Anda di halaman 1dari 43

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Berdasarkan Kepmenkes RI No:374/MENKES/SK/V/2009, Sistem

Kesehatan Nasional (SKN) adalah suatu tatanan yg menghimpun berbagai upaya

Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung, guna menjamin derajat

kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum

seperti dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945. Terwujudnya keadaan sehat

dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor

kesehatan, melainkan juga tanggung jawab dari berbagai sektor lain terkait yg

terwujud dalam berbagai bentuk sistem nasional. Dengan demikian, SKN harus

berinteraksi secara harmonis dengan berbagai sistem nasional tersebut, seperti

Sistem Pendidikan Nasional, Sistem Perekonomian Nasional, Sistem Ketahanan

Pangan Nasional, Sistem Hankamnas, dan Sistem-sistem nasional lainnya.

Pada hakikatnya, SKN adalah juga merupakan salah satu wujud metode

penyelenggaraan pembangunan nasional, yang memadukan berbagai upaya

Bangsa Indonesia dalam satu derap langkah guna menjamin tercapainya tujuan

pembangunan. Agar pembangunan dapat terwujud maka salah satu penerapannya

adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bisa mendukung tercapainya

tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan

dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah

kerja agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka

mewujudkan Indonesia Sehat. Adapun bentuk pelayanan kesehatan yang sesuai

1
dengan kondisi masyarakat Indonesia ialah Pusat Kesehatan Masyarakat

(Puskesmas).

Puskesmas adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya

kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan

terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan

menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna,

dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Upaya

kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada pelayanan

untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal, tanpa

mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan.

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah supervisi

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.Secara umum, mereka harus memberikan

pelayanan preventif, promotif, kuratif sampai dengan rehabilitatif baik melalui

upaya kesehatan perorangan (UKP) atau upaya kesehatan masyarakat (UKM).

Puskesmas biasanya memiliki subunit pelayanan seperti puskesmas pembantu,

puskesmas keliling, posyandu, pos kesehatan desa maupun pos bersalin desa

(polindes).

Karena begitu banyaknya program yang dilaksanakan Puskesmas, baik itu

program pokok maupun program-program tambahan lainnya, maka diperlukan

analisis profil Puskesmas, evaluasi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, dan

perencanaan kegiatan kesehatan di tingkat Puskesmas secara seksama. Sumber

daya yang ada dapat di manfaatkan secara efektif dan seefisien mungkin dalam

2
rangka pencapaian status kesehatan masyarakat yang optimal dalam suatu periode

kerja.

Tujuan

1. Tujuan Umum

Untuk menggambarkan data demografi dan menganalisis masalah di

Puskesmas Gadang Hanyar

2. Tujuan Khusus

 Mendeskripsikan data umum demografi yang terdiri atas keadaan

geografis wilayah kerja, distribusi penduduk di wilayah kerja, sarana

prasarana, dan sumber daya Puskesmas Gadang Hanyar tahun 2014.

 Mendeskripsikan data khusus demografi yang terdiri atas jumlah

kunjungan, penggunaan obat, penyakit yang diobati dan upaya pokok di

Puskesmas Gadang Hanyar tahun 2014.

 Menganalisis kekuatan dan kelemahan Puskesmas Gadang Hanyar

berdasarkan data demografi.

 Memberikan solusi dan intervensi untuk mengatasi kelemahan Puskesmas

Gadang Hanyar

Manfaat

Laporan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan bagi perbaikan

kegiatan program dan sebagai bahan acuan untuk meningkatkan mutu

penyelenggaraan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

3
BAB II

GAMBARAN UMUM

A. Gambaran Umum Wilayah Kerja Puskesmas Gadang Hanyar

1. Gambaran Umum

Puskesmas Gadang Hanyar merupakan salah satu dari 26 Puskesmas yang

ada di Kota Banjarmasin, terletak di wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah

Kota Banjarmasin. Puskesmas Gadang Hanyar dulunya terletak di wilayah

kecamatan Banjar Timur Kota Banjarmasin yang awalnya merupakan Pustu dari

Puskesmas Sungai Mesa.

Pada tanggal 29 Februari 1992 menjadi Puskesmas Induk Gadang Hanyar

yang diresmikan oleh Walikota H. Sadjoko, yang membawahi satu kelurahan

yaitu kelurahan Gadang. Puskesmas Induk tersebut terletak di jalan AES Nasution

Rt. 20 dengan luas tanah 493 m².

Pada tahun 1997 Puskesmas Gadang Hanyar wilayah kerjanya diperluas

menjadi 2 kelurahan yaitu kelurahan Gadang dan kelurahan Sungai Baru. Seiiring

perkembangan pemerintah daerah, tahun 2004 terjadi pemekaran wilayah kota

Banjarmasin menjadi 5 kecamatan, maka lokasi Puskesmas Gadang Hanyar

termasuk dalam wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah dan mendapat

tambahan satu wilayah kerja yaitu kelurahan Pekapuran Laut.

Pada akhir tahun 2008 Puskesmas Gadang Hanyar mendapat lokasi baru

yang diperoleh dari pemberian Pemerintah Kota Banjarmasin dengan luas tanah

432 m² di kelurahan Pekapuran laut Kecamatan Banjarmasin Tengah. Puskesmas

4
Induk Gadang Hanyar pindah menempati lokasi baru pada tanggal 1 Februari

2009 sampai sekarang , sedangkan tempat yang lama menjadi Pustu Gadang.

Gedung Puskesmas Induk Gadang Hanyar yang baru terletak di jalan

Pekapuran Laut B Rt. 13 No. 11 Banjarmasin yang awalnya merupakan bangunan

rumah lama berdinding papan dan berlantai dua yang direhap ringan menjadi

puskesmas.

