Anda di halaman 1dari 103

i

IMPLEMENTASI PROGRAM POSDAYA DALAM MENINGKATKAN


KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA BALETBARU
KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER

LAPORAN KULIAH KERJA NYATA

KELOMPOK 014
Disusun oleh:

M. Fafiyadi Taftazani Teknik/Elektro


Dini Rohmatul Hasanah P. Ekonomi/Akuntansi
Claudia Egi Herviyani Pertanian/Agribisnis
Debi Apriani FISIP/Administrasi Bisnis
Norhayati Ekonomi/Manajemen
Enha Ilham Istiqlal Ekonomi/Manajemen
Auliya Hidayati PSIK/Ilmu Keperawatan
Aisyah MIPA/Biologi
Guntur Tri Wasono Ilmu Budaya/Televisi Dan Film
Alief Ilman Zaelany Kedokteran/Pend. Dokter

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT
2016
i

HALMAN JU

IMPLEMENTASI PROGRAM POSDAYA DALAM MENINGKATKAN


KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA BALETBARU
KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER

LAPORAN KULIAH KERJA NYATA

KELOMPOK 014
Disusun oleh:

M. Fafiyadi Taftazani Teknik/Elektro


Dini Rohmatul Hasanah P. Ekonomi/Akuntansi
Claudia Egi Herviyani Pertanian/Agribisnis
Debi Apriani FISIP/Administrasi Bisnis
Norhayati Ekonomi/Manajemen
Enha Ilham Istiqlal Ekonomi/Manajemen
Auliya Hidayati PSIK/Ilmu Keperawatan
Aisyah MIPA/Biologi
Guntur Tri Wasono Ilmu Budaya/Televisi Dan Film
Alief Ilman Zaelany Kedokteran/Pend. Dokter

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT
2016
ii

LEMBAR PENGESAHAN
PENGESAHAN LAPORAN KKN
Lembaga Pengabdian Masyarakat – Universitas Jember

1. Judul Kegiatan : Implementasi Program Posdaya


Dalam Meningkatkan
Kesejahteraan Masyarakat Desa
Baletbaru Kecamatan Sukowono
Kabupaten Jember
2. Koordinator
a. Nama : M. Fafiyadi Taftazani
b. NIM : 131910201023
c. Fakultas/jurusan/prodi : Teknik Elektro
3. Jumlah Anggota Kelompok Pengusul : 9 Orang
4. Lokasi Kegiatan
a. Desa : Baletbaru
b. Kecamatan : Sukowono
c. Kabupaten : Jember
5. Waktu Pelaksanaan : 18 Juli – 1 September 2016
6. Biaya Kegiatan : Rp. 501.000
Jember, 27 Agustus 2016

Dosen Pembimbing Lapangan Koordinator Desa

Tree Setiawan P., S.AP., M.PA M. Fafiyadi Taftazani


NIP. 199010032015041001 NIM. 131910201023
Mengetahui,
Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan KKN
Universitas Jember

Dr. Gaguk Jati Sukamto, ST., MT


NIP. 196902091988021001
iii

PRAKATA

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan ridlo-Nya maka
kelompok kani dapat melaksanakan kegiatan KK serta menyelesaikan Laporan
KKN dengan lancer.Dalam laporan KKN Temantik Posdaya di Desa Balet Baru
ini kami memaparkan berbagai masalah yang kami temukan danberbagai
pemecahan masalah yang telah kam laksanakan yang terdokmetasi seluruhnya
dalam laporan KKN ini. Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari dukungan
bimbingan, saran dan bantuan dari berbagai pihak yang telah membantu selama
kami melakasanakan kegiatan KKN di Desa Balet Baru baik secara lisan maupun
tertulis, oleh karena itu kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Dr. Gaguk Jati Sukamto, ST.,MT selaku Ketua Pusat KKN Universitas
Jember;
2. Tree Setiawan P., S.AP., M.PA selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang
telah memberikan masukan dan saran demi kesempurnaan proposal ini;
3. Bapak Anwari selaku Kepala Desa di Desa Balet Baru Kecamatan Sukowono
Kabupaten Jember;
4. Semua pihak dan Perangkat Desa yang telah membantu lancarnya
pelaksanaan kegiatan KKN;
5. Masyarakat Desa Balet Baru yang telah ikt berpartisipasi dalam segala
kegiatan yang dilakukan oleh kelompok kami.
Kami mengharap, semoga dengan laporan KKN Temantik Posdaya Desa
Balet Baru Kecamatan Skowono ini dapat bermanfaat bagi masyarakat maupn
bagi mahasiswa/1 yang telah dan akan melakasanakan KKN di Desa Balet Baru.

Jember, Agustus 2016

Kelompok KKN 014


iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................... ii

PRAKATA ............................................................................................................. iii

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iv

BAB 1. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

1.1 Analisis Situasi .............................................................................................. 1


1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................... 8
1.3 Tujuan ........................................................................................................... 8
1.4 Manfaat ......................................................................................................... 9
BAB 2. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN .......................................... 11

2.1 Tempat dan Waktu ...................................................................................... 11


2.2 Khalayak Sasaran ........................................................................................ 11
2.3 Jenis Kegiatan dan Metode ......................................................................... 11
2.3.1 Jenis Kegiatan ...................................................................................... 11
2.3.2 Metode ................................................................................................. 12
2.4 Faktor Penghambat dan Faktor Pendukung ................................................ 13
2.4.1 Faktor Penghambat............................................................................... 13
2.4.2 Faktor Pendukung ................................................................................ 13
2.5 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya ............................................................ 14
BAB 3. HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN .......................................... 16

3.1 Pilar Pendidikan .......................................................................................... 16


3.1.1 Pemutaran Film Pendidikan ................................................................. 16
3.1.2 Pendidikan Informal Anak Sekolah Dasar dan Anak Usia Dini .......... 17
3.2 Pilar Kesehatan............................................................................................ 19
3.2.1 Senam Kesehatan (Aerobik) ................................................................ 19
3.2.2 Penyuluhan Penyakit Scabies............................................................... 19
v

3.2.3 Screening Hipertensi dan Senam Lansia .............................................. 20


3.3 Pilar Ekonomi Kreatif ................................................................................. 21
3.3.1 Pembuatan Cendol Ireng Menggunakan Pewarna Alami Abu Merang 21
3.3.2 Penyuluhan Pemasaran Industri Rumah Tangga.................................. 22
3.4 Pilar Lingkungan ......................................................................................... 23
3.4.1 Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga dan Penanaman Tanaman Obat
Keluarga ........................................................................................................ 23
3.4.2 Penyuluhan Pemanfaatan Kotoran Ternak dan Pembuatan Pupuk dari
Kotoran Ternak ............................................................................................. 24
3.4.3 Penyuluhan Manfaat Budidaya Pepaya California dan Penanaman Bibit
Pepaya California .......................................................................................... 26
3.4.4 Penyuluhan Kebersihan Lingkungan dan Bersih-Bersih Kampung..... 27
3.4.5 Budidaya Ikan Nila ………………………………………………… 28

BAB 4. PENUTUP ……………………………………………………………...30

4.1 Kesimpulan ……………………………………………………………….30

4.2 Saran ……………………………………………………………………...30

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………...32

LAMPIRAN ……………………………………………………………………..31

Lampiran 1. Rekapitulasi kegiatan KKN

Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan KKN

Lampiran 3. Biodata Mahasiswa KKN

Lampiran 4. Surat Keterangan telah Melaksanakan KKN

Lampiran 5. Peta Desa

Lampiran 6. Materi Kegiatan

Lampiran 7. Daftar Hadir Kegiatan KKN


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Analisis Situasi


Salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui
Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan program kegiatan yang memiliki
tujuan utama untuk memberikan pendidikan kepada mahasiswa. Pelaksanaan
pendidikan ini memerlukan keterlibatan dan peran masyarakat di lokasi KKN
dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. KKN merupakan
bagian integral dari proses praktik, sehingga memerlukan landasan idiil yang
secara filosofi akan memberikan gambaran dan pengertian yang utuh tentang apa,
bagaimana, dan untuk apa program KKN ini dilaksanakan. Landasan idiil ini
secara filosofi akan memberikan petunjuk serta pengendalian pola pikir dan pola
tindakan dalam setiap proses penyelengaraan yang akan membedakan dari bentuk-
bentuk kegiatan lain. Oleh karena itu, pelaksanaan KKN sekurang-kurangnya
mengandung lima aspek yang bernilai fundamental dan berwawasan filosofi, yang
tidak dapat dipisahkan dengan lainnya, yaitu keterpaduan pelaksanaan Tri Dharma
Perguruan Tinggi, pendekatan interdisipliner dan komperehensif, lintas sektoral,
dimensi yang luas dan kepragmatisan, serta keterlibatan masyarakat secara aktif.
Sehingga dengan adanya program KKN dapat memberikan manfaat baik kepada
masyarakat maupun para mahasiswa untuk lebih peduli dan mengembangkan
potensi yang ada di suatu daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan KKN kelompok 14 gelombang II ini dilaksanakan di kecamatan
Sukowono, tepatnya di Desa Baletbaru dengan orientasi utama yaitu pembuatan
POSDAYA. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembangan potensi yang ada di
wilayah Desa Baletbaru berdasarkan budaya dan kearifan lokal. Kegiatan
POSDAYA ini juga diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan program
penanggulangan kemiskinan secara professional dan berkelanjutan sehingga dapat
mengembangkan pola-pola baru yang inovatif.
Desa Baletbaru merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan
Sukowono yang berada di utara Kabupaten Jember. Secara demografis, jumlah
2

