Anda di halaman 1dari 9

A.

Konsep Dasar Penyakit


1 Definisi
Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh
yang bertujuan menghasilkan energi dan digunakan dalam aktivitas tubuh (Alimul,
2006).
Nutrisi adalah substansi organik dan non organik yang ditemukan dalam
makanan dan dibutuhkan oleh tubuh agar dapat berfungsi dengan baik ( Kozier dalam
Mubarak, 2008)
Ketidakseimbangan nutrisi minus dari kebutuhan tubuh ialah suatu keadaan
individu memiliki penurunan kemampuan mengonsumsi cairan atau makanan padat
dari mulut ke lambung.(Kim, McFarland & McLane, Potter & Perry, 2005).
Suatu kondisi ketika individu yg tidak puasa mengalami atau berisiko
mengalami penurunan berat badan yg berhubungan dengan asupan yg tidak adekuat
atau metabolisme nutrient yg tidak adekuat untuk kebutuhan metabolik.(Carpenito,
Lynda Juall, 2007).
Jadi, nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk
menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan
bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan zat
sisa.
Nutrisi berfungsi untuk membentuk dan memelihara jaringan tubuh, mengatur
proses-proses dalam tubuh, sebagai sumber tenaga, serta untuk melindungi tubuh dari
serangan penyakit. Masalah nutrisi erat kaitannya dengan intake makanan dan
metabolisme tubuh serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

2 Epidemiologi ( American Heart Assocation , 2006 )


Pada beberapa penyakit , misalnya diabetes militus tipe 1 atau hipertensi
ringan , terapi diet menjadi terapi utama untuk engatasi penyakit (American Diabetes
Association , 2006 ; American Heart Association , 2006 ) . Keadaan lain , misalnya
penyakit inflamasi usus , membutuhkan dukungan nutrisi yang kusus seperti nutrisi
enteral (enteral nutrition / EN) atau nutrisi parenteral ( parenteral nutrition / PN ).

1
Saat ini telah tersedia standar yang mengatur standar perawatan dalam
mempromosikan nutrisi yang optmal pada semua tatanan perawatan kesehatan klien.

3 Klasifikasi (potter & perry, 2005).


a Air
Air meliputi 60%-70% berat badan individu dewasa dan 80% berat badan
bayi (potter & perry, 1992). Individu dewasa dapat kehilangan cairan kurang lebih
2-3 liter per hari melalui keringat, urin, dan pernapasan.
Air memiliki peranan yang besar bagi tubuh. Selain sebagai komponen
penyusun sel yang utama, air juga berperan dalam menyalurkan zat-zat makanan
menuju sel. Fungsi air bagi tubuh sendiri adalah untuk membantu proses/ reaksi
kimia dalam tubuh serta berperan dalam mengontrol temperatur tubuh. Tidak ada
satupun organ tubuh yang mampu berfungsi tanpa air.
b Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energy utama. Setiap 1g karbohidrat
menghasilkan 4 kkal. Karbohidrat yang disimpan dalam hati dan otot berbentuk
glikogen dengan jumlah yang sangat sedikit. Glikogen adalah sintesis dari
glukosa, pecahan energi selama masa istirahat atau puasa. Kelebihan energi
karbohidrat berbentuk asam lemak. Metabolisme karbohidrat mengandung 3
proses, yaitu :
1) Katabolisme glikogen menjadi glukosa, karbon dioksida dan air disebut
glikogenolisis.
2) Anabolisme glukosa terbentuk glikogen disebut glikogenesis.
3) Perubahan dari asam amino dan gliserol menjadi glukosa disebut
glukoneogenesis.
c Protein
Protein berfungsi untuk pertumbuhan, mempertahankan dan mengganti
jaringan tubuh. Setiap 1g protein menghasilkan 4 kkal. Bentuk sederhana dari
protein adalah asam amino. Asam amino disimpan dalam jaringan berbentuk
hormone dan enzim. Asam amino esensial tidak dapat disintesis dalam tubuh,
tetapi harus didapat dari makanan.
d Lemak
Lemak merupakan sumber energi paling besar. 1g lemak akan menghasilkan 9
kkal. Lipid adalah lemak yang dapat membeku pada suhu ruangan tertentu,
2
dimana lipid tersebut terdiri atas trigliserida dan asam lemak. Proses terbentuknya
asam lemak disebut lipogenesis. Kegiatan yang membutuhkan energi, antara lain :
1) Pernapasan, sirkulasi darah, suhu tubuh, dll.
2) Kegiatan mekanik oleh otot.
3) Aktivitas otak dan saraf.
4) Energi kimia untuk membangun jaringan, enzim, dan hormon.
5) Sekresi cairan pencernaan.
6) Absorbsi zat-zat gizi disaluran pencernaan.
7) Pengeluaran hasil metabolisme.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi :
1) Basal Metabolisme meningkat
2) Aktivitas tubuh
3) Faktor usia
4) Suhu lingkungan
5) Penyakit
e Vitamin
Vitamin adalah senyawa organic yang tidak dapat dibuat oleh tubuh dan
diperlukan dalam jumlah besar sebagai katalisator dalam proses metabolisme.
Vitamin secara umum diklasifikasikan ke dalam :
1) Vitamin yang dapat larut dalam lemak, yaitu : vitamin A, vitamin D, vitamin
E, vitamin K.
2) Vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B dan vitamin C.
f Mineral
Mineral dikategorikan menjadi 2 :
1) Macromineral, yaitu : seseorang memerlukan setiap harinya sejumlah lebih
dari 100 mg.
Contohnya : kalsium, phosphor, sodium, potasium, magnesium, klorida, dan
sulfur.
2) Micromineral, yaitu : seseorang memerlukan setiap harinyasejumlah kurang
lebih 100 mg.
Contohnya : besi, seng, mangan, iodium, selinium, cobalt, kromium, tembaga,
dan klorida.

