Anda di halaman 1dari 28

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMAS TAMAN MULIA


Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas /Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan
kimia di laboratorium, serta peran Kimia dalam kehidupan
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit ( 2 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti

KI-1 : Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan


dan ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu,
KI-2 “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan,
dan budaya sekolah dengan
KI-3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerap-kan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


Kompetensi Dasar KI-3 Pengetahuan Kompetensi Dasar KI-4
Keterampilan
3.1 Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu 4.1 Menyajikan hasil rancangan dan
Kimia, keselamatan dan keamanan Kimia di hasil percobaan ilmiah
laboratorium, serta peran kimia dalam
kehidupan
Pengembangan IPK dala pencapaian KD

IPK Pengetahuan IPK Keterampilan

3.1.1 Menjelaskan pengertian metode ilmiah 4.1.1 Merancang percobaan tentang


3.1.2 Menjelaskan hakekat ilmu kimia kelarutan zat dalam air dengan
3.1.3 Menjelaskan keselamatan dan keamanan menggunakan metode ilmiah
kimia di laboratorium 4.1.2 Melaksanakan percobaan
3.1.4 Menjelaskan prosedur kerja yang selamat tentang kelarutan zat dalam air
dan aman di laboratorium dengan menggunakan metode
3.1.5 Menjelaskan peran kimia dalam ilmiah
kehidupan 4.1.3 Membuat laporan hasil percobaan
kelarutan zat dalam air
4.1.4 Menyajikan laporan hasil
percobaan kelarutan zat dalam air

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran scientific diharapkan peserta didik terlibat aktif selama
proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti dan jujur dalam
melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat,
menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat menjelaskan metode ilmiah,
hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan Kimia di laboratorium, serta peran kimia
dalam kehidupan dan dapat menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah.

D. Materi Pembelajaran
Hakikat Ilmu Kimia, Metode Ilmiah, keselamatan dan keamanan kimia di laboratorium,
serta peran Kimia dalam kehidupan.
1. Hakikat Ilmu Kimia
2. Metode Ilmiah
3. Keselamatan dan keamanan kimia di laboratorium
4. Peran Kimia dalam kehidupan

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific
Metode : Ceramah, diskusi dan praktik laboratorium

F. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar


1. Media :Video prosedur kerja laboratorium, LKS
2. Alat : alat-alat laboratorium
3. Bahan : gula dan air
4. Sumber Belajar :
Buku kimia : Watoni, A. Haris. 2016. Kimia SMA/MA Kelas X. Bandung: Yrama
Widya.
Internet : http://e-dukasi.net
http://psb-psma.org

G. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama ( 2 JP )
Langkah
No. Deskripsi Alokasi Waktu
Pembelajaran
1. Kegiatan  Mengkondisikan suasana belajar yang 15’ menit
Pendahuluan menyenangkan dengan menciptakan suasana
kelas yang religius dengan mengucapkan salam
dan meminta salah seorang siswa untuk
memimpin doa.
 Menunjukkan sikap disiplin dengan mengabsen
siswa dan mengecek kebersihan kelas.
 Menumbuhkan rasa ingin tahu siswa dengan
menyampaikan informasi mengenai kompetensi
yang ingin dicapai dan indikator pencapaian
kompetensi serta manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari.
 Menyampaikan garis besar cakupan materiChritical
dan thinking, HOTS dan
kegiatan yang akan dilakukan Literasi
 Menyajikan bahan kajian berupa gambar atau
video produk-produk kimia dalam kehidupan
misalnya sabun, detergen, pasta gigi, shampoo,
kosmetik, obat, susu, keju, mentega, minyak
goreng, garam dapur asam cuka dan lain-lain.
Chritical thinking, HOTS dan
Literasi
2. Kegiatan Inti  Memberikan arahan pada peserta didik untuk 10 menit
**) mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah
yang berkaitan dengan gambar atau video tentang
produk-produk kimia tersebut
 Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan
dan mengumpulkan pertanyaan pertanyaan
seperti;
 Apa yang dipelajari dalam kimia?
 Apa manfaatnya belajar kimia dan kaitannya
dengan produk yang dipakai dalam kehidupan
sehari-hari?
Collaborati
 Peserta didik dalam kelompok melakukan
on
percobaan tentang kelarutan zat dalam air serta
mencari dan mengumpulkan data/informasi
tentang hubungan video tersebut dengan hakikat 45 menit
ilmu kimia melalui studi literatur/artikel tentang
peran kimia dalam perkembangan ilmu lain
Collaboration, Critical
(farmasi, geologi, pertanian, kesehatan) dan peran
kimia dalam menyelasikan masalah global Thinking, Creativity,
HOTS dan Literasi

 Diskusi kelompok menganilisis informasi yang


diperoleh dari praktik serta lieratur gambar/video
dan studi literature untuk membuktikan tentang
20 menit
metode ilmiah hakikat ilmu kimia dan
peranannya dalam kehidupan sehari hari dengan
bantuan pertanyaan-pertanyaan padaCreativity,
LKS Communication dan
 Peserta didik menuliskan hasil praktikum denganLiterasi
menghubungkannya pada hakikat ilmu kimia dan
dengan sistematka laporan praktik
25 menit
 Membandingkan hasil praktik dan diskusi antar
Communication
kelompok untuk menganalisis metode ilmiah dan
hakikat ilmu kimia dan peran kimia dalam
perkembangan ilmu lain (farmasi, geologi,
pertanian, kesehatan) dan peran kimia dalam
menyelasikan masalah global dengan
mempresentasikan hasil kajiannya
Critical Thinking,
Peserta didik menperhatikan sajian dari kelompok
HOTS dan Literasi
dan kemudian peserta didik menggeneralisasikan
hasil kajian tentang hakikat ilmu kimia dan
peranannya dalam kehidupan sehari-hari
3. Kegiatan  Peserta didik dan guru mereview hasil 20 menit
Penutup pembelajaran tentang metode ilmiah dan praktik
serta hakikat ilmu kimia dan peranannya dalam Critical Thinking and
kehidupan sehari-hari Communication
 Peserta didik dan guru menyimpulkan peran ilmu
kimia dalam kehidupan sehari-hari
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang
berkinerja baik
 Peserta didik menjawab kuis tentang hakikat ilmu
kimia
 Memberikan tugas untuk mempelajari materi
metode ilmiah

