Anda di halaman 1dari 8

3. 3.

Pencatatan dan Pengumpulan Biaya Harga Pokok Pesanan


Sesuai dengan ciri ciri metode pengumpulan biaya produksi dalam harga pokok pesanan, maka
komponen harga pokok pesanan dapat dikelompokkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan
biaya overhead pabrik (BOP). Biaya produksi langsung (Biaya bahan baku dan tenaga kerja
langsung) dibebankan kepada pesanan berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan
biaya produksi tak langsung (BOP) dibebankan kepada produk berdasarkan tarif yang ditentukan
dimuka, misalnya tarif BOP = 80% dari tenaga kerja langsung.Untuk menentukan harga pokok
produksi berdasarkan pesanan, siklus akuntansi dapat dikelompokkan dalam bisya bahan baku
dan penolong, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik, produk selesai, produk dalam proses,
dan penjualan produk.
1. Pembelian dan Pemakaian Bahan Baku
Akuntansi biaya bahan baku dan bahan penolong meliputi pembelian dan pemakaian yang
jurnalnya sebagai berikut :
a. Jurnal untuk mencatat pembelian bahan baku dan bahan penolong :
Persediaan Bahan Baku Rp. xxx
Utang Dagang / Kas Rp. xxx
b. Pemakaian Bahan Baku
BDP – Biaya Bahan Baku Rp. xxx
Persediaan Bahan Baku Rp. xxx
c. Pemakaian Bahan Penolong
BOP Sesungguhnya Rp. xxx
Persediaan Bahan Penolong Rp. xxx

2. Biaya Tenaga Kerja


Akuntansi biaya tenaga kerjameliputi pemakaian tenaga kerja pembayaran dan pengalokasian
biaya tenaga kerja.
a. Jurnal untuk mencatat pemakaian tenaga kerja :
Gaji dan Upah Rp. xxx
Utang gaji dan upah Rp. xxx
b. Waktu gaji dan upah dibayar :
Utang gaji dan upah Rp. xxx
Kas Rp. xxx
c. Pengalokasian atau pendistribusian gaji dan upah :
BDP- Biaya tenaga kerja langsung Rp. xxx
BOP Sesungguhnya Rp. xxx
Biaya Pemasaran / Penjualan Rp. xxx
Biaya administrasi dan umum Rp. xxx
Gaji dan upah Rp. xxx

Penjelasan :
(1) Rekening BDP – Biaya tenaga kerja langsung digunakan untuk mencatat jumlah biaya
tenaga kerja langsung pada departement produksi.
(2) BOP sesungguhnya digunakan untuk mencatat jumlah biaya tenaga kerja tidak langsung
departement produksi, seperti upah mandor, teknisi alat alat produksi, petugas
laboratorium, petugas kebersihan dibagian produksi dan lain lain
(3) Biaya pemasaran untuk mencatat jumlah biaya tenaga kerja bagian pemasaran atau
penjualan.
(4) Biaya administrasi dan umum untuk mencatat jumlah biaya tenaga kerja bagian kantor.

3. Biaya Overhead Pabrik


Pembebanan BOP ke harga pokok pesanan dihitung berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
Sedangkan BOP yang sesungguhnya dikeluarkan dan dicatat dalam rekening BOP sesungguhnya.
Pada waktu penutupan buku perbedaan antara BOP yang dibebankan dengan BOP yang
sesungguhnya dikeluarkan dan dicatat dalam rekening selisih BOP. Selisih BOP ini ditutup ke
rekening harga pokok penjualan atau rugi/laba sehingga akuntansi BOP meliputi akuntansi
pembebanan BOP berdasarkan tarif, akuntansi BOP yang sesungguhnya terjadi, penutupan
rekening BOP, dan penutupan selisih BOP.
A. Jurnal untuk mencatat pembebanan BOP berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka :
BDP-Biaya Overhead Pabrik Rp. xxxx
BOP yang dibebankan Rp. xxxx

