Anda di halaman 1dari 3

A.A.

Gede Agung Prabawa || 160030144

Pelatihan dan Pengembangan Karir


Tujuan:
• Menutup “gap” antara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan.
• Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasaran
kerja yang telah ditetapkan.
Manfaat:
• Walau memerlukan waktu dan mahal, akan dapat mengurangi perputaran tenaga kerja
(turn over) dan membuat karyawan menjadi lebih produktif.
• Membantu karyawan dalam menghindarkan diri dari keusangan dan melaksanakan
pekerjaan dengan lebih baik.
Pengertian:
• Pelatihan adalah pemerbaikan ketrampilan dari anggota agar dapat menyelesaikan
tugasnya pada masa ini.
• Pengembangan adalah peningkatan ketrampilan, pengetahuan, sikap dan karakter anggota
untuk mempersiapkannya pada tugas yang akan datang.

Langkah-Langkah pendahuluan dalam persiapan Program Pelatihan dan Pengembangan


• Penilaian dan Identifikasi Kebutuhan, yaitu Analisa yang dilakukan untuk mengetahui
pendekatan apa yang berlu dilakukan dalam program pelatihan ini, seperti hambatan-
hambatan, tatangan yang dihadapi, dan lain sebagiannya, kemudian ini yang akan
dijadikan refrensi untuk pelatihan.
• Sasaran-sasaran Pelatihan dan Pengembangan, merupakan tujuan / sasaran yang
diinginkan dalam pelatihan yang dilakukan, dan akan menjadi standar-standar acuan
prestasi anggota.
• Isi Program ditentukan oleh identifikasi kebutuhan dan sasaran Pelatihan. Program
mungkin berupaya untuk mengajarkan berbagai keterampilan tertentu, menyampaikan
pengetahuan yang dibutuhkan atau mengubah sikap.
• Prinsip-prinsip Belajar (learning principles), adalah program yang bersifat partisipatif,
relevan, pengulangan (repetisi) dan pemindahan, serta memberikan umpan balik
mengenai kamajuan para peserta Pelatihan.
• Teknik Pelatihan dan Pengembangan, dirancang untuk meningkatkan prestasi kerja,
mengurangi absensi dan perputaran, serta memperbaiki kepuasan kerja, dengan
menggunakan metode Metode praktis (on-the-job training) atau Teknik presentasi
informasi dan metode simulasi (off-the-job training)
➢ On-the-job Training, Pelatihan langsung pada jabatan, bertujuan mengenalkan
secara langsung pada trainee tentang seluk beluk tugas tersebut.
Metode OJT cocok bagi :
- Pelatihan karyawan baru
- Karyawan magang
- Penggunaan teknologi baru
- Rotasi Jabatan atau karyawan yang baru di promosikan pada jabatan
baruPenugasan sementara
➢ Off-the-job Training, Bagi peningkatan kemampuan, keahlian yang tidak terkait
dengan job secara langsung, tetapi sangat mempengaruhi keberhasilan dalam
menjalankan tugas.

Metode OFJT yang bisa digunakan adalah sebagai berikut :


- Simulasi
o Metode studi kasus
o Role playing
o Business games
o Vestibule training
o Latihan laboratorium
o Program pengembangan eksekutif
- Presentasi Informasi
o Metode kuliah
o Programmed instruction
o Self-study
o Analisis transaksional
o Presentasi video
o Metode konferensi
Program Orientasi (induksi)
• Memperkenalkan para karyawan baru dengan peranan atau kedudukan mereka, dengan
organisasi dan dengan para karyawan lain. Yang meliputi hal-hal yang berkaitan dengan
perusahaan, mulai dari sejarah hingga strukturnya, perkenalan dengan anggota,
tunjangan-tunjangan yang didapatkan, dan tugas-tugas yang didapatkan.
Pengembangan SDM
• Dengan pengembangan ini akan terjadi efisiensi dalam perekrutan karyawan, dan juga
promosi atau mutase, sehingga organisasi tidak terus tergantung pada perekrutan anggota
baru.
• Pengembangan ini merupakan cara terbaik dalam meningkatkan kualitas dari anggota,
jadi semua anggota jadi ter-update
• Perubahan-perubahan Sosioteknis, dimana ini bertujuan agar organisasi mampu
menyikapi setiap perubahan-perubahan social yang sedang berlangsung, tanpa
menghambat tujuan semua.
Langkah-langkah Dalam Evaluasi Pelatihan dan Pengembangan
1. Kreteria Evaluasi
2. Tes Pendahuluan (pretest)
3. Para karyawan dilatih atau dikembangkan
4. Tes purna (post-test)
5. Transfer atau promosi
6. Tindak-lanjut