati
ayam diganti dengan tahu, tempe, kacang ijo, telur, ikan. Bayam diganti
dengan kangkung, wortel, tomat. Bubur susu diganti dengan bubur kacang ijo,
bubur sumsum, biskuit, dll. Perlu diperhatikan dalam proses penyapihan
dilakukan secara bertahap, jangan dilakukan secara tiba-tiba. Kurangi frejuensi
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

pemberian ASI sedikit demi sedikit. Menurut WHO ( 2003 ) tentang makanan
pendamping yang baik untuk bayi adalah:
a. Makanan yang dimakan dapat memenuhi kebutuhan terutama zat-zat besi,
kalsium, vitamin A,B,C,D,K.
b. Bersih dan aman.
 Tidak ada bakteri pathogen
 Tidak ada bahan kimia lainnya yang berbahaya
 Makanan yang disajikan tidak terlalu panas
 Makanan yang disajikan tidak terlalu pedas
 Makanan mudah dicerna
 Disukai oleh anak
 Makanan tersedia dan terjangkau
Cara Pemberian MP- ASI pada Bayi
a. Berikan secara hati-hati sedikit demi sedikit dari bentuk encer kemudian
yang lebih kental secara berangsur – angsur.
b. Makanan diperkenalkan satu persatu sampai bayi benar-benar dapat
menerimanya.
c. Makanan yang dapat menimbulkan alergi diberikan paling terakhir dan
harus dicoba sedikit demi sedikit misalnya telur, cara pemberiannya
kuningnya lebih dahulu setelah tidak ada reaksi alergi, maka hari
berikutnya putihnya.
d. Pada pemberian makanan jangan dipaksa, sebaliknya diberikan pada
waktu lapar ( Notoatmodjo, 1998: 138 ).
Prinsip Dasar Pemberian MP-ASI
a. Bayi disuapi, batita dibantu makan sendiri. Ikuti isyarat lapar-kenyang
anak.
b. Beri makan perlahan dan sabar, jangan paksa.
c. Eksperimen berbagai kombinasi, rasa, tekstur dan cara menggugah selera
makan anak.
d. Ingatlah bahwa anak belajar ketika makan, maka berikan kasih sayang dan
perhatian
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

4. Permasalahan dalam pemberian MP-ASI terlalu dini


Pemberian MP-ASI pada periode umur 6-24 bulan sering tidak tepat dan
tidak cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Adanya kepercayaan bahwa
anak tidak boleh makan ikan, dan lain-lain, terkadang menyebabkan anak
menderita kurang gizi terutama energi dan protein serta beberapa vitamin
penting yang larut dalam lemak. Selain itu masih banyak pemberian MP-ASI
secara dini yang sering dilakukan oleh para orang tua yang tidak memiliki
pengetahuan cukup terkait pemenuhan gizi si bayi. Frekuensi pemberian MP-
ASI dalam sehari kurang atau lebih akan berakibat kebutuhan gizi anak tidak
terpenuhi sesuai kebutuhan.
Masalah yang banyak di daerah pedesaan biasanya terletak pada kebiasaan
para ibu memberikan makanan selain ASI diusia yang kurang dari 6 bulan,
padahal di usia tersebut pencernaan bayi masih belum siap untuk mencerna
makanan seperti itu. Jika diteruskan hal ini dapat menjadi masalah bagi
kesehatan bayi terutama pada sistem pencernaan. Selain itu masalah kebersihan
yang kurang pada pengolahan makanan terutama pada saat menyediakan dan
memberikan makanan pada anak. Masih banyak ibu yang menyuapi anak
dengan tangan, menyimpan makanan matang tanpa penutup makanan (tudung
saji) dan kurang mengamati perilaku kebersihan dari pengasuhan anaknya. hal
ini memungkinkan timbulnya penyakit infeksi seperti diare ( mencret) dan lain-
lain.
5. Cara pembuatan MP-ASI
Pembuatan makanan MP-ASI usia 12-24 bulan (rolade tahu)
 Bahan :
a. Tahu 1 bungkus
b. Bihun 1 bungkus
c. Wortel 2 buah, potong dadu kecil
d. Telur 1 buah
e. Daun singkong rebus 1 ikat
f. Tepung terigu secukupnya
g. Daun pisang untuk mengukus
h. Minyak goreng secukupnya
i. Bumbu halus: bawang merah, bawang putih, merica, dan garam
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

 Proses pembuatan:
a. Kupas bumbu-bumbu yang ada, kemudian haluskan.
b. Ambil tahu, haluskan
c. Campurkan bumbu, tahu, wortel yang sudah dipotong dadu, bihun yang
sudah direndam air hangat, tambahkan putih telur, uleni hingga
tercampur
d. Ambil daun pisang, susun daun singkong melebar selebar daun pisang,
taruh adonan tahu diatasnya gulung dan tutup agar tidak keluar.
e. Kukus kurang lebih 10 menit, dinginkan
f. Setelah dingin potong tipis-tipis
g. Buat adonan untuk menggoreng ( tepung terigu dan kuning telur)
h. Selimuti tahu dengan adonan, goreng hingga kecoklatan
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

Lampiran 5: Media
Pre-Planning Praktik Belajar Lapang Keperawatan Keluarga-PSIK Universitas Jember 2017

Lampiran 6 : Foto Kegiatan

Gambar1. Foto bersama Ibu Natun dan peserta Penyuluhan setelah


Pendidikan Kesehatan “MP-ASI”di Rumah Tn. Heli Hidayat (Desa
Kasmaran RT 01/RW 06 Lingkungan Semenggu Bintoro Kecamatan
Patrang, Jember).

Gambar 2. An, Safa saat di suapi MP-ASI yaitu Rolade Tahu setelah simulasi
pembuatan MP-ASI