Pada bulan Juni 2013 Puskesmas Gadang Hanyar mengalami perbaikan total

sehingga pelayanan pindah sementara ke jalan pekapuan B laut No.6 Rt. 6 selama

6 bulan. Puskesmas Gadang Hanyar selanjutnya kembali pindah ke tempat semula

pada tanggal 2 Januari 2014 di jalan Pekapuran B Laut No. 11 Rt. 16. Bangunan

yang baru memiliki 15 ruangan sebagai tempat pelayanan langsung kepada

masyarakat yang terdiri dari :

1. Ruang Kepala Puskesmas

2. Ruang TU

3. Ruang rapat ( Aula )

4. Ruang TB Paru

5. Ruang Poli Gigi

6. Ruangan Imunisasi dan PKPR

7. Ruang Kesling

8. Ruang Loket

9. Ruang Apotek

10. Ruang Poli Anak dan MTBS

11. Ruang KIA-KB

5
12. Ruang Poli Dewasa

13. Ruang Tindakan

14. Ruang Gizi

15. Ruang Laboratorium

2. Keadaan Geografi

Puskesmas Gadang Hanyar terletak di kecamatan Banjarmasin Tengah, kota

Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Jalan Pekapuran B Laut

No. 11, Kelurahan Pekapuran Laut, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Wilayah kerja Puskesmas Gadang Hanyar merupakan daerah dataran rendah

yang berada pada ketinggian 65 kaki dari permukaan air laut. Wilayah kerja

puskesmas terdiri dari 3 kelurahan dengan luas ± 1,74 km².

Tabel 2.1. Luas wilayah kerja Puskesmas Gadang Hanyar

No. Kelurahan Luas

1. Pekapuran Laut ± 0,48 km²

2. Sungai Baru ± 0,84 km²

3. Gadang ± 0,42 km²

Berdasarkan letak geografis batas – batas wilayah kerja Puskesmas Gadang

Hanyar yaitu :

 Sebelah Utara : Kelurahan Seberang Mesjid

 Sebelah Selatan : Kelurahan Kelayan Luar

 Sebelah Timur : Kelurahan Antasan Besar

 Sebelah Barat : Kelurahan Melayu

6
Adapun jarak dari pusat pemerintahan desa/kelurahan adalah:

1. Jarak dari pusat pemerintah kecamatan ± 900 m

2. Jarak dari ibukota kabupaten/kota ± 1 km

Gambar 2.1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Gadang Hanyar, Kelurahan


Pekapuran Laut

Gambar 2.2. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Gadang Hanyar, Kelurahan Sungai
Baru

7
Gambar 2.3. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Gadang Hanyar, Kelurahan Gadang

3. Keadaan Demografi/Kependudukan

Puskesmas Gadang Hanyar dilihat dari letak geografis memiliki wilayah

yang cukup luas dan jumlah penduduk yang cukup banyak. Berdasarkan data

terbaru dari masing-masing kelurahan, Puskesmas Gadang Hanyar memiliki

jumlah penduduk seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini.

8
Tabel 3.1. Jumlah Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Gadang Hanyar

Luas
No. Kelurahan Wilayah Jumlah Penduduk (Jiwa)
(km2)

1 Pekapuran laut 0,64 5603

2 Sungai baru 0,94 6640

3 Gadang 0,64 7279

JUMLAH 2,22 19522

Tabel 3.2. Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Wilayah Puskesmas


Gadang Hanyar per Kelurahan Tahun 2013

No Kelurahan Laki-laki Perempuan JumlahJiwa

1 Pekapuran Laut 2785 14,26% 2818 14,43% 5603

2 Sungai Baru 3350 17,16% 3290 16,85% 6640

3 Gadang 3702 18,96% 3577 18,32% 7279

Jumlah 9837 50,38% 9685 49,62% 19522

(Sumber: Banjarmasin Tengah dalam angka, 2013)

Dari tabel dapat diketahui bahwa Puskesmas Gadang Hanyar Kota

Banjarmasin wilayah kerjanya meliputi 3 kelurahan dan jumlah penduduk yang

terbanyak di Kelurahan Gadang serta jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari

jumlah penduduk perempuan pada tahun 2013.

9
Tabel 3.3 Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur

Kel.
Kelompok Kel. Sungai
No Pekapuran Kel. Gadang Persentase
Umur (tahun) Baru
Laut
1 00 – 04 528 669 651 11,9 %
2 05 – 09 492 499 522 7,7 %
3 10 – 14 444 454 609 7,7 %
4 15 – 19 375 484 616 7,5 %
5 20 – 24 471 744 760 10,1 %
6 25 – 29 568 704 765 10,4 %
7 30 – 34 569 587 656 9,2 %
8 35 – 39 478 530 549 7,9 %
9 40 – 44 424 450 532 7,2 %
10 45 – 49 354 362 449 5,9 %
11 50 – 54 307 385 365 5,4 %
12 55 – 59 241 303 269 4,1 %
13 60 – 64 156 199 187 2,7 %
14 65 – 69 94 123 137 1,8 %
15 70 – 74 53 75 100 1,1 %
16 > 75 49 72 112 1,2 %
Jumlah 5603 6640 7279 100 %
(Sumber: Banjarmasin Tengah dalam angka, 2013)

Berdasarkan tabel di atas, penduduk di wilayah kerja puskesmas Gadang

Hanyar didominasi oleh kelompok usia 0-4 tahun (usia bayi dan balita) sekitar

11,9% atau sebesar 1.848 jiwa dari total keseluruhan 19.522 jiwa. Karena

kelompok usia bayi dan balita yang tinggi, dapat dipertimbangkan kemungkinan

tingginya angka kelahiran, penyakit atau masalah yang berkaitan dengan bayi dan

balita, rendahnya tingkat kesadaran penduduk terhadap keluarga berencana.

10
Tabel 3.4. Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk serta kepadatan penduduk pada

Tiap Kelurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Gadang Hanyar tahun

2013

Jumlah Luas Kepadatan


No. Kelurahan Wilayah Jumlah Penduduk (Jiwa)
RT (km2) (per Km2)

Pekapuran 8755
1 20 0,64 5603
laut
2 Sungai baru 18 0,94 6640 7064

3 Gadang 16 0,64 7279 11373

JUMLAH 54 2,22 19522 8794

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan luas wilayah kerja

Puskesmas Gadang Hanyar sekitar 146,7 Km2 dan sebesar 29.987 jiwa, dari table

di atas diperoleh tingkat kepadatan tertinggi pada kelurahan Sungai Baru sebesar

422,42 jiwa/km2.

OK-Mayoritas penduduk di wilayah Puskesmas Gadang Hanyar beragama

Islam, tingkat pendidikan masyarakat sebagian besar lulusan SD dan SMP

sedangkan mata pencaharian penduduk terbanyak adalah di bidang jasa dan

pedagang.