seluruh penduduk Desa Baletbaru yaitu 6.066 jiwa, terdiri dari penduduk laki-
laki sebanyak 2.977 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 3.089 jiwa. Jumlah
seluruh Kepala Keluarga (KK) di Desa Baletbaru yaitu 1.887 KK yang terdiri dari
1.823 KK laki-laki dan 64 KK perempuan. Mayoritas penduduk Desa Baletbaru
beragama Islam.
Desa Baletbaru sudah termasuk desa yang tidak terlalu terbelakang.
Fasilitas umum yang terdapat di Desa Baletbaru sudah sedikit terpenuhi seperti
jalan raya, tempat ibadah, sekolah, dan pondok pesantren. Namun untuk jalan raya
terdapat beberapa jalan yang rusak dan berbatu, selain itu kondisi penerangan
jalan raya juga sangat minim. Kondisi jalan di sekitar dusun yang kondisinya
rusak tersebut dapat menghambat lalu lintas kendaraan dan berbagai aktivitas
masyarakat serta dapat membahayakan pengguna jalan.
Terdapat dua dusun di Desa Baletbaru, yaitu Dusun Krajan dan Dusun
Sumbergayam. Secara kesseluruhan Desa Baletbaru memiliki jumlah RW
sebanyak 13 dan jumlah RT sebanyak 34 yang terbagi di dua dusun. Dusun
Sumbergayam terdiri dari 7 RW dan 20 RT, sedangkan Dusun Krajan memiliki 6
RW dan 14 RT. Mayoritas bahasa yang digunakan oleh masyarakat baik di Dusun
Krajan maupun di Dusun Sumbergayam adalah bahasa Madura, namun juga ada
beberapa yang menggunakan bahasa Jawa.
Observasi lingkungan dilakukan bertujuan untuk mencari potensi dan
permasalahan yang terdapat di Desa Baletbaru baik di Dusun Krajan maupun d
Dusun Sumbergayam. Oleh karena itu, penguatan POSDAYA memiliki 4 pilar,
yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. POSDAYA dibentuk
dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlu kerjasama antar
mahasiswa dengan pihak pengelola POSDAYA, perangkat Desa, Dusun, dan jga
masyarakat sekitar.
Menurut observasi yang telah kami lakukan di Desa Baletbaru terdapat
permasalahan yang terdapat di masing-masing pilar. Dari segi Pendidikan,
kebanyakan penduduk Desa Baletbaru berpendidikan tamatan SD sebanyak 2364
orang, sedangkan ada penduduk usia 18-56 tahun pernah sekolah dasar tetapi
tidak tamat sejumlah 263 orang. Oleh karena itu, kelompok KKN 14 membuat
3

sebuah program kerja berupa bimbingan belajar yang ditujukan bagi anak-anak
usia dini. Kami juga membuat program kerja berupa pemutaran film bertemakan
pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak agar selain mendapatkan pendidikan
formal dari sekolah, mereka juga mendapatkan pengetahuan motorik dari film
tersebut.
Adapun data yang menunjukkan keterangan-keterangan terkait pendidikan
warga Desa Baletbaru, sebagai berikut:
TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL PENDUDUK DESA BALETBARU

Uraian Jumlah (orang)


Jumlah Penduduk 6066 Orang
Usia 3-6 tahun yang sedang TK/Play Group 240 Orang
Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah 153 Orang
Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah 1011 Orang
Usia 18-56 tahun tidak pernah sekolah/buta aksara 58 Orang
Usia 18-56 tahun pernah sekolah dasar tetapi tidak
tamat 263 Orang
Tamatan SD sederajat 2364 Orang
Jumlah Usia 12-56 tidak tamat SLTP 623 Orang
Jumlah usia 18-56 tahun tidak tamat SLTA 315 Orang
Tamatan SLTP sederajat 235 Orang
Usia 18-56 tahun yang tamatan SLTA sederajat 148 Orang
Tamatan D1 12 Orang
Tamatan D2 15 Orang
Tamatan D3 7 Orang
Tamatan D4 0 Orang
Tamatan S1 26 Orang
Tamatan S2 3 Orang
Tamatan S3 1 Orang
Tamatan SLB A (Tuna Netra) 0 Orang
4

Tamatan SLB B (Tuna Rungu Wicara) 0 Orang


Tamatan SLB C (Tuna Grahita/Mental) 0 Orang
Tamatan SLB D (Tuna Daksa/Fisik) 0 Orang
Tamatan SLB E (Tuna Laras/Anak Nakal) 0 Orang
Tamatan SLB G (Tuna Ganda) 0 Orang
Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK 163 Orang

Sumber : Profil Desa Baletbaru tahun 2014

Dari segi kesehatan, diketahui bahwa di Desa Baletbaru banyak terdapat


sekolah/ pondok pesantren. Seperti yang diketahui bahwa kehidupan di pondok
pesantren dengan begitu banyaknya santri pasti tidak luput dari adanya penyakit,
baik yang menular maupun tidak. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran
pola hidup sehat dari masyarakat sehinggga menimbulkan wabah penyakit, seperti
seperti gatal-gatal atau penyakit kulit lainnya. Masalah lainnya adalah tidak
berfungsinya MCK di tiap rumah, melainkan banyak masyarakat yang masih
melakukan MCK di sungai, padahal tidak jarang juga masyarakat yang membuang
sampah di sungai bahkan kotoran hewan ternak di sungai irigasi. Menurut Kepala
Dusun Krajan, mengatakan bahwa sebagian besar warga tidak mempunyai MCK
pribadi. Mandi, cuci, kakus masih dilakukan di sungai, hal ini sudah menjadi
kebiasaan dari masyarakat sekitar, sehingga perlu adanya perubahan pola pikir
masyarakat untuk memulai pola hidup sehat dan bersih. Masalah tentang
kesehatan yang lainnya adalah kurangnya minat dari masyarakat untuk menjaga
kebugaran tubuh. Selain itu, Posyandu lansia yang ada di Desa Baletbaru juga
kurang aktif sehingga kesehatan lansia kurang diperhatikan. Oleh karena itu
kelompok KKN 14 akan membuat sebuah program kerja tentang kesehatan yaitu
dengan memeberikan penyuluhan PHBS, mengadakan program kerja berupa
senam sehat untuk merangsang kesehatan jasmani masyarakat, dan screening
hipertensi gratis serta senam lansia.
Dari segi ekonomi, potensi utama di Dusun Sumbergayam adalah di
bidang pertanian dengan luas persawahan 259 Ha. Tanaman yang banyak
dibudidayakan di Dusun Sumbergayam yaitu komoditas pangan yaitu padi,
5

komoditas perkebunan yaitu tembakau dan komoditas hortikultura yaitu cabe.


Secara keseluruhan tanaman budidaya di lahan budidaya di desa tersebut banyak
menggunakan pupuk kimia yang mengakibatkan kerusakan lahan dalam jangka
panjang sehingga produksi tidak optimal. Penggunaan pupuk kimia untuk
tanaman padi yaitu pupuk urea 3 kw/ha, Phonska 2 kw/ha dan ZA 1 kw/ha
sedangkan untuk tanaman tembakau yaitu pupuk urea sebesar 1,5 ton/ha. Upaya
untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang beresiko terhadap penurunan
kualitas lahan tersebut, diantaranya dengan penggunaan pupuk organik.
Sedangkan Dusun Krajan terdapat banyak lahan persawahan, tetapi data yang
didapat dari profil Desa Baletbaru terdapat 2 tipe persawahan yaitu sawah irigasi
teknis seluas 131 Ha/m2 dan sawh irigasi ½ teknis 128 Ha/m2. Tetapi banyak
warganya yang bermatapencaharian sebagai buruh tani, yaitu orang yang bekerja
disawah atau ladang milik orang lain. Inilah yang menyebabkan mengapa warga
Dusun Krajan tingkat ekonominya lebih rendah daripada Dusun Sumbergayam.
Alasan lainnya adalah kurangnya keterampilan warga Dusun Krajan dalam
mengelola potensi yang ada di Desa Baletbaru. Bila ditinjau dari sumber daya
yang berpotensi ekonomi yang ada di Desa Baletbaru termasuk Dusun
Sumbergayam dan Dusun Krajan, kedua dusun ini memiliki potensi yang
melimpah akan padi. Sehingga pada saat panen akan banyak jerami yang
berserakan dan tidak terpakai. Karena kurangnya kreatifitas dari masyarakat
sehingga jerami tersebut tidak diolah atau digunakan untuk hal yang lebih
memberikan nilai jual. Oleh karena itu kelompok kami membuat program kerja
dengan memanfaatkan jerami sebagai bahan pewarna untuk membuat cendol.
Agar dapat memberikan nilai jual lebih terhadap jerami yang ada, daripada hanya
dibakar atau dibuang begitu saja. Berikut ini merupakan data terkait
perekonomian warga Desa Baletbaru:
MATA PENCAHARIAN POKOK PENDUDUK DESA BALETBARU
Uraian Jumlah (orang)
Petani 1699 Orang
Buruh tani 2124 Orang
6

TKI perempuan/TKW 36 Orang


TKI laki-laki 17 Orang
Pegawai negeri sipil 106 Orang
Pengrajin industri rumah tangga 98 Orang
Pedagang keliling 16 Orang
Peternak 3 Orang
Nelayan Orang
Montir 12 Orang
Dokter swasta Orang
Bidan swasta 5 Orang
Perawat swasta 3 Orang
Pembantu rumah tangga 5 Orang
TNI 1 Orang
POLRI Orang
Pensiunan PNS/TNI/POLRI 9 Orang
Pengusaha kecil menengah 55 Orang
Pengacara Orang
Notaris Orang
Dukun kampung terlatih 6 Orang
Jasa pengobatan alternatif Orang
Dosen swasta 1 Orang
Pengusaha besar Orang
Arsitektur Orang
Seniman/artis 1 Orang
Karyawan perusahaan swasta 57 Orang
Karyawan perusahaan
pemerintahan 27 Orang
Makelar/broker/mediator 6 Orang
Sopir 12 Orang
Tukang becak 5 Orang
7

Tukang Ojek 23 Orang


Tukang cukur 7 Orang
Tukang batu/kayu 17 Orang
Kusir dokar 1 Orang
Jumlah jenis mata pencaharian
pokok 4354 Orang
Sumber : Profil Desa Baletbaru tahun 2014

JUMLAH ANGKATAN KERJA


Uraian Jumlah
Jumlah angkatan kerja (penduduk usia 18-56
tahun) 3881 Orang
Penduduk yang masih sekolah dan tidak bekerja 1398 Orang
Penduduk yang menjadi ibu rumah tangga 662 Orang
Penduduk yang bekerja penuh 354 Orang
Penduduk yang bekerja tidak tentu 1467 Orang
Sumber: Profil Desa Baletbaru tahun 2014.
Dari segi lingkungan, diketahui bahwa kesadaran masyarakat mengenai
pentingnya pola hidup bersih masih kurang, hal ini dapat dilihat dari masih
banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan. Masyarakat terbiasa
membuang sampah di depan rumah mereka dan dibakar, namun bekas
pembakaran sampah masih berserakan di pinggir jalan. Hal ini menyebabkan
lingkungan yang kurang bersih. Selain itu, banyaknya masyarakat yang
membuang kotoran ternak di sungai irigasi, hal ini juga menyebabkan sungai
menjadi kotor. Oleh karena itu kelompok KKN 14 membuat program kerja yaitu
Kampung Bersih, dimana hasil yang diharapkan masyarakat bisa mulai mngetahui
dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan juga peduli dan menjaga
lingkungan sekitar. Adapun data yang menunjukkan keterangan-keterangan terkait
kondisi lingkungan di Desa Baletbaru, sebagai berikut :
Uraian Luas
Tegal / Ladang 21 Ha / m2
8

Pemukiman 33 Ha / m2
Pekarangan 29 Ha / m2
Luas total 83 Ha / m2
Sumber : Profil Desa Baletbaru tahun 2014

