Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada
benda-benda di alam. Gajala-gejala ini pada mulanya adalah apa yang kita alami
oleh indra kita, misalnya penglihatan menemukan optika atau cahaya,
pendengaran menemukan pelajaran tentang bumi dan indra peraba dapat
merasakan panas maupun dingin. Mata pelajaran fisika dapat mengembangkan
kemampuan berfikir analisis induktif berfikir analisis induktif dan deduktif dalam
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar serta dapat
mengembangkan pengetahuan , keterampilan dan sikap percaya diri. 1 Oleh karena
itu, masalah pendidikan perlu mendapatkan perhatian yang serius untuk
menyelesaikan berbagai macam persoalan baik dari segi kualitas maupun
kuantitasnya.

Dalam menanggapi persoalan tersebut, pemerintah terus berupaya untuk


meningkatkan kualitas guru dan penyempurnaan kurikulum. Peningkatan kualitas
guru diharapkan dapat meningkatkan kualitas propesional guru dengan
mengadakan pelatihan-pelatihan terhadap guru secara berkala. Walaupun kualitas
profesional guru meningkat dan kurikulum terus mengalami penyerpurnaan, itu
belum menjamin hasil belajar akan lebih baik. Semua itu kembali bagaimana
seorang pendidik bagaimana cara mengajar serta penyusunan rancangan
pembelajaran yang baik dan benar agar tercipta kondisi suasan belajar menjadi
konduif dan hasil belajar dapat meningkat.

Pembelajaran fisika tidak hanya tergantung pada bagaimana seorang guru


mengajar maupun bagusnya kurikulum yang diterapkan, tetapi kemampuan dasar
siswa pun sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Kemampuan dasar siswa ini
meliputi, kemampuan matematis siswa, pemahaman konsep dasar fisika dan
sebagainya. Kemampuan matematis ini berkaitan dengan kemampuan siswa

1
Sappak Riyadi dan Nadi Suprapto, “Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika”. Studi Korelasi Penalaran
Konsep Fisika dan Penalaran Matematika terhadap Hasil Belajar Siswa di SMAN 15 Surabaya pada
Pokok Bahasan Gerak Parabola. Vol. 3 No. 3, 75-79
dalam operasi dasar matematika seperti bagi, kali, tambah dan kurang. Sering kali
siswa kualahan dalam menghadapi operasi matematika yang sudah dimodifikasi.
Persoalan ini sangat berdampak pada hasil belajar siswa, karena kemampuan
matematis siswa sangat dibuthkan dalam menyelesaikan persoalan fisika yang
menggunakan pendekatan matematis.

Berdasarkan obsevasi penulis di sekolah SMA 1 Meukek, siswa disekolah


tersebut juga banyak mengali permasalah dibidang matematis dalam meyelesaikan
soal. Hal tentu tidak diharapkan dalam proses belajara-mengajar karena dapat
menurunkan hasil belajar siswa. Oleh karena kemapuan matematis ini sangat
berpengaruh terhadapa hasil belajar siswa.

Beberapa para ahli telah melakuakan penelitian diantaranya Meltzer


menyatakan bahwa banyak penelitian telah menemukan korelasi positif antara
nilai Fisika di perpendidikan tinggi dengan nilai pretest keterampilan matematika
yang diberikan pada menjelang perkuliahan. Biasanya, ini melibatkan pretest
aljabar dan trigonometri. Pertanyataan ini sejalan dengan hasil penelitian Wanhar
yang menyatakan bahwa dalam pelajran fisika, matematika memegang peranan
penting. Matematika sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan
dalam fisika. Haryadi juga menyatakan bahwa untuk memperdalam pemahaman
konsep kinematika dibutuhkan keterampilan matematis guna mencari besaran-
besaran, diferensial dan integral.