H. Teknik Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja
2. Bentuk Penilaian :
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
3. Instrumen Penilaian (terlampir)
4. Remedial
a. Apabila lebih dari atau sama dengan 75% tidak lulus, dilakukan remedial teaching
b. Apabila yang tidak mencapai KKM 50%, dilakukan dilakukan remedial individu
atau tutor sebaya
c. Apabla yang tidak mencapai KKM kurang dari 50%, dilakukan dilakukan
remedial penugasan
5. Program Pengayaan
a. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
- Peserta didik yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum)
diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai
pengetahuan tambahan
- Peserta didik yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi
melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Sungai Raya , Juli 2017


Mengetahui,
Kepala SMAS TAMAN MULIA Guru Mapel Kimia

Dwi Didik Gunawan, S.Pd., M.Pd Nur Puja Rosihana, S.Pd


Lampiran – lampiran :
1. Materi Pembelajaran Pertemuan 1

Metode ilmiah dan Hakikat Ilmu Kimia

1. Metode Ilmiah
1) Keselamatan Kerja di Laboratorium
A. Tata Tertib di Laboratorium
Tata tertib ini penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan
bekerja/praktikum di dalam laboratorium. Berikut ini beberapa contoh tata
tertib.
1. Alat-alat serta bahan yang ada di dalam laboratorium tidak diperkenankan
diambil keluar tanpa seizin guru.
2. Alat dan bahan harus digunakan sesuai dengan petunjuk praktikum yang
diberikan.
3. Jika dalam melakukan percobaan tidak mengerti atau ragu-ragu, hendaknya
segera bertanya kepada guru.
4. Bekerja di laboratorium hendaknya memakai jas laboratorium.
5. Jika ada alat yang rusak atau pecah, hendaknya dengan segera dilaporkan
kepada guru.
6. Jika terjadi kecelakaan, sekalipun kecil, seperti kena kaca, terbakar, atau
terkena bahan kimia, hendaknya segera dilaporkan ke guru.
7. Etiket (label) bahan yang hilang atau rusak harus segera diberitahukan
kepada guru, agar dapat segera diganti.
8. Tidak diperkenankan makan, minum dan merokok di dalam laboratorium.
9. Setelah selesai percobaan, alat-alat hendaknya dikembalikan ke tempat
semula dalam keadaan bersih.
10. Buanglah sampah pada tempatnya.
11. Sebelum meninggalkan laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan
bersih, kran air dan gas ditutup, dan kontak listrik dicabut.
B. Pemeliharaan, Penyimpanan, dan Penggunaan Bahan Kimia
Untuk mencegah terjadinya bahaya yang tidak diinginkan, penyimpanan bahan
kimia perlu memperhatikan hal-hal berikut.
1. Botol-botol yang berisi bahan kimia disimpan pada rak atau lemari yang
disediakan khusus untuk itu.
2. Jangan mengisi botol-botol sampai penuh.
3. Jangan menggunakan tutup dari kaca untuk botol yang berisi basa, karena
lama kelamaan tutup itu akan melekat pada botol dan susah dibuka.
4. Semua peralatan/gelas kimia yang berisi bahan kimia harus diberi label yang
menyatakan nama bahan itu.
5. Bahan kimia yang dapat bereaksi hebat hendaknya jangan disimpan
berdekatan.
6. Bahan-bahan kimia yang sangat beracun dan berbahaya hendaknya dibeli
dalam jumlah kecil dan tanggai pembeliannya dicatat.
7. Semua bahan persediaan bahan kimia secara teratur diteliti.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan zat-zat kimia, yaitu:
1. Tabung reaksi yang berisi zat kimia tidak boleh diarahkan ke wajah sendiri
atau orang lain.
2. Senyawa kimia tidak boleh dibau.
3. Larutan kimia yang tertuang di meja praktikum atau di lantai dibersihkan
segera dengan cara asam pekat dinetralkan dahulu dengan serbuk NaHCO3.
Basa kuat dinetralkan dahulu dengan serbuk NH4CI, kemudian ditambah air
yang cukup.
4. Larutan pekat yang tidak terpakai harus dibuang setelah diencerkan dengan
air terlebih dahulu. Mulut tabung reaksi atau bejana, selama digunakan
untuk pencampuran atau pemanasan tidak boleh ditengok langsung.
5. Senyawa/zat kimia tertentu (asam kuat dan basa kuat) tidak boleh dicampur
karena akan terjadi reaksi yang dahsyat, kecuali sudah diketahui pasti tidak
menimbulkan bahaya.
6. Penggunaan pelindung wajah sangat diperlukan jika menangani zat-
zat/senyawa-senyawa kimia yang berbahaya, dan jangan mengembalikan
zat/senyawa kimia yang terlanjur tertuang untuk dikembalikan ke botol
asalnya.
C. Penanganan Neraca
Pada umumnya sebuah laboratorium mempunyai satu atau lebih neraca. Alat
ini merupakan alat yang mahal, dan umurnya bergantung pada
cara menggunakannya dan bagaimana memeliharanya.
Umumnya laboratorium tidak mempunyai ruang tersendiri untuk neraca.
Walaupun demikian, hendaknya diusahakan agar neraca itu mendapat tempat
yang baik. Neraca itu harus berdiri di atas sebuah meja yang tahan getaran dan
letaknya jangandekat jendela atau pintu yang sering kali dibuka.
Setiap tahun neraca hendaknya ditera, untuk dapat mempertahankan
ketelitiannya.Setelah menimbangsesuatu,piring penimbang harus dibersihkan.
Jika ada zat yang tertumpah ketika sedang menimbang, segera piring neraca
dicuci dengan air, lalu dikeringkan.Ketika menimbang harus diusahakan agar
daya beban yang telah ditentukan tidak dilampaui. Juga harus dijaga agar jumlah
batu timbang tetap lengkap.
D. Penanganan Mikroskop atau Alat Optik Lainnya
Mikroskop hendaknya selalu tersimpan dalam kotaknya dan disimpan dalam
lemari yang terkunci. Ruang tempat menyimpan harus kering (tidak lembap).
Kelembapan ruangan menyebabkan jamur mudah tumbuh pada lensanya. Untuk
membuat ruangan itu kering, dalam lemari dipasang lampu yang selalu
dinyalakan sebesar 25 watt.Sebaiknya keadaan lensa-lensa dan filter-filter secara
teratur diperiksa, sehingga dapat diketahui sedini mungkin adanya jamur atau
kotoran yang melekat pada lensa-lensa itu. Untuk membersihkan lensa
digunakan kertas lensa khusus. Untuk membersihkan jamur yang melekat pada
susunan lensa dalam sebaiknya diserahkan kepada seorang ahli.
E. Jenis Bahaya Akibat Kerja di Laboratorium
Jika kalian bekerja/praktikum di laboratorium, seharusnya mengetahui
bahaya akibat penggunaan alat dan bahan tersebut. Bahaya akibat praktikum di
laboratorium di antaranya adalah:
1. Bahaya radioaktif, contoh: penyakit akibat terkena bahan radioaktif.
2. Bahaya api, contoh: luka terbakar api.
3. Khusus pada kecelakaan akibat api, pada umumnya akibat kelengahan
manusia atau tidak sepengetahuan manusia.
4. Bahaya biologi, contoh: penyakit akibat menggunakan
mikroorganisme/jasad renik.
5. Bahaya listrik, contoh: terkena arus listrik.
6. Bahaya mekanis, contoh akibat terkena alat- alat bergerak/berputar.
Klasifikasi penyebab timbulnya bahaya api dan jenis pemadam api untuk
mengatasinya dapat dilihat pada tabel berikut.