B. Gambaran Umum Puskesmas Gadang Hanyar

1. Ketenagaan

Tenaga Puskesmas

Sumber daya manusia yang ada di Puskesmas Gadang Hanyar dari segi jenis

dan jumlah tenaga kesehatan dapat dilihat di bawah ini:

11
Tabel 2.7. Tenaga Puskesmas

No Jenis tenaga Jumlah

1 Kepala Puskesmas 1 orang

2 KasubTata Usaha 1 orang

3 Dokter umum 2 orang

4 Dokter gigi 2 orang

5 Verifikator keuangan 1 orang

6 Bidan 7 orang

7 Sarjana Kesehatan Masyarakt 1 orang

8 Pelaksana Gizi 1 orang

9 Perawat 4 orang

10 Perawat Gigi 3 orang

11 Analis Kesehatan 1 orang

12 Apoteker 1 orang

13 Asisten apoteker 2 orang

14 Nutrisionis 2 orang

15 Sanitarian 1 orang

16 Bidan kontrak 1 orang

17 Perawat Kontrak 1 orang

18 Pekarya 1 orang

12
19 Satpam pagi 1 orang

20 Satpam malam 1 orang

21 Cleaning service 2 orang

Dalam Sistem Kesehatan Nasional/SKN 2004 dinyatakan sekurang-kurangnya

Puskesmas melaksanakan enam jenis pelayanan kesehatan tingkat dasar, yaitu

promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana, perbaikan gizi,

kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan dasar. Jika

dilihat dari tugas pelayanan kesehatan yang harus dilaksanakan maka tenaga

kesehatan yang minimal dimiliki oleh setiap Puskesmas adalah dokter umum, bidan,

perawat, ahli gizi, sanitarian, dan asisten apoteker.

Dengan menggunakan salah satu metode perencanaan kebutuhan tenaga seperti

tercantum dalam SK Menkes No.81/Menkes/SK/I/2004, yaitu metode Daftar Susunan

Pegawai (DSP), khususnya Model DSP Puskesmas Pedesaan, maka diperoleh

gambaran bahwa untuk setiap puskesmas disarankan setidaknya terdapat 2 dokter

umum, 1 dokter gigi 1, 6 perawat umum, dan 3 bidan di puskesmas. Jika

dibandingkan data tenaga kerja yang tersedia di Puskesmas Gadang Hanyar, maka

ketersediaan jumlah tenaga kesehatan di puskesmas telah memadai.

Tabel 2.8. Jumlah dan Pendidikan Tenaga Kerja Puskesmas

No Tenaga Kesehatan Jumlah Pendidikan Total

1 Dokter umum 2 orang S1 2

2 Dokter gigi 2 orang S1 2

3 SKM 2 orang S1 2

13
4 Perawat 4 orang D3 Keperawatan 4

5 Bidan 7 orang D4 Akbid 1

D3 Akbid 5

D1 Akbid 1

6 Akademisi Gizi 2 orang D3 Gizi 2

7 SPAG 1 orang D1 1

8 Perawat Gigi 3 orang D3 Kep. Gigi 2

D1 Kep. Gigi 1

9 Sanitarian 1 orang D1 1

10 Tenaga laboratorium 1 orang D3 1

11 Apoteker 1 orang S1 1

12 Tenaga Teknis 1 orang SMF 1

Kefarmasian

13 Verifikator keuangan 1 orang D3 Akutansi 1

14 Pekarya 1 orang SMA 1

15 Satpam pagi 1 orang SMA 1

16 Satpam malam 1 orang SMA 1

17 Cleaning service 2 orang SMA 2

TOTAL 33 orang 33 orang

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja yang ditempatkan di

masing-masing bagian sesuai dengan kompetensinya.

14
2. Sarana Kesehatan

Puskesmas Gadang Hanyar yang merupakan tempat pelayanan kesehatan

dalam wilayah kerjanya mempunyai sarana kesehatan masyarakat sebagai berikut:

1. Puskesmas Induk

2. Puskesmas Pembantu (Pustu)

- Pustu Gadang Hanyar

3. Puskesmas Keliling

4. Posyandu

a. Posyandu Balita

- Kelurahan Pekapuran : 6 posyandu

- Kelurahan Sungai Baru: 4 posyandu

- Kelurahan Gadang : 6 posyandu

b. Posyandu Lansia

- Kelurahan Pekapuran Laut : 1 posyandu

- Kelurahan Sungai Baru : 1 posyandu

- Kelurahan Gadang : 1 posyandu

3. Sarana dan Prasarana Pendukung

Tabel 2.9. Fasilitas umum

No Fasilitas Jumlah

1 Puskesmas Pembantu 1 buah

2 Polindes 0 buah

15
3 Rumah dinas dokter 0 buah

4 Rumah dinas perawat 0 buah

5 Rumah dinas bidan 0 buah

6 Puskesmas keliling roda 4 0 buah

7 Ambulance 1 buah

8 Sepeda motor 3 buah

9 Too cabinet set 1 buah

10 Termometer standar 4 buah

11 Dacin 39 buah

12 Ukuran tinggi orang 19 buah

13 Timbangan dewasa 21 buah

14 Masker oksigen 2 buah

15 Peralatan cetak 1 buah

16 Microwave TVRO portable 1 buah

17 Sterilsator 1 buah

18 Stetoscope 15 buah

19 Tesimeter 3 buah

20 Timbangan bayi 7 buah

21 Dental chair 1 buah

22 Air set airamatik 1 buah

23 Sendok cetak 1 buah

24 Dental cabinet 1 buah

16
25 Mouth mirror + handle 1 buah

26 Cement spatula 1 buah

27 Cement stopper 1 buah

28 Excavator 1 buah

29 Alat kedokteran gigi lain- 1 buah

lain

30 Interval timer 4 buah

31 Doppler 5 buah

32 Tensimeter mercuri 6 buah

33 Mag sonde rubber 1 buah

34 Head lamp 1 buah

35 Vaccination instrument kit 1 buah

36 Mesi curring 1 buah

37 Pinset 1 buah

38 Model rahang gigi 3 buah

39 Food model 1 buah

40 Rak tabung reaksi 3 buah

41 Mortar porcelain 1 buah

42 Sound monitor 2 buah

17
Tabel 2.10. Fasilitas Bangunan

No Jenis sarana Jumlah Asal Keterangan

1 Puskesmas 1 APBD Baik

Baik

2 Petugas : dokter umum, bidan ,


1 APBD
2 Pustu perawat

Rolling dokter umum tiap hari

3 Rumah dinas 0

4 Polindes 0

5 Posyandu 19 APBD Baik

a. Balita 16 APBD Baik

b. Usila 3 APBD Baik

Tabel 2.11. Sarana Transportasi

No Jenis sarana Jumlah Asal Keterangan

1 Kendaraan roda 4 1 APBD Baik

-Ambulance Digunakan untuk :

