Anda di halaman 1dari 13

TUGAS INDIKATOR

MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS 11 SEMESTER 2

K.I 3.Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah kongkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya disekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan.

K.D 3.10 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem koordinasi (saraf, hormon, dan alat indra) dalam kaitanya
dengan mekanisme koordinasi dan regulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem koordinasi manusia.

4.10 Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ sistem koordinasi yang menyebabkan
gangguan sistem saraf dan hormon pada manusia berdasarkan studi literatur.

INDIKATOR

1. Siswa mampu menyebutkan struktur susunan syaraf.


2. Siswa mampu menjelaskan fungsi susunan syaraf
3. Siswa mampu menjelaskan proses bekerjanya susunan syaraf
4. Siswa dapat mengenali berbagai gangguan/penyakit/kelainan dan penyebabnya yang berkaiktan dengan susunan syaraf.
5. Siswa dapat menjelaskan cara mencegah/menghindari gangguan/penyakit yang terjadi pada susunan syaraf.
PETA KONSEP

Sistem kordinasi

Sistem syaraf Sistem endokrin Alat Indra Dampak Narkoba

Berdasarkan susunan terdiri dari

Sistem syaraf Sistem syaraf tepi


pusat

Terdiri pada Berdasarkan arah impuls, dibagi menjadi

Neuron Neuron
sensori motorik
(eferen)
Otak Sumsum (aferen)
tulang Berdasarkan cara kerja, dibagi menjadi
belakang

Sistem Sistem
syaraf syaraf
otonom somatik
Terdiri dari

Sistem syaraf simpatik Sistem syaraf parasimpatik


MATERI

I. SISTEM SARAF PADA MANUSIA

Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf, terdiri atas bagian:

Badan sel. Berfungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron.

Dendrit. Juluran sitoplasma untuk menerima impuls dari sel lain untuk dikirimkan ke badan sel.

Akson. Juluran sitoplasma yang panjang untuk mengirimkan impuls ke neuron lainnya. Akson dibungkus selubung mielin. Bagian ak son
tanpa mielin disebut nodus Ranvier untuk mempercepat jalannya impuls. Mielin ditutupi oleh selubung Schwann (neurilema).

A. Neuron (Sel Saraf)

Neuron tidak dapat melakukan mitosis, namun serabutnya dapat beregenerasi.

Neuron berdasarkan fungsi:

Neuron sensor (aferen): menghantarkan impuls dari organ sensor ke saraf pusat.

Neuron motor (eferen): menghantarkan impuls dari saraf pusat ke organ motor atau kelenjar.

Neuron konektor: penghubung antar neuron.

Neuron berdasarkan juluran sitoplasma:

Neuron multipolar: satu akson dan dua dendrit atau lebih.

Neuron bipolar: dua juluran berupa dendrit dan akson.

Neuron unipolar: neuron bipolar yang tampak hanya memiliki satu juluran dari badan sel karena akson dan dendritnya berfusi.
Struktur sel saraf (neuron)

B. Sel Neuroglia (Glia)

Adalah sel penunjang pada saraf pusat yang berfungsi sebagai jaringan ikat.

Jenis sel glia:

1. Astrosit, sebagai lem yang menyatukan neuron.


2. Oligodendrosit, membentuk lapisan mielin.
3. Mikroglia, untuk pertahanan imun.
4. Sel ependima, membran epitelium yang melapisi rongga serebral dan medula spinalis.
C. Sinapsis

Adalah hubungan satu neuron dengan yang lain; titik temu ujung akson satu neuron dengan dendrit dari neuron lain; atau hubungan ke
otot dan kelenjar.
Bagian sinapsis: prasinaps (bagian akson terminal), celah sinaps (ruang antara prasinaps dengan pascasinaps), dan pascasinaps (bagian
dendrit).

Pada celah sinaps terdapat substansi kimia neurotransmiter untuk mengirimkan impuls.

Neurotransmiter dapat bersifat eksitasi (meningkatkan impuls) atau inhibisi (menghambat impuls).

Sinapsis

D. Impuls Saraf, Gerak Sadar, dan Refleks

Impuls saraf adalah rangsangan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron menjalari serabut saraf .

Impuls akan menyebabkan terjadinya gerakan.


Gerak sadar (disengaja/disadari): impuls > reseptor/indra > saraf sensoris > otak > saraf motor > efektor/otot

Gerak refleks (tidak disengaja/tidak disadari): Impuls > reseptor/indra > saraf sensoris > sumsum tulang belakang > saraf
motor > efektor/otot

E. Mekanisme Penghantaran Impuls

Impuls yang diterima oleh reseptor dihantarkan oleh dendrit menuju badan sel saraf dan akson, kemudian dihantarkan ke neuron lainnya.

Neuron dalam keadaan istirahat memiliki energi potensial membran untuk bekerja mengirim impuls. Energi tersebut dihasilkan ol eh
perbedaan komposisi ion intraseluler dan ekstraseluler.

Di dalam sel, kation (ion positif) utama adalah K+, dan Na+ rendah. Di luar sel, kation utamanya Na+. K+ rendah.

Energi dipertahankan dengan cara pompa K+ ke dalam sel dan Na+ ke luar sel.

Tahap penghantaran impuls

Tahap istirahat (polarisasi). Neuron tidak menghantarkan impuls, ekstraseluler bermuatan positif (+) dan intraseluler bermuatan negatif ( -
).

Tahap depolarisasi. Neuron mendapat rangsang, saluran Na+ terbuka dan Na+ masuk ke dalam sel. Terjadi perubahan muatan listri k:
ekstraseluler bermuatan negatif, intraseluler bermuatan positif.

Tahap repolarisasi. Saluran Na+ tertutup, saluran K+ terbuka sehingga K+ keluar. Kondisi akan kembali seperti tahap istirahat .