Jenis Pemadam Api yang


No. Klasifikasi Jenis Api
Digunakan
1. Api akibat listrik Putuskan aliran listrik, C02,
tidak boleh menggunakan air,
atau cairan busa.
2. Api akibat logam Serbuk kering, selimut asbes.
3. Api disebabkan oleh cairan: Selimut basah, C02, cairan
bensin, minyak tanah, spirtus, busa atau serbuk kering (serat
minyak goreng, dan parafin asbes atau serat gelas).Air,
4. Api disebabkan kayu, kertas, C02 atau karung basah.
kain, karet, atau plastik

Lambang-lambang pada beberapa kemasan bahan kimia


1. Iritasi, contoh: kloroform, alkohol, hidrogen peroksida.
2. Beracun, contoh: sianida, arsen, merkuri.
3. Mudah meledak, contoh: perklorat, permanganat.
4. Korosi, contoh: asam-asam anorganik dan basa kuat.
5. Radioaktif, contoh: uranium, plutonium, torium.
6. Mudah terbakar, contoh: gas metana, kerosin, belerang, fosfor, eter.
F. Prosedur keselamatan kerja di laboratorium, diantaranya yaitu :
1. Membaca petunjuk praktikum
2. Menggunakan peralatan kerja (kacamata, jas praktikum, sarung tangan dan
sepatu tertutup).
3. Merempuan yang berambut panjang harus mengikat rambutnya
4. Dilarang makan dan minum di laboratorium
5. Menjaga kebersihan meja praktikumdan lingkungan laboratorium
6. Membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah
praktikum
7. Bila kulit terkena bahan kimia, jangan digaruk agar tidak menyebar
8. Memastikan kran gas tidak bocor sewaktu hendak menggunakan Bunsen
9. Memastikan kran air selalu dalam keadaan tertutup sebelum dan sesudah
melakukan praktikum.

2) Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific
method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris,
dan terkontrol. Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari
jawaban atau pemecahannya.
Kegunaan metode ilmiah adalah untuk:
1. mengembangkan ilmu pengetahuan
2. memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari
3. menguji ulang hasil penelitian sehingga diperoleh kebenaran yang objektif
Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi,
atau simpulan, bukan pula berdasarkan data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk
memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Dalam metode ilmiah,
proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses
berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga
terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai
langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan. Adapun langkah-
langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Merumuskan masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya
masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat
tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang
yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya,
menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah
adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan
dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?
2. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih
memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode
ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan
hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam
metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa
semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik
akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar
dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk
menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
3. Mengumpulkan data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan
sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan.
Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan
data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data
memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian
hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data
yang dikumpulkan.
4. Melakukan Eksperimen/Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari
suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya
merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah
menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis,
namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian
hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf
signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan
semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini
dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan
suatu pengujian hipotesis itu sendiri.
5. Merumuskan kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah
kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan
masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam
bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk
menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun
dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh
dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak
relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.
2. Hakikat Ilmu Kimia
a. Pengertian kimia
Kimia (dari bahasa Arab: ‫كيمياء‬, transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat
atau bahasa Yunani: χημεία, transliterasi: khemeia) adalah ilmu yang mempelajari
mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga
molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk
membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari
pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan
pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat
fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada
gilirannya ditentukan oleh gaya antar atom dan ikatan kimia.
Susunan materi mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan
perbandingan tiap komponen tersebut. Struktur materi mencakup struktur partikel-
partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom
penyusun amteri tersebut berikatan. Sifat materi mencakup sifat fisis (wujud dan
penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh susunan dan
struktur dari materi tersebut. Perubahan materi meliputi perubahan fisis/fisika
(wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru). Energi yang menyertai
perubahan materi menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi
dan asal usul energi itu.
Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak menghasilkan zat baru.
Contoh: air menjadi es kemudian es menjadi air, lilin meleleh,air menguap,
terbentunya hujan, kapur barus menghilang, kaca jendela memuai. Sedangkan
perubahan kimia adalah perubahan materi/zat yang menghasilkan zat baru dan
sifat-sifat baru dan berbeda dengan sifat sebelumnya dikenai energi. Contoh :
kayu yang dibakar.