-Keperluan rujukan

Fasilitas :

-Tandu

-Oksigen (K/P)

2 Kendaraan roda 2 3 APBD Baik

18
Digunakan oleh :

Petugas Puskesmas (Bidan,

Perawat) yang tugas luar

Bangunan Puskesmas Gadang Hanyar terdiri dari :

1. Loket 11. Ruang Verifikator Keuangan

2. Apotik dan Gudang Obat 12. Ruagng Kepala Puskesmas

3. Poliklinik Umum 13. Poliklinik Gigi

4. Ruang MTBS / MTBM 14. Unit Kesehatan Sekolah

5. KIA & KB 15. Ruang Imunisasi

6. Ruang Gizi 16. Ruang Kesehatan Lingkungan

7. Laboratorium 17. Ruang PKPR

8. Ruang tindakan 18. Aula

9. Ruang Bersalin 19. Gudang

10. Ruang Tata Usaha

4. Kunjungan Pasien

Tabel 2.12. Jumlah Kunjungan Pasien di wilayah kerja puskesmas Gadang

Hanyar Kota Banjarbaru tahun 2014

No Jenis Kunjungan Jumlah

1 Kunjungan ke Puskemas 25.518

2 Kunjungan ke Pusling 820

19
Jumlah 26.338

5. Struktur organisasi Puskesmas Gadang Hanyar Kota Banjarbaru

Struktur organisasi adalah suatu bentuk proses penggabungan pekerjaan pada

individu atau kelompok-kelompok yang harus melakukan tugasnya dengan bakat-

bakat yang di perlukan untuk pemakaian yang efisien, sistematis, positif dan

terkoordinasi dari usaha yang tersedia. Struktur organisasi di Puskesmas Gadang

Hanyar terdiri dari beberapa unsur yaitu:

23
SUSUNAN ORGANISASI PUSKESMAS RAWAT INAP CEMPAKA KOTA BANJARBARU TAHUN 2014
KEPALA PUSKESMAS

drg. Juvita Florensia S.


NIP. 19680218 199402 2 001

KASUBBAG

TATA USAHA

Sri Astuti M., S.KM


19600616 198209 2 002

UPAYA KESEHATAN UPAYA KESEHATAN

WAJIB PENGEMBANGAN

drg. Juvita Florensia S. drg. Juvita Florensia S.


NIP. 19680218 199402 2 001 NIP. 19680218 199402 2 001

PROMOSI KESEHATAN PERBAIKAN GIZI


KES. LINGK KIA - KB P3M PENGOBATAN
MASY.

NOR ADDIN SYAMHUDI SARI M. RETNA H. M. YUSUF dr. T. DYAH. A

PUSTU CEMPAKA PUSTU BATU AMPAR PUSTU BANGKAL PUSTU PALAM

BADARUDDIN Z. H. ALI RAHMAN DZIKREY H. SUPIAN NOOR

Gambar 2.8 Struktur Organisasi Puskesmas Gadang Hanyar Tahun 2014

24
6. Visi, Misi dan Motto Puskesmas Gadang Hanyar Kota Banjarbaru

Suatu organisasi harus mempunyai visi dan misi serta motto untuk

menjalankan organisasi tersebut agar mencapai tujuannya. Puskesmas Gadang

Hanyar yang merupakan salah satu organisasi pelayanan publik untuk mencapai

tujuannya mempunyai VISI yaitu “ Mewujudkan Kelurahan Sehat ”.

Adapun MISI dari Puskesmas Gadang Hanyar yaitu

1. Menggerakkan Pembangunan Kelurahan yang berwawasan kesehatan di

wilayah kerja puskesmas,

2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan

sehat,

3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan individu, masyarakat

dan keluarga serta lingkungannya.

Puskesmas Gadang Hanyar dalam melaksanakan kegiatannya mempunyai

MOTTO yaitu: “ Kita adalah TIM “ , artinya bahwa dalam setiap kegiatan

semua staf wajib bekerjasama untuk mencapai hasil dari tujuan tersebut, bila ada

satu kesalahan maka yang disebut Puskesmas Gadang Hanyar bukan individunya.

25
7. Program Pokok Puskesmas

Upaya Kesehatan Wajib

A Upaya Kesehatan Wajib


1 Promosi Kesehatan
A.Penyuluhan PHBS pada
1. Tatanan Rumah Tangga 899
2. Tatanan Sekolah 10
3. Tatanan Institusi Kesehatan 21
4. Tatanan TTU 56
5. Tatanan tempat kerja 33
6. Pemetaan Kajian PHBS 301
7. Pembinaan PHBS (RT,Sekolah,Intitusi, TTU, TTK) 1332

B. Mendorong terbentuknya Upaya Kesehatan


Bersumber Masyarakat
1. Posyandu Purnama 3
2. Jumlah Posyandu seluruhnya 16
3. Jumlah Toga di Dasawisma 6
4. Pembinaan posyandu 192
5. Jumlah posyandu lansia 3

C. Penyuluhan
1. Penyuluhan dlm gedung 96
2. Penyuluhan Luar gedung 48
3. Penyuluhan Kelompok 12
4. Penyuluhan Keliling 12
6. Penyuluhan perpetugas Kesehatan 224
7. Jenis Materi Penyuluhan
a. Penyakit Menular
b. Penyakit tidak Menular
c. Kesehatan Lingkungan
d. Gizi
e. Pelayanan Kesehatan
f. PHBS
g. KIA – KB
h. Imunisasi Pentavalent
8. Penyuluhan Napza 42