1.2 Rumusan Masalah


Berdasaran hasil observasi terhadap kondisi wilayah dan masyarakat Desa
Baletbaru, Dusun Krajan maupun Dusun Sumbergayam dapat diketahui beberapa
permasalahan yang dapat dipecahkan. Adapun permasalahan yang dapat
ditemukan antara lain:
a. Bidang Pendidikan
Bagaimana memaksimalkan pendidikan nonformal untuk mendukung mutu
pendidikan dan perkembangan anak terutama pada usia dini?
b. Bidang Kesehatan
Bagaimana upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat di
masyarakat Desa Baletbaru?
c. Bidang Ekonomi
Bagaimana upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi di
Desa Baletbaru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat?
d. Bidang Lingkungan
Bagaimana cara meningkatkan pola hidup bersih kepada masyarakat dan
menjaga lingkungan agar tetap bersih?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan pemecahan masalah melalui pelaksanaan program kegiatan
adalah :
a. Bidang Pendidikan
Memaksimalkan pendidikan nonformal untuk mendukung mutu pendidikan
dan perkembangan anak terutama pada usia dini.
b. Bidang Kesehatan
Meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat di masyarakat Desa Baletbaru
9

c. Bidang Ekonomi
Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi di Desa Baletbaru yang
dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
d. Bidang Lingkungan
Meningkatkan pola hidup bersih kepada masyarakat dan menjaga lingkungan
agar tetap bersih.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat pelaksanaan program kegiatan jika dilihat dari sudut
pandang mahasiswa, universitas, masyarakat dan pemerintah adalah sebagai
berikut:
a. Bagi Mahasiswa
1) Mendewasakan cara berpikir dan meningkatkan daya nalar mahasiswa
dalam melakukan penelaah, perumusan, dan pemecahan masalah secara
ilmiah
2) Memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam menerapkan ilmu
pengetahuan yang diperoleh selama studinya untuk membantu memecahkan
masalah yang dihadapi masyarakat
3) Memperoleh pengalaman berharga secara langsung dalam kehidupan
bermasyarakat
b. Bagi Universitas
1) Sebagai feedback dari hasil pengintegrasian mahasiswa ditengah masyarakat
dan pemerintah dengan berbagai permasalahan guna penyempurnaan
kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah
2) Meningkatkan, memperluas dan mempercepat kerjasama dengan
masyarakat dan pemerintah
c. Bagi Masyarakat dan Pemerintah
1) Memperoleh bantuan berupa tenaga dan pemikiran untuk merencanakan dan
melaksanakan pembangunan sehingga dapat mendorong percepatan
pembangunan dalam upaya meningkatkan kemajuan sosial dan ekonomi
masyarakat;
10

2) Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran secara kritis dalam mengatasi


permasalahan yang dihadapi bagi masyarakat dan pemerintah;
3) Menambah wawasan masyarakat dengan berbagai ilmu pengetahuan dan
teknologi;
4) Mengarahkan masyarakat desa untuk melakukan pembangunan bagi diri dan
desa secara umum.
5) Memperoleh informasi baru tentang perkembangan pemikiran dan teknologi
yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat desa.
BAB 2. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1 Tempat dan Waktu


Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Jember
Gelombang II Tahun Ajaran 2015/2016 kelompok 14 dilaksanakan di Desa
Baletbaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember. Tempat kegiatan
disesuaikan dengan jenis kegiatan yang ditentukan. Pelaksanaan program Kuliah
Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan mulai tanggal 18 Juli – 1 September 2016.

2.2 Khalayak Sasaran


Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan untuk membantu proses
pembangunan masyarakat Dusun Krajan dan Dusun Sumbergayam Desa
Baletbaru. Adapun khalayak sasaran Kuliah Kerja Nyata Gelombang II Tahun
Akademik 2015/2016 yang dilaksanakan di Desa Baletbaru yaitu :
a. Ibu-ibu pengajian
b. Anak-anak usia dini
c. Kelompok usia remaja
d. Kelompok usia lansia
e. Seluruh masyarakat Dusun Krajan dan Dusun Sumbergayam Desa Baletbaru
f. Seluruh perangkat Dusun Krajan, Desa Baletbaru
g. Kelompok Tani Dusun Krajan, Desa Baletbaru

2.3 Jenis Kegiatan dan Metode


2.3.1 Jenis Kegiatan
1. Pilar Pendidikan
Penanggung Jawab : a) Guntur Tri W.
b) Debi Apriani
Kegiatan : a) Pemutaran film pendidikan
b) Pendidikan Informal anak usia dini
2. Pilar Kesehatan
12

Penanggung Jawab : a) Enha Ilham Istiqlal


b) Auliya Hidayati
Kegiatan : a) Senam Kesehatan (Aerobik)
b) Penyuluhan penyakit Scabies
c) Sreening Hipertensi dan Senam Lansia
3. Pilar Ekonomi Kreatif
Penanggung Jawab : a) Norhayati
b) Dini Rohmatul Hasanah P.
Kegiatan : a) Pembuatan cendol ireng
b) Penyuluhan pemasaran industri rumah tangga
3. Pilar Lingkungan
Penanggung Jawab : a) Aisyah
b) Claudia Egi Herviyani
c) M. Fafiyadi Taftazani
d) Alief Ilman Zaelany
e) Dini Rohmatul Hasanah P.
Kegiatan : a) Penyuluhan dan peneneman TOGA
b) Penyuluhan dan pembuatan pupuk organic
c) Penanaman Bibit pepaya California
d) Bersih-bersih Kampung
e) Budidaya Ikan Nila

2.3.2 Metode
Metode yang kami lakukan ntuk melaksanakan program kerja yang telah
kami susun yaitu dengan cara melakkan pendekatan pada masyarakat. Pendekatan
ini kami lakukan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan yang
dilaksanakan. Dalam proses tersebut, kami melakukannya melali dua tahap, yaitu
pendekatan formal dan pendekatan informal. Pendekatan formal yaitu melali
penyuluhan dengan penyampaian materi yang dilanjutkan dengan forum tanya
jawab maupun diskusi serta pelatihan dengan memberikan kesempatan kepada
masyaakat untk mempraktekkan apa yang telah didapatkan selama penyuluhan.
13

Sedangkan pendekatan informal yait meliputi pendekatan individu, kelompok, dan


partisipasi. Dalam pendekatan ini kami juga melakukan pendekatan dengan cara
silaturahmi ke rumah-rumah warga. Hal ini kami lakukan agar kami selaku
mahasiswa KKN dapat membaur dengan masyarakat Desa Baletbaru.

2.4 Faktor Penghambat dan Faktor Pendukung


2.4.1 Faktor Penghambat
Masyarakat Desa Baletbaru yang sebagian besar merupakan masyarakat
keturunan Madura tentunya memiliki kebdayaan yang berbeda dengan masyarakat
Jawa oadda umumnya. Perbedaan inilah yang menimbulkan massalah tersendiri
dalam melakukan pendekatan keoada masyarakat Desa Baletbaru. Masalah yng
umum yaitu sulitnya berkomunikasi dengan masyarakat Desa baletbaru , hal ini
disebabkan masyarakat Desa Baletbaru yang sebagian besar menggunakan bahasa
Madura sedangkan dari 10 orang kelompok KKN hanya ada 2 orang yang
mengerti dengan bahasa Madura. Selain itu, Masalah yang sering kami rasakan
saat melaksanakan program kerja yaitu sulitnya mengajak masyaakat untuk
berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang kami lakukan, hal ini dikarenakan
sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa Baletbaru yaitu bertani.
Sehingga acara yang kami laksanakan selalu berbenturan dengan aktitivitas rutin
warga sekitar.

2.4.2 Faktor Pendukung


Faktor pendukung dalam mengatasi masalah yang dihadapi adalah
berkoordinasi dengan perangkat desa. Tujuannya adalah perangkat desa dapat
menjadi mediator dalam berkomnikasi antara mahasiswa KKN dengan
masyarakat Desa Baletbaru untuk pelaksanaan program kerja maupun
mengadakan pertemuan. Peranan perangkat desa sangat membantu kami sehingga
memudahkan pelaksanaan program kerja.
14

2.5 Rencana Biaya dan Realisasi Biaya


Berikut rencana biaya KKN yang terklasifikasi ke masing-masing
kegiatan yang akan dilakukan :
Iuran awal : Rp 500.000
- Bidang pendidikan Rp. 49.000
- Bidang kesehatan Rp. 163.000
- Bidang ekonomi Rp. 45.000
- Bidang lingkungan Rp. 244.000
TOTAL Rp. 501.000

Sedangkan realisasi dari tiap kegiatan adalah sebagai berikut :

No. Jenis Kegiatan Satuan/nominal Jumlah


1. Pemutaran Film Pendidikan
a. Snack 3 box Rp 31.000
2. Pendidikan Informal Anak Sekolah Dasar dan Anak Usia Dini
a. Snack 2 box Rp 17.000
b. Kertas Kado 1 buah Rp. 1.000
3. Senam Kesehatan (Aerobik)
a. Snack 40 buah Rp. 85.000
b. Air mineral 1 kardus Rp. 15.000
4. Penyuluhan Penyakit Scabies
a. Permen 2 pcs Rp. 11.000
b. Air Mineral 1 kardus Rp. 11.000
5. Screening Hipertensi dan Senam Lansia
a. Kue 30 buah Rp. 30.000
b. Air Mineral 1 kardus Rp. 11.000
6. Pembuatan Cendol Ireng Menggunakan Pewarna Alami Abu Merang
a. Bahan pembuatan Rp. 23.000
cendol ireng
7. Penyuluhan Pemasaran Industri Rumah Tangga
a. Permen 2 pcs Rp. 11.000
b. Air Mineral 1 kerdus Rp. 11.000
8. Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga dan Penanaman Tanaman Obat
Keluarga
15

a. Kue 50 pcs Rp. 50.000


b. Air Mineral 1 kardus Rp. 11.000
9. Penyuluhan Pemanfaatan Kotoran Ternak dan Pembuatan Pupuk dari
Kotoran Ternak
a. Konsumsi 20 buah Rp. 39.000
b. Air Mineral 1 kardus Rp. 11.000
c. Serbuk Gergaji 2 sak Rp. 10.000
d. Sekam 2 sak Rp. 10.000
e. Humus 2 sak Rp. 10.000
10. Penyuluhan Manfaat Budidaya Pepaya California dan Penanaman
Bibit Pepaya California
a. Konsumsi 20 buah Rp. 20.000
11. Kampung Bersih
a. Kopi 1 pcs Rp. 10.000
b. The 1 sachet Rp. 2.000
c. Air Mineral 1 kardus Rp. 11.000
12. Budidaya Ikan Nila
a. Benih Ikan Nila 3.000 benih Rp. 60.000