b. Hakikat kimia
Hakikat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan
bentuk, maupun susunan partikelnya menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi
deformasi, perubahan letak susunan, ini mempengaruhi sifat-sifat yang berbeda
dengan wujud yang semula.
Fakta yang terdapat di alam mempunyai banyak hubungan dengan ilmu kimia.
Dari ciri pemikiran filsafat yang telah dipelajari mempunyai arti besar dalam
menumbuhkan sikap kritis terhadap suatu fakta. Sikap kritis ini merangsanag otak
untuk mengajukan berbagai pertanyaan terhadap fenomena yang ada.

3. Peranan Ilmu Kimia


a. Manfaat ilmu kimia bidang kedokteran
Manfaat ilmu kimia yang pertama pada kehidupan manusia adalah dalam
bidang kedokteran. Untuk membantu penyembuhan pasien yang mengidap
suatu penyakit, digunakan obat-obatan yang dibuat berdasarkan hasil riset
terhadap proses dan reaksi kimia bahan-bahan yang berkhasiat yang dilakukan
dalam cabang kimia farmasi.
b. Manfaat ilmu kimia bidang pertanian
Mungkin Anda bingung, apa hubungan antara ilmu kimia dan
bidangpertanian, lalu apa manfaat ilmu kimia bagi bidang pertanian? Baiklah,
bukankah untuk mengembalikan kesuburan tanah, perlu dilakukan
penambahan pupuk, sedangkan hama dapat diatasi dengan penambahan
pestisida. Manfaat dan bahaya penggunaan pupuk dan pestisida harus
dipahami sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya.Hal yang
harus diingat adalah pupuk dan pestisida adalah “produk” dari ilmu kimia.
c. Manfaat ilmu kimia bidang geologi
Bidang ini berkaitan dengan penelitian batu-batuan (mineral) dan
pertambangan gas dan minyak bumi. Proses penentuan unsur-unsur yang
menyusun mineral dan tahap pendahuluan untuk eksplorasi, menggunakan
dasar-dasar ilmu kimia. Manfaat ilmu kimia dalam bidang ini untuk membantu
memahami serta mengerti temuan para peneliti tentang bebatuan atau “benda-
benda” alam.
d. Manfaat ilmu kimia bidang biologi
Bidang ini khusus mempelajari tentang makhluk hidup (hewan dan
tumbuhan). Proses kimia yang berlangsung dalam makhluk hidup meliputi
pencernaan makanan, pernapasan, metabolisme, fermentasi,fotosintesis dan
lain-lain. Untuk mempelajari hal tersebut, diperlukan pengetahuan tentang
struktur dan sifat senyawa yang ada, seperti karbohidrat, protein, vitamin,
enzim, lemak, asam nukleat dan lain-lain.Meskipun secara umum, bidang ini
lebih erat kaitannya dengan ilmu biologi, namun manfaat ilmu kimia juga
nyatanya sedikit banyak berpengaruh dalam bidang biologi ini.
e. Manfaat ilmu kimia bidang hukum
Anda bingung apa kaitan bidang hukum dengan ilmu kimia? Bidanghukum
secara langsung memang tidak ada hubungan dengan ilmu kimia, namun
manfaat ilmu kimia dalam bidang hukum ini dapat dirasakan ketika
diberlakukannya pemeriksaan peralatan buktikriminalitas
(kriminologi).Bagian tubuh tersangka dapat diperiksa dengan memeriksa
struktur DNA-nya karena struktur DNA setiap orang berbeda-
beda.Pemeriksaan ini melibatkan ilmu kimia.
f. Manfaat ilmu kimia bidang mesin
Manfaat Ilmu kimia juga bisa mengenai bidang permesinan yaitu mempelajari
sifat dan komposisi logam yang baik untuk pembuatanmesin, mempelajari
sifat, komposisi bahan bakar dan minyak pelumas mesin.
g. Manfaat ilmu kimia bidang teknik sipil
Bahan-bahan yang digunakan dalam bidang ini adalah semen, kayu, cat, paku,
besi, paralon (pipa PVC), lem dan sebagainya.Semua bahan tersebut
dihasilkan melalui riset yang berdasarkan ilmu kimia.Manfaat ilmu kimia
dalam hal ini adalah agar bahan-bahan bangunan tersebut dapat diketahui
kelebihan serta kekurangannya, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan
dikemudian hari.Melihat begitu banyaknya kaitan antara ilmu kimia dan
bidang-bidang kehidupan manusia, maka sangatlah jelas bahwa manfaat ilmu
kimiamemegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Kehadirannya
menyeimbangkan kehidupan manusia untuk selaras dengan peningkatan
kualitas hidup di muka bumi.
h. Manfaat ilmu kimia bidang arkeologi
Ilmu arkeologi identik dengan penelitian fosil fosil. Contohnya para arkeolog
memanfaatkan teknologi kimia bernama radioisotope karbon – 14 untuk
mencari tahu usia fosil tersebut.
i. Manfaat imu kimia bidang kecantikan
Contohnya dapat kita temui pada kosmetik, shampoo, pembersih wajah,
parfum dan lainnya.
4. Peran/manfaat ilmu kimia
Beberapa bahan kimia yang ada dalam kehidupan sehari-hari