D. Upaya Kesehatan Institusi

26
1. Kunjungan tenaga Puskesmas ke Sekolah 174
2. Pembinaan Kader Kesehatan di Sekolah
a. Jumlah dokter kecil 160
b. Jumlah dokter remaja 120
c. Jumlah Guru UKS 15
3. Kunj tenaga Puskesmas ke Pontren 4
4. Kunj tenaga Pusk ke Panti Asuhan 4
5. Kunj tenaga Pusk ke SBH 4
6. Kunj tenaga Pusk ke PMR 4
7. Sekolah Dasar yang mempromosikan kesehatan 8

E. Desa Kelurahan Siaga Aktif 3

2 KESEHATAN LINGKUNGAN

A. Penyehatan Air
1. Inspeksi Sanitasi Sarana Air Bersih 2812
2. Pembinaan kelompok masy / kelompok 0
pemakai air
3. Pengawasan Kualitas Air Bersih ( PDAM ) 2812

B . Hygiene dan Sanitasi Makmin


1. Pembinaan tempat pengelolaan makanan 101
2. Pengawasan Kualitas Air Minum 33
3. Pemeriksaan Sampel Makanan 19

C. Penyehatan tempat pembuangan


Sampah dan Limbah
1. Inspeksi (TPS) 1
2. Inspeksi ( TPA ) 0

D. Penyehatan Lingk Pemukiman dan Jaga


1. Pemeriksaan penyehatan lingk pada 3150
Perumahan

E. Pengawasan Sanitasi TTU


1. Inspeksi sanitasi TTU 180
2. Sanitasi TTU memenuhi syarat 75

F. Pengamanan Tempat Pengolahan


Pestisida

27
1. Inspeksi sanitasi sarana pengelolaan 0
Pestisida
2. Pembinaan tempat pengelolaan 0
Pestisida

G. Klinik Sanitasi
1. Kunjungan ke Klinik Sanitasi 8

3 KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KB


A. Kesehatan Ibu
1. Pelyn Kes bagi Bumil sesuai standart, 365
untuk kunjungan lengkap
2. Drop out K4 - K1 34
3. Pelayanan persalinan oleh Nakes tmsk 331
pendampingan persalinan dukun oleh
Nakes
4. Pelayanan Nifas lengkap (ibu dan 315
Neonatus ) sesuai standar ( KN3 )
5. Pelayanan dan atau rujukan bumil risti/ 307
Komplikasi

B. Kesehatan Bayi
1. Penanganan dan atau rujukan 39
neonatus resiko tinggi
2. Cakupan BBLR ditangani 350
3. Cakupan Kunjungan Neonatus ( KN ) 323
4. Cakupan Kunjungan Bayi 311

C. Upaya Kes Balita dan Anak Pra Sekolah


1. Pelayanan deteksi dan stimulasi dini 1391
tumbuh kembang Balita (kontak pertama)
2. Pelayanan deteksi dan stimulasi dini 490
tumbuh kembang Anak Pra Sekolah

D. Upaya Kes Anak Usia Sekolah & Remaja


1. Pelayanan Kes Anak SD oleh Nakes 222
atau tenaga terlatih/guru UKS/dokter kecil
2. Cakupan Pelayanan kesehatan Remaja 3117
3. Penjaringan Anak Sekolah
a. Jml Murid Kls 1 SD UKS yang diperiksa 263
b. Jml Murid Kls 1 SMP/SMA UKS diperiksa 596

28
E. Pelayanan Keluarga Berencana
1. Akseptor KB Aktif di Puskesmas (CU) 2784
2. Akseptor Aktif MKET di Puskesmas 14
3. Akseptor MKET dengan komplikasi 0
4. Akseptor MKET mengalami kegagalan 0

4 UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


A. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
1. Pemberian kapsul Vit. A(dosis 200.000 SI) 1510
pada Balita 2 kali / tahun
2. Pemberian Tab Besi (90 tablet) pd Bumil 365
3. D/S Partisipasi Masyarakat 1657
4. N/D Hasil penimbangan 1559
5. MP ASI Bayi BGM dari Gakin 350
6..Balita Gizi buruk mendapat perawatan 1599
7. Balita bawah garis merah 239
8. Cakupan Rumah Tangga yang mengkonsumsi 78
garam yodium

B. Bayi mendapat ASI Eksklusif 138

5 UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERAN -


TASAN PENYAKIT MENULAR
A. TB Paru
1. C D R 25
2. Kesembuhan 35
3. Konversi intensive 2 bulan 27

B. Malaria *)
1. Pemeriksaan Sediaan Darah (SD) pada 40
penderita malaria klinis *)
2. Penderita + (positif) malaria diobati sesuai 1
Standar

C. Kusta
1. Penemuan tersangka penderita kusta 0
2. Pengobatan penderita kusta 1
3. Pemeriksaan kontak penderita 10
4. Pencegahan dan Pembrtasan Penyk Kusta 1

29
D. Pelayanan Imunisasi *)
1. Imunisasi DPT 1 pada bayi 350
( DPT1 - HB Combo )
2. DO = Campak - DPT Combo 1 17
3. Imunisasi HB - 0 - 7 hari 350
4. Imunisasi Campak pada bayi 350
5. LIL ( Lima imunisasi dasar lengkap ) 350
6. Imunisasi DT pada anak kelas 1 SD 261
7. Imunisasi TT pada anak SD kelas 2 dan 3 513

E. Diare
1. Penemuan kasus diare di pusk dan kader 824
2. Kasus diare ditangani oleh Pusk & kader 0
dengan oral dehidrasi

F. ISPA
1. Penemuan kasus pnemonia dan 173
pneomonia berat oleh Pusk dan Kader
2. Jumlah kasus pnemonia dan 139
pnemonia berat tangani

G. Demam berdarah Dengue (DBD) *)


1. Angka bebas Jentik (ABJ)
2. Cakupan penyelidikan Epidemologi (PE) 3
3. Kasus DBD yang ditangani 3

H. Pencegahan dan Penanggulangan PMS


dan HIV /AIDS
1. Infeksi Menular Sexsual (IMS) yg diobati 0
2. Klien yg mendapat penanganan HIV/AIDS 0
3. Penemuan Penderita HIV/AIDS 0