Berdasarkan rencana anggaran dan realisasi anggaran tersebut maka saldo


akhir dari biaya selama KKN berlangsung adalah sebagai berikut :
Rencana anggaran : Rp 500.000
Realisasi anggaran : Rp 501.000

Saldo : Rp -
BAB 3. HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Pilar Pendidikan


3.1.1 Pemutaran Film Pendidikan
Program ini merupakan program berupa pemutaran film bertema
pendidikan karakter, yang dikhususkan bagi anak-anak usia dini dan sekolah
dasar. Program ini dilaksanakan karena masih sedikitnya pengembangan karakter
pada anak. Anak-anak kebanyakan diajarkan tentang ilmu pengetahuan tentang
berhitung, mengenal alam dan pelajaran eksak lainnnya, sedangkan pendidikan
karakter tentang budi pekerti luhur seringkali dikesampingkan. Sehingga sedikit-
demi sedikit budaya luhur seperti gotong royong, toleransi, kesetia kawanan, dan
budi pekerti luhur lainnya mulai luntur. Oleh sebab itu tujuan diadakannya
program ini adalah sebagai sarana untuk mengingatkan kembali budaya luhur
yang seharusnya dimiliki oleh anak-anak dalam bermasyarakat. Selain itu, adanya
progam ini juga sebagai bentuk kampanye untuk memberikan anak-anak film
yang sesuai dengan umurnya. Mengingat dunia pertelevisian saat ini yang banyak
menayangkan film-film dengan konten remaja ataupun dewasa pada jam-jam yang
dapat dijangkau anak-anak sehingga menyebabkan anak-anak dapat dengan
mudah menonton film dengan konten yang tidak sesuai dengan umurnya. Hal ini
terbukti dengan survei yang kami lakukan terhadap masyarakat Desa Baletbaru
yang memiliki anak usia dini dan sekolah dasar. Kebanyakan dari anak-anak
mereka melihat film-film atau tayangan televisi yang tidak sesuai dengan usia
mereka. Oleh karena itu kami merasa perlu untuk mengadakan program
pemutaran film bertema pendidikan karakter ini untuk memberitahukan kepada
masyarakat tentang tayangan film atau program televisi yang pantas ditonton oleh
anak-anak.
Program ini dilaksanakan sebanyak tiga kali, kegiatan pertama dimulai
pada minggu ketiga yang kemudian dilanjutkan di minggu keenam. Pelaksanaan
kegiatan pertama dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2016 pada pukul 07.30-
09.30 WIB yang bertempat di ruang kelas PAUD Bustanul Ulum. Kegiatan kedua
dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2016 pada pukul 09.00 sd 10.00 WIB
17

bertempat di SDN Baletbaru 1. Kegiatan ketiga dilaksanakan pada tanggal 25


Agustus 2016 pada pukul 10.00 sd 11.00 WIB bertempat di SDN Baletbaru 2.
Sasaran dari program kerja ini yaitu anak-anak usia dini dan sekolah dasar.
Teknis pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melakkan pemutaran film
pendek selama satu jam. Setelah pemtaran film selesai dilaksanakan, maka
diadakan sesi tanya jawab mengenai pesan moral yang terdapat di dalam film
yang telah diputar. Setelah sesi tanya jawab selesai, panitia pelaksana program
akan menjelaskan kembali moral yang terdapat dalam film agar selrh siswa dapat
mengetahui pesan moral film secara jelas.
Selama pelaksanaan film, kami melihat antusias anak-anak dalam
menonton film pendek yang kami putar cukup baik, kebanyakan dari mereka
sudah mampu mengerti pesan-pesan moral yang disampaikan di dalam film yang
diputar, meskipun ada beberapa siswa yang belum memahami pesan moral dalam
film, hal ini dapat teratasi dengan review film singkat oleh panitia pelaksana
program. Hambatan yang ditemui selama pelaksanaan berupa masalah teknis
seperti masalah kelengkapan alat pemutaran film. Namun masalah ini dapat
tertangani dengan bantuan berbagai pihak. Analisis keberhasilan program ini
berdasar tujuan awal adalah merangsang otak melalui film. Berdasarkan
antusiasme siswa dan tersampaikannya pesan moral dalam film yang diputar,
program ini dapat dikatakan berhasil karena mampu merangsang otak siswa dalam
mengolah informasi dalam bentuk audio visual.

3.1.2 Pendidikan Informal Anak Sekolah Dasar dan Anak Usia Dini
Program pendidikan informal dilaksanakan dengan dua sasaran yaitu anak
sekolah dasar dan anak usia dini. Program pendidikan informal anak sekolah dasar
berupa bimbingan belajar gratis dan program untuk anak usia dini berupa kegiatan
kreatif untuk membangun karakter anak.
Program bimbingan belajar gratis untk anak sekolah dasar dilakukan setiap
hari dimulai dari minggu ketiga hingga minggu keenam. Program pendidikan
informal anak usia dini dilaksanakan seminggu sekali yaitu setiap hari Kamis pada
pukl 08.00-10.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan sebanyak lima kali mulai dari
18

minggu ketiga sampai minggu keenam, yang bertempat di PAUD Bustanul Ulum
yang terletak di Dusun Krajan.
Teknis pelaksanaan progam pendidikan informal anak sekolah dasar
dilakukan dengan memberikan bimbingan belajar berupa pendampingan
pendalaman materi pelajaran maupun bantuan pada anak-anak yang kesulitan
mengerjakan tugas rumahnya. Teknis pelaksanaan pendidikan informal anak usia
dini adalah memberikan bermacam-macam kegiatan yang berbeda setiap
minggunya. Kegiatan tersebut diisi dengan permainan-permainan tentang
pendidikan untuk pembentukan karakter anak dan senam untuk kebugaran jasmani
mereka. Permainan yang diberikan kepada mereka juga berguna untuk melatih
kekompakan, mengajarkan kreativitas, mengajarkan sikap peduli terhadap
lingkungan sekitar, membangun rasa percaya diri pada anak. Selain mendapatkan
pengajaran dari pihak sekolah, mereka juga mendapatkan pendidikan diluar
sekolah.
Selama pelaksanaan program siswa mampu mengikuti serangkaian
program dengan semangat. Pelaksanaan senam yang dijadwalkan sekali
pelaksanaan, menjadi dua kali pelaksanaan karena minat siswa yang tinggi untuk
melakukan senam anak yang pernah dilakukan. Senam kedua dilaksanakan
berbarengan dengan pelaksanaan kegiatan mewarnai. Hambatan yang ditemui saat
pelaksanaan program pendidikan informal anak usia dini adalah kurangnya
koordinasi antara wali murid dan panitia pelaksana sehingga menyebabkan
rundown acara sedikit telat, namun hal tersebut tidak mengganggu
keberlangsungan program. Analisis keberhasilan progam ini berdasar tujuan awal
adalah memberikan pendidikan melalui penyelesaian tugas sekolah dan
pendidikan karakter. Berdasarkan hal tersebut program ini dikatakan berhasil
karena anak-anak sekolah dasar yang mengikuti progam ini merasa terbantu
dalam memahami pelajaran sekolah yang kurang dimengerti sebelumnya, serta
program dengan sasaran anak usia dini juga dikatakan berhasil karena mampu
membangkitkan semangat anak-anak dalam menumbuhkan rasa percaya diri,
kreativitas dan kerja sama tim yang baik.
19

3.2 Pilar Kesehatan


3.2.1 Senam Kesehatan (Aerobik)
Setiap individu memiliki tingkat kebugaran jasmani yang berbeda-beda.
Sibuknya masyarakat Desa dengan rutinitasnya membuat masyarakat terkadang
melupakan kebugaran tubuhnya. Oleh karena itu, kelompok kami membuat
program kerja berupa senam kesehatan (aerobic). Hal ini bertujuan untuk
menginspirasi warga, terutama kalangan ibu-ibu akan pentingnya menjaga
kebugaran jasmani agar tetap sehat. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu kedua
tepatnya tanggal 31 Juli 2016 yang bertempat di aula SD Baletbaru 02 dan
dihadiri oleh ibu-ibu yang merupakan sasaran dari kegiatan ini . Untuk teknis
pelaksanaannya kami bekerja sama dengan instrktur senam dan juga diikuti oleh
anggota dari “Sanggar Senam Cantik” yang ada di Desa Baletbaru. Pelaksanaan
kegiatan ini berbarengan dengan salah satu program kerja yaitu demonstasi
pembuatan cendol ireng yang sasarannya merupakan peserta senam kesehatan
(aerobik) ini. Mekanisme dari kegiatan ini diawali dengan memberikan penjelasan
dan pengetahuan kepada masyarkat akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh
yang dilanjutkan dengan senam bersama. Pelaksanaan senam kesehatan berhasil
dilakukan kurang lebih selama satu jam. Kegiatan ini dimulai pada pukul 15.30
WIB.
Analisis dari pencapaian keberhasilan pelaksanaan kegiatan dilihat dari
tujuan awal kegiatan ini, yaitu menambah wawasan masyarakat mengenai
pentingnya menjaga kebugaran tubuh dengan segala rutinitas yang dilakukan
sehari-hari. Dan hal tersebut dapat terwujud melalui kegiatan senam kesehatan
(aerobik). Selama pelaksanaan pogram tidak ditemui hambatan yang mengganggu
jalannya program.

3.2.2 Penyuluhan Penyakit Scabies


Kegiatan penyuluhan tentang penyakit scabies yang telah kami lakukan
adalah penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Penyuluhan ini
dilatarbelakangi dengan rendahnya kesadaran warga untuk berperilaku hidup
bersih dan sehat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya masyarakat Desa Baletbaru
20

yang masih menggunakan sungai untuk MCK dikarenakan terdapat beberapa


rumah warga yang belum memiliki MCK yang memadai di tiap rumah. Kegiatan
ini terlaksana sesuai perencanaan awal yaitu minggu keempat dibulan Agustus,
lebih tepatnya tanggal 13 Agustus 2016 yang bertempat di aula Pondok Pesantren
Nurul Qurnain. Kegiatan ini dimulai pukul 10.15 WIB dan berlangsung selama
kurang lebih satu jam, yang diikuti oleh masyarakat usia remaja yang ada di Desa
Baletbaru.
Teknis pelaksanaan kegiatan ini berupa penyampaian informasi kepada
masyarakat usia remaja yang diawali dengan pemberian materi terlebih dahulu
lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta penyuluhan. Materi yang
diberikan mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat yang dilanjutkan
dengan pemutaran video tentang PHBS dan memaparkan penyakit yang dapat
timbul akibat tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Analisis pencapaian keberhasilan dari kegiatan ini, dilihat dari tujuan awal
dilaksanakannya kegiatan ini yaitu, menambah wawasan masyarakat tentang
perilak hidup bersih dan sehat, mampu memahami serta mampu menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pelaksanaan program tersebut telah dicapai
dengan indicator antusiasme siswa dalam bertanya tentang materi penyuluhan dan
pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan. Selama pelaksanaan program
tidak ditemui hambatan yang menggangg jalannya program.