1) Dengan mempelajari ilmu kimia kita akan lebih paham tentang alam sekitar dan
proses yang berlangsung di dalamnya sehingga kita dapat mengontrol perubahan demi
keuntungan bagi kehidupan manusia dan lingkungan.
2) Mengubah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna untuk memenuhi
kebutuhan kita.
2. Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1

METODE ILMIAH

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

KELARUTAN ZAT DALAM AIR


1. Tujuan : Mengetahui faktor yang mempengaruhi kelarutan zat dalam air
2. Alat : gelas kimia ukuran 50 mL sebanyak 6 buah
gelas ukur ukuran 50 mL sebanyak 1 buah
pengaduk sebanyak 1 buah
3. Bahan : gula 5 gram Critical Thinking, Creativity,
garam halus 5 gram Communication,
garam serbuk 5 gram Collaboration, HOTS dan
garam kasar 5 gram
Literasi
minyak goreng 25 mL
alkohol 25 mL
air es 25 mL
air dingin (suhu ruang) 25 mL
air panas/hangat 25 mL
4. Cara kerja :
a. Percobaan 1
1) Sediakan tiga buah gelas kimia
2) Isilah masing-masing gelas tersebut air, alkohol dan minyak goreng masing-
masing sebanyak 25 mL
3) Tambahkan 5 gram gula ke dalam masing-masing gelas
4) Aduk campuran tersebut, lalu catat hasilnya dalam tabel pengamatan

b. Percobaan 2
1) Sediakan tiga buah gelas kimia
2) Isilah masing-masing gelas tersebut air es, air biasa (suhu ruang) dan air
panas masing-masing sebanyak 25 mL
3) Tambahkan 5 gram gula ke dalam masing-masing gelas
4) Aduk campuran tersebut, lalu catat hasilnya dalam tabel pengamatan

c. Percobaan 3
1) Sediakan tiga buah gelas kimia
2) Isilah masing-masing gelas tersebut air masing-masing sebanyak 25 mL
3) Tambahkan garam yang dihaluskan, garam serbuk dan garam kasar ke
dalam masing-masing gelas sebanyak 5 gram
4) Aduk campuran tersebut, lalu catat hasilnya dalam tabel pengamatan

d. Percobaan 4
1) Sediakan tiga buah gelas kimia
2) Isilah masing-masing gelas tersebut air panas masing-masing sebanyak 25
mL
3) Tambahkan 5 gram gula ke dalam masing-masing gelas
4) Aduk campuran pada gelas pertama, sedangkan campuran gelas kedua
dibiarkan tanpa pengadukan. Amati proses kelarutannya, lalu catat hasilnya
dalam tabel pengamatan

5. Hasil Pengamatan
a. Percobaan 1

No Campuran Pengamatan
1 Air + gula
2 Minyak goreng + gula
3 Alkohol + gula
b. Percobaan 2

No Campuran Pengamatan
1 Air es + gula
2 Air biasa + gula
3 Air panas + gula

c. Percobaan 3

No Campuran Pengamatan
1 Air + garam yang dihaluskan
2 Air + garam serbuk
3 Air + garam kasar (kristal)

d. Percobaan 4

No Campuran Pengamatan
1 Air + gula Dengan pengadukan :

2 Air + gula Tanpa pengadukan :

6. Pertanyaan
Berdasarkan hasil pengamatan, jawablah pertanyaan berikut:
a. Percobaan 1
1) Apakah semua gula pada ketiga campuran tersebut dapat terlarut dengan
baik ?
2) Campuran pada gelas manakah yang paling mudah larut?
3) Mengapa demikian?
b. Percobaan 2
1) Air pada gelas manakah yang dapat melarutkan gula paling cepat ?
2) Jelaskan pengaruh suhu air pada kelarutan gula?
c. Percobaan 3
1) Urutkan kecepatan melarut dari ketiga campuran tersebut!.
2) Apa yang mempengaruhi hal tersebut?
d. Percobaan 4
1) Bagaimana pengaruh pengadukan terhadap kelarutan?
e. Jika diberikan dua bahan yaitu lilin dan tisu yang harus dilarutkan ke dalam
air. Bahan manakah yang mudah larut dalam air? Berikan alasanmu!
7. Faktor apa sajakah yang mempengaruhi kelarutan zat dalam air?
8. Kesimpulan
Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan hari ini?
1) Rubrik penilaian keterampilan

No. Keterampilan yang Skor Rubrik


dinilai
1 Persiapan percobaan 30 - Alat-alat sudah tersedia, tertata rapih sesuai
(menyiapkan alat bahan) dengan keperluannya
- Bahan-bahan/larutan untuk percobaan sudah
disiapkan di meja praktikum
- Lembar kegiatan praktikum tersedia
- Menggunakan jas laboratorium
20 - Ada 3 aspek yang terpenuhi
10 - Ada 2 aspek yang terpenuhi
2 Pelaksanaan percobaan 30 - Melakukan percobaan sesuai dengan
prosedur kerja
- Melakukan pengamatan dengan baik
- Mencatat hasil pengamatan
20 Ada 3 aspek yang terpenuhi
10 Ada 2 aspek yang terpenuhi
3 Kegiatan akhir 30 - Membuang larutan atau sampah
praktikum ketempatnya
- Membersihkan alat dengan baik
- Membersihkan meja praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
20 Ada 3 aspek yang tersedia
10 Ada 2 aspek tang tersedia