4 Karakteristik
3
Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi dibagi menjadi beberapa kategori yaitu (
Potter, 2005) :
a ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh
Sedangkan karakteristik status nutrisi ditentukan dengan ( Wartonah, 2006) :
a Body Mass Index
Merupakan ukuran dari gambaran berat badan seseorang dengan tinggi badan,
BMI dihubungkan dengan total lemak dalam tubuh dan sebagai panduan untuk
mengkaji kelebihan berat badan (over weight) dan obesitas.
b Ideal Body Weight
Merupakan perhitungan berat badan optimal dalam fungsi tubuh yang sehat.
Berat badan ideal adalah jumlah tinggi dalam sentimeter dikurangi 10% dari
jumlah itu.

5 Etiologi
a Kekurangan nutrisi ( Wartonah, 2006 dan Alimul, 2006) :
1) Efek dari pengobatan
2) Mual atau muntah
3) Gangguan intake makanan
4) Radias atau kemoterapi
5) Penyakit kronis
6) Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kalori akibat
penyakit infeksi atau kanker
7) Disfagia karena adanya kelainan persarafan
8) Penurunan absorbsi nutrisi akibat penyakit / intoleransi laktosa
9) Nafsu makan menurun
b Kelebihan nutrisi (Wartonah, 2006 dan Potter, 2005) :
1) Kelebihan intake
2) Gaya hidup
3) Psikologi untuk konsumsi tinggi kalori
4) Penurunan laju metabolic
5) Latihan atau aktivitas yang tidak adekuat

6 Faktor Predidposisi
4
a Tindakan
Berhubungan dengan peningkatan kebutuhan protein dan vitamin untuk
penyembuhan luka dan penurunan masukan sekunder akibat pembedahan medikasi
.
b Situsional
Berhubungan dengan peningkatan kebutuhan protein dan vitamin untuk
makanan sekunder akibat anoreksia , depresi , sters , mual , muntah.
c Maturisional
Berhubungan dengan ketidak kuatan masukan sekunder :
1) Bayi baru lahir
2) Bayi prematur
3) Lanjut usia
d Keseimbangan Metabolisme dan energi tubuh
Metablisme berarti perubahan yang menyangkut segala transportasi kimiawi
serta energi yang terjadi dalam tubuh.Jumlah energi yang dibebaskan oleh
katabolisme zat makanan dalam tubuh sama dengan energi yang dibebaskan bila
zat makanan dibakar di luar tubuh. Energi output = kerja luar + Simpanan energi +
Panas
Faktor yang mempengaruhi laju metabolisme adalah :
1) Kerja otot
2) Konsumsi Oksigen
3) Pemberian makanan
4) Lingkungan
e Dampak gangguan pemasukan nutrisi
Dampak gangguan pemasukan nutrisi tergantung pada macam dan tipe nutrisi
yang meliputi lamanya pemasukan yang inadekuat atau konsumsi yang berlebihan
dan juga umur seseorang.Faktor-faktor yang mempengaruhi pola diet :
1) Kebudayaan
2) Agama
3) Kesukaan seseorang terhadap makanan
4) Sikap dan emosi
5) Letak geografi
6) Faktor ekonomi
7 Patofisiologis ( Smeltzer, 2002).
5
Abnormalitas saluran gastrointestinal bermacam-macam dan menunjukkan
banyak patologi yang dapat mempengaruhi system organ lain seperti perdarahan,
perforasi, obstruksi, inflamasi dan kanker. Lesi congenital, inflamasi, infeksi,
traumatic dan neoplastik telah ditemukan pada setiap bagian dan pada setiap sisi
sepanjang saluran gastrointestinal.
Bagian dari penyakit organic di mana saluran gastrointestinal dicurigai,
terdapat banyak factor ekstrinsik yang menimbulkan gejala. Stress dan ansietas sering
menjadi keluhan utama berupa indigesti, anoreksia/ gangguan motorik usus, kadang-
kadang menimbulkan konstipasi atau diare.
Selain itu status kesehatan mental, factor fisik: seperti kelelahan dan
ketidakseimbangan atau perubahan masukan diet yang tiba-tiba dapat mempengaruhi
saluran gastrointestinal sehingga menyebabkan perubahan nutrisi.