F. Sistem Saraf Pusat (SSP)

Terdiri atas otak (serebral) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Keduanya dilapisi jaringan ikat yang disebut meninges, yang
terdiri atas:

Pia meter, lapisan paling dalam dan mengandung pembuluh darah.


Araknoid, lapisan tengah dan mengandung sedikit pembuluh darah.

Dura meter, lapisan terluar yang terdiri atas dua lapisan. Lapisan terluar melekat pada kranium.

Otak dan medula spinalis memiliki substansi abu-abu (bagian luar) dan substansi putih (bagian dalam).

1. OTAK

Tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung oleh sinapsis membentuk anyaman kompleks.

Bagian-bagian otak:

(1) Serebrum (otak besar). Mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian terluarnya disebut korteks serebral, dan
bagian dalamnya disebut nukleus (ganglia) basal. Area fungsional korteks serebral:

Area motor primer, mengendalikan kemampuan bicara.

Area sensor korteks, meliputi area sensor, area visual, area auditori, area alfaktori, dan area pengecap.

Area asosiasi, meliputi area frontal (pusat intelektual dan fisik), area somatik (pusat interpretasi), area visu al, dan area wicara
Wernicke.

Nukleus basal merupakan pusat koordinasi motor.

Bagian-bagian otak
Area fungsional serebrum
(2) Diensefalon. Terletak di antara serebrum dan otak tengah. Terdiri atas:

Talamus, berfungsi menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak besar, serta berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol
motor.

Hipotalamus, berfungsi mengendalikan sistem saraf otonom, pusat pengaturan emosi, dan memengaruhi sistem endokrin.

Epitalamus, berperan dalam dorongan emosi.

(3) Sistem limbik, yaitu cincin struktur otak depan yang mengelilingi otak dan berfungsi dalam pengaturan emosi,
mempertahankan kelangsungan hidup, pola perilaku soioseksual, motivasi, dan belajar.

Sistem limbik penciuman dan respons emosional


(4) Mesensefalon (otak tengah), menghubungkan pons dan serebelum (otak kecil) dengan otak besar, berfungsi sebagai jalur
penghantar dan pusat refleks, serta meneruskan informasi penglihatan dan pendengaran.

(5) Pons Varolii (jembatan varol), mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas.

(6) Serebelum (otak kecil), mempertahankan keseimbangan, kontrol gerakan mata, meningkatkan kontraksi otot, serta
koordinasi gerakan sadar yang berkaitan dengan keterampilan.

(7) Medula oblongata, berfungsi dalam pengendalian ferkuensi denyut jantung, tekanan darah, pernapasan, gerakan alat
pencernaan makanan, menelan, muntah, sekresi kelenjar pencernaan, dan mengatur gerak refleks.

(8) Formasi retikuler, berfungsi memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta kesadaran.

2. MEDULA SPINALIS (SUMSUM TULANG BELAKANG)

Berfungsi mengendalikan aktivitas refleks, komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh, serta menghantarkan rangsangan
koordinasi antara otot dan sendi ke serebelum.

Substansi abu-abu mengisi struktur dalam dan substansi putih mengisi struktur bagian luar.

Struktur medua spinalis


G. Sistem Saraf Tepi (SST)

1. Saraf kranial

1. Saraf olfaktori (CN I) Indra penciuman


2. Saraf optik (CN II) Indra penglihatan
3. Saraf okulomotor (CN III) Impuls dari dan ke otot mata
4. Saraf troklear (CN IV) Impuls dari dan ke otot sadar mata
5. Saraf trigeminal (CN V) Impuls otot mastikasi, wajah, hidung, dan mulut
6. Saraf abdusen (CN VI) Impuls dari dan ke otot rektus lateral mata
7. Saraf fasial (CN VII) Impuls ekspresi wajah, lidah, kelenjar air mata dan saliva
8. Saraf vestibulokoklear (CN VIII) Impuls dari indra pendengaran
9. Saraf glosofaring (CN IX) Impuls otot bicara, menelan, kelenjar liudah, rasa pada lidah
10. Saraf vagus (CN X) Impuls organ pada toraks dan abdomen
11. Saraf aksesori spinal (CN XI) Impuls faring, laring, trapezius, dan sternokleidomastoid
12. Saraf hipoglosal (CN XII) Impuls dari dan ke otot lidah

2. Saraf spinal

Terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-segmen medula spinalis dan diberi nama sesuai nama ruas tulang belakang.

Berdasarkan arah impuls, SST dibagi menjadi divisi aferen (membawa informasi dari reseptor ke SSP dan divisi eferen (membawa
instruksi dari SSP ke organ efektor.

Divisi eferen: sistem saraf somatik (neuron motor pada otot rangka) dan sistem saraf otonom (neuron motor pada otot polos)

Sistem saraf otonom: sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis.

Perbedaan saraf simpatis dengan parasimpatis


H. Gangguan Sistem Saraf

Meningitis, radang selaput otak karena infeksi bakteri atau virus.

Ensefalitis, peradangan jaringan otak, biasanya disebabkan oleh virus.

Neuritis, gangguan saraf tepi akibat peradangan, keracunan, atau tekanan.

Rasa baal (kebas) dan kesemutan, gangguan sistem saraf akibat gangguan metabolisme, tertutupnya aliran darah, atau kekurangan vitamin
neurotropik (B1, B6, dan B12).
Epilepsi (ayan), penyakit serangan mendadak karena trauma kepala, tumor otak, kerusakan otak saat kelahiran, stroke, dan alkohol.

Alzheimer, sindrom kematian sel otak secara bersamaan.

Gegar otak, bergeraknya jaringan otak dalam tengkorak menyebabkan perubahan fungsi mental atau kesadaran.