I. Pencegahan dan Penanggulangan Rabies *)


1. Cuci luka terhadap kasus gigitan HPR 0

J. Pencegahan dan Penanggulangan


Filiariasis danSchistozomiasis *)
1. Kasus Filariasis yang ditangani 0

K. Surveilans
1. Laporan STP 12

30
2. Laporan PWS KLB ( W2 ) 53
3. AFP 0
4. KLB 0

6 UPAYA PENGOBATAN
A. Pengobatan
1. Kunjungan rawat jalan umum 15586
2. Kunjungan rawat jalan gigi 779
3. Cakupan Rawat Jalan ( Kunj. Baru) 2922

B. Pemeriksaan Laboratorium *)
1. Pemeriksaan Hemoglobin pada Bumil 258
2. Pemeriksaan darah trombosit tersangka DBD 87
3. Pemeriksaan urine protein pada ibu hamil 181
4. Pemeriksaan darah malaria 4
5. Pemeriksaan Tes Kehamilan 77
6. Pemeriksaan sputum TB 389

Upaya Kesehatan Pengembangan

II UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN


1 Upaya Kesehatan Usia Lanjut
1. Pembinaan kelomp Usila sesuai standar 5
2. Pemantauan kes pada anggota Kelomp 557
Usia Lanjut yang dibina sesuai standar

2 Upaya Kes Mata/Pencegahan Kebutaan


1. Penemuan kasus penyakit mata di pusk 97
2. Penemuan kasus buta katarak pada 0.01
Usia > 45 tahun

3 Kesehatan Jiwa
1. Penanganan kasus jiwa 99
(gangguan perilaku, jiwa, psiksomatik,
masalah Napza, dll ) yang datang berobat
ke Puskesmas
2. Penanganan kasus kesehatan jiwa 15
melalui rujukan ke Rumah Sakit / spesialis

4 Pencegahan dan Penanggulangan

31
Penyakit Gigi
1. UKGS Selektif Tahap III 4
2. Pembinaan dan Bimbingan Sikat Gigi massal pada
SD/MI 64
3. Pemeriksaan dan penyuluhan gigi pada anak 319
1- 6 tahun di kelurahan (Posyandu)/(UKGMD)
4. Pemeriksaan dan Penyuluhan Gigi pada Bumil 76

5 Perawatan Kesehatan Masyarakat


1. Kegt asuhan keperawatan pada keluarga 518

6 Bina Kesehatan Tradisional


1. Jumlah Batra yang dibina 10
2. Jumlah TOGA perkelurahan 3

7 Bina Kesehatan Kerja


1. Pos UKK berfungsi baik 1
2. Pelayanan UKK 334

8 Bina Kesehatan Olah Raga


( pembinaan kelompok potensial/kel ) 13
II UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
1 Upaya Kesehatan Usia Lanjut
1. Pembinaan kelomp Usila sesuai standar 5
2. Pemantauan kes pada anggota Kelomp 557
Usia Lanjut yang dibina sesuai standar

2 Upaya Kes Mata/Pencegahan Kebutaan


1. Penemuan kasus penyakit mata di pusk 97
2. Penemuan kasus buta katarak pada 0.01
Usia > 45 tahun

3 Kesehatan Jiwa
1. Penanganan kasus jiwa 99
(gangguan perilaku, jiwa, psiksomatik,
masalah Napza, dll ) yang datang berobat
ke Puskesmas
2. Penanganan kasus kesehatan jiwa 15
melalui rujukan ke Rumah Sakit / spesialis

4 Pencegahan dan Penanggulangan

32
Penyakit Gigi
1. UKGS Selektif Tahap III 4
2. Pembinaan dan Bimbingan Sikat Gigi massal pada
SD/MI 64
3. Pemeriksaan dan penyuluhan gigi pada anak 319
1- 6 tahun di kelurahan (Posyandu)/(UKGMD)
4. Pemeriksaan dan Penyuluhan Gigi pada Bumil 76

5 Perawatan Kesehatan Masyarakat


1. Kegt asuhan keperawatan pada keluarga 518

6 Bina Kesehatan Tradisional


1. Jumlah Batra yang dibina 10
2. Jumlah TOGA perkelurahan 3

7 Bina Kesehatan Kerja


1. Pos UKK berfungsi baik 1
2. Pelayanan UKK 334

8 Bina Kesehatan Olah Raga


( pembinaan kelompok potensial/kel ) 13

Program pokok Puskesmas Gadang Hanyar yang dilaksanakan meliputi:

Upaya Kesehatan Wajib

a. Upaya Promosi Kesehatan

Kegiatan ini dilaksanakan untuk melakukan sosialisasi kesehatan di

wilayah lingkungan kerja Puskesmas untuk meningkakan taraf kesehatan

warga sekitar.

b. Upaya Kesehatan Lingkungan

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengadakan pengawasan, pemeriksaan

dan pengolahan meliputi: TTU (tempat-tempat umum), TPM (tempat

pengolahan makanan), dan rumah sakit.

33
c. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperluas jangkauan pelayanan dan

juga untuk meningkatakan cakupan program KIA melalui kegiatan

pencarian aktif ibu hamil yang baru dan pengawasan ibu hamil yang di

data dengan memberikan pelayanan : pemeriksaan tekanan darah,

penimbangan, pemeriksaan tinggi fudus uteri, pemberian Fe dan imunisasi

TT (calon pengantin dan untuk ibu hamil). Kegiatan KB ini dilaksanakan

untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan keluarga secara

menyeluruh berupa penjarangan dan pengatur kehamilan.

d. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Kegiatan P2M ini terdiri dari :

 Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular langsung; Kusta,

Diare, TB paru, dan ISPA.

 Pencegahan dan pemberantasan penyakit yang ditularkan oleh

binatang seperti : Demam Berdarah, Malaria, Rabies.