B. Jurnal untuk mencatat BOP yang sesungguhnya terjadi :


BOP sesungguhnya Rp. xxxx
Berbagai rekening di kredit Rp. xxxx

C. Jurnal untuk menutup BOP


(1) Jika BOP yang sesungguhnya sama dengan BOP yang dibebankan (tidak terjadi selisih)
BOP yang dibebankan Rp. xxxx
BOP sesungguhnya Rp. xxxx
(2) Jika BOP yang sesungguhnya lebih besar dari BOP yang dibebankan (selisih rugi)
BOP yang dibebankan Rp. xxxx
Selisih BOP Rp. xxxx
BOP sesungguhnya Rp. xxxx
(3) Jika BOP yang sesungguhnya lebih kecil dari BOP yang dibebankan (selisih laba)
BOP yang dibebankan Rp. xxxx
Selisih BOP Rp. xxxx
BOP sesungguhnya Rp. xxxx
D. Jurnal untuk menutup BOP
1. Jika BOP yang sesungguhnya lebih besar dari BOP yang dibebankan (selisih rugi).
Rugi-Laba/ Harga pokok Penjualan Rp. xxxx
Selisih BOP Rp. xxxx
2. Jika BOP yang sesungguhnya lebih kecil dari BOP yang dibebankan (selisih laba).
Selisih BOP Rp. xxxx
Rugi-Laba/ Harga pokok Penjualan Rp. xxxx

4. Produk Jadi (Selesai)


Setelah pesanan selesai dikerjakan dipindahkan ke gudang oleh bagian produksi. Harga pokok
pesanan yang telah selesai diproduksi tersebut dapat dihitung dari informasi biaya yang
dikumpulkan dalam kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan dan dicatat dalam rekening
persediaan produk jadi.
Jurnal untuk mencatat produk jadi :
Persediaan Produk Jadi Rp. xxxx
BDP – Biaya Bahan Baku Rp. xxxx
BDP – Biaya Tenaga Kerja Rp. xxxx
BDP – Biaya Overhead Pabrik Rp. xxxx

5. Produk Dalam Proses


Pada akhir periode tertentu (terutama akhir bulan diadakan stock opname/ inventarisasi baik
bahan jadi maupun produk/barang dalam proses. Produk yang belum selesai tersebut dicatat
dalam rekening persediaan dalam proses.
Jurnal untuk mencatat persediaan bahan dalam proses:
Persediaan bahan dalam proses Rp. xxxx
BDP – Biaya Bahan Baku Rp. xxxx
BDP – Biaya Tenaga Kerja Rp. xxxx
BDP – Biaya Overhead Pabrik Rp. xxxx

6. Penjualan/Penyerahan Produk Jadi


Penjualan atau penyerahan produk jadi kepada pemesan dicatat dalam rekening penjualan
sebesar nilai yang dijualanya dilakukan dengan mendebit rekening harga pokok barang jadi
sehingga jurnal yang dibuat pada waktu penjualan/penyerahan produk jadi adalah sebagai
berikut:
Kas/piutang dagang Rp. xxxx
Penjualan Rp. xxxx
Harga Pokok Penjualan Rp. xxxx
Persediaan produk jadi Rp. xxxx

3.4 Kartu Harga Pokok Pesanan


Dalam metode harga pokok pesanan kartu harga pokok mempunyai peran yang sangat
penting, karena dalam kartu harga pokok itulah dicatat biaya produksi tiap pesanan secara rinci.
Oleh karena itu kartu harga pokok berfungsi sebagai rekening Pembantu.

Contoh Kartu Harga Pokok Pesanan:

PT Healt Wealth International


Jakarta
KARTU HARGA POKOK PESANAN

No Pesanan : Pemesan :
Jenis Produksi : Sifat Pesanan :
Tgl. Pesan : Jumlah :
Tgl. Selesai : Harga Jual :
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik
Jam
Tgl No Keterangan Jumlah Tgl Jumlah Tgl Dasar Tarif Jumlah
Kerja

Contoh Soal :
PT Health Wealth International berusaha dalam bidang meubel dan memproduksi alat alat rumah
tangga serta perkamtoran berdasarkan pesanan.
Pada bulan Juni 1995 mendapat pesanan dari yayasan Citra Medika untuk membuat 100 set meja
belajar (100 meja dan 200 kursi) dengan harga setiap set sebesar Rp. 175.000 untuk
memproduksi pesanan tersebut. PT HWI telah melakukan kegiatan sebagai berikut
1. Membeli bahan baku dan bahan penolong
Bahan Baku :
Kayu dengan ukuran :
4 cm x 6 cm x 300 cm 250 pot @ Rp. 18.000 = Rp. 4.500.000
2 cm x 20 cm x 300 cm 200 pot @ Rp. 30.000 = Rp. 6.000.000
2 cm x 3 cm x 300 cm 100 pot @ Rp. 5.000 = Rp. 500.000
Tripleks 25 lbr @ Rp. 15.000 = Rp. 375.000
Cat 50 klg @ Rp. 10.000 = Rp. 500.000
Jumlah bahan baku yang dibeli Rp. 11.875.000