2) Rubrik Pengamatan Keterampilan


a) Kegiatan Pra Praktikum
No Indikator penilaian keterampilan Nilai
1 Memilih alat dengan benar sesuai petunjuk pada lembar kerja
2 Menimbang bahan yang diperlukan dengan tepat
3 Mengukur volume pelarut dengan tepat

b) Kegiatan Praktikum
No Indikator penilaian keterampilan Nilai
1 Melaksanakan kegiatan sesuai prosedur kerja
2 Melakukan pengamatan dengan baik
3 Mencatat hasil pengamatan

Keterangan:
Dilakukan dengan tepat = 2
Kurang tepat = 1
Tidak dilakukan = 0
Critical Thinking,
Creativity,
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
HAkikat Ilmu KImia Communication,
Collaboration, HOTS
Mata Pelajaran : Kimia dan Literasi
Kelas/Semester : X/1
Kelompok : ……….
Kompetensi Dasar :
3.1. Menjelaskan metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan
Kimia
di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan
4.1. Menyajikan hasil rancangan dan hasil percobaan ilmiah

Kerjakan tugas berikut dengan mengikuti petunjuk yang ada dengn teliti dan cermat!

1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4 orang setiap kelompok


2. Setiap kelompok menuliskan zat kimia (bahan aktif) yang terdapat dalam bahan-bahan yang
tersedia (sabun, odol, obat maag, cuka makan, garam dapur, gula pasir)
3. Satu orang dari setiap kelompok menempelkan hasil pekerjaan pada point 2 di wall gallery
4. Dengan membaca buku teks, tuliskan urut-urutan metode ilmiah dengan benar

Rubrik Penilaian Ketrampilan

Nama Kelompok :………….

Aspek Skor
Skor Keterangan
Penilaian Maksimal
1.Kecermatan 10
pengamatan
2.Kerapian 10
hasil pekerjaan
3.Menuliskan 5
urutan metode
ilmiah dengan
benar
4.Keruntutan 5
prosedur
pelaksanaan

Jumlah 33

Skor yang diperoleh


Nilai = ------------------------ x 100
Skor maksimal
3. Instrumen penilaian perteuan 1
1. Penilaian Sikap
a. Teknik : Pengamatan sikap
b. Bentuk : Lembar pengamatan
c. Instrumen
No Nama Disiplin Tg Jawab Kerjasama Bersih Proaktif Skor Nilai Prdkt
Siswa 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

Keterangan:
Skor = Jumlah perolehan angka seluruh aspek

Skor yang diperoleh


Nilai = ------------------------ x 100
Skor maksimal

Tabel Nilai Sikap


Nilai Predikat
‘> 80 Sangat Baik (SB)
70 - 79 Baik (B)
60 - 69 Cukup (C)
‘< 60 Kurang (K)

2. Penilaian Pengetahuan

1) Kisi-kisi soal

Kompetensi Materi Level Indikator soal No. Bentuk


Dasar Soal soal
3.1 Menjelaskan Metode C4 Mengamati pembakaran gas 9 Essai
metode ilmiah, ilmiah, elpiji pada saat proses
hakikat ilmu hakikat memasak
Kimia, ilmu Kimia, C4 Mengidentifikasi sifat fisis 10 Essai
keselamatan keselamat¬ produk-produk kimia dalam
dan keamanan an dan kehidupan sehari hari
Kimia di keamanan C2 Menyebutkan urutan langkah- 4
laboratorium, kimia di langkah metode ilmiah
serta peran laboratori- C2 Menyebutkan prosedur 5
kimia dalam um, serta keselamatan dan keamanan
kehidupan peran Kimia kerja di laboratorium
dalam C2 Menyebutkan peranan ilmu 6
kehidupan kimia
4.1 Menyajikan C3 Diberikan beberapa gambar 7
hasil alat-alat laboratorium, peserta
rancangan dan didik diminta
hasil mengidentifikasi nama dan
fungsinya
percobaan C2 Menyebutkan urutan proses 8
ilmiah pelarutan gula dan air
C3 Menjelaskan hakikat ilmu 1,2 PG
kimia
C3 Menyebutkan peranan ilmu 3 PG
kimia dalam kehidupan
sehari-hari

Soal Latihan

Topik : Hakikat Ilmu Kimia Nama : …………


Tanggal : ……… Kelas : …………

1. Ilmu kimia berperan dalam menyelesaikan masalah global yang dihadapi oleh seluruh
dunia. Perhatikan permasalahan-permasalahan global berikut dan cara mengatasinya :

No. Masalah global Cara mengatasi

1. Polusi udara Program langit


biru

2. Kepadatan Program keluarga


penduduk berencana

3. Pencemaran Penggunaan arang


limbah pabrik aktif

4. Krisis energi Menaikkan harga


BBM subsidi

Pasangan permasalahan global yang dihadapi dunia dan usaha untuk mengatasinya
sesuai dengan prinsip kimia yang benar adalah....
a. 1 dan 2 d. 2 dan 4
b. 1 dan 3 e. 3 dan 4
c. 2 dan 3

2. Perhatikan data berikut:


1. Es meleleh menjadi cairan
2. Kayu yang dibakar
3. Lilin meleleh
4. Kapur barus menghilang
5. Susu basi

Dari pernyataan diatas yang merupakan perubahan kimia dapat terjadi pada proses
….
a. 1 dan 2 d. 2 dan 4
b. 1 dan 4 e. 2 dan 5
c. 2 dan 3
3. Pada makanan bakso, bahan-bahan yang tersedia antara lain mi, sayur, vetsin, saus,
sambal, cabai, kuah, bawang goreng, dan daun seledri. Pernyataan yang benar tentang
bakso tersebut….
a. Semua bahan dalam aditif dalam bakso adalah bahan alami
b. Bahan aditif bakso adalah mi, sayur, dan kuah
c. Bahan aditif bakso adalah mi, sayur, vetsin, dan kuah.
d. Bahan aditif alami dalam bakso adalah sambal, cabai, bang goring, dan daun
seledri.
e. Hanya vetsin yang tergolong sebagai zat aditif.