 Imunisasi yaitu program yang bertujuan untuk menurunkan angka

kesakitan dan kematian serta kecatatan sebagai akibat penyakit yang

dicegah dengan imunisasi (PD3) seperti : Polio, Dipteri, Pertusis,

Tetanus Toksoid, Campak dan hepatitis.

e. Upaya Pengobatan

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelayanan pengobatan yang

diberikan kepada seseorang untuk mengobati penyakit atau gejala-

gejalanya

34
• Upaya Kesehatan Pengembangan

1. Upaya Kesehatan Sekolah

2. Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat

3. Upaya Kesehatan Kerja

4. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

5. Upaya Kesehatan Usia Lanjut

35
BAB III

DATA KHUSUS

A. Data Obat dan Penyakit

Tabel 3.1. Data 10 Obat Terbanyak yang dikeluarkan Puskesmas Gadang Hanyar

No. NAMA OBAT JUMLAH PEMAKAIAN

1. Parasetamol tab 500mg 79.321

2. Antasida doen tablet 30.953

3. Amoksisilin 500mg 23.564

4. Vitamin B kompleks 21.632

5. Vitamin B1 50mg 21.123

6. GG 100mg 19.573

7. CTM 4mg 19.245

8. Ranitidin tablet 16.065

9. Vitamin C 50mg 15.595

10. Supralivron tablet 15.330

Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Gadang Hanyar Tahun 2014

36
Tabel 3.2. Data 10 Penyakit Terbanyak di Puskesmas Gadang Hanyar 2014

No Nama Penyakit Jumlah

1 Hipertensi Esensial primer 3.612

2 ISPA (pneumonia) 3.609

3 Gastritis dan Duodenitis 2.550

4 Penyakit vulva jaringan periapical 1.574

5 Artritis lainnya 1.381

6 Batuk 1.214

7 Cephalgia 1.138

8 Diabetes Melitus 805

9 Dermatitis lainnya 741

10 Diare dan Gastroenteritis 723

(Sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Gadang Hanyar Tahun 2014)

Dari data di atas, penyakit tertinggi yang dialami adalah hipertensi. Hal ini

berkaitan karena tingginya jumlah lansia (lanjut usia) yang berisiko tinggi

terhadap kenaikan tekanan darah & penyakit pembuluh darah lainnya. Angka

kejadian ISPA pun tinggi, hal ini berkaitan dengan kepadatan jumlah penduduk

yang tinggi dan jarak antar rumah penduduk yang terlalu rapat.

37
BAB IV

ANALISA SWOT PUSKESMAS

BERDASARKAN DATA DEMOGRAFIS DAN TEMUAN DI LAPANGAN

Analisis SWOT adalah instrument perencanaaan strategis yang klasik.

Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan dan kesempatan

eksternal dan ancaman, instrument ini memberikan cara sederhana untuk

memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Konsep ini yang

digunakan dalam makalah ini untuk menganalisis dan kemudian merumuskan

intervensi terhadap program puskesmas yang telah dilaksanakan.

Dari data hasil pencapaian program puskesmas di atas, dapat disimpulkan

bahwa terdapat beberapa program yang belum mencapai nilai target.

Kekuatan :

 Puskesmas memiliki program kerja yang berjalan dengan baik

 Masih ada ruangan di Puskesmas yang dapat dimanfaatkan untuk

mendukung kegiatan dalam ruangan

 Sarana dan prasarana di Puskesmas Gadang Hanyar Cukup Lengkap yang

memadai dalam kondisi baik untuk mendukung program Puskesmas.

 Persediaan obat-obatan di Puskesmas Gadang Hanyar cukup lengkap

untuk obat umum dan obat BPJS. Penyusunan obat juga sistematik yang

memudahkan pengaturan logistik.

38
 Memiliki banyak ruangan yang produktif sehingga memiliki kesempatan

untuk memberikan pelayanan sesuai bidang keahlian masing-masing

 Jenis tenaga kesehatan sudah cukup lengkap, sehingga tim tenaga kerja

puskesmas dapat memegang program sesuai bidang keahliannya masing-

masing agar program dapat berjalan dengan baik

 Adanya posyandu, puskesmas keliling, dan puskesmas pembantu dapat

memperluas cakupan wilayah kerja puskesmas.

 Upaya wajib di puskesmas sudah lengkap dan berjalan dengan baik.

 Dari seluruh upaya pokok yang ditetapkan sebagian besar sudah

dilaksanakan.

Kelemahan :

 Tidak ada dokter untuk memberikan pelayanan di Puskesmas Pembantu

setiap hari

 Puskesmas terletak pada daerah yang tidak mudah diakses warga, karena

tidak terletak di pinggir jalan besar.

 Adanya dukun kampung dapat dinilai sebagai kelemahan karena

masyarakat yang tingkat pengetahuannya rendah dapat memilih dukun

kampung sebagai tempat memeriksakan kehamilan dan meminta bantuan

persalinan. Tenaga dukun kampung tersebut memiliki risiko meningkatkan

kesakitan dan kematian ibu hamil dan melahirkan.

39
 Jumlah dokter di Puskesmas Gadang Hanyar per jumlah penduduk masih

kurang, seharusnya 1:2.500.

 Penggunaan obat terbanyak (Paracetamol 500mg) tidak sesuai dengan

jumlah penyakit terbanyak di Puskesmas (Hipertensi).

 Lokasi Puskesmas Pembantu yang tidak kondusif dan dekat dengan tempat

pembuangan sampah.

 Area parkir di puskemas tidak memadai, sehingga ambulans tidak bisa

parkir di halaman puskesmas.

 Keterlambatan kedatangan pegawai puskesmas yang terkadang tidak tepat

waktu jam 08.00 pagi.

 Tidak tersedianya kantin sehat bagi pegawai dan pengunjung puskesmas.

Hanya ada pedagang kaki lima yang berjualan ke dalam puskesmas.

Kesempatan:

 Akses transportasi di wilayah kerja puskesmas tersedia dan cukup mudah

dijangkau

 Terdapat beberapa fasilitas kesehatan yang dapat membantu dalam

peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kelurahan Sungai Baru,

Gadang dan Pekapuran Laut.

 Memiliki banyak fasilitas umum yang dapat digunakan untuk menunjang

pelaksanaan program puskesmas

 Masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan pelayanan

kesehatan yang lebih bervariasi dan merata

40
 Jumlah kunjungan ke Puskesmas oleh masyarakat cukup banyak, hal ini

dapat dimanfaatkan untuk meyisipkan program Puskesmas

 Perbandingan penduduk laki-laki dan perempuan tidak jauh berbeda,

sehingga program Puskesmas dapat dikembangkan di berbagai bidang,

tidak terfokus pada program tertentu saja seperti KIA.

 Kelompok Usia di wilayah kerja lebih banyak usia produktif, sehingga

berpotensi dapat menjadi kader dan membantu program Puskesmas.