3.2.3 Screening Hipertensi dan Senam Lansia


Hipertensi merupakan penyakit yang biasanya menyerang orang-orang di
usia lanjut yang disebabkan karena konsumsi garam lemak yang berlebih, faktor
usia, dan keg emukan/obesitas. Upaya pelaksanaan program kesehatan ini yaitu
melalui pengadaan screening hipertensi, penyuluhan tentang hipertensi dan senam
lansia. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu terakhir tepatnya pada tanggal 28
Agustus 2016 bertempat di Balai Desa Baletbaru. Kegiatan ini berlangsung mulai
dari pukul 08.00 sampai pukul 11.00 WIB.
Teknis pelaksanaan kegiatan, kami bekerja sama dengan bu Ida selaku
kader posyandu di Desa Baletbaru. Kegiatan ini diawali dengan pendaftaran nama
21

dan umur, dilanjutkan dengan senam bersama. Setelah itu, penyuluhan tentang
Hipertensi kepada ibu-ibu usia lanjut, dan yang terakhir yaitu pengobatan
hipertensi. Untuk sesi pengobatan kami didampingi oleh bu Ida, teknis
pengobatannya dimulai dari tensi darah, masyarakat usia lanjut memberitahukan
keluhan yang dirasakan, pemberian obat yang sesuai, serta pemberian suntik
vitamin bagi beberapa warga yang membutuhkan.
Analisis pencapaian keberhasilan pelaksanaan kegiatan, dilihat dari tujuan
awal kegiatan dilaksanakan yaitu memberikan pengetahuan kepada masyarakat
mengenai pencegahan hipertensi, dengan salah satu caranya yaitu menjaga pola
makan di usia lanjut serta aktif mengikuti senam lansia untuk menjaga kebugaran
tubuh dan memperlancar peredaran darah. Pelaksanaan program ini dapat
dikatakan sesuai tujuan tersebut karena para peserta yang mengikti senam merasa
senang dengan adanya pengadaan senam hipertensi ini, peserta program ini juga
merasa terbantu karena dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka dengan
adanya screening hipertensi dan mendapat obat serta vitamin yang dapat
meringankan gejala penyakit yang diderita. Selain itu dengan adanya penyuluhan
diharapkan warga semakin mengerti mengenai penyakit hipertensi. Hambatan
yang ditemui selama program adalah masalah tekhnis seperti gangguan pada
sound system yang menyebabkan instruksi senam terdengar kurang jelas.

3.3 Pilar Ekonomi Kreatif


3.3.1 Pembuatan Cendol Ireng Menggunakan Pewarna Alami Abu Merang
Baletbaru merupakan desa yang banyak terdapat hamparan sawah. Jenis
tanaman yang ditanam pun bermacam-macam, salah satunya yaitu padi. Pada saat
masa panen banyak jerami yang berserakan disawah-sawah dan tidak
termanfaatkan. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dari masyarakat akan
adanya manfaat lain dari jerami tersebut. Selama ini masyarakat membiarkan
jerami begitu saja bahkan hanya dibakar tanpa mengolahnya lebih lanjut.
Sehingga tidak ada nilai tambah bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami
mengadakan program kerja demonstrasi pembuatan cendol ireng menggunakan
pewarna alami abu merang. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan
22

masyarakat Desa Baletbaru mengenai manfaat lain dari jerami agar memiliki nilai
ekonomis yang akan menambah pendapatan masyarakat. Disamping itu,
memberikan solusi kepada masyarakat Desa Baletbaru untuk mengatasi masalah
jerami yang menumpuk bahkan berserakan di lahan mereka.
Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu kedua tanggal 31 Juli 2016 pada
pukul 15.30 WIB sampai dengan 17.00 WIB bertempat di aula SD Baletbaru 02.
Kegiatan ini diadakan beriringan dengan program kerja senam kesehatan
(aerobik), yang mana kegiatan ini merupakan program kerja pertama yang
dilaksanakan oleh kelompok KKN 14 di Desa Baletbaru. Teknis pelaksanaan
kegiatan dimulai dengan pengenalan manfaat lain dari jerami dan dilanjutkan
dengan demonstrasi pembuatan cendol ireng. Secara keseluruhan, kegiatan ini
berjalan dengan lacar, hal tersebut dapat dilihat dari antusias peserta yang
mengikuti kegiatan ini. Banyak peserta yang bertanya tentang manfaat dan cara
pembuatan cendol ireng tersebut.

3.3.2 Penyuluhan Pemasaran Industri Rumah Tangga


Industri rumah tangga merupakan kegiatan industri yang banyak dilakukan
oleh masyarakat Baletbaru. Namun pemasaran dari produk hasil rumah tangga ini
masih dilakukan secara tradisional sehingga pemasaran produk masih terbatas.
Oleh sebab itu kami mengadakan kegiatan penyuluhan pemasaran industri rumah
tangga dengan harapan masyarakat mendapatkan informasi bagaimana
memasarkan produk mereka dengan jangkauan pasar lebih luas.
Kegiatan penyuluhan yang telah kami lakukan adalah penyuluhan tentang
pemasaran produk berbasis online shop. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu
keempat tepatnya hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2016 pada pukul 10.15-11.15
WIB di aula Pondok Pesantren Nurul Qurnain, yang diikuti oleh masyarakat usia
remaja yang ada di Desa Baletbaru.
Teknis pelaksanaan kegiatan ini berupa sharing dengan masyarakat usia
remaja yang diawali dengan pemberian materi terlebih dahulu lalu dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab dengan peserta penyuluhan. Materi yang diberikan
23

berupa pengenalan terhadap bisnis online shop dan bagaimana cara memasarkan
produk melalui online shop.
Analisis pencapaian keberhasilan dari kegiatan ini, apabila dilihat dari
tujuan awal dilaksanakannya kegiatan ini adalah menambah wawasan masyarakat
tentang jenis pemasaran produk, yang dapat digunakan untuk memasarkan produk
industri rumah tangga masing-masing.

3.4 Pilar Lingkungan


3.4.1 Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga dan Penanaman Tanaman Obat
Keluarga
Pengetahuan yang kurang tentang tanaman obat, membuat masyarakat
Baletbaru terbiasa mengkonsumsi antibiotik tanpa resep dokter untuk mengobati
penyakit ringan seperti pusing, demam, mual, gatal-gatal, dan lain-lain.
Penggunaan obat antibiotik secara bebas tanpa resep dokter tersebut menjadi
perhatian tersendiri, berkaitan dengan maraknya isu resistensi antibiotik yang
membahayakan kesehatan. Sehingga dengan adanya fakta tersebut di lapangan,
perlu diadakan penyuluhan tentang tanaman obat kelarga (TOGA) yang mampu
menggantikan peranan antibiotik. Selain kegiatan penyuluhan tentang TOGA,
kegiatan juga dilanjutkan dengan penanaman TOGA di pekarangan warga. Hal
tersebut dilakukan dengan tujuan mendayagunakan pekarangan kosong untuk
membudidayakan tanaman TOGA yang kemudian dapat dimanfaatkan secara
pribadi ataupun komersil.
Kegiatan penyuluhan dan penanaman TOGA dilakukan pada minggu
kelima pada hari yang berbeda. Kegiatan penyuluhan TOGA dilakukan pada
tanggal 15 Agustus 2016 dengan sasaran kelompok tani Dusun Sumbergayam.
Kegiatan dilaksanakan pada pukul 19.00-21.00 WIB di masjid yang terletak di
Dusun Sumbergayam. Kegiatan penanaman TOGA dilakukan pada tanggal 17
Agustus 2016 pada pukul 10.00-12.00 WIB di pekarangan rumah warga.
Teknis pelaksanaan kegiatan penyuluhan manfaat TOGA berupa
penyampaian informasi kepada masyarakat kelompok tani Dusun Sumbergayam,
sedangkan kegiatan penanaman TOGA berupa penanaman TOGA secara
24

bersama-sama di pekarangan milik warga. Materi penyuluhan yang diberikan


berupa pengetahuan bahaya penggunaan antibiotik secara bebas, pengetahuan
macam-macam tanaman obat, pengetahuan manfaat tanaman obat, dan
pengetahuan pengolahan serta penanaman tanaman obat secara baik dan benar.
Penanaman TOGA yang dilakukan meliputi penanaman beberapa macam TOGA
seperti sereh, jahe, laos dan kemangi.
Analisis pencapaian keberhasilan berdasar tujuan awal pelaksanaan
kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tanaman
obat keluarga serta pelatihan penanaman tanaman obat keluarga. Saat pelaksanaan
kegiatan, antusias warga sangat tinggi, hal ini dapat terlihat dari jumlah warga
yang hadir saat penyuluhan yang berjumlah 50 orang dan beberapa warga yang
bersedia ikut serta dalam kegiatan penanaman TOGA. Namun dalam pelaksanaan
program ini ditemukan hambatan yaitu sulitnya mendapatkan bibit TOGA dalam
jumlah banyak sehingga bibit TOGA yang ditanam hanya sedikit dan hanya
dilakukan di salah satu pekarangan warga yang lahannya cukup luas. Berdasarkan
hal tersebut, secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan ini dapat dikatakan berhasil
karena tingginya antusias warga dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan
penanaman TOGA.