4. Sebutkan urutan langkah-langkah kerja dalam metode ilmiah!


5. Sebutkan prosedur keselamatan dan keamanan kerja di laboratorium.
6. Sebutkan masing-masing satu saja peranan ilmu kimia dalam bidang kedokteran,
farmasi, arkeologi, pertanian, hukum dan kriminal.
7. Tuliskan urutan-urutan proses pelarutan gula dalam dalam air
8. Lengkapi tabel berikut
Alat Nama Fungsi

Critical Thinking,
HOTS dan Literasi

9. Perhatikan gambar berikut. Tuliskan gejala yang terjadi pada perubahan - perubahan
yang tampak pada gambar tersebut, kemudian kelompokkan kedalam perubahan fisik
dan perubahan kimia!

10. Ketika anda memasak di dapur, anda melihat terjadinya pembakaran gas elpiji seperti
pada gambar saat anda menyalakan kompor. Indikasi apa yang dapat anda amati pada
gas yang terbakar? Perubahan apa yang terjadi?
2) Rubrik penilaian Pengetahuan

No Indikator Soal Jawaban Skor


soal
1 Menjelaskan Ilmu kimia berperan dalam .C 1
hakikat ilmu menyelesaikan masalah global
kimia yang dihadapi oleh seluruh
dunia. Perhatikan
permasalahan-permasalahan
global berikut dan cara
mengatasinya :
No. Masala Cara
h global mengatas
i

1. Polusi Program
udara langit biru

2. Kepada Program
tan keluarga
pendud berencan
uk a

3. Pence Pengguna
maran an arang
limbah aktif
pabrik

4. Krisis Menaikka
energi n harga
BBM
subsidi

Pasangan permasalahan global


yang dihadapi dunia dan usaha
untuk mengatasinya sesuai
dengan prinsip kimia yang benar
adalah....
d. 1 dan 2 d. 2 dan 4
e. 1 dan 3 e. 3 dan 4
f. 2 dan 3
2 Menjelaskan Perhatikan data berikut: E 1
hakikat ilmu 6. Es meleleh menjadi cairan
kimia 7. Kayu yang dibakar
8. Lilin meleleh
9. Kapur barus menghilang
10. Susu basi
Dari pernyataan diatas yang
merupakan perubahan kimia dapat
terjadi pada proses ….
d. 1 dan 2 d. 2 dan 4
e. 1 dan 4 e. 2 dan 5
f. 2 dan 3
3 Menjelaskan Pada makanan bakso, bahan- E 1
hakikat ilmu bahan yang tersedia antara lain
kimia mi, sayur, vetsin, saus, sambal,
cabai, kuah, bawang goreng, dan
daun seledri. Pernyataan yang
benar tentang bakso tersebut….
a. Semua bahan dalam aditif
dalam bakso adalah bahan
alami
b. Bahan aditif bakso adalah mi,
sayur, dan kuah
c. Bahan aditif bakso adalah mi,
sayur, vetsin, dan kuah.
d. Bahan aditif alami dalam
bakso adalah sambal, cabai,
bang goring, dan daun seledri.
e. Hanya vetsin yang tergolong
sebagai zat aditif.
4 Menyebutkan Sebutkan urutan langkah-langkah 1. Melakukan
urutan kerja dalam metode ilmiah! identifikasi
langkah- masalah
langkah 2. Mengumpulkan
metode ilmiah data dalam
cakupan masalah
3. Memilah data
untuk mencari
korelasi, hubungan
yang bermakna
dan keteraturan
4. Merumuskan
hipotesis (suatu
generalisasi) yang
merupakan
tebakan ilmiah
yang menjelaskan
data data yang ada
dan menyarankan
langkah langkah
berikutnya yang
harus dilakukan
untuk penelitian
yang lebih lanjut
5. Menguji hipotesis
secara setepat
mungkin dengan
cara
mengumpulkan
data data baru
6. Melakukan
konfirmasi,
modifikasi
ataupun menolak
hipotesis apabila
memperoleh
temuan temuan
baru.
5 Menyebutkan Sebutkan prosedur keselamatan 1. membaca petunjuk
prosedur dan keamanan kerja di praktikum
keselamatan laboratorium. 2. menggunakan
dan keamanan peralatan kerja
kerja di (kacamata, jas
laboratorium praktikum, sarung
tangan dan sepatu
tertutup).
3. perempuan yang
berambut panjang
harus mengikat
rambutnya
4. dilarang makan
dan minum di
laboratorium
5. menjaga
kebersihan meja
praktikumdan
lingkungan
laboratorium
6. membiasakan
mencuci tangan
dengan sabun dan
air bersih setelah
praktikum
7. bila kulit terkena
bahan kimia,
jangan digaruk
agar tidak
menyebar
8. memastikan kran
gas tidak bocor
sewaktu hendak
menggunakan
bunsen
9. memastikan kran
air selalu dalam
keadaan tertutup
sebelum dan
sesudah
melakukan
praktikum.
6 Menyebutkan Sebutkan masing-masing satu saja  Dalam bidang
peranan ilmu peranan ilmu kimia dalam bidang kedokteran: untuk
kimia kedokteran, farmasi, arkeologi, pengobatan
pertanian, hukum dan kriminal. penyakit kanker
dengan
menggunakan
unsur radioaktif
 Dalam bidang
farmasi: untuk
memproduksi
obat-obatan
 Dalam bidang
arkeologi: untuk
menentukan umur
suatu fosil
 Dalam bidang
pertanian: untuk
membuat pupuk
 Dalam bidang
hukum dan
kriminal: test DNA
untuk mencari
pelaku kejahatan
7 Menyebutkan Tuliskan urutan-urutan proses  Sediakan
urutan proses pelarutan gula dalam dalam air Erlenmeyer
pelarutan gula  Isi dengan 100 mL
dan air air panas
 Masukkan satu
sendok gula
 Aduk dengan
batang pengaduk
8 Diberikan 
beberapa
gambar alat-
alat
laboratorium,
peserta didik
diminta
mengidentifik
asi nama dan
fungsinya
9 Mengidentifi Perhatikan gambar berikut. 1. Telur digoreng 1
kasi sifat Tuliskan gejala yang terjadi pada merupakan
fisis produk- perubahan - perubahan yang peristiwa koagulasi
produk kimia tampak pada gambar tersebut,
dalam kemudian kelompokkan kedalam 2. Uji nyala 1
kehidupan perubahan fisik dan perubahan menghasilkan
sehari hari kimia! warna
3. Cokelat meleleh 1
4. Paku berkarat 1
5. Kaleng tin yang 1
gepeng
6. Perkartan besi 1
7. Roti menjamur 1