 Jumlah penduduk yang dibawahi oleh Puskesmas Gadang Hanyar tersebar

rata sehingga mempermudah pelaksanaan program Puskesmas.

 Puskesmas memiliki kegiatan rekreasi rutin setiap tahunnya sehingga

memperkuat hubungan kerjasama antar pegawai.

Ancaman:

 Jika program penyuluhan /promosi kesehatan tidak dijalankan dengan

baik, maka tingkat pendidikan masyarakat yang rendah dapat menjadi

kendala dalam pelaksanaan program akibat kurangnya pengetahuan

masyarakat

 Beberapa fasilitas umum yang ada dapat menjadi sumber penularan

penyakit jika tidak diawasi dan dikelola dengan baik (pasar, tempat

pengolahan makanan)

 Curah hujan yang tinggi merupakan ancaman terjadinya wabah seperti

diare, malaria dan demam berdarah.

41
 Jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Gadang Hanyar termasuk

padat, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit menular.

 Wilayah kerja Puskesmas yang berbatasan dengan wilayah kerja

puskesmas lain dapat menjadi ancaman banyaknya pasien yang datang ke

Puskesmas, sehingga perencanaan dan target puskesmas tidak sesuai.

 Dari data pekerjaan yang dominan adalah bidang jasa (pedagang dan

tukang ojek) yang menunjukkan tingkat pendapatan yang rendah sehingga

dapat mempersulit program puskesmas, dan masyarakat juga kesulitan

dalam memenuhi kebutuhan gizi.

 Tingkat pendidikan yang rendah pada masyarakat, dapat mempersulit

pelaksanaan program Puskesmas, seperti promosi kesehatan.

 Jumlah penduduk yang dibawahi oleh Puskesmas Gadang Hanyar tersebar

rata dan padat sehingga jika ada penyakit menular akan mudah tersebar.

Solusi

 Perekrutan tenaga magang/PTT di Puskesmas Gadang Hanyar dan kader di

posyandu. Direncanakan dokter yang tersedia 1 untuk melayani 2.500 jiwa

dan 4 kader untuk 1 posyandu.

 Peresepan obat-obatan untuk puskesmas Gadang Hanyar harus sesuai

indikasi.

 Pelatihan Skill dapat dilakukan secara berkala bagi dukun kampung di

sekitar Puskesmas agar sesuai dengan standar pelayanan kesehatan

terhadap ibu hamil.

42
 Dari berbagai ancaman prioritas utama pelayanan wajib puskesmas

hendaknya pada promosi kesehatan.

 Meningkatkan inovasi dalam penyuluhan, seperti pemanfatan posyandu

pustu, dan kaderisasi masyarakat usia produktif agar dapat memudahkan

penyampaian kepada semua lapisan masyarakat terutama pada penduduk

dengan pendidikan rendah.

 Perlunya diadakan kerjasama antara Puskesmas pembantu dengan dinas

terkait dalam pemindahan TPS ke lokasi lain.

 Memperluas area parkir puskesmas dengan cara membeli lahan di sekitar

puskesmas.

 Memasang plang nama puskesmas di pinggir jalan besar sehingga warga

diluar wilayah tersebut mengetahui lokasi puskesmas

 Membuat penyuluhan yang menarik dan sesuai dengan tingkat pendidikan

warga.

 Pengabsenan dengan cara sidik jari otomatis disertai pemberian sangsi

terhadap pegawai yang terlambat.

 Penyediaan tempat khusus bagi kantin sehat dan pembimbingan pedagang

kaki lima untuk berjualan di kantin sehat dan membuat makanan yang

sehat dan higienis.

 Bekerja sama dengan dinas tata ruang kota dan pemerintah Kota

Banjarmasin untuk mengelola fasilitas umum tersebut dengan baik

 Program-program dalam upaya penyuluhan pencegahan penyakit menular

harus lebih dioptimalkan.

43
 Menetapkan peraturan di loket puskesmas dan merujuk warga yang datang

sesuai dengan wilayah yang tertera di KTP, kecuali pada keadaan gawat

darurat.

 Memberikan penyuluhan tentang pentingnya makanan bergizi, sehat dan

terjangkau serta menyelenggarakan program pemenuhan gizi berkala

secara rutin.

 Melaksanakan program penyuluhan sesuai dengan program

44
BAB V

P ENUTUP

A A. Kesimpulan

Puskesmas Gadang Hanyar memiliki cakupan wilayah kerja yang cukup

luas yaitu 2,22 km2 dengan kepadatan 8.794 jiwa/km2. Lokasi puskesmas strategis

dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Posisi wilayah tersebut meliputi

perkampungan masyarakat yang padat penduduk dan sungai.

Penduduk wilayah kerja puskesmas Gadang Hanyar mayoritas

berpendidikan rendah dengan distribusi terbanyak pada bayi dan balita. Hal ini

menjadi kelemahan bagi Puskesmas Gadang Hanyar.

Puskesmas Gadang Hanyar memiliki fasilitas bangunan yang cukup

memadai untuk melaksanakan program-programnya. Sumberdaya tenaga

kesehatan dan kader kesehatan masih belum memadai dibandingkan dengan

jumlah penduduk di wilayah kerja. Program kerja di puskesmas Gadang Hanyar

sudah banyak yang terlaksana tetapi beberapa masih belum memenuhi target.

B. Saran

1. Optimalisasi tenaga puskesmas yang sudah ada melalui peningkatan kualitas

dan kuantitas program yang akan dilaksanakan.

2. Meningkatkan kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah setempat untuk

mendukung program puskesmas dengan berbagai usaha terutama kesehatan

lingkungan untuk mencegah angka kesakitan.

45
3. Membuat perencanaan kegiatan secara berkala dan dipadukan dengan

program terkait lainnya dalam pelaksanaannya.

4. Perencanaan dilakukan lebih matang mengenai program dan dengan jumlah

tenaga yang tersedia sehingga hambatan berupa kurangnya tenaga kesehatan

dapat di minimalisasi serta dilakukan koordinasi antara berbagai sektor yang

terkait dalam kegiatan puskesmas agar pelaksanaan kegiatan program dapat

tercapai dan berjalan dengan baik.

5. Perlunya bimbingan teknis dan arahan dari Dinas Kesehatan Kota

Banjarmasin sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan efisien yang

pada akhirnya akan dapat mempengaruhi hasil yang dicapai.

46