Bahan Penolong :
Paku 5 kg @ Rp. 10.000 = Rp. 50.000
Dempul 10 kg @ Rp. 5.000 = Rp. 50.000
Amplas 200 lb @ Rp. 200 = Rp. 40.000
Jumlah bahan penolong yang dibeli = Rp. 140.000
Jumlah bahan baku dan bahan penolong = Rp. 12.015.000

2. Pemakaian Tenaga Kerja


Upah langsung 1.000 jam @ Rp. 2.000 = Rp. 2.000.000
Upah tidak langsung = Rp. 400.000
Rp. 2.400.000
Gaji karyawan bagian administrasi dan umum = Rp. 500.000
Jumlah biaya tenaga kerja = Rp. 2.900.000

3. Pembebanan BOP selain pemakaian bahan penolong dan tenaga kerja tidak langsung
adalah sebagai berikut :
Biaya Penyusutan Mesin Rp. 100.000
Biaya Penyusutan Gedung Rp. 250.000
Biaya Pemeliharaan Mesin Rp. 50.000
Biaya Pemeliharaan Gedung Rp. 50.000
Jumlah Rp. 450.000

Berdasarkan data diatas, buatlah :


a. Jurnal pada waktu pembelian bahan baku dan bahan penolong.
b. Kartu harga pokok, jika BOP yang dibebankan 60% dari tenaga kerja langsung.
c. Jurnal pemakaian/pembebanan bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja dan BOP ke
dalam BDP.
d. Perhitungan harga pokok produk jadi dan jurnalnya.

Jawab :
a. Jurnal pada waktu pembelian bahan baku dan bahan penolong.
Persediaan Bahan Baku Rp. 11.875.000
Persediaan Bahan Penolong Rp. 140.000
Utang Dagang Rp. 12.015.000

b. Kartu harga pokok, jika BOP yang dibebankan 60% dari tenaga kerja langsung.
PT Healt Wealth International
Jakarta
KARTU HARGA POKOK PESANAN

No Pesanan : 00458 Pemesan : Yayasan Citra Medika


Jenis Produksi : Meja Belajar Sifat Pesanan : Segera
Tgl. Pesan : 24 Juni 1995 Jumlah : 100 set meja belajar
Tgl. Selesai : 29 Agustus 1995 Harga Jual : Rp. 175.000
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik
Jumlah Jam Jumlah Jumlah
Tgl Keterangan Tgl Tgl Dasar Tarif
(Rp) Kerja (Rp) (Rp)

5/6 Kayu dengan ukuran 1.000 2.000.000 BTKL 60% 1.200.000


4 x 6 x 300 = 250 pt 4.500.000 jam
2 x 20 x300 = 200 pt 6.000.000
2 x 3 x 300 = 100 pt 500.000
Triplek 25 lbr 375.000
Cat 50 Kaleng 500.000
11.875.000 2.000.000 1.200.000
Jumlah Biaya Produksi Rp.
15.075.000

c. Jurnal pemakaian/pembebanan bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja dan BOP ke
dalam BDP.
1. Pemakaian Bahan
BDP – Biaya Bahan Baku Rp. 11.875.000
Persediaan Bahan Baku Rp. 11.875.000
BOP Sesungguhnya Rp. 140.000
Persediaan Bahan Penolong Rp. 140.000
2. Pemakaian Tenaga Kerja
BDP – Biaya Tenaga Kerja Rp. 2.000.000
BOP Sesungguhnya Rp. 400.000
Biaya Administrasi dan umum Rp. 500.000
Gaji dan Upah Rp. 2.900.000
3. Pemakaian BOP selain bahan penolong dan tenaga kerja tidak langsung
BOP sesungguhnya Rp. 450.000
Biaya Penyusutan Mesin Rp. 100.000
Biaya Penyusutan Gedung Rp. 250.000
Biaya Pemeliharaan Mesin Rp. 50.000
Biaya Pemeliharaan Gedung Rp. 50.000
4. Pembebanan BOP kedalam BDP
BDP – BOP Rp. 1.200.000
BOP yang dibebankan Rp. 1.200.000

Supriyono.2010. Akuntansi Biaya. Edisi II BPFE UGM. Yogyakarta


Subagio, Ahmari. 2015. Harga Pokok Pesanan. Diakses pada 25 September 2017 dari
http://ahmatarisubagio.blogspot.co.id/2015/10/harga-pokok-pesanan.html