Perubahan fisika : 3, 1
5, dan 6
Perubahan kimia : 1, 1
2, 4, dan 6
10 Mengamati Ketika anda memasak di dapur, Yang dapat diamati
pembakaran anda melihat terjadinya dari pembakaran gas
gas elpiji pembakaran gas elpiji seperti pada elpiji antara lain:
pada saat gambar saat anda menyalakan
1. Timbul nyala 1
proses kompor. Indikasi apa yang dapat
memasak anda amati pada gas yang berwarna biru
terbakar? Perubahan apa yang 2. Gas berubah 1
terjadi? menjadi tak
berbau
3. Timbul panas 1
Gejala-gejala ini 1
menunjukkan
terjadinya perubahan
kimia.
Total skor 16

Nilai = Jumlah skor benar x 100%


Total skor

Peringkat Nilai Kriteria


Amat Baik (A) 90 < A ≤ 100 Tuntas IPK
Baik (B) 80 < B ≤ 90 Tuntas IPK
Cukup (C) 70 < C ≤ 80 Tuntas IPK
Kurang (K) ≤ 70 Tidak Tuntas IPK
INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI
Nama Satuan pendidikan : SMAS TAMAN MULIA
Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : X / Semester I
Mata Pelajaran : Kimia

Kelengkapan Penulisan Kemampuan


Total Nilai
No Nama Siswa Materi Materi Presentasi
Skor Akhir
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

SkorPerolehan
Nilai Perolehan = × 100
Skor maksimal
PEDOMAN PENSKORAN:

SKOR
NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI
MAKS
 Presentasi terdiri atas, Judul, Isi
Materi dan Daftar Pustaka
 Presentasi sistematis sesuai materi
4
 Menuliskan rumusan masalah
1 Kelengkapan Materi  Dilengkapi gambar / hal yang
menarik yang sesuai dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Materi dibuat dalam bentuk charta /
Power Point
 Tulisan terbaca dengan jelas
4
 Isi materi ringkas dan berbobot
2 Penulisan Materi
 Bahasa yang digunakan sesuai
dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Percaya diri, antusias dan bahasa
yang lugas
 Seluruh anggota berperan serta aktif
4
 Dapat mengemukanan ide dan
Kemampuan
3 berargumentasi dengan baik
presentasi
 Manajemen waktu yang baik
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
SKOR MAKSIMAL 12
Lampiran Remedial

No Indikator Soal Jawaban Skor


1 Menjelaskan Apa yang dimaksud dengan ilmu Ilmu kimia adalah satu bidang ilmu 2
hakikat ilmu kimia? yang mempelajari susunan,sifat-
kimia sifat dan perubahan materi
2 Menjelaskan Sebutkan 5 contoh bahan kimia Dalam rumah tangga misalnya 5
kimia dalam yang ada dalam kehidupan sabun mengandung NaOH
kehidupan sehari-hari Dalam kosmetik misalnya parfum
sehari-hari mengandung etanol
Dalam makanan misalnya pemanis
buatan mengandung sakarin
Dalam bahan bakar misalnya
minyak bumi mengandung alkana
Dalam industry misalnya cat
mengandung Titanium Oksida
3 Menjelaskan Sebutkan 3 contoh peran ilmu Dalam bidang biologi ilmu kimia 3
peran ilmu kimia dalam kehidupan digunakan untuk mengembangkan
kimia dalam konsep dasar pada pada proses
kehidupan pada makhluk hidup
Dalam bidang kedokteran ilmu
kimia diperlukan untuk mendukung
proses diagnosis dan penyembuhan
Dalam bidang farmasi obat-obatan
dibuat dari bahan-bahan yang
memiliki kandungan senyawa kimia
dan berkhasiat secara medis.
4 Menjelaskan Apa pengertian metode ilmiah? Metode ilmiah adalah rangkaian 5
metode proses pengelolaan informasi
ilmiah dan mengenai sifat ,penjelasan apa yang
keselamatan diamati,proses percobaan yang
kerja dilakukan dan penyampaian
informasi hasil pengamatan yang
diperoleh.
Jumlah 15

Jumlah skor diperoleh

Nilai : --------------------------------- x 100

Jumlah skor total