3.4.2 Penyuluhan Pemanfaatan Kotoran Ternak dan Pembuatan Pupuk dari


Kotoran Ternak
Banyaknya warga Desa Baletbaru yang memiliki hewan ternak
menghasilkan kotoran ternak yang banyak pula. Banyaknya kotoran ternak ini
menjadi sebuah masalah di lingkungan warga baletbaruu, karena kotoran ternak
tidak diolah dengan baik sehingga menyebabkan kawasan perumahan warga
menjadi bau dan kurang enak dipandang. Selain itu, perilaku warga yang suka
membuang kotoran ternak secara sembarangan di sungai menyebabkan sungai
menjadi kotor dan bau, hal ini sangat mengganggu aktivitas warga yang masih
memanfaatkan sungai untuk kebtuhan sehari-hari seperti mencuci pakaian, mandi
maupun kakus. Berdasarkan hal tersebut maka perlu diadakannya penyuluhan
tentang pemanfaatan kotoran ternak dan pembuatan pupuk dari kotoran ternak,
25

tujuannya agar masyarakat mendapatkan informasi tentang pemanfaatan kotoran


ternak dan mengetahui cara pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk sehingga
kotoran ternak tidak hanya dibiarkan menumpuk ataupun dibuang sembarangan ke
sungai.
Kegiatan penyuluhan pemanfaatan kotoran ternak dilakukan pada minggu
kedua tanggal 27 Juli 2016 pada pukul 13.00-15.30 WIB di Desa Polaseng dengan
sasaran kelompok tani Desa Baletbaru. Kegiatan pembuatan pupuk dari kotoran
ternak dilakukan pada minggu ketiga tanggal 2 Agustus 2016 pada pukul 06.00-
21.00 WIB di Desa Polaseng dengan sasaran kelompok tani Desa Baletbaru. Atas
permintaan warga, kegiatan pembuatan pupuk dari kotoran ternak diadakan
kembali pada minggu kelima pada tanggal 16 Agustus 2016 pada pukul 09.00-
12.00 WIB bertempat di halaman rumah bapak H. Luthfi, Timur Sawah Dusun
Sumbergayam.
Teknis pelaksanaan kegiatan penyuluhan berupa penyampaian informasi
kepada warga mengenai pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk alami. Materi
penyuluhan yang disampaikan berupa informasi mengenai bahaya penggunaan
pupuk kimia, dampak negatif membuang kotoran ternak sembarangan, manfaat
kotoran ternak bagi pertanian, keuntungan pupuk dari kotoran ternak bagi
pertanian serta pada kegiatan ini juga dilaksanakan koordinasi pengadaan kegiatan
pembuatan pupuk dari kotoran ternak. Teknis pelaksanaan kegiatan pembuatan
pupuk dari kotoran ternak adalah dengan mengumpulkan kepala kelompok tani
yang ada di Desa BaletBaru untuk bersama-sama melakukan pembuatan pupuk
bokashi dengan pendampingan dari pihak PPL (Petugas Penyuluh Lapang) yang
diwakili oleh bapak Mustafa. Kegiatan pembuatan pupuk dilakukan sebanyak dua
kali terdiri dari pembuatan pupuk padat dan pupuk cair.
Analisis pencapaian keberhasilan berdasar tujuan awal pelaksanaan
kegiatan ini adalah memberikan informasi mengenai manfaat kotoran ternak dan
pelatihan pembuatan pupuk dari kotoran ternak. Dalam pelaksanaannya, kegiatan
ini disambut baik oleh kelompok tani Desa Baletbaru. Kelompok tani sangat
antusias dalam mengikuti kegiatan ini, hal ini dibuktikan dengan permintaan dari
kelompok tani untuk mengadakan kembali pembuatan pupuk bokashi yang terbuat
26

dari kotoran ternak. Selama pelaksanaan program terdapat beberapa hambatan


yaitu sulitnya mendapatkan bahan baku pembuatan pupuk seperti kotoran ternak
yang telah kering dan beberapa proses pembuatan pupuk seperti rasio bahan-
bahan pembuatan pupuk yang kurang tepat karena keterbatasan bahan baku yang
didapat. Meskipun demikian, program ini secara keseluruhan dapat dikatakan
berhasil karena antusias waga yang sangat tinggi dalam mengikuti program ini
dan kotoran ternak yang berhasil diolah menjadi pupuk, dimana pupuk tersebut
sebagian dibagikan kepada warga dan sebagian kami gunakan dalam program
kerja penanaman bibit pepaya California.

3.4.3 Penyuluhan Manfaat Budidaya Pepaya California dan Penanaman


Bibit Pepaya California
Perumahan warga Desa Baletbaru pada umumnya memiliki lahan
pekarangan yang luas. Pekarangan tersebut biasanya hanya dibiarkan kosong
sebagai lapangan dan dibiarkan tidak terawat sehingga banyak ditumbuhi semak
belukar. Adanya keadaan tersebut kemudian menjadikan kami memiliki gagasan
untuk dapat memfungsikan lahan pekarangan yang kosong tersebut, menjadi lahan
pekarangan yang lebih bermanfaat. Salah satu caranya adalah dengan membuat
lahan pekarangan tersebut sebagai lahan budidaya pepaya California.
Pemanfaatan pekarangan sebagai lahan budidaya pepaya California dirasa sangat
menguntungkan karena pepaya California merupakan tumbuhan yang mudah
dirawat dan mudah menghasilkan buah dalam jumlah banyak. Buah pepaya
California sendiri memiliki rasa yang enak untuk di konsumsi serta memiliki nilai
jual dan daya tarik yang tinggi di pasaran, sehingga apabila nanti pohon pepaya
sudah mulai berbuah, maka pemilik pekarangan dapat memanen buahnya untuk
dikonsumsi sendiri ataupun dijual ke pasaran. Oleh sebab itu, maka kami
mengadakan penyuluhan tentang manfaat budidaya pepaya California dan
penanaman bibit pepaya California di pekarangan rumah warga.
Kegiatan penyuluhan manfaat budidaya pepaya California dan penanaman
bibit pepaya California dilakukan pada minggu keenam dengan sasaran kelompok
27

tani Desa Baletbaru dilakukan pada minggu keenam tanggal 25 Agustus 2016
pada pukul 13.00-16.00 WIB di Dusun Krajan.
Teknis pelaksanaan kegiatan penyuluhan berupa penyampaian informasi
kepada warga mengenai manfaat budidaya pepaya California, pada kegiatan ini
juga dilaksanakan koordinasi pelaksanaan kegiatan penanaman bibit pepaya
California. Teknis pelaksanaan kegiatan penanaman bibit pepaya California
adalah dengan mengumpulkan kepala kelompok tani yang ada di Desa BaletBaru
untuk bersama-sama melakukan penanaman bibit pepaya California dengan
pendampingan dari pihak PPL (Petugas Penyuluh Lapang) yang diwakili oleh
bapak Mustafa.
Pelaksanaan kegiatan ini disambut baik oleh kelompok tani Desa
Baletbaru. Kelompok tani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, hal ini
dibuktikan dengan antusias para kepala kelompok tani Desa Baletbaru dalam
mengikuti acara. Selama pelaksanaan program tidak terdapat hambatan yang
menghalangi jalannya program. Analisis pencapaian keberhasilan berdasar tujuan
awal pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan informasi mengenai manfaat
budidaya pepaya California dan melakukan penanaman bibit pepaya California.
Berdasarkan hal tersebut program ini dapat dikatakan berhasil karena telah
mencapai tujuan pelaksanaan program.

3.4.4 Penyuluhan Kebersihan Lingkungan dan Bersih-Bersih Kampung


Lingkungan yang bersih dan sehat sangat dibutuhkan untuk kualitas hidup
yang baik. Namun kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih dan sehat di
Desa Baletbaru ini masih tergolong rendah. Hal ini tampak dari banyaknya warga
yang masih membuang sampah sembarangan di jalan, selokan dan sungai. Akibat
hal tersebut menyebabkan kawasan perumahan menjadi tampak kotor serta timbul
bau tidak sedap akibat umpukan sampah di selokan dan sungai. Adanya hal
tersebut juga berpotensi menyebabkan berbagai macam penyakit. Oleh sebab itu
dibutuhkkan adanya penyuluhan tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan
mengadakan kegiatan gotong royong bersih-bersih kampung untuk membersihkan
28

sampah yang berserakan di jalan dan sampah yang menumpuk selokan maupun
sungai.
Kegiatan penyuluhan pentingnya kebersihan lingkungan dan gotong
royong bersih-bersih kampung dilakukan pada minggu keenam tanggal 26
Agustus 2016 pada pukul 07.00-10.00 WIB di Dusun Krajan diikuti oleh seluruh
warga Desa Baletbaru.
Teknis pelaksanaan kegiatan penyuluhan berupa penyampaian informasi
kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pada
kegiatan ini juga dilaksanakan koordinasi pelaksanaan kegiatan bersih-bersih
kampung. Teknis pelaksanaan kegiatan bersih-bersih kampung adalah dengan
mengumpulkan warga Dusun Krajan untuk bersama-sama membersihkan
kampung dari sampah-sampah yang berserakan di jalan, selokan dan sungai.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat antusias yang sangat baik dari warga
Dusun Krajan. Hal ini tampak dari banyaknya warga yang secara sukarela ingin
berpartisipasi dalam acara ini. Pelaksanaan kegiatan bersih-bersih kampung juga
melebihi target yang direncanakan, tidak hanya membersihkan jalan, selokan dan
sungai dari sampah, tetapi warga juga membersihkan tanah pemakaman yang
tampak kotor dan dipenuhi oleh sampah. Analisis pencapaian keberhasilan
berdasar tujuan awal pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan informasi
mengenai kebersihan lingkungan dan melakukan kegiatan bersih-bersih kampung.
Berdasarkan hal tersebut program ini dapat dikatakan berhasil karena telah
mencapai tujuan pelaksanaan program.

3.4.5 Budidaya Ikan NIla


Banyaknya potensi yang masih belum termanfaatkan di desa Balet Baru
menginspirasi kami untuk berusaha membuat program kerja yang dapat
bermanfaat bagi Desa Balet Baru sendiri maupun masyarakatnya. Salah satunya
yaitu tidak termanfaatkannya kolam-kolam yang ada di pekarangan milik
beberapa warga, namun ada juga kolam ikan yang sudah termanfaatkan namun
ikan yang ada belum mencukupi. Oleh karena itu, kami memanfaatkan hal
tersebut dengan membuat program kerja Budidaya Ikan Nila agar adanya kolam
29