Pathway
Lingkungan, genetik, pola makan,
Malabsorbsi, proses infeksi,
gaya hidup, perkembangan dan
penyakit, kuman
aktivitas fisik

Kelebihan intake
Mual muntah
makanan hidup berlebih

Kurang intake makanan Kelebihan intake


dalam tubuh
makanan ke dalam tubuh

Tidak mampu memasukan,


Nafsu makan meningkat
mencerna, mengabsosrbsi
makanan
Penurunan aktivitas

Penurunan BB
Peningkatan berat badan

Kelebihan intake makanan


Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh 6
Ketidakseimbangan nutrisi lebih
dari kebutuhan tubuh

8 Gejala Klinis ( Burner& Suddarth.2002)


Tanda dan gejala klinis yang mungkin didapatkan pada klien gangguan nutrisi yaitu :
a. Berat badan dibawah ideal lebih dari 20 % .
b. Melaporkan intake makanan kurang dari kebutuhan yang dianjurkan .
c. Konjungtifa dan membran mukus pucat .
d. Lemah otot untuk menelan atau mengunyah .
e. Luka , inflamasi pada rongga mulut .
f. Mudah merasa kenyang sesaat , setelah mengunyah makanan.
g. Melaporkan kurang makan perubahan sensasi rasa .
h. Tidak mampu mngunyah makanan .
i. Miskonsepsi .
j. Penurunan berat badan dengan intake makanan adekuat .
k. Enggan makan .
l. Keram abdominal.
m. Tonus otot buruk .
n. Nyeri abdomen patologi atau bukan .
o. Kerusakan minat terhadap makanan .
p. Pembuluh darah kapiler rapuh .
q. Diare .
r. Kehilangan rambut banyak .
s. Suara usus hiperaktif .
t. Kurang informasi.

9 Pemeriksaan Fisik ( Fhatimfhatim. 2012 )


Secara fisik, cirri-ciri fisik seseorang dengan status gizi normal yaitu :
a Berat badan ideal
b Rambut bercahaya, kuat tidak kering, tidak mengalami kebotakan
7
c Daerah dibawah mata tidak gelap
d Konjungtiva mata berwarna merah muda
10 Pemeriksaan Penunjang ( Fhatimfhatim. 2012 )
a Pemeriksaan Laboratorium
1) Pemeriksaan darah
Darah perifer lengkap, gas darah dan elektrolit
2) Pemeriksaan Feses
Makroskopis dan mikroskopis, pH dan kadar gula jika diduga ada intoleransi
glukosa
b Pemeriksaan kadar urenum dan kreatinin darah untuk mengetahui faal ginjal

11 Penatalaksanaan
a Penatalaksanaan Medis ( Kozier, 2011)
1) Nutrisi enteral
Metode pemberian makanan alternative untuk memastikan kecukupan nutrisi
meliputi metode enteral (melalui system pencernaan). Nutrisi enteral juga disebut
sebagai nutrisi enteral total (TEN) diberikan apabila klien tidak mampu menelan
makanan atau mengalami gangguan pada saluran pencernaan atas dan transport
makanan ke usus halus terganggu. Pemberian makanan lewat enteral diberikan
melalui slang nasogastrik dan slang pemberian makan berukuran kecil atau
melalui slang gastrostomi atau yeyunostomi.
2) Nutrisi parenteral
Nutrisi parenteral (PN), juga disebut sebagai nutrisi parenteral total (TPN)
atau hiperalimentasi intravena (IVH), diberikan jika saluran gastrointestinal tidak
berfungsi karena terdapat gangguan dalam kontinuitas fungsinya atau karena
kemampuan penyerapannya terganggu. Nutrisi parenteral diberikan secara
intravena seperti melalui kateter vena sentral ke vena kava superior.
Makanan parenteral adalah larutan dekstrosa, air, lemak, protein, elektrolit,
vitamin, dan unsure renik, semuanya ini memberikan semua kalori yang
dibutuhkan. Karena larutan TPN bersifat hipertonik larutan hanya dimasukkan ke
vena sentral yang beraliran tinggi, tempat larutan dilarutkan oleh darah klien.

b Penatalaksanaan Keperawatan ( Kozier, 2011)


8
1) Menstimulasi nafsu makan
a) Berikan makanan yang sudah dikenal yang memang disukai klien yang
disesuaikan dengan kondisi klien
b) Pilih porsi sedikit sehingga tidak menurunkan nafsu makan klien yang
anoreksik
c) Hindari terapi yang tidak menyenangkan atau tidak nyaman sesaat sebelum
atau setelah makan
d) Berikan lingkungan rapi dan bersih yang bebas dari penglihatan dan bau yang
tidak enak. Balutan kotor, pispot yang telah dipakai, set irigasi yang tidak
tertutup atau bahkan piring yang sudah dipakai dapat memberikan pengaruh
negative pada nafsu makan
e) Redakan gejala penyakit yang menekan nafsu makan sebelum waktu makan;
istirahat bila mengalami keletihan
f) Kurangi stress psikologi
g) Berikan oral hygiene sebelum makan
h) Membantu klien makan
i) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memberikan diet sesuai dengan kondisi