yang tidak termanfaatkan tersebut dapat berguna bagi masyarakat desa Balet Baru
sendiri.
Pelaksanaan program kerja ini sangat sederhana, hanya didatangi oleh
beberapa pihak dan kelompok KKN 14. kegiatan ini dilaksanakan pada minggu
keenam tanggal 22 Agustus 2016 pada pukul 13.00-15.00 WIB bertempat di
beberapa kolam yang ada di Desa Balet Baru baik dusun Sumbergayam maupun
Tamansari.
Teknis pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan dihadiri oleh Kasun Dusun
Sumbergayam dan beberapa warga, kami melakukan pelepasan sebanyak 3000
benih ikan nila di beberapa kolam milik warga. Benihtersebut kami dapatkan
degan membeli di pelelangan ikan yang ada si Kalisat. Dengan pelaksanaan
program kerja ini diharapkan dapat menambah aset yang dimiliki oleh desa Balet
Baru yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Balet Baru.
BAB 4. PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kami berikan selama kegiatan KKN Temantik
Posdaya di Desa Balet Baru dalam pilar kesehatan yaitu melakukan penyuluhan
tentang perilaku hidup bersih dan sehat, akibat yang mungkin terjadi serta
pencegahan penyakit scabies. mampu memahami dan diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari agar masyarakat terhindar dari penyakit yang dapat ditularkan melalui
aliran sungai, Memberikan penyuluhan mengenai screening hipertensi, senam
lansia dan melakukan pengobatan hipertensi. Dalam pilar pendidikan,
memberikan pemdampingan bimbingan belajar terhadap anak-anak usia dini dan
memberikan tambahan pengetahuan melalui pemutaran film pendidikan kepada
anak-anak usia sekolah dasar. Dalam pilar ekonomi, kami telah memberikan
penyuluhan dan melakukan demonstrasi tentang pembuatan cendol ireng
menggunakan pewarna alami abu merang. Hal ini digunakan untuk memanfaatkan
potensi yang ada di Desa Balet Baru. Memberikan penyuluhan mengenai
pemasaran poduk industri rumah tangga, hal ini dilakukan untuk memudahkan
masyarakat dalam memasarkan produk-produ yang dihasilkan oleh masyarakat
Desa Balet Baru. Dalam pilar lingkungan kami memaksimakan lahan kosong di
pekarangan rumah warga dengan memberikan bibit Tanaman obat Keluarga,
penanaman bibit papaya California. budidaya ikan nila serta mengadakan kegiatan
bersih-bersih kampung agar lingkungan desa tetap terjaga kebersihannya.
4.2 Saran
Dari rangkaian program kerja yang telah kami laksanakan, terdapat
beberapa saran yang dapat kami berikan adalah mengaktifkan kembali posdaya
serta mengenalkan posdaya dan fungsi posdaya kepada masyarakat sehingga
masyarakat dapat mengetahui apa itu posdaya dan kegiatan yang dilakukan oleh
posdaya mendapatkan dukungan dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya, sebagai
bentuk upaya pemberdayaan dalam bidang ekonomi maka perlu adanya tindak
lanjut mengenai cendol ireng menggunakan perwarna abu merang. Sebagai tindak
31

lanjut masyarakat dapat meneruskan program kerja yang telah kami lakukan untuk
menambah pendapatan masyarakat.
Untuk KKN periode selanjutnya diharapkan bisa memecahkan masalah
yang ada di Desa Balet Baru yang mungkin sampai saat ini belum dapat
terpecahkan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Jember, 2013. Panduan


Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Temantik Pos Pemberdayaan
Keluarga (podsaya). Jember: Universitas Jember.

Desa Balet Baru, 2015. Profil Desa Tahun 2014 Desa Balet Baru Kecamatan
Sukowono Kabupaten Jember. Jember.
Lampiran
Lampian 1. Rekalitulasi Kegiatan KKN Temantik

Kelompok : 014
Kecamatan : Sukowono
Desa : Balet Baru
Kabupaten : Jember
Tanggal Selesai : 1 September 2016

Jadwal (minggu ke-)


Penanggung
Program Tujuan Volume Sasaran Juli Agustus BentukKegiatan Pelaksana
Jawab
1 2 3 4 5 6

A. TahapPersiapan

1. Survey Lokasi Untuk mengetahui 4 kali Masyarakat Desa Koordinasi KKN 014 M. Fafiyadi
potensi-potensi Balet Baru dan dengan perangkat Taftazani
yang ada di Desa Perangkat Desa desa terkait dan
Balet Baru Balet Baru meninjau lokasi
meliputi Dusun yang berpotensi
Krajan dan Dusun di Desa Balet
Sumbergayam Baru
sekaligus
mengetahui profil
Desa Balet Baru

2. Identifikasi/Pemetaan Mengetahui 5 kali Masyarakat Desa Mendatangi KKN 014 M. Fafiyadi


permasalahan yang Balet Baru tokoh masyarakat Taftazani
ada di Desa Balet dan melakukan
Baru Kecamatan pendataan di
Sukowono rumah warga

3. Lokakarya dengan Mempersiapkan 1 kali Perangkat Desa Rapat dan KKN 014 M. Fafiyadi
Masyarakat pelaksanaan Musyawarah Taftazani
Program Kerja

B. Tahap Pelaksanaan

Pilar Pendidikan

1. Pemutaran Film Mengenalkan 3 kali Anak-anak usia Menayangkan KKN 014 Guntur Tri
Pendidikan pembelajaran dini dan sekolah fim-film anak Wasono
melaului media dasar bertemakan
elektronik pendidikan dan
menceritakan
kembeali isi dari
film pendek
tersebut
2. Pendidikan Anak Menambah 4 kali Anak-anak usia Mengadakan KKN 014 Debi Apriani
Usia Dini wawasan dan dini Senam,
pengetahuan anak- mewarnai, dan
anak usia dini, outbond
serta melatih
kemampuan dan
membangun rasa
percaya diri
melalui kegiatan
diluar sekolah.

Pilar Kesehatan

3. Senam Kesehatan Menginspirasi 1 kali Ibu-ibu masyarakat Mengadakan KKN 014 Enha Ilham
(Aerobik) warga desa Balet Desa Balet Baru senam sore yang Istiqlal
Baru akan diikuti oleh ibu-
pentingnya ibu warga desa
menjaga kebugaran Balet Baru
tubuh di sela-sela
rutinitas sehari-hari

4. Penyuluhan Penyakit Meningkatkan 1 kali Masyarakat usia Memberikan KKN 014 Auliya
Scabies kesadaran remaja penyuluhan yang Hidayati
masyarakat akan dilanjutkan
pola hidup bersih dengan proses
dan sehat serta tanya jawab
penyakit yang
ditimbulkan.

5. Screening Hipertensi Mendeteksi 1 kali Ibu-ibu lansia Mengadakan KKN 014 Auliya
dan senam lansia penyakit yang senam lansia Hidayati
disebabkan oleh dilanjutkan
pola hidup dan dengan
pola makan yang memberikan
kurang baik penyluhan
sekaligus mengenai
melakukan hipertensi dan
pengobatan dilanjutkan
hipertensi secara dengan
gratis pengobatan gratis

Pilar Ekonomi Kreatif

6. Pembuatan cendol Memanfaatkan 1 kali Masyarakat Desa Memberikan KKN 014 Norhayati
ireng menggunakan bahan baku yang Balet Baru penyuluhan akan
pewarna alami abu manfaat lain dari
ada di Desa Balet
merang jerami dan
Baru, serta dilanjutkan
memberikan dengan
demonstrasi
inspirasi kepada
masyarakat untuk pembuatan
menambah cendol ireng
menggunakan
pendapatan.
abu merang

7. Penyuluhan Memberikan 1 kali Masyarakat usia Mengadakan KKN 014 Dini


Pemasaran Industri informasi kepada remaja penyuluhan Rohmatul
Rumah Tangga tentang macam- Hasanah P.
masyarakat
macam bentuk
mengenai cara pemasaran dan
mesasarkan produk dilanjutkan
sengan sesi tanya
inustri rumah
jawab
tangga yang telah
dihasilkan
Pilar Lingkungan

8. Penyuluhan dan Memberikan 1 kali Masyarakat Dusun Sosiaisasi kpada KKN 014 Aisyah
Penanaman Tanaman informasi dan Krajan masyarakat
pengetahuan mengenai
Obat Keluarga (TOGA)
mengenai manfaat manfaat toga dan
dari TOGA dan mengadakan
pemanfaatan lahan penanaman toga
kosong milik di pekarangan
warga di hari
warga. yang berbeda

9. Penyuluhan Pemanfaatan 3 kali Warga Desa Balet -Mengadakan


pemanfaatan kotoran kotoran ternak Baru penyuluhan
yang tidak terpakai bersama dengan
ternak dan pembuatan
agar lebih memiliki kelompok tani
pupuk organik nilai jual.
-Membuat pupuk
organic
menggunakan
kotoran ternak
dipandu dengan
penyuluh lapang.

10. Penyuluhan manfaat Memanfaatkan 1 kali Warga desa Balet Mengadakan KKN 014 M. Fafiyadi
Budidaya Pepaya lahan milik warga Baru penyuluhan Taftazani
yang tidak dilanjutkan
California dan
terpakai, dengan
Penanaman Bibit menambah aset penanaman bibit
Pepaya California Desa Balet Baru papaya california

11. Penyuluhan Menyadarkan 1 kali Warga Dusun Mengadakan KKN 014 Alief Ilman
Kebersihan Lingkungan masyarakat akan Krajan kerja bakti Zaelany
pentingnya bersama
dan Bersih-bersih
menjaga membersinhkan
Kampung lingkungan agar lingkungan,
tetap bersih pekarangan
rumah serta
saluran air,
maupun sungai.
Lampiran 2. Dokumentasi Kegiatan KKN

PILAR PENDIDIKAN

Pendidikan Anak Usia Dini


Pemutaran Film Pendidikan
PILAR KESEHATAN

Penyuluhan Screening Hipertensi, Senam Lansia dan Pengobatan Hipertensi


Senam Kesehatan (Aerobik)

Penyuluhan Penyakit Scabies


PILAR EKONOMI KREATIF

Pembuatan Cendol Ireng menggunakan Abu Merang


Penyuluhan Pemasaran Industri Rumah Tangga
PILAR LINGKUNGAN

Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga dan Penanaman Tanaman Obat


Keluarga
Penyuluhan Pemanfaatan Kotoran Ternak dan Pembuatan Pupuk dari
Kotoran Ternak
Penyuluhan Manfaat Budidaya Pepaya California dan Penanaman Bibit
Pepaya California
Penyuluhan Kebersihan Lingkungan dan Bersih-Bersih Kampung

Budidaya Benih Ikan Nila


KEGIATAN 17 AGUSTUS
Lampiran 3. Biodata Mahasiswa KKN

BIODATA PESERTA

DESA : BALETBARU
KECAMATAN : SUKOWONO
KABUPATEN : JEMBER
KELOMPOK : 014

1. Nama : M. Fafiyadi Taftazani


Tempat, tanggal lahir : Pamekasan, 23 Maret 1995
NIM : 131910201023
Fakultas : Teknik
Jurusan : Elektro
Alamat Asal : Desa Galis, Kecamatan Galis,
Pamekasan
Alamat di Jember : Jalan Kalimantan IV nomor 87
Telp. : 082330443077
Menjabat sebagai : Koordinator Desa

2. Nama : Dini Rohmatul Hasanah P.


Tempat, tanggal lahir : Banyuwangi, 12 November 1995
NIM : 130810301043
Fakultas : Ekonomi
Jurusan : Akuntansi
Alamat Asal : Jalan Kutilang, Pakis,
Banyuwangi
Alamat di Jember : Jalan Sumatera 134
Telp. : 082140844784
Menjabat sebagai : Sekertaris
3. Nama : Claudia Egi Herviyani
Tempat, tanggal lahir : Jember, 7 November 1994
NIM : 131510601154
Fakultas : Pertanian
Jurusan : Agribisnis
Alamat Asal : Perum Gunung Batu Permai
GG-41 Jember
Alamat di Jember : Perum Gunung Batu Permai
GG-41 Jember
Telp. : 08997402950
Menjabat sebagai : Bendahara

4. Nama : Debi Apriani


Tempat, tanggal lahir : Jember, 10 April 1995
NIM : 130910202045
Fakultas : Fisip
Jurusan : Administrasi Bisnis
Alamat Asal : Jalan Teuku Umar Gg. Taruna
No. 56, jember
Alamat di Jember : Jalan Teuku Umar Gg. Taruna
No. 56, jember
Telp. : 085748676746
Menjabat sebagai : Anggota

5. Nama : Norhayati
Tempat, tanggal lahir : Lumajang, 1 Juni 1995
NIM : 130810201272
Fakultas : Ekonomi
Jurusan : Manajemen
Alamat Asal : Randuagung, Lumajang
Alamat di Jember : Jalan Jawa 2C No. 1
Telp. : 081335861298
Menjabat sebagai : Anggota

6. Nama : Enha Ilham Istiqlal


Tempat, tanggal lahir : Jember, 13 Agustus 1995
NIM : 130810201172
Fakultas : Ekonomi
Jurusan : Manajemen
Alamat Asal : Jl. Kotta Blater Gg. 3 Sidodadi
Tempurejo, Jember
Alamat di Jember : Jl. Kotta Blater Gg. 3 Sidodadi
Tempurejo, Jember
Telp. : 08121623710
Menjabat sebagai : Anggota

7. Nama : Auliya Hidayati


Tempat, tanggal lahir : Situbondo, 20 Juli 1995
NIM : 132310101001
Fakultas : Progran Studi Ilmu Keperawatan
Jurusan : Ilmu Keperawatan
Alamat Asal : Jalan Gunung Dieng Perumka
No. 4 Situbondo
Alamat di Jember : Jalan Danau Toba 37A
Telp. : 083852006660
Menjabat sebagai : Anggota

8. Nama : Aisyah
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 12 Oktober 1995
NIM : 131810401048
Fakultas : MIPA
Jurusan : Biologi
Alamat Asal : Perum Taman Gading ff-12
Jember
Alamat di Jember : Perum Taman Gading ff-12, Jember
Telp. : 085853922789
Menjabat sebagai : Anggota

9. Nama : Guntur Tri Wasono


Tempat, tanggal lahir : Tulung Agung, 9 Agustus 1994
NIM :130110401032
Fakultas : Ilmu Budaya
Jurusan : Televisi dan Film
Alamat Asal : Jalan Pisang nomor 7A, Pare
Kediri.
Alamat di Jember : Jalan Pajajaran 2 nomor D29
Telp. : 082330443077
Menjabat sebagai : Anggota

10. Nama : Alief Ilman Zaelany


Tempat, tanggal lahir : Jember, 25 Oktober 1994
NIM : 132010101054
Fakultas : Kedokteran
Jurusan : Pendidikan Dokter
Alamat Asal : Banyuwangi
Alamat di Jember : Jalan Mastrip 2 No. 74
Telp. : 085732466735
Menjabat sebagai : Anggota
Lampiran 4. Surat Keterangan Telah Melaksanakan KKN

Surat Keterangan Telah Melaksanakan KKN


Lampiran 5. Peta Desa

U DESA SUKOWONO

Jl. Kawah Ijen

Jl. Mayang Sari


DESA SUKOKERTO

Jl. KH. Wahid Hasyim


Jl. Imam Sukarto
Jl. Fathol Halim

LEGEN

Kantor De

Masjid

Rel Kereta

Gumuk Pi
Jl. Pahlawan

DESA SUKEREJO
Lampiran 6. Materi Kegiatan

Materi Penyuluhan Cendol Ireng

Es dawet atau minuman yang lebih sering disebut dengan es cendol adalah
minuman enak yang sangat segar dan nikmat dilidah. Minuman ini sangat cocok
untuk anda nikmati ketika cuaca sedang panas. Namun demikian, tahukah anda
tentang bagaimana cara membuat es cendol yang memang sudah biasa anda nikmati
ini..? Es cendol atau es dawet memiliki dua jenis warna yaitu hijau dan hitam. Kedua
jenis cendol tersebut tentunya sama-sama memiliki rasa yang enak. Akan tetapi,
disini kami akan mencoba membuat salah satu cendol ireng dengan memanfaatkan
jerami yang idak terpakai sebagai pewarna alami. Minuman ini biasanya banyak
dijumpai dipinggir jalan atau para pedagang keliling yang biasa berjualan. Nikmatnya
memang es dawet ireng ini, untuk itu kini kami akan mengajak anda untuk
membuatnya sendiri supaya anda tidak harus lagi membeli diluar rumah.

Bahan – bahan yang diperlukan untuk membuat cendol ireng

Dawet

1. Tepung beras 60 gr
2. Tepung sagu 50 gr
3. Garam 1 sdt
4. Air 600 ml
5. Abu merang 1 ½ sdm sekitar 3 gr
6. Air 50 ml kemudian larutkan abu merang dengan air ini lalu saringlah
7. Pewarna hitam 1/8 sdt

Sirup

1. Daun pandan 2 lembar


2. Gula merah 250 gr disisir
3. Air 250 ml
4. Garam ¼ sdt
5. Daun pandan 2 lbr
6. Nangka 3 buah potong-potong

Kuah santan

1. Daun pandan 2 lbr


2. Santan yang dibuat dari ½ butir kelapa sebanyak 500 ml

Pelengkap

1. Garam ½ sdt
2. Daun pandan 2 lbr
Cara membuat dawet ireng

Cendol

1. Larutkan tepung sagu, tepung beras, air abu merang, air, pewarna hitam, dan
garam
2. Masak sembari diaduk hingga meletup dan kental
3. Tuang pada cetakan cendol
4. Tekan di atas sebuah baskom yang sudah diisi air es
5. Saring cendol dan sisihkan

Sirup

1. Didihkan air, gula merah, garam, dan gula pandan menggunakan api kecil hingga
kental
2. Tambah nangka
3. Aduk sampai rata
Kini Anda sudah dapat menyajikan dawet ireng bersama sirup, es serut, dan
kuah santan untuk mendapat citarasa yang sempurna dan menggoyang lidah. Sekian
artikel tentang cara membuat dawet ireng dengan mudah.
Materi Penyuluhan Pemasaran Industri Rumah Tangga
Materi Penyuluhan Screening Hipertensi
Materi Penyuluhan Manfaat Tanaman TOGA

TOGA merupakan singkatan dari Tanaman Obat Keluarga. Kebutuhan


akan TOGA pada saat ini sangatlah tinggi, hal ini tidak terlepas dari manfaatnya
untuk kesehatan. Pemanfaatan TOGA sebagai obat keluarga mulai digali oleh
banyak ahli, hal ini berkaitan dengan maraknya isu penggunaan antibiotik secara
bebas. Penggunaan antibiotik secara bebas tersebut dapat menyebabkan resistensi
akan antibiotik, sehingga menyebabkan penyakit sulit untuk disembuhkan.
Semakin resisten tubuh terhadap antibiotik, maka dosis antibiotik yang
dibutuhkan semakin tinggi, sehingga menimbulkan masalah lain bagi kesehatan
tubuh seperti gagal ginjal. Oleh karena itu sebaiknya kita dapat menghindari
penggunaan antibiotik secara bebas untuk mengobati penyakit yang diderita.
Toga dapat digunakan untuk pencegahan, perawatan maupun
penyembuhan penyakit. Bagian tumbuhan TOGA yang dapat dimanfaatkan adalah
akar, batang, dan daun. Contoh tumbuhan TOGA yang dapat dimanfaatkan
akarnya adalah jahe, kunyit, dan temulawak untuk menjaga kesehatan tubuh.
Tumbuhan yang data dimanfaatkan batangnya adalah jeruk nipis yang berfungsi
sebagai obat antibakteri. Serta tumbuhan yang dapat dimanfaatkan bagian
daunnya adalah seledri untu antihipertensi, kelor untuk pereda demam, sirih
sebagai antibiotik alami, dan jambu biji untuk obat diare. Berikut adalah beberapa
contoh tanaman TOGA dan manfaatnya bagi kesehatan :
1. Kunyit : Berfungsi mengobati mual, maag, menurunkan kadar
lemak, kolesterol, gatal-gatal, antibakteri
2. Jahe : Menghangatkan tubuh, antibitik, batuk, sakit kepala.
3. Kencur : Melancarkan haid.
4. Temulawak : Obat antiradang, keracunan, perawatan hepatitis,
penambah nafsu makan.
5. Sirih : Antibau, penyembuhan luka bakar, batuk, melancarkan
haid.
Cara membuat olahan TOGA (jamu) yang benar :
1. Bahan dibersihkan dengan air mengalir sampai bersih
2. Bahan yang telah dibersihkan dapat diolah langsung ataupun dikeringkan
3. Tempat untuk merebus bahan sebaiknya terbuat dari gerabah atupun keramik,
karena jika menggunakan aluminium atau stainless steel akan menyebabkan
zat iron mengendap dan berbahaya bagi tubuh.
4. Sebaiknya jamu diminum sebelum makan agar dapat terserap optimal.
Materi Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik
Menggunakan Kotoran Ternak

Pengertian
Yaitu bahan organik yang difermentasi, bahan organik ini seperti kotoran
ternak, sekam, serbuk gergaji, dedaunan atau jerami. Proses fermentasi ini dibantu
dengan mikroorganisme yang digunakan dalam campuran pembuatan pupuk
bokashi ini. Contoh produk mikroorganisme yang dijual ditoko pertanian yaitu
seperti EM4.

Kelebihan Pupuk Bokashi


• Menanggulangi sampah-sampah organik yang tidak digunakan, sehingga
menyebabkan sampah dibuang di sungai/ dibakar.
• Dapat digunakan untuk pupuk tanaman.
• Menyuburkan tanah.
• Mudah dalam pembuatannya

Alat dan Bahan


Alat : kotoran ternak, abu sekam, EM4, jerami,serbuk gergaji

Cara Pembuatan Pupuk Bokashi


1. Campurkan semua bahan, seperti kotoran ternak dan abu sekam.
2. Setelah itu beri EM4 yang telah dicampurkan dengan air.
3. Siram secara merata ke campuran tadi, sampai kurang lebih 40% adonan
bahan apabila dikepal tidak hancur kembali, dan tidak mengeluarkan air.
4. Lalu campuran tadi diaduk rata.
5. Setelah selesai, pada bagian atasnya diberi terpal agar tidak terkena sinar
matahari langsung.
6. Setelah itu tunggu sampai beberapa hari sekitar 1 minggu, sampai proses
fermentasi selesai. Dalam proses fermentasi ini, bahan beberapa kali di aduk-
aduk apabila suhunya mulai panas.
Lampiran 7. Daftar Hadir Peserta Kegiatan